Probolinggo, Mediaistana.com
Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Probolinggo menggelar rapat koordinasi (rakor) Sekretariat Bersama (Sekber) Sekolah Ramah Anak (SRA), Rabu (6/5/2026).
Kegiatan diikuti 20 peserta dari lintas sektor. Hadir unsur DP3AP2KB, Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo, Cabang Dinas Pendidikan Probolinggo, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikdaya), Dinas Kesehatan (Dinkes), Bapelitbangda, serta Bagian Hukum.
Rakor membahas evaluasi mandiri Kabupaten Layak Anak (KLA), khususnya Klaster IV tentang pendidikan dan pemanfaatan waktu luang. Sementara ini, capaian Klaster IV sudah 93 poin dari nilai maksimal 110 poin.
Seluruh peserta sepakat melengkapi sejumlah indikator yang belum terpenuhi. Langkah ini untuk mengejar nilai maksimal KLA sekaligus memperkuat komitmen Sekolah Ramah Anak di Kabupaten Probolinggo.
Selain evaluasi, rakor juga membahas draft Surat Keputusan (SK) Sekretariat Bersama Sekolah Ramah Anak. Draft tersebut sudah final dan selanjutnya diserahkan ke Bagian Hukum untuk proses lebih lanjut.
Kepala DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo A’at Kardono melalui Kabid Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Rigustina mengatakan, rakor ini bertujuan meningkatkan koordinasi lintas sektor. Sekaligus menyatukan persepsi terkait peran dan fungsi Sekber SRA.
Rakor ini dimaksudkan untuk meningkatkan koordinasi dan menyatukan persepsi terkait peran dan fungsi Sekber dalam mendukung Sekolah Ramah Anak, kata Rigustina yang akrab disapa Tina.
Menurut Tina, sinergi lintas sektor sangat penting untuk mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak. Tanpa kolaborasi, target KLA dan SRA sulit tercapai.
Tujuannya untuk memperkuat komitmen lintas sektor dalam mewujudkan Sekolah Ramah Anak. Harapannya dapat terwujud sekolah yang aman, nyaman dan benar-benar ramah bagi anak, pungkasnya.