Kepsek SD 4 Air Buaya Bantah Mark-Up Anggaran Revitalisasi. Proyek Disebut Masih Berjalan 65 Persen

 

Kepala SD Negeri 4 Air Buaya, La Saeni, memberikan penjelasan terkait pemberitaan mengenai anggaran proyek revitalisasi sekolah yang berlokasi di Dusun Wailanga, Desa Selwadu, Kecamatan Air Buaya, Kabupaten Buru, Maluku.

La Saeni membantah dugaan adanya mark-up anggaran dalam pelaksanaan proyek tersebut. Ia menjelaskan, besaran anggaran yang diterima mengalami penyesuaian dari usulan awal setelah adanya kebijakan efisiensi anggaran dari kementerian.

Menurut La Saeni, pada tahap pengusulan, tingkat kerusakan bangunan sekolah seharusnya masuk kategori rehabilitasi berat dengan persentase sekitar 70 persen.

Namun, dalam penetapan anggaran, persentase tersebut disebut turun menjadi 45 persen.

“Awalnya kami tidak mau menerima karena biaya yang diberikan dinilai tidak sesuai dengan tingkat kerusakan bangunan. Namun, saat itu konsultan menyarankan agar anggaran tersebut diterima terlebih dahulu, dengan penjelasan bahwa anggaran akan disesuaikan,” jelas La Saeni. Rabu, (28/10/2026)

Ia menerangkan, dalam usulan awal, biaya untuk satu ruangan diperkirakan berkisar Rp 170 juta. Akan tetapi, setelah penyesuaian oleh kementerian dengan alasan efisiensi anggaran, nilainya turun menjadi sekitar Rp 114 juta per ruangan.

Anggaran mencakup sejumlah pekerjaan fisik

La Saeni menjelaskan, pekerjaan revitalisasi tersebut tidak hanya mencakup ruang kelas, tetapi juga sejumlah fasilitas penunjang kegiatan belajar-mengajar.

Ruang lingkup pekerjaan meliputi enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, tiga ruang toilet atau WC, pagar sekolah sepanjang 31 meter, serta lapangan upacara berukuran 15 x 20 meter.

Ia menyebutkan, anggaran untuk tiga ruang WC sekitar Rp 21 juta, pembangunan pagar sekolah sepanjang 31 meter sekitar Rp 50 juta, sedangkan lapangan upacara dialokasikan sekitar Rp 50 juta.

Menurutnya, anggaran pekerjaan fisik enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, dan tiga ruang WC mencapai sekitar Rp 814 juta.

Sementara itu, pekerjaan pagar dan lapangan upacara disebut dialokasikan sekitar Rp 100 juta.

La Saeni juga menjelaskan bahwa total anggaran proyek tidak seluruhnya digunakan untuk pekerjaan fisik. Di dalamnya terdapat sejumlah komponen biaya lain, seperti pengawasan, perencanaan, manajemen, dan transportasi.

Progres pekerjaan disebut mencapai 65 persen

Terkait perkembangan proyek, La Saeni menyatakan bahwa pekerjaan masih berlangsung dan progresnya saat ini diperkirakan mencapai 65 persen.

Ia menambahkan, dana yang telah dicairkan baru sekitar 70 persen dari total anggaran, sehingga pelaksanaan pekerjaan masih berada dalam tahap penyelesaian.

“Pekerjaan masih berjalan. Progresnya sekitar 65 persen dan dana yang baru cair sekitar 70 persen. Jadi, tidak benar jika langsung disimpulkan telah terjadi mark-up anggaran,” tegasnya.

Transparansi anggaran tetap penting

Penjelasan kepala sekolah tersebut menjadi bagian dari klarifikasi atas sorotan publik terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi SD Negeri 4 Air Buaya.

Meski pihak sekolah telah membantah dugaan mark-up, keterbukaan informasi mengenai nilai kontrak, rincian Rencana Anggaran Biaya (RAB), volume pekerjaan, spesifikasi material, serta realisasi penggunaan dana tetap penting untuk memastikan kesesuaian antara anggaran dan pekerjaan di lapangan.

Pemeriksaan dokumen serta pengecekan fisik oleh pihak berwenang, apabila diperlukan, dapat membantu memberikan gambaran yang objektif mengenai pelaksanaan proyek tersebut.

Hingga pekerjaan selesai, masyarakat berhak memperoleh informasi yang jelas mengenai penggunaan anggaran pendidikan. Di sisi lain, setiap dugaan penyimpangan harus didasarkan pada bukti dan hasil pemeriksaan, bukan semata-mata pada penilaian awal.

Dengan demikian, klarifikasi La Saeni perlu menjadi bagian dari pemberitaan yang berimbang, sembari tetap membuka ruang bagi verifikasi independen atas dokumen anggaran dan hasil pekerjaan di SD Negeri 4 Air Buaya.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!