Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Buru periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah acara yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Buru, Selasa (27/10/2026).
Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi kedua organisasi otonom Muhammadiyah tersebut untuk memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kader, serta mengambil peran strategis dalam pembangunan daerah dan pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Buru.
Prosesi pelantikan dilakukan oleh Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Maluku, Samsul Sampulawa, yang secara resmi melantik jajaran pengurus untuk mengemban amanah organisasi selama periode kepengurusan 2026–2030
Dalam susunan pengurus yang dilantik, Firman Masbait dipercaya sebagai Ketua, didampingi Subhan Fatsey sebagai Sekretaris dan Fafdi Alkatiri sebagai Bendahara, bersama sejumlah pengurus lainnya.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Buru, Ikram Umasugi, Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Azis Tomia, Kapolres Buru AKBP Andi Zulkifli, unsur Muspida, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta tamu undangan lainnya.
Kehadiran unsur pemerintah daerah, kepolisian, dan berbagai elemen masyarakat mencerminkan pentingnya sinergi antara organisasi kepemudaan dan pemangku kepentingan dalam mendorong kemajuan daerah.
Momentum Konsolidasi dan Penguatan Kader
Pelantikan ini bukan sekadar pergantian atau pengesahan kepengurusan, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan organisasi kepemudaan yang aktif, progresif, dan mampu menjawab tantangan zaman.
Pemuda Muhammadiyah diharapkan terus memperkuat peran kader dalam bidang sosial, pendidikan, keagamaan, kepemimpinan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Sementara itu, Nasyiatul Aisyiyah memiliki peran penting dalam penguatan perempuan muda, pendidikan keluarga, serta pemberdayaan perempuan dan anak.
Keduanya diharapkan mampu membangun kolaborasi yang produktif, tidak hanya di lingkungan organisasi, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di Kabupaten Buru.
Rapat Kerja Jadi Langkah Awal Menyusun Program
Rangkaian kegiatan yang dirangkaikan dengan rapat kerja menjadi kesempatan bagi pengurus untuk merumuskan arah kebijakan, menetapkan prioritas program, serta menyusun langkah konkret selama masa kepengurusan.
Rapat kerja diharapkan tidak berhenti pada penyusunan agenda administratif, tetapi menghasilkan program yang terukur, realistis, dan menyentuh kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Buru.
Tantangan ke depan menuntut organisasi kepemudaan agar tidak hanya hadir dalam kegiatan seremonial, tetapi juga mampu menjadi ruang pembinaan karakter, pengembangan kapasitas, penguatan kepemimpinan, dan penciptaan gagasan-gagasan baru bagi kemajuan daerah.
Dengan kepengurusan baru periode 2026–2030 Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Buru diharapkan semakin solid, responsif, dan konsisten menjalankan peran organisasi.
Pelantikan ini sekaligus menjadi titik awal untuk membuktikan bahwa pemuda bukan sekadar generasi penerus, melainkan kekuatan masa kini yang memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam membangun Bumi Bupolo yang lebih maju, berdaya saing, dan berkeadaban.
(Mus Latuconsina)