BerandaInfoPengabdian Tanpa Pamrih untuk Masyarakat Buru: Datang Sakit, Pulang Sehat Tanpa Rujuk

Pengabdian Tanpa Pamrih untuk Masyarakat Buru: Datang Sakit, Pulang Sehat Tanpa Rujuk

 

Oleh: Halija Wael(Direktur RSUD Lala)

Di tengah denyut kehidupan masyarakat Kabupaten Buru, pengabdian sejati tidak selalu hadir dalam sorotan besar. Ia tumbuh dari ketulusan hati, dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari demi memastikan satu hal: masyarakat datang dengan harapan dan pulang dengan kesehatan.

Bagi saya, melayani orang sakit bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan jiwa. Tidak memandang siapa mereka, dari latar belakang apa mereka berasal, ataupun status sosial yang mereka miliki. Semua pasien memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian, pelayanan, dan harapan untuk sembuh. Karena sesungguhnya, bukan karena saya siapa-siapa, tetapi karena merekalah saya dapat hadir dan mengabdi untuk masyarakat Kabupaten Buru.

Moto hidup dan pelayanan saya sederhana namun penuh makna: “Datang sakit, pulang sehat tanpa merujuk.” Sebuah tekad untuk memberikan pelayanan terbaik agar masyarakat mendapatkan penanganan yang maksimal dengan penuh kepedulian dan kemanusiaan.

Setiap kunjungan kerja sebelum pulang kantor bukan hanya rutinitas biasa. Itu adalah bentuk tanggung jawab dan kepedulian untuk memastikan pelayanan kepada pasien berjalan dengan baik dan lancar. Menyapa pasien satu per satu, memberi semangat kepada mereka yang sedang berjuang melawan sakit, menjadi bagian penting dari pengabdian yang saya jalani.

Bagi saya, kesembuhan tidak hanya datang dari obat dan tindakan medis, tetapi juga dari perhatian, dukungan, dan semangat hidup yang terus dijaga. Karena itu, saya berusaha hadir lebih dekat dengan pasien — menemani mereka berjalan-jalan, menghibur mereka, mendengarkan keluh kesah mereka, dan menghadirkan suasana yang membuat mereka merasa tidak sendiri dalam menghadapi sakit.

Pengabdian adalah tentang ketulusan untuk melayani tanpa lelah. Ketika senyum pasien kembali terlihat, ketika mereka pulang dengan kondisi yang membaik, di situlah kebahagiaan terbesar seorang pelayan masyarakat ditemukan.

Melayani dengan hati, mengabdi tanpa pamrih, dan menghadirkan harapan bagi masyarakat Kabupaten Buru — itulah makna pengabdian yang saya pegang hingga hari ini.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!