32.7 C
Jakarta
BerandaInfoPOLAM–INDONESIA: Mendagri Tito Karnavian Usulkan Kepala Daerah di Wilayah Tertentu Dipilih Melalui...

POLAM–INDONESIA: Mendagri Tito Karnavian Usulkan Kepala Daerah di Wilayah Tertentu Dipilih Melalui DPRD

 

Jakarta – Indonesia, 08 Mei 2026 — Direktur Politik Anak Muda Indonesia (POLAM–Indonesia), Abubakar Karepesina, yang akrab disapa Andar Karepesina, menanggapi pernyataan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian terkait usulan penerapan sistem pilkada asimetris di Indonesia.

Menurut Andar Karepesina, gagasan pilkada asimetris merupakan bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan pilkada langsung yang selama ini menghadapi berbagai tantangan, di antaranya tingginya biaya politik serta potensi konflik sosial di sejumlah daerah.

Ia menilai pendekatan tersebut dapat menjadi alternatif kebijakan untuk memperkuat efektivitas tata kelola pemerintahan daerah tanpa mengabaikan prinsip demokrasi.

Usulan mengenai sistem pilkada asimetris tersebut disampaikan Mendagri dalam acara pengukuhan pengurus Perpuskadesi di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Jakarta, pada 4 Mei 2026.

Dalam konsep yang diusulkan:

Daerah dengan kapasitas pemerintahan dan kemampuan fiskal terbatas dapat memilih kepala daerah melalui mekanisme DPRD.

Sementara daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tinggi, kemampuan fiskal kuat, serta kondisi sosial politik yang stabil tetap melaksanakan pilkada secara langsung.

POLAM–Indonesia memandang kebijakan ini berpotensi menjadi pendekatan yang lebih fleksibel dan adaptif dalam menyesuaikan sistem demokrasi lokal dengan kebutuhan serta kesiapan masing-masing daerah di Indonesia.

POLAM–INDONESIA — Untuk Persatuan, Untuk Indonesia

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!