Beranda blog Halaman 113

Apel Pagi Jadi Momentum Kantah Jakut Perkuat Transformasi Layanan Publik

0

Jakarta Utara, Mediaistana.Com – Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara kembali menegaskan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui pelaksanaan apel pagi rutin yang digelar di halaman kantor, Kamis (6/8/2026), Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Pertanahan Kota Administrasi Jakarta Utara, Uunk Din Parunggi, S.SiT., M.A.P., QRMP dan diikuti seluruh jajaran pegawai.

Dalam arahannya, Uunk Din Parunggi, S.SiT.,M.A.P., QRMP menekankan bahwa peningkatan mutu pelayanan harus menjadi budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh pegawai, Menurutnya pelayanan yang cepat, ramah, informatif, dan profesional merupakan kunci untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan pertanahan.

Ia juga mengingatkan pentingnya pembenahan sistem kerja di lingkungan kantor, mulai dari pengelolaan administrasi, penataan sarana pelayanan, hingga pengaturan alur pelayanan yang lebih efektif dan efisien, Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan pelayanan publik yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Apel pagi tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sarana memperkuat disiplin, koordinasi, dan semangat kerja seluruh aparatur, Upaya ini sejalan dengan transformasi layanan yang tengah dijalankan Kementerian ATR/BPN untuk menghadirkan pelayanan pertanahan yang modern, akuntabel, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat.

Dari Rumah ke Rumah, Menjaga Amanah Tanah untuk Generasi Mendatang

0

mediaistana.com

Serang – Usai menggelar Sosialisasi Program Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, bersama Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Serang, Elfidian Iskariza mendampingi Anggota Komisi II DPR RI, Jazuli Juwaini, menyerahkan sertipikat tanah secara door to door di Desa Toyomerto, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Selasa (4/8/2026).

Sebanyak 10 sertipikat diserahkan secara simbolis, terdiri atas lima sertipikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) kepada masyarakat dan lima sertipikat tanah wakaf untuk Masjid Jami-Annajah. Penyerahan dilakukan langsung kepada para penerima sebagai bentuk komitmen menghadirkan pelayanan pertanahan yang semakin dekat dengan masyarakat.

Salah satu penerima sertipikat PTSL, Mahrus, mengaku lega setelah akhirnya memiliki kepastian hukum atas tanah miliknya. Ia menilai proses pengurusan sertipikat berlangsung mudah, cepat, dan tanpa dipungut biaya melalui program PTSL. Menurutnya, pelayanan yang diberikan Kantor Pertanahan Kabupaten Serang juga responsif dan dapat dipercaya.

Rasa syukur juga disampaikan salah satu nadzir penerima sertipikat tanah wakaf. Ia mengatakan, dengan terbitnya sertipikat atas nama tanah wakaf untuk Masjid Jami-Annajah, aset tersebut kini memiliki kepastian hukum sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat. “Alhamdulillah, sekarang tanah wakaf ini sudah bersertipikat. Insyaallah manfaatnya bisa terus digunakan untuk kepentingan umat dan prosesnya juga cepat kurang lebih 1 bulan, tanpa biaya tambahan,” ungkapnya.

Harison mengajak perangkat desa, para nazir, dan pengelola wakaf untuk bersama-sama mendukung percepatan sertipikasi tanah, baik tanah milik masyarakat maupun tanah wakaf. Menurutnya, administrasi pertanahan yang lengkap menjadi kunci dalam melindungi aset agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari dan di masa depan.

“Sebagai wakaf produktif yang sebelumnya merupakan lahan sawah, baik digunakan untuk masjid, mushola, pesantren, kami mohon bantuan para pengelola wakaf dan nadzir. Pertama, tunjukkan batas-batas tanahnya dengan jelas. Kedua, lengkapi administrasi pertanahannya. Jangan berhenti pada ikrar wakaf secara lisan, tetapi pastikan prosesnya selesai hingga sertipikat diterbitkan,” ujar Harison.

Ia menambahkan, sengketa tanah wakaf masih menjadi persoalan yang kerap ditemui di berbagai daerah. Karena itu, pendaftaran dan sertipikasi tanah wakaf merupakan langkah penting untuk memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga agar aset wakaf tetap dimanfaatkan sesuai peruntukannya bagi kepentingan umat.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Jazuli Juwaini, mengapresiasi komitmen Kanwil BPN Provinsi Banten dan Kantor Pertanahan Kabupaten Serang yang dinilainya responsif dalam membantu masyarakat, khususnya melalui percepatan sertipikasi tanah wakaf dan PTSL. “Saya bersyukur Kanwil dan Kantah sangat responsif membantu masyarakat, terutama untuk sertipikasi tanah wakaf dan masyarakat yang membutuhkan. Mudah-mudahan semua ini menjadi keberkahan. Sawah wakaf ini dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasional dan pembangunan masjid. Tolong dijaga baik-baik karena ini adalah amanah umat yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan bersama,” pungkasnya.

(Rafiqi)

GUMIRAN LAW OFFICE SIAP TEMPUH JALUR PENGADILAN DAN KEPOLISIAN

0

BANK ALADIN SYARIAH LEPAS TANGAN SOAL DANA NASABAH HILANG, GUMIRAN LAW OFFICE SIAP TEMPUH JALUR PENGADILAN DAN KEPOLISIAN

Jakarta -MEDIA ISTANA,​JAKARTA, 16 JULI 2026 – Kantor Hukum GUMIRAN LAW OFFICE, melalui pengacara Mohammad Aryareksa Gumilang, S.H., M.H., menyatakan sangat kecewa terhadap surat balasan dari PT Bank Aladin Syariah Tbk tertanggal 14 Juli 2026.

Melalui surat tersebut, pihak bank dengan tegas menolak mengganti kerugian atas hilangnya uang milik klien kami, Bapak Mujiran, S.Pd.
​Bank Menjadikan Nasabah Sebagai Kambing Hitam
​Dalam surat jawabannya, Bank Aladin Syariah berdalih bahwa sistem perbankan mereka aman dan berfungsi normal. Bank berlindung di balik “Syarat dan Ketentuan” dan secara sepihak menyalahkan klien kami, menuduh klien kami lalai dalam menjaga kerahasiaan data pribadi (seperti Password, PIN, dan kode OTP).

​Selain itu, bukti berupa catatan masuk (Log Access) yang dilampirkan pihak bank tidak membuktikan apa-apa. Di era kejahatan siber (cybercrime) yang canggih saat ini, para peretas (hacker) bisa dengan mudah memanipulasi sistem.

Mereka bisa membobol akun sehingga seolah-olah klien kami yang masuk dan melakukan transaksi, padahal sebenarnya sistem keamanan bank yang berhasil ditembus.

​”Jawaban bank sangat mengecewakan dan lepas tangan. Bank tidak bisa hanya berlindung pada aturan baku sepihak yang mereka buat sendiri. Secara hukum, bank sebagai penyelenggara layanan wajib menjamin keamanan uang nasabahnya. Jika ada transaksi mencurigakan atau kelemahan sistem, bank harus bertanggung jawab, bukan malah menyalahkan nasabah sebagai pihak yang lemah,” tegas Mohammad Aryareksa Gumilang. S.H.,M.H

​Langkah Hukum yang Akan Ditempuh
​Karena Bank Aladin menolak bertanggung jawab melalui jalan damai (somasi telah kami kirimkan sebanyak tiga kali), maka GUMIRAN LAW OFFICE siap mengambil langkah hukum yang tegas demi mengembalikan hak klien kami:

​Gugatan Perdata ke Pengadilan: Kami akan menggugat pihak bank ke Pengadilan Negeri dengan dasar Perbuatan Melawan Hukum (PMH). Kami akan menuntut agar pengadilan memaksa bank membayar ganti rugi atas uang klien kami yang hilang, beserta kerugian-kerugian lainnya.

​Lapor ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK): Kami akan meminta OJK dan lembaga pelindung konsumen untuk turun tangan mengaudit dan memeriksa sistem Bank Aladin Syariah yang dinilai merugikan nasabah.

​Lapor Pidana ke Polisi (Bareskrim Siber): Kami akan membuat laporan pidana ke pihak kepolisian untuk mengusut siapa pelaku peretasan ini, serta menyelidiki apakah ada kelalaian fatal pada sistem keamanan bank.

​GUMIRAN LAW OFFICE mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap risiko keamanan bank digital. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga Bapak Mujiran mendapatkan keadilannya secara penuh.

Hamdan ❤️

Rumah Type 36 TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Hampir Rampung, Wujud Nyata Kepedulian TNI

0

Rumah Type 36 TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan Hampir Rampung, Wujud Nyata Kepedulian TNI Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Jakarta -MEDIA ISTANA,Sorong Selatan – Program pembangunan rumah Type 36 semi permanen dalam kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026 yang dilaksanakan Satgas TMMD Kodim 1807/Sorong Selatan di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan, terus menunjukkan progres yang menggembirakan. Memasuki Hari H+21 (ke-22), Kamis (6/8/2026), pembangunan rumah tersebut telah mencapai tahap akhir dan hampir rampung.

Pembangunan rumah layak huni ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD Ke-129 yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya warga yang membutuhkan hunian yang aman, nyaman, dan layak ditempati. Proses pengerjaan dilakukan secara gotong royong oleh personel Satgas TMMD bersama masyarakat setempat, sehingga pekerjaan dapat berlangsung dengan lancar dan sesuai target.

Komandan Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan menyampaikan bahwa capaian pembangunan rumah Type 36 semi permanen yang hampir selesai merupakan hasil sinergi yang kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat kebersamaan yang terus terjaga menjadi faktor utama dalam percepatan penyelesaian seluruh sasaran fisik TMMD.

“Melalui program TMMD ini, kami berharap hasil pembangunan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta meningkatkan kualitas hidup warga penerima manfaat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujarnya.

Selain pembangunan rumah layak huni, Satgas TMMD Ke-129 juga terus mengerjakan berbagai sasaran fisik lainnya, seperti pembangunan jalan, jembatan, fasilitas MCK, serta program-program nonfisik yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat di Kampung Sesor.

Dengan progres pembangunan yang telah memasuki tahap penyelesaian, diharapkan seluruh sasaran TMMD Ke-129 TA 2026 di wilayah Kodim 1807/Sorong Selatan dapat diselesaikan tepat waktu sehingga manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat. (Kodim 1807/Sorsel)

HAMDAN ❤️

Membangun Kesadaran Bersama, Menjaga Manfaat Wakaf untuk Generasi Mendatang

0

mediaistana.com

Serang – Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Banten berkolaborasi dengan Komisi II DPR RI menggelar Sosialisasi Program Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional di Serang, Selasa (4/8/2026).

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Banten, Harison Mocodompis, mengatakan bahwa di balik ibadah wakaf yang mulia terdapat aspek administrasi yang tidak kalah penting untuk memastikan niat baik para wakif tetap terjaga. Menurutnya, administrasi pertanahan merupakan instrumen perlindungan agar tanah wakaf tetap dimanfaatkan sesuai peruntukannya.

Harison menegaskan bahwa sengketa tanah wakaf merupakan persoalan nyata yang masih sering terjadi. Oleh karena itu, masyarakat perlu memahami pentingnya pendaftaran dan sertifikasi tanah wakaf sebagai bentuk perlindungan hukum. “Mungkin ada yang bertanya, “Memang wakaf bisa bersengketa?” Bisa. “Memang wakaf bisa digugat?” Bisa. “Memang tanah wakaf bisa diambil kembali?” Bisa. Karena itu, agar hal-hal tersebut tidak terjadi, mudah-mudahan melalui diskusi hari ini kita memperoleh pencerahan tentang bagaimana menjaga tanah wakaf agar tetap berada pada statusnya dan terus memberikan kemanfaatan bagi umat,” Ujarnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Wakaf (SIWAK) Kementerian Agama, terdapat sekitar 21 ribu bidang tanah wakaf di Provinsi Banten. Namun, sekitar 7 ribu bidang di antaranya masih belum bersertifikat sehingga menjadi pekerjaan rumah bersama. Untuk mempercepat penyelesaiannya, Kanwil BPN Provinsi Banten menggulirkan program Gerakan Masyarakat Pemasangan Tanda Batas Tanah Wakaf (GEMAPATAS Wakaf) sebagai langkah awal untuk mengidentifikasi, memasang batas, mengukur, memetakan, hingga mendaftarkan tanah wakaf.

Harison mengajak seluruh nazir, wakif, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan Islam, serta masyarakat untuk berkolaborasi menyelesaikan sertifikasi tanah wakaf di Banten. Menurutnya, apabila terdapat tanah wakaf lama yang belum memiliki dokumen lengkap atau menghadapi kendala administrasi, penyelesaiannya masih dapat ditempuh melalui mekanisme yang berlaku, termasuk penetapan atau isbat wakaf.

Sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan, Harison juga menginstruksikan seluruh Kantor Pertanahan di Provinsi Banten untuk mengantarkan langsung sertifikat yang telah selesai kepada masyarakat. “Saya telah menginstruksikan kepada seluruh Kepala Kantor Pertanahan di Provinsi Banten agar setiap sertifikat yang telah selesai, baik PTSL, wakaf, maupun layanan lainnya, diantarkan langsung kepada masyarakat. Datangi rumahnya, datangi nazirnya, dan serahkan secara langsung. Jangan sampai sertifikat yang sudah selesai justru menumpuk di kantor,” tegasnya.

Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI, Jazuli Juwaini, menilai percepatan sertifikasi tanah wakaf menjadi kebutuhan yang mendesak untuk menjaga aset umat. Ia mengingatkan agar praktik wakaf tidak lagi dilakukan atas nama perseorangan, melainkan atas nama badan hukum atau lembaga agar memiliki perlindungan yang lebih kuat.

“Setelah saya menjadi ketua umum, saya mengambil kebijakan tidak ada lagi orang mewakafkan tanah kepada pribadi. Wakaf harus kepada organisasi atau yayasan agar tidak menimbulkan persoalan ketika pewakif sudah meninggal. Jangan sampai tanah wakaf kemudian disewakan, digadaikan, atau dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi,” ujarnya.

Jazuli juga mengapresiasi komitmen Kanwil BPN Provinsi Banten yang telah membentuk tim percepatan sertifikasi tanah wakaf. Ia berharap seluruh persiapan teknis dapat segera diselesaikan sehingga program ini dapat dipercepat untuk mencakup tanah wakaf milik pesantren, masjid, madrasah, maupun organisasi keagamaan lainnya.

“Yang paling penting adalah mengamankan aset umat. Jangan sampai tanah yang sudah diwakafkan digugat kembali oleh ahli waris. Di sinilah tugas kita bersama, para ulama, BPN, dan seluruh pemangku kepentingan, memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa tanah yang telah diwakafkan harus dijaga untuk kemaslahatan umat,” pungkasnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Plh. Kepala Bidang Penetapan Hak dan Pendaftaran Kanwil BPN Provinsi Banten, Encep Mulya Nahkrowi, serta Ketua Majelis Fatwa Pengurus Besar Mathla’ul Anwar, Syibli Syarjaya, dengan moderator Ketua Bidang Ekonomi PB Mathla’ul Anwar sekaligus Wakil Dekan FEB UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Efi Syarifudin. Kegiatan turut dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Kota Serang, Osman Affan, Kepala Kantor Pertanahan Kota Cilegon, Goyandi Dwi Ammar, serta sekitar 100 peserta dari kalangan akademisi.

(Rafiqi)

Sumber: Humas BPN Banten

Hut Bank Aceh Syariah Ke-53, Usung Tema”Kuatkan Amanah,Tumbuhkan Berkah 

0

 

Hut Bank Aceh Syariah Ke-53, Usung Tema”Kuatkan Amanah,Tumbuhkan Berkah 

 

Aceh Timur—Mediaistana.com 

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-53 Bank Aceh, Bank Aceh Syariah Cabang Idi bekerja sama dengan RSUD Zubir Mahmud Aceh Timur menggelar aksi donor darah peduli sesama yang berlangsung di Kantor Bank Aceh cabang Idi Rayeuk.Kamis (6/8/2026).

 

Tak hanya aksi donor darah, seluruh keluarga besar Bank Aceh Syariah cabang Idi juga menggelar bakti sosial gotong royong membersihkan sampah di salah satu tempat wisata pantai di desa Peudawa Puntong.

 

Kegiatan ini Kegiatan dengan tema ”Setetes Darah, Sehatkan Bersama”sebagai wujud nyata kepedulian sosial Bank Aceh kepada masyarakat. Donor darah ini bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, namun menjadi bentuk komitmen kemanusiaan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, terutama mereka yang sangat membutuhkan darah dalam kondisi darurat medis.

 

Pimpinan Bank Aceh Cabang Idi, Samsul Bahri,dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program Bank Aceh Peduli Sesama dan merupakan kontribusi aktif Bank Aceh dalam menyemarakkan usia emasnya yang ke-53.

 

“Momentum HUT Bank Aceh ini kami maknai dengan aksi nyata. Donor darah dan bergotong royong adalah bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kami terhadap sesama.

 

Selain membantu rumah sakit dalam memenuhi stok darah, ini juga mengedukasi masyarakat untuk turut berperan dalam aksi kemanusiaan,” ungkapnya.

 

Tak hanya diikuti oleh pegawai Bank Aceh Dan Ibu-Ibu PI

KABAS Cabang idi, kegiatan donor darah ini juga terbuka untuk masyarakat umum, instansi mitra, serta komunitas sosial di Aceh Timur. Untuk menambah semangat para peserta, panitia juga menyediakan doorprize menarik bagi para pendonor yang telah berpartisipasi.

 

Peringatan HUT Bank Aceh tahun ini mengusung tema”Kuatkan Amanah, Tumbuhkan Berkah”. mencerminkan dedikasi Bank Aceh sebagai mitra keuangan masyarakat yang terus berinovasi serta menebar manfaat bagi kemajuan daerah.

 

Bank Aceh yang telah berdiri sejak tahun 1973, kini genap berusia 53 tahun dan terus menunjukkan peran aktif dalam pembangunan Aceh, baik melalui sektor ekonomi syariah maupun kegiatan sosial yang menyentuh masyarakat secara langsung.

 

Mari bersama kita sukseskan aksi donor darah ini. Setetes darah Anda, adalah kehidupan bagi mereka.Pungkas Pimpinan Bank Aceh Syariah Cabang Idi, Samsul Bahri

Anak Dibawah Umur Dipekerjakan, UPT Wasnaker Wilayah IV Sumut Panggil Manager PT.HSJ-Asian Agri Minggu Depan

0

LABUHANBATU – Perusahaan PT. Haris Sawit Jaya (HSJ) adalah Anak Perusahaan Perkebunan Asian Agri, Tbk salah satunya yang berada di Kabupaten Labuhanbatu diduga mempekerjakan Anak Dibawah Umur, Di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara.

Dimana sebelumnya di pemberitaan ada Anak dibawah umur Dipekerjakan di perusahaan PT. Haris Sawit Jaya (HSJ), dimana pihak perusahaan membantah terkait pemberitaan tersebut kepada petugas UPT. Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara yang berada di Kabupaten Labuhanbatu.

Terkait hal itu, Aktivis Anak di Lembaga Perlindungan Anak Kabupaten Labuhanbatu memberi tambahan laporan ke UPT.Pengawasan Ketenagakerjaan Wilayah IV Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara dalam hal Anak Dibawah Umur Dipekerjakan di perusahaan PT.HSJ beberapa pekan lalu.

Dimana anak dibawah umur tersebut dipekerjakan di Afdeling 1, B Blok 12 dengan nama pekerja (Ayah) Inisial HS warga Sidomulyo, Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu.

Disaat awak media mengkonfirmasi UPT. Pengawasan Ketenagakerjaan (Wasnaker) Wilayah IV Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, melalui WhatsApp pribadinya, Selasa (4/8/2026), sebelumnya kita sudah panggil pekerjanya dan Humas PT.Haris Sawit Jaya (HSJ), Bapak Ray Saragih tidak mau mengakui anak dibawah umur Dipekerjakan di perusahaan mereka.

“Insyaallah Minggu ini dibuat surat untuk dipanggil Manager Minggu depan, bang”, ucap tambahannya.

Hal ini, Perusahaan PT.HSJ Group Asian Agri diduga melanggar Undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan anak dan undang -undang nomor 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan pasal 68 yakni Pengusaha dilarang mempekerjakan Anak dibawah 18 tahun, Undang-undang Dasar 1945 Pasal 28 ayat (2).

Terkait hal tersebut, awak media mengkonfirmasi langsung melalui WhatsApp pribadinya, Kamis (6/8/2026) Humas Perusahaan PT.Hari Sawit Jaya (HSJ) Negeri Lama Central, Ray Saragih, tidak menjawab alias bungkam hingga terpublikasikan.***

Sonny T. Danaparamita Soroti Kemitraan Pabrik Gula, Petani Tebu Banyuwangi Harus Jadi Prioritas

0

MEDIAISTANA.COM | BANYUWANGI – Anggota Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Sonny T. Danaparamita, menegaskan komitmennya mengawal program swasembada gula nasional agar memberikan manfaat nyata bagi petani tebu, khususnya di Kabupaten Banyuwangi.

 

Menurut legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jawa Timur III tersebut, upaya mewujudkan kemandirian gula nasional perlu dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya berfokus pada perluasan lahan, tetapi juga memperkuat tata kelola industri dari hulu hingga hilir.

 

Sonny menyatakan Banyuwangi telah memiliki infrastruktur pendukung berupa Pabrik Gula (PG) Glenmore yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung peningkatan produksi gula nasional.

 

“Untuk Banyuwangi, kita sudah memiliki fasilitas modern seperti PG Glenmore. Tantangan saat ini bukan sekadar membuka lahan baru, melainkan menjaga stabilitas rantai pasok tebu dengan mengoptimalkan kemitraan bersama petani lokal,” ujar Sonny.

 

Dorong Kemitraan Pabrik dengan Petani

 

Sonny meminta pemerintah memastikan aturan kemitraan antara pabrik gula dan petani diterapkan secara konsisten. Menurutnya, pabrik gula perlu menjalankan peran sebagai mitra yang memberikan pembinaan, transfer teknologi, serta dukungan sarana dan prasarana bagi petani tebu.

 

Ia juga menyoroti informasi mengenai dugaan adanya pabrik yang tidak menyerap hasil panen petani. Jika terbukti terjadi pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku, Sonny meminta aparat dan instansi terkait mengambil langkah sesuai peraturan perundang-undangan.

 

“Saya mendukung penegakan aturan terhadap pihak-pihak yang tidak menjalankan kewajiban kemitraan sebagaimana mestinya. Kepentingan petani harus menjadi prioritas,” tegasnya.

 

Perlindungan Harga Gula dan Reformasi Agronomi

 

Selain aspek kemitraan, Sonny menilai perlindungan terhadap petani tebu juga harus dilakukan melalui penguatan tata niaga gula. Ia mendorong pemerintah memperketat pengawasan agar gula rafinasi impor tidak masuk ke pasar konsumsi yang berpotensi memengaruhi harga Gula Kristal Putih (GKP) hasil produksi petani.

 

Di sektor budidaya, Sonny mengusulkan peningkatan produktivitas melalui penggunaan varietas bibit unggul yang adaptif terhadap perubahan iklim serta mendorong program konsolidasi lahan guna meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan tebu rakyat.

 

“Petani membutuhkan dukungan berupa bibit unggul hasil riset yang sesuai dengan kondisi iklim saat ini. Konsolidasi lahan juga penting agar pengelolaan kebun tebu rakyat menjadi lebih efektif dan produktif,” ujarnya.

 

Mitigasi Dampak Ekonomi

 

Sonny mengingatkan bahwa proses menuju swasembada gula perlu diiringi langkah mitigasi ekonomi agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap pelaku usaha maupun masyarakat.

 

Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan kenaikan biaya produksi selama masa transisi kebijakan sehingga tidak berujung pada peningkatan harga gula di tingkat konsumen maupun industri yang menggunakan gula sebagai bahan baku.

 

“Langkah menuju kemandirian gula harus disiapkan secara matang. Pemerintah perlu memastikan biaya produksi tetap terkendali sehingga tidak membebani masyarakat maupun sektor industri makanan, minuman, dan farmasi,” pungkas Sonny.

Returning with a Doctoral Degree, TTS’ Best Son, Yakob Metboki, Passes International Leadership Program

0

Mediaistana.com. Kupang, East Nusa Tenggara, August 6, 2026. – A notable achievement has been attained by Yakob Metboki, S.Pd., M.Pd., Ph.D., a distinguished scholar from South Central Timor Regency (TTS) and faculty member at Artha Wacana Christian University (UKAW) Kupang. One week following his return to Kupang after the completion of doctoral studies in Thailand, Dr. Metboki was announced to have successfully passed both the administrative screening and interview phases for the UB Fellows Program 2026–2027, an international leadership initiative sponsored by the United Board for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA).

The United Board is an international organization dedicated to advancing the quality of Christian higher education in Asia through leadership development, institutional innovation, and regional collaboration. For UKAW, the United Board has served as a strategic international partner since 1995, supporting institutional development through faculty capacity building, leadership enhancement, institutional grants, and academic networking.

The UB Fellows Program is scheduled from January 2026 to July 2027. The program comprises several components: the Summer Leadership Institute in Singapore, a Webinar Series, an Asia Placement in the fellow’s selected country, a Study Trip to Japan, and will conclude with the Final Leadership Seminar in Thailand. The program is designed to cultivate higher education leaders capable of addressing global challenges through transnational collaboration, innovation, and service-oriented leadership.

According to Dr. Metboki, the fellowship broadens scholarly perspectives on the role of higher education amid contemporary challenges, including the advancement of artificial intelligence (AI), socio-economic transformation, declining public trust in institutions, and the imperative for universities to generate tangible societal impact.

“This program emphasizes that leadership extends beyond institutional administration to encompass the development of collaborative frameworks that generate solutions for society. The international networks established through this fellowship will serve as a foundation for strengthening education, research, community engagement, and strategic partnerships in East Nusa Tenggara,” He stated.

Other things, Dr. Metboki’s selection also holds strategic significance for Artha Wacana Christian University in advancing the implementation of Main Performance Indicator 6: World-Class Partnerships.

Through this fellowship, UKAW will further expand its institutional linkages with universities, government agencies, industry, national and multinational corporations, research institutions, and international nonprofit organizations. These collaborations create opportunities for joint initiatives, including student internships, rural empowerment projects, the integration of practitioner-lecturers into academic programs, collaborative research, faculty and student exchange, and co-development of curricula aligned with workforce and societal needs.

To be known, Dr. Metboki further underscored that the paradigm of university partnerships has shifted. The effectiveness of collaboration is no longer assessed solely by the number of Memoranda of Understanding (MoUs) signed, but rather by concrete implementation, measurable outputs, outcomes, and the direct benefits experienced by all stakeholders. Synergy among academia, industry, government, and nonprofit organizations is therefore essential to enhancing the quality of higher education and fostering impactful innovation.

This achievement is expected to serve as an inspiration to the younger generation of South Central Timor and East Nusa Tenggara, demonstrating that geographical constraints are not an impediment to international academic recognition. For Dr. Metboki, this milestone represents not only a personal accomplishment but also a responsibility to strengthen UKAW’s global network and to promote collaborative initiatives that contribute to the advancement of a more qualified, innovative, and sustainable higher education system in Indonesia.**

#NEWINSPIRATION#GOODLEADER#UKAWKUPANG2026#

 

Satgas TMMD Ke-129 Pastikan Kesehatan Warga Masyarakat dan Personel Tetap Prima

0

Satgas TMMD Ke-129 Pastikan Kesehatan Warga Masyarakat dan Personel Tetap Prima Demi Suksesnya TMMD di Kampung Sesor

Jakarta -MEDIA ISTANA,Wayer, Sorong Selatan – Kepedulian terhadap kesehatan personel Satgas dan masyarakat terus menjadi perhatian dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026. Memasuki Hari H+21 (ke-22), Kamis (6/8/2026), Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan bagi warga masyarakat dan anggota Satgas TMMD di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan.

Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kesiapan fisik seluruh personel Satgas yang setiap hari melaksanakan berbagai sasaran fisik maupun nonfisik TMMD. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi umum, tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat sesuai dengan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mengikuti pelayanan kesehatan yang diberikan secara gratis. Kehadiran tenaga kesehatan Satgas tidak hanya memberikan pemeriksaan medis, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, dan pencegahan berbagai penyakit.

Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan, Letkol Czi Paulus Caesario P.W., S.H., mengatakan bahwa kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan seluruh rangkaian program TMMD.

“Kesehatan masyarakat dan personel Satgas merupakan prioritas kami. Melalui pelayanan kesehatan ini, kami ingin memastikan seluruh kegiatan TMMD dapat berjalan dengan lancar, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Sesor. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan kebersamaan,” ujar Dansatgas.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga selama pelaksanaan program TMMD berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD Ke-129 TA 2026 kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelayanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Sorong Selatan. (Pendim 1807/Sorsel)

HAMDAN