Beranda blog Halaman 114

Returning with a Doctoral Degree, TTS’ Best Son, Yakob Metboki, Passes International Leadership Program

0

Mediaistana.com. Kupang, East Nusa Tenggara, August 6, 2026. – A notable achievement has been attained by Yakob Metboki, S.Pd., M.Pd., Ph.D., a distinguished scholar from South Central Timor Regency (TTS) and faculty member at Artha Wacana Christian University (UKAW) Kupang. One week following his return to Kupang after the completion of doctoral studies in Thailand, Dr. Metboki was announced to have successfully passed both the administrative screening and interview phases for the UB Fellows Program 2026–2027, an international leadership initiative sponsored by the United Board for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA).

The United Board is an international organization dedicated to advancing the quality of Christian higher education in Asia through leadership development, institutional innovation, and regional collaboration. For UKAW, the United Board has served as a strategic international partner since 1995, supporting institutional development through faculty capacity building, leadership enhancement, institutional grants, and academic networking.

The UB Fellows Program is scheduled from January 2026 to July 2027. The program comprises several components: the Summer Leadership Institute in Singapore, a Webinar Series, an Asia Placement in the fellow’s selected country, a Study Trip to Japan, and will conclude with the Final Leadership Seminar in Thailand. The program is designed to cultivate higher education leaders capable of addressing global challenges through transnational collaboration, innovation, and service-oriented leadership.

According to Dr. Metboki, the fellowship broadens scholarly perspectives on the role of higher education amid contemporary challenges, including the advancement of artificial intelligence (AI), socio-economic transformation, declining public trust in institutions, and the imperative for universities to generate tangible societal impact.

“This program emphasizes that leadership extends beyond institutional administration to encompass the development of collaborative frameworks that generate solutions for society. The international networks established through this fellowship will serve as a foundation for strengthening education, research, community engagement, and strategic partnerships in East Nusa Tenggara,” He stated.

Other things, Dr. Metboki’s selection also holds strategic significance for Artha Wacana Christian University in advancing the implementation of Main Performance Indicator 6: World-Class Partnerships.

Through this fellowship, UKAW will further expand its institutional linkages with universities, government agencies, industry, national and multinational corporations, research institutions, and international nonprofit organizations. These collaborations create opportunities for joint initiatives, including student internships, rural empowerment projects, the integration of practitioner-lecturers into academic programs, collaborative research, faculty and student exchange, and co-development of curricula aligned with workforce and societal needs.

To be known, Dr. Metboki further underscored that the paradigm of university partnerships has shifted. The effectiveness of collaboration is no longer assessed solely by the number of Memoranda of Understanding (MoUs) signed, but rather by concrete implementation, measurable outputs, outcomes, and the direct benefits experienced by all stakeholders. Synergy among academia, industry, government, and nonprofit organizations is therefore essential to enhancing the quality of higher education and fostering impactful innovation.

This achievement is expected to serve as an inspiration to the younger generation of South Central Timor and East Nusa Tenggara, demonstrating that geographical constraints are not an impediment to international academic recognition. For Dr. Metboki, this milestone represents not only a personal accomplishment but also a responsibility to strengthen UKAW’s global network and to promote collaborative initiatives that contribute to the advancement of a more qualified, innovative, and sustainable higher education system in Indonesia.**

#NEWINSPIRATION#GOODLEADER#UKAWKUPANG2026#

 

Satgas TMMD Ke-129 Pastikan Kesehatan Warga Masyarakat dan Personel Tetap Prima

0

Satgas TMMD Ke-129 Pastikan Kesehatan Warga Masyarakat dan Personel Tetap Prima Demi Suksesnya TMMD di Kampung Sesor

Jakarta -MEDIA ISTANA,Wayer, Sorong Selatan – Kepedulian terhadap kesehatan personel Satgas dan masyarakat terus menjadi perhatian dalam pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 TA 2026. Memasuki Hari H+21 (ke-22), Kamis (6/8/2026), Satgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan melaksanakan kegiatan pengecekan kesehatan bagi warga masyarakat dan anggota Satgas TMMD di Kampung Sesor, Distrik Wayer, Kabupaten Sorong Selatan.

Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya memastikan kondisi kesehatan masyarakat sekaligus menjaga kesiapan fisik seluruh personel Satgas yang setiap hari melaksanakan berbagai sasaran fisik maupun nonfisik TMMD. Pemeriksaan meliputi pengecekan kondisi umum, tekanan darah, konsultasi kesehatan, serta pemberian obat sesuai dengan hasil pemeriksaan tenaga kesehatan.

Antusiasme masyarakat terlihat tinggi dalam mengikuti pelayanan kesehatan yang diberikan secara gratis. Kehadiran tenaga kesehatan Satgas tidak hanya memberikan pemeriksaan medis, tetapi juga edukasi mengenai pentingnya menjaga pola hidup sehat, kebersihan lingkungan, dan pencegahan berbagai penyakit.

Dansatgas TMMD Ke-129 Kodim 1807/Sorong Selatan, Letkol Czi Paulus Caesario P.W., S.H., mengatakan bahwa kesehatan merupakan faktor penting dalam mendukung keberhasilan seluruh rangkaian program TMMD.

“Kesehatan masyarakat dan personel Satgas merupakan prioritas kami. Melalui pelayanan kesehatan ini, kami ingin memastikan seluruh kegiatan TMMD dapat berjalan dengan lancar, sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kampung Sesor. TMMD bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan kesehatan, edukasi, dan kebersamaan,” ujar Dansatgas.

Ia menambahkan bahwa kegiatan pelayanan kesehatan merupakan salah satu bentuk nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran Satgas TMMD di tengah masyarakat diharapkan mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta meningkatkan kualitas kesehatan warga selama pelaksanaan program TMMD berlangsung.

Melalui kegiatan ini, Satgas TMMD Ke-129 TA 2026 kembali menegaskan komitmennya untuk terus hadir membantu masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui pelayanan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan warga. Semangat kebersamaan antara TNI dan masyarakat menjadi modal utama dalam mewujudkan pemerataan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Kabupaten Sorong Selatan. (Pendim 1807/Sorsel)

HAMDAN

PKL DI PORIS UTARA, FASILITAS UMUM TERGERUS: WARGA DESAK PEMERINTAH BUKTIKAN PENATAAN, BUKAN SEKADAR WACANA

0

Mediaistana.com – Kota Tangerang – 6 Agustus 2026 – Persoalan pedagang kaki lima (PKL) di wilayah Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, kembali menjadi sorotan. Berdasarkan pantauan awak media dan hasil konfirmasi di Kantor Kelurahan Poris Plawad Utara, keberadaan PKL di sejumlah titik disebut terus bertambah dan mulai mengganggu fungsi fasilitas umum, khususnya trotoar yang diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Dalam konfirmasi tersebut, seorang narasumber di lingkungan Kantor Kelurahan Poris Plawad Utara menyampaikan bahwa jumlah PKL di wilayah tersebut memang mengalami peningkatan. Menurut keterangan narasumber, kondisi itu berdampak pada terganggunya akses pejalan kaki dan pemanfaatan ruang publik.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai efektivitas langkah penataan yang dilakukan pemerintah. Warga menilai persoalan PKL bukan lagi masalah baru, melainkan persoalan yang berulang dan hingga kini belum menunjukkan penyelesaian yang dinilai tuntas.

Sejumlah warga berharap Pemerintah Kecamatan Cipondoh, Satpol PP Kota Tangerang, serta instansi terkait mengambil langkah yang konsisten dan berkelanjutan. Mereka menginginkan penataan dilakukan secara adil, sesuai ketentuan yang berlaku, dengan tetap mempertimbangkan aspek ketertiban umum dan mata pencaharian para pedagang.

Awak media juga menilai bahwa persoalan ini memerlukan keterbukaan informasi kepada publik. Masyarakat berhak mengetahui langkah konkret yang telah dilakukan pemerintah, termasuk rencana penataan, pengawasan, dan solusi yang disiapkan agar persoalan serupa tidak terus berulang.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi bagi Pemerintah Kecamatan Cipondoh, Satpol PP Kota Tangerang, maupun instansi terkait lainnya untuk memberikan penjelasan mengenai kebijakan dan tindak lanjut penataan PKL di Poris Plawad Utara, sesuai dengan prinsip keberimbangan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Red David E SE

Baru Pulang Doktor, Dosen UKAW Asal TTS Lolos Fellows Program

0

 

Mediaistana,com. Kota Kupang,NTT,6/08/2026. – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh salah satu putra terbaik Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Yakob Metboki, S. Pd., M. Pd., Ph. D, dosen Universitas Kristen Artha Wacana (UKAW) Kupang. Hanya satu minggu setelah kembali ke Kupang usai menyelesaikan studi doktor di Thailand, Yakob dinyatakan lolos seleksi administrasi dan wawancara untuk mengikuti UB Fellows Program 2026–2027, sebuah program kepemimpinan internasional yang disponsori oleh United Board for Christian Higher Education in Asia (UBCHEA).

United Board merupakan organisasi internasional yang berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan tinggi Kristen di Asia melalui pengembangan kepemimpinan, inovasi, dan kolaborasi. Bagi UKAW, United Board adalah salah satu mitra internasional strategis yang telah mendampingi pengembangan institusi sejak 1995 melalui berbagai program peningkatan kapasitas dosen, penguatan kepemimpinan, hibah institusional, dan jejaring akademik internasional.

UB Fellows Program berlangsung selama Januari 2026 hingga Juli 2027. Rangkaian kegiatannya meliputi Summer Leadership Institute di Singapura, Webinar Series, Asia Placement di negara pilihan peserta, Study Trip di Jepang, dan ditutup dengan Final Leadership Seminar di Thailand. Program ini dirancang untuk membentuk pemimpin perguruan tinggi yang mampu menjawab tantangan global melalui kolaborasi lintas negara, inovasi, dan kepemimpinan yang berorientasi pada pelayanan.


Menurut Yakob, pengalaman tersebut memperluas perspektif mengenai peran perguruan tinggi di tengah berbagai tantangan masa kini, mulai dari perkembangan kecerdasan buatan (AI), perubahan sosial-ekonomi, menurunnya kepercayaan publik, hingga tuntutan agar perguruan tinggi menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat.

“Program ini mengajarkan bahwa kepemimpinan bukan hanya mengelola institusi, tetapi membangun kolaborasi yang mampu menghadirkan solusi bagi masyarakat. Jejaring internasional yang diperoleh akan menjadi modal untuk memperkuat pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan kemitraan strategis di Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.
Keikutsertaan Yakob juga memberikan nilai strategis bagi Universitas Kristen Artha Wacana dalam memperkuat implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 6, yaitu Kemitraan Kelas Dunia.

Melalui fellowship ini, UKAW semakin memperluas jejaring dengan perguruan tinggi, pemerintah, industri, perusahaan nasional maupun multinasional, lembaga riset, dan organisasi nonprofit internasional. Kolaborasi tersebut membuka peluang pengembangan berbagai program bersama, seperti magang mahasiswa, proyek pemberdayaan desa, keterlibatan dosen praktisi dalam pembelajaran, penelitian kolaboratif, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum bersama yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat.

Yakob menegaskan bahwa paradigma kemitraan perguruan tinggi kini telah bergeser. Keberhasilan kerja sama tidak lagi diukur dari banyaknya Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani, tetapi dari implementasi nyata, keluaran (output), hasil (outcome), serta manfaat yang dirasakan langsung oleh seluruh mitra. Sinergi antara dunia akademik, industri, pemerintah, dan organisasi nonprofit menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Timor Tengah Selatan dan Nusa Tenggara Timur bahwa keterbatasan geografis bukanlah penghalang untuk berprestasi di tingkat internasional. Bagi Yakob, pengalaman tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah untuk memperkuat jejaring global UKAW dan menghadirkan kolaborasi yang berkontribusi pada pembangunan pendidikan tinggi yang lebih berkualitas, inovatif, dan berkelanjutan bagi Indonesia.

Kelimpahan Berawal dari Hati yang Penuh Syukur

0

 

Oleh: Muhamad Daniel Rigan

Manusia sering mengukur hidup dengan angka. Semakin besar tabungan, semakin tinggi jabatan, semakin mewah kendaraan, semakin dianggap berhasil. Seolah-olah kelimpahan hanya tinggal di rumah-rumah megah dan rekening yang tak pernah kosong.

Padahal, hidup telah berkali-kali membuktikan bahwa tidak sedikit orang kaya yang kehilangan damai, dan tidak sedikit mereka yang hidup sederhana justru tersenyum dengan hati yang tenang. Sebab kelimpahan sejati tidak lahir dari apa yang kita miliki, melainkan dari siapa kita di hadapan kehidupan.

Kelimpahan adalah keadaan ketika pikiran berjalan seiring dengan hati yang lapang. Hati yang mampu bersyukur di tengah keterbatasan, tetap berharap di tengah ketidakpastian, memilih mengasihi ketika dunia dipenuhi kebencian, dan tetap memberi meski belum memiliki segala-galanya.

Orang yang hidup dalam kelimpahan tidak memusuhi kekurangan. Ia juga tidak mabuk oleh kelebihan. Ia sadar bahwa segala sesuatu hanyalah titipan yang sewaktu-waktu dapat datang dan pergi. Yang tetap tinggal hanyalah karakter, iman, dan kebijaksanaan.

Hidup memang tidak pernah menjanjikan jalan yang selalu rata. Setiap pagi membawa harapan baru, tetapi juga persoalan yang baru. Sebagaimana siang berganti malam, demikian pula tawa berganti air mata. Itulah irama kehidupan yang tidak dapat dihentikan oleh siapa pun.

Namun, Tuhan tidak pernah meninggalkan manusia berjalan sendirian. Dia tidak menghapus setiap badai, tetapi memberikan kekuatan agar kita mampu melewatinya.

Bukankah Dia telah berjanji bahwa tidak ada pencobaan yang melebihi kemampuan umat-Nya?

Maka setiap kegagalan sesungguhnya bukanlah hukuman, melainkan ruang pembelajaran agar kita bertumbuh menjadi pribadi yang lebih matang.

Sering kali yang melemahkan kita bukanlah kenyataan, melainkan cara kita memandang kenyataan itu. Peristiwa boleh saja datang tanpa izin, tetapi pikiran kitalah yang menentukan apakah peristiwa itu akan menjadi akhir perjalanan atau awal kebangkitan.

Pikiran adalah anugerah yang luar biasa. Dari sanalah lahir keputusan, tindakan, karya, dan masa depan. Pikiran yang dipenuhi rasa syukur akan melahirkan semangat. Pikiran yang dipenuhi harapan akan melahirkan keberanian. Sebaliknya, pikiran yang dikuasai ketakutan dan kebencian akan menjadikan langkah terasa berat meski jalan sebenarnya terbuka.

Karena itu, jangan biarkan keadaan menguasai pikiranmu. Biarkan pikiranmu menerangi keadaan. Jangan biarkan kegagalan mendefinisikan dirimu.

Jadikan ia sebagai batu pijakan menuju kehidupan yang lebih bijaksana.

Berpikirlah positif, bukan karena hidup selalu mudah, tetapi karena Tuhan selalu menyediakan jalan bagi mereka yang tidak berhenti percaya. Isilah hatimu dengan cinta, damai, pengampunan, dan harapan. Sebab ketika hati dipenuhi cahaya, dunia yang gelap pun akan tampak memiliki arah.

Pada akhirnya, kelimpahan bukanlah tentang seberapa banyak yang kita genggam, melainkan seberapa besar kedamaian yang kita rasakan, seberapa tulus kasih yang kita bagikan, dan seberapa kuat harapan yang tetap kita pelihara.

Sebab orang yang hatinya penuh syukur tidak pernah benar-benar miskin, dan orang yang pikirannya dipenuhi harapan tidak pernah benar-benar kalah. Di sanalah kelimpahan menemukan makna yang sesungguhnya.

Kalimat penutup yang layak direnungkan:

“Kelimpahan bukanlah ketika hidup memiliki segalanya, melainkan ketika hati tetap bersyukur atas apa yang ada, pikiran tetap berharap pada hari esok, dan jiwa tetap percaya bahwa Tuhan selalu bekerja dalam setiap musim kehidupan.”

Sentul, 6 Agustus 2026

Longsor Terjang Perumahan Teras Country Residence, Bangunan Semi Permanen Ambruk dan Balai RT Rusak

Dokumentasi Mediaistana.com

Kabupaten Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, memicu bencana longsor di Perumahan Teras Country Residence. Material tanah yang ambles mengakibatkan sebuah bangunan semi permanen ambruk serta merusak balai RT di kawasan tersebut.

Peristiwa terjadi saat intensitas hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan tanah di sekitar aliran air menjadi labil. Derasnya aliran air diduga menggerus bagian bawah tebing hingga akhirnya memicu longsoran yang menghancurkan bangunan di atasnya.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, kerusakan bangunan membuat warga sekitar diliputi kekhawatiran karena titik longsor berada sangat dekat dengan permukiman, hanya berjarak sekitar dua meter dari rumah-rumah warga. Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran akan terjadinya longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan penanganan darurat, mulai dari pembersihan material longsor hingga pembangunan penguatan tebing atau turap agar pergerakan tanah tidak semakin meluas. Mereka juga meminta adanya kajian teknis terhadap kondisi tanah di sekitar lokasi untuk memastikan keamanan lingkungan permukiman.

Sementara itu, masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras berlangsung. Jika ditemukan tanda-tanda pergerakan tanah, seperti retakan pada permukaan tanah atau bangunan, warga diminta segera melapor kepada aparat setempat dan menghindari area yang berpotensi longsor demi keselamatan bersama.

ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DIDUGA BELUM MEMPEROLEH HAK BELAJAR SECARA PENUH

0
Oplus_131072

Mediaistana.com – Tangerang Selatan – Di balik slogan bahwa setiap anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang layak, tersimpan kisah yang mengundang keprihatinan. Seorang anak berkebutuhan khusus bernama Archie Robi, yang telah resmi diterima sebagai peserta didik di SKHN 01 Tangerang Selatan, menurut keterangan keluarganya hanya diperbolehkan mengikuti pembelajaran tatap muka selama dua hari dalam sepekan. Selebihnya, proses belajar diarahkan berlangsung di rumah bersama orang tua melalui sistem pembelajaran kolaborasi.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana hak pendidikan anak berkebutuhan khusus telah terpenuhi sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas, serta ketentuan lain yang mengatur hak anak untuk memperoleh pendidikan tanpa diskriminasi.

Menurut keterangan orang tua Archie Robi, kebahagiaan menyambut tahun ajaran baru pada Juni 2026 berubah menjadi kekecewaan ketika pihak sekolah meminta orang tua menandatangani surat persetujuan pembelajaran kolaborasi. Dalam surat tersebut, anak disebut hanya mengikuti kegiatan belajar di sekolah selama dua hari setiap minggu, sedangkan hari lainnya belajar di rumah.

Orang tua mengaku sempat menolak menandatangani surat tersebut karena menilai kebijakan tersebut dapat mengurangi kesempatan anak memperoleh pendidikan secara optimal.

Berdasarkan penjelasan yang diterima keluarga, pihak sekolah menyampaikan bahwa keterbatasan jumlah guru dan ruang kelas menjadi salah satu alasan diterapkannya sistem tersebut. Selain itu, hasil evaluasi terhadap sekitar 20 peserta didik menunjukkan sebagian anak masih mengalami tantrum sehingga dikhawatirkan mengganggu proses pembelajaran siswa lain. Hingga berita ini ditulis, redaksi belum memperoleh penjelasan resmi dari pihak sekolah mengenai kebijakan tersebut.

Guru juga disebut menjelaskan bahwa ruang belajar masih digunakan bersama sehingga kelas anak SD berkebutuhan khusus berada berdekatan dengan kelas siswa SMP. Dalam kondisi tertentu, perilaku sebagian siswa yang masih berteriak, berlari, atau melempar barang dinilai dapat mengganggu proses belajar di kelas lain.

Namun bagi orang tua Archie Robi, alasan tersebut justru menunjukkan perlunya penambahan guru dan ruang kelas, bukan pembatasan hak belajar anak.

“Kalau memang ruang kurang, mengapa tidak dicari solusi bersama? Apakah ruang UKS, perpustakaan, atau fasilitas lain dapat dioptimalkan sesuai ketentuan sambil menunggu penambahan ruang belajar?” ungkap keluarga.

Pertanyaan lain yang muncul ialah apakah sistem belajar dua hari di sekolah dan tiga hari di rumah juga diterapkan di Sekolah Khusus Negeri lainnya atau hanya terjadi di SKHN 01 Tangerang Selatan.

Orang tua juga mempertanyakan bagaimana pemenuhan hak-hak lain yang melekat pada siswa, seperti penggunaan seragam sekolah yang telah dibeli, kesempatan mengikuti seluruh kegiatan pembelajaran, hingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) apabila siswa tidak hadir penuh di sekolah.

Sebagai orang tua, mereka menegaskan tidak memiliki latar belakang sebagai pendidik profesional.

“Kami bekerja mencari nafkah agar anak bisa sekolah. Kami bukan guru. Anak kami membutuhkan pendampingan pendidikan dari tenaga pendidik yang memang memiliki kompetensi,” ujar pihak keluarga.

Kasus ini kembali mengangkat persoalan kesiapan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah negeri. Apabila benar masih terdapat keterbatasan tenaga pendidik maupun ruang belajar, maka persoalan tersebut memerlukan perhatian serius dari pemerintah daerah dan pemerintah pusat agar tidak berdampak pada hak belajar peserta didik.

Sejumlah pemerhati pendidikan menilai bahwa keterbatasan fasilitas merupakan tantangan yang perlu diatasi melalui penambahan sumber daya, bukan dengan mengurangi kesempatan belajar anak. Setiap kebijakan pendidikan perlu mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak serta memastikan tidak terjadi perlakuan yang berbeda tanpa dasar yang sesuai dengan ketentuan hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada Kepala SKHN 01 Tangerang Selatan, Dinas Pendidikan Provinsi Banten, serta Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memberikan penjelasan mengenai dasar kebijakan pembelajaran tersebut.

Keluarga Archie Robi berharap pemerintah segera mengevaluasi kebutuhan guru dan ruang kelas di SKHN 01 Tangerang Selatan sehingga seluruh anak berkebutuhan khusus dapat memperoleh layanan pendidikan secara optimal.

Harapan mereka sederhana: agar setiap anak, termasuk Archie Robi, dapat belajar di sekolah dari Senin hingga Jumat bersama teman-temannya, memperoleh kesempatan yang setara untuk berkembang, dan merasakan bahwa negara benar-benar hadir memenuhi hak pendidikan setiap anak Indonesia tanpa terkecuali.

Redaksi: David E.S.E.

Diduga Siram Bensin lalu Bakar Rumah Sendiri, Teras Rumah di Bogor Barat Hangus Dilalap Api

Dokumentasi Mediaistana.com

Kota Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Sebuah rumah di kawasan Menteng Asri, Jalan Terapi, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, diduga sengaja dibakar oleh pemiliknya sendiri pada Rabu (05/08/2026). Peristiwa tersebut sempat menggegerkan warga setelah kobaran api terlihat membesar di bagian teras rumah.

Warga yang berada di sekitar lokasi berupaya memadamkan api menggunakan air seadanya sebelum akhirnya menghubungi petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bogor. Berkat respons cepat warga, api tidak sempat menjalar lebih luas ke bangunan di sekitarnya.

Menurut keterangan sejumlah warga, dugaan kebakaran disengaja muncul setelah petugas Damkar menanyakan penyebab kejadian kepada pemilik rumah. Di hadapan petugas, pemilik rumah diduga mengaku telah membakar rumahnya sendiri setelah terlebih dahulu menyiramkan bensin ke area yang kemudian terbakar.

“Petugas sempat menanyakan penyebab kebakaran kepada pemilik rumah. Dari pengakuannya, rumah itu memang dibakar sendiri setelah disiram bensin,” ujar salah seorang warga yang menyaksikan proses pemadaman.

Akibat kejadian tersebut, bagian teras rumah mengalami kerusakan cukup parah. Sejumlah barang yang berada di area teras, termasuk kasur dan perabot lainnya, hangus dilalap api.

Petugas Damkar yang tiba di lokasi langsung melakukan proses pemadaman dan pendinginan hingga api berhasil dipastikan padam sepenuhnya. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Dugaan bahwa rumah sengaja dibakar masih memerlukan pendalaman untuk memastikan kronologi serta motif di balik kejadian tersebut.

Unit Reskrim Polsek Pamulang Sabet Peringkat 2 Terbaik se-Polda Metro Jaya dalam Operasi Brantas Jaya 2026

0

mediaistana.com

Pamulang, 6 Agustus 2026 – Kinerja Unit Reskrim Polsek Pamulang kembali menuai apresiasi. Dalam pelaksanaan Operasi Brantas Jaya 2026, Polsek Pamulang berhasil meraih peringkat kedua dari 102 Polsek jajaran Polda Metro Jaya berdasarkan hasil penilaian yang diumumkan pada Kamis (6/8).

Pada penilaian tersebut, Polsek Pamulang memperoleh total nilai 815. Raihan itu menempatkan Polsek Pamulang tepat di bawah Polsek Jatiuwung yang menduduki posisi pertama dengan nilai 1.835, sementara posisi ketiga diraih Polsek Kebayoran Lama dengan nilai 745.

Prestasi ini menjadi cerminan konsistensi jajaran Reskrim Polsek Pamulang dalam mengungkap berbagai tindak pidana selama pelaksanaan Operasi Brantas Jaya 2026. Berbagai pengungkapan kasus yang dilakukan merupakan hasil kerja sama seluruh personel yang mengedepankan respons cepat, ketelitian dalam penyelidikan, serta komitmen memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari arahan Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra, S.T.K., S.I.K., M.A., yang terus mendorong peningkatan profesionalisme anggota dan pelayanan kepolisian yang semakin optimal.

Di tingkat pelaksana, Unit Reskrim di bawah komando Kanit Reskrim AKP Wawan Doddy Irawan, S.H., M.H., bersama Panit Opsnal Reskrim Ipda Aries Munandar, S.H. dan seluruh personel, berhasil menjalankan operasi secara maksimal melalui berbagai pengungkapan kasus yang menjadi indikator utama dalam penilaian.

Panit Opsnal Reskrim Polsek Pamulang, Ipda Aries Munandar, S.H., mengatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel, bukan semata-mata keberhasilan individu.

“Alhamdulillah, penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja lebih baik. Seluruh personel telah berupaya maksimal dalam setiap pengungkapan kasus selama Operasi Brantas Jaya 2026. Ke depan kami akan terus meningkatkan kinerja, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polsek Pamulang,” ujar Ipda Aries.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga tidak lepas dari dukungan masyarakat yang aktif memberikan informasi kepada kepolisian sehingga proses pengungkapan berbagai tindak pidana dapat berjalan lebih efektif.

Dengan capaian peringkat kedua dari 102 Polsek se-Polda Metro Jaya, Polsek Pamulang menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas penegakan hukum, memperkuat kepercayaan publik, dan menghadirkan pelayanan kepolisian yang profesional, humanis, serta responsif bagi masyarakat Kota Tangerang Selatan.

(Rafiqi)

“Seni Merayu Tuhan” Ajak Penonton Memaknai Ikhlas

0

Jakarta, Mediaistana.com – Industri perfilman Indonesia kembali menghadirkan tontonan yang mengangkat refleksi kehidupan dan spiritualitas, Film Seni Merayu Tuhan, adaptasi dari karya tulis motivasi Habib Jafar, siap menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 13 Agustus 2026.

Dalam konferensi pers di Epicentrum XXI, Jakarta, para sineas dan pemain menjelaskan bahwa film produksi Wahana Kreator ini bukan sekadar drama keluarga, melainkan perjalanan batin seseorang yang berusaha berdamai dengan kehilangan, penyesalan, dan pencarian makna hidup.

Produser Salman Aristo mengatakan film ini sengaja dikemas dengan pendekatan coming-of-age karena proses menjadi pribadi yang lebih baik tidak pernah memiliki garis akhir, Menurutnya setiap orang akan terus belajar menerima kenyataan dan tumbuh melalui berbagai pengalaman hidup,”Film ini mengajak kita memahami bahwa tidak semua persoalan harus selesai hari ini,Yang terpenting adalah keberanian untuk terus memperbaiki diri dan melangkah menjadi manusia yang lebih baik,” ujar Salman.

Sutradara Cesa David Luckmansyah menambahkan, kisah dalam film tersebut lahir dari pengalaman spiritual yang juga ia rasakan dalam perjalanan hidupnya, Ia menilai proses pendewasaan bukan hanya dialami anak muda, tetapi juga dapat terjadi pada siapa pun, termasuk mereka yang telah melewati berbagai fase kehidupan.

Menurut Cesa, pesan yang dibawa film ini sangat dekat dengan realitas masyarakat saat ini, Di tengah kesibukan mengejar karier, pengakuan di media sosial, dan ambisi pribadi, banyak orang tanpa sadar mulai menjauh dari keluarga serta kehilangan ruang untuk mengenal dirinya sendiri.

Film Seni Merayu Tuhan dibintangi Ari Irham, Lutesha, Rieke Diah Pitaloka, dan Teuku Ryzki. Ceritanya mengikuti perjalanan Hikmah, seorang pemuda yang selama ini lebih mengutamakan pekerjaan dan kehidupan pribadinya hingga kehilangan sosok sang ibu, Peristiwa tersebut menjadi titik balik yang membawanya mencari arti keikhlasan, memperbaiki hubungan dengan orang-orang terdekat, serta mendekatkan diri kepada Tuhan.

Melalui cerita yang emosional namun penuh harapan, Seni Merayu Tuhan diharapkan menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton merenungkan pentingnya keluarga, keimanan, dan perjalanan untuk menjadi pribadi yang lebih baik.