33.4 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 6

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Tinjau Pos Pengamanan dan Pelayanan Idulfitri,

0

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus Tinjau Pos Pengamanan dan Pelayanan Idulfitri,

Jakarta -MEDIA ISTANA Lampung Barat — Bupati Lampung Barat, H. Parosil Mabsus, melakukan peninjauan langsung ke Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan Hari Raya Idulfitri di Kecamatan Sekincau dan Kecamatan Sumber Jaya, Selasa (17/03/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan pelaksanaan pengamanan dalam rangka Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi oleh Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta Kepala Puskesmas setempat.

Bupati Parosil Mabsus mengatakan bahwa pengecekan ini merupakan langkah penting guna memastikan seluruh personel dan fasilitas pendukung siap menghadapi arus mudik dan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

“Kami ingin memastikan yang bertugas benar-benar siap, baik dari sisi kesiapan fisik, kelengkapan sarana dan prasarana, maupun mekanisme pelayanan kepada masyarakat,” ujar Parosil.

Ia menjelaskan, keberadaan pos pengamanan dan pos pelayanan tersebut sangat strategis dalam mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat, khususnya di titik-titik rawan kepadatan selama arus mudik.

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur seperti TNI, Polri, tenaga kesehatan, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat seperti PMI dan Pramuka menjadi kekuatan utama dalam menciptakan arus mudik yang aman dan lancar.

“Semua lapisan sudah ikut mendukung. Camat, kepala puskesmas, hingga organisasi seperti PMI dan Pramuka juga hadir. Mari kita bersama-sama meningkatkan suasana yang lancar pada arus mudik 2026 ini,” Ucapnya.

Parosil juga menyampaikan apresiasi dan doa kepada seluruh petugas yang terlibat agar senantiasa diberikan kesehatan dan kelancaran dalam menjalankan tugas.

“Selamat bekerja, selamat bertugas. Mudah-mudahan seluruh petugas yang ditempatkan di sini, baik TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparat pemerintah, maupun lainnya, diberikan kesehatan dan kelancaran,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamanan Rest Area Kecamatan Sumber Jaya, Solihin, mengimbau kepada masyarakat, khususnya para pemudik, untuk selalu berhati-hati selama perjalanan.

“Kami dari Pospam Rest Area mengimbau kepada pengunjung yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, agar selalu berhati-hati dalam berkendara, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung aman,” ungkapnya.

Dengan kesiapan yang matang dan sinergi antarinstansi, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan perayaan Idulfitri di Kabupaten Lampung Barat tahun ini dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.

HAMDAN

Wakapolri Tinjau Udara Arus Mudik, Pastikan Penyeberangan Merak–Bakauheni Terkendali

0

Lampung  l Mediaistana.com – Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo melakukan pemantauan arus mudik Lebaran 2026 di jalur penyeberangan Merak–Bakauheni guna melihat secara langsung dinamika pergerakan kendaraan serta kesiapan pengamanan Operasi Ketupat 2026. Hal tersebut disampaikan dalam doorstop kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3).

Berdasarkan hasil pemantauan udara, arus lalu lintas dari arah Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya terpantau relatif lancar dengan dukungan kondisi cuaca yang cukup baik. Meski demikian, antrean kendaraan roda dua dan roda empat mulai terlihat di Pelabuhan Merak sebagai bagian dari peningkatan volume pemudik yang akan menyeberang menuju Bakauheni.

“Secara umum dari hasil analisa dari udara relatif cukup lancar, dan alhamdulillah dalam kondisi cuaca yang cukup baik,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Dalam kesempatan tersebut, Komjen Pol. Dedi Prasetyo juga menyampaikan prediksi puncak arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Gelombang kedua arus mudik diperkirakan terjadi pada 18 hingga 19 Maret, sementara arus balik diprediksi berlangsung dalam dua gelombang, yakni pada 24–25 Maret dan 28–29 Maret 2026.

“Diprediksi arus mudik gelombang kedua akan terjadi pada tanggal 18 sampai 19 Maret. Kemudian arus balik diperkirakan pada tanggal 24–25 dan 28–29 Maret,” jelasnya.

Sejumlah langkah pengamanan dan rekayasa lalu lintas telah disiapkan oleh Polda Lampung bersama stakeholder terkait guna mengantisipasi lonjakan volume kendaraan pada periode tersebut. Penguatan pengamanan dilakukan melalui patroli, pengawalan, serta pengaturan arus kendaraan di titik-titik krusial, khususnya menuju kawasan pelabuhan.

Selain itu, kesiapan juga mencakup dukungan sarana dan prasarana, termasuk pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu, serta pemantauan melalui command center untuk memastikan pergerakan arus lalu lintas dapat terpantau secara menyeluruh. Masyarakat diimbau untuk merencanakan perjalanan dengan baik, menghindari waktu-waktu puncak apabila memungkinkan, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui call center 110 apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan.

“Apabila membutuhkan layanan kepolisian, silakan hubungi layanan 110 dan kami minta jajaran untuk merespons dengan cepat,” tutupnya.

Dengan berbagai langkah antisipasi tersebut, diharapkan pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, khususnya di wilayah penyeberangan Merak–Bakauheni, dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.***

(R)

Wakapolri: Aplikasi Siger Polda Lampung Permudah Pemudik, Perjalanan Lebih Aman dan Terukur

0

Lampung l Mediaistana.com – Wakapolri memberikan apresiasi kepada Polda Lampung atas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya melalui inovasi aplikasi Siger yang didukung soliditas dan sinergi kuat lintas stakeholder dalam mengelola arus mudik Lebaran 2026. Apresiasi tersebut disampaikan saat doorstop kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3).

Wakapolri menilai, peningkatan signifikan yang ditunjukkan Polda Lampung tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Basarnas, dan ASDP. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan terukur.

Salah satu wujud nyata upaya pelayanan Polri adalah kehadiran aplikasi Siger yang menyajikan data lalu lintas secara real-time dan akurat. Aplikasi ini menjadi baseline utama dalam pengambilan keputusan di lapangan oleh Kapolda Lampung dan seluruh jajaran, sehingga setiap langkah penanganan dilakukan berbasis data (data-driven), lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat.

Melalui aplikasi Siger, kondisi arus lalu lintas diklasifikasikan dalam tiga kriteria utama, yakni hijau, kuning, dan merah. Kategori hijau menunjukkan kondisi arus yang masih landai dan terkendali. Namun ketika terjadi peningkatan volume kendaraan berdasarkan traffic counting, maka masuk pada kategori kuning sebagai peringatan dini. Pada fase ini, kepadatan mulai terdeteksi dari gate tol hingga kisaran KM 500 menuju KM 1, sehingga langkah antisipasi langsung dijalankan.

Dalam kondisi kuning, Polda Lampung bersama stakeholder telah menyiapkan lima rest area sebagai buffer zone untuk mengatur arus kendaraan sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni. Pada titik ini, ASDP juga telah proaktif menghadirkan layanan pembelian tiket di rest area yang telah ditentukan, baik secara online maupun manual, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu di pelabuhan.

Apabila volume kendaraan meningkat signifikan, dengan rekapitulasi mencapai di atas 6.000 hingga 9.000 kendaraan dan kepadatan mencapai sekitar KM 4, maka kondisi ditetapkan sebagai kategori merah. Pada situasi ini, langkah penanganan ditingkatkan dengan penambahan buffer zone menjadi 10 rest area. Seluruh titik tersebut juga dilengkapi layanan tiket oleh ASDP untuk mempercepat proses penyeberangan dan mengurangi antrean.

Selain pengendalian arus, aplikasi Siger juga berfungsi sebagai layanan informasi bagi masyarakat. Pemudik dapat menentukan pilihan jalur perjalanan secara lebih terukur, karena telah disiapkan empat alternatif jalur, yakni jalur barat, jalur tengah, jalur tol, dan jalur timur. Dengan skema ini, distribusi kendaraan menjadi lebih merata dan arus lalu lintas dapat dikendalikan secara optimal.

Pelayanan kepada masyarakat juga diperkuat melalui distribusi kendaraan ke empat pelabuhan—ASDP, SMA, BBJ, dan Panjang—yang diputuskan secara terpadu oleh seluruh stakeholder. Melalui mekanisme ini, kendaraan roda dua, roda empat, dan angkutan penumpang lainnya dapat diarahkan secara proporsional ke masing-masing pelabuhan, sehingga mengurangi penumpukan dan meningkatkan kelancaran arus.

Dalam aspek kesiapsiagaan, Polda Lampung bersama stakeholder juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap situasi kontingensi, khususnya kecelakaan di perairan. Sebanyak 16 kapal disiagakan dengan dukungan 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, Polair, dan Polri. Kesiapan ini dilengkapi dengan perhitungan kebutuhan keselamatan seperti life jacket, kecepatan respons, serta penguatan pemantauan berbasis data secara real-time guna memitigasi risiko fatalitas di lapangan.

Command center yang terintegrasi menjadi pusat kendali utama dalam memantau seluruh pergerakan arus lalu lintas dan mendukung pengambilan keputusan cepat lintas instansi. Selain itu, Polda Lampung juga mengoptimalkan pelayanan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dengan cepat dan mudah.

“Keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh soliditas dan sinergi seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan langkah yang terkoordinasi dan berbasis data, pemudik dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, lancar, dan nyaman,” ujar Wakapolri.

Melalui berbagai upaya tersebut, Polri terus menghadirkan pelayanan yang responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan kesiapan yang matang serta sinergi yang kuat, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Lampung diharapkan berjalan aman, lancar, serta mewujudkan mudik aman, keluarga bahagia.**

(R)

Wakapolri: Aplikasi Siger Polda Lampung Permudah Pemudik, Perjalanan Lebih Aman dan Terukur

0

Lampung l Mediaistana.com– Wakapolri memberikan apresiasi kepada Polda Lampung atas kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, khususnya melalui inovasi aplikasi Siger yang didukung soliditas dan sinergi kuat lintas stakeholder dalam mengelola arus mudik Lebaran 2026. Apresiasi tersebut disampaikan saat doorstop kepada awak media di Pelabuhan Bakauheni, Lampung, Selasa (17/3).

Wakapolri menilai, peningkatan signifikan yang ditunjukkan Polda Lampung tidak terlepas dari kolaborasi erat antara Polri, TNI, pemerintah daerah, Basarnas, dan ASDP. Sinergi ini menjadi kunci dalam menghadirkan pelayanan yang optimal kepada masyarakat, sehingga perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman, lancar, dan terukur.

Salah satu wujud nyata upaya pelayanan Polri adalah kehadiran aplikasi Siger yang menyajikan data lalu lintas secara real-time dan akurat. Aplikasi ini menjadi baseline utama dalam pengambilan keputusan di lapangan oleh Kapolda Lampung dan seluruh jajaran, sehingga setiap langkah penanganan dilakukan berbasis data (data-driven), lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran bagi kebutuhan masyarakat.

Melalui aplikasi Siger, kondisi arus lalu lintas diklasifikasikan dalam tiga kriteria utama, yakni hijau, kuning, dan merah. Kategori hijau menunjukkan kondisi arus yang masih landai dan terkendali. Namun ketika terjadi peningkatan volume kendaraan berdasarkan traffic counting, maka masuk pada kategori kuning sebagai peringatan dini. Pada fase ini, kepadatan mulai terdeteksi dari gate tol hingga kisaran KM 500 menuju KM 1, sehingga langkah antisipasi langsung dijalankan.

Dalam kondisi kuning, Polda Lampung bersama stakeholder telah menyiapkan lima rest area sebagai buffer zone untuk mengatur arus kendaraan sebelum menuju Pelabuhan Bakauheni. Pada titik ini, ASDP juga telah proaktif menghadirkan layanan pembelian tiket di rest area yang telah ditentukan, baik secara online maupun manual, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu di pelabuhan.

Apabila volume kendaraan meningkat signifikan, dengan rekapitulasi mencapai di atas 6.000 hingga 9.000 kendaraan dan kepadatan mencapai sekitar KM 4, maka kondisi ditetapkan sebagai kategori merah. Pada situasi ini, langkah penanganan ditingkatkan dengan penambahan buffer zone menjadi 10 rest area. Seluruh titik tersebut juga dilengkapi layanan tiket oleh ASDP untuk mempercepat proses penyeberangan dan mengurangi antrean.

Selain pengendalian arus, aplikasi Siger juga berfungsi sebagai layanan informasi bagi masyarakat. Pemudik dapat menentukan pilihan jalur perjalanan secara lebih terukur, karena telah disiapkan empat alternatif jalur, yakni jalur barat, jalur tengah, jalur tol, dan jalur timur. Dengan skema ini, distribusi kendaraan menjadi lebih merata dan arus lalu lintas dapat dikendalikan secara optimal.

Pelayanan kepada masyarakat juga diperkuat melalui distribusi kendaraan ke empat pelabuhan—ASDP, SMA, BBJ, dan Panjang—yang diputuskan secara terpadu oleh seluruh stakeholder. Melalui mekanisme ini, kendaraan roda dua, roda empat, dan angkutan penumpang lainnya dapat diarahkan secara proporsional ke masing-masing pelabuhan, sehingga mengurangi penumpukan dan meningkatkan kelancaran arus.

Dalam aspek kesiapsiagaan, Polda Lampung bersama stakeholder juga telah menyiapkan langkah antisipasi terhadap situasi kontingensi, khususnya kecelakaan di perairan. Sebanyak 16 kapal disiagakan dengan dukungan 320 personel gabungan dari TNI, Basarnas, Polair, dan Polri. Kesiapan ini dilengkapi dengan perhitungan kebutuhan keselamatan seperti life jacket, kecepatan respons, serta penguatan pemantauan berbasis data secara real-time guna memitigasi risiko fatalitas di lapangan.

Command center yang terintegrasi menjadi pusat kendali utama dalam memantau seluruh pergerakan arus lalu lintas dan mendukung pengambilan keputusan cepat lintas instansi. Selain itu, Polda Lampung juga mengoptimalkan pelayanan melalui pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu di berbagai titik strategis untuk memastikan masyarakat mendapatkan bantuan dengan cepat dan mudah.

“Keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh soliditas dan sinergi seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Dengan langkah yang terkoordinasi dan berbasis data, pemudik dapat merasakan perjalanan yang lebih aman, lancar, dan nyaman,” ujar Wakapolri.

Melalui berbagai upaya tersebut, Polri terus menghadirkan pelayanan yang responsif, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Dengan kesiapan yang matang serta sinergi yang kuat, pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Lampung diharapkan berjalan aman, lancar, serta mewujudkan mudik aman, keluarga bahagia.***

(R)

Kapolres Cianjur Fasilitasi Penyaluran Kompensasi Ribuan Sopir Angkot, Gandeng Gubernur dan Kapolda Jabar

0

mediaistana.com

CIANJUR – Kapolres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., menunjukkan komitmen kuat dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kondusivitas wilayah melalui pengawalan program kesejahteraan bagi pelaku transportasi konvensional.

Pada Selasa (17/3/2026), bertempat di Mako Polres Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi mendampingi Bupati Cianjur, dr. Muhammad Wahyu Ferdian, Sp.Og., menyambut kunjungan kerja Gubernur Jawa Barat, H. Dedi Mulyadi, S.H., M.M., dan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.

Langkah Strategis Kapolres dalam Pelayanan Masyarakat

Sebagai pemegang tongkat komando di wilayah hukum Cianjur, AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi menegaskan bahwa Polres Cianjur tidak hanya fokus pada aspek keamanan, tetapi juga aktif mendukung program jaring pengaman sosial pemerintah. Penyaluran kompensasi dan tali asih ini difokuskan bagi para pemilik, sopir utama, hingga sopir cadangan, khususnya untuk trayek Cipanas (Kuning).

“Kami di Polres Cianjur berkomitmen memastikan seluruh proses penyaluran kompensasi ini berjalan aman, tepat sasaran, dan tanpa hambatan. Ini adalah bentuk empati dan kepedulian kami bersama unsur Forkopimda terhadap para pejuang transportasi di lapangan,” tegas Kapolres di sela-sela kegiatan.

Pengawasan Penyaluran 1.447 Penerima Manfaat

Di bawah arahan Kapolres, jajaran Polres Cianjur akan mengawal ketat penyaluran dana sebesar Rp1.000.000 per orang (akumulasi Rp200.000/hari selama 5 hari). Total terdapat 1.447 penerima manfaat yang dijadwalkan menerima bantuan dalam dua sesi:

  • Sesi I: 22 – 24 Maret 2026.
  • Sesi II: 27 – 28 Maret 2026.

Menjaga Keberlangsungan Transportasi Lokal

Kapolres berharap dukungan ekonomi ini dapat menjadi stimulus agar sektor transportasi umum di Cianjur tetap beroperasi dengan optimal. Kehadiran pimpinan tertinggi Jawa Barat di Mako Polres Cianjur ini juga menjadi simbol soliditas Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah guna meringankan beban ekonomi masyarakat.

Langkah humanis yang diambil Kapolres Cianjur ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara kepolisian dengan komunitas sopir angkot, sekaligus memastikan pelayanan transportasi bagi warga Cianjur tetap berjalan lancar dan kondusif.

(fiqi)

AWPI DPC Lampung Barat Gelar Bukber Perdana, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Soliditas Organisasi

0

AWPI DPC Lampung Barat Gelar Bukber Perdana, Pererat Silaturahmi dan Perkuat Soliditas Organisasi

Jakarta -MEDIA ISTANA.Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Lampung Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1447 H. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (17/3/2026) ini menjadi momentum penuh makna sebagai wujud rasa syukur sekaligus mempererat tali silaturahmi antar anggota.

Acara yang digelar di salah satu rumah makan sabah bikhak pekon sabarus kecamatan balik bukit , kabupaten Lampung Barat , provinsi Lampung.juga dihadiri seluruh jajaran kepengurusan DPC AWPI Lampung Barat, Sekretaris Ekoriadi ,Bendahara Ahsannuri serta para Kepala Bidang ,juga seluruh anggota AWPI lainnya.Bukber ini menjadi kegiatan perdana yang diinisiasi oleh AWPI DPC Lampung Barat sejak terbentuknya kepengurusan di daerah tersebut.

Ketua AWPI DPC Lampung Barat, Fransmoro, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai bentuk rasa syukur atas kekompakan dan soliditas yang telah terjalin di antara seluruh anggota.

“Melalui kegiatan ini, kita ingin mempererat tali silaturahmi antar anggota AWPI. Ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas kebersamaan dan kekompakan yang selama ini telah kita bangun,” ujar Fransmoro.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa meskipun kegiatan ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan, namun antusiasme para anggota terlihat sangat tinggi. Hal ini menjadi indikator positif bagi perkembangan organisasi ke depan.

“Kegiatan seperti ini, insyaallah akan kita jadikan sebagai agenda tahunan. Walaupun ini perdana, namun semangat dan partisipasi anggota sangat luar biasa,” tambahnya.

Tidak hanya itu, dalam kesempatan tersebut Fransmoro juga menunjukkan kepeduliannya terhadap anggota dengan menyisihkan sebagian rezekinya untuk dibagikan sebagai bentuk apresiasi dan rasa terima kasih atas loyalitas serta kebersamaan yang telah terjalin.

“Ini hanya sebagai tanda terima kasih saya kepada seluruh anggota atas kebersamaan kita selama ini,” ungkapnya.

Ke depan, AWPI DPC Lampung Barat berkomitmen untuk terus menjaga soliditas organisasi serta meningkatkan peran sebagai penyampai informasi yang edukatif, akurat, dan terpercaya kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan fungsi pers sebagai kontrol sosial dalam kehidupan bermasyarakat.

“Mungkin untuk perencanaan ke depan, AWPI akan tetap solid dalam menyajikan edukasi informasi yang valid dan menarik, karena kita adalah bagian dari kontrol sosial,” pungkas Fransmoro.

Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan AWPI DPC Lampung Barat semakin kuat dalam menjalin kebersamaan serta mampu memberikan kontribusi positif bagi dunia jurnalistik dan masyarakat luas, khususnya di wilayah Lampung Barat.

HAMDAN

Tepis Tudingan Hadiah Politik, Kebijakan Bupati Garut di PDAM Dinilai Murni Berbasis Kinerja

0
Analis Kebijakan Publik, Yadi Roqib Jabbar (YRJ).

Garut, mediaistana.com – Menanggapi sorotan tajam mengenai pergantian direksi Perumda Air Minum Tirta Intan Garut yang dituding sebagai “hadiah politik”, sejumlah analis kebijakan publik mulai angkat bicara.

“Langkah berani Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam merombak jajaran direksi justru dinilai sebagai upaya konkret pembenahan layanan publik yang terukur,” ujar Yadi Roqib Jabbar.

Analis Kebijakan Publik, Yadi Roqib Jabbar, menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu meragukan komitmen kepemimpinan Bupati Syakur dalam membenahi perusahaan plat merah tersebut.

Menurutnya, rekam jejak ketegasan Bupati sudah teruji saat memberhentikan tiga direksi sebelumnya sebelum masa jabatan berakhir.

“Masyarakat tidak perlu meragukan kepemimpinan Bupati Abdusy Syakur Amin. Ketegasannya dalam mengambil keputusan yang terukur telah terbukti saat beliau memberhentikan tiga direksi Perumda Air Minum Tirta Intan sebelum masa jabatannya berakhir karena alasan kinerja yang tidak tercapai,” ujar Yadi dalam keterangannya. Selasa (17/3/2026).

Yadi menekankan, bahwa standar evaluasi yang ketat tersebut tidak hanya berlaku bagi direksi lama, namun juga menjadi “pedang damocles” bagi jajaran direksi yang baru saja dilantik. Ia menepis anggapan bahwa jabatan tersebut merupakan kompensasi politik pasca-Pilkada.

Rokiib menjelaskan, berikut tiga poin utama yang mendasari penilaian terhadap kebijakan Bupati Garut ;

1. Basis Penilaian Akademis, kebijakan perombakan diklaim murni berdasarkan evaluasi capaian kerja dan indikator kinerja utama (KPI).

2. Konsistensi Reward dan Punishment, jika direksi baru gagal memenuhi target dalam evaluasi mendatang, mekanisme pemberhentian secara hormat diprediksi akan kembali diambil.

3. Independensi Birokrasi, langkah ini menjadi bukti bahwa Bupati mengedepankan profesionalisme di atas kepentingan politik praktis.

Polemik mengenai kualitas layanan PDAM Garut memang tengah menjadi buah bibir. Namun, Yadi menilai konsistensi Bupati dalam melakukan bongkar pasang direksi adalah bentuk tanggung jawab moral kepada pelanggan.

Konsistensi ini penting untuk membuktikan bahwa kebijakan Bupati murni berbasis pada penilaian akademis dan kinerja, bukan atas dasar kepentingan politik, tandasnya.

“Kini, bola panas berada di tangan jajaran direksi baru untuk menjawab keraguan publik dengan perbaikan kualitas distribusi air bersih di Kabupaten Garut dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Sumber : (Keterangan Analis Kebijakan Publik, Yadi Roqib Jabbar).

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).

Unit Tiga Waiapo dan Pramoediya Ananta Toer, Sejarah Besar yang Dibiarkan Menghilang

0

Oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Di tengah hamparan ilalang yang bergoyang ditiup angin di Unit Tiga, Kecamatan Wailata, Kabupaten Buru, jejak sejarah itu nyaris tak lagi terlihat. Tak ada lagi barak, pagar kawat, atau tanda-tanda yang menunjukkan bahwa tempat sunyi ini pernah menjadi lokasi penahanan salah satu sastrawan terbesar Indonesia, Pramoedya Ananta Toer.

Kini, Unit Tiga hanya tinggal padang luas yang sepi—terbentang tanpa batas, dengan langit yang terasa terlalu tinggi dan sunyi yang seolah menekan. Berbeda dengan unit-unit lain di dataran Waiapo, Pulau Buru yang dulu juga difungsikan sebagai kamp tahanan, namun kini telah menjelma menjadi permukiman warga transmigrasi, Unit Tiga seperti tertinggal dalam waktu. Tanahnya keras, berdebu saat kemarau, dan berubah menjadi lumpur lengket saat hujan turun. Angin yang berhembus membawa suara gesekan ilalang, seperti bisikan panjang yang tak pernah selesai.

Di tempat inilah, puluhan tahun lalu, Pramoedya bersama ratusan tahanan politik lainnya menjalani hari-hari penuh keterbatasan. Mereka hidup di bawah pengawasan ketat, dengan ruang gerak yang sempit dan aturan yang tak memberi ruang bagi kebebasan. Kerja paksa menjadi rutinitas—membuka hutan, mengolah tanah, menahan lapar, menahan sakit, dan menahan rindu yang tak pernah sempat disuarakan. Malam hari bukanlah waktu istirahat yang menenangkan; dingin menggigit, nyamuk menyerbu tanpa henti, dan rasa cemas selalu menggantung di udara.

Keterasingan di Unit Tiga bukan hanya soal jarak geografis, tetapi juga keterputusan dari dunia luar. Kabar tak pernah pasti sampai, surat sering tak pernah tiba, dan harapan kerap menggantung tanpa kepastian. Banyak yang kehilangan arah, kehilangan keluarga, bahkan kehilangan dirinya sendiri di tengah sunyi yang berkepanjangan.

Namun justru dari keterbatasan yang begitu keras itulah lahir karya-karya besar. Tanpa mesin ketik, tanpa kertas yang memadai, bahkan pada awalnya tanpa alat tulis, Pramoedya merangkai cerita secara lisan kepada sesama tahanan. Kata demi kata dihafal, diulang, dan dijaga seperti nyawa. Dari proses panjang dan penuh risiko itu kemudian lahir mahakarya yang dikenal sebagai Tetralogi Buru: Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, dan Rumah Kaca. Selain itu, ia juga menulis karya lain seperti Nyanyi Sunyi Seorang Bisu yang merekam pengalaman pahitnya selama masa penahanan—sebuah kesaksian yang lahir dari luka dan kesunyian.

Untuk mencapai lokasi ini, perjalanan darat dari Namlea memakan waktu sekitar satu setengah jam. Namun perjalanan tersebut bukan tanpa tantangan. Jalanan yang rusak parah, berlubang, dan di beberapa titik nyaris tak bisa dilalui, membuat setiap kilometer terasa berat. Debu beterbangan saat kemarau, sementara saat hujan, kendaraan bisa terjebak berjam-jam di kubangan lumpur. Perjalanan menuju Unit Tiga seolah menjadi pengalaman kecil untuk memahami betapa terisolasinya tempat ini dahulu—sebuah ruang yang memang dirancang untuk menjauhkan manusia dari dunia.

Sesampainya di sana, tak ada penanda. Tak ada plakat, tak ada monumen, tak ada suara. Hanya ilalang yang tumbuh liar, menutupi sisa-sisa sejarah yang pernah hidup di sana. Kadang, jika berdiri cukup lama dan membiarkan angin menyapu wajah, ada perasaan seolah tempat ini masih menyimpan gema masa lalu—langkah kaki, suara perintah, bisikan cerita yang dulu disampaikan diam-diam di antara para tahanan.

Padahal, dari tempat terpencil inilah lahir karya sastra yang mengguncang dunia—membuka mata tentang kolonialisme, kemanusiaan, dan kebebasan. Sebuah ironi yang sunyi: dari ruang yang dimaksudkan untuk membungkam, justru lahir suara yang abadi.

Unit Tiga hari ini adalah ruang sunyi—lebih sunyi dari yang bisa dibayangkan. Tetapi justru dalam kesunyian itulah, ia menjadi pengingat yang kuat: bahwa bahkan di tempat paling terasing, dalam kondisi paling sulit, ketika tubuh dibatasi dan dunia terasa runtuh, pikiran manusia tetap bisa melampaui segalanya—melahirkan makna, melahirkan perlawanan, dan pada akhirnya, melahirkan keabadian.

Bekasi–Cikarang–Karawang Pantura Route Crowded, H-3 Idul Fitri Travelers Begin to Surge

0
oplus_32

Mediaistana.com – Selasa 17 Maret 2026 – Bekasi – Entering H-3 ahead of Idul Fitri 2026, the mudik (homecoming) traffic along the Pantura Route, particularly in Bekasi, Cikarang, and Karawang, has begun to experience significant congestion. Vehicle volume has increased sharply compared to normal days, dominated by private cars and motorcycles carrying families and their belongings.

Field observations show that congestion has been noticeable since this morning. Traffic bottlenecks are concentrated around the Bekasi Timur toll exit, the Cikarang toll gate, and the main Karawang route toward Cikampek. At certain points, vehicles are moving at only 20–30 km/h. Many travelers choose to depart earlier to avoid the peak mudik traffic, which is expected to occur on H-2 and H-1 of Idul Fitri.

Increase in Vehicle Traffic
The Bekasi Regency Transportation Office reported that since H-4 of Idul Fitri, the number of vehicles leaving Bekasi has increased by approximately 40 percent compared to normal daily traffic. Meanwhile, data from the Karawang Police Traffic Unit shows a surge of up to 45 percent for private vehicles and 25 percent for public transportation.

“Congestion has been noticeable since the morning, especially on routes leading to Pantura. We urge the public to remain patient, follow traffic regulations, and prioritize safety,” said Dedi Sutrisno, Head of the Bekasi Regency Transportation Office.

Traffic Management and Officer Preparations
To anticipate congestion, police officers from Bekasi, Karawang, and Cikarang have set up security posts at strategic points. Alternative routes via non-toll roads and several local arterial roads have been opened to ease traffic flow.

Mobile patrols are also deployed to assist travelers in need, including emergency health services.
The police also reminded drivers to follow safety regulations, particularly speed limits, helmet use for motorcyclists, and maintaining safe distances between vehicles.

Rest Areas and Supporting Facilities
Several rest areas and gas stations along the Pantura route are beginning to experience heavy traffic.

Many travelers are taking the opportunity to rest, refuel, and purchase travel supplies. Rest area managers anticipate that the number of visitors will continue to rise until H-1 of Idul Fitri, prompting them to increase staff and service facilities.

Weather and Road Conditions
The weather along the Pantura route is relatively clear, supporting smooth travel. However, the Meteorology, Climatology, and Geophysics Agency (BMKG) has warned of the possibility of light rain in the afternoon to evening in several areas, including Karawang and Cikarang. Travelers are advised to monitor the latest weather updates to ensure safe journeys.

Safety Tips for Travelers
Bekasi Transportation Office and Karawang Police advise travelers to:
Ensure their vehicles are in good condition before the trip.

Bring sufficient supplies, especially water and snacks.
Use alternative routes if severe congestion occurs.
Plan departure times to avoid peak traffic.
Always follow road safety protocols.

With increasing mobility ahead of Idul Fitri, it is hoped that travelers can enjoy safe, comfortable, and smooth journeys. The peak of mudik traffic is expected to occur on H-2 and H-1, making careful travel planning crucial to avoid severe congestion.

If you want, I can also make a more “national news feature” English version with quotes from travelers and a more narrative style—like a full newspaper report. That would make it read more like an international press article. Do you want me to do that
Mediaistana com
David E SE

KAPOLDA SUMSEL DAN BHAYANGKARI CEK POS PENGAMANAN OPS KETUPAT 2026

0

mediaistana.com

Semangat pelayanan tanpa batas ditunjukkan Polda Sumatera Selatan melalui pengecekan Pos Pengamanan secara serentak di berbagai titik strategis, Selasa (17/3).

Berpusat di Pos Pelayanan Simpang 5 DPRD, Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho memastikan kesiapsiagaan 39 personel gabungan serta kelayakan sarana patroli guna menjamin respon cepat bagi masyarakat.

Sinergi operasional ini tampil humanis dengan kehadiran Ketua dan Pengurus Bhayangkari yang mendampingi Pejabat Utama (PJU).

Sentuhan empati diberikan melalui pembagian tali asih kepada personel yang bertugas serta pembagian takjil kepada pengguna jalan sebagai bagian dari strategi Cooling System untuk mendinginkan suasana kamtibmas secara persuasif.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan komitmen gerak serentak ini. “Hari ini kita bergerak secara serentak di seluruh jajaran untuk memastikan tidak ada celah dalam pengamanan masyarakat. Pengecekan pos ini adalah bukti bahwa seluruh personel, mulai dari administrasi hingga armada patroli, berada dalam kondisi siap tempur untuk memberikan respons cepat di setiap sudut Sumatera Selatan,” tegas Irjen Pol Sandi Nugroho.

Ia juga mengapresiasi misi kemanusiaan yang dijalankan bersama Bhayangkari. “Kegiatan serentak ini juga membawa misi kemanusiaan. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik seragam ini, Polri tetap mengedepankan nilai kekeluargaan. Pembagian takjil serentak ini adalah cara kami menyapa masyarakat secara humanis, sekaligus mendinginkan suasana (cooling system) agar situasi Kamtibmas tetap kondusif dan hangat,” tambah Kapolda.

(fiqi)