30.8 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 5

Hati-Hati Beri Tumpangan! Modus Minta Tolong di Menggala Ternyata Jebakan Begal “Berdarah Dingin

0

Tulang Bawang l Mediaistana.com – Bak air susu dibalas air tuba, pepatah ini nampaknya tepat menggambarkan nasib malang yang menimpa Rexy Ahdan Nur’aidin. Niat tulusnya menolong seorang pria yang meminta tumpangan justru berakhir dengan aksi penodongan senjata tajam di tengah malam yang sunyi.

Peristiwa mencekam ini bermula pada Sabtu (28/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban yang sedang dalam perjalanan pulang kerja menggunakan sepeda motor Honda Beat, melintasi kawasan Jalan Salak, depan MTs Negeri 1 Menggala.

Di tengah jalan, ia dihentikan oleh seorang pria tak dikenal yang memelas meminta bantuan untuk diantar pulang ke daerah Senayan, Menggala Kota. Meski sempat ragu, rasa kemanusiaan korban mengalahkan firasat buruknya. Namun, sesampainya di depan sekolah yang sepi, pelaku meminta berhenti dan tiba-tiba melancarkan aksinya.

“Pelaku menanyakan ponsel korban dengan dalih meminjam. Saat korban menolak, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan menempelkannya ke leher kanan korban sambil mengancam, ‘Lihat ini!’,” ujar sumber kepolisian. Karena nyawanya terancam, korban terpaksa menyerahkan ponsel Samsung Galaxy A07 miliknya, sementara pelaku langsung menghilang di kegelapan malam.

Tak butuh waktu lama bagi Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Tulang Bawang untuk mengendus keberadaan para pelaku. Di bawah komando Kasat Reskrim AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., polisi melakukan pengejaran hingga ke luar kabupaten.

Hanya dalam hitungan hari, tepatnya Jumat (1/5/2026), tim gabungan yang dibackup oleh Polres Lampung Timur berhasil meringkus HD (38) di kediamannya di Marga Tiga, Lampung Timur. Dari tangan H, polisi berhasil mengamankan barang bukti ponsel milik korban.

Tak berhenti di situ, pengembangan terus dilakukan. Pada Sabtu (2/5/2026) sore, tim yang dipimpin Kanit Resum Ipda Deddynovarianto kembali menciduk tersangka utama, J (26), di wilayah Menggala Selatan. J tak berkutik dan mengakui semua perbuatannya saat diinterogasi petugas.

 

Menanggapi keberhasilan ungkap kasus ini, Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., memberikan pernyataan tegas terkait komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keberhasilan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Tulang Bawang dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan yang meresahkan, apalagi yang menggunakan modus memanfaatkan kebaikan hati korbannya.”

“Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah kami amankan di Mapolres Tulang Bawang guna proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 479 KUHPidana terkait pencurian dengan kekerasan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di jam-jam rawan,” pungkasnya.

Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, sementara polisi masih terus mendalami apakah ada keterlibatan jaringan lain dalam aksi serupa di wilayah Tulang Bawang.**

(R)

Hati-Hati Beri Tumpangan! Modus Minta Tolong di Menggala Ternyata Jebakan Begal “Berdarah Dingin

0

Tulang Bawang l Mediaistaba.com – Bak air susu dibalas air tuba, pepatah ini nampaknya tepat menggambarkan nasib malang yang menimpa Rexy Ahdan Nur’aidin. Niat tulusnya menolong seorang pria yang meminta tumpangan justru berakhir dengan aksi penodongan senjata tajam di tengah malam yang sunyi.

Peristiwa mencekam ini bermula pada Sabtu (28/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban yang sedang dalam perjalanan pulang kerja menggunakan sepeda motor Honda Beat, melintasi kawasan Jalan Salak, depan MTs Negeri 1 Menggala.

Di tengah jalan, ia dihentikan oleh seorang pria tak dikenal yang memelas meminta bantuan untuk diantar pulang ke daerah Senayan, Menggala Kota. Meski sempat ragu, rasa kemanusiaan korban mengalahkan firasat buruknya. Namun, sesampainya di depan sekolah yang sepi, pelaku meminta berhenti dan tiba-tiba melancarkan aksinya.

“Pelaku menanyakan ponsel korban dengan dalih meminjam. Saat korban menolak, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan menempelkannya ke leher kanan korban sambil mengancam, ‘Lihat ini!’,” ujar sumber kepolisian. Karena nyawanya terancam, korban terpaksa menyerahkan ponsel Samsung Galaxy A07 miliknya, sementara pelaku langsung menghilang di kegelapan malam.

Tak butuh waktu lama bagi Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Tulang Bawang untuk mengendus keberadaan para pelaku. Di bawah komando Kasat Reskrim AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., polisi melakukan pengejaran hingga ke luar kabupaten.

Hanya dalam hitungan hari, tepatnya Jumat (1/5/2026), tim gabungan yang dibackup oleh Polres Lampung Timur berhasil meringkus HD (38) di kediamannya di Marga Tiga, Lampung Timur. Dari tangan H, polisi berhasil mengamankan barang bukti ponsel milik korban.

Tak berhenti di situ, pengembangan terus dilakukan. Pada Sabtu (2/5/2026) sore, tim yang dipimpin Kanit Resum Ipda Deddynovarianto kembali menciduk tersangka utama, J (26), di wilayah Menggala Selatan. J tak berkutik dan mengakui semua perbuatannya saat diinterogasi petugas.

 

Menanggapi keberhasilan ungkap kasus ini, Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., memberikan pernyataan tegas terkait komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keberhasilan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Tulang Bawang dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan yang meresahkan, apalagi yang menggunakan modus memanfaatkan kebaikan hati korbannya.”

“Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah kami amankan di Mapolres Tulang Bawang guna proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 479 KUHPidana terkait pencurian dengan kekerasan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di jam-jam rawan,” pungkasnya.

Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, sementara polisi masih terus mendalami apakah ada keterlibatan jaringan lain dalam aksi serupa di wilayah Tulang Bawang.**

(R)

Koops TNI Habema Gelar Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako

0

Koops TNI Habema Gelar Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako

Jakarta -MEDIA ISTANA,Papua Tengah — Koops TNI Habema melalui Satgas Teritorial menggelar kegiatan Bhakti Pertiwi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 Tahun 2026 di SD Negeri 1 Atap Pomako, Papua Tengah, Rabu (29/4). Mengusung tema “Memperkuat Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia generasi muda Papua.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., yang disambut antusias oleh para siswa dan dewan guru. Dalam sambutannya, Brigjen TNI Riyanto mengajak para siswa untuk rajin belajar, disiplin, dan memiliki cita-cita besar demi meraih masa depan yang lebih baik. “Anak-anak Papua harus rajin belajar, disiplin, dan punya cita-cita besar. Kalian semua bisa menjadi generasi pemimpin bangsa, mulai dari TNI, Polri, guru, hingga pemimpin daerah, bahkan presiden,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Koops TNI Habema menyerahkan tali asih berupa tas sekolah, alat tulis, dan sepatu kepada seluruh siswa. Selain itu, bantuan sarana olahraga berupa net dan bola voli juga diberikan kepada pihak sekolah.

Komandan Satuan Tugas Teritorial (Dansatgaster) Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, menyampaikan bahwa Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam mendukung pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda Papua. “Melalui kegiatan ini, TNI hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme, disiplin, dan motivasi belajar agar anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing demi masa depan bangsa,” ungkapnya.

Kegiatan semakin semarak dengan penampilan konfigurasi kolosal Bendera Merah Putih, pemberian materi Wawasan Kebangsaan, sesi outbound, pelayanan kesehatan, serta makan bergizi gratis bersama siswa, guru, dan personel TNI.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pomako, Sofyan Hadi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bhakti Pertiwi menjadi kegiatan positif yang mampu menanamkan semangat nasionalisme sekaligus memotivasi anak-anak agar semakin giat belajar. “Kami sangat berterima kasih kepada Koops TNI Habema melalui Satgas Teritorial. Kegiatan ini sangat positif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan motivasi belajar anak-anak sejak dini,” ujarnya. (Koops TNI Habema)

HAMDAN ❤️

Senam Sehat Guyub Rukun Kedung Bajul Rutin Tiap Minggu Sore, AREKA & Doorprize Jadi Pemantik Semangat

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Lapangan Dusun Gantengan, Kedung Bajul, Desa Kedungdalem, Kecamatan Dringu kembali bergemuruh Minggu (3/5/2026) sore. Ratusan warga tumpah ruah mengikuti Senam Sehat Guyub Rukun yang digelar rutin setiap Minggu mulai pukul 15.30 WIB.

Kegiatan ini diikuti lintas generasi. Ibu-ibu, remaja putri, Gen Z, hingga pemuda tampak kompak bergerak mengikuti irama. Tak hanya senam, suasana makin hidup dengan dentuman musik dari Sound System AREKA yang dikoordinir Seneli. Tim pendukung AREKA dari kalangan pemuda juga ikut berbaur jadi peserta.

Ketua Paguyuban Senam Sehat Guyub Rukun Warniasih mengatakan kegiatan ini sudah berjalan hampir tiga tahun dan jadi agenda wajib warga. Awalnya cuma 15 orang. Sekarang tiap Minggu bisa 80 sampai 100 peserta. Alhamdulillah kompak, rukun, dan makin sehat, ujarnya di sela kegiatan.

Menurut Warniasih, kekompakan ini tidak lepas dari dukungan warga sekitar. Mulai dari konsumsi swadaya, kas Rp5.000 per orang, hingga pinjaman lapangan milik salah satu warga. Ini murni dari warga, oleh warga, untuk warga, tegasnya.

Salah satu daya tarik senam adalah kehadiran Sound System AREKA. Koordinator AREKA Seneli menyebut pihaknya sengaja mendukung agar anak muda ikut terlibat. AREKA ini kan punya anak-anak muda Kedung Bajul. Daripada nongkrong nggak jelas, mending kita dukung kegiatan positif. Musiknya kita sesuaikan, dari dangdut, remix, sampai DJ senam, kata Seneli.

Agar peserta makin semangat, panitia rutin menyiapkan doorprize tiap pertemuan. Minggu sore ini, hadiah yang dibagikan antara lain minyak goreng 1 liter, sabun cuci piring, sabun colek, pengharum pakaian, dan mi instan. Semua doorprize berasal dari iuran kas dan donatur warga.

Peserta mengaku senang ikut senam karena bisa kumpul teman. Biasanya Minggu sore bingung mau ke mana. Sekarang ada senam, ada AREKA, ada doorprize. Pulang bawa sabun, katanya.

Senam dipandu instruktur lokal asal Kota, Mbak Wulan, selama 60 menit. Gerakan dimulai dari pemanasan, inti, hingga pendinginan. Usai senam, peserta selanjutnya menikmati teh hangat hasil swadaya ibu-ibu.

Tokoh Pemuda Gantengan yang hadir di lokasi mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, Senam Sehat Guyub Rukun jadi contoh positif pemberdayaan masyarakat berbasis rukun warga. Yang sehat badannya, yang rukun warganya. Kami dukung penuh, ucapnya.

Ke depan, Paguyuban berencana menggelar Senam Akbar bertepatan dengan HUT RI Agustus mendatang. Targetnya 300 peserta. Sound-nya tetap AREKA, pungkas Warniasih.

Peringati Hari Pers se-Dunia, FPII Desak Negara Usut Tuntas Setiap Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis

0

JAKARTA l Mediaistana.com
Peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia (World Press Freedom Day) yang jatuh pada 3 Mei 2026 bukan sekadar perayaan seremonial. Tahun ini, momen tersebut berubah menjadi panggung suara keras dan tegas dari insan pers tanah air, yang melontarkan kritik tajam serta tuntutan mendesak kepada para pemangku kekuasaan.

Ketua Presidium Forum Pers Independent Indonesia (FPII), Dra. Kasihhati, menyampaikan pernyataan yang menyentil habis komitmen pemerintah dalam menjaga pilar keempat demokrasi, yang kerap dijadikan alat legitimasi kekuasaan namun kenyataannya masih dibatasi ruang geraknya.

“Negara Jangan Alergi Kritik!”

Dalam penegasan yang berapi-api dan berisi pesan diplomatik sekaligus tegas, Kasihhati menegaskan dengan lantang bahwa kebebasan pers bukanlah karunia atau hadiah yang bisa diberikan dan dicabut sesuka hati oleh penguasa. Ia menekankan, hak ini telah tertuang jelas dalam konstitusi negara, sehingga statusnya mutlak, tidak bisa ditawar, dan wajib dihormati oleh seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah yang sedang memegang kendali kekuasaan.

“Kita masih melihat bayang-bayang ancaman, intimidasi, hingga upaya sistematis untuk membungkam suara-suara kritis. Ada jurnalis yang diproses hukum hanya karena mengungkap fakta, ada yang diintimidasi hanya karena menyampaikan kebenaran, bahkan ada yang nyawanya melayang akibat tugasnya. Inilah bukti nyata bahwa demokrasi kita belum berjalan dengan sehat, bahkan sedang dalam kondisi sakit parah,” ujar Kasihhati dengan nada yang tegas dan berisi kepedihan mendalam, Minggu (3/5/2026).

Kasihhati menegaskan posisi pers yang tidak dapat digeser: “Pers bukanlah musuh negara, apalagi lawan pembangunan. Kami adalah garda terdepan, pengawal utama kebenaran dan keadilan sosial. Jika jurnalis masih dijadikan sasaran dan dikriminalisasi hanya karena menjalankan tugas profesionalnya, berarti negara ini sedang berusaha menutup-nutupi kesalahan dan ketidakberesan yang terjadi di tubuh kekuasaannya.”

Oleh karena itu, ia mendesak sekuat tenaga agar pemerintah memberikan jaminan perlindungan hukum dan keamanan yang menyeluruh bagi setiap insan pers, baik saat bertugas maupun setelah menyelesaikan tugasnya. Tak lupa, ia juga meminta penghormatan tertinggi serta penghargaan yang setimpal bagi para jurnalis yang telah gugur, yang disebutnya sebagai syahid pers, karena mereka telah mengorbankan nyawa demi menyampaikan kebenaran kepada rakyat.

Pers Sebagai Jembatan, Bukan Pelayan Kekuasaan

Senada dengan pernyataan Ketua Presidium, Wakil Ketua Presidium FPII, Noven Saputera, S.H., menambahkan bahwa di tengah arus informasi yang begitu deras dan beragam saat ini, peran pers justru menjadi semakin krusial dan menentukan arah kehidupan berbangsa. Pers tidak hanya berfungsi menyampaikan berita dan informasi, tetapi juga berperan sebagai penjaga nilai-nilai budaya luhur bangsa, penyeimbang informasi yang seringkali tidak seimbang, serta penjamin kestabilan sosial yang dibangun di atas dasar kebenaran.

“Kami hadir sebagai jembatan yang menghubungkan aspirasi rakyat dengan kebijakan pemerintah. Namun, jembatan ini haruslah kokoh, kuat, dan tidak boleh dipatahkan maupun diubah jalurnya demi kepentingan politik sesaat atau keuntungan pribadi sekelompok orang. Kami tidak mau menjadi alat atau pelayan kekuasaan yang hanya menyampaikan apa yang diinginkan oleh penguasa. Pers yang merdeka adalah pers yang berani menyampaikan apa yang sebenarnya terjadi, meskipun itu menyakitkan bagi sebagian pihak,” tegas Noven dengan nada bicara yang lugas, tegas, dan tak kenal kompromi.

Dalam kesempatan tersebut, FPII menyampaikan tiga tuntutan utama yang menjadi aspirasi seluruh insan pers independen di Indonesia, yang ditujukan kepada seluruh pemangku kepentingan negara:

1. Hentikan Segala Bentuk Kriminalisasi: Tidak ada alasan apapun untuk memidanakan atau menjerat jurnalis dengan pasal-pasal hukum yang menekan hanya karena karya jurnalistik yang disusun berdasarkan fakta dan kebenaran. Proses hukum yang ada haruslah adil, transparan, dan tidak dijadikan alat pembungkaman suara kritis.

2. Wujudkan Transparansi Informasi: Pemerintah wajib membuka seluas-luasnya akses terhadap informasi publik sesuai dengan amanat undang-undang yang berlaku. Tidak ada lagi alasan kerahasiaan yang berlebihan yang justru digunakan untuk menutupi ketidakberesan atau penyalahgunaan kekuasaan. Rakyat berhak tahu apa yang dikerjakan oleh pemerintah yang dipilihnya.

3. Keadilan Mutlak Bagi Jurnalis yang Gugur: Negara harus segera mengusut tuntas setiap kasus kekerasan, penculikan, hingga pembunuhan yang menimpa insan pers. Kasus-kasus yang masih menggantung dan tidak jelas penyelesaiannya hingga hari ini harus segera dibuka kembali, diproses secara hukum yang tegas, dan mempertanggungjawabkan setiap pelakunya, tanpa pandang bulu.

FPII menegaskan bahwa kebebasan pers bukanlah sekadar urusan para wartawan atau insan media semata, melainkan urusan seluruh rakyat Indonesia. Tanpa pers yang bebas dan independen, masyarakat hanya akan disuguhi satu sisi cerita, satu versi kebenaran, yang tidak lain adalah bentuk propaganda yang akan menyesatkan pemikiran publik.

“Media independen adalah satu-satunya alat kontrol sosial yang paling efektif. Tanpa kami, kekuasaan akan berjalan sewenang-wenang, tidak ada yang mengawasi, dan tidak ada yang mengingatkan. Kekuasaan yang tidak diawasi akan melahirkan penyalahgunaan wewenang, korupsi, dan ketidakadilan yang merugikan seluruh lapisan masyarakat,” tambah Noven.

Suara lantang yang disampaikan FPII ini, kata Noven, sebagai cerminan independensi FPII dalam membela kepentingan insan pers indonesia.

“Peringatan 3 Mei 2026 ini pun kini menjadi saksi sejarah, bahwa insan pers Indonesia tidak akan pernah tinggal diam, tidak akan pernah takut, dan tidak akan pernah berhenti berjuang jika ruang gerak mereka terus dipersempit, hak-hak mereka dilanggar, dan kebebasan berekspresi dibatasi secara sewenang-wenang. Ini adalah bentuk perlawanan intelektual dan moral terhadap segala bentuk penindasan informasi yang berusaha membungkam suara kebenaran,” pungkas Noven.*tim*

*(Sumber : Presidium FPII)*

Terduga Pelaku Curanmor dan Kepemilikan Obat Terlarang Digerebek di Cibinong, Pelaku Kabur ‎

0

Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
‎Terduga pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) sekaligus kepemilikan obat terlarang digerebek di sebuah kontrakan di kawasan Alfalah RT 002 RW 009, Cibinong, pada Sabtu (02/05/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

‎Penggerebekan dilakukan oleh petugas bersama warga setempat setelah adanya laporan yang mencurigakan terkait aktivitas di lokasi tersebut. Warga yang resah kemudian berinisiatif berkoordinasi dengan aparat untuk melakukan tindakan.

‎Dalam operasi tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya satu unit sepeda motor yang diduga digunakan oleh pelaku saat menjalankan aksinya. Motor tersebut kini telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

‎Namun, saat penggerebekan berlangsung, terduga pelaku berhasil melarikan diri sebelum sempat diamankan petugas. Diduga pelaku kabur melalui jalur belakang kontrakan saat situasi masih dalam proses penindakan.

‎Pihak kepolisian saat ini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku serta mendalami keterlibatan yang bersangkutan dalam kasus curanmor maupun dugaan kepemilikan obat terlarang.

‎Warga setempat berharap pelaku segera tertangkap agar situasi lingkungan kembali aman dan tidak menimbulkan keresahan di masyarakat.

‎“Semoga pelaku cepat tertangkap, supaya lingkungan kami kembali kondusif,” ujar salah satu warga di lokasi kejadian.

‎Hingga saat ini, aparat masih terus melakukan penyelidikan serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap kasus tersebut. 

Musda Pemuda Muhammadiyah Buru Sebagai Arena Konsolidasi Strategis dan Peneguhan Kepemimpinan

0

Editorial oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Musyawarah Daerah (Musda) Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah bukan sekadar perhelatan rutin yang berbalut seremoni. Ia adalah ruang yang sarat makna—tempat bertemunya gagasan, nilai, dan arah gerak organisasi yang akan menentukan wajah perjuangan ke depan. Dalam kerangka itulah, Sekretaris Wilayah Pemuda Muhammadiyah, Samsul Sampulawa, menegaskan bahwa Musda Pemuda Muhadiyah Kabupaten Buru harus dipahami sebagai momentum penting untuk merajut kembali konsolidasi gerakan sekaligus meneguhkan arah kepemimpinan di tingkat daerah.

Menurutnya, dalam lanskap kelembagaan, Musda merupakan pengejawantahan dari demokrasi internal yang hidup dan berdenyut dalam tubuh organisasi. Musyawarah bukan hanya mekanisme formal, melainkan jalan etis untuk melahirkan keputusan yang bijaksana. Karena itu, setiap proses yang berlangsung di dalamnya dituntut mencerminkan semangat deliberatif, partisipatif, serta menjunjung tinggi etika organisasi. Kualitas hasil Musda, lanjutnya, sangat ditentukan oleh kedewasaan kader dalam menempatkan kepentingan kolektif di atas ambisi pribadi maupun kepentingan kelompok.

Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa Musda yang akan digelar pada 15 Mei 2026 tidak boleh terjebak dalam pusaran pragmatisme yang dangkal. Arena ini bukanlah panggung perebutan posisi semata, melainkan ruang kontestasi ide dan visi yang mencerahkan. Praktik-praktik transaksional dan polarisasi internal, jika dibiarkan, hanya akan menggerus marwah organisasi dan menjauhkan dari nilai-nilai ideologis yang selama ini dijunjung tinggi. Karena itu, Musda harus dihidupkan sebagai forum yang melahirkan dialektika sehat—tempat gagasan diuji, bukan sekadar kekuasaan diperebutkan.

Samsul juga menekankan bahwa kepemimpinan yang lahir dari Musda tidak cukup hanya memiliki legitimasi struktural. Lebih dari itu, ia harus ditopang oleh kapasitas intelektual yang mumpuni serta integritas moral yang kokoh. Di tengah kompleksitas tantangan sosial yang terus berkembang, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Buru dituntut menghadirkan figur-figur pemimpin yang progresif, adaptif, dan tetap berakar kuat pada nilai-nilai ideologis gerakan.

Pada akhirnya, Musda bukanlah akhir dari sebuah proses, melainkan awal dari perjalanan baru. Harapannya, forum ini mampu melahirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga relevan dalam menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan secara berkelanjutan. Di sanalah Musda menemukan makna sejatinya: sebagai peneguh arah, penjaga nilai, dan penggerak perubahan.

Pemkot Bogor Umumkan Pemenang Sayembara Logo HJB ke-544, Diikuti 117 Peserta

0

Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
‎Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akhirnya mengumumkan pemenang sayembara logo Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544. Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun resmi Instagram Instagram @pemkotbogor pada Minggu (03/05/2026).

‎Dalam sayembara tersebut, peserta bernama Muhammad Ilham Akbar berhasil keluar sebagai pemenang setelah melalui serangkaian proses seleksi dan penilaian yang ketat.

‎Ketua Panitia HJB ke-544, Iceu Pujiati, mengungkapkan bahwa sayembara ini diikuti oleh total 117 peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 peserta berasal dari Kota Bogor, sementara 67 peserta lainnya berasal dari luar daerah.

‎“Setelah dilakukan penelitian terhadap karya yang masuk, terdapat 47 karya yang dinyatakan original, sementara 70 lainnya terdeteksi menggunakan AI,” jelasnya.

‎Selanjutnya, seluruh karya yang lolos tahap awal menjalani proses penjurian yang dilaksanakan pada Jumat, 1 Mei 2026. Dari tahapan tersebut, dewan juri akhirnya menetapkan satu pemenang utama.

‎Salah satu juri, Bima Nurin Aulan, menjelaskan bahwa proses penilaian dilakukan secara menyeluruh dengan mempertimbangkan berbagai aspek penting.

‎“Penilaian mencakup tampilan visual yang menarik, keterbacaan logo, kesesuaian dengan tema, serta kemudahan implementasi dalam berbagai media,” ujarnya.

‎Sementara itu, Ketua Reka Bogor sekaligus dewan juri, Georgian Marcello, menilai bahwa tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi masyarakat yang luar biasa dalam memeriahkan HJB ke-544.

‎“Sayembara ini menjadi bukti bahwa keterlibatan masyarakat dalam mendukung perayaan Hari Jadi Bogor sangat tinggi,” katanya.

‎Dengan terpilihnya pemenang logo ini, Pemkot Bogor berharap identitas visual HJB ke-544 dapat merepresentasikan semangat dan karakter Kota Bogor sekaligus memperkuat rasa kebersamaan masyarakat dalam merayakan hari jadinya.

Ceceran Tanah di Jalan Mayor Oking Bogor Dikeluhkan Warga, Dinilai Berbahaya Saat Hujan

0

Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
‎Warga mengeluhkan kondisi Jalan Mayor Oking, Kota Bogor, yang dipenuhi ceceran tanah di sepanjang ruas jalan. Selain membuat lingkungan terlihat kotor dan berdebu, kondisi tersebut dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Minggu, 03/05/2026.

‎Pantauan di lokasi, ceceran tanah terlihat menyebar di beberapa titik, terutama di jalur yang kerap dilalui kendaraan berat. Saat cuaca kering, debu dari tanah yang berserakan mengganggu kenyamanan pengendara maupun warga sekitar. Sementara itu, ketika hujan turun, tanah tersebut berubah menjadi licin dan meningkatkan risiko kecelakaan.

‎“Kalau panas berdebu sekali, tapi kalau hujan jadi licin. Kami khawatir pengendara bisa tergelincir,” ujar salah satu warga setempat.

‎Warga menduga ceceran tanah berasal dari aktivitas kendaraan proyek atau truk pengangkut material yang melintas tanpa pembersihan memadai. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius dari pihak terkait.

‎Selain membahayakan pengendara sepeda motor, ceceran tanah juga berisiko mengganggu arus lalu lintas, terutama di jam-jam sibuk. Pengendara diimbau untuk lebih berhati-hati saat melintas di kawasan tersebut.

‎Warga berharap pemerintah daerah maupun instansi terkait segera melakukan penanganan, seperti pembersihan jalan secara rutin serta penertiban kendaraan pengangkut material agar tidak meninggalkan sisa tanah di jalan.

‎“Harapannya segera dibersihkan dan ada tindakan tegas supaya tidak terulang. Ini menyangkut keselamatan bersama,” tambah warga lainnya.

‎Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai langkah penanganan atas keluhan warga tersebut.

Perayaan HJB Ke-544 Digelar Berbeda, Dimulai dari Nanggung hingga Dorong Ekonomi Bogor Barat

0

Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
‎Perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 tahun 2026 akan digelar dengan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya terpusat di kawasan Tegar Beriman, kali ini rangkaian kegiatan akan dimulai dari Pendopo Bupati Ipik Gandamana, Kecamatan Nanggung, dan dilanjutkan menuju Citalahab.

‎Perubahan konsep ini bukan tanpa alasan. Kecamatan Nanggung dipilih sebagai titik awal karena memiliki nilai historis penting sebagai cikal bakal berdirinya Kabupaten Bogor. Pemerintah Kabupaten Bogor ingin mengangkat kembali akar sejarah tersebut sekaligus memperluas dampak perayaan ke wilayah yang selama ini belum menjadi pusat kegiatan.

‎Setelah rangkaian kegiatan di Nanggung dan Citalahab, agenda akan dilanjutkan dengan Rapat Paripurna yang digelar secara sederhana. Hal ini dilakukan sebagai bentuk efisiensi, tanpa mengurangi makna dan kekhidmatan peringatan hari jadi.

‎Selain mengusung nilai sejarah, perayaan HJB ke-544 juga diharapkan menjadi momentum untuk berbagi rezeki dan menggerakkan roda perekonomian masyarakat, khususnya di wilayah Bogor Barat. Dengan dipusatkannya kegiatan di kawasan tersebut, pelaku UMKM, pedagang lokal, hingga sektor pariwisata diharapkan ikut merasakan dampak positif.

‎“Ini bukan hanya perayaan seremonial, tapi juga upaya pemerataan ekonomi dan penguatan identitas sejarah Kabupaten Bogor,” ujar salah satu perwakilan panitia.

‎Persiapan HJB ke-544 pun dilakukan dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, melibatkan berbagai unsur masyarakat, perangkat daerah, hingga komunitas lokal. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan perayaan yang lebih inklusif, meriah, namun tetap sederhana dan bermakna.

‎Dengan konsep baru ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap perayaan Hari Jadi Bogor tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat kebersamaan, menggali potensi wilayah, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara merata.