Beranda blog Halaman 632

Satgas Pangan Polresta Banyuwangi Sidak Pasar dan Ritel Modern, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil

0

Mediaistana.com

 

BANYUWANGI — Memasuki hari kelima Ramadan 2026, harga sejumlah bahan pokok di Pasar Banyuwangi terpantau relatif stabil. Untuk memastikan kondisi tersebut, Satgas Pangan dari Polresta Banyuwangi menggelar inspeksi mendadak (sidak), Senin (23/2/2026).

 

Dalam kegiatan itu, petugas memantau harga sejumlah komoditas utama seperti ayam potong, daging sapi, dan cabai. Hasil pengecekan menunjukkan harga ayam justru mengalami penurunan dibandingkan pekan sebelumnya.

 

Lailatus, salah satu pedagang ayam di Pasar Banyuwangi, menyebutkan harga ayam saat ini berada di kisaran Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan minggu lalu yang sempat menyentuh Rp40 ribu per kilogram.

 

“Sekarang stabil, malah sedikit turun dari minggu kemarin,” ujarnya.

 

Sementara itu, Kepala Unit (Kanit) Satgas Pangan Polresta Banyuwangi, AKP Prasetya Wicaksono, menyampaikan bahwa terdapat kenaikan harga pada daging sapi dan cabai. Meski demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengganggu daya beli masyarakat.

 

Menurutnya, pengawasan tidak hanya difokuskan pada pasar tradisional. Satgas Pangan juga melakukan pemantauan di sejumlah ritel modern, seperti Roxy Banyuwangi dan Vionata, guna memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga tetap terjaga.

 

“Kami melakukan pengecekan tidak hanya di pasar tradisional, tetapi juga di ritel modern seperti Roxy dan Vionata untuk memastikan stok tersedia dan harga tetap terkendali,” kata AKP Prasetya.

 

Selain memantau harga, kepolisian juga mengantisipasi potensi peredaran uang palsu yang rawan terjadi saat aktivitas ekonomi meningkat selama Ramadan. Tingginya transaksi tunai di pasar tradisional menjadi perhatian khusus aparat.

 

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik dalam berbelanja dan lebih berhati-hati terhadap kemungkinan peredaran uang palsu,” tambahnya.

 

Hingga sidak berlangsung, petugas tidak menemukan indikasi penimbunan barang maupun pelanggaran signifikan. Satgas Pangan memastikan pengawasan akan terus dilakukan secara berkala hingga Idulfitri guna menjaga stabilitas harga serta pasokan bahan pokok di Banyuwangi.

Bupati Ipuk Terus Dorong Puskesmas Jadi Mall Orang Sehat

0

Mediaistana.mom

 

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus mendorong puskesmas menjadi “Mall Orang Sehat”, yakni layanan kesehatan yang fokus pada pencegahan penyakit.

“Fasilitas ini kita dorong agar masyarakat tidak hanya datang berobat saat sakit, tetapi juga rutin mengecek kesehatannya saat sehat juga. Deteksi dini,” ujar Ipuk saat meninjau layanan Mall Orang Sehat di Puskesmas Sambirejo, Kecamatan Bangorejo, Sabtu (21/2/2026).

Menurut Ipuk, selama ini layanan kesehatan masih didominasi paradigma sakit. Banyak warga datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika sudah mengalami keluhan.

Kondisi tersebut membuat layanan kesehatan lebih berorientasi pada pengobatan. Padahal, upaya pencegahan dan deteksi dini sama pentingnya untuk menjaga kualitas hidup masyarakat.

“Kunjungan ini sekaligus memastikan layanan berjalan baik serta melihat langsung fasilitas promotif dan preventif yang tersedia bagi masyarakat,” kata Ipuk.

Di Mall Orang Sehat, warga dapat memanfaatkan berbagai fasilitas pemeriksaan. Mulai dari cek tekanan darah, pemeriksaan gula darah, konsultasi gizi, hingga edukasi kesehatan.

Selain itu tersedia pengukuran berat dan tinggi badan, lingkar perut, konsultasi pola hidup sehat, serta edukasi pencegahan penyakit tidak menular dan stunting.

“Silakan konsultasi untuk pencegahan dini,” ajak Ipuk.

Salah satu warga, Purwati, mengaku rutin memeriksakan diri meski tidak memiliki keluhan penyakit tertentu. Ia mengatakan dalam keluarganya terdapat riwayat hipertensi sehingga dirinya memilih melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

“Di sini saya bisa konsultasi tentang cara mencegah hipertensi. Alhamdulillah pelayanannya ramah dan tidak dipungut biaya,” ujarnya kepada Ipuk.

Bupati Ipuk menyebut, keberadaan Mall Orang Sehat merupakan ikhtiar untuk mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

“Saya berharap fasilitas seperti Mall Orang Sehat dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh warga sebagai tempat konsultasi dan pemeriksaan kesehatan rutin,” kata Ipuk. (Kevin)

Program TORA di 26 Desa Banyuwangi Tuntas, Bupati Ipuk: Kepastian Hukum Bagi Warga

0

Mediaistana.mom

 

BANYUWANGI – Program Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) di Banyuwangi akhirnya tuntas. Pemerintah resmi menyerahkan SK TORA seluas 160,735 hektare di 26 desa/kelurahan Banyuwangi. SK TORA diserahkan secara resmi oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, kepada warga di Balai Desa Temurejo, Kecamatan Bangorejo, Sabtu (21/2/2026).

Kawasan ini mencakup 26 desa/kelurahan di 12 kecamatan termasuk Desa Temurejo, Bangsring, Wongsorejo, Kalipuro, hingga Pesanggaran. Dengan penyerahan SK ini memberi kepastian hukum atas penguasaan lahan hutan serta mendorong kemandirian ekonomi warga.

“Alhamdulilah, terima kasih kepada pemerintah pusat, Terima kasih Bapak Menteri, atas dukungannya kepada masyarakat Banyuwangi. Dengan SK ini memberikan kepastian hukum atas lahan yang masyarakat tempati dan kerjakan,” kata Ipuk.

“Saya berpesan kepada masyarakat, setelah menerima SK ini, agar benar-benar memahami dan memanfaatkan peluang ini dengan serius. Pemerintah telah memberikan fasilitas dan kemudahan untuk meningkatkan kesejahteraan,” tambah Ipuk.

Seluas 160,735 ha hutan produksi tetap yang dilepaskan dalam program tersebut mencakup wilayah 26 desa/kelurahan di 12 kecamatan di Banyuwangi. Rinciannya, 116,7 ha untuk pemukiman, 5,87 ha untuk fasilitas umum, 22,33 ha untuk fasilitas sosial, serta 15,85 untuk fasilitas Puslatpurmar.

Selain SK TORA, Kementerian Kehutanan juga menyerahkan SK Hutan Kemasyarakatan (HKm) Transformasi untuk dua kelompok masyarakat. Masing-masing yakni KTH Kemuning Asri Desa Gombesari, Kecamatan Kalipuro dan Kelompok Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo.

Raja Juli mengatakan SK HKm Transformasi ini mengubah status warga dari mitra Perum Perhutani menjadi pemegang izin Perhutanan Sosial mandiri.

“Bulan Juli lalu saya sudah ke sini (Bayuwangi). Hari ini saya kembali untuk menuntaskan janji saya kepada masyarakat Desa Temurejo yang belum menerika SK Tora dan SK HKm,” kata Raja Juli.

“Kementerian Kehutanan terus mempercepat reforma agraria dan perhutanan sosial. Kami ingin memastikan hutan tetap terjaga, sementara masyarakat yang hidup di sekitarnya semakin kuat secara ekonomi,” kata Raja Juli.

Ia mengatakan, penyerahan SK ini merupakan bagian dari penyelesaian proses perubahan peruntukan dan fungsi kawasan hutan (PPTPKH) yang telah melalui beberapa tahapan.

Tahapan tersebut dimulai dari terbitnya SK Biru tahun 2023, SK Persetujuan Pelepasan Kawasan Hutan tahun 2025, dan dituntaskan dengan SK tahun 2026.

Ia menyebut, penyerahan SK TORA merupakan upaya pemerintah dalam menuntaskan persoalan masyarakat yang telah lama bermukim dan mengelola kawasan hutan secara turun-temurun.

“Dengan kepastian hukum ini, masyarakat memiliki dasar yang kuat untuk meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” tutur Raja Juli.

Salah satu penerima SK TORA, Sunoko, mengaku sangat bahagia. Dokumen tersebut telah lama dinantikan keluarganya sejak masa kakek buyut hingga generasi sekarang.

“Saya ini sudah generasi ketiga. Sejak zaman mbah buyut sampai kami sekarang, surat ini yang selalu diharapkan. Terima kasih Pak Menteri,” ujarnya.

Sebagai ungkapan rasa syukur, ribuan warga Desa Temurejo menggelar kenduri dengan hidangan ingkung, lalu berbuka puasa bersama Menteri Kehutanan, Bupati, dan jajaran Kementerian Kehutanan. (Kevin)

Daur ulang plastik bisnis yang menjanjikan

0

Boyolali Gelar Program Daur Ulang Plastik Berbasis Masyarakat, Hasilnya Dijadikan Bahan Baku Industri Lokal

Boyolali, 23 Februari 2026 – Pemerintah Kabupaten Boyolali meluncurkan program daur ulang plastik berbasis masyarakat yang mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpartisipasi mengelola limbah plastik. Program ini bertujuan mengurangi 25% limbah plastik di wilayah kabupaten dalam satu tahun ke depan.

Sebanyak 15 titik pengumpulan limbah plastik telah dibangun di berbagai desa dan kelurahan, yang dikelola langsung oleh kelompok masyarakat yang telah mendapatkan pelatihan khusus. Plastik bekas yang terkumpul melalui tahap pemilahan, pencucian, dan penghancuran kemudian diolah menjadi butiran plastik granul yang digunakan sebagai bahan baku oleh beberapa industri kerajinan dan barang kemasan lokal di Boyolali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali menyatakan bahwa hingga saat ini program telah mengumpulkan lebih dari 3 ton plastik bekas, yang sebagian besar diambil oleh industri mitra untuk diproses menjadi produk seperti tas kain sintetis, tempat penyimpanan, dan komponen furnitur ringan. Selain itu, kelompok pengelola titik pengumpulan juga mendapatkan keuntungan dari penjualan plastik bekas, yang digunakan untuk membiayai kegiatan kelompok dan membantu kebutuhan ekonomi anggota.

Dalam kesempatan yang sama, beberapa sekolah di Boyolali juga mulai mengikuti program ini dengan membentuk kelompok daur ulang plastik siswa, yang tidak hanya mengurangi sampah di lingkungan sekolah tetapi juga menjadi sarana pendidikan tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Pemerintah kabupaten berencana akan memperluas program ini ke seluruh kecamatan dan meningkatkan kerja sama dengan lebih banyak industri untuk menyerap hasil daur ulang plastik.

Apakah Anda ingin mengetahui lokasi titik pengumpulan plastik di daerah Boyolali atau informasi tentang cara bergabung dengan kelompok daur ulang plastik di sana?

Karung bekas bisa didaurulang menjadi rafia

0

Karung Bekas Dijadikan Bahan Baku Rafia, Inisiatif Ramah Lingkungan

Solo, 23 Februari 2026 – Sebuah usaha kecil lokal di kampung sumber  menginisiasi program pengolahan karung bekas menjadi bahan baku rafia, sebagai upaya mendaur ulang limbah dan menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Karung bekas yang biasanya hanya dibuang atau dijual dengan harga murah kini melalui proses pembersihan, pemisahan bahan, dan peleburan diubah menjadi benang rafia berkualitas baik. Rafia yang dihasilkan kemudian dapat digunakan untuk membuat berbagai produk seperti tali pengikat, karung baru, hingga aksesoris kerajinan tangan.

Pengelola usaha tersebut menyampaikan bahwa program ini tidak hanya membantu mengurangi jumlah limbah plastik dan karung bekas di lingkungan, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan bagi beberapa warga sekitar. Selain itu, produk rafia hasil olahan karung bekas memiliki kualitas yang tidak kalah dengan rafia dari bahan baku baru dan lebih ramah lingkungan.

Kepala desa menyambut baik inisiatif ini dan berencana mendukung dengan memberikan pelatihan serta fasilitasi pemasaran produk agar dapat menjangkau pasar yang lebih

Polresta Banyuwangi Gelar Tes Urine Mendadak Ratusan Personel

0

Mediaistana.mom

Banyuwangi – Ratusan personel Polresta Banyuwangi menjalani tes urine mendadak yang digelar di Mapolresta Banyuwangi pada Senin (23/2/2026) pagi.

Kegiatan pengawasan internal ini merupakan perintah langsung Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan,S.I.K., S.H., M.H., dan pelaksanaannya dipimpin oleh Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K.

Pemeriksaan dilakukan usai apel pagi dengan melibatkan tim medis dari Dokkes serta pengawasan ketat dari Kasi Propam AKP Hadi Waluyo, S.H., beserta anggota.

Seluruh personel, mulai dari perwira hingga Bintara, wajib mengikuti prosedur pengambilan sampel urine tanpa terkecuali.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan,S.I.K. S.H., M.H., menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen dan langkah preventif institusi dalam menjaga kedisiplinan serta memastikan seluruh anggota bebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Pemeriksaan ini dilaksanakan untuk memastikan setiap anggota Polri di Polresta Banyuwangi memiliki integritas tinggi dan benar-benar bersih dari narkoba sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan marathon yang dilakukan tim medis pada pagi hari tersebut, seluruh sampel urine anggota menunjukkan hasil negatif. Tidak ditemukan personel yang terindikasi menggunakan narkotika maupun obat-obatan terlarang lainnya.

Kegiatan berlangsung aman dan tertib sebagai bagian dari pengawasan internal berkelanjutan dan akan lakukan tes urine secara berkala guna mewujudkan postur Polri yang profesional dan berintegritas. (Kevin)

Apel Jam Pimpinan: Wakapolresta Banyuwangi Tekankan Disiplin, Ketakwaan dan Profesionalisme

0

Mediaistana.com

Banyuwangi — Wakapolresta Banyuwangi Teguh Priyo Wasono,S.I.K. memimpin apel jam pimpinan di halaman Mapolresta Banyuwangi, Senin (23/2/2026).

 

Apel diawali dengan pengucapan Tribrata, Catur Prasetya, dan Panca Prasetya Korpri sebagai bentuk konsolidasi serta penguatan nilai-nilai dasar kepolisian dalam pelaksanaan tugas.

 

Dalam arahannya, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K. menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh personel selama sepekan terakhir yang berjalan aman dan kondusif. Berbagai kegiatan masyarakat, termasuk agenda kunjungan kerja Menteri Kehutanan, dapat berlangsung lancar berkat kesiapsiagaan anggota di lapangan.

 

“Alhamdulillah, kegiatan kunker Menteri Kehutanan kemarin dapat berjalan aman dan lancar.” ungkapnya.

 

Memasuki momentum bulan suci Ramadan, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K. juga mengajak seluruh anggota untuk meningkatkan rasa syukur dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, sehingga mampu menjadi pribadi yang lebih baik serta semakin profesional dalam bertugas.

 

Selain itu, AKBP Teguh Priyo Wasono,S.I.K., mengingatkan pentingnya menjadikan berbagai kejadian di wilayah lain sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran.

 

Beberapa kasus pelanggaran, seperti penyalahgunaan narkoba, penyalahgunaan wewenang, maupun pelanggaran disiplin lainnya, diharapkan tidak terjadi di lingkungan Polresta Banyuwangi karena dapat mencederai institusi.

 

Polresta Banyuwangi berkomitmen melakukan pembinaan, pengendalian, serta penegakan hukum terhadap anggota yang terbukti melakukan pelanggaran.

 

Wakapolresta AKBP Teguh Priyo Wasono S.I.K., juga menyoroti perkembangan situasi kamtibmas di wilayah lain, termasuk kejadian di Maluku, agar menjadi atensi bersama dalam pelaksanaan tugas sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP).

 

Lebih lanjut Wakapolresta Banyuwangi memerintahkan agar dilakukan kembali pelatihan pengamanan dan pelayanan unjuk rasa. Hal ini bertujuan agar personel di lapangan mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan sesuai prosedur yang berlaku. (Kevin)

Pemkab Banyuwangi Tegaskan Anonimitas Investor Terjaga, Samsudin: Data dipegang Penasihat Investasi

0

Mediaistana.com

banyuwangi,23-2-2025 — Kepala BPKAD Banyuwangi, Samsudin, menegaskan bahwa identitas pembeli saham milik Pemerintah Kabupaten Banyuwangi tidak dapat diketahui secara langsung dalam transaksi di bursa. Penegasan ini disampaikan merespons isu dari sejumlah LSM yang mempertanyakan pihak pembeli saham Banyuwangi.


Menurut Samsudin, mekanisme perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia dirancang untuk menjaga anonimitas investor guna mencegah manipulasi pasar sekaligus melindungi privasi pelaku transaksi. “Secara sistem, penjual hanya mengetahui perantara transaksi berupa kode broker, bukan identitas individu atau institusi pembeli,” ujarnya.


Ia menambahkan bahwa data investor pemerintah daerah berada pada pihak penasihat investasi, yakni Bahana Sekuritas, yang merupakan perusahaan sekuritas BUMN. Karena itu, menurutnya, tidak tepat apabila pihak tertentu menuntut Pemkab mengungkap identitas pembeli saham.


“Pemkab sudah menjalankan prinsip kehati-hatian dengan menunjuk Bahana Sekuritas yang operasionalnya selalu termonitor oleh Otoritas Jasa Keuangan, PPATK, maupun Komisi Pemberantasan Korupsi,” tegas Samsudin.


Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa praktik diskon dalam transaksi saham bukan hal baru di pasar modal dan memiliki referensi serta mekanisme yang diatur dalam ketentuan bursa. Oleh karena itu, ia menilai polemik yang berkembang tidak berdasar pada pemahaman utuh terhadap sistem perdagangan efek.


Samsudin juga menyatakan bahwa apabila masih terdapat pihak yang meragukan proses tersebut tanpa agenda lain, pemerintah daerah telah membuka opsi penyelesaian secara transparan melalui mekanisme hukum. “Kami sudah menawarkan gelar perkara di pengadilan agar persoalan ini tidak berlarut-larut,” katanya.


Pemkab Banyuwangi menegaskan komitmennya terhadap tata kelola investasi yang akuntabel serta sesuai regulasi pasar modal, sekaligus memastikan perlindungan data investor tetap terjaga sesuai ketentuan yang berlaku.(kevin)

Atmosfir Pilkades Nusajati-2027, menggeliat, kandidat mencuat, perbincangan rakyat-pun menghangat

0

​Cilacap-Mediaistana.com – Atmosfer politik di Desa Nusajati, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap, mulai menggeliat dan menghangat.

Meski pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak baru akan digelar pada awal tahun 2027, namun nama-nama calon pemimpin desa tersebut sudah mencuat dan menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Menanggapi geliat politik di wilayahnya, H.Kusnedi, Wakil Ketua BPD Nusajati membenarkan bahwa desanya akan masuk dalam agenda Pilkades serentak tahun 2027 (senin, 23/02/2026).
Namun, ia menekankan bahwa secara administratif prosesnya belum dimulai.

“Meski sudah santer terdengar atas munculnya beberapa kandidat, namun sejauh ini, belum ada warga yang mendaftar secara resmi, karena tahapanya memang belum dimulai.
Kami masih menunggu Surat Edaran Bupati terkait jadwal dan tekhnik pelaksanaanya, “jelasnya.

Lebih lanjut Kusnedi menambahkan bahwa, dengan jumlah pemilih yang mencapai sekitar 3.500 jiwa, Desa Nusajati menjadi salah satu desa strategis dalam kontestasi politik lokal.

Menurut informasi yang dihimpun dari berbagai Nara-sumber, dilapangan menyebutkan jika saat ini, setidaknya sudah ada 3 (tiga) nama calon yang mulai berseliweran di-ruang publik.

Ketiganya itu adalah Suparno (Kepala Desa Nusajati), Sudirno (Kepala Dusun Tinggar-malang) dan Nasoha S.Sos (ASN yang kini berdinas di Kantor Kecamatan Sampang).

H.Kusnedi menegaskan jika kemunculan para tokoh ini merupakan sinyal positif bagi demokrasi di Desa Nusajati.

“Mereka semua merupakan putra terbaik Desa Nusajati, yang memiliki VISI untuk memajukan desa, sehingga siapapun yang nantinya melangkah, tujuanya tetap satu, yaitu : mengakselerasi pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat serta memperkuat tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik, “pungkasnya.

Agus nekat menerobos jalan yang sedang di cor di palon blora

0

Agus Sutrisno, Warga Desa Palon Blora, Nekat Menerobos Jalan yang Sedang Dicor, Soroti Transparansi Proyek

 

Blora, 21 Februari 2026 – Seorang warga Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, bernama Agus Sutrisno, menjadi sorotan setelah nekat melintasi jalan yang baru dicor dan masih dalam kondisi basah pada Jumat (20/2/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Aksi tersebut terekam dalam video yang kemudian viral di media sosial dan grup WhatsApp.

 

Dalam video yang beredar, Agus terlihat tidak hanya melewati jalan cor tersebut sekali, melainkan beberapa kali, bahkan sempat berargumen dengan petugas proyek. Ia mengaku tidak sengaja merusak jalan, melainkan ingin mempertanyakan transparansi pelaksanaan proyek jalan rigid peningkatan ruas Turirejo–Palon–Nglobo yang bernilai Rp1,198 miliar dan dikerjakan oleh CV Meteor Jaya dengan sumber dana APBD Kabupaten Blora.

 

“Saya minta ke transparannya saja, sesuai regulasi. Kalau memang regulasi sudah jelas, ya monggolah dikerjakan,” ujar Agus saat ditemui di rumahnya, Sabtu (21/2/2026). Ia juga menyatakan telah menanyakan izin blokade jalan kepada pelaksana proyek, namun tidak dapat ditunjukkan saat itu. Agus berdalih melintasi jalan tersebut karena hendak menjemput Kepala Desa untuk mempertanyakan hal tersebut dan enggan mengambil jalan yang lebih jauh.

 

Di sisi lain, Hermawan Susilo selaku pelaksana proyek mengaku telah memasang papan informasi dan rambu lalu lintas di lokasi. Ia menuding Agus melakukan aksi tersebut secara sengaja dan telah melaporkan dugaan perusakan lapisan dasar cor (B0) sebal 5 cm serta penghambatan pekerjaan ke Polres Blora pada Sabtu pagi. “Kalau dibilang tidak sengaja, di video terlihat dia bolak-balik berkali-kali,” jelasnya.

 

Polisi dari Polsek Jepon hingga satuan Reskrim, Intel, dan Tipikor Polres Blora telah turun ke lapangan untuk melakukan mediasi, namun upaya tersebut belum menghasilkan kesepakatan. Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zae Nul Arifin menyatakan pihaknya akan menyelesaikan masalah secara baik-baik dan memproses laporan sesuai ketentuan hukum, dengan tetap memastikan proyek dapat berjalan lancar demi kepentingan umum. Saat ini, kepolisian masih mendalami kasus tersebut.