Beranda blog Halaman 635

Wartawan CNN Nusantara Diduga Dikeroyok dan Diintimidasi di Aceh Timur, Oknum Polisi Diduga Lakukan Pembiaran

0

Wartawan CNN Nusantara Diduga Dikeroyok dan Diintimidasi di Aceh Timur, Oknum Polisi Diduga Lakukan Pembiaran

Aceh Timur – Insiden kekerasan dan intimidasi terhadap kerja jurnalistik kembali terjadi.
Sajidin, seorang wartawan media online CNN Nusantara perwakilan Kabupaten Tamiang, Aceh Timur dan Kota, diduga menjadi korban pengeroyokan dan intimidasi oleh sekelompok warga serta oknum aparat diduga melakukan pembiaran di Desa Buket Drien, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur, pada Rabu (18/2/2026).

Peristiwa bermula sekitar pukul 18.25 WIB saat Sajidin mengunjungi lahan tanah dan sawah miliknya di Desa Buket Drien.
Usai mendokumentasikan aset pribadinya tersebut, mobil yang dikendarai Sajidin dicegat oleh sekelompok warga.
Situasi sempat memanas ketika korban sempat dilarang melaksanakan ibadah salat Maghrib, meski akhirnya diizinkan dengan pengawalan ketat setelah korban menegaskan status Aceh sebagai daerah Syariat Islam.

​Pasca salat, sekitar pukul 19.30 WIB, korban dibawa ke pinggir jalan dan dipaksa untuk menghapus akun media sosial miliknya.
Penolakan korban berujung pada ancaman fisik. Sajidin mengaku dikeroyok oleh massa yang diperkirakan berjumlah 30 hingga 50 orang.

Ironisnya, saat anggota Polsek Sungai Raya tiba di lokasi, mereka diduga membiarkan aksi kekerasan tersebut berlangsung.
Alih-alih memberikan perlindungan, korban mengaku ditekan oleh massa dan oknum polisi untuk menghapus rekaman video kejadian di ponselnya, padahal korban telah menyatakan statusnya sebagai jurnalis yang dilindungi UU Pers.

Puncak intimidasi terjadi di dalam Mapolsek Sungai Raya. Di hadapan petugas, korban mengaku dipukul oleh oknum Geucik (Kepala Desa) setempat, namun petugas kepolisian yang berada di lokasi diduga hanya diam tanpa melakukan tindakan pencegahan atau penahanan terhadap pelaku.

Dalam kondisi terintimidasi secara verbal dan fisik, Sajidin dipaksa membuat video permintaan maaf di bawah tekanan pihak desa dan oknum Polsek.
Ponsel milik korban juga dilarang digunakan untuk merekam fakta kejadian selama berada di kantor polisi.
Korban baru diizinkan pulang sekitar pukul 01.30 WIB dini hari tanpa ada pelaku pengeroyokan yang diamankan.

Menanggapi peristiwa ini, Sajidin mengecam keras tindakan tersebut sebagai pelanggaran berat terhadap UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, Hak Asasi Manusia, dan prinsip demokrasi.
​”Saya meminta atensi khusus dari Bapak Kapolda Aceh, Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M., untuk menindak tegas pelanggaran hukum ini, termasuk oknum aparat yang diduga melakukan pembiaran. Ini demi terciptanya keamanan dan penegakan hukum yang adil di Aceh,” ujar Sajidin.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Polsek Sungai Raya maupun Polres Aceh Timur belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengeroyokan dan keterlibatan oknum anggota di lapangan.

By : Abdullah team
Sumber : redaksi Media

Ongko Tuya, Sesepuh Lintas Agama dan Generasi, Ketulusan yang Mengakar di Pulau Buru

0

Oleh: Jafar Nurlatu, MA.
(Akademisi)

Di Pulau Buru yang kaya sejarah dan harapan, nama Hong Diyanto Fredy—yang akrab disapa Pa Tuya atau Ongko Tuya—menjadi bagian dari denyut kehidupan masyarakat. Ia bukan sekadar dikenal sebagai pengusaha. Lebih dari itu, ia adalah sosok nasionalis religius yang menempatkan kemanusiaan di atas segalanya, dan pengabdian di atas pujian.

Di usia yang matang, ketika banyak orang sibuk menghitung capaian dan mengumpulkan pengakuan, Pa Tuya justru memilih jalan sunyi: berbuat tanpa banyak bicara. Baginya, hidup bukan tentang seberapa besar harta yang ditinggalkan, melainkan seberapa luas manfaat yang diwariskan. Di tanah Buru yang ia cintai, ia ingin dikenang bukan karena kekayaan, tetapi karena kebaikan yang tumbuh dan terus hidup di hati masyarakat.

Sebagai WNI keturunan Tionghoa yang lahir dan besar di lingkungan Muslim, Ongko Tuya adalah cerminan indah dari keberagaman Indonesia. Identitas tidak pernah menjadi sekat, melainkan jembatan. Nilai-nilai toleransi, kebersamaan, dan saling menghormati ia praktikkan dalam keseharian. Kepeduliannya tidak mengenal batas agama—partisipasinya hadir di berbagai rumah ibadah, dukungannya nyata dalam setiap upaya membangun harmoni. Prinsipnya sederhana namun kuat: di mana ada kebutuhan untuk berbuat baik, di situ ia hadir.

Sebagian orang mengenalnya sebagai pengusaha sukses. Namun bagi mereka yang lebih dekat, ia adalah orang tua, sahabat, dan penasehat. Sosok yang mendengar sebelum menilai, membantu tanpa menghitung, dan membimbing tanpa menggurui. Ia adalah salah satu penggerak ekonomi di Kabupaten Buru, tetapi juga penggerak nilai-nilai kemanusiaan yang lebih dalam dari sekadar angka dan transaksi.

Di Namlea, gelar sesepuh bukanlah sekadar penghormatan usia, melainkan pengakuan atas kebijaksanaan dan keteladanan. Dan gelar itu pantas disematkan kepada Ongko Tuya. Ia adalah tokoh lintas agama dan lintas generasi—figur yang menjembatani perbedaan, merawat persatuan, dan menanamkan semangat gotong royong di tengah masyarakat yang majemuk.

Pada akhirnya, setiap orang menulis kisahnya sendiri dalam perjalanan hidup. Ongko Tuya memilih menulis kisah tentang pengabdian. Tentang bagaimana menjadi berarti tanpa harus meninggi. Tentang bagaimana kekuatan sejati terletak pada ketulusan memberi. Lebih dari itu, semoga sifat dan kepribadian Ongko Tuya tidak berhenti pada dirinya semata, tetapi diwariskan dan dipraktikkan oleh anak-anaknya—agar nilai ketulusan, kepedulian, dan semangat persatuan yang telah ia tanamkan terus tumbuh dan berakar kuat dari generasi ke generasi.

Semoga jejak langkahnya di Tanah Buru terus menjadi inspirasi—bahwa yang abadi bukanlah apa yang kita miliki, melainkan apa yang kita berikan.

Ongko Tuya Gelar Buka Puasa Bersama, Menjadi Lentera Kebaikan di Kabupaten Buru

0

Oleh: Muz Latuconsina

Di tengah gemerlap bulan suci Ramadan, Namlea menyimpan cerita tentang kepedulian yang tulus dan ketulusan yang nyata. Pada Sabtu, 21 Februari 2026, sebuah momen hangat terukir di vila kediaman Hong Diyanto Fredy, yang lebih akrab dikenal sebagai Ongko Tuya. Buka puasa bersama yang ia selenggarakan bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi cerminan hidupnya yang penuh empati dan semangat kebersamaan.

Kehadiran berbagai unsur penting di Kabupaten Buru, mulai dari Bupati Buru Ikram Umasugi, SE, wakil bupati Buru, Sudarmo, seluruh unsur Muspida, para pimpinan OPD, pimpinan bank, OKP, hingga tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda, menjadikan suasana semakin hangat. Tausiah menyejukkan hati yang disampaikan Ustaz Muhamat Mukadar semakin memperdalam makna spiritual dari pertemuan ini. Di momen itu, ucapan terima kasih dan doa mengalir untuk Ongko Tuya, atas kepeduliannya yang tak pernah pilih kasih.

Ongko Tuya adalah contoh nyata bahwa kebaikan tidak mengenal batas. Sejak lama, ia konsisten berbagi kepada masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Bantuan yang diberikan tidak melihat status sosial, suku, agama, atau golongan. Baginya, nilai kemanusiaan adalah yang utama, jauh melampaui sekat-sekat perbedaan.

Acara buka puasa di kediamannya bukan sekadar jamuan, tetapi ruang silaturahmi yang menguatkan ikatan antarwarga. Di sana, kebersamaan tumbuh subur, menjadi pengingat bahwa harmoni sosial lahir dari kepedulian yang tulus.

Lebih dari sekadar pengusaha sukses, Ongko Tuya menunjukkan bahwa keberhasilan sejati diukur dari manfaat yang dapat dirasakan orang lain. Kepedulian sosial yang ia tunjukkan menjadi teladan bahwa dunia usaha memiliki peran strategis dalam memperkuat solidaritas dan nilai gotong royong di masyarakat.

Di tengah dinamika sosial yang kadang diwarnai perbedaan, kehadiran Ongko Tuya menjadi lentera yang merangkul semua kalangan. Pesannya jelas: kebersamaan dan berbagi adalah jembatan menuju masyarakat yang damai, harmonis, dan sejahtera.

Semoga semangat Ongko Tuya menjadi inspirasi abadi, bukan hanya saat Ramadan dan Idul Fitri, tetapi dalam setiap langkah kehidupan bermasyarakat. Dari Namlea, kebaikannya menebar cahaya, mengingatkan kita bahwa kepedulian yang tulus adalah kekayaan yang paling berharga.

Kadis Koperasi Buru Baharudin Besan Hadiri Rapat Tahunan Koperasi PTB

0

Kepala Dinas Koperasi Kabupaten Buru, Baharudin Besan, SH, diampingi Kabid Darmawati Ambotan, S.Mn, Kabid Royadi, SE, dan Subhan Umarama menghadiri sekaligus memberi arahan dalam Rapat Tahunan Koperasi Produsen Parusa Tanila Baru (PTB) yang digelar di Kantor Koperasi PTB, Jalan Kelapa Dua, Namlea, Sabtu (21/2/2026).

Rapat ini dihadiri anggota, pengurus, dan pengawas koperasi, serta dipimpin Sekretaris Koperasi PTB, Nico Turlatu.

Dalam sambutannya, Baharudin Besan menyampaikan apresiasi kepada Koperasi PTB atas terselenggaranya rapat tahunan sebagai bentuk akuntabilitas dan komitmen dalam menjalankan tata kelola koperasi yang baik. Ia menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi, khususnya di bidang pertambangan rakyat, agar kegiatan koperasi berjalan aman, legal, dan berkelanjutan.

“Rapat tahunan seperti ini penting sebagai wadah evaluasi sekaligus perencanaan program kerja yang efektif. Seluruh pengurus dan anggota harus sinergi, memastikan setiap program berjalan sesuai regulasi, transparan, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan anggota,” ujar Baharudin.

Selain itu, Baharudin mengingatkan agar Koperasi PTB terus memperhatikan aspek keselamatan kerja, pengelolaan lingkungan, dan profesionalisme dalam setiap kegiatan operasional. Ia juga mendorong digitalisasi administrasi koperasi untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan organisasi.

Rapat tahunan ini membahas sejumlah agenda strategis, mulai dari rencana operasional tambang, pengelolaan lingkungan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), hingga penyusunan anggaran pendapatan dan belanja koperasi serta program pelatihan anggota. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan program kerja 2025–2026 berjalan efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota koperasi.

Berbagi Takjil, Silaturahmi dengan Masyarakat di Bulan Ramadan & Imbauan Kamtibmas

0

MediaIstana | Jakarta, 21 Februari 2026 – Dalam rangka menyemarakkan bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi, Polres Pelabuhan Tanjung Priok menggelar kegiatan pembagian takjil dan makanan berbuka puasa kepada masyarakat di wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jumat Sore (20/2/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan pukul 16.30 WIB hingga selesai tersebut berlangsung di depan Pintu Masuk Pos 1 Pelabuhan Tanjung Priok. Aksi sosial ini dipimpin oleh jajaran Satuan Pembinaan Masyarakat (Satbinmas) sebagai bentuk kepedulian dan upaya mempererat hubungan silaturahmi antara kepolisian dan masyarakat.

Kegiatan dipimpin oleh Kasatbinmas AKP Sudirman Agus, S.H., M.H., didampingi Kaurbinops Iptu Agus Setiarto, serta empat personel Satbinmas lainnya. Mereka secara langsung membagikan takjil kepada para pekerja dan pengguna jasa pelabuhan, petugas kebersihan, sopir, serta pengemudi ojek yang melintas dan beraktivitas di sekitar kawasan pelabuhan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, AKBP Aris Wibowo, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya di momentum bulan suci Ramadan yang penuh berkah.

“Melalui kegiatan pembagian takjil ini, kami ingin menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang peduli dan ingin berbagi kebahagiaan,” ujarnya.

Disamping memberikan Takjil, Personel Satbinmas juga memberikan imbauan Kamtibmas agar para orang tua mengawasi anak-anaknya untuk tidak ikut tawuran dan turut berperan aktif dalam menjaga kamtibmas yang kondusif dilingkungan sekitar rumahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat pun menyambut baik kegiatan tersebut dan mengapresiasi kepedulian jajaran kepolisian.

Kegiatan ini diharapkan dapat semakin memperkuat sinergi dan kedekatan antara Polri dan masyarakat, serta menciptakan suasana Ramadan yang penuh kebersamaan dan keharmonisan di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok.

Rapat Anggota Pengurus dan Pengawas Koperasi PTB Bahas Program Kerja 2025–2026

0

Anggota, pengurus dan pengawas Koperasi Produsen Parusa Tanila Baru (PTB) menggelar rapat dalam rangka pembahasan dan pemantapan program kerja tahun 2025–2026. Rapat tersebut berlangsung di kantor Koperasi PTB, Jalan Kelapa Dua, Namlea. Sabtu, (21/2/2026)

Rapat dipimpin oleh sekertaris koperasi, Nico Turlatu, dan dihadiri oleh kepala dinas koperasi kabupaten Buru, Baharudin Besan, sejumlah kepala bidang, serta
jajaran anggota/pengurus serta pengawas koperasi PTB. Dalam sambutannya, Nico menegaskan pentingnya sinergi seluruh pengurus dan anggota dalam menjalankan program kerja secara terarah, transparan, dan sesuai regulasi.

“Program kerja tahun 2025–2026 harus menjadi pedoman bersama dalam meningkatkan kinerja operasional tambang rakyat serta kesejahteraan anggota,” ujarnya.

Dalam rapat tersebut, sejumlah agenda strategis dibahas secara komprehensif, meliputi aspek legalitas dan perizinan, rencana operasional tambang, pengelolaan lingkungan, hingga penguatan kelembagaan koperasi.

Pada aspek legal dan perizinan, pengurus menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi pertambangan rakyat, termasuk pelaporan rutin kepada instansi terkait serta koordinasi aktif dengan pemerintah daerah.

Sementara itu, dalam rencana operasional tambang, dibahas target produksi tahunan, pembagian wilayah kerja anggota, penerapan standar operasional penambangan rakyat, serta penguatan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) guna meminimalkan risiko kecelakaan kerja.

Rapat juga menyoroti komitmen koperasi dalam pengelolaan lingkungan, seperti pelaksanaan reklamasi pascatambang, pengelolaan limbah tailing, serta larangan penggunaan bahan berbahaya dalam proses penambangan. Program penghijauan kembali menjadi salah satu prioritas dalam menjaga kelestarian lingkungan sekitar wilayah kerja.

Dari sisi keuangan dan usaha, pengurus membahas rencana anggaran pendapatan dan belanja koperasi, sistem pembagian hasil kepada anggota, pembentukan dana cadangan dan dana sosial, serta penguatan kerja sama penjualan hasil tambang agar lebih transparan dan menguntungkan anggota.

Selain itu, agenda penguatan kelembagaan turut menjadi perhatian, termasuk pelatihan anggota di bidang teknik pertambangan, manajemen, dan K3, serta rencana digitalisasi administrasi koperasi untuk meningkatkan akuntabilitas.

Rapat ini menjadi langkah awal dalam memastikan seluruh program kerja tahun 2025–2026 dapat berjalan efektif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota koperasi.

Diduga Jadi Sarana Distribusi Timah Ilegal, Kapal di Bangka Selatan Diamankan Bareskrim Polri

0

Jakarta l Mediaistana.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri terus mendalami kasus dugaan penyelundupan pasir timah ilegal ke Malaysia. Dalam pengembangan terbaru, penyidik menyita satu unit kapal berikut mesin tempel yang diduga digunakan sebagai sarana pengangkutan pasir timah dari wilayah Bangka Selatan.

Penyitaan dilakukan di kawasan Dermaga Kubu, Toboali, Kabupaten Bangka Selatan. Kapal tersebut diduga berperan sebagai alat angkut awal yang membawa pasir timah dari daratan menuju titik temu di tengah laut, sebelum kemudian dipindahkan ke kapal lain berkapasitas lebih besar untuk diberangkatkan ke Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Pol Irhamni, menegaskan bahwa penyitaan ini merupakan hasil pengembangan dari perkara penyelundupan pasir timah seberat 7,5 ton yang sebelumnya terungkap.

“Kapal ini merupakan barang bukti baru hasil pengembangan penyidikan. Fungsinya sebagai sarana pengangkut dari darat ke tengah laut, kemudian muatan dipindahkan ke kapal lain untuk diberangkatkan ke Malaysia,” jelas Brigjen Pol Irhamni.

Kasus ini berawal dari pengungkapan penyelundupan pasir timah sebanyak 7,5 ton yang dikirim secara ilegal ke Malaysia pada 13 Oktober 2025. Dalam peristiwa tersebut, sebanyak 11 anak buah kapal (ABK) diamankan oleh otoritas maritim Malaysia karena menggunakan perahu fiberglass tanpa nomor registrasi serta tidak dilengkapi dokumen perjalanan maupun dokumen muatan.

Kesebelas ABK tersebut kemudian dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Ferry Internasional Batam Center pada 29 Januari 2026.

Selain kapal dan mesin tempel, penyidik juga telah mengamankan sejumlah barang bukti lain, termasuk pasir timah seberat 50 kilogram yang sebelumnya disisihkan oleh otoritas Malaysia. Meski demikian, total muatan yang berhasil diselundupkan dalam satu kali pengiriman mencapai 7,5 ton.

“Barang bukti yang disisihkan sebanyak 50 kilogram, namun dalam sekali pengiriman jumlahnya mencapai 7,5 ton,” ujar Brigjen Pol Irhamni.

Penyidik juga menyita sejumlah alat komunikasi yang digunakan para pelaku. Barang bukti tersebut saat ini masih dianalisis guna menelusuri jaringan serta mengungkap aktor utama yang diduga berada di wilayah Kabupaten Bangka Selatan.

Polri menegaskan komitmennya untuk terus mengusut tuntas praktik perdagangan timah ilegal lintas negara dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat sesuai ketentuan hukum yang berlaku.**

R

Tak Ada Toleransi! Kapolri Perintahkan Tes Urine Mendadak Seluruh Polisi Se-Indonesia

0

JAKARTA – Media Istana.Co Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan instruksi tegas kepada seluruh jajaran kepolisian di Indonesia untuk melaksanakan pemeriksaan urine secara serentak. Langkah ini diambil sebagai komitmen nyata institusi Polri dalam memberantas penyalahgunaan narkoba, dimulai dari pembersihan di internal organisasi.

Komitmen Integritas Internal

Instruksi ini dipicu oleh masih ditemukannya oknum anggota Polri yang terlibat dalam kasus narkotika. Karo Penmas Div Humas Polri, Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menegaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya menjaga marwah dan integritas Polri di mata masyarakat.

“Berdasarkan perintah Kapolri, Divpropam Polri dan jajaran akan melaksanakan pemeriksaan urine di seluruh wilayah secara serentak. Langkah ini bertujuan memastikan seluruh personel bersih dari penyalahgunaan narkotika,” ujar Trunoyudo dalam keterangan resminya, Jumat (20/2).

Kebijakan tegas ini juga merupakan bentuk dukungan Polri terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Dalam program prioritas nasional tersebut, pemberantasan narkoba menempati posisi krusial demi menyelamatkan masa depan bangsa.

Kapolri menilai, untuk memberantas narkoba di tengah masyarakat, Polri sebagai garda terdepan penegakan hukum harus memastikan diri bebas dari pengaruh barang haram tersebut.

Mekanisme Pengawasan Berlapis. Untuk menjamin transparansi dan keakuratan hasil, pelaksanaan tes urine akan dilakukan dengan skema pengawasan ketat yang melibatkan berbagai lini:

Lini Internal: Melibatkan Divisi Profesi dan Pengamanan (Divpropam) dari tingkat Mabes hingga satuan kewilayahan.

Lini Eksternal: Pelibatan fungsi pengawas luar untuk menjamin objektivitas pemeriksaan.

Skala Nasional: Dilakukan secara masif dari tingkat Polda hingga Polres dan jajaran di bawahnya.

“Pemeriksaan ini melibatkan pengawas berlapis untuk menjaga integritas prosesnya, mulai dari level Mabes hingga polda dan jajaran,” pungkasnya

Lapas Banda Aceh Lakukan Penanaman 500 Bibit Tomat Bersama Peserta Magang

0

 

 

Aceh –Mediaistana.com

Bidang Kegiatan Kerja (Giatja) Lapas Kelas IIA Banda Aceh melaksanakan kegiatan penanaman 50 bibit tomat sebagai bagian dari program ketahanan pangan dan pembinaan kemandirian warga binaan, Sabtu (21/02/2026).

 

Kegiatan penanaman tersebut dilakukan di lahan pembinaan kerja Lapas dan melibatkan peserta magang yang turut berpartisipasi secara aktif dalam proses pengolahan tanah hingga penanaman bibit.

 

Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktik pertanian sekaligus menumbuhkan keterampilan produktif. Melalui program ini, Bidang Giatja berharap hasil panen nantinya dapat mendukung kebutuhan pangan internal serta menjadi bentuk nyata pembinaan berbasis kemandirian dan produktivitas.

 

Kepala Lapas Banda Aceh, Edi Cahyono, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen Lapas dalam mendukung program ketahanan pangan serta membekali warga binaan dengan keterampilan yang bermanfaat. “Kami terus mendorong kegiatan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan agar warga binaan memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

 

Dengan adanya penanaman 500 bibit tomat ini, diharapkan program pembinaan kerja di Lapas Banda Aceh semakin optimal dan memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun lingkungan sekitar.

 

 

Kasus Siswa PKL Hilang di Laut Sulawesi Seret SMK Negeri 1 Glagah dalam Sorotan Publik

0

Mediaistana.com

Banyuwangi — Kasus hilangnya seorang siswa saat menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di perairan Laut Sulawesi memicu keprihatinan mendalam sekaligus tuntutan serius terhadap akuntabilitas lembaga pendidikan. Peristiwa ini tidak dapat dipandang sebagai insiden biasa, melainkan persoalan keselamatan peserta didik yang harus dijawab secara terbuka dan bertanggung jawab.

Korban, Revindika Galang Saputra, tercatat mengikuti PKL sebagai cadet sejak 3 Juli 2025. Berdasarkan kronologi yang beredar, ia terakhir terlihat pada 2 Agustus 2025 sekitar pukul 05.00 WITA di area istirahat kapal. Satu jam kemudian korban dinyatakan tidak berada di tempat, sementara telepon genggamnya tertinggal. Pencarian internal kapal selama tujuh hari tidak membuahkan hasil.

“Ketika siswa dilepas ke lingkungan kerja berisiko tinggi seperti laut lepas, sekolah wajib memastikan standar keselamatan terpenuhi, pengawasan berjalan, serta mitigasi risiko disiapkan secara serius. Jika tidak, maka ada tanggung jawab moral dan administratif yang harus dijelaskan kepada publik,”

bahwa keselamatan siswa dalam program PKL merupakan tanggung jawab yang tidak dapat dialihkan sepenuhnya kepada pihak ketiga.

hal mendasar yang harus segera dijelaskan kepada masyarakat dan keluarga korban, antara lain:

1.Prosedur verifikasi keselamatan mitra PKL sebelum siswa diberangkatkan.

2.Standar pengawasan dan pendampingan siswa selama kegiatan berlangsung.

3.Protokol tanggap darurat yang diterapkan saat kejadian terjadi.

4.Koordinasi resmi dengan pihak berwenang dan keluarga korban.

transparansi merupakan kunci untuk mencegah spekulasi sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan. Tanpa penjelasan terbuka, kasus ini berpotensi menjadi preseden buruk bagi perlindungan siswa dalam kegiatan praktik kerja di luar sekolah.

Keluarga korban tersebut mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem PKL pada sektor berisiko tinggi, termasuk kewajiban audit keselamatan terhadap mitra industri serta penguatan standar operasional prosedur perlindungan peserta didik.

“Peristiwa ini harus menjadi momentum pembenahan. Pendidikan vokasi tidak boleh mengorbankan keselamatan siswa. Negara, sekolah, dan mitra industri harus hadir menjamin perlindungan nyata,” lanjut Keluarga korban

Keluarga korban dan masyarakat menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini hingga terdapat kejelasan tanggung jawab, perlindungan bagi keluarga korban, serta perbaikan sistem keselamatan dalam pelaksanaan PKL.