Beranda blog Halaman 652

Tudingan terhadap Kapolda dan Pangdam Dinilai Tendensius, KNPI Buru Angkat Bicara

0

Ketua KNPI Kabupaten Buru, Taher Fua, bersama Wakil Ketua OKK DPD II KNPI Kabupaten Buru, Ali Hentihu, mengecam keras tuduhan tidak berdasar yang dialamatkan kepada Kapolda Maluku dan Pangdam XV/Pattimura terkait isu keterlibatan dalam aktivitas tambang ilegal di kawasan Gunung Botak.

Dalam pernyataan resminya, Taher Fua menegaskan bahwa tudingan yang beredar di sejumlah platform tersebut merupakan bentuk fitnah yang berpotensi memecah belah masyarakat serta mencederai nama baik institusi negara.

“Kami menilai tuduhan itu sangat tendensius dan tidak disertai bukti yang jelas. Menyerang kehormatan pimpinan institusi negara dengan isu yang belum terverifikasi adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab,” tegas Taher Fua, Kamis, (12/2)

Ia menambahkan bahwa sebagai pejabat publik, Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura selama ini justru menunjukkan komitmen dalam penegakan hukum, termasuk dalam penertiban aktivitas ilegal di berbagai wilayah Maluku.

Senada dengan itu, Ali Hentihu menyatakan bahwa penyebaran informasi yang belum teruji kebenarannya hanya akan memperkeruh situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di Kabupaten Buru.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu liar. Jika ada dugaan pelanggaran, mekanismenya jelas melalui jalur hukum dan lembaga resmi, bukan melalui opini yang menggiring persepsi negatif tanpa dasar,” ujar Ali.

KNPI Buru juga meminta aparat penegak hukum menelusuri sumber penyebaran tudingan tersebut agar tidak berkembang menjadi fitnah yang merusak reputasi individu maupun institusi.

“Kita harus menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Jangan sampai ruang publik dipenuhi narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” tutup Taher Fua.

Pernyataan ini sekaligus menjadi seruan agar masyarakat tetap menjaga kondusivitas daerah dan mempercayakan penanganan persoalan tambang ilegal kepada aparat yang berwenang sesuai aturan hukum yang berlaku.

Ketua Koperasi PTB Kecam Keras Tuduhan Keterlibatan Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura di Tambang Emas GB

0

Ketua Koperasi Parusa Tanila Baru (PTB), Ruslan Arif Soamole, mengecam keras tuduhan yang mengaitkan Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura dengan aktivitas tambang emas ilegal di Gunung Botak. Menurut Ruslan, pernyataan tersebut merupakan fitnah yang sengaja menyesatkan publik.

“Ini jelas tuduhan yang tidak berdasar. Mengaitkan nama Kapolda Maluku dan Pangdam Pattimura dengan aktivitas ilegal di Gunung Botak adalah tindakan fitnah yang tidak bisa diterima,” tegas Ruslan, Kamis, (12/2).

Ruslan menegaskan bahwa koperasinya tidak memiliki keterlibatan apa pun dalam kasus tersebut dan menuntut agar pihak-pihak yang menyebarkan tuduhan palsu segera menghentikan aksinya. “Kami akan menempuh jalur hukum untuk menindak kelompok-kelompok yang dengan sengaja menyebarkan fitnah terhadap Kapolda Maluku maupun institusi militer,” tambahnya.

Pernyataan Ruslan muncul setelah adanya berita menuding keterlibatan aparat tinggi di Maluku dalam aktivitas tambang emas di Gunung Botak. Ruslan menyatakan bahwa tuduhan seperti ini dapat merusak reputasi institusi kepolisian dan militer, serta menciptakan kegaduhan di masyarakat.

“Kami berharap masyarakat dapat melihat fakta dengan jelas dan tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang tidak benar. Hukum harus ditegakkan, dan pihak yang memfitnah harus bertanggung jawab,” pungkasnya.

Usman Musa Kembali Terpilih Sebagai keuchik Desa Keude BlangPeriode 2026–2032

0

 

Aceh Timur –Mediaistana.com 

Masyarakat Desa Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur, antusias mengikuti pemilihan Keuchik yang berlangsung aman, tertib, dan demokratis. Seluruh tahapan, mulai dari pemungutan hingga penghitungan suara, berjalan lancar di bawah pengawasan Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) serta disaksikan langsung oleh masyarakat setempat.

 

Berdasarkan hasil rekapitulasi akhir dari seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS), Calon Keuchik Nomor Urut 03 usman musa yang terpilih sebagai Keuchik Desa Keude Blang untuk periode 2026–2032 setelah unggul atas para pesaingnya.

 

Adapun perolehan suara masing-masing calon adalah sebagai berikut:

 

Nomor Urut 1, M Reza, memperoleh 94 suara.

 

Nomor Urut 2, Hurimanyanti, memperoleh 68 suara.

 

Nomor Urut 3, Usman Musa, memperoleh 342 suara.

 

Ketua Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Desa Keude Blang, Zulkarnaini, menyampaikan bahwa seluruh proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan transparan.

 

“Penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan transparan oleh Panitia Pemilihan Keuchik (P2K), disaksikan oleh ketua dan anggota KPPS, saksi dari masing-masing calon, masyarakat, serta pihak keamanan, termasuk anggota Polsek Idi Rayeuk dan anggota Koramil, sehingga hasilnya dapat diterima oleh semua pihak,” ujarnya.

 

Total suara sah tercatat sebanyak … suara 504 sementara suara dinyatakan tidak sah 0 sehingga jumlah keseluruhan suara yang masuk mencapai 504 suara.

Daftar pemilihan Tepat desa keude ber jumlah 831

 

Tgk usman musa Usai ditetapkan sebagai pemenang, menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Desa Keude Blang atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali bersatu pasca pemilihan.

 

“Pemilihan telah selesai. Tidak ada lagi nomor satu, nomor dua, atau nomor tiga. Yang ada adalah kebersamaan untuk membangun Desa Keude Blang ke arah yang lebih baik,” ujarnya.

 

Kegiatan pemilihan keuchik tersebut turut dihadiri oleh Camat Idi Rayeuk M. Hasbi, SE, MM,danramil Kapten Arh Nana sutiana.kapolsek idi rayeuk iptu ramadsyah. Pj Mukim Kota Yudi, SH,Pj keuchik mardiani S.St. Kasi Pemerintahan Azmi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, perangkat Desa Keude Blang, Tuha Peut, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta seluruh masyarakat desa.

 

Jalan Menuju Kecamatan Batabual Belum Diaspal, DPRD Buru Desak Pemerintah Segera Bertindak

0

Akses jalan menuju Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, hingga kini belum mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kondisi infrastruktur yang memprihatinkan tersebut kembali disoroti Anggota DPRD Kabupaten Buru dari Partai Perindo, Yohanes Nurlatu.

Yohanes menegaskan bahwa hingga saat ini belum tersedia akses jalan aspal sama sekali dari Kecamatan Teluk Kaiely menuju Kecamatan Batabual. Akibatnya, masyarakat setempat harus menghadapi berbagai kesulitan, baik dalam aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.

“Kecamatan Batabual sampai sekarang belum memiliki akses jalan aspal dari Teluk Kaiely. Ini harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah maupun provinsi,” ujar Yohanes, Kamis, (12/2/2026)

Menurutnya, keterisolasian wilayah tersebut memaksa sebagian warga mengandalkan jalur laut sebagai akses utama transportasi. Padahal, jalur laut sangat berisiko, terutama saat musim timur ketika gelombang tinggi dan cuaca buruk kerap terjadi.

“Setiap tahun ada saja korban meninggal dunia karena tenggelam di laut, khususnya saat musim timur. Ini persoalan kemanusiaan yang tidak bisa dibiarkan terus-menerus,” tegasnya.

Selain belum adanya jalan aspal, salah satu ruas jalan tanah dari Desa Wailawa menuju Desa Waimoli juga dilaporkan mengalami kerusakan parah. Kondisi jalan yang berlumpur dan sulit dilalui semakin memperparah keterisolasian warga, terutama saat musim hujan.

Yohanes Nurlatu mendesak pemerintah agar segera mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan ruas jalan tersebut. Ia berharap pembangunan infrastruktur jalan dapat menjadi prioritas demi menjamin keselamatan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Batabual.

“Pemerintah harus hadir. Infrastruktur jalan adalah kebutuhan dasar masyarakat. Dengan akses yang memadai, roda perekonomian bisa bergerak dan risiko kecelakaan laut bisa ditekan,” pungkasnya.

Parosil Mabsus Minta Kepala OPD Tidak Tinggalkan Tempat.

0

Parosil Mabsus Minta Kepala OPD Tidak Tinggalkan Tempat.

Jakarta -MEDIA ISTANA Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus meminta jajarannya untuk pro aktif dan menyiapkan semua data yang dibutuhkan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) perwakilan Provinsi Lampung dalam rangka pemeriksaan tahunan.

Permintaan itu disampaikan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus pada kegiatan Entry Meeting di Aula Kagungan Setdakab, Kamis 12 Februari 2026.

Secara khusus, Bupati Lampung Barat menginstruksikan Kepala Perangkat Daerah agar mereka lebih fokus dan tidak meninggalkan tempat dalam masa pemeriksaan.

Parosil Mabsu berharap dengan perhatian dan kerja sama yang baik, pemeriksaan BPK RI dapat kembali menuai hasil terbaik berupa predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terhadap pengelolaan keuangan daerah tahun 2025, sebagaimana 15 tahun terakhir.

“Pemeriksaan ini sebagai tolak ukur terhadap tanggung jawab dan keseriusan kita. Lampung Barat WTP nya sudah yang ke-15 kali, masuk 16,” kata Parosil Mabsus.

Parosil Mabsus menekankan untuk di tahun 2026 ini harus lebih baik lagi, meskipun masih terdapat temuan harus seminimal mungkin.

“Manfaatkan kehadiran BPK RI ini dengan sebaik mungkin. Jika ada ide atau pemikiran kepala OPD terkait program namun masih ada rasa ketakutan salah bisa ditanyakan langsung dengan pihak BPK RI,” tutupnya.

Sementara ketua tim BPK RI Ferawaty mengatakan, pihaknya akan melakukan pemeriksaan keuangan di Kabupaten Lampung Barat selama 30 hari.

Ia meminta kerjasama yang baik dari seluruh Perangkat Daerah dalam menjalankan pemeriksaan. Apa yang pihaknya butuhkan agar OPD terkait aktip dan menyediakan apa yang pihaknya perlukan.

“Kerjasama yang baik akan menghasilkan hasil yang cepat dan terbaik,” pungkasnya.

HAMDAN

Kasus Rokok ilegal Dwikora:Barang disita Jaringan Aman ?

0

Media istana.Com Pontianak,Kalbar — Dua kontainer rokok ilegal yang diduga berasal dari Kamboja diamankan di Pelabuhan Dwikora pada 9 Desember 2025. Negara tidak boleh berhenti pada seremoni penyitaan, masyarakat berhak mengetahui perkembangan kasus, siapa pihak pengendali, serta ke mana arah aliran dananya.

Tindakan terhadap dua kontainer yang memuat sekitar 20,3 sampai 32,6 juta batang rokok tanpa pita cukai di Pelabuhan Dwikora Pontianak, semestinya menjadi pintu masuk untuk mengurai jaringan kejahatan ekonomi, bukan sekadar menjadi arsip administrasi penyitaan barang. Besarnya temuan hingga puluhan juta batang, melibatkan lintas yurisdiksi, dan berpotensi menimbulkan kerugian penerimaan negara, sulit dipandang sebagai pelanggaran yang terjadi secara kebetulan. Lebih logis bila kasus ini dibaca sebagai operasi yang terstruktur, direncanakan, serta didukung modal besar jenis kejahatan yang umumnya berjalan dengan pola pengendalian tertentu.

Namun, memasuki bulan kedua setelah penindakan, arah proses penegakan hukum belum tampak jelas secara terbuka di ruang publik. Apakah perkara sudah masuk tahap penyidikan secara penuh? Apakah sudah ada penetapan tersangka? Apakah konstruksi hukumnya berhenti pada ranah kepabeanan dan cukai, atau dikembangkan hingga penelusuran aset serta aliran dana yang diduga terkait? Pertanyaan semacam ini wajar, sebab kejahatan ekonomi modern tidak cukup ditangani dengan menyita komoditas, yang perlu diungkap adalah sistemnya, aktor pengendalinya, dan pihak yang menikmati hasilnya.

DPD Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (AWPI) Kalimantan Barat pada 3 Februari 2026 melayangkan surat resmi kepada Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan Bagian Barat untuk meminta konfirmasi mengenai tindak lanjut penanganan perkara tersebut. Sampai naskah ini dipublikasikan, belum ada jawaban resmi yang diterima. Dalam negara hukum, ketiadaan informasi bukan sikap yang netral. Transparansi yang proporsional merupakan bagian dari akuntabilitas institusi. Kerahasiaan penyidikan memang dapat dibenarkan sepanjang diperlukan, tetapi pengecualian itu tidak semestinya berubah menjadi tertutup total atas perkara yang menyangkut penerimaan negara dan kepentingan publik.

“Kami bukan mencari sensasi. Kami menagih pertanggungjawaban. Negara tidak boleh tampak tegas saat penyitaan, lalu senyap ketika publik menunggu kepastian. Dua kontainer dengan puluhan juta batang rokok ilegal bukan perkara kecil yang pantas diperlakukan seperti urusan administrasi gudang. Kalau penegakan hukum sungguh-sungguh, tunjukkan lewat langkah yang tegas, terukur, dan dapat diuji, status penanganan, perkembangan proses, serta arah pengungkapan jaringannya,” ujar Andi Firgi, Ketua DPD AWPI Kalimantan Barat.

Secara normatif, kasus ini bersinggungan dengan rezim kepabeanan terkait dugaan penyelundupan impor, rezim cukai terkait peredaran barang kena cukai tanpa pita cukai, serta kemungkinan pengembangan penanganan menuju penelusuran aliran dana bila ditemukan indikasi hasil tindak pidana yang disamarkan lewat mekanisme keuangan. Prinsip “follow the money” menjadi kunci untuk menemukan pengendali dan penerima manfaat akhir. Tanpa pendekatan itu, yang berhenti hanya barangnya sementara jaringannya dapat beradaptasi, mengganti jalur, dan kembali berjalan.
AWPI Kalbar juga menyampaikan bahwa mereka menerima sejumlah dokumen dan informasi awal yang masih perlu diverifikasi secara profesional, antara lain surat kuasa, surat pernyataan dari pihak yang diduga berkaitan dengan kepemilikan barang, serta rekaman CCTV yang diklaim memperlihatkan aktivitas pihak tertentu terkait perkara. Terdapat pula informasi yang beredar mengenai dugaan keterkaitan pihak berinisial M U L. Penyebutan inisial tersebut bukan tuduhan, melainkan dorongan agar aparat menelaah serta menguji setiap informasi yang berkembang secara objektif dan terukur, sejalan dengan asas praduga tak bersalah.

Di sisi lain, muncul pula informasi awal tentang dugaan adanya upaya pendekatan atau “perdamaian” setelah penindakan. Informasi itu sepenuhnya membutuhkan klarifikasi dan pembuktian hukum. Jika benar terjadi, maka persoalannya tidak lagi semata kepabeanan, melainkan berpotensi mengarah pada dugaan perintangan proses hukum atau tindak pidana lainnya. Karena itu, satu-satunya langkah yang patut ditempuh ialah pengujian fakta melalui mekanisme yang sah dan terbuka secara proporsional.

Pada akhirnya, perkara penangkapan di Pelabuhan Dwikora Pontianak menjadi ujian integritas, apakah penegakan hukum akan menembus struktur pengendalian dan pembiayaannya, atau berhenti pada pelaksana teknis dan pemusnahan barang bukti. Pelabuhan Dwikora sudah menjadi titik intersepsi. Kini yang dipertaruhkan adalah konsistensi negara untuk membongkar ekosistem ekonomi gelap di balik jalur logistik resmi bukan membiarkannya berubah bentuk dalam diam.

“Kami mengingatkan, jika kasus sebesar ini dibiarkan menggantung tanpa penjelasan yang wajar, publik akan menilai ada persoalan dalam keseriusan penanganannya. Kami tidak menuduh siapa pun praduga tak bersalah tetap berlaku tetapi negara wajib memastikan tidak ada ruang negosiasi, tidak ada ruang ‘damai’, dan tidak ada ruang permainan dalam perkara yang nyata merugikan penerimaan negara. Penegakan hukum tidak boleh berhenti pada seremoni sita, harus sampai pada pengendali, pembiayaan, dan pihak yang menikmati keuntungan,” tambah Andi Firgi.

AWPI Kalbar menyatakan akan terus meminta konfirmasi kepada semua pihak terkait agar pemberitaan tetap berimbang dan berbasis verifikasi. Publik tidak menghendaki sensasi. Publik menuntut kepastian hukum yang substantif. Dan penegakan hukum yang berhenti pada seremoni penyitaan bukanlah penegakan hukum, melainkan sekadar administrasi peristiwa.

(Tim redaksi)

Sinergi TNI–Kementerian Percepat Pembangunan Huntara, Huntap dan Infrastruktur Pascabencana Sumatera

0

Sinergi TNI–Kementerian Percepat Pembangunan Huntara, Huntap dan Infrastruktur Pascabencana Sumatera

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Tampubolon selaku Wakil Ketua I Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi menghadiri konferensi pers percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam di wilayah Sumatera, bertempat di Ruang Sasana Bhakti Praja, Gedung C Lantai 3 Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari koordinasi lintas kementerian/lembaga dalam memastikan percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Di hadapan awak media, Kasum TNI memaparkan kesiapsiagaan dan skala pelibatan TNI dalam penanganan bencana di wilayah Sumatera, dengan menegaskan bahwa kekuatan personel digelar pada titik-titik prioritas wilayah terdampak. “Adapun gelar personel TNI yang saat ini dilibatkan di tiga provinsi, sejumlah 23.491 orang, dan ini tersebar di seluruh wilayah-wilayah bencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada titik-titik prioritas,” ujarnya.

Kasum TNI menegaskan bahwa TNI bersama kementerian/lembaga dan Forkopimda berperan aktif dalam pembangunan dan pembenahan infrastruktur sebagai bagian dari program rekonstruksi pascabencana. Untuk pembangunan hunian sementara (Huntara), TNI bersama kementerian/lembaga melaksanakan pembangunan di tiga provinsi dengan total 12.896 unit. Di Provinsi Sumatera Utara terdapat 1.051 unit, dengan TNI mengerjakan 320 unit, salah satunya di Desa Aek Lotong, Kabupaten Tapanuli Selatan sebanyak 45 dari 119 unit dengan progres 37 persen.

Di Sumatera Barat terdapat 445 unit Huntara, di mana TNI mengerjakan 351 unit, sebagian besar lokasi telah mencapai progres 100 persen, termasuk di Nagari Pulut, Kabupaten Pesisir Selatan sebanyak 38 dari 60 unit dengan progres 40 persen. Sementara di Provinsi Aceh direncanakan 11.400 unit Huntara, dengan TNI mengerjakan 645 unit yang tersebar di Pidie Jaya (25 dari 542 unit, progres 73 persen), Aceh Utara (5 dari 1.133 unit, progres 98 persen), Aceh Tamiang (100 dari 4.282 unit, progres 100 persen), Bener Meriah (50 dari 798 unit, progres 35 persen), dan Nagan Raya (75 dari 609 unit, progres 20 persen).

Selain Huntara, pembangunan Hunian Tetap (Huntap) juga menjadi fokus. Total pembangunan Huntap mencapai 3.923 unit, terdiri atas 1.202 unit di Sumatera Utara dengan TNI mengerjakan 32 unit yang saat ini sebagian besar masih dalam tahap perencanaan dan peninjauan. Di Sumatera Barat terdapat 71 unit yang seluruhnya dikerjakan TNI, berlokasi di Jalan Gajah Tanang Kota Padang dengan progres 95 persen dan di Kelurahan Kapolokoto Kota Padang yang telah selesai 100 persen. Sementara di Provinsi Aceh terdapat 2.650 unit Huntap, namun hingga saat ini belum terdapat pekerjaan yang dilaksanakan oleh TNI.

Dalam upaya memulihkan konektivitas antarwilayah, pembangunan jembatan menjadi prioritas utama. Jembatan Gantung dibangun sebanyak 37 unit, dengan rincian di Sumatera Utara 13 unit (4 selesai, 9 dalam proses), Sumatera Barat 9 unit (seluruhnya dalam proses), dan Aceh 15 unit (6 selesai, 9 dalam proses). Jembatan Bailey berjumlah 44 unit, terdiri atas Sumatera Utara 7 unit (5 selesai, 2 proses), Sumatera Barat 11 unit (10 selesai, 1 proses), dan Aceh 26 unit (24 selesai, 2 proses).

Sementara itu, dari 72 unit Jembatan Aramco, sebanyak 46 unit telah selesai, yakni di Sumatera Utara 8 dari 18 unit, Sumatera Barat 5 dari 14 unit, dan Aceh 33 dari 40 unit. Selain itu, Kementerian Pertahanan juga memberikan dukungan pembangunan 13 jembatan, dengan 7 unit dalam proses pembangunan, 5 unit tahap uji fungsi, dan 1 unit dalam proses pengiriman.

Di akhir penjelasannya, Kasum TNI menegaskan komitmen penuh TNI dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana. “Pelibatan TNI, personel dan pengarahan alutsista TNI terus dilakukan secara maksimal dan terima kasih kepada seluruh prajurit TNI yang bekerja, yang telah melakukan tugas terbaiknya dalam mendukung pemulihan wilayah terdampak bencana, baik melalui pengerahan sumber daya maupun personel di lapangan,” tutup Kasum TNI.

HAMDAN

RSUD SAAS Peureulak Terima Puluhan Pot Bunga Dari Istri Wakil Bupati.

0

 

 

 

Aceh Timur -Mediaistana.com 

Istri Wakil Bupati Aceh Timur Ny. Erni Handayani T. Zainal Abidin, S.Keb menyerahkan puluhan pot bunga kepada RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak, sebagai bagian dari upaya mempercantik kembali lingkungan rumah sakit yang terdampak banjir. Rabu, 11 Februari 2026.

 

Penyerahan dilakukan usai Ny. Erni mengikuti kegiatan Kick Off Pelayanan Keluarga Berencana (KB) di kawasan Hunian Sementara (Huntara), Desa Blang Nie, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur. 

 

Menurut Ny. Erni Handayani, yang juga Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Aceh Timur, banjir yang melanda Aceh Timur beberapa waktu lalu meninggalkan dampak signifikan terhadap berbagai fasilitas, termasuk lingkungan rumah sakit.

 

“Pasca banjir, banyak fasilitas rumah sakit mengalami kerusakan, mulai dari mobiler, peralatan medis, hingga taman yang rusak parah, sehingga kami merasa terpanggil untuk berbuat sesuatu, salah satunya menyerahkan puluhan pot bunga untuk mempercantik taman rumah sakiy kembali,” Ungkap Erni Handayani.

 

Ia menegaskan, inisiatif penyerahan pot bunga tersebut bukan semata memperindah tampilan fisik rumah sakit, tetapi juga memiliki makna lebih dalam.

 

“Kita berharap keindahan di fasilitas pemerintah, khususnya rumah sakit, bisa kembali pulih. Ini bukan hanya soal estetika, tetapi juga sebagai terapi psikologis bagi masyarakat yang datang berobat,” Tambahnya.

 

Bantuan pot bunga tersebut diterima langsung oleh Ners. Hasrizal Saffutra, S.Kep., M.K.M, Kepala Bidang Pelayanan Penunjang RSUD Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak, bersama jajaran manajemen RSUD SAAS.

 

Hasrizal atau sering disapa Popon menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Istri Wakil Bupati yang peduli, bahkan termasuk estetika keindahan RSUD SAAS Peureulak.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian Ibu Ny. Erni Handayani. Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung upaya pemulihan lingkungan rumah sakit, khususnya area taman yang menjadi bagian penting dari kenyamanan pasien,” Katanya.

 

Menurutnya, pemulihan yang terus berjalan, sentuhan keindahan di ruang publik diharapkan mampu menghadirkan energi positif bagi masyarakat. 

 

“Ketika harapan kesembuhan digantungkan, suasana yang asri dan menenangkan kerap menjadi obat yang tak kasatmata, namun terasa manfaatnya” Tutup Hasrizal. (*)

Peresmian Gedung Baru Kantor Desa Kerang Momentum Meningkatkan Pelayanan Publik

0

Mediaistana.com

Kaltim — Kepala desa Kerang, Sajirun Makhmud meresmikan gedung baru Kantor Desa Kerang, kecamatan Batu Engau Kabupaten Paser pada Rabu (11/02/2026). Acara peresmian tersebut turut dihadiri oleh Camat Batu Engau Muhammad Tauhid S.Sos, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kabupaten Paser Dr Kasrani M.Pd, serta Kapolsek Batu Engau, lembaga adat, Para kepala desa, tokoh agama dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Camat Muhammad Tauhid S.Sos menyampaikan bahwa, pembangunan kantor desa ini merupakan langkah penting dalam upaya peningkatan kualitas pelayanan publik di tingkat desa.

“Peresmian kantor desa ini menjadi momentum penting untuk mendorong pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat. Gedung baru ini diharapkan menjadi pusat administrasi dan aktivitas desa yang produktif,” ujar camat

Camat Batu Engau, Muhammad Tauhid S.Sos juga memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala Desa Kerang, karena telah menjadi juara satu Desa digital se-Propinsi Kalimantan Timur. Desa Digital adalah konsep inovatif yang bertujuan untuk mentransformasi kehidupan di desa dengan memanfaatkan teknologi digital secara maksimal. Melalui digitalisasi, desa berupaya menghadirkan berbagai layanan dan fasilitas berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat setempat. Inisiatif ini tidak hanya memudahkan akses terhadap informasi, tetapi juga mempercepat dan mempermudah berbagai pelayanan publik yang selama ini sering terkendala oleh jarak dan waktu. Dengan adanya layanan digital, masyarakat desa dapat mengurus administrasi secara online, mengakses informasi penting kapan saja, serta memperoleh berbagai layanan tanpa harus datang langsung ke kantor desa. Ujar camat

Lanjutnya, “Semoga ini menjadi motivasi bagi aparatur desa untuk bekerja lebih maksimal, Kami berharap pelayanan publik di Desa Kerang terus meningkat dan bisa menjadi contoh bagi desa lain,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) kabupaten Paser Dr Kasrani S.Pd, M.Pd dalam sambutan nya, mengatakan dengan adanya Kantor Desa yang baru, maka merupakan esensi kemajuan dari sebuah pemerintahan dalam menjalankan roda pemerintahan, yaitu pelayanan yang baik kepada masyarakat desa, apresiasi dan terima kasih atas terbangunnya kantor Desa Kerang. “Saya berharap bangunan kantor desa yang baru ini bisa memotivasi kepala desa beserta jajaran untuk lebih meningkatkan dan mengoptimalkan kinerja dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat desa. Ucap Dr Kasrani.

Memasuki acara puncak peresmian Kantor desa, kepala Desa Sajirun Makhmud mengucapkan terima kasih kepada Pemkab kabupaten Paser yang telah memfasilitasi pembangunan kantor desa yang baru serta seluruh pihak telah membantu selesainya pembangunan kantor desa, khususnya Kecamatan Batu Engau dan seluruh masyarakat Desa Kerang. Mari kita jaga dan rawat fasilitas publik ini agar tetap tertata rapi, bersih dan nyaman bagi setiap masyarakat yang membutuhkan pelayanan,” ajaknya kepala desa

“Mudah-mudahan dengan diresmikannya kantor desa ini, pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih efektif, terfokus, dan terarah.

Dengan Ucapan Bismillahirrahmanirrahim kantor desa kerang secara resmi saya nyatakan dimulai beroperasi, semoga Allah senantiasa memberkahi langkah kita dalam membangun desa lebih mandiri dan sejahtera.

Peresmian Gedung Kantor Desa Kerang di tandai dengan penandatanganan Prasasti oleh Camat Batu Engau dan Kepala Desa Kerang. Kemudian dilanjutkan dengan pemotongan pita yang terpasang di pintu masuk Gedung Kantor. Pemotongan pita dikakukan secara bersama oleh Camat Batu Engau, kepala desa Kerang, Kepala BPMD Kabupaten Paser, Lembaga adat Paser dan di dampingi oleh Kapolsek Batu Engau.

Setelah acara gunting pita, kemudian acara dilanjutkan meninjau ruangan kantor dan melihat pasitas yang ada diruangan kantor Desa yang baru, dan di tutup dengan Doa bersamam. berlanjut dengan acara Tradisional hiburan rakyat.(Samiono)

ORMAWA Unikama Sukses Gelar Workshop  Menulis Buku

0

Mediaistana, com. Malang, 12/02/ 2026.–Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni (DKA) Universitas PGRI Kanjuruhan Malang (Unikama) terus mendorong penguatan budaya literasi di kalangan mahasiswa melalui kegiatan  Workshop ORMAWA Menulis Buku yang digelar pada Kamis (12/2/2026) di Ruang Abdul Rajab.

Kegiatan ini dengan mengusung tema, “Mengabadikan Jejak, Mewariskan Gagasan di Akhir Kepengurusan”  yang diikuti oleh perwakilan seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan Unikama.

Kegiatan Workshop ini, menjadi langkah strategis DKA dalam membangun tradisi dokumentasi dan publikasi karya organisasi sebagai bentuk pertanggungjawaban sekaligus warisan intelektual setiap periode kepengurusan.

Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Unikama,  Dr. Teguh Sulistyo, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap ORMAWA memiliki perjalanan, dinamika, dan capaian yang layak untuk diabadikan dalam bentuk buku.

“Setiap kepengurusan memiliki cerita perjuangan, inovasi program, dan pembelajaran yang sangat berharga. Jangan sampai semua itu hilang begitu saja ketika periode berakhir. Buku adalah cara paling bermakna untuk meninggalkan legacy,” ungkap  Dr. Teguh”.

Selain itu, Ia juga menekankan bahwa budaya menulis tidak hanya relevan dalam konteks akademik, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan karakter mahasiswa sebagai insan intelektual.

“Mahasiswa tidak cukup hanya aktif dalam kegiatan. Mereka juga harus mampu merefleksikan pengalaman, menuangkan gagasan, dan membagikannya kepada generasi berikutnya. Disitulah nilai keberlanjutan organisasi dibangun,” tambah Dr. Teguh.

Lebih lanjut, ia pun berharap agar setiap ORMAWA dapat mulai merancang buku dokumentasi atau buku inspiratif yang merangkum perjalanan organisasi, capaian program kerja, hingga gagasan strategis untuk masa depan.

Dalam kegiatan itu, telah menghadirkan pemateri utama yang disampaikan oleh, E. Kukuh Widijatmoko, M.Pd.  Dalam paparan materinya, lebih fokuskan pada penjelasan hal  teknis mengenai strategi menulis buku organisasi secara sistematis dan kolaboratif. Selain itu, ia menjelaskan pula tahapan penting untuk memulai dan menentukan tujuan penulisan, menyusun outline, membagi peran dalam tim penulis, hingga proses penyuntingan dan penerbitan.

Menurut Kukuh, kunci utama dalam penulisan buku organisasi adalah perencanaan sejak awal kepengurusan.

“Jangan menulis ketika sudah di akhir periode dan semua dokumen tercecer. Biasakan setiap kegiatan terdokumentasi dengan baik. Dari situlah bahan buku akan terbentuk secara alami,” ungkapnya”.

Tak hanya itu, namun Ia juga menegaskan bahwa buku ORMAWA bukan sekadar kumpulan laporan kegiatan tahunan, melainkan narasi reflektif yang memiliki nilai inspiratif.

“Buku organisasi bukan hanya laporan administratif. Ia harus mampu menceritakan proses, tantangan, solusi, dan nilai yang diperjuangkan. Dengan begitu, buku tersebut bisa menjadi inspirasi bagi pengurus berikutnya,” ujar Kukuh”.

Sesuai pantauan awak media, dalam sesi diskusi, para peserta terlihat antusias menyampaikan pertanyaan terkait teknis penyusunan naskah, pembagian tugas dalam tim penulis, hingga mekanisme penerbitan dan pengurusan ISBN. Workshop ini juga membuka wawasan mahasiswa mengenai peluang self-publishing maupun kerja sama dengan penerbit.

Untuk diketahui bahwa, melalui kegiatan ini, DKA Unikama berharap budaya literasi dan tradisi menulis di kalangan ORMAWA dapat terus berkembang. Tidak hanya sebagai bentuk dokumentasi, tetapi juga sebagai kontribusi nyata mahasiswa dalam memperkaya khazanah intelektual kampus.

Tak berakhir disini, namun dengan semangat kolaboratif dan pendampingan yang berkelanjutan, Workshop ORMAWA Menulis Buku diharapkan menjadi langkah awal lahirnya karya-karya organisasi mahasiswa yang terdokumentasi secara profesional, inspiratif, dan berdampak jangka panjang bagi UNIKAMA kedepannya.

Sumber Inspirasi;  DKA Unikama

Catatan;   Dr. Teguh Sulisty