Jakarta,mediaistana.com -PT. Tribuana Legalisa Indonesia, atau yang akrab disapa Trileg Indonesia, tampil sebagai salah satu pilar dukungan paling signifikan bagi kontingen Kepulauan Tanimbar dalam ajang bergengsi Festival Etnik Model Indonesia (FEMI) 2026 Season 4.
Kehadiran jajaran pimpinan tertinggi perusahaan di Gedung Perfilman H. Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta (4-6 September 2026), bukan sekadar formalitas seremonial, melainkan bukti nyata komitmen korporat dalam merawat identitas budaya nusantara dari ujung timur Indonesia.
Direktur Utama Trileg Indonesia, Emelia Junisa, S.H., M.H., bersama Manager Silas Leha, turun langsung ke lapangan untuk memberikan apresiasi personal berupa merchandise eksklusif kepada 18 peserta asal Tanimbar.
Gestur ini menegaskan bahwa Trileg Indonesia tidak hanya hadir sebagai sponsor pasif, tetapi sebagai mitra aktif yang memahami nilai perjuangan para duta budaya muda tersebut.
Lebih Dari Sekadar Merchandise: Sebuah Pesan Solidaritas
Bagi Silas Leha, kehadiran Trileg Indonesia di FEMI 2026 adalah wujud kebanggaan kolektif yang melampaui batas profesionalisme budaya.
“Ini apresiasi kami untuk adik-adik dari Tanimbar yang luar biasa. Mereka menempuh perjalanan jauh demi menampilkan yang terbaik di ibu kota. Sebagai orang Tanimbar, kami bangga karena mereka telah mempromosikan keindahan kultur kita ke mata publik nasional,” ungkap Silas Leha dengan penuh haru di sela-sela acara.
Pernyataan ini menyoroti peran unik Trileg Indonesia: sebuah entitas hukum dan bisnis yang juga berfungsi sebagai cultural guardian bagi tanah kelahirannya. Dalam industri model yang seringkali berorientasi komersial semata, sentuhan kemanusiaan dan kearifan lokal yang dibawa oleh Trileg menjadi pembeda yang kuat.
Panggilan untuk Kolaborasi Strategis Pemerintah
Di balik euforia kesuksesan kontingen Tanimbar yang berhasil mencuri perhatian juri dan penonton lewat pesona kultur khasnya, Silas Leha menyelipkan catatan kritis yang konstruktif. Ia menekankan bahwa keberlanjutan prestasi semacam ini tidak bisa hanya bertumpu pada inisiatif swasta atau semangat individu peserta semata.
“Harapan saya, pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pariwisata, bisa berkolaborasi untuk event-event yang akan datang,” tegas Silas.
Pesan ini adalah pengingat penting: potensi generasi muda Tanimbar adalah aset daerah yang harus dikelola secara sistematis. Apresiasi dari Trileg Indonesia hari ini adalah fondasi; namun untuk membangun gedung prestasi yang kokoh, diperlukan sinergi triple helix antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan komunitas budaya.
Trileg Indonesia: Membuktikan Promosi Berbudaya
Kesuksesan FEMI 2026 Season 4 dalam menampilkan kekayaan nusantara kini memiliki bab baru berkat kontribusi PT. Tribuana Legalisa Indonesia. Perusahaan ini telah membuktikan bahwa profesionalisme di bidang hukum dan legalitas dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap pelestarian warisan budaya.
Dengan dukungan seperti ini, kontingen Tanimbar tidak hanya berlaga sebagai peserta kompetisi, tetapi sebagai representasi martabat daerah yang didukung oleh putra-putri terbaiknya yang sukses di ranah nasional.
Trileg Indonesia telah menetapkan standar baru: bahwa apresiasi terbaik bukanlah hanya tepuk tangan sesaat, melainkan kehadiran yang tulus dan dukungan yang berkelanjutan.