Beranda blog Halaman 681

BARISTAN BWI Apresiasi Berfungsinya Traffic Light di Perempatan Wiroguno Dasri

0

MEDIAISTANA.COM

BANYUWANGI – Barisan petani dan nelayan (BARISTAN) BWI memberikan apresiasi atas terealisasinya pemasangan dan berfungsinya traffic light di perempatan Wiroguno, Desa Dasri,kamis 29-1-2025, Kecamatan Banyuwangi. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai sebagai langkah penting dalam meningkatkan keselamatan dan ketertiban lalu lintas di wilayah tersebut.

Koordinator BARISTAN BWI, Kevin, menyampaikan bahwa perempatan Wiroguno selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan lalu lintas. Dengan beroperasinya traffic light, diharapkan dapat menekan angka kecelakaan serta meningkatkan kesadaran pengguna jalan untuk mematuhi aturan lalu lintas.

“BARISTAN BWI sangat mengapresiasi berfungsinya traffic light ini. Kami berharap keberadaannya mampu mengurangi risiko kecelakaan dan mendorong pengendara agar lebih disiplin serta tertib dalam berlalu lintas,” ujar Kevin.

Dalam kesempatan tersebut, Kevin juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, Bapak Komang Sudira, beserta seluruh jajaran yang telah berperan aktif mulai dari perencanaan hingga pengoperasian traffic light di lokasi tersebut.

BARISTAN BWI menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan Dinas Perhubungan, kepolisian, serta elemen masyarakat lainnya dalam upaya menciptakan lalu lintas yang aman, tertib, dan lancar di Kabupaten Banyuwangi.

Dengan adanya traffic light di perempatan Wiroguno, masyarakat diharapkan dapat lebih mematuhi rambu-rambu lalu lintas demi keselamatan bersama.(kevin)

Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Desa Keude Blang Gelar Penyampaian Visi Dan Misi Calon Keuchik

0

 

Aceh Timur-Mediaistana.com 

Panitia Pemilihan Keuchik (P2K) Desa Keude Blang pada Sabtu malam Minggu, 31 Januari 2026, telah melaksanakan kegiatan Penyampaian Visi dan Misi Calon Keuchik Desa Keude Blang. Kegiatan ini berlangsung di halaman Kantor Desa Keude Blang, Kecamatan Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

 

Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Keuchik Desa Keude Blang dan dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat, antara lain:

Panitia Pemilihan Keuchik Desa Keude Blang

Calon Keuchik Desa Keude Blang

Unsur Tuha Peut Gampong

Perangkat Desa

Tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh pemuda

Masyarakat Desa Keude Blang

Adapun calon keuchik yang menyampaikan visi dan misi dalam kegiatan tersebut adalah:

Calon Nomor Urut 01: M. Reza (Geumoy)

Calon Nomor Urut 02: Hurimanyati

Calon Nomor Urut 03: Tgk. Usman Musa

Penyampaian visi dan misi berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan oleh Panitia Pemilihan Keuchik. Masing-masing calon diberikan kesempatan yang sama untuk memaparkan visi, misi, serta program kerja yang akan dijalankan apabila terpilih sebagai Keuchik Desa Keude Blang.

 

 

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarogong Garut, Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Dakwah

0
Kegiatan Pelaksanaan Peletakan Batu Pertama Gedung Muhammadiyah Tarogong Garut

Garut, Mediaistana.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarogong menyelenggarakan kegiatan peletakan batu pertama Gedung Dakwah, yang berlangsung di Jalan Patriot Nomor 1 Dalam, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (31/1/2026).

Turut Serta Simbolis Peletakan Batu Pertama Hj. Eti Nurul Hayati, M.Si. Ketua PD (Pimpinan Daerah) Aisyiyah Kabupaten Garut untuk periode 2022-2027.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Garut, dr. Maskut Farid, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Garut, menekankan bahwa kemakmuran sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik semata.

Menurutnya, pembangunan fisik tanpa landasan spiritual justru berpotensi membawa dampak negatif atau kemadhorotan.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. Maskut Farid.

“Hakikatnya, membangun SDM jiwa yang sholeh, jiwa yang bertaqwa, jiwa yang qonaah, jiwa yang semangat, disiplin, berintegritas, itulah yang sebenarnya. Karena dengan jiwa yang baik maka Insyaallah semuanya akan baik,” ungkap dr. Maskut Farid.

Ia mengapresiasi langkah PCM Tarogong karena rencana pembangunan gedung dakwah ini sangat selaras dengan visi Pemerintah Daerah, untuk menciptakan masyarakat Garut yang lebih agamis dan bertaqwa.

“Pembangunan gedung dakwah ini sangat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Agar bagaimana pembangunan jiwa-jiwa masyarakat Kabupaten Garut, menjadi masyarakat yang lebih agamis, sholeh, dan masyarakat yang lebih bertaqwa,” ujar dr. Maskut dalam sambutannya.

Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Subhan Fauzi, menegaskan komitmen dari PDM Garut untuk mendukung penuh pelaksanaan pembangunan gedung dakwah ini.

“Insya Allah PDM akan mensupport, besar kecilnya sesuai dengan kemampuan. Selama ini, PDM ikut mensupport setiap ada pembangunan gedung dakwah, salah satunya gedung dakwah di Panawuan,” jelas Subhan.

Ketua PCM Tarogong, Abdul Rosyad, mengungkapkan bahwa rencana besar ini telah digodok selama satu tahun. Meski diakui tantangan utamanya adalah ketersediaan dana, ia optimis semangat kemanusiaan dan kebaikan akan membuka jalan bagi penyelesaian gedung tersebut.

“Kami hanya punya semangat tapi Insyaallah, Allah akan senantiasa membantu kami. Bahkan berbicara mengenai masalah kebaikan, ini merupakan program kami di organisasi Muhammadiyah,” pungkas Abdul Rosyad.

Sumber : (Humas Diskominfo Garut)
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)

Pimpinan Cabang Muhammadiyah Garut, Letakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Dakwah

0
Kedigatan Pelaksanaan Peletakan Batu Pertama Gedung Muhammadiyah Garut

Garut, Mediaistana.com – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Tarogong menyelenggarakan kegiatan peletakan batu pertama Gedung Dakwah, yang berlangsung di Jalan Patriot Nomor 1 Dalam, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Sabtu (31/1/2026).

Simbolis Peletakan Batu Pertama Hj. Eti Nurul Hayati, M.Si. Ketua PD (Pimpinan Daerah) Aisyiyah Kabupaten Garut untuk periode 2022-2027.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Garut, dr. Maskut Farid, yang hadir mewakili Pemerintah Kabupaten Garut, menekankan bahwa kemakmuran sebuah daerah tidak boleh hanya diukur dari pembangunan fisik semata.

Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM dr. Maskut Farid.

Menurutnya, pembangunan fisik tanpa landasan spiritual justru berpotensi membawa dampak negatif atau kemadhorotan.

“Hakikatnya, membangun SDM jiwa yang sholeh, jiwa yang bertaqwa, jiwa yang qonaah, jiwa yang semangat, disiplin, berintegritas, itulah yang sebenarnya. Karena dengan jiwa yang baik maka Insyaallah semuanya akan baik,” ungkap dr. Maskut Farid.

Ia mengapresiasi langkah PCM Tarogong karena rencana pembangunan gedung dakwah ini sangat selaras dengan visi Pemerintah Daerah, untuk menciptakan masyarakat Garut yang lebih agamis dan bertaqwa.

“Pembangunan gedung dakwah ini sangat sesuai dengan apa yang diharapkan oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Agar bagaimana pembangunan jiwa-jiwa masyarakat Kabupaten Garut, menjadi masyarakat yang lebih agamis, sholeh, dan masyarakat yang lebih bertaqwa,” ujar dr. Maskut dalam sambutannya.

Bendahara Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Garut, Subhan Fauzi, menegaskan komitmen dari PDM Garut untuk mendukung penuh pelaksanaan pembangunan gedung dakwah ini.

“Insya Allah PDM akan mensupport, besar kecilnya sesuai dengan kemampuan. Selama ini, PDM ikut mensupport setiap ada pembangunan gedung dakwah, salah satunya gedung dakwah di Panawuan,” jelas Subhan.

Ketua PCM Tarogong, Abdul Rosyad, mengungkapkan bahwa rencana besar ini telah digodok selama satu tahun. Meski diakui tantangan utamanya adalah ketersediaan dana, ia optimis semangat kemanusiaan dan kebaikan akan membuka jalan bagi penyelesaian gedung tersebut.

“Kami hanya punya semangat tapi Insyaallah, Allah akan senantiasa membantu kami. Bahkan berbicara mengenai masalah kebaikan, ini merupakan program kami di organisasi Muhammadiyah,” pungkas Abdul Rosyad.

Sumber : (Humas Diskominfo Garut)
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)

Kadiv Humas Polri: Wartawan Berperan Strategis Menjaga Nilai Kebangsaan, Demokrasi, dan NKRI

0

mediaistana.com

Bogor — Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Johnny Edison Isir bersilaturahmi dan berdiskusi dengan para pimpinan media massa dalam kegiatan Retret Orientasi Kebangsaan dan Bela Negara yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) bersama Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) di Pusat Pendidikan Bela Negara Kemhan RI, Rumpin, Bogor, Sabtu (31/1/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Irjen Pol Johnny Edison Isir yang baru dilantik sebagai Kadiv Humas Polri memperkenalkan diri sekaligus menyapa para wartawan yang mengikuti kegiatan retret. Dengan suasana hangat dan penuh keakraban, peraih Adhimakayasa Akpol 1996 ini berdiskusi langsung dengan insan pers mengenai peran strategis media dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kadiv Humas Polri mengapresiasi kerja jurnalistik yang selama ini dijalankan para wartawan dalam membangun narasi publik serta mengedukasi masyarakat melalui karya-karya jurnalistik yang konstruktif.

“Ini mencerminkan kesadaran bersama bahwa wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan, demokrasi, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujar Irjen Pol Johnny Edison Isir.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kebebasan pers sebagai bagian dari amanat konstitusi dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum.

“Dalam negara demokrasi yang berlandaskan hukum, pers merupakan salah satu pilar utama. Kebebasan pers adalah amanat konstitusi yang harus kita jaga bersama,” tegasnya.

Meski demikian, Kadiv Humas Polri mengingatkan bahwa kebebasan pers harus diiringi dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta kepatuhan terhadap hukum dan etika jurnalistik.

“Namun kebebasan pers juga harus berjalan seiring dengan tanggung jawab, profesionalisme, serta penghormatan terhadap hukum dan etika jurnalistik,” pungkasnya.

Kegiatan silaturahmi ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Polri dan insan pers dalam menjaga ruang publik yang sehat, informatif, serta mendukung penguatan nilai-nilai kebangsaan dan demokrasi di Indonesia.

( To/Fq )

PAC PDI Perjuangan Tegalsari Gelar Doa Bersama, Salurkan 79 Paket Sembako

0

Mediaistana.com

TEGALSARI — Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Tegalsari menggelar doa bersama dan potong tumpeng yang dirangkai dengan penyaluran 79 paket sembako kepada masyarakat, Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini berlangsung khidmat, penuh kebersamaan, dan sarat nilai gotong royong.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Banyuwangi, Dr. Ana Aniati, bersama jajaran pengurus PAC, kader, simpatisan, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam suasana sederhana namun penuh makna, kegiatan diawali dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kekuatan perjuangan partai, serta kesejahteraan masyarakat. Selanjutnya dilakukan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur dan komitmen kader PDI Perjuangan untuk terus berpihak kepada rakyat kecil.

Ketua PAC PDI Perjuangan Tegalsari menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran partai di tengah masyarakat, bukan sekadar kegiatan seremonial. Penyaluran 79 paket sembako ditujukan kepada warga yang membutuhkan sebagai upaya meringankan beban ekonomi masyarakat.

Sementara itu, Dr. Ana Aniati dalam kesempatan tersebut mengapresiasi soliditas kader PAC Tegalsari yang terus menjaga semangat gotong royong dan kepedulian sosial. Ia menegaskan bahwa PDI Perjuangan harus selalu hadir, bekerja, dan memberi manfaat langsung bagi rakyat.

“Partai harus menyatu dengan masyarakat, merasakan langsung kebutuhan rakyat, serta hadir dalam setiap kondisi,” tegasnya.

Warga penerima bantuan menyambut kegiatan ini dengan antusias dan menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Mereka berharap kegiatan sosial seperti ini terus berlanjut dan semakin luas jangkauannya.

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah dan foto bersama, mencerminkan kekompakan serta semangat kebersamaan antara kader PDI Perjuangan dan masyarakat.

Polda Jabar lakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas penanganan bencana longsor di Pasirlangu Cisarua

0

mediaistana.com

Bandung Jabar – Dalam rangka mendukung penanganan bencana longsor di wilayah Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, anggota Dalmas melaksanakan serangkaian kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas, Sabtu (31/1/2026).

Kegiatan diawali pada pukul 06.00 WIB dengan pelaksanaan apel pagi oleh anggota Dalmas. Usai apel, personel langsung bergerak menuju Posko Penanganan Bencana yang berlokasi di Balai Desa Pasirlangu. Selanjutnya anggota Dalmas melaksanakan apel lanjutan dengan bergabung bersama personel Polres Cimahi sebagai bentuk sinergi dalam penanganan bencana.

Kabid Humas Polda Jabar mengatakan bahwa Sebanyak 48 personel Dalmas dikerahkan untuk melaksanakan pengaturan lalu lintas di titik-titik yang telah ditentukan sepanjang jalur menuju lokasi bencana maupun jalur sebaliknya. Pengaturan ini dilakukan guna mendukung kelancaran proses evakuasi korban serta menjaga kelancaran arus lalu lintas masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Selain pengaturan lalu lintas, anggota Dalmas juga melaksanakan pengamanan jalur yang dilalui rombongan kunjungan Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail, Anggota DPD RI Alfiansyah Komeng, serta Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Seni Raffi Ahmad. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka penyerahan bantuan kemanusiaan serta pengecekan langsung kondisi lokasi terdampak guna mempercepat pemulihan pasca bencana.

Kabid Humas Polda Jawa Barat Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa kehadiran personel kepolisian di lapangan merupakan bentuk komitmen Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya pada situasi kebencanaan.

“Personel kami dikerahkan untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman dan lancar, sekaligus memberikan rasa aman kepada masyarakat. Pengaturan lalu lintas dan pengamanan jalur dilakukan agar seluruh kegiatan penanganan bencana, termasuk kunjungan pejabat dan distribusi bantuan, dapat berjalan tertib tanpa mengganggu aktivitas warga,” ujar Kombes Pol Hendra Rochmawan.

Seluruh rangkaian kegiatan pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi serta kesiapan personel Dalmas dalam mendukung penanganan bencana longsor di wilayah Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. ( Humas )

( Toni )

Menjernihkan Isu Pengambilan Sampel di Sungai Anhoni oleh Lima Anggota DPRD Buru

0

Editorial Redaksi

Di tengah derasnya arus informasi yang berkembang di ruang publik, kejernihan narasi menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat tidak terseret pada prasangka dan kesimpulan yang keliru. Isu mengenai rencana pengambilan sampel di Sungai Anhoni patut ditempatkan secara utuh, proporsional, dan berlandaskan fakta, demi menjaga iklim dialog yang sehat, transparan, dan bertanggung jawab.

Jaidun Sa’anun secara terbuka menegaskan bahwa rencana pengambilan sampel memang ada, seiring dengan ketertarikan pihak investor untuk mengetahui potensi sumber daya alam di kawasan tersebut. Namun penting digarisbawahi, langkah yang dimaksud masih sebatas pengambilan sampel awal guna mengukur kadar emas secara ilmiah. Tahapan ini tidak dapat—dan tidak boleh—disamakan dengan aktivitas pertambangan, apalagi eksploitasi sumber daya alam.

Dalam pertemuan bersama masyarakat Negeri Kaiely, Jaidun menegaskan bahwa setiap rencana pengambilan sampel harus tunduk sepenuhnya pada regulasi dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Perizinan dari pemerintah daerah serta instansi terkait merupakan syarat mutlak. Tidak pernah ada keputusan, kesepakatan, ataupun rencana yang mengarah pada dimulainya kegiatan tambang, terlebih penggunaan alat berat tanpa izin resmi.

Pertemuan tersebut pertama kali berlangsung pada 20 Juli 2025, mempertemukan lima anggota DPRD Kabupaten Buru dengan para tokoh adat dan masyarakat Negeri Kaiely. Kehadiran mereka didorong oleh satu tujuan utama: membantu masyarakat Kaiely menata dan mengurus persoalan Kali Anhoni, yang memiliki nilai historis, ekologis, dan genealogis bagi masyarakat setempat.

Sejumlah tokoh adat dan masyarakat turut hadir, di antaranya Fandi Ashari Wael selaku Raja Petuanan Kaiely—yang kala itu masih menjabat sebagai Camat Kaiely—Umar Taramun selaku Kepala Desa Kaiely, Ibrahim Wael, Mahmud Hentihu dari Saniri Negeri Kaiely, Jafar Soel, Abdullah Wael, Salem Wael, Abdurahman Wael Kepala Desa Waiasel, Said Alhasin, Firman Wael, serta tokoh-tokoh masyarakat lainnya.

Pertemuan ini menjadi titik awal dialog terbuka antara masyarakat adat dan pihak-pihak yang merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan pengelolaan Kali Anhoni berjalan secara tertib, legal, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Jaidun juga meluruskan bahwa kehadirannya bersama empat orang lainnya dalam forum tersebut murni sebagai anak negeri, bukan dalam kapasitas formal sebagai anggota DPRD Kabupaten Buru. Pernyataan ini perlu dipahami secara jernih dan proporsional, agar tidak disalahartikan atau digiring ke opini yang menyesatkan.

Fakta sosiologis menunjukkan bahwa keterikatan lima anggota DPRD tersebut dengan Negeri Kaiely bukanlah klaim tanpa dasar. Muid Wael lahir dan dibesarkan di Desa Kaiely. Jaidun Sa’anun memiliki garis keturunan Kaiely melalui neneknya. Amrullah Madani Hentihu dan Sunardi Idris juga memiliki nenek yang berasal dari Kaiely bermarga Wael sebagai bagian dari masyarakat adat setempat. Sementara Rustam Fadly Tukuboya memiliki istri asli Kaiely dan menjalani kehidupan keluarga yang terikat langsung dengan desa tersebut. Latar belakang ini menegaskan bahwa kehadiran mereka dalam forum masyarakat tidak dapat dipisahkan dari relasi kekerabatan, sejarah, dan tanggung jawab moral sebagai bagian dari komunitas Kaiely.

Pertemuan tersebut bersifat dialogis—menjadi ruang untuk mendengar aspirasi masyarakat sekaligus membicarakan kemungkinan pengelolaan sumber daya alam yang legal, transparan, dan bertanggung jawab. Bahkan, masyarakat Kaiely memberikan kepercayaan kepada mereka berlima untuk mencari dan menghadirkan investor yang memiliki komitmen kuat terhadap tata kelola yang sah, beretika, dan berpihak pada kepentingan bersama.

Terkait isu penggunaan alat berat, Jaidun menjelaskan bahwa kebutuhan pengambilan sampel hingga kedalaman tertentu semata-mata didasarkan pada pertimbangan teknis agar hasil uji laboratorium dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Namun demikian, seluruh proses tersebut tetap bergantung pada prosedur dan izin resmi. Ia menegaskan tidak pernah ada niat—apalagi rencana—untuk menghidupkan kembali praktik pertambangan ilegal di kawasan Gunung Botak.

Dengan demikian, rencana pengambilan sampel di Sungai Anhoni harus dipahami sebagai langkah awal kajian teknis yang masih berada pada tataran wacana. Pelaksanaannya sepenuhnya bergantung pada persetujuan masyarakat, kelengkapan perizinan, serta kesepakatan semua pihak terkait. Menjernihkan informasi adalah kunci, agar setiap langkah pembangunan berjalan seiring dengan kepercayaan publik, kelestarian lingkungan, dan tanggung jawab bersama.(Tim)

Pejuang Sejati

0

 

Goresan, Deky Selan

KETUA IMAN KUPANG

Pejuang sejati tak kenal lelah 💪
Mendirikan lembaga dengan cinta
Mereka tanamkan harapan
Bagi generasi yang akan datang

Dengan sabar dan tekun
Mereka bimbing dan ajar
Mencetak generasi unggul
Dengan ilmu dan akhlak yang baik

Terima kasih, pendiri mulia
Yang meletakkan dasar kuat
Terima kasih, senior bijak
Yang terus membimbing dan mengarahkan

Terima kasih, penasehat arif
Yang memberi saran dan masukan
Terima kasih, pengurus setia
Yang menjaga dan mengembangkan

Terima kasih, guru dan staf
Yang bekerja dengan dedikasi
Terima kasih, orangtua dan siswa
Yang mendukung dan berpartisipasi

Terima kasih, masyarakat luas
Yang menerima dan bekerja sama
Lembaga ini jadi keluarga
Bagi kita semua, tanpa kecuali

Mereka adalah pahlawan sejati
Tanpa pamrih, tanpa lelah
Mereka abdi untuk bangsa
Meninggalkan warisan abadi

Selamat Natal 2025, damai sejahtera
Selamat Tahun Baru 2026, harapan baru
Semoga kasih dan sukacita
Menyertai kita semua.

 

Sumber Inspirasi; BP-IMAN KUPANG, SMTK IMAN POSMANU, SMAK IMAN HOINENO DAN SMPTK IMAN PUTUN

 

Banyaknya Dugaan Kekerasan Seksual Anak Dilamsel Belum Terselesaikan, Pelakunya Masih Tertawa Dan Berkeliaran

0

Poto: anak dibawah umur menangis dijendel dengan derasnya Air hujan.

Mediistana.com – LAMSEL, – Banyaknya Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di berbagai kecamatan yang belum beres ditangani APH diantaranya: Kecamatan Merbau Mataram, kecamatan Sidomulyo, kecamatan Candipuro, kecamatan palas Kabupaten Lampung Selatan. Sabtu tanggal 31/01/2025.

Kini berubah menjadi peringatan moral serius bagi seluruh pemangku kepentingan terutama nya pihak APH.

Salah satunya Perkara yang awalnya ditangani Polsek Merbau Mataram tersebut telah dilimpahkan ke Polres Lampung Selatan, sementara korban, seorang anak perempuan di bawah umur, diketahui telah melahirkan, pada 21 Januari 2026, dan dikecamatan Sidomulyo korban juga telah melahirkan, sama halnya seperti di kecamatan Merbau Mataram, bahkan dikecamatan yang lainnya.

Fakta ini menempatkan perkara tersebut bukan sekadar sebagai kasus pidana biasa, melainkan tragedi kemanusiaan yang menguji sejauh APH yang mana negara hadir melindungi anak dari kejahatan seksual yang dampaknya bersifat seumur hidup.

*Laporan Resmi, Proses Hukum Berjalan*

Berdasarkan dokumen laporan kepolisian, dugaan tindak pidana persetubuhan dan pencabulan terhadap anak telah dilaporkan secara resmi dan kini berada dalam tahap penyelidikan oleh jajaran Polres Lampung Selatan.

Aparat kepolisian juga telah menyampaikan pemberitahuan perkembangan penanganan perkara kepada pelapor.

Namun, di tengah proses hukum tersebut, kondisi korban justru semakin memprihatinkan. Seperti Trauma Psikis dan dampak sosial yang dialami korban disebut kian nyata dan mengkhawatirkan.

*Korban Melahirkan, Masa Depan Terancam*

Keluarga korban mengungkapkan bahwa kehamilan hingga persalinan yang dialami korban menjadi beban berat bagi kondisi mentalnya. Di usia yang seharusnya diisi dengan pendidikan dan tumbuh kembang, korban kini harus menghadapi realitas pahit akibat dugaan kejahatan seksual orang dewasa.

> “Sekarang keponakan saya (korban_red) murung terus, jadi pendiam dan enggan keluar rumah, sementara sekolahnya terbengkalai,” ujar Apri, paman korban.

Kondisi tersebut menegaskan bahwa kejahatan seksual terhadap anak tidak berhenti pada peristiwa, melainkan meninggalkan jejak panjang berupa trauma, stigma, dan hilangnya masa depan.

*Peringatan Moral bagi Penegak Hukum*

Kasus ini telah menjadi atensi publik dan berkembang sebagai warning moral bagi aparat penegak hukum, khususnya Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Lampung Selatan. Publik menaruh harapan agar penanganan perkara dilakukan secara cepat, profesional, dan berkeadilan, tanpa membuka ruang bagi pembiaran atau penundaan yang tidak beralasan.

Keluarga korban secara terbuka menyuarakan harapan agar proses hukum segera menunjukkan kejelasan.

> “Saya berharap agar kasus ini segera diproses dan pelaku segera ditangkap, karena saat ini pelaku masih berkeliaran dan tertawa kencang” tegas Apri.

Pernyataan tersebut mencerminkan keresahan keluarga sekaligus ketakutan akan dampak lanjutan terhadap keamanan korban dan lingkungan sekitarnya.

*Ujian Nyata Perlindungan Anak*

Perkara ini dipandang sebagai ujian nyata komitmen negara dalam melindungi anak, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. Ketika korban telah menanggung konsekuensi biologis, psikologis, dan sosial yang begitu berat, maka keterlambatan penegakan hukum berpotensi memperdalam luka dan menggerus rasa keadilan publik.

Hingga rilis ini diterbitkan, pihak kepolisian masih terus diupayakan untuk memberikan keterangan resmi lanjutan terkait perkembangan penyelidikan.

Tim awak media menegaskan akan terus memantau, mengawal, dan memberitakan perkembangan kasus ini secara berimbang dan bertanggung jawab, sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers.

Pengawalan ini dilakukan agar perlindungan terhadap anak tidak berhenti pada tataran administratif, melainkan benar-benar diwujudkan melalui penegakan hukum yang tegas, manusiawi, dan berkeadilan.

Di negara Indonesia ini jangan sampai “Tajam Ke bawah Tumpul Ke atas” Yang menggambarkan kondisi penegakan hukum atau perlakuan sosial yang tidak adil.

Hukum bertindak tegas dan berat kepada masyarakat kecil/miskin (bawah), tetapi lunak atau tidak berdaya terhadap mereka yang memiliki kekuasaan, jabatan, atau uang (atas). (Tim)