Beranda blog Halaman 694

Nelayan Desa Dadap Indramayu Yang Hilang, Di Temukan Tewas Mengambang

0

Nelayan Desa Dadap Yang Hilang Di Temukan Mengambang

Indramayu – mediaIstana.com
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan nelayan yang sempat dilaporkan hilang di Perairan Desa Dadap, Kecamatan Juntinyuat, Indramayu, Sabtu (24/1/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Korban diketahui bernama Karyono alias Tiplok (42), warga Desa Dadap. Jenazah ditemukan sekitar pukul 12.43 WIB dalam kondisi mengapung di laut, tak jauh dari breakwater Pantai Dadap, sekitar 5 meter dari PPI Dadap. Penemuan pertama kali dilaporkan oleh pemancing di sekitar lokasi.

Kasat Polairud Polres Indramayu, AKP Asep Suryana, memastikan jenazah yang ditemukan adalah benar Karyono setelah dikonfirmasi pihak keluarga yang turut melakukan pencarian.

Jenazah langsung dievakuasi ke darat dan dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU desa setempat.

Cuaca Buruk Sempat Jadi Kendala
Proses pencarian sempat terkendala cuaca buruk. Ombak tinggi dan angin kencang menyulitkan tim di lapangan. Meski begitu, korban berhasil ditemukan pada hari kedua pencarian.

Kronologi
Peristiwa ini terjadi pada Jumat (23/1/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. Perahu KM Baru Kasih GT 2 yang ditumpangi tiga nelayan terbalik akibat gelombang tinggi saat perjalanan pulang melaut. Dua nelayan selamat, sementara Karyono dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan hari ini.

Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup.

Petugas kembali mengimbau para nelayan agar lebih waspada dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum melaut, terutama di musim gelombang tinggi.

Turut berduka cita untuk keluarga almarhum. Semoga menjadi pengingat pentingnya keselamatan di laut.

Iyons74

Duh, Lagi-Lagi di Banyuwangi Ada Investor Rusia yang Merasa Ditipu John Lundin

0

MEDIA ISTANA, BANYUWANGI – Satu lagi investor asal Rusia yang merasa menjadi korban penipuan saat menanamkan modal di Banyuwangi, Jawa Timur. Kali ini Nasib apes dialami Maxim Ananiev. Sama seperti Alexander Iakovlev dan Vladimir Jigarov, Maxim, sapaan akrabnya, diduga menjadi korban penipuan dari John & Lizza Lundin, si pemilik PT Lundin Industry Invest.

Demi memperjuangkan hak dan mencari keadilan, Maxim sampai mencari John & Lizza Lundin, alias John Ivar Allan Lundin, seorang berkewarganegaraan Swedia dan istrinya yang seorang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Banyuwangi, Lizza Lundin, ke Bumi Blambangan.

Pria berjenggot itu sengaja jauh-jauh dari Negeri Beruang Merah, ke Banyuwangi, karena merasa dirugikan oleh pasangan suami istri pemilik PT Lundin Industry Invest, perusahaan kapal tempur berteknologi tinggi, yang ada di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi itu.

Begitu menginjakan kaki di kabupaten paling ujung timur pulau Jawa, pada Kamis (22/1/2026), Maxim, sapaan akrab Maxim Ananiev, langsung melurug ke Sewarna Cafe, di Boom Marina Banyuwangi. Ditemani Guide bernama Slamet, dan seorang driver, Riki, dia menanyakan keberadaan John & Lizza Lundin, kepada karyawan cafe.

Itu dilakukan karena sebelumnya pengusaha asal Rusia tersebut mendapat informasi bahwa Sewarna Cafe adalah milik John & Lizza Lundin.

Namun upaya tak membuahkan hasil. John & Lizza Lundin tidak ditemukan. Bahkan salah satu karyawan Sewarna Cafe menyampaikan bahwa kedua bos PT Lundin Industry Invest tersebut sedang berada di Jakarta.

Rasa marah dan kecewa terlihat jelas diwajah Maxim. Apa yang dirasakan investor asal Rusia ini memang cukup beralasan. Ternyata dia adalah rekan bisnis John & Lizza Lundin, di perusahaan bernama PT Inter Sub Tech. Maxim adalah pemegang 50 persen saham atas perusahaan yang beralamat di Jalan Lundin, No 2, Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi.

Dalam struktur perusahaan, Maxim duduk sebagai komisaris, sedang Lizza Lundin menjadi Direktur.

Pada hubungan bisnis ini, Maxim merasa dirugikan. Sebagai komisaris dia tidak pernah mendapat laporan keuangan. Bahkan, dia pernah sekitar 2 tahun mencoba menghubungi John & Lizza Lundin, via telepon, WA, hingga email, juga tak pernah mendapat tanggapan.

Makin mengagetkan, Maxim sempat mendapat kabar bahwa posisinya sebagai komisaris, disinyalir diganti secara sepihak oleh John & Lizza Lundin. Diduga, tanda tangannya dipalsukan, karena sebelumnya Maxim belum pernah datang ke Indonesia.

Rentetan cerita miring dalam investasi itulah yang mendorong Maxim untuk nekad datang ke Banyuwangi. Datang untuk semata-mata mencari John & Lizza Lundin, guna meminta kejelasan, pertanggung jawaban dan menempuh keadilan.

Tak menemukan John & Lizza Lundin di Sewarna Cafe, Maxim bersama Guide dan driver langsung bergegas menuju PT Lundin Industry Invest, di Lingkungan Sukowidi, Kelurahan Klatak, Banyuwangi.

Sempat terjadi ketegangan. Hingga akhirnya Maxim diijinkan masuk ke area perusahaan. Disitu, pengusaha asal Rusia itu ditemui oleh John Lundin. Padahal, sebelumnya karyawan Sewarna Cafe menyampaikan bahwa John & Lizza Lundin sedang berada di Jakarta.

Kepada Maxim, John Lundin menyampaikan bahwa PT Inter Sub Tech, sudah tidak beroperasi sejak 4 tahun lalu. John Lundin juga menjelaskan bahwa dirinya sudah tidak lagi menjadi owner Sewarna Cafe. Saat pertemuan, John Lundin, disebut berjanji untuk membeli kembali saham milik Maxim dan memberikan rincian lengkap pengeluaran.

“John Lundin mengaku akan mengembalikan 50 persen saham milik Maxim di PT Inter Sub Tech. Untuk itu, hari Jumat (23/1/2026) sekitar jam 1 siang, Maxim diminta kembali datang ke PT Lundin, sambil mengajak pengacara atau notaris, serta membawa berkas-berkas,” ucap Slamet, selaku Guide Maxim, Sabtu (24/1/2026).

Namun keesokan harinya, pada Jumat siang (23/1/2026), John Lundin, dikabarkan ujug-ujug mengubah pendiriannya. Dia malah menawarkan untuk menjual sahamnya di PT Lundin Industry Invest, kepada Maxim.

Kenyataan itu sontak membuat Maxim merasa dua kali ditipu dan dirugikan. Dia pada dasarnya diminta untuk membeli kembali uang investasinya sendiri dari John Lundin. Pada akhirnya, untuk memmperjuangkan hak dan mencari keadilan, Maxim melalui kuasa hukum, membuat laporan polisi, berharap sistem hukum Indonesia dapat melindunginya dari indikasi penipuan yang dilakukan oleh pihak PT Lundin Industry Invest.

Dengan pengalaman ber investasi di Banyuwangi dengan John Lundin ini, Maxim mengaku merasa sangat dirugikan. Kenapa?. Karena selama 4 tahun tidak pernah mendapat laporan apapun, termasuk laporan keuangan. Dengan kata lain, selama itu, selaku komisaris, Maxim tidak pernah mengetahui bagaimana investasinya digunakan.

Tentang PT Inter Sub Tech

PT Inter Sub Tech didirikan pada tahun 2017. Saat itu, PT Lundin Industry Invest, perusahaan milik John & Lizza Lundin, sedang mencari investor untuk memproduksi kapal jenis kendaraan permukaan dan bawah air Hybrid baru berdasarkan teknologi Swedia. Kala itu, John Lundin, mengajak Maxim untuk bergabung dengan kepemilikan saham yang sama, yakni masing-masing 50 persen.

Namun setelah beberapa waktu, Maxim menyadari bahwa tidak ada produksi aktual yang terjadi di PT Inter Sub Tech. Kemudian dia hendak meminta laporan keuangan dan penjelasan tentang ke mana modal tersebut digunakan. Apalagi dalam investasi ini, Maxim telah mentransfer uang sebesar Rp15 miliar ke rekening PT Inter Sub Tech.

Berharap Ada Perlindungan Investasi

Kisah Maxim Ananiev ini menambah daftar investor asal Rusia yang dirugikan saat menanamkan modal di Banyuwangi. Tentunya kondisi ini merupakan alarm peringatan keras terhadap kondusivitas iklim investasi di Banyuwangi dan Indonesia. Bahwa hubungan yang baik antara Indonesia dan Rusia, tidak menjadi jaminan dalam mewujudkan keamanan dan kenyamanan dalam ber investasi. Termasuk dalam memberikan perlindungan dalam investasi. Khususnya pada indikasi praktik-praktik penipuan serta pencucian uang. (*)

STIT-BA.GELAR WISUDA SARJANA ANGKATAN KE IV DI GEDUNG DINAS PENDIDIKAN ACEH TENGGARA,

0

STIT-BA.GELAR WISUDA SARJANA ANGKATAN KE IV
DI GEDUNG DINAS PENDIDIKAN ACEH TENGGARA,

STITBA Babussalam Aceh Tenggara mewisuda sebanyak 97 PESERTA sarjana terbaiknya. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (24/2) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di wilayah Aceh Tenggara. Dalam kata sambutannya, Ketua (
STITBA)Babussalam Aceh Tenggara, Harli Selian, M.Ag, menegaskan pentingnya peran para alumni dalam mengabdi pada negara. Beliau mengingatkan bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tenggara.

Di tengah pesan inspiratifnya, beliau juga mencatat bahwa kesuksesan tidak diperoleh tanpa melewati rintangan yang besar. Oleh karena itu, ketangguhan mental, moralitas yang teguh, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan ucapnya.

Ketua Yayasan Perguruan Babussalam Aceh Tenggara, H. Muhammad Rifa’i Matondang, S.Pd, juga menyampaikan refleksi tentang perubahan zaman yang kian cepat, terutama dengan munculnya era 5.0. Beliau menyoroti peran teknologi yang semakin dominan dalam menyebarkan ilmu pengetahuan.

Namun demikian, beliau menekankan bahwa teknologi tidak dapat menggantikan esensi manusia, yaitu hati, moral, dan empati. Oleh karena itu, pemeliharaan moralitas agama menjadi kunci dalam menjaga kemanusiaan di era digital ini.

Sementara itu dalam orasi ilmiahnya, Dr. Syadidul Kahar, M.Pd, memberikan pandangan yang mendalam tentang tantangan zaman di era industri 5.0. Beliau menekankan pentingnya kesiapan kita untuk beradaptasi dengan perubahan zaman, bahkan ketika kita mungkin merasa belum siap secara pribadi. Dalam konteks ini, kekuatan iman dan amal menjadi fondasi yang kokoh untuk menavigasi arus perubahan.

Upacara wisuda kali ini bukan hanya merayakan keberhasilan para lulusan, tetapi juga merupakan kesempatan untuk merenungkan peran pendidikan dalam membentuk karakter dan kesiapan menghadapi dinamika zaman. STITBA Babussalam Aceh Tenggara berkomitmen untuk terus memberikan pendidikan yang relevan dan berkualitas, serta membekali para mahasiswanya dengan kekuatan moral dan kecerdasan yang diperlukan untuk menjadi agen perubahan yang positif dalam masyarakat dan bangsa, ketusnya.

Koordinator kopertais wilyah V Aceh yang diwakili oleh sekeretaris kopertais Dr. Bustami,M.Hum dalam sambutannya juga menyampaikan bahwa kopertais V Aceh berkomitmen untuk meningkatkan mutu PTKIS Aceh, peningkatan mutu ptkis tidak terlepas dari kualitas input, proses dan output.Beliau juga menjelaskan ada 4 tugas Kopertais

Melakukan pengawasan perguruan tinggi swasta agama islam
Meningkatkan mutu
Melakukan pembinaan
Melakukan Pemberda.

(AR/SE)

STITBA WISUDA SARJANA DI GEDUNG DINAS PENDIDIKAN Aceh Tenggara 97 Sarjana Pendidikan.

0

STITBA WISUDA SARJANA DI GEDUNG DINAS PENDIDIKAN Aceh Tenggara 97 Sarjana Pendidikan.

KUTACANE (MIDIA ISTANA COM.) STITBA Babussalam Aceh Tenggara mewisuda sebanyak 97 sarjana terbaiknya. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (24/2) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di wilayah Aceh Tenggara. Dalam kata sambutannya, Ketua STITBA Babussalam Aceh Tenggara, Harli Selian, M.Ag, menegaskan pentingnya peran para alumni dalam mengabdi pada negara. Beliau mengingatkan bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tenggara.

Di tengah pesan inspiratifnya, beliau juga mencatat bahwa kesuksesan tidak diperoleh tanpa melewati rintangan yang besar. Oleh karena itu, ketangguhan mental, moralitas yang teguh, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan ucapnya.

PESONA AIR TERJUN BAWAN BATU, MUTIARA DARI SELATAN KAMPUNG MERASA KABUPATEN BERAU

0
Media Istana – Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, dikenal dengan keindahan wisata baharinya. Namun, selain wisata bahari, Berau juga memiliki potensi wisata alam yang tidak kalah menarik. Salah satunya adalah Air Terjun Bawan Batu yang terletak di Kampung Merasa, Kecamatan Kelay.

Air Terjun Bawan Batu berada di jalan masuk ke Kampung Merasa. Perjalanan menuju air terjun ini membutuhkan waktu sekitar 1,5-2 jam dari Tanjung Redeb, ibu kota Kabupaten Berau. Jalan menuju air terjun cukup mulus, namun ada beberapa titik yang masih belum beraspal.

Temukan lebih banyak
air
Air
Airnya
Wisata bahari
Paket liburan terbaik
Samarinda
Kota Samarinda

Air Terjun Bawan Batu memiliki ketinggian sekitar 10 meter. Airnya jernih dan sejuk. Di sekitar air terjun terdapat pepohonan yang rimbun dan tebing-tebing batu yang menjulang tinggi. Pemandangan di sekitar air terjun sangat indah dan asri.

Menurut Kepala Kampung Merasa, Yafet, air terjun ini dulunya sering dijadikan tempat pemandian anak-anak dari kampung. Namun, kini air terjun ini telah dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat.

Temukan lebih banyak
Air
Airnya
air
Paket liburan terbaik
Wisata bahari
Samarinda
Kota Samarinda

Meskipun bukan menjadi wilayah unggulan, wisata air terjun ini sering kali dikunjungi oleh masyarakat yang hendak menginap dan camping. Hal ini karena air terjun ini tidak terlalu deras dan cenderung teduh.

Namun, wisata ini masih belum begitu sempurna. Seperti masyarakat masih harus membawa makanan sendiri, lantaran tidak ada fasilitas untuk penyedia makanan. Untuk kamar mandi sudah disediakan oleh mereka. Tetapi untuk pemandu wisata belum tersedia.

“Kalau masyarakat ingin mencari suasana yang tenang, bisa sekali datang ke lokasi ini,” kata Yafet.

Yafet berharap, pemerintah dapat memberikan perhatian lebih terhadap pengelolaan wisata Air Terjun Bawan Batu. Sehingga, wisata ini dapat menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Berau.

Ada beberapa fasilitas yang perlu ditambahkan di Air Terjun Bawan Batu seperti fasilitas penyedia makanan dan minuman, fasilitas pemandu wisata, fasilitas parkir yang memadai dan fasilitas toilet yang lebih memadai.

Dengan adanya fasilitas-fasilitas tersebut, maka Air Terjun Bawan Batu akan menjadi destinasi wisata yang lebih menarik dan nyaman bagi wisatawan.

Seperti diketahui bahwa Kabupaten Berau memiliki sejumlah tempat – tempat wisata. Bagian utara terkenal dengan wisata laut yang ada di Pulau Sangalaki, Pulau Kakaban dan Pulau Maratua. Kemudian Sumber Air Panas Asin di Kampung Bapinang, Kecamatan Bapinang Lempake, Air Dua Rasa di Labuan Cermin dan Air Terjun 3 Dara di Teluk Sumbang Kecamatan Biduk – Biduk.

Diharapkan ada keseimbangan dalam mengelola pariwisata di Kabupaten Berau. Karena untuk wilayah selatan Kabupaten Berau dibutuhkan perhatian dari pemerintah dalam mengelola pariwisata agar merata dan bagi pengunjung wisata bisa memilih tempat yang mana akan dikunjunginya.

Aroel Mandang

 

Polsek Namlea Laksanakan Patroli KRYD Amankan 160 Liter Miras Sopi

0

Polsek Namlea Polres Buru telah melaksanakan kegiatan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) dalam rangka menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026 di wilayah hukum Polsek Namlea, Polres Buru.Sabtu, 24 Januari 2026

Kegiatan Patroli KRYD tersebut dipimpin langsung oleh Ps. Kapolsek Namlea Iptu Charles Langitan, S.H., M.H., dan melibatkan 28 (dua puluh delapan) personel Polsek Namlea.

Dalam pelaksanaan giat KRYD, Tim Patroli Polsek Namlea melakukan penyisiran di sejumlah lokasi, termasuk tempat penyulingan minuman keras tradisional jenis sopi di Desa Jamilu dan Desa Sangleko, Kecamatan Namlea, . Dari hasil razia tersebut, petugas berhasil mengamankan minuman keras tradisional jenis sopi sebanyak 160 (seratus enam puluh) liter, yang dikemas dalam 32 (tiga puluh dua) gen berukuran 5 liter.

Selain kegiatan razia, Ps. Kapolsek Namlea bersama personel juga melaksanakan himbauan kamtibmas kepada masyarakat, antara lain:

1. Mensosialisasikan Pasal 316 KUHP (UU Nomor 1 Tahun 2023) yang mengatur pidana bagi setiap orang yang mabuk di tempat umum sehingga mengganggu ketertiban umum atau membahayakan keselamatan orang lain, dengan ancaman pidana maksimal 6 (enam) bulan penjara dan/atau denda sebesar Rp10.000.000,-.

2. Mengajak masyarakat untuk bersama-sama dengan Kepolisian menciptakan keamanan dan ketertiban guna mencegah terjadinya gangguan kamtibmas.

3. Menghimbau para pemuda agar menghindari aksi balap liar demi keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lainnya.

4. Mengajak masyarakat untuk menghindari segala bentuk tindakan kriminal yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.

5. Menghimbau masyarakat agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan minuman keras maupun narkoba yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan dan kamtibmas.

6. Mengajak masyarakat untuk menghindari penyakit masyarakat seperti perjudian dan prostitusi yang berdampak sosial, hukum, serta kesehatan.

7. Menghimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap berita hoaks dan lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.

Catatan

1. Kegiatan Patroli KRYD ini merupakan bagian dari upaya Polsek Namlea dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif menjelang Bulan Suci Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026.

2. Dalam kegiatan razia miras, Tim KRYD Polsek Namlea melakukan penyisiran langsung di lokasi penyulingan miras tradisional jenis sopi.

3. Total miras tradisional jenis sopi yang diamankan dalam razia di Desa Jamilu dan Desa Sangleko berjumlah 160 liter.

4. Terhadap masyarakat pemilik sopi hanya diberikan teguran dan peringatan, mengingat UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Pasal 316 baru diberlakukan pada bulan Januari 2026 dan masih dalam tahap sosialisasi.

5. Kegiatan KRYD atau sweeping miras tradisional jenis sopi dan praktik sabung ayam dilaksanakan berdasarkan Surat Perintah Kapolres Buru sejak 12 Januari 2026 s.d. 25 Januari 2026. Hingga tanggal 24 Januari 2026, Polsek Namlea telah berhasil mengamankan total 260 liter miras tradisional jenis sopi dari wilayah Kota Namlea, Desa Jamilu, dan Desa Sangleko.

6. Selain razia miras, personel Polsek Namlea juga melakukan pembongkaran dan pembakaran lokasi yang sering dijadikan tempat sabungn ayam, sementara para pelaku melarikan diri.(Tim)

STITBA PASKA WISUDA SARJANA DI GEDUNG DINAS PENDIDIKAN Aceh Tenggara 67 Sarjana Pendidikan

0

STITBA PASKA WISUDA SARJANA DI GEDUNG DINAS PENDIDIKAN Aceh Tenggara 67 Sarjana Pendidikan

.

KUTACANE (MIDIA ISTANA COM.) STITBA Babussalam Aceh Tenggara mewisuda sebanyak 67 sarjana terbaiknya. Kegiatan itu dilaksanakan di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (24/2) mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pendidikan dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia di wilayah Aceh Tenggara. Dalam kata sambutannya, Ketua STITBA Babussalam Aceh Tenggara, Harli Selian, M.Ag, menegaskan pentingnya peran para alumni dalam mengabdi pada negara. Beliau mengingatkan bahwa mereka memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh Tenggara.

Di tengah pesan inspiratifnya, beliau juga mencatat bahwa kesuksesan tidak diperoleh tanpa melewati rintangan yang besar. Oleh karena itu, ketangguhan mental, moralitas yang teguh, dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia yang unggul menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan ucapnya.

LSM TIPIKOR DESAK KAJARI ACEH TENGGARA USUT DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA BIAK MULI INDUK.

0

LSM TIPIKOR DESAK KAJARI ACEH TENGGARA USUT DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA DESA BIAK MULI INDUK.

Kutacane Mediaistana com. Dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Desa Biak Muli Induk, Kecamatan Bambel, Kabupaten Aceh Tenggara, mencuat ke publik. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Tipikor mendesak Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Aceh Tenggara, Mohammad Pornomo Satriyadi, S.H., M.H., untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pengelolaan anggaran desa tahun 2025.

Ketua LSM Tipikor, Jupri Yadi R., kepada awak media Mediaistana com. pada Jumat (23/01/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima berbagai laporan dan informasi dari masyarakat yang dinilai valid terkait dugaan pengelolaan Dana Desa yang tidak transparan dan berpotensi melanggar aturan.

Menurut Jupri, oknum Kepala Desa Biak Muli Induk diduga sengaja menutup akses informasi publik, sehingga masyarakat tidak mengetahui secara jelas realisasi dan peruntukan anggaran Dana Desa. Ia menilai, penggunaan anggaran tersebut tidak sesuai dengan prioritas kebutuhan masyarakat dan diduga menyalahi ketentuan Peraturan Menteri Desa (Permendes).

“Kami melihat tidak adanya transparansi dalam pengelolaan Dana Desa. Penggunaan anggaran diduga menabrak aturan dan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat. Ini kuat dugaan untuk mencari keuntungan pribadi,” tegas Jupri Yadi R.Usman Gayo,

Berdasarkan hasil temuan lapangan dan laporan masyarakat, LSM Tipikor mencatat sejumlah item kegiatan yang diduga bermasalah dan berpotensi menjadi ajang penyalahgunaan anggaran, antara lain:

Pembangunan Bendungan Irigasi sebesar Rp59.600.000

Penyertaan Modal BUMK sebesar Rp120.000.000

Anggaran Posyandu sebesar Rp50.964.000

Pengadaan Lampu Jalan sebesar Rp14.400.000

Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebesar Rp27.000.000

Pembangunan Rabat Beton sepanjang 185 meter sebesar Rp101.044.000

Sewa Kantor Pengulu sebesar Rp12.500.000 yang diduga terjadi penganggaran ganda

LSM Tipikor menengarai adanya indikasi penggelembungan anggaran (mark-up) hingga kemungkinan proyek fiktif dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Oleh karena itu, pihaknya meminta aparat penegak hukum bertindak tegas dan profesional demi menegakkan supremasi hukum di Kabupaten Aceh Tenggara.

Kami menduga adanya mufakat jahat untuk kepentingan kelompok tertentu. Kami meminta Kajari Aceh Tenggara agar mengusut tuntas kasus ini. Jika terbukti melanggar hukum, proses tanpa pandang bulu. Dana desa harus tepat sasaran, bukan menjadi ladang korupsi,” pungkas Usman Gayo

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa Biak Muli Induk maupun Kejaksaan Negeri Aceh Tenggara belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.    (Rs)

0

NEGARA JANGAN KALAH OLEH IZIN KOTOR DAN KEJAHATAN BERBAU SUAP

Mediaistana.com ,, Bekasi Cikarang Jawa Barat saptu 24 Januari 2025.
Negara sedang diuji. Bukan oleh musuh asing, bukan oleh bencana alam semata, melainkan oleh limbah industri, izin kotor, dan pembiaran kekuasaan. Ketika rakyat menjerit karena air tercemar dan lingkungan rusak, negara justru terlihat ragu—bahkan kalah—di hadapan kepentingan industri dan oknum pejabat.

Ini bukan sekadar pencemaran lingkungan. Ini kejahatan struktural.
Limbah industri tidak mungkin mengalir bebas tanpa izin. Izin tidak mungkin terbit tanpa tanda tangan. Dan tanda tangan yang melanggar hukum tidak mungkin terjadi tanpa permainan kepentingan dan dugaan suap.

Sekretaris Jenderal Maung Garuda Nusantara (MGN), Roby Nabia, SE, menyebut situasi ini sebagai bentuk kegagalan negara melindungi rakyatnya sendiri.
“Jangan racuni kami dengan limbah industri! Jika izin dibeli dengan uang dan negara diam, maka yang terjadi adalah pembunuhan perlahan terhadap rakyat,” tegasnya.

Pernyataan itu bukan retorika. Itu jeritan publik.
Ketika air sumur berubah warna, ketika bau kimia menusuk pernapasan warga, ketika penyakit mulai mengintai, lalu negara tetap bungkam—maka diamnya negara adalah kejahatan kedua.

Lebih keras lagi, Ketua Umum MGN Fadil Yakub menyampaikan kritik frontal terhadap kepala pemerintahan daerah dan DPRD yang dinilai gagal menjalankan mandat konstitusional.

“Jika rakyat diracuni dan DPRD hanya rapat tanpa hasil, maka itu bukan wakil rakyat—itu penonton kejahatan,” tegas Fadil Yakub.
Tajuk ini menegaskan:
Apa gunanya DPRD jika fungsi pengawasan mati?
Apa arti kepala pemerintahan jika izin berbau suap terus hidup.

Negara tidak boleh kalah oleh oknum. Namun hari ini, yang terlihat justru sebaliknya. Izin industri berdiri kokoh, sementara hak hidup rakyat runtuh.
Padahal hukum sudah sangat jelas.
Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 menjamin hak warga atas lingkungan hidup yang baik dan sehat.
Undang-Undang Tipikor dengan tegas menyatakan: suap dalam perizinan adalah kejahatan berat.

Jika izin diterbitkan tanpa kajian lingkungan yang sah, jika pengawasan dilemahkan, jika pelanggaran dibiarkan—maka negara sedang melindungi kejahatan, bukan rakyat.MGN
Audit lingkungan total dan independen
Uji laboratorium terbuka ke publik
Bongkar aktor pemberi dan penerima izin kotor
Proses hukum tanpa pandang jabatan

“Jika negara terus ragu, kami akan paksa hukum bicara. KPK dan Kejaksaan Agung harus turun. Ini bukan ancaman—ini kewajiban konstitusional,” tegas Fadil Yakub.
Tajuk ini berdiri di satu garis tegas.
Rakyat bukan kelinci percobaan.
Lingkungan bukan tempat pembuangan dosa industri.
Dan negara tidak boleh kalah oleh uang.

Jika hari ini negara memilih diam, maka sejarah akan mencatat:
Bukan rakyat yang melawan negara—
tetapi negara yang gagal membela rakyatnya sendiri.
Jangan racuni kami!
Bongkar izin berbau suap!
Selamatkan rakyat sebelum semuanya terlambat.

Mediaistana.com

Air Limbah industri di pemukiman penduduk
oplus_32

RAPAT SENAT TERBUKA WISUDA SARJANA ANGKATAN IV SEKOLAH TINGGI (STITBA) ACEH TENGGARA. 

0

 

RAPAT SENAT TERBUKA WISUDA SARJANA ANGKATAN IV SEKOLAH TINGGI (STITBA) ACEH TENGGARA.

 

Rapat Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan Ke lV Sekolah Tinggi (STlTBA) Kutacane Tahun Akademik 2025/2026 berlangsung di Gedung DINAS PENDIDIKAN Aceh tenggara HARLIS SELIAN M.Ag sebagai ketua yayasan STITBA. Aceh Tenggara.

Menyampaikan
Acara Wisuda Sarjana Angkatan Ke lV Sekolah STTBA Tinggi Aceh Tenggara Kutacane berlangsung dan dibuka langsung oleh kepala STITBA Kutacane dan dihadiri Ketua Yayasan HARlIS SELIAN M.Ag Kutacane jajaran dosen STITBA Kutacane, Setdakab Agara dan mewakili, sebagai orasi ilmiah mewakili asisten DOSEN satu para Mahasiswa wisuda, orang tua wali wisuda dan tamu undangan lainnya.

Adapun yang di wisudakan Tahun Angkatan lV Sekolah Tinggi STITBA Kutacane yaitu dari 97 mahasiswa di Program Studi, Pendidikan MPI/ PGMI mahasiswa.

Seusai acara ditemui awak media salah satu wisudawan Mediaistana com.Mahasiswa Program Studi MPI dan PGMI angkatan lV Tahun Akademik 2025/2026 terlihat senang dan bersyukur telah wisuda pada hari ini sabtu 24 januari 2026 mengatakan, “Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan kuliah S1 dan dapat wisuda hari ini terutama terimakasih kepada kedua orangtua saya karna berkat doa beliau saya hingga dapat saat ini dan para Dosen STITBA Kutacane” ungkapnya

(AR/SE)