Beranda blog Halaman 693

STITBA Babussalam Aceh Tenggara Gelar Wisuda Angkatan IV, Kukuhkan 97 Lulusan Sarjana

0

STITBA Babussalam Aceh Tenggara Gelar Wisuda Angkatan IV, Kukuhkan 97 Lulusan Sarjana

.

Aceh Tenggara KALIBER ACEH.Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Babussalam (STITBA) Aceh Tenggara kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi keagamaan yang berkomitmen mencetak sumber daya manusia unggul dan berkarakter. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Wisuda Sarjana Angkatan IV yang mengukuhkan 97 orang lulusan, bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Tenggara,

Sabtu (24/2), mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.
Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh makna, dihadiri pimpinan yayasan, sivitas akademika STITBA, perwakilan Kopertais Wilayah V Aceh, tokoh pendidikan, serta para orang tua dan keluarga wisudawan. Momentum ini tidak hanya menjadi puncak pencapaian akademik mahasiswa, tetapi juga refleksi keberhasilan institusi dalam menjalankan amanah pendidikan dan pengabdian kepada masyarakat.
Dalam sambutan resminya, Ketua STITBA Babussalam Aceh Tenggara,

Harli Selian, M.Ag, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari tanggung jawab pengabdian yang lebih luas. Para lulusan, menurutnya, dituntut hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, khususnya di sektor pendidikan dan pembinaan generasi muda.

Ia menekankan bahwa tantangan ke depan tidak semakin ringan, melainkan semakin kompleks, sehingga lulusan harus memiliki ketangguhan mental, integritas moral, serta komitmen keilmuan yang berkelanjutan.

“Kesuksesan tidak pernah lahir dari jalan yang mudah. Ia ditempa oleh proses panjang dan penuh rintangan. Karena itu, lulusan STITBA harus memiliki mental yang kuat, akhlak yang kokoh, dan kesiapan untuk terus belajar,” ujar Harli Selian.

Sementara itu, Ketua Yayasan Perguruan Babussalam Aceh Tenggara, H. Muhammad Rifa’i Matondang, S.Pd, dalam sambutannya menyoroti dinamika perubahan zaman yang begitu cepat, terutama di era Society 5.0. Ia menilai kemajuan teknologi telah mengubah cara manusia belajar, bekerja, dan berinteraksi.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi, nilai-nilai kemanusiaan tetap menjadi fondasi utama yang tidak boleh ditinggalkan.

Moralitas agama, menurutnya,
merupakan penyangga utama agar kemajuan teknologi tidak menggerus nilai-nilai kemanusiaan.
Dalam orasi ilmiah, Dr. Syadidul Kahar, M.Pd, menyampaikan bahwa tantangan terbesar di era industri dan masyarakat 5.0 bukan hanya soal adaptasi teknologi, tetapi juga kesiapan mental dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa perubahan zaman sering kali datang lebih cepat dari kesiapan manusia.

“Ketika kita merasa tertinggal oleh perubahan, iman dan amal harus menjadi jangkar utama. Di situlah letak kekuatan manusia agar tidak hanyut oleh arus zaman,” ungkapnya.

Apresiasi dan Catatan Kritis dari sekjen KALIBER Aceh
Di sisi lain, sekjen Lembaga Swadaya Masyarakat KALIBER Aceh, sadikin atau yang akrab disapa patra, turut memberikan pandangannya terkait pelaksanaan wisuda dan peran strategis perguruan tinggi keagamaan di Aceh Tenggara.

Sadikin patra menyampaikan apresiasi atas konsistensi STITBA Babussalam Aceh Tenggara dalam mencetak lulusan sarjana yang berorientasi pada penguatan moral dan pendidikan masyarakat. Menurutnya, kehadiran perguruan tinggi seperti STITBA menjadi sangat penting di tengah tantangan degradasi nilai dan krisis keteladanan di ruang publik.

“STITBA Babussalam tidak hanya mencetak sarjana, tetapi juga diharapkan mampu melahirkan generasi pendidik yang punya integritas, keberanian moral, dan kepekaan sosial.

Ini modal penting untuk membenahi dunia pendidikan dan kehidupan sosial di Aceh Tenggara,” sadikin patra Agara.
Namun demikian, ia juga mengingatkan bahwa tanggung jawab lulusan tidak berhenti pada gelar akademik semata. Menurutnya, para sarjana harus berani hadir di tengah masyarakat, membawa nilai kejujuran, keberpihakan pada kepentingan publik, serta semangat pengabdian yang tulus.

“Gelar sarjana bukan sekadar simbol prestasi, tetapi amanah. Jika ilmu tidak diabdikan untuk kepentingan masyarakat, maka ia kehilangan maknanya. Karena itu, lulusan harus berani bersikap dan tidak apatis terhadap persoalan sosial,” lanjutnya.

Sadikin patra juga mendorong perguruan tinggi keagamaan untuk terus menjaga independensi moral dan tidak larut dalam pragmatisme. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang pembentukan karakter kritis dan etis, bukan sekadar pabrik ijazah.

Wisuda Sarjana Angkatan IV ini menjadi pengingat bahwa pendidikan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk karakter bangsa. STITBA Babussalam Aceh Tenggara menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas akademik, relevansi kurikulum, serta pembinaan moral mahasiswa agar lulusannya mampu menjadi agen perubahan yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Sementara itu, Koordinator Kopertais Wilayah V Aceh yang diwakili oleh Sekretaris Kopertais, Dr. Bustami, M.Hum,

Kembali menegaskan komitmen Kopertais V Aceh dalam melakukan pembinaan dan peningkatan mutu Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS).

Ia menjelaskan bahwa peningkatan mutu PTKIS harus mencakup tiga aspek utama, yakni kualitas input, proses, dan output pendidikan. Dalam kesempatan tersebut, ia juga memaparkan empat tugas utama Kopertais, meliputi:
Pengawasan PTKIS
Peningkatan mutu kelembagaan dan akademik.

Pembinaan berkelanjutan
Pemberdayaan sumber daya manusia dan institusi
Dengan terselenggaranya wisuda ini, diharapkan para lulusan STITBA Babussalam Aceh Tenggara.

Mampu menjadi pendidik, intelektual, dan pelayan masyarakat yang berpegang teguh pada nilai keislaman, keilmuan, serta tanggung jawab sosial.
(AR/SE)

Jelang Satu Tahun Pemerintahan Gubernur HL di Mata Kader Gerindra

0

Editorial Redaksi

Menjelang satu tahun kepemimpinan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, refleksi tentang arah dan makna pemerintahan ini mulai mengemuka. Bagi Rustam Fadly Tukuboya, SH, kader Partai Gerindra sekaligus anggota DPRD Buru, masa hampir setahun ini bukan sekadar hitungan waktu, melainkan fase penting untuk menimbang harapan, kerja nyata, dan keberanian menjaga nurani kekuasaan di tanah kepulauan bernama Maluku.

Di tengah gemerlap janji politik dan kerasnya realitas sosial, kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa hadir laksana mata air yang mengalir tenang. Tidak gaduh, tidak pula berisik oleh pencitraan. Ia memilih bekerja dalam kesunyian, membiarkan proses bertumbuh dan hasil berbicara pada waktunya. Dalam politik yang kerap riuh oleh ambisi sesaat, pilihan ini justru menjadi pernyataan sikap.

Pertanyaan mendasar pun patut diajukan: apakah Maluku sungguh tengah melangkah keluar dari keterpurukan panjang, ataukah harapan ini masih sebatas bayang-bayang di tengah kompleksitas persoalan struktural? Bagi Rustam Fadly Tukuboya, pertanyaan tersebut tidak untuk melemahkan, melainkan untuk menguatkan arah.

Menilai satu tahun pemerintahan Hendrik Lewerissa, menurutnya, adalah tanggung jawab bersama. Ia bukan hanya urusan pemerintah atau parlemen, tetapi juga milik suara-suara kecil dari pulau terluar hingga desa yang lama terpinggirkan. Evaluasi yang jujur dan berkelanjutan menjadi kunci agar visi besar SAPTA CITA LAWAMENA tetap berpijak pada keadilan dan keberpihakan kepada rakyat.

Hendrik Lewerissa bukan tipe pemimpin yang sibuk merawat citra. Ia lebih memilih kerja nyata, menata fondasi yang lama rapuh. Seorang pengamat bahkan menyebutnya sebagai sound of solitude—bunyi yang hening, namun menyimpan gema makna. Dalam kesunyian itu, ia berdialog dengan hati nurani, menjaga jarak dari godaan kepentingan sesaat.

Namun kesunyian kerja tersebut bukanlah penolakan terhadap kritik. Gubernur HL bukan pemimpin yang anti kritik. Ia justru memandang kritik sebagai cahaya penuntun, selama disampaikan dengan niat baik, berlandaskan kebenaran, dan menjaga etika.

Pandangan ini ditegaskan Rustam Fadly Tukuboya, SH. Menurutnya, Hendrik Lewerissa adalah sosok pemimpin yang matang secara demokratis dan terbuka terhadap perbedaan pandangan.

“Gubernur HL tidak pernah menutup telinga terhadap kritik. Selama kritik itu disampaikan sesuai kebenaran dan dengan cara yang benar, beliau menerimanya dengan lapang dada. Sebagai kader Gerindra, kami selalu memberikan dorongan serta seluruh doa terbaik agar beliau diberi kekuatan dan kebijaksanaan dalam memimpin Maluku,” ujar Rustam.

Tahun pertama pemerintahan ini lebih menyerupai fase konsolidasi. Hendrik Lewerissa mewarisi tumpukan persoalan sosial, ekonomi, dan birokrasi yang mengendap lama. Birokrasi yang seharusnya melayani, sempat kehilangan arah. Namun perlahan, upaya pembenahan mulai dirintis—dengan kesabaran, bukan kegaduhan.

Gubernur hadir langsung ke berbagai kabupaten dan kota, menjejak wilayah konflik, dan mendengar sendiri denyut kehidupan masyarakat. Dari kehadiran itulah empati dibangun, bukan sebagai simbol, tetapi sebagai fondasi kebijakan.

Komitmen keadilan juga tercermin dalam penataan anggaran daerah. APBD Provinsi Maluku diarahkan agar adil dan proporsional, menjangkau seluruh wilayah tanpa kecuali—sebuah ikhtiar moral untuk merajut kembali rasa keadilan.

Di tingkat nasional, kerja-kerja sunyi itu mulai menemukan gaungnya. Afirmasi kebijakan Pemerintah Pusat terhadap Maluku kian menguat, seiring intensitas komunikasi Gubernur dengan kementerian dan lembaga terkait.

Puncaknya terlihat dalam peran Hendrik Lewerissa sebagai Ketua Asosiasi Pemerintah Provinsi Kepulauan se-Indonesia. Melalui ketekunan dan argumentasi yang jernih, lahirlah Surat Presiden untuk pembahasan RUU Provinsi Kepulauan—sebuah harapan baru agar laut Maluku tidak lagi dipandang sebagai jarak, melainkan sebagai kekuatan.

Tentu, perjalanan ini belum sempurna. Catatan kritis tetap perlu disuarakan: pentingnya kebijakan berbasis kajian akademik, kehati-hatian dalam proyek strategis, serta reformasi birokrasi yang berkelanjutan. Dan pada titik inilah, keterbukaan terhadap kritik menjadi penanda kedewasaan kepemimpinan.

Menjelang satu tahun pemerintahan, Maluku masih berada dalam proses panjang. Jalan ke depan belum sepenuhnya terang, tetapi arah mulai terlihat. Seperti ditegaskan Rustam Fadly Tukuboya, SH, dorongan dan doa akan selalu menyertai, karena membangun Maluku bukan tugas satu orang, melainkan ikhtiar bersama seluruh anak negeri.

Karena Maluku bukan sekadar wilayah administratif.
Ia adalah rumah.
Dan rumah, selalu layak diperjuangkan—dengan kerja sunyi, kritik yang beradab, dan harapan yang setia menunggu fajar.

“PROFESI JURNALIS DILECEHKAN” : tatkala liputan wartawan diusir dengan ancaman pembunuhan

0

BANYUMAS-Mediaistana.com– Marwah kemerdekaan pers kembali diuji.
Meski konstitusi melalui UU Nomor 40 Tahun 1999 telah memberikan jaminan perlindungan hukum bagi jurnalis dalam menjalankan tugasnya, namun fakta di lapangan menunjukkan realita yang kontras.

Aksi intimidasi dan pengusiran terhadap wartawan masih saja menghiasi potret buram kebebasan berpendapat di tanah air.

Insiden memprihatinkan ini menimpa seorang awak media saat tengah melakukan peliputan mediasi sengketa piutang di Kantor Desa Cindaga, Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas (Kamis, 22/01/2026)

Ironisnya, tindakan represif tersebut dilakukan oleh oknum warga berinisial J dan Mr.X yang semula tidak diundang dalam proses mediasi tersebut.

​Kehadiran jurnalis yang sejatinya bertujuan untuk memastikan keterbukaan informasi, justru disambut dengan nada emosional yang jauh dari logika sehat.

Tanpa alasan yang jelas, J dan Mr.X  menuding sang jurnalis berpihak pada salah satu diantara mereka yang merupakan rival saudaranya, yang sedang melakukan mediasi.
Tak berhenti pada pengusiran, suasana kian mencekam saat ancaman pembunuhan terlontar di hadapan khalayak.

“Kamu saya dor!” teriak salah satu pelaku berulang kali sembari mengarahkan isyarat jari ke wajah sang wartawan.

Padahal, secara prosedural, jurnalis tersebut telah menjelaskan posisinya sebagai pengamat independen yang dilindungi undang-undang.

Namun, peringatan mengenai sanksi pidana kurungan dan denda Rp500 juta seolah dianggap angin lalu oleh kedua oknum yang bertindak seolah kebal hukum tersebut. Sang jurnalis bahkan dikawal keluar dari area kantor desa dengan cara yang sangat tidak terhormat.

Merespons pelecehan profesi ini, korban segera berkoordinasi dengan Kapolsek Kebasen, AKP Agus Rohim.
Dalam keterangannya, AKP Agus menegaskan bahwa tindakan menghalang-halangi tugas pers adalah pelanggaran yang tidak dapat dibenarkan.

​”Secara normatif, tindakan tersebut jelas salah. Ini bukan sekadar serangan personal, melainkan pelecehan terhadap institusi pers secara kelembagaan,” tegas AKP Agus Rohim.

Meski demikian, pihak kepolisian sempat berupaya mengambil langkah persuasif guna meredam ketegangan.
Melalui mediasi yang difasilitasi oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa di ruang kerja Kapolsek Kebasen, pelaku berinisial J akhirnya mengakui kesalahannya, bahkan memohon maaf, dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, yang akhirnya saling memaafkan sebagai indikator penyelesaian.

Ironisnya, kendati J telah menunjukkan penyesalan, namun Mr.X hingga kini belum menunjukkan iktikad baik.
Ketiadaan permintaan maaf dari Mr.X mendorong pihak jurnalis dan pimpinan media untuk mengambil langkah yang lebih tegas.

Rencananya, perkara ini akan segera dilaporkan secara resmi ke Unit Reskrim Polresta Banyumas.
Langkah hukum ini diambil bukan atas dasar dendam pribadi, melainkan sebagai preseden penting demi menjamin kebebasan pers di masa depan.

“Langkah ini harus ditempuh agar ada efek jera. Jangan sampai aksi premanisme terhadap jurnalis menjadi hal yang lumrah. Ini adalah upaya kami dalam menjaga marwah profesi,” pungkas sang jurnalis (suliyo).

Bupati Parosil Hadiri Pengajian Akbar SILATDA ke II Harlah NU ke-100 di Sekincau

0

Bupati Parosil Hadiri Pengajian Akbar SILATDA ke II Harlah NU ke-100 di Sekincau

Jakarta -MEDIA ISTANA,Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus menghadiri Pengajian Akbar SILATDA (Silaturahmi Daerah) ke II dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) Nahdlatul Ulama (NU) ke-100, yang digelar di Masjid Fathurrahman Srigaluh, Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau, Sabtu malam (24/01/2026).

Pengajian akbar yang digelar oleh Pengurus NU bersama lembaga dan badan otonom tersebut berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Ratusan jamaah dari berbagai wilayah tampak antusias memadati masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang sarat nilai keagamaan dan kebangsaan.

Kegiatan ini turut dihadiri Mustasyar PBNU Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., Anggota DPR RI Drs. H. Mukhlis Basri, Ketua DPRD Lampung Barat, Kapolres Lampung Barat, Staf Ahli Bupati, Kepala BRIDA, para kepala perangkat daerah, Ketua PCNU Lampung Barat, camat dan peratin, tokoh agama, serta tamu undangan lainnya.

Pengajian Akbar SILATDA ke II ini menjadi momentum penting bagi warga Nahdliyin untuk mempererat tali silaturahmi sekaligus meneguhkan komitmen menjaga ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah. Kehadiran KH. Said Aqil Siradj, semakin menambah kekhidmatan acara.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap peran Nahdlatul Ulama yang selama ini konsisten menjaga persatuan umat dan keutuhan bangsa.

“NU adalah pilar penting dalam menjaga kerukunan, toleransi, dan persatuan bangsa. Pemerintah daerah sangat membutuhkan peran NU dalam mendampingi masyarakat, khususnya dalam menjaga nilai-nilai keagamaan yang moderat,” ujar Parosil.

Ia menegaskan, sejak kelahirannya NU telah membuktikan diri sebagai penjaga akidah Ahlussunnah wal Jama’ah, perekat umat, serta pilar utama keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. NU tidak hanya berdakwah di mimbar, tetapi juga hadir nyata di tengah masyarakat dengan membangun peradaban Islam yang ramah, moderat, dan berakar pada kearifan lokal.

Menurut Parosil, di Kabupaten Lampung Barat peran NU sangat dirasakan, terutama dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat pendidikan keagamaan dan pesantren, membangun akhlak generasi muda, serta menanamkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat yang majemuk.

“Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat senantiasa membuka ruang sinergi dan kolaborasi dengan NU dan seluruh elemen umat dalam mewujudkan Lampung Barat yang religius, aman, rukun, dan sejahtera,” lanjutnya.

Bupati juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena pada SILATDA kali ini, jamaah mendapatkan tausiyah dan pencerahan langsung dari Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, M.A., seorang ulama, intelektual Muslim, dan tokoh nasional yang telah banyak berkontribusi bagi NU, umat, dan bangsa Indonesia.

Ia berharap, tausiyah yang disampaikan dapat memperkuat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah, sekaligus meneguhkan komitmen kebangsaan warga NU dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.

Sementara itu, dalam tausiyahnya, KH. Said Aqil Siradj mengajak seluruh jamaah untuk meneladani perjuangan para ulama NU, menjaga persatuan, serta terus menanamkan sikap moderat dan toleran dalam kehidupan bermasyarakat.

Pengajian akbar ini juga diisi dengan pemotongan tumpeng dan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan negara, serta harapan agar Nahdlatul Ulama terus berkontribusi dalam menjaga keutuhan NKRI.

Dengan terselenggaranya Pengajian Akbar SILATDA ke II ini, diharapkan semangat kebersamaan dan nilai-nilai ke-NU-an semakin mengakar di tengah masyarakat, sejalan dengan peran NU sebagai organisasi keagamaan yang konsisten mengusung Islam rahmatan lil ‘alamin.

HAMDAN giham

Polres Metro Jakarta Barat Gelar Bakti Kesehatan di Masjid Al Khoiri Kedaung Kaliangke

0

mediaistana.com

Jakarta Barat – Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat yang terdampak bencana banjir, Polres Metro Jakarta Barat melaksanakan kegiatan Bakti Kesehatan berupa pengecekan kesehatan, pengobatan umum, pembagian vitamin, serta trauma healing kepada warga terdampak banjir.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026, mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai, bertempat di Masjid Al Khoiri, Jalan Daan Mogot RT 004/005, Kelurahan Kedaung Kaliangke, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat.

Bakti kesehatan ini melibatkan tenaga medis dan personel Polri dari Sidokkes Polres Metro Jakarta Barat, di antaranya dr. Nancye Lorein, Bripka Palupi, Brigadir Dwi Ardiyanto, Bripda Adel, serta Rifai, yang dengan penuh empati melayani masyarakat satu per satu.

Kasi Dokkes Polres Metro Jakarta Barat dr. Nancye Lorein mengatakan Sebanyak 30 warga mengikuti pemeriksaan kesehatan, terdiri dari 12 laki-laki dan 18 perempuan.

” Dari hasil pemeriksaan, ditemukan beberapa keluhan kesehatan yang umum dialami pasca banjir, seperti ISPA, hipertensi, penyakit kulit, hingga gangguan pencernaan. Seluruh warga mendapatkan penanganan medis awal serta vitamin guna menjaga daya tahan tubuh,” ujarnya

 

Selain pelayanan medis, kegiatan ini juga diisi dengan trauma healing untuk membantu memulihkan kondisi psikologis warga, terutama pasca musibah banjir yang berdampak pada aktivitas dan kehidupan sehari-hari mereka.

Melalui kegiatan bakti kesehatan ini, diharapkan kehadiran Polri dan tenaga medis dapat memberikan rasa aman, kepedulian, serta semangat baru bagi masyarakat untuk kembali menjalani aktivitas secara normal. ( Humas ) ( Fiqi )

WARGA NEGARA ASING PRANCIS BONGKAR BANDAR N4RKOB4 DI PUSARAN KEPOLISIAN

0

Mediaistana.com – Jakarta – Dalam video tersebut, M. Ali yang diduga memiliki nama asli Ludovic Roche berdasarkan nama akun media sosialnya menyebutkan bahwa dirinya meminta agar uangnya sebesar Rp12.8 miliar untuk segera dikembalikan.

“Hari ini aku bongkar semua. Nama nama polisi dan bandar yang bisnis narkoba,” jelas Ali.

Ali menyampaikan beberapa nama yang diduga sebagai bandar narkoba di wilayah Lombok.

Adapun nama-nama yang disebut dalam video itu, mulai dari M yang katakana sebagai bandar terbesar , T yang ditudingnya bandar narkoba dengan wilayah operasi di Gili Trawangan dan pemilik usaha di kawasan Senggigi.

Tonton videonya : https://www.facebook.com/share/v/17zkmmvJi9/

Tak sampai di situ, Ali juga menuding jika beberapa oknum kepolisian Buser ikut bermain dalam peredaran narkoba ini.

Tuduhan Ali ini tak main-main, di mana menurut dia salah satu anggota kepolisian yang menjabat di Polres Lombok Utara juga terlibat dalam jaringan narkoba di Lombok.

Ali juga menyampaikan jenis narkoba yang diedarkan oleh para pengedar, mulai dari sabu, ekstasi hingga ganja, di mana para pengedar ini diduga menjual barang-barang mereka di Pulau Gili dan Gili Air.

Bahkan Ali juga menyampaikan jika para pengedar menjual narkoba ke perempuan yang tengah hamil.

Tudingan Ali juga semakin tak main-main karena menuding Kapolda hingga Kapolres dan Kapolsek ikut bermain dalam pusaran peredaran narkoba tersebut.

Pada akhir postingannya,” ia mengatakan tidak usah ada orang-orang yang ingin ke rumahnya untuk meminta agar video yang diunggah dia untuk dihapus kembalikan dulu uang saya”. Tutupnya dalam video tersebut.

Dalam Hal itu masyarakat Indonesia meminta kepada pihak-pihak yang berwajib agar segera bertindak tegas, supaya tidak membuat gaduh di dunia Maya.

Kalau pun itu benar adanya segera dilakukan penyelidikan dan pengembangan terkait video yang beredar. ***

Pilar Serukan Tim Penggerak PKK Tangsel Dorong Kampanye Pilah Sampah dari Rumah

0

mediaistana.com

Ciputat – Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Pilar Saga Ichsan mengajak masyarakat untuk memulai perubahan dari hal paling sederhana, yakni memilah sampah langsung dari rumah. Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan sosialisasi ke Tim Penggerak (TP) Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Tangsel dengan tema “Bersama-sama Nyok Pilah Sampah dari Rumah” yang digelar di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Kamis (22/1/2026).

Pilar menegaskan, pengelolaan sampah tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. “Manusia setiap hari pasti menghasilkan sampah. Sampah itu tanggung jawab kita bersama. Sampah saya adalah masalah saya, sampah kita adalah masalah kita bersama,” tegasnya. Selain jajaran pimpinan daerah dan Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangsel, ada pula Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) dari tingkat kota, kecamatan hingga kelurahan pun turut hadir.

Pilar menegaskan, peran TP PKK sangat strategis sebagai ujung tombak perubahan perilaku masyarakat, khususnya di tingkat rumah tangga. Menurutnya, ibu-ibu memiliki kekuatan besar untuk menggerakkan kesadaran kolektif dalam pengelolaan sampah.“ TP PKK ini adalah ujung tombak dari gerakan-gerakan kesadaran masyarakat di rumah. TP PKK selama ini dipercaya betul oleh masyarakat untuk menggerakkan kegiatan-kegiatan sosial dan ibu-ibu juga paling sering dipercaya dan didengar,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, saat ini Kota Tangerang Selatan tengah menghadapi kondisi darurat sampah akibat penataan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipeucang. Oleh karena itu, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi beban sampah yang dibuang ke TPA. Pilar menjelaskan, Pemkot Tangsel tengah menyiapkan solusi jangka menengah dan panjang, mulai dari pembangunan fasilitas Material Recovery Facility (MRF) hingga program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Namun, proses pembangunan teknologi tersebut membutuhkan waktu.“Sambil menunggu infrastruktur besar terbangun, satu-satunya penyelamat kita hari ini adalah gerakan masyarakat. Dan itu dimulai dari rumah,” katanya.Dalam kesempatan tersebut, Pilar juga berbagi pengalaman pribadinya dalam menerapkan pemilahan sampah di rumah, mulai dari memisahkan sampah organik, anorganik, hingga residu, serta memanfaatkan lubang biopori untuk mengolah sampah organik menjadi kompos.

 

Ia menekankan, konsep bank sampah tidak selalu harus berbentuk bangunan fisik. Lebih dari itu, bank sampah adalah sebuah sistem dan gerakan kolektif masyarakat dalam mengelola sampah agar memiliki nilai ekonomi melalui konsep ekonomi sirkular.“Bank sampah itu bukan soal bangunannya, tapi gerakannya. Sampah yang dipilah, dikumpulkan, dan diolah bisa bernilai ekonomi dan mengurangi sampah ke TPA,” jelasnya.

Pilar berharap, melalui dukungan penuh TP PKK, gerakan pilah sampah dari rumah dapat dilakukan secara masif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Tangerang Selatan.“Gerakan kecil kalau dilakukan bersama-sama akan menjadi gerakan besar. Saya yakin dengan dukungan ibu-ibu TP PKK, permasalahan sampah di Kota Tangerang Selatan bisa kita atasi bersama,” tuturnya.

( Fiqi )

Benyamin Geram dan Tegaskan Hukuman Berat bagi Pelaku Pelecehan di SD Negeri Tangsel

0

mediaistana.com

Tangsel – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyampaikan kegeramannya atas kejadian pelecehan seksual yang terjadi di salah satu Sekolah Dasar (SD) Negeri di Tangsel. “Saya hadir ke sini untuk menguatkan dan memberikan pengarahan kepada sekolah dan jajaran guru. Saya sudah koordinasi juga dengan Kapolres, semuanya lagi ditempuh proses hukum. Tapi kalo ada hukuman yang terberat, saya minta itu yang dilakukan,” kata Benyamin usai mengunjungi SDN Rawabuntu 01 pada Kamis (22/01/2026).

Terkait korban, kata Benyamin, Pemkot Tangsel terus melakukan pendampingan psikologis secara mendalam. Termasuk ke depan melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) bekerja sama dengan himpunan psikologi dari perguruan tinggi yang ada di Tangerang Selatan.” Langkah-langkah juga sudah dilakukan, Dinas Pendidikan sudah mengumpulkan pihak sekolah dan orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap putra-putrinya,” kata Benyamin.

Selain itu, dari sisi pengawasan Benyamin juga menegaskan setiap sekolah bakal diperkuat dengan dipasang CCTV, dari jenjang PAUD, SD hingga SMP. “Saya sudah mintakan ke Kominfo dan itu dilakukan sesegera mungkin. Jadi nanti satu sekolah berapa tergantung kebutuhan,” ungkapnya.Benyamin menekankan, pemerintah daerah tidak akan mentoleransi pelanggaran yang dilakukan oleh tenaga pendidik. Ia memastikan sanksi tegas diberikan sesuai kewenangan pemerintah daerah, sambil proses hukum tetap berjalan.”

Pelakunya dihukum itu pasti. Dan untuk gurunya, saya berikan sanksi yang berat termasuk penonaktifan,” tutupnya.

( Fiqi )

Polda Jabar Bantu Evakuasi Korban Tanah Longsor dan Banjir Bandang di Desa Pasirlangu Cisarua Bandung Barat

0

mediaistana.com

Bandung Jabar – Bencana alam tanah longsor disertai banjir bandang terjadi di Kampung Pasir Kuning dan Kampung Pasir Kuda RT 05 RW 11 Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, wilayah hukum Polres Cimahi, pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.

Berdasarkan keterangan saksi mata, Wahyu, warga setempat, sebelum kejadian terdengar suara gemuruh yang cukup keras dari arah perbukitan. Setelah dilakukan pengecekan ke lokasi sumber suara, terlihat longsoran tanah besar yang bergerak dari titik awal di Kampung Pasir Kuning hingga menerjang wilayah Kampung Pasir Kuda.

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengungkapkan bahwa Akibat peristiwa tersebut, sekitar 30 unit rumah warga dilaporkan tertimbun material longsoran. Data sementara mencatat jumlah korban terdampak mencapai 114 orang, dengan rincian 21 orang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, 4 orang ditemukan meninggal dunia, serta sekitar 89 orang hingga saat ini masih dalam proses pencarian.

Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lokasi kejadian. Aparat kepolisian bersama TNI, BPBD, serta unsur pemerintahan dan relawan bergerak cepat melakukan penanganan darurat.

Upaya yang telah dilakukan antara lain koordinasi lintas instansi, pendirian tenda posko pengungsian dan posko darurat bersama BPBD serta pemerintah setempat, serta pelaksanaan evakuasi korban baik jiwa maupun penanganan dampak materiil akibat bencana.

Kombes Hendra menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas musibah tersebut serta menegaskan komitmen membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Kabid Humas Polda Jabar mengimbau masyarakat untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca dan potensi bencana susulan, serta mendukung kelancaran proses evakuasi dan pencarian korban yang saat ini masih berlangsung. ( Humas )

( Fiqi )

Gendhing Setu Legi, Wujud Komitmen Kabupaten Purworejo Lestarikan Budaya Daerah

0

PURWOREJO || Mediaistana.com – Gendhing Setu Legi yang diselenggarakan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Dinkominfostasandi) Kabupaten Purworejo kembali hadir menghibur masyarakat. Penampilan seni dan budaya daerah ini digelar lebih istimewa, karena ikut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Kabupaten Purworejo pada Jumat (23/1/2026) ini, menjadi wujud komitmen bersama dalam melestarikan budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar, yang berpotensi menggerus budaya lokal.

Bupati Purworejo Yuli Hastuti SH yang hadir dalam kegiatan ini menyampaikan, bahwa saat ini, pelan tapi pasti, maraknya budaya luar terus menggerus eksistensi budaya lokal maupun daerah. Oleh karenanya diperlukan upaya serius dan komitmen yang kuat dari kita semua agar budaya kita tetap eksis di masyarakat.

“Di tengah tantangan tersebut, Gendhing Setu Legi ini menjadi sebuah langkah nyata dan upaya kita bersama untuk melestarikan budaya agar terus eksis, sekaligus menjadi ruang kreasi seni budaya bagi seniman di Kabupaten Purworejo yang kita cintai ini,” ujar Bupati.

Melalui momen ini, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut, khususnya para seniman yang terus konsisten menjaga eksistensi seni budaya daerah.

“Semoga semangat berkesenian saudara sekalian dapat semakin kuat dan dapat dinikmati oleh seluruh kalangan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Jadi ke-195 Kabupaten Purworejo, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan peringatan hari jadi, sebagai momentum refleksi atas capaian daerah yang selama ini telah diupayakan bersama.

“Melalui semangat guyub rukun, momen Hari Jadi juga harus bisa menjadi penyemangat bagi kita semua untuk semakin mempererat persatuan dan kebersamaan masyarakat Purworejo dalam upaya mewujudkan kemakmuran dan kemajuan bagi Kabupaten Purworejo yang kita cintai ini,” pungkasnya.(Joko)

Sumber: Prokopim