Beranda blog Halaman 705

Narasi “Puncak Kemarahan Rakyat” Senter Maluku: Klaim Sepihak yang Menggelembung, Keras di Kata Kosong di Isi

0

Editorial Redaksi

Judul dan isi pernyataan Senter Maluku yang mendesak Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath mundur lebih menyerupai opini kelompok kecil yang dibungkus seolah suara kolektif rakyat Maluku. Ini bukan fakta sosial, melainkan konstruksi politik yang dibesar-besarkan.

Senter Maluku tidak pernah mendapat mandat elektoral, tidak pula memiliki basis representasi yang jelas. Mereka bukan lembaga survei, bukan forum adat, bukan organisasi masyarakat arus utama. Namun dengan enteng mengklaim diri sebagai corong “kemarahan rakyat”, seakan seluruh Maluku satu suara. Ini logika yang cacat sejak awal.

Mengutip keluhan di media sosial lalu menyimpulkan “rakyat marah” adalah sesat pikir klasik. Media sosial bukan cermin utuh realitas masyarakat Maluku yang majemuk, apalagi dijadikan dasar menuntut pengunduran diri kepala daerah yang dipilih secara sah melalui pemilu.

Lebih ironis lagi, kritik yang dilontarkan Senter Maluku miskin data dan nihil pembanding. Istilah seperti “pembangunan mandek”, “ekonomi tertekan”, dan “pemerintah absen” diulang tanpa satu pun indikator terukur. Tidak ada perbandingan APBD, tidak ada tren pertumbuhan ekonomi, tidak ada evaluasi program lintas sektor. Yang ada hanya retorika emosional—keras di kata, kosong di isi.

Analogi mereka ibarat ikan gabus yang mulutnya tinggal mangap: ribut di permukaan, tapi tak punya daya dorong. Menyuruh gubernur dan wakil gubernur “mundur sekarang juga” seolah jabatan publik bisa digeser seperti mendorong mobil mogok ke belakang—asal teriak, lalu semua selesai. Padahal negara tidak bekerja dengan logika teriakan, melainkan mekanisme hukum dan konstitusi.

Soal konflik sosial dan isu ekonomi, ini persoalan struktural yang tidak lahir kemarin sore. Banyak di antaranya merupakan warisan panjang, lintas rezim, lintas kebijakan nasional dan daerah. Menyederhanakan semua problem Maluku dan menimpakannya ke satu periode kepemimpinan adalah bentuk reduksionisme politik yang tidak jujur.

Jika Senter Maluku serius memperjuangkan rakyat, mestinya mereka:

Mengajukan kritik berbasis data,

Menawarkan solusi kebijakan,

Mengawal program pemerintah secara objektif, bukan memproduksi desakan mundur yang lebih dekat ke agitasi daripada advokasi.

Demokrasi tidak dibangun dari desakan emosional segelintir kelompok yang mengklaim diri paling marah. Demokrasi berdiri di atas mandat rakyat, mekanisme evaluasi, dan kritik yang bertanggung jawab.

Mundur atau tidaknya seorang kepala daerah bukan ditentukan oleh siapa yang paling lantang, melainkan oleh hukum, kinerja terukur, dan penilaian rakyat secara sah—bukan oleh kelompok yang mengira teriak keras sama dengan mewakili rakyat Maluku.

Aksi Taruna Akademi TNI Bersihkan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

0

Aksi Taruna Akademi TNI Bersihkan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Taruna Akademi TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) ke-46 melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan di SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed dan SD Negeri Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Taruna Akademi TNI kepada masyarakat dalam rangka membantu pemulihan wilayah pascabencana banjir.

Pembersihan difokuskan pada material lumpur yang menumpuk di halaman depan sekolah akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Endapan lumpur dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar serta berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Dengan penuh semangat, para Taruna bahu-membahu membersihkan area sekolah agar dapat kembali digunakan secara aman dan layak.

Selain area luar, kegiatan juga menyasar ruang-ruang kelas. Para Taruna membersihkan lantai kelas, menata sarana pendidikan, serta mengevakuasi almari dan perlengkapan sekolah yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan fungsi sekolah sehingga proses pendidikan dapat segera berjalan meski dalam keterbatasan.

Di sela kegiatan, para Taruna Akademi TNI juga berinteraksi dengan para siswa, memberikan motivasi, menyapa dengan penuh kehangatan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Kehadiran Taruna tidak hanya membantu pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI melalui Latsitarda Nusantara dalam mendukung pemulihan fasilitas pendidikan serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

HAMDAN Bima

0

Aksi Taruna Akademi TNI Bersihkan Sekolah Pascabanjir di Aceh Tamiang

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Taruna Akademi TNI yang tergabung dalam Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitarda Nusantara) ke-46 melaksanakan kegiatan karya bakti pembersihan di SD Negeri 1 Tualang Cut, Kecamatan Manyak Payed dan SD Negeri Rantau Pauh, Kecamatan Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang, Sabtu (17/1/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Taruna Akademi TNI kepada masyarakat dalam rangka membantu pemulihan wilayah pascabencana banjir.

Pembersihan difokuskan pada material lumpur yang menumpuk di halaman depan sekolah akibat banjir yang melanda wilayah tersebut. Endapan lumpur dinilai mengganggu aktivitas belajar mengajar serta berpotensi membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik. Dengan penuh semangat, para Taruna bahu-membahu membersihkan area sekolah agar dapat kembali digunakan secara aman dan layak.

Selain area luar, kegiatan juga menyasar ruang-ruang kelas. Para Taruna membersihkan lantai kelas, menata sarana pendidikan, serta mengevakuasi almari dan perlengkapan sekolah yang mengalami kerusakan akibat terendam banjir. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pemulihan fungsi sekolah sehingga proses pendidikan dapat segera berjalan meski dalam keterbatasan.

Di sela kegiatan, para Taruna Akademi TNI juga berinteraksi dengan para siswa, memberikan motivasi, menyapa dengan penuh kehangatan, serta menumbuhkan semangat kebersamaan. Kehadiran Taruna tidak hanya membantu pemulihan sarana pendidikan, tetapi juga memberikan dorongan moral bagi siswa dan tenaga pendidik. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI melalui Latsitarda Nusantara dalam mendukung pemulihan fasilitas pendidikan serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat
HAMDAN Bima

Diduga Epilepsi Kambuh, Seorang Remaja Tewas Tenggelam di Lokasi Banjir Lapang Bola Bojong Desa Bojongsari

0

Diduga Epilepsi Kambuh, Seorang Remaja Tewas Tenggelam di Lokasi Banjir Lapang Bola Bojong Desa Bojongsari

Mediaistana.com – BEKASI – Peristiwa tragis mewarnai musibah banjir akibat luapan Sungai Citarum dan anak sungai Cibeet di Kabupaten Bekasi. Seorang pemuda bernama Ajo (20 tahun) bin Ipin, warga Kampung Nanggewer RT 02/02, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di genangan banjir, Senin (19/01/2026).

Kronologi Kejadian
Insiden terjadi di Lapangan Bola Kampung Bojong, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin. Lokasi ini merupakan titik perbatasan antara Desa Labansari dan Desa Bojongsari. Bagi warga Kampung Nanggewer, lapangan bola tersebut merupakan akses jalan satu-satunya untuk keluar masuk kampung.

Saat banjir melanda dengan arus yang cukup deras, banyak warga berusaha mengungsi melintasi lapangan tersebut. Korban diduga sedang berada di area air ketika penyakit epilepsi (ayan) yang dideritanya tiba-tiba kambuh. Hal ini menyebabkan korban tidak mampu menyelamatkan diri dan tenggelam di tengah kepungan banjir.

Akses Terisolasi dan Arus Deras
Kondisi di lapangan bola Bojong saat kejadian memang cukup membahayakan. Selain menjadi jalur utama mobilisasi warga yang terjebak banjir, arus air di titik tersebut dilaporkan sangat kuat karena merupakan luapan langsung dari pertemuan sungai besar.

Himbauan Kepala Desa
Menanggapi musibah ini, Kepala Desa Labansari, H. Amak Gozali, menyampaikan duka cita mendalam sekaligus memberikan peringatan keras kepada warganya yang masih bertahan atau hendak melintasi genangan air.

> “Kami menghimbau kepada seluruh warga agar tidak bolak-balik melintasi area banjir sendirian tanpa pendampingan. Gunakan perahu karet yang tersedia, jangan menyeberang tanpa ada yang mengawasi, terutama bagi anak-anak atau warga yang memiliki riwayat kesehatan tertentu,” tegas H. Amak Gozali.

Pihak desa juga meminta warga untuk berkoordinasi dengan petugas evakuasi di lapangan jika ingin keluar masuk wilayah Kampung Nanggewer guna menghindari jatuhnya korban tambahan. Mediaistana.com (David Tasti)

Proyek Pengecoran Halaman Desa Sukatani tanpa dipasang Papan Informasi.

0

Proyek pengecoran halaman desa yang dilakukan tanpa papan nama(papan informasi)sering kali memicu kecurigaan warga dan bisa dianggap sebagai proyek siluman,atau tidak transparan.Berdasarkan aturan,setiap proyek fisik yang didanai oleh APBN atau APBD maupun Dana Desa(DD)wajib memasang papan informasi untuk menunjukan transparansi Anggaran kepada publik.

Desa Sukatani kecamatan Compreng kabupaten Subang melaksanakan pengecoran halaman desa,tanpa terpasang papan informasi.

Awak media mencoba investigasi lokasi pekerjaan,dan ternyata benar adanya pengecoran halaman desa Sukatani kecamatan Compreng tidak dipasang papan informasi(papan proyek).

Dengan tidak terpasangnya papan informasi awak media melakukan konfirmasi ke pemerintahan desa Sukatani,namun Kepala Desa Sukatani tidak berada di tempat,begitu dengan Sekretaris desa(Sekdes)sedang tidak ditempat.

Menurut keterangan dari masyarakat yang tidak mau disebutkan identitasnya mengatakan”bahwa pengecoran halaman desa dilakukan pada Minggu kemarin hari kamis”pungkasnya.

Proyek desa tanpa papan informasi melanggar aturan transparansi dan akuntabilitas,mebuka potensi korupsi,dan dapat dikenakan sanksi pidana.

Proyek tanpa papan informasi sering disebut sebagai proyek siluman,indikasi awal praktik tidak sehat dan bisa jadi pengerjaan pengecoran tidak sesuai standarisasi.

Dasar Hukum Proyek tidak memasang papan informasi :

1.Perpres No.54.tahun 2010 & No.70 tahun 2012 Mengatur tentang kewajiban pemasangan papan nama proyek untuk setiap pekerjaan yang di biayai Negara,termasuk Dana Desa.

2.UU.No.2 tahun 2017 tentang jasa kontruksi,Mengatur sanksi pidana bagi pelanggar.

3.UU.No.6 tahun 2014 tentang Desa mewajibkan transparansi dan melarang Kepala Desa jadi pelaksana proyek(pasal 29 huruf e)

4.UU.No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik(UU KIP)landasan hukum fundamental di Indonesia yang menjamin hak setiap warga negara untuk memperoleh informasi publik secara terbuka,transparans dan akuntabel untuk mewujudkan pemerintahan yang baik(Good Govermance).

Dengan tidak dipasangnya papan informasi publik untuk kegiatan pengecoran halaman desa Sukatani kecamatan Compreng membuka ruang dugaan tindak pidana korupsi dan penyalahgunaan anggaran yang dapat di proses secara hukum.

Ketua Gapoktan Bagendit Haji Sumarna, Dukung Ketahanan Pangan Presiden RI

0

Garut, Mediaistana.com – Ketua Gapoktan Bersama Bagendit (Meliputi 15 Desa), Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut. Haji Sumarna, mendukung pogram Presiden RI, untuk ketahanan pangan dalam negeri. Ia, merupakan seorang petani dan pengusaha hasil pertanian yang menggeluti dunia pertanian sejak Tahun (1998 – 2026). Senin (19/01/2026)

“Klasifikasi Petani Kecamatan Banyuresmi”

Menurut Ketua Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Bersama Bagendit Haji Sumarna, di wilayah Kecamatan Banyuresmi kurang lebih ada enam ribu (6.000) para petani, lahan garapan pertanian untuk lahan darat/ kebun seluas (2.278) H, dengan katagori penanaman antara lain; (50%) jagung, (40%) cabai dan tomat, dan lain-lain, serta (10%) kacang-kacangan.

Lahan darat untuk Desa Bagendit 106 H, Banyuresmi 50 H, Binakarya 186 H, Cimareme 112 H, Cipicung 50 H, Dangdeur 148 H, Karyamukti 127 H, Karyasari 106 H, Pamekarsari 212 H, Sukakarya 356 H, Sukalaksana 202 H, Sukamukti 198 H, Sukaraja 355 H, Sukaratu 60 H, Sukasenang 10 H, Total (2.278) H.

Sementara untuk lahan sawah seluas (1.124) H, antara lain penanaman padi (80%), dan jagung (20)%. Lahan sawah Desa Bagendit 101 H, Banyuresmi 85 H, Binakarya 91 H, Cimareme 76 H, Cipicung 52 H, Dangdeur 62 H, Karyamukti 71 H, Karyasari 82 H, Pamekarsari 101 H, Sukakarya 10 H, Sukalaksana 36 H, Sukamukti 76, Sukaratu 132, Sukasenang 149 H total (1.124) H, ucap Ketua Gapoktan Bagendit.

“Permodalan dan Jaminan Petani dan Hasil Tanam Jagung Mencapai (80)% – (100)%”

Haji Sumarna menjelaskan, mengenai permodalan, Pemerintah Pusat dan Daerah melalui Bank Himbara (Bank BRI, BNI dan Bank Mandiri), membantu dengan memberikan pinjaman modal usaha terhadap para petani sesuai ketentuan yang berlaku, disertai komitmen dan tanggung jawab.

Mengenai jaminan atau asuransi terhadap kegagalan hasil panen petani jagung dan padi, rata-rata tidak mengikuti asuransi, meskipun sudah ada penawaran saat sosialisasi tahun 2015. Diharapkan kedepan para petani bisa mengikuti program asuransi yang diberikan oleh pihak Bank Himbara, agar saat ada bencana alam dan gagal panen karena hama, semua biasa terjamin.

Secara khusus petani jagung di Desa Dangder, dari luas 148 H, tingkat keberhasilan saat panen jagung rata-rata menghasilkan jagung kurang lebih mencapai 800 Ton (80%) – 1000 Ton (100 %) berhasil. Tahun 2026 target panen Raya diperkirakan di bulan Maret.

“Penyaluran Hasil Panenan ke Bulog dan Pasar Induk”

Hasil panen jagung, sesuai arahan Pemerintah Pusat melalui Zoom Meeting (berkomunikasi, dan berkolaborasi secara virtual), dalam rangka peningkatan ketahanan pangan, untuk penjualan jagung melalui Bulog di Kabupaten Garut, dengan harga setandar pasaran dengan ketentuan yang ketat.

Diharapkan Pemerintah Pusat, melalui Bulog dapat menerima hasil panen jagung, dengan harga yang lebih tinggi dari pasaran, guna membantu para petani dipedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memberikan dorongan kepada para petani.

Hasil panen palawija lain dan sayuran, sebagai Ketua Gapoktan, tentunya bertanggung jawab terhadap para petani dalam penerimaan hasil panen baik sedikit maupun banyak. Alhamdulillah, proses penjualan baik kepasar di Daerah maupun kepasar Induk Jakarta, untuk menjaga kestabilan ketersediaan bahan pangan di daerah maupun di kota.

“Ucapan Terima Kasih dan Permohonan Sumur Artesis Bagi Kelompok Tani”

Kepada Presiden RI, Bapak Haji Prabowo Subianto, Saya mengucapkan terimakasih atas keseatabilan pupuk bersubsidi untuk para petani, melalui tim monitoring dari pihak UPT Pertanian, Dinas Pertanian dan pihak Kepolisan.

Satu hal penting dalam proses pengairan tanaman jagung dan padi, kami berharap ada penambahan sarana infrastruktur sumur artesis, untuk pengairan para petani saat terjadi kemarau panjang, agar pertanian tetap stabil bertani dengan target dua sampai tiga kali panen, pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par)

Humas DPP AWAI, Minta Pihak PNM Mekar,KSP Dan Komida Jangan Menagih Pinjaman Kepada Masyarakat Korban banjir 

0

 

Aceh Timur —mediaistana.com

Praktik penagihan utang oleh lembaga keuangan mikro KOMIDA (Koperasi Mitra Dhuafa), koperasi simpan pinjam (KSP) danPermodalan Nasional Madani Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar)

terhadap warga terdampak banjir menuai kecaman keras dari berbagai pihak. 

 

Di saat masyarakat masih berjibaku menyelamatkan sisa kehidupan pascabencana,PNM Mekar,Komida dan KSP justru turun ke lapangan menagih cicilan tanpa empati, memicu keresahan dan konflik, Senin, 19 Januari 2026.

 

Warga mengaku didatangi petugas penagih ketika rumah mereka masih dipenuhi lumpur dan harta benda rusak akibat banjir. Ironisnya, dalam sejumlah kasus, barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti tabung gas dilaporkan diambil sebagai pengganti pembayaran cicilan. Tindakan ini dinilai sebagai bentuk penindasan terhadap korban bencana.

 

“Ini bukan sekadar penagihan, ini sudah masuk wilayah tidak manusiawi,” ujar salah seorang warga terdampak banjir.

 

Situasi di lapangan kian memanas setelah beredar video viral yang memperlihatkan penagih PNM Mekar diusir warga, disiram air selokan, bahkan diancam menggunakan senjata tajam. Insiden tersebut menjadi bukti bahwa penagihan di tengah kondisi darurat hanya menyisakan amarah rakyat dan potensi kekerasan.

 

Masyarakat menegaskan, mereka bukan tidak mau membayar kewajiban, melainkan tidak mampu, karena rumah, kebun, sawah, serta usaha kecil mereka hancur diterjang banjir bandang. Menagih utang dalam kondisi seperti ini dinilai sebagai penghisapan terhadap penderitaan rakyat kecil.

 

Menanggapi polemik tersebut, Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengambil sikap tegas. Melalui surat resmi tertanggal 14 Januari 2026, Bupati meminta seluruh pimpinan perbankan dan perusahaan pembiayaan di Aceh Timur menangguhkan pembayaran kredit masyarakat terdampak bencana banjir.

 

“Kondisi masyarakat saat ini belum memungkinkan untuk membayar cicilan. Mereka butuh waktu untuk memulihkan kehidupan,” tegas Bupati Al-Farlaky.

 

Sikap ini menunjukkan keberpihakan pemerintah daerah kepada rakyat kecil, berbeda dengan sebagian lembaga pembiayaan yang dinilai lebih mementingkan target ketimbang nilai kemanusiaan. Bahkan, sejumlah perbankan telah memberikan keringanan dan relaksasi kredit kepada warga terdampak.

 

Sementara itu, Humas Dewan pimpinan pusat Aliansi Wartawan Aceh independen (DPP AWAI) Suryadi meminta agar persoalan penagihan oleh PNM Mekar,Komida dan KSP diproses secara bijak dan tidak dilakukan secara memaksa.

 

“Proses dulu Mekar, Komida dan KSP. Bank saja masih memberikan keringanan. Tapi kalau ada oknum yang memaksa dalam kondisi bencana, itu jelas tidak bisa dibenarkan,” tegas Suryadi.

 

Ia menekankan bahwa penagihan utang di tengah bencana bukan hanya persoalan hukum, tetapi juga menyangkut etika, empati, dan tanggung jawab sosial lembaga pembiayaan.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan publik dan memunculkan desakan agar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap praktik penagihan di wilayah terdampak bencana.

 

Menagih utang saat rakyat dilanda bencana bukan solusi, melainkan cermin hilangnya nurani dan kepekaan sosial.pungkas Suriadi.

Polda Jabar Hadirkan Kendaraan Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Karawang

0

 

Polda Jabar Hadirkan Kendaraan Dapur Lapangan untuk Warga Terdampak Banjir di Karawang

Polda Jabar -mediaistana.com

Polda Jawa Barat menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana banjir dengan menghadirkan Randurlap (kendaraan dapur lapangan) bagi warga Karangligar, Kelurahan Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang. Bantuan tersebut diberikan kepada warga yang terdampak banjir, Senin (19/1/2026).

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H mengatakan bahwa Randurlap dikerahkan sebagai upaya cepat Polda Jabar dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya penyediaan makanan siap saji bagi warga yang masih bertahan di lokasi terdampak maupun yang berada di sekitar area pengungsian.

Sejak beroperasi, dapur lapangan ini telah menyiapkan dan mendistribusikan ratusan porsi makanan kepada warga Karangligar.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa kehadiran Randurlap merupakan bentuk nyata kehadiran negara melalui Polri di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Polda Jabar berupaya hadir secara langsung untuk membantu masyarakat yang terdampak banjir di Karangligar. Melalui Randurlap ini, kami ingin memastikan kebutuhan konsumsi warga tetap terpenuhi, terutama bagi mereka yang aktivitasnya terganggu akibat banjir,” ujar Kombes Pol Hendra.

Ia menambahkan bahwa Polda Jabar juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan instansi terkait lainnya untuk melakukan pemantauan situasi serta menyalurkan bantuan lanjutan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Selain dapur lapangan, personel kami juga disiagakan untuk membantu evakuasi, pengamanan lingkungan, serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami mengimbau warga untuk tetap waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama,” tambahnya.

Polda Jabar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya penanggulangan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat hingga situasi benar-benar aman dan kondusif.

Bandung, 19 Januari 2025

Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Jabar

Mediaistana reporter Maulana

Polisi Lampung Gagalkan Penyelundupan 10,63 Kg Sabu Asal Aceh Tujuan Pulau Jawa

0

Lampung – Kepolisian Daerah (Polda) Lampung melalui Direktorat Reserse Narkoba berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram yang berasal dari Provinsi Aceh dan diduga akan diedarkan ke Pulau Jawa.

Kabidhumas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, pengungkapan kasus tersebut dilakukan pada Kamis, 15 Januari 2026, di Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) ruas Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) KM 228, Kabupaten Mesuji.

“Petugas berhasil mengamankan satu unit truk yang membawa narkotika jenis sabu seberat 10,63 kilogram. Sabu tersebut disembunyikan dengan modus ditutupi muatan durian untuk mengelabui petugas,” ujar Kombes Yuni Iswandari, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, dalam pengungkapan ini polisi mengamankan tiga orang tersangka dengan peran berbeda. Tersangka berinisial YD (33) berperan sebagai kurir, sedangkan YT (28) dan MR (42) bertindak sebagai pendamping selama perjalanan.

“Dari hasil pemeriksaan awal, narkotika bernilai Rp 15 miliar tersebut diketahui berasal dari Aceh dan rencananya akan dikirim ke Pulau Jawa. Ketiganya kini telah diamankan dan menjalani proses hukum di Mapolda Lampung,” jelasnya.

Kombes Yuni menambahkan, pengungkapan ini merupakan hasil penyelidikan intensif yang dilakukan aparat kepolisian selama sekitar satu pekan.

Saat ini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika lintas provinsi yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Dengan terungkapnya sabu tersebut, maka sebanyak kurang lebih 40 ribu jiwa terselamatkan. Polda Lampung berkomitmen untuk terus memberantas peredaran narkoba dan mengungkap jaringan yang lebih luas demi menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat,” pungkasnya.

Tulusanmu, Cahaya Kami

0

By. Kilo Otu – Taopan

Tulusanmu, cahaya bagi kami
Membantu tanpa pamrih, hati yang suci
Kamu adalah telita kasih Tuhan
Membawa harapan, bagi mereka yang lemah

Dengan tangan yang terbuka, kamu memberi
Dengan hati yang tulus, kamu melayani
Tidak mencari pujian, tidak mencari imbalan
Hanya ingin membantu, dan membuat perbedaan

Kamu adalah inspirasi, bagi kami semua
Menunjukkan jalan, menuju kasih yang sejati
Terima kasih, atas kebaikanmu
Semoga Tuhan membalas, dengan berkat yang melimpah

Dalam kesederhanaan, kamu menunjukkan kasih
Dalam kesulitan, kamu menunjukkan kekuatan
Kamu adalah contoh, bagi kami semua
Menjadi terang, di tengah kegelapan

Semoga Tuhan selalu membimbingmu
Dan memberikanmu kekuatan, untuk terus melayani
Terima kasih, atas kebaikanmu
Kami akan selalu menghargai, dan mendoakanmu

Terima kasih, dari hati yang dalam
Terima kasih, atas kasih yang kamu berikan
Semoga Tuhan membalas, dengan kasih yang lebih besar
Terima kasih, kami haturkan.

Kampungmu jauh, tapi kasihmu dekat
Kampungku di sini, dengan hati yang gembira
Kita bersatu, dalam kasih Tuhan
Menjadi satu, dalam kebersamaan

Dengan kasih ini, kita akan maju
Dengan iman ini, kita akan bersinar
Kampungmu, kampungku, kita satu
Dalam kasih Tuhan, kita akan bersatu.

Terima kasih atas kedatangmu, kami haturkan.

 

SUMBER INSPIRASI; Putun Village and Mercy Indonesia