Beranda blog Halaman 726

Usai Paripurna HUT ke-22 Ogan Ilir, Anggota DPRD YS Dijemput Kejari, Sore Hari Digiring ke Mobil Tahanan

0

Media istana.com – OGAN ILIR — Kejaksaan Negeri (Kejari) Ogan Ilir menangkap salah satu anggota DPRD Kabupaten Ogan Ilir berinisial YS alias Yansori, Rabu, 7 Januari 2026. Penangkapan dilakukan usai rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-22 Kabupaten Ogan Ilir.

Peristiwa tersebut sontak menghebohkan lingkungan Gedung DPRD Ogan Ilir. Berdasarkan informasi yang dihimpun, YS diamankan oleh tim Kejari Ogan Ilir pada siang hari, tak lama setelah seluruh rangkaian kegiatan paripurna selesai dan usai makan bersama.

Perkembangan signifikan terjadi pada sore harinya. YS alias Yansori secara resmi ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan keterlibatan kasus mafia tanah di Desa Bakung, Kecamatan Indralaya Utara. Usai penetapan status tersangka, YS langsung digiring masuk ke mobil tahanan Kejari Ogan Ilir.

Menurut keterangan sejumlah saksi mata, proses pengamanan berlangsung cepat dan tertutup. Dengan pengawalan ketat, tersangka kemudian dibawa dan ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, dan selanjutnya dibawa ke Palembang pada Rabu sore, 7 Januari 2026.

Penangkapan dan penahanan ini menjadi sorotan publik, terlebih karena dilakukan di hari peringatan HUT Kabupaten Ogan Ilir, sebuah momentum yang seharusnya mencerminkan nilai integritas, pengabdian, dan tanggung jawab pejabat publik kepada masyarakat.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Kejaksaan Negeri Ogan Ilir belum menyampaikan keterangan resmi secara detail terkait konstruksi perkara maupun peran tersangka dalam kasus dugaan mafia tanah tersebut. Namun demikian, langkah hukum ini dinilai sebagai sinyal tegas penegakan hukum terhadap praktik-praktik yang merugikan masyarakat.

Masyarakat kini menaruh harapan besar agar proses hukum berjalan transparan, profesional, dan tanpa tebang pilih, demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap lembaga legislatif serta penegakan supremasi hukum di Kabupaten Ogan Ilir.
Mediaistana. com
penulis: David Tasti

Bakamla RI Fasilitasi Pemulangan Enam Nelayan dari Timor Leste

0

Bakamla RI Fasilitasi Pemulangan Enam Nelayan dari Timor Leste

Jakarta -MEDIA ISTANA Atambua — Bakamla RI melalui Stasiun Bakamla Kupang memfasilitasi proses pemulangan enam Anak Buah Kapal (ABK) KM Triasmo Sejahtera yang sebelumnya terdampar di perairan Timor Leste. Proses serah terima dilaksanakan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Atambua, Nusa Tenggara Timur, Rabu (7/1/2026).

Kepala Stasiun Bakamla Kupang Mayor Bakamla Yeanry M. Olang, S.Kom., M.M., secara resmi menerima keenam ABK dari KBRI Dili melalui penandatanganan Berita Acara Serah Terima. Kegiatan tersebut disaksikan oleh Kepala PLBN Motaain Atambua, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT wilayah Kabupaten TTS, TTU, Belu dan Malaka, serta unsur Imigrasi dan instansi terkait lainnya.

Dalam keterangannya, Minister Counsellor KBRI Dili Nugroho Yuwono Aribhino menjelaskan bahwa pada 3 Januari 2026 pihaknya menerima laporan dari Otoritas Petroleum Nasional Timor Leste (ANP) terkait enam nelayan WNI yang terdampar di kawasan eksplorasi migas Bayu Undan, Timor Gap. Para ABK diketahui mengalami kerusakan mesin kapal saat perjalanan kembali melaut sehingga terombang-ambing di laut selama beberapa hari dengan keterbatasan logistik.

Setelah melihat anjungan migas Bayu Undan, para ABK memberikan sinyal darurat dan berhasil dievakuasi oleh kapal MMA Coral milik perusahaan migas Santos. Kapal nelayan yang sempat ditarik kemudian tenggelam akibat cuaca buruk. Selanjutnya, keenam ABK dibawa ke Dili dan ditampung di shelter KBRI Dili, dengan seluruh kebutuhan dasar, kesehatan, dan administrasi pemulangan difasilitasi secara penuh oleh KBRI.

Mayor Bakamla Yeanry M. Olang menyampaikan bahwa Stasiun Bakamla Kupang telah menerima laporan kehilangan kontak KM Triasmo Sejahtera sejak 29 Desember 2025. Sejak saat itu, koordinasi intensif dilakukan bersama Kantor SAR Kupang, pihak keluarga, serta instansi terkait. Setelah mendapat kepastian keberadaan para ABK di Timor Leste, Bakamla RI segera melakukan koordinasi berjenjang sesuai arahan Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah melalui Kepala Zona Bakamla Timur Laksma TNI I Putu Darjatna.

“Puji syukur, keenam ABK berhasil ditemukan dalam kondisi sehat dan dapat dipulangkan ke tanah air. Ini merupakan wujud kehadiran negara dalam melindungi warga negara Indonesia, khususnya para nelayan,” ujar Mayor Yeanry.

Lebih lanjut, Bakamla RI mengimbau para nelayan agar senantiasa memastikan kesiapan kapal, kelengkapan dokumen, serta alat navigasi dan komunikasi sebelum melaut, guna meminimalisasi risiko dan mempercepat penanganan apabila terjadi keadaan darurat di laut.

Setelah proses serah terima di PLBN Motaain, keenam ABK selanjutnya dibawa ke kantor Dinas Kelautan dan Perikanan setempat untuk diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Adapun enam ABK yang dipulangkan terdiri atas satu nahkoda dan lima ABK, yaitu Erfan Agus (Nahkoda), Alfurkan Kapitan Lamahala, Juslan Tungga, Kamaruddin, Muhaimin Abas, dan Nawwir Gazali.

Auntentifikasi : Pranata Humas Ahli Muda Mayor Bakamla Yuhanes Antara, S.Pd

HAMDAN Bima

Saatnya Ketegasan Imam Adat Onyong Wael Menjadi Jalan Keluar Dualisme Raja Kaiely

0

Oleh: Muz Latuconsina

Dualisme Raja Kaiely tidak bisa terus dibiarkan berlarut di ruang abu-abu kebijaksanaan tanpa ujung keputusan. Di tengah seruan damai dan ajakan musyawarah, publik dan pemerintah kini menanti satu hal yang lebih mendasar: ketegasan sikap dari Imam Adat Petuanan Negeri Kaiely, Onyong Wael.

Sebagai imam adat, Onyong Wael tidak hanya memikul peran moral dan simbolik, tetapi juga tanggung jawab historis untuk memastikan adat berjalan pada relnya. Ketika persoalan telah berulang kali dibingkai sebagai urusan internal matarumah, maka justru di situlah diperlukan kepemimpinan adat yang berani mengunci proses, memandu arah, dan menentukan batas—bukan sekadar menenangkan wacana.

Editorial ini tidak bermaksud menafikan pentingnya musyawarah dan kebesaran hati para tua adat. Namun, musyawarah tanpa tenggat dan arah yang jelas hanya akan memperpanjang ketidakpastian. Dalam kondisi dualisme raja, ketidakpastian adalah ancaman serius bagi wibawa adat, persatuan soa, dan legitimasi kepemimpinan negeri.

Bahkan, sinyal ketegasan dari pemerintah daerah sudah pernah disampaikan secara terbuka. Beberapa waktu lalu, Bupati Buru Ikram Umasugi secara tegas meminta agar persoalan dualisme Raja Kaiely segera diselesaikan. Bupati bahkan mengingatkan bahwa apabila dualisme tersebut terus dibiarkan tanpa penyelesaian adat yang sah, maka kedua pihak tidak akan diundang dalam kegiatan resmi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Buru. Pernyataan ini menegaskan bahwa persoalan adat yang tidak tuntas telah berdampak langsung pada relasi pemerintahan dan representasi negeri di ruang publik.

Imam adat memiliki kewenangan moral untuk:

Memanggil secara resmi seluruh pihak matarumah yang berkepentingan

Menetapkan forum adat yang sah dan mengikat

Menentukan mekanisme penyelesaian yang final, berbasis adat dan sejarah

Menyampaikan hasilnya secara terbuka kepada masyarakat Kaiely

Ketegasan bukan berarti memihak, melainkan memastikan adat tidak dikalahkan oleh tarik-menarik kepentingan. Sejarah Kaiely mencatat bahwa adat besar justru lahir dari keberanian para pemangkunya mengambil keputusan sulit demi kebaikan bersama.

Kini, masyarakat adat Kaiely dan publik tidak hanya membutuhkan narasi kebijaksanaan, tetapi tindakan nyata. Onyong Wael berada pada posisi strategis untuk menutup bab dualisme ini dengan satu keputusan adat yang bermartabat, tegas, dan menyatukan.

Jika tidak sekarang, maka kapan lagi adat Kaiely menunjukkan bahwa ia bukan sekadar warisan kata-kata, tetapi kekuatan hidup yang mampu menyelesaikan masalahnya sendiri.(CS/AS)

Perkara Kecil Dalam Timbangan Ilahi

0

Oleh: Muhamad Daniel Rigan

Segala urusan besar selalu berawal dari kesetiaan pada perkara-perkara kecil. Dari sanalah manusia ditempa—belajar, jatuh, bangkit, lalu bertumbuh. Sebab kepercayaan dalam perkara besar tidak pernah lahir dari ambisi, melainkan dari kesetiaan yang sunyi dan konsisten. Kami percaya, siapa yang setia dalam hal kecil, akan layak dipercaya dalam hal yang lebih besar.

Berbagi, bagi kami, bukanlah sesuatu yang luar biasa. Ia telah menjadi bagian dari napas kehidupan. Namun justru karena terlalu biasa, sering kali maknanya tidak dipahami. Ketika berbagi hanya dilakukan karena kebiasaan, ia bisa kehilangan kesadarannya—bahkan berubah menjadi kebodohan yang tidak lagi melahirkan pengenalan diri.

Padahal memberi dan berbagi bukan sekadar soal jumlah, bukan pula tentang siapa yang melihat. Memberi adalah cara Tuhan mengejar manusia-Nya agar kembali mengenal siapa dirinya yang sejati. Di sanalah rahasia itu bekerja. Jika memberi hanya menjadi rutinitas, maka manusia gagal bercermin; gagal mengenali hati dan niatnya sendiri.

Inilah yang tampak dalam langkah-langkah Kebaikan yang kami lakukan tidak berisik, tidak sibuk menghitung, dan tidak mencari pembenaran. Ada kesadaran bahwa memberi bukan untuk dicatat manusia, melainkan untuk membentuk batin. Bukan untuk dipuji, melainkan untuk diuji—apakah hati masih jujur, apakah niat masih lurus.

Sebab ketika manusia kembali kepada-Nya, tidak ada pertanyaan tentang berapa banyak yang telah dibagikan, atau kepada siapa harta itu diberikan. Yang akan ditanyakan adalah kebenaran di balik rahasia itu:
Apakah engkau memberi karena mengenal Aku, atau karena ingin dikenal?

Di titik inilah berbagi menemukan maknanya yang paling murni—sebagai jalan pulang. Jalan untuk mengenal Tuhan, sekaligus mengenal diri sendiri. (Cs/As)

Kapolres Bogor Gelar Silaturahmi dan Apresiasi Bersama Supeltas (Sukarelawan pengatur lalulintas)

0

Kapolres Bogor Gelar Silaturahmi dan Apresiasi Bersama Supeltas
(Sukarelawan pengatur lalulintas)

Bogor –Mediaistana.com

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si., menggelar kegiatan silaturahmi dan apresiasi bersama Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas (Supeltas) dengan tema “Sinergi Tanpa Batas dalam Pelaksanaan Tugas Operasi Lilin Lodaya 2025”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (7/1/2026) di Aula Sanika Satyawada (SS) Mako Polres Bogor.

Kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan dan kepedulian Polres Bogor terhadap peran aktif Supeltas yang selama ini turut membantu tugas Kepolisian, khususnya dalam pengaturan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bogor, terutama saat pengamanan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Bogor didampingi oleh Waka Polres Bogor KOMPOL Rizka Fadhila, S.H., S.I.K., serta dihadiri para pejabat utama Polres Bogor, di antaranya Kasat Lantas AKP Rizki Guntama Ganda Permana, S.I.K., Kasat Binmas AKP Nimrod, S.H., para Kapolsek wilayah Ciawi, Cisarua, dan Megamendung, serta perwira fungsi lainnya. Kegiatan ini dihadiri kurang lebih 50 orang peserta.

Kapolres Bogor dalam sambutannya menyampaikan bahwa Supeltas memiliki peran strategis dalam membantu kelancaran arus lalu lintas, khususnya di titik-titik rawan kemacetan dan kawasan wisata, sehingga kehadiran mereka sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Kegiatan ini merupakan wujud nyata apresiasi kami kepada rekan-rekan Supeltas yang telah berkontribusi besar membantu tugas Kepolisian, terutama dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas pada momentum libur Natal dan Tahun Baru,” ujar AKBP Wikha Ardilestanto.

Lebih lanjut, Kapolres Bogor menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian Supeltas yang telah membantu menciptakan ketertiban dan keselamatan berlalu lintas di Kabupaten Bogor.

Ia berharap kegiatan silaturahmi ini dapat semakin mempererat hubungan dan meningkatkan koordinasi antara Polri dan Supeltas dalam mendukung tugas-tugas Kepolisian ke depan, khususnya dalam menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas.

“Semoga kebersamaan ini terus terjaga. Mari kita rawat soliditas dan sinergi demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Bogor,” tambahnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama sebagai bentuk kebersamaan dan diakhiri dengan sesi foto bersama seluruh peserta yang hadir.

Mediaistana Reporter Maulana

Surat Cinta dari Rongo-rongo Pasar Namlea untuk MDR & Bella Sofhie

0

Oleh: Chairul Syam

Di antara hiruk-pikuk Pasar Namlea,
di sela bau ikan segar, sayur yang masih berembun,
dan langkah-langkah kecil kami yang lelah oleh hari,
kami melihat bapak dan ibu datang —
bukan sebagai tamu besar,
tetapi sebagai keluarga yang pulang.

Wahai bapak MDR dan Mimi Bella,
kalian datang ke negeri kelahiran bukan untuk gemerlap,
bukan untuk sorak-sorai,
melainkan untuk berbagi diam-diam,
seperti hujan yang turun tanpa meminta dipuji.

Pergantian tahun bapak dan ibu rayakan bersama kami,
bersama janda-janda yang menua dalam doa,
bersama kaum duafa yang menggantungkan harapan
pada satu hari ke hari berikutnya,
bersama rongo-rongo
yang hidupnya ditakar oleh langkah pagi dan senja pasar.

Tangan bapak dan ibu tak sekadar memberi sayur dan ikan,
tak sekadar uang yang mungkin terlihat kecil,
tetapi memberi rasa:
bahwa kami tidak sendiri,
bahwa kami masih diingat,
bahwa negeri ini belum kehilangan anak-anaknya
yang pulang dengan hati.

Lalu kami mendengar,
bahwa setelah semua ini
Bapak dan Mimi Bella kembali ke Sentul, Bogor, Jawa Barat.
Pulang ke rumah lain yang menunggu,
membawa kenangan tentang Namlea,
tentang pasar,
tentang mata-mata yang berkaca,
tentang doa-doa yang diam-diam mengiringi langkah kalian.

Kami, rongo-rongo ini,
tak pandai merangkai kata,
tak punya apa-apa untuk dibalas,
selain doa yang kami titipkan pada angin laut Buru,
agar ia menyusul bapak dan ibu ke mana pun pergi.

Semoga perjalanan bapak dan ibu serta anak-anak tercinta ringan,
rezeki dilapangkan,
rumah tangga bapak dan ibu dijaga oleh kasih,
dan langkah-langkah bapak dan ibu selalu menemukan jalan pulang
— ke mana pun hati kalian memanggil.

Terima kasih telah datang
hanya untuk berbagi dan mencintai kami
dengan cara yang paling sederhana.

Dari pasar,
dari peluh,
dari doa-doa kecil yang tulus,
rongo-rongo Namlea.

(Ahmad)

di Polres Metro Bekasi, Kombes Pol Mustofa Resmi Serahkan Tugas kepada Kombes Pol Sumarni

0

Mediaistana com – Polres Metro Bekasi menggelar rangkaian Penyambutan, dan Pelepasan Kapolres Metro Bekasi sebagai penanda estafet kepemimpinan dari Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H. kepada Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H., Selasa (6/1/2026).

Prosesi berlangsung khidmat dan penuh nuansa emosional, diawali dengan penyambutan Kapolres Metro Bekasi yang baru Kombes Pol Sumarni, S.I.K., S.H., M.H. Dilanjutkan Apel Parade Farewell sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi institusi terhadap pengabdian Kombes Pol Mustofa selama menjabat. Seluruh pejabat utama, perwira, bintara, ASN Polri, serta Bhayangkari turut hadir menyaksikan momen penting tersebut.

Dalam sambutannya, Kombes Pol Mustofa menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam kepada seluruh jajaran Polres Metro Bekasi atas dedikasi, loyalitas, dan sinergi yang terjalin selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian dan prestasi yang diraih merupakan hasil kerja kolektif seluruh personel.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan, soliditas, dan kerja keras seluruh anggota. Polres Metro Bekasi adalah keluarga besar yang luar biasa. Saya yakin di bawah kepemimpinan Kombes Pol Sumarni, Polres Metro Bekasi akan semakin profesional, humanis, dan dicintai masyarakat,” ujar Kombes Pol Mustofa.

Sementara itu, Kombes Pol Sumarni dalam sambutan perdananya menegaskan komitmen untuk melanjutkan dan meningkatkan program-program positif yang telah dirintis oleh pendahulunya, khususnya dalam menjaga stabilitas kamtibmas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Apa yang telah dibangun oleh Kombes Pol Mustofa akan kami lanjutkan dan tingkatkan. Kami mengajak seluruh personel untuk terus menjaga soliditas, profesionalisme, serta hadir memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kabupaten Bekasi,” tegas Kombes Pol Sumarni.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pisah sambut dan pelepasan Kapolres Metro Bekasi lama yaitu Kombes Pol Mustofa, S.I.K., M.H., yang berlangsung penuh kehangatan dan haru. Tradisi ini menjadi simbol kesinambungan kepemimpinan serta wujud penghormatan institusi Polri terhadap dedikasi dan pengabdian para pemimpinnya.

Dengan pergantian kepemimpinan ini, diharapkan Polres Metro Bekasi semakin adaptif, responsif, dan humanis dalam menjawab tantangan tugas ke depan serta terus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Polri.

Media istana.com

  1. Mardani Lubis

HUT Ke 20 Bakamla RI Dengan Tema Solidaritas, Loyalitas Serta Profesionalisme Menjadi Kekuatan Utama

0

Jakarta, Mediaistana.Com— Rabu (7/1/2025) Bakamla RI memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-20 dengan menggelar upacara resmi yang dipimpin Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.,Opsla. Momentum dua dekade pengabdian ini menjadi penegasan Bakamla RI sebagai garda terdepan keamanan laut Republik Indonesia, Kegiatan berlangsung di lapangan Proklamasi, Menteng Jakarta Pusat.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Dr. Irvansyah, S.H., M.Tr.,Opsla menyampaikan 20 tahun perjalanan Bakamla RI bukan sekadar penanda usia melainkan tonggak kedewasaan institusi dalam menjaga kedaulatan, keselamatan serta kehormatan bangsa di laut,”Sejak berdiri Bakamla RI telah menghadapi berbagai tantangan mulai dari pelanggaran hukum di laut, aktivitas ilegal lintas batas negara, hingga kompleksitas koordinasi antar instansi maritim,”ujarnya.

Di tengah dinamika tersebut soliditas, loyalitas serta profesionalisme seluruh personel Bakamla RI menjadi kekuatan utama yang menjaga eksistensi dan kepercayaan publik,
Bakamla RI tidak hanya hadir sebagai unsur patroli tetapi juga sebagai simbol kehadiran negara dalam membangun rasa aman di laut Indonesia, Usia ke-20 kini berada pada babak baru sejarah pengabdian,” jelas Laksdya TNI Dr.Irvansyah,S.H., M.Tr.,Opsla selaku Bakamla RI.

Bakamla RI melangkah menuju transformasi sebagai Indonesia Coast Guard yang tangguh, profesional, dan berkelas dunia dengan dukungan regulasi serta mandat yang semakin kuat,Transformasi ini menuntut kesiapan sumber daya manusia yang adaptif terhadap teknologi, cermat dalam pengambilan keputusan, serta teguh menjaga integritas dan etika profesi,”jelasnya.

Laut bukan sekadar ruang tugas, melainkan ruang pengabdian yang mencerminkan wajah Indonesia sebagai bangsa maritim yang kuat, bersatu, dan berdaulat,”Oleh karena itu, seluruh personel Bakamla RI diharapkan terus membangun sinergi, baik antar instansi maupun dengan masyarakat maritim, sebagai fondasi utama menjaga keamanan laut nasional,”jelasnya.

Apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Bakamla RI, dari pusat hingga unsur kapal patroli di garis terdepan, yang tanpa lelah menjaga laut Indonesia siang dan malam,”Dalam semangat Bakamla RI Garda Terdepan Keamanan Laut Republik Indonesia,” Bakamla RI berkomitmen untuk terus melangkah lebih tangguh, lebih solid, dan semakin dipercaya bangsa dalam mewujudkan laut aman untuk Indonesia maju,”ungkapnya.

Panglima TNI Hadiri Taklimat Awal Tahun 2026 Presiden RI di Hambalang

0

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menghadiri Taklimat Awal Tahun 2026 yang dipimpin Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang dihadiri seluruh jajaran Kabinet Merah Putih di Padepokan Garuda Yaksa, Hambalang, Kabupaten Bogor, Selasa (6/1/2026).

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengawali taklimat dengan menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk melakukan evaluasi kinerja pemerintahan sepanjang tahun 2025 sekaligus menyusun langkah-langkah konkret yang akan dilaksanakan pada tahun 2026.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa capaian pemerintahan pada tahun pertama kepemimpinannya patut dibanggakan. Presiden menegaskan bahwa strategi transformasi bangsa yang ditawarkan kepada rakyat sejak masa pencalonan disusun secara tertulis, terukur, dan berbasis kajian jangka panjang. “Apa yang kita telah capai, menurut saya sangat membanggakan. Kita maju ke hadapan rakyat dengan sesuatu strategi, strategi tertulis, strategi terukur, strategi melalui kajian puluhan tahun,” tegas Presiden.

Presiden Prabowo menekankan bahwa esensi utama dari strategi tersebut adalah mewujudkan kemandirian bangsa, khususnya melalui swasembada pangan dan energi. Presiden menyampaikan bahwa Indonesia telah berhasil mencapai swasembada beras lebih cepat dari target, dengan cadangan beras pemerintah saat ini mencapai lebih dari 3 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia. “Tidak ada bangsa yang merdeka bila mana bangsa itu tidak bisa menjamin makan untuk rakyatnya,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa di tengah dinamika global, konflik internasional, serta berbagai bencana alam yang terjadi di Tanah Air, Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan.

Presiden menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih atas kerja keras, inisiatif, dan keberanian dalam mengambil keputusan strategis demi kepentingan bangsa dan negara. Selain itu, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan strategis negara dalam menyelamatkan masa depan generasi bangsa.

Kehadiran Panglima TNI dalam kegiatan ini menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi mendukung kebijakan strategis pemerintah serta menjaga stabilitas nasional dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

HAMDAN Bima

Menjaga Kebijaksanaan di Tengah Dualisme Raja Kayeli

0

Oleh: Onyong Wael (Imam adat petuanan negeri Kaiely)

Di tengah dinamika dan perbincangan publik yang kian ramai mengenai dualisme Raja Kayeli saat ini, kiranya kita semua perlu menarik napas sejenak dan menempatkan persoalan ini pada ruang yang jernih dan bijaksana. Tidak semua yang tampak di permukaan sesungguhnya menjadi kegelisahan bersama. Bahkan, bagi sebagian besar marga Wael, persoalan ini tidak terlalu menjadi beban pikiran, karena hakikat masalah raja sejatinya berada di dalam lingkup matarumah itu sendiri.

Oleh karena itu, menjadi penting untuk dipahami bahwa persoalan Raja Petuanan Kayeli bukanlah semata-mata urusan publik, melainkan lebih kepada urusan internal keluarga besar yang memiliki garis adat dan tanggung jawab sejarah. Jika akar persoalan berasal dari dalam matarumah, maka alangkah baiknya pula penyelesaiannya dimulai dari sana—dengan mengedepankan musyawarah, saling menghormati, dan kebesaran hati.

Dalam konteks ini, figur-figur tua dan yang dituakan dalam matarumah memiliki peran yang sangat penting. Sosok seperti Onyong Mansur Wael, Ibrahim Wael, dan Hasan Wael dipandang sebagai orang-orang tua yang memiliki kebijaksanaan, pengalaman, serta legitimasi moral untuk turun tangan. Kehadiran mereka bukan untuk memihak, melainkan untuk merangkul, menenangkan, dan menjahit kembali benang persaudaraan yang mungkin sempat kusut.

Apabila di dalam matarumah telah tercapai titik terang—damai dalam satu hati, satu pikiran, dan satu tujuan—maka hasil tersebut patut disampaikan kepada pihak-pihak terkait, agar penyelesaian dapat dilanjutkan secara terbuka, aman, dan bermartabat. Dengan demikian, tidak ada lagi ruang bagi konflik berkepanjangan yang justru dapat melukai persaudaraan dan merusak tatanan adat yang telah dijaga turun-temurun.

Pada akhirnya, kebesaran sebuah adat tidak diukur dari kerasnya perdebatan, melainkan dari kemampuan para pewarisnya untuk menyelesaikan perbedaan dengan kepala dingin dan hati yang lapang. Semoga semua pihak diberikan kebijaksanaan, agar Kayeli tetap berdiri dalam damai, saling menghormati, dan menjunjung tinggi nilai-nilai leluhur.( Syam)