Beranda blog Halaman 729

Kantor Hukum Fortuna & Zevanna Law firm ke Kanit Ranmor Polres JaTim, Perkuat Sinergi Penegakan Hukum

0

Media istana.comJakarta Selasa 06/01/2025
Kantor hukum Fortuna & Zevanna Law firm melakukan kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Unit Kendaraan Bermotor (Ranmor) Polres Jakarta Timur yang dipimpin oleh AKP Muhammad Zein sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara praktisi hukum dan aparat penegak hukum dalam mendukung penegakan hukum yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh AKP Muhammad Zein selaku Kanit Ranmor Polres Jakarta Timur beserta jajaran, dalam suasana yang hangat, terbuka, dan penuh nuansa kekeluargaan, Pertemuan ini menjadi momentum strategis untuk membangun komunikasi yang konstruktif serta memper erat hubungan kelembagaan antara kantor hukum dan kepolisian.

Dalam pertemuan tersebut, M.Reza Rahman,SH. perwakilan kantor hukum Fortuna & Zevanna Law firm menyampaikan apresiasi atas kinerja Unit Ranmor Polres Jakarta Timur dalam menangani berbagai kasus kejahatan kendaraan bermotor yang selama ini menjadi perhatian publik dan kerap meresahkan masyarakat, diskusi berlangsung secara dinamis dengan membahas sejumlah isu hukum aktual, khususnya terkait mekanisme penanganan perkara pidana, proses penegakan hukum, serta pentingnya koordinasi lintas institusi guna menciptakan kepastian dan keadilan hukum.

kantor hukum Fortuna & Zevanna Law firm menegaskan bahwa kunjungan ini tidak hanya bersifat silaturahmi, tetapi juga merupakan wujud komitmen untuk membangun hubungan profesional yang sehat dan berkelanjutan dalam koridor hukum yang berlaku, Sinergi antara advokat dan kepolisian dinilai memiliki peran penting dalam memastikan setiap proses hukum berjalan sesuai prinsip objektivitas, akuntabilitas, dan perlindungan hak-hak masyarakat.

“Kami” memandang penting adanya komunikasi yang baik antara kantor hukum dan aparat penegak hukum. Silaturahmi ini menjadi ruang dialog untuk saling memahami peran dan tanggung jawab masing-masing, demi mendukung penegakan hukum yang ber integritas dan berkeadilan,” ujar Reza perwakilan kantor hukum Fortuna & Zevanna Law firm.

Sementara itu, AKP Muhammad Zein menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi langkah kantor hukum Fortunna & Zevanna Law firm dalam membangun komunikasi yang positif dengan kepolisian. Ia menegaskan bahwa Polres Jakarta Timur, khususnya Unit Ranmor, selalu terbuka terhadap sinergi dengan berbagai elemen masyarakat dan praktisi hukum, sepanjang dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kode etik yang berlaku.

Selain sebagai ajang silaturahmi, pertemuan ini juga membuka ruang diskusi terkait peluang kerja sama ke depan, termasuk dalam bidang edukasi hukum kepada masyarakat, peningkatan pemahaman prosedur hukum, serta penguatan peran masing-masing institusi dalam memberikan pelayanan hukum yang optimal dan berkeadilan.

Dengan terlaksananya kunjungan ini,kantor hukum Fortuna & Zevanna Law firm berharap sinergi yang terjalin dapat terus berlanjut dan memberikan kontribusi nyata bagi terciptanya situasi hukum yang kondusif, aman, dan berkeadilan, khususnya di wilayah hukum Polres Jakarta Timur.
Media istana.com
sumber : DPD AWIBB Jabar

Danrem 172/PWY Kunjungi Kompi A Yonif TP 815/WGT, Tekankan Disiplin, Kesiapsiagaan, dan Kepatuhan Prajurit

0

Danrem 172/PWY Kunjungi Kompi A Yonif TP 815/WGT, Tekankan Disiplin, Kesiapsiagaan, dan Kepatuhan Prajurit

Jakarta -MEDIA ISTANA Senggi – Komandan Korem 172/Praja Wira Yakthi, Brigjen TNI Tagor Rio Pasaribu, S.E., melaksanakan kunjungan kerja ke Kompi A Yonif TP 815/Worgir Tassem di Distrik Senggi, Kabupaten Keerom, Papua, dalam rangka pembinaan satuan serta memastikan kesiapan personel dan materiil prajurit yang bertugas di wilayah perbatasan negara. Senin (05/01/2026).

Setibanya di Kompi A Yonif TP 815/WGT, kunjungan diawali dengan penghormatan Komandan Yonif TP 815/WGT Letkol Inf Syafiuddien Hasan, S.Sos., M.I.P., kepada Danrem 172/PWY, dilanjutkan dengan laporan singkat mengenai kondisi satuan dan pelaksanaan tugas prajurit.

Selanjutnya, Danrem 172/PWY melaksanakan peninjauan sarana dan prasarana satuan, meliputi bangunan dan perumahan Kompi A, serta melaksanakan pengecekan kebugaran, fisik, dan kesiapan operasional prajurit, serta kebersihan lingkungan guna memastikan kesiapan satuan dalam mendukung pelaksanaan tugas.

Pada kesempatan tersebut, Danrem memberikan pengarahan kepada seluruh personel Kompi A Yonif TP 815/WGT. Dalam arahannya, Danrem menegaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mengecek kesiapan satuan Yonif TP 815/WGT sebagai satuan baru, baik dari aspek personel maupun materiil. Prajurit diingatkan untuk memahami dan mengamalkan Undang-Undang, Delapan Wajib TNI, Sumpah Prajurit, Sapta Marga, serta mengenal dan menghormati struktur kepemimpinan TNI Angkatan Darat.

Danrem juga menekankan larangan keras terhadap segala bentuk pelanggaran, seperti penyalahgunaan minuman keras, narkoba, perjudian, desersi, maupun keterlibatan dalam aktivitas ilegal, termasuk tambang ilegal dan peredaran barang terlarang lainnya. Prajurit diminta menjaga kehormatan diri, keluarga, dan satuan, serta menjadi kebanggaan orang tua dan masyarakat di daerah asal masing-masing.

Terkait penggunaan media sosial, Danrem mengingatkan agar prajurit bersikap bijak, menyampaikan hal-hal positif, serta menjadikan media resmi satuan sebagai rujukan informasi guna menghindari pelanggaran yang dapat merugikan diri sendiri dan satuan.

Selain itu, Danrem menekankan pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup sehat, serta meningkatkan kewaspadaan dalam setiap aktivitas di wilayah tugas dengan menerapkan sistem pengamanan berpasangan (body system). Danrem menyampaikan rasa bangga kepada seluruh prajurit dan mengajak untuk terus menjaga soliditas, disiplin, dan semangat pengabdian dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai penegasan, Danrem 172/PWY juga mengingatkan bahwa setiap pelaksanaan tugas di wilayah perbatasan harus dilakukan secara profesional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku, tanpa melakukan tindakan kekerasan atau tindakan berlebihan yang dapat menimbulkan kerugian maupun berujung pada kefatalan.

Kunjungan kerja Danrem 172/PWY di Kompi A Yonif TP 815/WGT diakhiri dengan kegiatan foto bersama sebagai simbol kebersamaan, soliditas, dan komitmen bersama dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

HAMDAN A.md

Takut Pulang, Rumah Di Gerudug Warga, Upi Onol- Onol Ngadu Ke (KDM) Gubernur Jabar

0

Takut Pulang, Rumah Di Gerudug Warga, Upi Onol- Onol Ngadu Ke (KDM) Gubernur Jabar

Indramayu-mediaistana. com
Buntut akibat perbuatan nya, dengan membuat konten di medsos, ‘Tugu Api di ganti dengan Tugu sampah’, yang sempat Viral, Upi Onol-onol kini harus menanggung perbuatan nya, akibatnya pada hari senin (5/1/2026) kemarin, rumahnya di gerudug warga dari forum masyarakat karangampel peduli.

Merasa bingung, bercampur takut, dan hendak pulang juga bingung, Upi Onol-onol akhirnya mendatangi gedung Sate Bandung Jabar, Dengan nama posko, ‘Bale Pananggeuhan’ untuk memberikan pengaduan bantuan hukum, karena merasa tempat tinggalnya di gerudug oleh sejumlah warga yang mengatasnamakan ‘forum masyarakat karangampel peduli’.
Isi pengaduan yang di adukan oleh Upi Onol terkait kronologi tentang Sampah dan Tugu, pada Selasa (6/01/2026).

Kontroversi akibat konten yang di tayangkan oleh Upi Onol-onol ini membuat warga net geger, terutama di beberapa group medsos peacbook seperti seputar karangampel dan lainnya.

Berita pengaduan ke Bale Penangguhan gedung sate ini di jelaskan sendiri oleh upi Onol onol melalui akun medsosnya yang berbunyi :

Alhamdulillah 🤲

“Selasa tgl. 06.januari 2026 Saya mendatangi kantor gubernur BPK H. DEDI MULYADI di gedung sate bandung.
Perihal pengaduan bantuan hukum, kemarin tempat tinggal kami di grudug Ratusan orang. Kronologi nya tentang #SAMPAH & # TUGU jadi ketika saya mendengar banyak info saya bingung mau pulang gimana klo tidak pulang gimana🙏

Namun dalam isi kolom komentar di akun upi onol onol, sejumlah netizen menghujat dan menyuruh Upi onol untuk bertanggung jawab atas perbuatan konten nya, yang sudah menyinggung simbol dari pada Tugu bersejarah masyarakat karangampel tersebut.

Tak hanya itu, beberapa netizen juga mengharapkan Upi onol untuk meminta maaf dan menyanyikan lagu Indonesia raya, di depan Tugu tersebut, setelah itu untuk meminta maaf dengan di expose secara live melalui medsos.

Sampai berita ini di tebitkan, rumah Upi Onol Onol masih di jaga oleh polisi, guna menghindari Perbuatan yang tak pantas oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Iyons74

Misteri Tanda Tangan Guru SDN I Lilialy yang Hilang, Tak Ada Kabar Namun Masih Menandatangani Rapor

0

Kejanggalan serius mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Buru. Seorang guru SD Negeri 1 Lilialy, Kecamatan Lilialy, bernama Idris Kailul, S.Pd, dilaporkan hilang selama empat bulan dan belum diketahui keberadaannya , namun secara administratif justru masih aktif dan “menandatangani” dokumen resmi sekolah.

 

Idris Kailul tercatat sebagai wali kelas VI A, meski berdasarkan Laporan Orang Hilang Polres Buru Nomor: OH/07/VIII/2025/SPKT/Polres Buru/Polda Maluku, ia dinyatakan hilang sejak Kamis, 28 Agustus 2025. Hingga saat ini, tidak ada kabar maupun kejelasan mengenai keberadaannya.

 

Yang menjadi sorotan tajam, pada 19 Desember 2025, nama Idris Kailul masih tercantum dalam laporan pendidikan dan rapor semester I sebagai wali kelas aktif. Lebih mencengangkan lagi, dokumen rapor 19 siswa kelas VI A tersebut dibubuhi tanda tangan wali kelas, seolah-olah yang bersangkutan hadir dan menjalankan tugasnya secara normal.

Publik pun mempertanyakan:

siapa yang menandatangani rapor tersebut?

Apakah tanda tangan itu benar milik guru yang telah empat bulan menghilang, atau ada pihak lain yang mengatasnamakan dirinya?

Fakta ini menimbulkan dugaan kuat manipulasi administrasi, pemalsuan tanda tangan, atau setidaknya kelalaian serius dalam tata kelola dokumen pendidikan. Kejanggalan tersebut bukan hanya mencederai prinsip akuntabilitas, tetapi juga berpotensi melanggar aturan kepegawaian dan hukum.

Lebih jauh, kasus ini menempatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Buru dalam sorotan publik. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, Aziz Ikbal , belum memberikan keterangan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan.

Masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan segera: Melakukan audit administrasi menyeluruh di SD Negeri 1 Lilialy Mengusut keabsahan tanda tangan dalam dokumen rapor Memberikan kejelasan status kepegawaian guru yang dilaporkan hilang

Menjamin tidak ada praktik manipulasi dalam dokumen pendidikan

Kasus “misteri tanda tangan guru yang masih hilang” ini menjadi ujian serius bagi transparansi, integritas, dan pengawasan birokrasi pendidikan di Kabupaten Buru. Di saat nasib seorang guru belum diketahui, keabsahan dokumen sekolah justru menimbulkan tanda tanya besar.

Publik kini menunggu: apakah ini sekadar kelalaian, atau ada praktik yang sengaja ditutupi? (S.AS)

Misteri Tanda Tangan Guru SDN I Lilialy yang Hilang, Tak Ada Kabar Namun Masih Menandatangani Rapor

0

Kejanggalan serius mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Buru. Seorang guru SD Negeri 1 Lilialy, Kecamatan Lilialy, bernama Idris Kailul, S.Pd, dilaporkan hilang selama empat bulan dan belum diketahui keberadaannya , namun secara administratif justru masih aktif dan “menandatangani” dokumen resmi sekolah.

Idris Kailul tercatat sebagai wali kelas VI A, meski berdasarkan Laporan Orang Hilang Polres Buru Nomor: OH/07/VIII/2025/SPKT/Polres Buru/Polda Maluku, ia dinyatakan hilang sejak Kamis, 28 Agustus 2025. Hingga saat ini, tidak ada kabar maupun kejelasan mengenai keberadaannya.

Yang menjadi sorotan tajam, pada 19 Desember 2025, nama Idris Kailul masih tercantum dalam laporan pendidikan dan rapor semester I sebagai wali kelas aktif. Lebih mencengangkan lagi, dokumen rapor 19 siswa kelas VI A tersebut dibubuhi tanda tangan wali kelas, seolah-olah yang bersangkutan hadir dan menjalankan tugasnya secara normal.

Publik pun mempertanyakan:

siapa yang menandatangani rapor tersebut?

Apakah tanda tangan itu benar milik guru yang telah empat bulan menghilang, atau ada pihak lain yang mengatasnamakan dirinya?

Fakta ini menimbulkan dugaan kuat manipulasi administrasi, pemalsuan tanda tangan, atau setidaknya kelalaian serius dalam tata kelola dokumen pendidikan. Kejanggalan tersebut bukan hanya mencederai prinsip akuntabilitas, tetapi juga berpotensi melanggar aturan kepegawaian dan hukum.

Lebih jauh, kasus ini menempatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Buru dalam sorotan publik. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, Ikbal Alkatiri, belum memberikan keterangan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan.

Masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan segera: Melakukan audit administrasi menyeluruh di SD Negeri 1 Lilialy Mengusut keabsahan tanda tangan dalam dokumen rapor Memberikan kejelasan status kepegawaian guru yang dilaporkan hilang Menjamin tidak ada praktik manipulasi dalam dokumen pendidikan

Kasus “misteri tanda tangan guru yang masih hilang” ini menjadi ujian serius bagi transparansi, integritas, dan pengawasan birokrasi pendidikan di Kabupaten Buru. Di saat nasib seorang guru belum diketahui, keabsahan dokumen sekolah justru menimbulkan tanda tanya besar.

Publik kini menunggu: apakah ini sekadar kelalaian, atau ada praktik yang sengaja ditutupi? (S.AS)

Misteri Tanda Tangan Guru SDN I Lilialy yang Hilang, Tak Ada Kabar Namun Masih Menandatangani Rapor

0

Kejanggalan serius mengguncang dunia pendidikan di Kabupaten Buru. Seorang guru SD Negeri 1 Lilialy, Kecamatan Lilialy, bernama Idris Kailul, S.Pd, dilaporkan hilang selama empat bulan dan belum diketahui keberadaannya , namun secara administratif justru masih aktif dan “menandatangani” dokumen resmi sekolah.

Idris Kailul tercatat sebagai wali kelas VI A, meski berdasarkan Laporan Orang Hilang Polres Buru Nomor: OH/07/VIII/2025/SPKT/Polres Buru/Polda Maluku, ia dinyatakan hilang sejak Kamis, 28 Agustus 2025. Hingga saat ini, tidak ada kabar maupun kejelasan mengenai keberadaannya.

Yang menjadi sorotan tajam, pada 19 Desember 2025, nama Idris Kailul masih tercantum dalam laporan pendidikan dan rapor semester I sebagai wali kelas aktif. Lebih mencengangkan lagi, dokumen rapor 19 siswa kelas VI A tersebut dibubuhi tanda tangan wali kelas, seolah-olah yang bersangkutan hadir dan menjalankan tugasnya secara normal.

Publik pun mempertanyakan: siapa yang menandatangani rapor tersebut? Apakah tanda tangan itu benar milik guru yang telah empat bulan menghilang, atau ada pihak lain yang mengatasnamakan dirinya?

Fakta ini menimbulkan dugaan kuat manipulasi administrasi, pemalsuan tanda tangan, atau setidaknya kelalaian serius dalam tata kelola dokumen pendidikan. Kejanggalan tersebut bukan hanya mencederai prinsip akuntabilitas, tetapi juga berpotensi melanggar aturan kepegawaian dan hukum.

Lebih jauh, kasus ini menempatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Buru dalam sorotan publik. Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Buru, Ikbal Alkatiri, belum memberikan keterangan resmi meski upaya konfirmasi telah dilakukan.

Masyarakat mendesak agar Dinas Pendidikan segera: Melakukan audit administrasi menyeluruh di SD Negeri 1 Lilialy Mengusut keabsahan tanda tangan dalam dokumen rapor Memberikan kejelasan status kepegawaian guru yang dilaporkan hilang Menjamin tidak ada praktik manipulasi dalam dokumen pendidikan

Kasus “misteri tanda tangan guru yang masih hilang” ini menjadi ujian serius bagi transparansi, integritas, dan pengawasan birokrasi pendidikan di Kabupaten Buru. Di saat nasib seorang guru belum diketahui, keabsahan dokumen sekolah justru menimbulkan tanda tanya besar.

Publik kini menunggu: apakah ini sekadar kelalaian, atau ada praktik yang sengaja ditutupi? (Syam.AS)

Ada Apa Ya!! Humas SMK. S Pemda Labuhanbatu Suruh Lari Kepala Sekolah Untuk Menghindari Wartawan

0

MediaIstana.com Labuhanbatu||- Selasa (06/01/2025), Gawat dan sungguh miris melihatnya oknum Humas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara. Berapa tidak, pasalnya, Sawal Siregar selaku Humas di SMK S Pemda Kabupaten Labuhanbatu menyuruh Kepala sekolahnya untuk lari dan bersembunyi. Sawal Siregar melakukannya menyuruh Kepala sekolah lari dan bersembunyi dengan memakai gerakkan tangan kanannya, memberikan kode sebagai isyarat agar Kepala sekolah Drs Bahder Johan Lumban Gaol selaku Kepala Sekolah di SMK S Pemda Kabupaten Labuhanbatu bersembunyi dari konfirmasi beberapa orang wartawan yang berkunjung ke sekolah SMK S Pemda tersebut, Selasa (06/01/2025).

Sebelumnya, tim awak media ini ketemu dengan Humas SMK S Pemda Kabupaten Labuhanbatu tepatnya dilokasi gedung SMK S Pemda dan disaksikan guru, Ngampuni Tarigan, didepan kantor dewan guru dan Azhar Rambe di pos penjagaan SMK S Pemda Kabupaten Labuhanbatu. Dan, saat ketemu dengan tim awak media, yang ingin ketemu dengan Kepala sekolah SMK S Pemda bernama Drs Bahder Johan Lumban Gaol, Humas bernama Sawal Siregar mengatakan kepada tim awak media, bahwa, Kepala sekolah Drs Bahder Johan Lumban Gaol, lagi keluar.

“” Pak Kepsek lagi keluar dan ada urusannya “”, kata humas Sawal Siregar.

Hasil keterangan dari siswa siswi di SMK S Pemda Kabupaten Labuhanbatu yang dikonfirmasi tim awak media, bahwa siswa siswi anak didik di SMK S Pemda Kabupaten Labubanbatu dengan jumlah siswa siswi sebanyak 808. Dan, setiap bulanya bayar uang sekolah sebesar Rp 170 ribu rupiah per siswa siswi. Serta ditambah uang pakaian olah raga l, uang pakaian Praktek dan pakai seragam sebesar Rp 500 ribu rupiah per siswa siswi. Kononnya, ditambah lagi uang pembangunan uang dibayar siswa siswi di SMK S Pemda Kabupaten Labubanbatu pertahunnya berjalan.

Sebab, dari data yang dihimpun tim awak media , terdapat dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun anggaran 2024, tahap 1 Rp 569.430.000, – dan tahap 2 Rp 569.430.000.-. Baru ditahun anggaran 2025 dana BOS SMK S Pemda Kabupaten Labubanbatu yaitu tahap 1 Rp 636.120.000,- dan ditahap ke 2 dana BOS tahun 2025 belum ada perincian penggunaan Dana BOSnya walaupun sudah berjalan realisasi anggaran tersebut. Hal ini lah yang ingin dikonfirmasi oleh tim awak media, sehingga humas menyuruh lari Kepala sekolah Drs Bahder Johan Lumban Gaol saat ketika, tiba tiba kembali ke SMK S Pemda Kabupaten Labubanbatu, terlihat naik kendaraan roda dua masuk kegedung SMK S Pemda Kabupaten Labubanbatu.

By ( Dariter R / Red Taem)

Satgasus KPK Tipikor Riau Pertanyakan Mandeknya Pengusutan Mafia Tanah 300 Ha di Pelalawan

0

PELALAWAN | Harapan masyarakat Desa Kuala Panduk dan Desa Pangkalan Terap untuk mendapatkan kepastian hukum atas tanah mereka kini terbentur tembok ketidakpastian. Pasca pelaporan resmi dugaan praktik mafia tanah seluas ±300 hektare pada awal Desember lalu, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau dinilai masih “berjalan di tempat”.

 

Ketua Satgasus Komisi Pengawasan Korupsi (KPK) Tipikor Provinsi Riau, Julianto, menyatakan kekecewaannya atas nihilnya progres signifikan dari aparat penegak hukum. Padahal, laporan bernomor 007/YKT/LP/2025 tersebut membawa bukti-bukti krusial terkait pencatutan identitas warga dan dugaan keterlibatan korporasi.

 

“Kami mempertanyakan komitmen Polda Riau dalam memberantas mafia tanah. Sejak laporan kami masukkan pada Rabu (3/12), hingga hari ini belum ada tanda-tanda pemanggilan saksi kunci maupun tindakan progresif di lapangan. Ada apa?” tegas Julianto (Senin, 5/01)

 

 

Julianto menilai, lambannya respons kepolisian memperlebar celah bagi para pelaku untuk menghilangkan barang bukti atau melegalkan dokumen yang diduga palsu. Kasus ini bukan sekadar sengketa lahan biasa, melainkan dugaan kejahatan terstruktur yang melibatkan manipulasi dokumen negara.

 

“Ini adalah ujian bagi Polda Riau. Apakah mereka berani menyentuh aktor intelektual di balik pencatutan nama warga ini, atau justru membiarkan kasus ini menguap begitu saja?” tambahnya.

 

 

Berdasarkan hasil investigasi Satgasus KPK Tipikor Provinsi Riau, ratusan hektare lahan di Pelalawan tersebut dikuasai dengan dalih milik masyarakat. Namun, fakta di lapangan menunjukkan warga lokal hanya dijadikan “tameng” administrasi tanpa pernah menerima manfaat, bahkan banyak yang tidak tahu namanya masuk dalam daftar pemilik lahan.

 

Satgasus KPK Tipikor Riau mendesak Kapolda Riau untuk memberikan atensi khusus pada kasus ini agar tidak menimbulkan gejolak sosial yang lebih besar di masyarakat akar rumput.

 

Poin-Poin Desakan Satgasus kepada Polda Riau:

Transparansi SP2HP: Meminta Kepolisian segera mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) secara terbuka.

 

Panggil Pihak Korporasi: Segera memeriksa manajemen PT. GAS yang diduga kuat sebagai penerima manfaat (beneficial owner) dari pembukaan lahan tersebut.

 

Lindungi Saksi: Memberikan perlindungan bagi warga desa yang identitasnya dicatut agar berani memberikan keterangan jujur.

 

“Kami tidak akan berhenti di sini. Jika dalam waktu dekat tetap tidak ada perkembangan, kami akan membawa persoalan ini ke tingkat Mabes Polri dan Kementerian ATR/BPN di Jakarta,” tutup Julianto.

Momen Haru, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu Pimpin Apel Terakhir

0

Momen Haru, Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu Pimpin Apel Terakhir Titipkan Doa untuk Anggota.

GRESIK – Suasana penuh haru di halaman Mapolres Gresik saat Apel Pagi Jam Pimpinan, Senin (5/1/2026). Apel tersebut menjadi momen istimewa, lantaran Kapolres Gresik AKBP Rovan Richard Mahenu, menyampaikan arahan yang juga menjadi pamitan terakhirnya kepada seluruh jajaran.

Di hadapan Wakapolres, pejabat utama (PJU), para Kapolsek, personel Bintara, serta ASN Polres Gresik, AKBP Rovan mengungkapkan bahwa apel tersebut kemungkinan menjadi yang terakhir baginya sebagai Kapolres Gresik, seiring berakhirnya masa pengabdian di Kota Pudak.

Apel pagi itu terasa berbeda. Setiap arahan yang disampaikan tak hanya berisi penekanan tugas, tetapi juga sarat pesan moral, rasa syukur, dan kehangatan hubungan emosional antara pimpinan dan anggota.

AKBP Rovan menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai fondasi utama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia mengingatkan agar anggota tidak mengabaikan kondisi tubuh di tengah dinamika dan tuntutan tugas kepolisian yang semakin kompleks.

“Rekan-rekan harus benar-benar menjaga kesehatan. Sempatkan berolahraga, minimal jalan kaki satu jam. Tubuh yang sehat adalah modal utama untuk memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujarnya tegas.

Tak lupa, Kapolres menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan serta kerja keras seluruh personel selama kurang lebih satu tahun masa kepemimpinannya.

Ia berharap capaian kinerja dan kualitas pelayanan yang telah dibangun bersama dapat terus dijaga dan ditingkatkan, demi marwah institusi Polri dari tingkat Polsek hingga Polres.

Kapolres yang dikenal dekat dan humanis ini juga menegaskan bahwa berakhirnya masa jabatan tidak berarti terputusnya hubungan silaturahmi.

Ia membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi seluruh anggota, khususnya yang suatu waktu berada di Jakarta.

“Rekan-rekan semua sudah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan karier saya. Semoga silaturahmi ini tetap terjaga, kapan pun dan di mana pun kita berada,” tuturnya dengan nada tulus.

Menjelang akhir arahan, suasana semakin terasa haru saat AKBP Rovan menyampaikan permohonan maaf secara pribadi maupun kedinasan atas segala kekurangan selama memimpin Polres Gresik.

Ia juga menyampaikan bahwa bersama sang istri, dirinya dijadwalkan akan resmi berpamitan pada pekan mendatang.

Sebagai penutup, AKBP Rovan memanjatkan doa terbaik untuk seluruh keluarga besar Polres Gresik agar senantiasa diberikan kesehatan, keselamatan, serta kesuksesan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Saya mendoakan semoga tahun ini menjadi tahun terbaik bagi rekan-rekan semua. Diberikan kesehatan, panjang umur, kesuksesan dalam tugas, dan semoga seluruh anggota Polres Gresik dijauhkan dari segala bentuk pelanggaran,” pungkasnya.

Apel pagi tersebut turut dihadiri Wakapolres Gresik Kompol Shabda Purusha Putra, jajaran Kabag, para PJU, Kapolsek jajaran, serta seluruh personel Polri dan ASN di lingkungan Polres Gresik.

Kenal Pamit Kapolres Mamasa Digelar Rujab Bupati Mamasa bersama Pemda Mamasa 

0

 

MAMASAMediaistana.-Kepolisian Resor Mamasa Polda Sulawesi Barat menggelar kegiatan kenal pamit Kapolres Mamasa yang berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan (Rujab) Bupati Mamasa, sebagai bagian dari rangkaian serah terima kepemimpinan Kapolres Mamasa dari pejabat lama kepada pejabat baru, (05/01/ 2026)

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Mamasa Welem Sambolangi, S.E., Wakil Bupati Mamasa Drs. H. Sudirman, Ketua DPRD Kabupaten Mamasa Agum Syaputra, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Mamasa Arwin, S.H., serta Sekretaris Daerah Kabupaten Mamasa H. Muhammad Sykur, S.Pd., M.Pd.

Turut hadir pula Dandim 1428/Mamasa Letkol Arh. Edwin Hermawan, S.H., M.Ap., Kepala Kejaksaan Negeri Mamasa Dr. Andik Faik Wana Hamza, S.H., M.H., Kalapas Kelas III Mamasa Abimanyu Novarian Ustadi, serta Kepala Kementerian Agama Kabupaten Mamasa H. Ramli Laeha, S.Ag., M.Pdi.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Muchlis Nadjar, S.H., S.I.K. selaku pejabat lama Kapolres Mamasa menyampaikan pamit dan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur Forkopimda, jajaran Polres Mamasa, serta masyarakat Kabupaten Mamasa atas dukungan dan kerja sama selama masa tugasnya.

Sementara itu, pejabat baru Kapolres Mamasa AKBP Ariantony Utama Bangalino, S.H., S.I.K. menyampaikan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan serta memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Mamasa.

Kegiatan kenal pamit ini juga dihadiri oleh Wakapolres Mamasa Kompol Muh. Akhir Anwar, S.H., para Pejabat Utama (PJU) Polres Mamasa, Kapolsek jajaran, para Kepala OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Mamasa, serta Ketua dan Anggota Bhayangkari.

Acara ditutup dengan penyerahan cenderamata, foto bersama, dan ramah tamah sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama serta dukungan kepada Kapolres Mamasa yang baru.

 

(Nurdin).