Beranda blog Halaman 739

Bupati Buru Tegaskan Akhiri Dualisme Raja Petuanan Kaiely: Jika Tak Selesai, Tak Diundang Rapat Resmi

0

Namlea — Bupati Buru Ikram Umasugi menyoroti keras dualisme Raja Petuanan Kaiely yang hingga kini belum terselesaikan. Dua nama, Fandy Ashari Wel dan Abdullah Wael, sama-sama mengklaim sebagai raja. Ikram menegaskan, persoalan tersebut harus segera dituntaskan agar kepemimpinan adat di Kaiely hanya diwakili oleh satu raja yang sah.

Penegasan itu disampaikan Ikram saat memimpin rapat bersama 10 ketua koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR), unsur Muspida, para ahli waris, tokoh adat, kepala-kepala soa, Camat Kaiely, serta undangan lainnya di ruang rapat utama Kantor Bupati Buru, Senin (30/12).

“Raja itu satu, bukan dua. Dualisme ini tidak boleh terus dibiarkan,” tegas Ikram di hadapan peserta rapat.

Ikram bahkan menyampaikan sikap tegas pemerintah daerah. Jika konflik penetapan raja tidak segera diselesaikan melalui mekanisme adat yang sah, maka ke depan kedua pihak tidak akan diundang dalam rapat-rapat resmi yang diselenggarakan pemerintah daerah

“Pemerintah daerah membutuhkan kejelasan. Kalau masih ada dua raja, maka pemerintah tidak bisa menentukan siapa yang mewakili petuanan secara sah,” ujarnya.

Menurut Ikram, dualisme kepemimpinan adat tidak hanya mencederai nilai-nilai adat, tetapi juga berpotensi menghambat urusan pemerintahan, investasi, serta pengelolaan sumber daya alam di wilayah Petuanan Kaiely, termasuk yang berkaitan dengan koperasi pemegang IPR.

Ia meminta para ahli waris, tokoh adat, dan kepala soa untuk segera duduk bersama, membuka kembali silsilah dan mekanisme adat, serta menetapkan satu raja yang memiliki legitimasi kuat secara adat maupun sosial.

“Ini bukan soal siapa yang menang atau kalah, tapi soal masa depan Kaiely. Jangan jadikan adat sebagai sumber konflik,” kata Ikram.

Rapat tersebut berlangsung dalam suasana serius. Sejumlah tokoh adat menyatakan perlunya penyelesaian bermartabat agar wibawa adat Kaiely tidak terus tergerus oleh konflik internal yang berkepanjangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari kedua pihak yang mengklaim sebagai Raja Petuanan Kaiely terkait ultimatum Bupati Buru tersebut. Namun pemerintah daerah memastikan akan konsisten mendorong penyelesaian demi kepastian hukum adat dan stabilitas pemerintahan di wilayah Kaiely.(Syam)

Hasan Wael Tampilkan Bukti Historis Kepemilikan GB, Pemda Cari Jalan Damai untuk Kesejahteraan Rakyat

0

Upaya penyelesaian sengketa kepemilikan lahan Gunung Botak kembali mengemuka dalam rapat resmi yang digelar di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Buru, Selasa, 30 Desember 2025. Dalam forum tersebut, Hasan Wael hadir membawa dokumen historis penguasaan lahan beserta surat-surat kepemilikan sebagai dasar klaim hak atas wilayah Gunung Botak.

Presentasi materi disampaikan oleh Haris Bessy selaku perwakilan ahli waris, yang menjelaskan secara rinci sejarah penguasaan lahan oleh keluarga besar ahli waris yang terdiri dari Dusun Kayu Putih Sampeno, Dusun Kayu Putih Anhoni, dan Dusun Kayu Putih Kepala Mawsait (Gunung Botak). Paparan tersebut menegaskan keterkaitan adat, sejarah pemanfaatan lahan, serta bukti tertulis yang selama ini menjadi pegangan para ahli waris.

Rapat strategis ini dihadiri langsung oleh Bupati Buru Ikram Umasugi, Wakil Bupati Sudarmo, Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, SH, S.I.K, MM,. Dandim 1506/Namlea, Letkol Inf. Haribertus Purwanto,Ketua DPRD Kabupaten Buru Bambang Langlangbuana, perwakilan 10 koperasi penambang IPR, Raja Kaiely, Camat Kaiely, perwakilan bapak angkat dan ibu angkat koperasi, serta para kepala adat dan kepala soa. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menangani persoalan Gunung Botak secara komprehensif dan berkeadilan.

Bupati Buru selaku pimpinan rapat menegaskan bahwa forum ini bertujuan untuk mencari jalan keluar terbaik atas klaim kepemilikan Gunung Botak, tanpa mengabaikan aspek hukum, adat, dan kepentingan masyarakat luas. Pemerintah daerah berharap penyelesaian yang dicapai nantinya dapat membuka ruang pemanfaatan Gunung Botak secara legal, tertib, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat Kabupaten Buru.

Editorial ini mencatat bahwa langkah Hasan Wael dan para ahli waris menghadirkan bukti historis dalam forum resmi merupakan bagian penting dari proses klarifikasi dan dialog terbuka. Ke depan, dibutuhkan kebijaksanaan semua pihak agar Gunung Botak tidak lagi menjadi sumber konflik, melainkan menjadi aset daerah yang dikelola secara adil, transparan, dan berkelanjutan demi generasi sekarang dan yang akan datang (Syam)

Pemerintah Gampong Meunasah Pu’uk Gelar Musrenbang (RKP) Tahun 2026

0

 

Aceh Timur-Mediaistana.com 

Pemerintah Gampong Meunasah Pu’uk menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Gampong Meunasah Pu’uk dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pembangunan (RKP) Gampong Tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan di Meunasah Pu’uk pada Selasa, 30 Desember 2025.

 

Musrenbang gampong merupakan forum musyawarah tahunan yang melibatkan para pemangku kepentingan (stakeholder) gampong untuk menyepakati rencana pembangunan tahunan. Setiap gampong diamanatkan menyusun dokumen perencanaan pembangunan lima tahunan, yaitu Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Gampong, serta dokumen perencanaan tahunan berupa RKP Gampong. Forum ini menjadi wadah penting untuk membahas dan menampung aspirasi serta kebutuhan masyarakat.

 

Kegiatan Musrenbang Gampong Meunasah Pu’uk dalam rangka penetapan skala prioritas RKP Tahun 2026 ini dihadiri oleh pj Keuchik Gampong Meunasah Pu’uk,keuchik terpilih gampong meunasah pu’uk,beserta seluruh aparat gampong, Camat Idi Rayeuk, Tuha Peut Gampong (TPG), tokoh masyarakat, Pendamping Desa, serta perwakilan dari DPMG Kecamatan Idi Rayeuk.

 

Tujuan utama pelaksanaan Musrenbang gampong ini adalah untuk membahas dan menyusun RKP Gampong Tahun 2026. RKP tersebut merupakan dokumen penting yang menjadi acuan pemerintah gampong dalam mengalokasikan anggaran serta mengarahkan program pembangunan di tingkat gampong. Melalui musyawarah ini, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyampaikan usulan, aspirasi, serta pandangan terkait kebutuhan lokal, prioritas pembangunan, dan potensi yang dimiliki Gampong Meunasah Pu’uk.

 

Musrenbang gampong dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dengan tujuan menampung dan menetapkan kegiatan prioritas berdasarkan kebutuhan masyarakat. Dengan adanya Musrenbang ini, diharapkan pembangunan gampong benar-benar mencerminkan kebutuhan dan harapan masyarakat setempat.

 

Kegiatan musyawarah berlangsung dengan lancar dan seluruh keputusan ditetapkan melalui musyawarah mufakat.

 

Peringati HUT Satpam ke-45, Satbinmas Polres Ngawi Gelar Upacara di TMP

0

Kontrolnews.co – Ngawi | Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Satuan Pengamanan (Satpam) ke-45 Tahun 2025, Satbinmas Polres Ngawi melaksanakan upacara ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wedyodingrat, Jalan Diponegoro, Kelurahan Ketanggi, Kecamatan/Kabupaten Ngawi, Selasa (30/12/2025).

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kasat Binmas Polres Ngawi AKP Agus Purwanto, S.E., diikuti anggota Binmas, perwakilan pengguna jasa Satpam, serta perwakilan anggota Satpam se-Kabupaten Ngawi.

Upacara ziarah dan tabur bunga ini merupakan bentuk penghormatan kepada jasa para pahlawan sekaligus momentum refleksi bagi insan Satpam agar terus meningkatkan profesionalisme dan dedikasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan kerjanya.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara ziarah dan doa, dilanjutkan tabur bunga di pusara para pahlawan, dan ditutup dengan sesi foto bersama. Seluruh kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan kondusif.

Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., dalam keterangannya menyampaikan apresiasi kepada Satbinmas Polres Ngawi serta seluruh anggota Satpam yang telah berperan aktif mendukung tugas Kepolisian.

“Peringatan HUT Satpam ke-45 ini diharapkan dapat semakin menumbuhkan semangat pengabdian, disiplin, dan loyalitas anggota Satpam sebagai mitra Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Sinergitas yang sudah terjalin dengan baik agar terus ditingkatkan demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Ngawi,” ujar Kapolres Ngawi.

Dengan peringatan ini, Polres Ngawi berharap Satpam ke depan semakin profesional, humanis, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya di tengah masyarakat.

Kapolres Buru Bersama Forkopimda Tinjau Pos Pengamanan Nataru 2025–2026, Pastikan Masyarakat Aman dan Nyaman

0

Dalam rangka memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.H., S.I.K., M.M. bersama Forkopimda Kabupaten Buru melaksanakan pengecekan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pospam), Selasa (30/12/2025).

Pengecekan dilakukan pada Pos Pengamanan Pantai Baikole Desa Jikumerasa, Kecamatan Lilialy, serta Pos Pengamanan Pelabuhan Laut Namlea. Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Buru, Dandim 1506/Namlea, Ketua DPRD Kabupaten Buru, serta unsur TNI-Polri dan instansi terkait.

Kapolres Buru menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang melaksanakan pengamanan dan menekankan pentingnya pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh personel yang bertugas di Pos Pengamanan.

Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, tetap humanis, dan utamakan keselamatan masyarakat. Kehadiran Polri harus benar-benar dirasakan sebagai pelindung dan pengayom,” ujar Kapolres Buru.

Lebih lanjut, Kapolres Buru menekankan bahwa lokasi wisata dan pelabuhan laut menjadi titik rawan yang membutuhkan kesiapsiagaan ekstra selama libur Natal dan Tahun Baru.

“Pos Pengamanan Pelabuhan Laut Namlea merupakan pintu gerbang utama masuknya masyarakat. Oleh karena itu, lakukan pemeriksaan secara maksimal terhadap penumpang dan barang bawaan, cegah peredaran miras ilegal maupun narkoba, serta siapkan langkah cepat apabila terjadi situasi darurat. Sinergi dengan Dinas Perhubungan dan instansi terkait harus terus ditingkatkan,” tegasnya.

Kapolres Buru juga mengingatkan seluruh personel agar tetap menjaga kesehatan dan melaporkan setiap perkembangan situasi secara real-time.

“Tetap jaga kesehatan, laksanakan patroli secara intensif, dan laporkan setiap kejadian dengan cepat.

Mari kita bersama-sama menciptakan suasana Natal dan Tahun Baru yang aman, nyaman, dan damai bagi seluruh masyarakat Kabupaten Buru,” pungkas Kapolres Buru.

Kegiatan pengecekan pos pengamanan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Polres Buru berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat guna memberikan rasa aman serta pelayanan terbaik selama perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.(Syam)

Kasat Reskrim Polres Pidie Sisir DAS Neubok Badeuk Tindaklanjuti Isu Tambang Ilegal

0

Sigli – Menyikapi informasi yang beredar di media sosial terkait dugaan aktivitas penambangan ilegal di Daerah Aliran Sungai (DAS) Gampong Neubok Badeuk, Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Polres Pidie bergerak cepat melakukan pengecekan langsung ke lapangan, Senin (29/12/2025).

Penyisiran lokasi DAS tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Pidie AKP Dedy Miswar, S.Sos., MH., bersama Kapolsek Tangse IPTU M. Jamil, Danramil 16 Tangse Lettu Kav Dian Prayatna, personel Satreskrim Polres Pidie, personel Polsek Tangse, serta didampingi Keuchik Gampong Neubok Badeuk, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat sekitar permukiman Pulo Mesjid.

Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas viralnya unggahan di media sosial yang menyebutkan adanya alat berat jenis excavator yang diduga melakukan penambangan emas ilegal di aliran sungai, yang dikhawatirkan dapat menyebabkan air sungai menjadi keruh dan berdampak pada permukiman warga.

Dari hasil pengecekan dan penyisiran menyeluruh sepanjang alur DAS Gampong Neubok Badeuk hingga kawasan permukiman Pulo Mesjid, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan ilegal maupun keberadaan alat berat di lokasi tersebut.

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK melalui Kasat Reskrim AKP Dedy Miswar, S.Sos, MH menyampaikan bahwa Polres Pidie berkomitmen menindaklanjuti setiap informasi dari masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan potensi kerusakan lingkungan dan keresahan publik.

“Kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar. Hasilnya, tidak ditemukan aktivitas penambangan ilegal di lokasi tersebut, ungkap AKP Dedy Miswar, S.Sos, MH.

Namun demikian, Polres Pidie tetap melakukan monitoring dan siap menindak tegas apabila di kemudian hari ditemukan pelanggaran hukum,” tegasnya.

Kasat Reskrim juga menyampaikan bahwa Polres Pidie mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tidak melakukan aktivitas penambangan ilegal, baik di daerah aliran sungai (DAS), kawasan hutan, maupun wilayah lainnya tanpa izin resmi dari instansi berwenang.

Aktivitas penambangan ilegal tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat merusak lingkungan, menyebabkan pencemaran air, meningkatkan risiko banjir dan longsor, serta berdampak langsung pada keselamatan masyarakat seperti yang terjadi saat sekarang ini.

Kasat Reskrim juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak terlibat dalam praktik penambangan ilegal serta segera melaporkan kepada pihak Kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas penambangan tanpa izin di wilayahnya.

Sinergi Polri, Bhayangkari, HIMPSI, dan Relawan Pulihkan Trauma Pascabanjir

0

Meureudu – Polres Pidie Jaya bersama Bhayangkari Cabang Pidie Jaya, Tim Konseling Polres Pidie Jaya, Relawan Rumah Zakat, serta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) Aceh melaksanakan kegiatan psikososial dan trauma healing bagi masyarakat terdampak bencana banjir di wilayah hukum Polres Pidie Jaya.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Desember 2025, bertempat di lokasi pengungsian Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, sebagai bentuk kepedulian dan kehadiran Polri dalam membantu pemulihan psikologis masyarakat pascabencana.

Kapolres Pidie Jaya AKBP Ahmad Faisal Pasaribu melalui Kasi Humas Polres Pidie Jaya AKP Mahruzar Hariadi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan kolaborasi Polri bersama Bhayangkari dan berbagai elemen masyarakat untuk memberikan dukungan psikologis, khususnya kepada anak-anak dan pengungsi yang terdampak langsung bencana banjir.

“Melalui kegiatan psikososial dan trauma healing ini, kami berupaya membantu memulihkan kondisi mental dan emosional para pengungsi, terutama anak-anak, agar dapat kembali ceria dan termotivasi setelah mengalami peristiwa bencana,” ujar AKP Mahruzar.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Cabang Bhayangkari Pidie Jaya Ny. Dewi Faisal Pasaribu, Wakapolres Pidie Jaya Kompol Iswahyudi, Kabag SDM Polres Pidie Jaya AKP Mahyuddin, personel Bag SDM Polres Pidie Jaya, Kasat Lantas Polres Pidie Jaya AKP Fefy Yunitasari, personel Polwan Polres Pidie Jaya, Ketua HIMPSI Aceh Harri Santoso, Relawan Rumah Zakat, Relawan HIMPSI Aceh, serta masyarakat dan anak-anak Gampong Meunasah Raya.

Adapun rangkaian kegiatan psikososial dan trauma healing meliputi hiburan anak, kegiatan keterampilan dan penguatan mental, yel-yel kebersamaan, pembagian hadiah dan snack, serta kegiatan menggambar menggunakan cap sidik jari (fingerprint) yang bertujuan mengekspresikan emosi anak secara positif.

Pelaksanaan kegiatan ini difokuskan kepada para pengungsi dan anak-anak yang terdampak bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya, khususnya di titik pengungsian Gampong Meunasah Raya, Kecamatan Meurah Dua.

Kegiatan tersebut menjadi bukti keseriusan Polri bersama Bhayangkari dan masyarakat dalam mempercepat pemulihan psikososial dan trauma healing pascabencana, sekaligus menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui pendekatan humanis dan empati.

Body Rafting Citumang Jadi Primadona Wisatawan, Kunjungan Melonjak di Libur Akhir Tahun

0

Body Rafting Citumang Jadi Primadona Wisatawan, Kunjungan Melonjak di Libur Akhir Tahun

PANGANDARAN – Senin 29 Desember 2025 – JAWA BARAT — Destinasi wisata alam Body Rafting Citumang yang berlokasi di Desa Bojong, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran, kembali menjadi primadona wisatawan selama libur akhir tahun. Lonjakan kunjungan terjadi signifikan sejak libur Natal hingga menjelang pergantian Tahun Baru, menandakan tingginya minat wisatawan terhadap wisata alam berbasis petualangan.

Pantauan di lapangan menunjukkan, ribuan wisatawan dari berbagai daerah memadati kawasan wisata Citumang untuk menikmati sensasi body rafting di aliran sungai yang jernih dengan panorama alam yang masih asri. Kepadatan pengunjung terlihat sejak pagi hari, terutama pada puncak libur Natal dan akhir pekan.
Pengelola Body Rafting Citumang mencatat, jumlah wisatawan yang berkunjung mengalami peningkatan tajam dibandingkan hari normal. Pada momen puncak libur, ratusan hingga mendekati seribu pengunjung per hari tercatat mengikuti aktivitas body rafting, menjadikan Citumang sebagai salah satu destinasi unggulan di Kabupaten Pangandaran selama musim liburan.

Daya Tarik Wisata Alam Body Rafting Citumang menawarkan pengalaman menyusuri sungai sepanjang kurang lebih 1,5 kilometer dengan arus yang relatif aman, berpadu dengan bebatuan alami, air berwarna hijau toska, serta hutan tropis yang masih terjaga. Aktivitas ini dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai dari wisatawan muda hingga keluarga, dengan pendampingan pemandu profesional dan perlengkapan keselamatan lengkap.
Selain keindahan alam, faktor kenyamanan dan keamanan menjadi alasan utama wisatawan memilih Citumang sebagai tujuan liburan.

Setiap pengunjung wajib menggunakan alat keselamatan standar, serta didampingi pemandu berpengalaman selama kegiatan berlangsung.

Kesiapsiagaan Pengelola Mengantisipasi membludaknya wisatawan di libur akhir tahun, pengelola Body Rafting Citumang melakukan sejumlah langkah kesiapsiagaan. Di antaranya dengan menambah jumlah pemandu, mengatur jadwal masuk pengunjung, serta meningkatkan pengawasan di sepanjang jalur body rafting.

Koordinasi juga dilakukan bersama unsur keamanan, aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta petugas parkir untuk memastikan aktivitas wisata berjalan aman, tertib, dan lancar. Hingga saat ini, situasi wisata Citumang terpantau kondusif tanpa adanya kejadian yang mengganggu kenyamanan pengunjung.

Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal Lonjakan kunjungan wisatawan ke Body Rafting Citumang turut memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat sekitar. Pelaku UMKM, jasa parkir, pemandu lokal, hingga penyedia penginapan dan kuliner merasakan peningkatan pendapatan selama musim liburan.

Pengelola berharap, tingginya animo wisatawan ini dapat terus terjaga, sekaligus mendorong Citumang menjadi destinasi wisata alam unggulan yang berkelanjutan, tidak hanya di tingkat regional tetapi juga nasional.

Dengan keindahan alam yang masih terjaga, pengelolaan yang profesional, serta dukungan masyarakat setempat, Body Rafting Citumang semakin mengukuhkan diri sebagai primadona wisata Pangandaran di libur akhir tahun.

Media istana. com
penulis.David Tasti

Catatan Akhir Tahun

0

Oleh: Muhamad Daniel Rigan

Tahun ini mengajarkanku banyak hal.Tentang sabar yang tumbuh perlahan,tentang kecewa yang akhirnya menguatkan, dan tentang bahagia kecil yang dulu sering terlewatkan.

Tidak semua rencana berjalan sempurna, tidak semua doa langsung terjawab. Namun di setiap langkah yang tertatih,aku belajar mengenal diriku lebih dalam.

Terima kasih untuk hari-hari yang mudah, dan juga hari-hari yang terasa berat. Keduanya sama-sama membentukku menjadi pribadi yang lebih kuat dan lebih berani.

Aku belajar bahwa tidak apa-apa berhenti sejenak, tidak apa-apa merasa lelah, dan tidak apa-apa memulai lagi dari awal.Kini, saat tahun ini menutup ceritanya, aku memilih untuk berdamai dengan masa lalu,mensyukuri yang masih ada, dan berharap dengan hati yang lebih tenang.

Semoga tahun 2026 membawa cahaya baru,langkah yang lebih yakin, dan hati yang tetap lembut meski dunia tak selalu ramah.Selamat tinggal, tahun 2025.Terima kasih atas semua pelajaran.Aku siap melangkah lagi.(Syam-AS)

Peran Aktif TNI Optimalkan Penanggulangan Pasca Bencana Banjir

0

Pidie Jaya — TNI terus menunjukkan peran aktif dan kepeduliannya terhadap masyarakat dalam penanggulangan pasca bencana banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Meski harus bergelut dengan lumpur tebal, puing-puing, serta glondongan kayu sisa banjir, semangat kerja prajurit Satgas Gugus Bantuan Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) TNI tidak pernah surut.Seperti halnya sSatgas Gulbencal TNI gabungan satuan jajaran Kodam Iskandar Muda secara konsisten melaksanakan pembersihan badan jalan dan permukiman warga di Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu, Minggu (28/12/2025).

Personel Satgas Gulbencal TNI yang terdiri dari Kodim 0102/Pidie, Yon Zipur 16/DA, Yon Armed 17/RC, dan Yonif TP 857/GG sejak pagi hingga sore hari tanpa henti berjibaku membersihkan material sisa banjir yang menutupi jalan desa dan permukiman warga. Kondisi medan yang berat dan penuh lumpur tidak menjadi penghalang bagi para prajurit untuk tetap bekerja maksimal demi mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Semangat pantang menyerah, prajurit “Sanggamara” terus berada di garis terdepan penanggulangan bencana. Selain membersihkan fasilitas umum, fokus kegiatan saat ini juga dikerahkan pada pembersihan rumah-rumah warga dan akses jalan desa yang memiliki peran vital dalam menunjang aktivitas serta mobilitas masyarakat pascabanjir.

Komandan Kodim 0102/Pidie, Letkol Inf Abdul Hadi, S.Sos., menegaskan bahwa keterlibatan TNI dalam penanggulangan bencana merupakan bagian dari tugas pengabdian kepada rakyat, sekaligus bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Prajurit di lapangan setiap hari harus bergelut langsung dengan lumpur, puing, dan kayu-kayu besar sisa banjir. Namun dengan semangat dan kebersamaan, mereka tetap konsisten melaksanakan tugas. Kami terus mengoptimalkan pengerahan personel, alat berat, serta peralatan pendukung lainnya agar proses pembersihan berjalan efektif dan masyarakat bisa segera kembali beraktivitas,” ujarnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, selain alat berat, para prajurit juga memanfaatkan peralatan manual seperti mesin pemotong kayu (sinso), sekop, parang, cangkul, kapak, hingga gerobak sorong guna memastikan seluruh material sisa banjir dapat dibersihkan secara menyeluruh.

Sementara itu, di lokasi lainnya, Satgas Gulbencal TNI tetap konsisten melaksanakan pembersihan fasilitas pendidikan, dayah, parit desa, kantor desa, serta rumah-rumah warga yang terdampak banjir di wilayah Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya. Peran aktif TNI diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana sekaligus memberikan rasa aman dan semangat bagi masyarakat untuk bangkit kembali.