Beranda blog Halaman 743

Keluarga Besar Nakes RSUD dr Slamet Garut, Gelar Jum’at Berkah Ringankan Kelurga Pasien

0

Garut, Mediaistana.com – Keluarga besar tenaga kesehatan (Nakes) RSUD dr Slamet Garut, Gelar Jum’at Berkah. Kegiatan dilaksanakan di lokasi Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Jum’at (26/12/2025).

Menurut Ketua harian pengurus Masjid Asifa, Haji Asep Hedi Budiarto S. Kep. Ners., kegiatan Jumat berkah ini bertujuan untuk bersedekah terhadap jamah Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut, khusus kepada keluarga pasien yang sholat Jum’at berjamaah.

“Kegiatan ini, telah berjalan semenjak tahun 2022. Awalnya dikelola oleh Divisi keagamaan pengajian perempuan yaitu oleh dokter Gigi Ibu Ani, S.Tp, Ibu dr. Menisa, dan Ibu dr. Meli Ismalia dokter spesialis dalam,” ujar Haji Asep menyampaikan kepada wartawan Mediaistana, saat ditemui diruang kerjanya.

Lanjut H. Asep, Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik, kegiatan jum’at berkah ini sekarang dikelola oleh pengurus DKM Masjid Asifa, dengan melibatkan semua donatur tenaga kesehatan, dan keluarga besar RSUD dr. Slamet.

“Pengurus Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut antara lain; Ketua DKM dr. Dhadi Ginanjar, S. An, Wakil Ketua DKM dr. Hendi Anshori, Sp.B, Ketua harian Masjid Asifa H. Asep Hedi Budiarto S. Kep. Ners., Bendahara Irfan Permana S.Kep. Ners, dan Sekretaris M. Ropi S. Kep. Ners,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kegiatan jumat berkah ini baru bisa menyediakan 100 Pcs makanan ringan, minuman teh dan copi untuk jamah yang hadir, semetara untuk pemberian nasi bungkus baru terlaksana beberapa kali saja.

“Jumlah jamah sholat Jum’at, kurang lebih ada 300 orang, terdiri dari para tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Kalau dihitung tentunya masih berkurang, Insyaallah kedepan secara bertahap kami akan tingkatkan sesuai dana amanah yang diberikan kepada pengurus DKM masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, kami atas nama DKM Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut mengucapkan banyak terima kasih, Jazakumullah khairan, kepada teman-teman tenaga kesehatan, dan keluarga besar RSUD dr Slamet, atas partisipasi dan supportnya dalam mendukung program Jumat berkah ini.

“Mudah-mudahan jumlah makanan yang disedekahkan bisa bertambah, sehingga kami selaku pengurus Masjid Asifa, bisa memberikan pelayanan yang terbaik buat jamaah, sekaligus untuk meringankan beban keluarga pasien,” pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).

Keluarga Besar Nakes RSUD dr Slamet Garut, Gelar Jum’at Berkah Ringankan Kelurga Pasien

0

Garut, Mediaistana.com – Keluarga besar tenaga kesehatan (Nakes) RSUD dr Slamet Garut, Gelar Jum’at Berkah. Kegiatan dilaksanakan di lokasi Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Jum’at (26/12/2025).

Menurut Ketua harian pengurus Masjid Asifa, Haji Asep Hedi Budiarto S. Kep. Ners., kegiatan Jumat berkah ini bertujuan untuk bersedekah terhadap jamah Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut, khusus kepada keluarga pasien yang sholat Jum’at berjamaah.

“Kegiatan ini, telah berjalan semenjak tahun 2022. Awalnya dikelola oleh Divisi keagamaan pengajian perempuan yaitu oleh dokter Gigi Ibu Ani, S.Tp, Ibu dr. Menisa, dan Ibu dr. Meli Ismalia dokter spesialis dalam,” ujar Haji Asep menyampaikan kepada wartawan Mediaistana, saat ditemui diruang kerjanya.

Lanjut H. Asep, Alhamdulillah dengan kerjasama yang baik, kegiatan jum’at berkah ini sekarang dikelola oleh pengurus DKM Masjid Asifa, dengan melibatkan semua donatur tenaga kesehatan, dan keluarga besar RSUD dr. Slamet.

“Pengurus Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut antara lain; Ketua DKM dr. Dhadi Ginanjar, S. An, Wakil Ketua DKM dr. Hendi Anshori, Sp.B, Ketua harian Masjid Asifa H. Asep Hedi Budiarto S. Kep. Ners., Bendahara Irfan Permana S.Kep. Ners, dan Sekretaris M. Ropi S. Kep. Ners,” tuturnya.

Ia menjelaskan, kegiatan jumat berkah ini baru bisa menyediakan 100 Pcs makanan ringan, minuman teh dan copi untuk jamah yang hadir, semetara untuk pemberian nasi bungkus baru terlaksana beberapa kali saja.

“Jumlah jamah sholat Jum’at, kurang lebih ada 300 orang, terdiri dari para tenaga kesehatan dan keluarga pasien. Kalau dihitung tentunya masih berkurang, Insyaallah kedepan secara bertahap kami akan tingkatkan sesuai dana amanah yang diberikan kepada pengurus DKM masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, kami atas nama DKM Masjid Asifa RSUD dr Slamet Garut mengucapkan banyak terima kasih, Jazakumullah khairan, kepada teman-teman tenaga kesehatan, dan keluarga besar RSUD dr Slamet, atas partisipasi dan supportnya dalam mendukung program Jumat berkah ini.

“Mudah-mudahan jumlah makanan yang disedekahkan bisa bertambah, sehingga kami selaku pengurus Masjid Asifa, bisa memberikan pelayanan yang terbaik buat jamaah, sekaligus untuk meringankan beban keluarga pasien,” pungkasnya.

Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).

Masyarakat Menanti Kehidupan Kembali di Gunung Botak

0

Oleh: Muz Latuconsina

Gunung Botak bukan sekadar bentang alam yang menjulang di cakrawala. Ia adalah ruang hidup, tempat harapan ribuan masyarakat bergantung. Hari-hari yang berlalu tanpa aktivitas kerja telah meninggalkan sunyi yang panjang—sunyi yang tidak hanya terasa di lereng gunung, tetapi juga di dapur-dapur rumah warga.

Kini, harapan itu tertuju pada sepuluh koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Masyarakat menunggu dengan penuh harap agar koperasi-koperasi tersebut segera beroperasi. Bukan semata demi aktivitas tambang, melainkan demi kembalinya roda kehidupan yang sempat terhenti. Ketika koperasi berjalan, pekerjaan hadir. Ketika pekerjaan hadir, martabat dan kesejahteraan masyarakat pun kembali ditegakkan.

Operasional koperasi yang legal dan tertata di Gunung Botak diharapkan menjadi jawaban atas kerinduan akan kerja yang aman, adil, dan berkelanjutan. Masyarakat tidak meminta kemewahan—mereka hanya ingin kesempatan untuk bekerja, menghidupi keluarga, dan menatap masa depan dengan lebih pasti.

Sudah saatnya semua pihak bergerak seirama. Pemerintah, pengelola koperasi, dan masyarakat perlu bergandengan tangan agar Gunung Botak tidak lagi menjadi simbol penantian, melainkan lambang kebangkitan ekonomi rakyat. Sebab di balik setiap koperasi yang beroperasi, ada harapan yang kembali menyala dan kehidupan yang perlahan menemukan jalannya.(AS)

Nikmat Tidak Datang untuk Dipahami, Melainkan Dikerjakan

0

Oleh: Muhamad Daniel Rigan

Nikmat bukanlah hadiah yang cukup dipahami dengan akal. Ia adalah pengalaman hidup yang hanya bisa dirasakan melalui perbuatan. Sebab apa yang tidak dikerjakan, tak akan pernah benar-benar kita nikmati.

Jika engkau ingin merasakan nikmat kejujuran, maka hiduplah dengan jujur.

Jika engkau ingin merasakan nikmat kasih dan sayang, maka berilah kasih kepada sesama.

Jika engkau ingin merasakan nikmat sholat, maka dirikanlah sholat dengan pengertian, bukan sekadar gerakan.

Jika engkau ingin merasakan nikmat kebenaran, maka berkatalah benar meski pahit terasa.

Dan jika engkau ingin merasakan nikmat perubahan, maka berjuanglah untuk berubah.

Sebaliknya, ketika manusia hanya ingin memahami tanpa mau melaksanakan, di situlah ia mulai bersandiwara. Pengetahuan berubah menjadi topeng—topeng yang dipakai untuk menutupi ego, ketakutan, dan kepentingan diri sendiri.

Iblis terbesar bukanlah sosok bertanduk, bukan makhluk yang keluar dari kuburan atau gentayangan di jalan sunyi. Iblis terbesar adalah ego kita sendiri. Dialah yang diam-diam mengendalikan hidup, membisikkan pembenaran, dan mengajak kita memahami segalanya tanpa pernah benar-benar mengerjakannya. Semua itu dibungkus rapi atas nama harga diri, kenyamanan, jabatan, harta, dan ketakutan akan hari esok.

Ego adalah monster buas yang hidup dalam zona nyaman.

Ia lahir dari ketakutan akan kehidupan,

dibesarkan oleh keserakahan,

dilindungi oleh kepentingan,

dan dimasyhurkan oleh kesombongan.

Buah dari ego itu nyata dan pahit:

-Perasaan selalu kurang

-Keserakahan

-Keinginan menang sendiri

-Menghalalkan segala cara

-Kepalsuan hidup

-Dendam

-Iri hati dan dengki

-Kesombongan

-Memilih posisi aman dan enggan merugi

-Rela mengorbankan orang lain demi diri sendiri

Inilah buah ego yang pernah saya pelajari—bahkan pernah saya hidupi. Dan satu hal yang saya sadari: ego tidak bisa diusir. Ia hanya bisa disadari.

Kesadaran itulah awal kebebasan. Karena saat kita melihat ego dengan jujur, di situlah manusia mulai kembali menjadi manusia.(cs.as)

Di Pertanyakan BBI Milik Pemkab Labuhanbatu Tiap Tahun Sedot APBD. ASN Penjaga BBI  “Tidak Ada Ikannya”. 

0

MediaIstana.com Labuhanbatu||- Elemen masyarakat Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu, Kamis (25/12/2025) mempertanyakan kepada salah seorang aparatur sipil negara (ASN) Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Labubanbatu bernama Elfin, selaku petugas dan penjaga Kolam Balai Benih Ikan (BBI) dijalan besar WR Supratman Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara dan persisnya disebelah kantor Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Labuhanbatu tersebut.

“Bisa kami minta ikan nya pak Elvin “, tanya elemen masyarakat Kelurahan Padang Matinggi kepada Elfin ASN diperumahan dinas BBI, selaku dan petugas penjaga Balai Benih Ikan (BBI) milik Pemkab Labuhanbatu tersebut.

Lalu, Elfin menjawab permintaan beberapa orang elemen masyarakat tersebut. “Ikan dikolam itu sudah tidak ada lagi. Yang ada hanya tinggal indukan aja, kalau untuk dimakan tidak ada. Sebab , ikannya tidak ada “, ungkap Elfin menjelaskan kepada elemen masyarakat selaku warga Kelurahan Padang Matinggi yang berdekatan dengan lokasi kolam BBI milik Pemkab Labuhanbatu tersebut. Dan, permintaan elemen warga masyakarat itu disaksikan oleh awak media ini,Kamis (25/12/2025).

Ironis, kolam BBI milik Pemkab Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara yang dikelola oleh OPD Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Labubanbatu, Setiap tahunnya menyedot anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Kabupaten Labuhanbatu sejumlah ratusan juta rupiah. Berupa , rehab kolam BBI dinas Perikanan dan Kelautan ditahun anggaran 2023 dan tahun anggaran 2024. Ditambah, pengadaan pangan BBI tahun anggaran 2023 dan 2024 sejumlah ratusan juta rupiah. Serta, penambahan bibit pada BBI milik Pemkab Labubanbatu ditahun anggaran 2023 sampai dengan tahun anggaran 2024 kemaren.

Mirisnya, ditahun 2025 ketika elemen masyarakat asli putra daerah Kelurahan Padang Matinggi Kecamatan Rantau Utara Kabupaten Labuhanbatu itu, ingin membeli ataupun meminta dua ekor ikan untuk dimakan oleh elemen masyarakat tadi. Sebab, menurut warga masyarakat setempat itu, mengungkapkan , bahwa mereka tidak pernah meminta atau memakan hasil Ikan dari BBI milik Pemkab Labubanbatu tersebut sejak dahulunya.

“Baru ini lah , kami meminta dan dibeli pun jadinya. Namun, ironis , tidak pernah ada ikan dikolam BBI milik Pemkab Labubanbatu. Padahal, mungkin ya setiap tahunnya anggaran pasti dihabiskan untuk keperluan kolam BBI ini “, ucap warga kesal, sambil berlalu. Warga, meminta kepada Pemkab Labubanbatu dan Dinas Perikanan dan Kelautan, berharap agar mengganti ataupun mencopot ASN selaku penjaga Kolam BBI milik Pemkab Labuhanbatu tersebut. Sebab, diduga merugikan aset Pemkab Labuhanbatu dari hasil perikanan di BBI dimaksud .

By   : ( Dariter Ritonga ).

Renungan Jumat: Ketika Panggilan Langit Mengalahkan Hiruk-Pikuk Dunia

0

Oleh: R. Boy Sangadji, Ketua DEPIDER SOSKI Maluku

Allah SWT mengingatkan orang-orang beriman dalam Surah Al-Jumu’ah ayat 9 agar, ketika panggilan salat Jumat dikumandangkan, kita segera bersegera menuju zikir kepada-Nya dan meninggalkan jual beli. Seruan ini bukan sekadar perintah ritual, melainkan pendidikan ruhani agar manusia mampu menata skala prioritas hidupnya.

Dalam realitas keseharian, kita sering larut dalam kesibukan dunia: pekerjaan, transaksi, target, dan ambisi. Semua itu halal dan penting. Namun, ayat ini menegaskan satu titik henti—sebuah jeda suci—agar manusia kembali mengingat siapa pemilik waktu, rezeki, dan kehidupan itu sendiri. Saat azan Jumat berkumandang, Allah mengajak kita menanggalkan sejenak urusan dunia untuk menguatkan hubungan dengan-Nya.

“Meninggalkan jual beli” adalah simbol. Ia melambangkan keberanian menomorsatukan nilai spiritual di atas kepentingan material. Inilah latihan keimanan: percaya bahwa rezeki tidak akan tertukar hanya karena kita memenuhi panggilan salat. Justru, keberkahan hadir ketika ketaatan didahulukan.

Renungan ini relevan bagi kehidupan sosial kita. Masyarakat yang sehat adalah masyarakat yang tidak hanya kuat secara ekonomi, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Salat Jumat menyatukan, menenangkan, dan mengingatkan kita akan tanggung jawab sebagai hamba dan sebagai sesama manusia.

Allah menutup ayat ini dengan kalimat, “yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” Artinya, kebaikan sejati sering kali menuntut kesadaran dan kebijaksanaan untuk memilih. Semoga setiap langkah kita menuju masjid di hari Jumat menjadi bukti bahwa panggilan langit selalu lebih utama daripada gemerlap dunia.(CS)

Pemerintah Desa Namlea Laksanakan Giat Lanjutan Pembagian BLT ke Rumah Warga Lansia dan Sakit

0

Pemerintah Desa Namlea melaksanakan giat lanjutan pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat yang sebelumnya tidak sempat hadir di Kantor Desa Namlea untuk menerima bantuan. Kegiatan ini ditujukan khusus bagi warga lanjut usia (lansia) dan warga yang sedang sakit serta tidak memungkinkan untuk datang langsung ke kantor desa.

Pembagian BLT tersebut dilaksanakan mulai Selasa malam kemarin dengan sistem penyaluran langsung ke rumah-rumah warga penerima manfaat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Desa Namlea, Iryani Yendra, dan didampingi oleh Kepala Dusun (Kadus) setempat.

Kepala Desa Namlea, Iryani Yendra, menyampaikan bahwa kegiatan lanjutan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab pemerintah desa agar bantuan benar-benar diterima oleh seluruh masyarakat yang berhak. “Kami memastikan tidak ada warga penerima yang terlewat, terutama lansia dan warga yang sedang sakit sehingga tidak dapat hadir saat pembagian di kantor desa,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyaluran langsung ke rumah warga juga bertujuan untuk memastikan bantuan diterima secara tepat sasaran dan transparan. Proses pembagian berlangsung dengan tertib dan tetap memperhatikan kondisi serta kenyamanan warga penerima.

Warga yang menerima bantuan menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian pemerintah desa. Mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran langsung kepala desa dan aparat desa ke rumah masing-masing.

Dengan adanya giat lanjutan ini, Pemerintah Desa Namlea berharap BLT dapat meringankan beban ekonomi masyarakat serta memperkuat hubungan antara pemerintah desa dan warga.(Syam)

Dinamika pasca-Pelantikan  Perangkat Desa Karangtengah, Tirmidi : saya dah gak punya uang

0

CILACAP – Mediaistana.com
Suasana khidmat menyelimuti Pendopo Kantor Desa Karangtengah, Kecamatan Sampang, Kabupaten Cilacap pada Senin (22/12).
Prosesi pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tiga perangkat desa baru—Kepala Dusun Karanganyar, Kaur Perencanaan, dan Kasi Pelayanan—berjalan lancar, yang menandai babak baru bagi birokrasi di tingkat desa tersebut.

​Namun, hanya berselang beberapa hari, nuansa selebrasi tersebut berubah menjadi ketegangan.

Sebuah pernyataan lugas muncul dari Tirmidi, seorang pedagang es tung-tung keliling yang juga merupakan orang tua dari Badriatul Mar’ati, Kadus Karanganyar yang baru dilantik, tatkala awak media ini mengadakan pertemuan dengan ke-3 perangkat desa terlantik dikediamanya (kamis, 25/12/2025)

​Tirmidi mengekspresikan kegusarannya terkait beban finansial yang dialaminya pasca-proses seleksi dan pelantikan.
Dengan nada bicara yang tinggi, ia mengungkapkan rasa keberatannya terhadap oknum-oknum yang datang dengan maksud meminta imbalan materi.

​”Kemarin pihak desa mengabarkan ada anggota organisasi tertentu yang datang, dan saya diminta menyiapkan dana, sehingga dengan terpaksa, saya usahakan meski harus dengan berbagai cara.
Namun, mulai saat ini saya tidak akan mengeluarkan uang sepeser pun lagi,” ujar Tirmidi dengan nada tegas.

Pria yang sehari-harinya menyambung hidup dengan berdagang es tung-tung keliling ini mengaku sudah beberapa hari tidak bekerja demi mengurus urusan pelantikan anaknya.

Ia menegaskan tidak ingin terlibat lebih jauh dalam urusan birokrasi maupun relasi media yang berujung pada tekanan finansial.

Situasi kian memanas ketika kehadiran awak media yang bermaksud menjalin silaturahmi justru direspons negatif oleh Tirmidi.

Hal ini kemudian memicu reaksi keras dari Kepala Desa Karangtengah, Suhartono, S.H.
Melalui sambungan telepon, sang Kepala Desa menyatakan sikap pasang badan untuk membela warganya.

​Suhartono menegaskan komitmennya untuk melindungi warga dari pihak-pihak yang dianggap membuat kegaduhan di wilayahnya, bahkan mengancam akan membawa persoalan ini ke ranah etik jika diperlukan.

Pernyataan keras Kepala Desa tersebut memicu respons dari Hadi Try Wasisto R., Kepala Perwakilan SKI Pattoli Jawa Trngah.

Ia menyayangkan sikap defensif yang berlebihan tanpa adanya klarifikasi fakta di lapangan.

“Kami datang dengan maksud baik, memberikan ucapan selamat, dan berdiskusi secara hangat sebagai mitra kerja. sehingga sangat disayangkan jika pertemuan yang penuh keakraban dengan perangkat baru tersebut justru dilaporkan secara bias sehingga memicu emosi Kepala Desa,” ungkap Hadi.

“Klo saya dianggap membuat kegaduhan, maka pertanyaanya adalah, “kegaduhan macam apa yang saya buat, “.

​Hadi juga menambahkan bahwa sebagai pemimpin, mestinya ada proses cross-check atau verifikasi informasi sebelum mengeluarkan pernyataan yang provokatif.

Ia juga menyoroti sikap kurang kooperatif dari pihak keluarga perangkat desa yang justru terkesan antipati terhadap profesi jurnalis.

Peristiwa di Desa Karangtengah ini menjadi potret kompleksitas di tingkat akar rumput pasca-suksesi jabatan perangkat desa.
Di satu sisi, beban ekonomi warga kecil yang anaknya terpilih sebagai pejabat desa menjadi realitas yang menyedihkan karena dibebani biaya pelantikan.

Di sisi lain, miskomunikasi antara warga, pemerintah desa, dan media menunjukkan masih perlunya edukasi mengenai etika komunikasi dan sinergitas antar-lembaga.

Perkokoh Rasa Toleransi, Personel Kodim 1710/Mimika Laksanakan Pengamanan Ibadah Natal

0

Jakarta -MEDIA ISTANA Timika – Dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman sekaligus memperkokoh rasa toleransi antar umat beragama, personel Kodim 1710/Mimika melaksanakan kegiatan pengamanan ibadah perayaan Natal di wilayah teritorialnya sejak Rabu kemarin.

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Redi Dwi Yuda Kurniawan, S.I.P dalam keterangannya, Kamis (25/12/2025) menyampaikan bahwa kegiatan pengamanan ini bertujuan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada saudara kita umat Kristiani saat melaksanakan ibadah Natal sehingga dapat berjalan lancar dan khidmat. Selain itu kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memperkokoh rasa toleransi antar umat beragama khususnya di wilayah Kabupaten Mimika.

“Pengamanan ini merupakan salah satu upaya TNI dalam hal ini Kodim 1710/Mimika bersama instansi terkait dan komponen masyarakat guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan sekaligus untuk memberikan rasa nyaman bagi saudara-saudara kita umat Kristiani dalam melaksanakan ibadah Natal Tahun 2025,” kata Dandim.

Beliau juga menambahkan bahwa dalam pelaksanaan pengamanan ini pihaknya selalu mengedepankan sinergitas dengan semua elemen masyarakat. “Sinergitas dalam mewujudkan Kamtibmas disuatu wilayah sangat perlu dilakukan, dan sebetulnya terkait keamanan bukan hanya tugas TNI-Polri saja, akan tetapi tanggung jawab seluruh pihak. Oleh karenanya tidak bosan-bosannya saya mengajak seluruh masyarakat untuk bergandengan tangan dalam rangka mewujudkan Mimika yang aman dan kondusif, semoga perayaan Natal tahun ini membawa berkah bagi kita semua,” pungkasnya. (Pendim 1710/Mimika)

HAMDAN A.md

Abdul Sahid Pertanyakan peralihan SHMnya,Tidak pernah transaksi jual beli kepada Ivan Setyo wahyudi

0

Mediaistana.Com
Pontianak,Kalbar– Riwayat terjadinya perkara peralihan sertifikat hak milik (SHM) dari pemilik awal, Abdul Sahid,amd,kepada Ivan setyo wahyudi,pada tanggalnya saya lupa tetapi saya ingat tahunnya pada tahun 2004, saya Abdul Sahid, dikenalkan oleh saudara LAN atau mansyah kepada bapak Ami Azis,dan saya pada waktu itu bersama saudara LAN membawa sertifikat Rumah saya,Nomor: 11674 yang terletak dijalan Dr,Wahidin Sudiro Husodo ,atau sepakat untuk dijaminkan kepada bapak Ami Azis,Untuk meminjam Uang dan bapak Ami Azis menerima gadaian sertifikat Rumah saya,dan pada waktu itu pertama Kali saya menerima 5 juta rupiah, Selanjutnya dua (2) Minggu kemudian saya datang lagi bersama anak saya dan mengambil uang sebesar 5 juta Rupiah dan Sepuluh hari kemudian teman saya Samsul Bahri,Anggota Buser Poltabes pontianak minta bantuan dengan saya buat sekolah,dan saudara Samsul Bahri saya suruh mengambil dana sebesar 5 juta. Rupiah,dirumah bapak Ami Azis dan berhasil.


Selanjutnya Isteri saya ibu Yana supriyani berniat menebus sertifikat saya (SHM), dan dikatakan Oleh bapak Ami Azis bahwa Sudah di ambil Abdul Sahid alias caap,sedikit demi sedikit.
dan itu tidak benar atas pernyataan Ami Azis ,ucap Abdul Sahid,
berikutnya proses berjalan nya waktu kami pindah ke jogya dan saya lupa sama rumah saya di batara Selanjutnya pada tahun 2025 awal tahun,saya di suruh istri saya pergi ke Pontianak untuk mengurus rumah dibatara dan setelah saya sampai di Pontianak saya terkejut kalau sertifikat rumah saya sudah berganti Nama ke saudara Ivan setyo wahyudi.
Abdul Said berucap Demi Allah saya tidak pernah melakukan jual beli Rumah saya kepada saudara Ivan setyo wahyudi,Ujar Abdul Sahid demikain lah pernyataan ini saya buat dalam keadaan sehat wal’afiat tanpa ada paksaan dari pihak mana pun juga
Yang membuat Pernyataan
ABDUL SAHID Amd.

Pejabat kantor ATR/BPN kota Pontianak,Hendra Saat dikonfimasi Awak media,melalui what shappnya,tidak menjawab,sampai berita ini di tayangkan tidak ada penjelasan dan klarifikasi dari pihak pejabat,ATR/BPN kota pontianak,terkait pemblokiran sertifikat hak milik (SHM).milik Abdul Sahid,Amd,yang telah beralih nama kepemilikan kepada orang lain.

Sumber: Abdul Sahid,Amd.

Sy husin A ( tim redaksi)