Beranda blog Halaman 769

Polres Rokan Hulu dan Polsek Jajaran Intensifkan Patroli Pemantauan Debit Air

0

Mediaistana.com

ROKAN HULU — Memasuki puncak musim hujan, Polres Rokan Hulu bersama seluruh Polsek jajaran kembali menggelar patroli terpadu pengecekan debit air di seluruh wilayah hukum Rokan Hulu, Rabu (10/12).

Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengantisipasi potensi banjir akibat intensitas hujan yang meningkat dalam beberapa hari terakhir.

Patroli dilakukan secara serentak dengan menyasar sejumlah titik rawan banjir seperti aliran Sungai Rokan, Sungai Batang Lubuh, serta parit-parit besar yang mengalir ke daerah pemukiman penduduk. Personel turut memantau kawasan rendah yang kerap tergenang saat hujan deras serta melakukan pemeriksaan pada tanggul, drainase, dan jembatan utama untuk memastikan kondisinya tetap aman.

Dari hasil pengecekan lapangan, debit air di sebagian besar sungai di wilayah Rokan Hulu dilaporkan masih berada pada level aman. Di Sungai Rokan, personel mencatat adanya peningkatan debit air sekitar 5–10 cm dari hari sebelumnya, namun masih dalam batas normal dan belum mengancam wilayah permukiman. Sementara di Sungai Batang Lubuh, petugas menemukan kenaikan ringan pada permukaan air, namun arus tetap stabil dan tidak menunjukkan indikasi potensi banjir. Pada beberapa titik dataran rendah, ditemukan genangan setinggi 5–7 cm, namun air cepat surut sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Selain memantau kondisi sungai, personel juga memastikan tidak adanya tanggul jebol, drainase tersumbat, atau kerusakan jembatan yang dapat memicu terjadinya bencana. Masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai diimbau tetap waspada, terutama saat malam hari ketika curah hujan biasanya meningkat.

Kapolres Rokan Hulu AKBP Emil Eka Putra, S.I.K, M.Si menegaskan bahwa kegiatan pemantauan debit air merupakan langkah preventif yang akan terus ditingkatkan selama musim hujan. “Monitoring debit air dilakukan setiap hari. Tujuan kami memastikan bahwa setiap potensi banjir dapat terdeteksi sejak dini sehingga langkah penanganan dapat diambil secepat mungkin,” ujarnya.

Polres Rokan Hulu juga mengajak masyarakat untuk proaktif memberikan informasi jika menemukan tanda-tanda kenaikan debit air yang signifikan, aliran sungai yang mulai meluap, atau kerusakan infrastruktur yang berpotensi menimbulkan bencana. Kapolres menegaskan bahwa patroli dan pemantauan akan terus digencarkan sebagai bentuk kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya banjir di wilayah Rokan Hulu.

(Humas Polres Rohul/Samiono)

Kodim 0616/Indramayu Gelar Ziarah Peringati Hari Juang Kartika Eka Paksi TNI AD Tahun 2025

0

Kodim 0616/Indramayu Gelar Ziarah Peringati Hari Juang Kartika Eka Paksi TNI AD Tahun 2025

Indramayu – Dalam rangka memperingati Hari Juang Kartika Eka Paksi Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) Tahun 2025, Kodim 0616/Indramayu melaksanakan kegiatan Ziarah Rombongan bertempat di halaman Komplek Taman Makam Pahlawan (TMP) Dharma Ayu, Jl. Gatot Subroto, Karanganyar, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Kamis (11/12/2025).

Kegiatan ziarah ini dipimpin oleh Dandim 0616/Indramayu yang diwakilkan oleh Danramil 1617/Gabuswetan, Kapten Inf Sugianto. Rangkaian kegiatan dimulai dengan penghormatan kepada arwah para pahlawan, peletakan karangan bunga, serta tabur bunga di makam pahlawan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengorbanan mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa.

Kapten Inf Sugianto menyampaikan bahwa ziarah rombongan ini merupakan wujud penghargaan yang mendalam dari prajurit TNI AD kepada para pahlawan yang telah gugur. “Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mengenang jasa para pahlawan, tetapi juga sebagai inspirasi dan motivasi bagi prajurit TNI untuk melanjutkan perjuangan mereka dalam menjaga keutuhan dan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Melalui momentum Hari Juang Kartika Eka Paksi, Kodim 0616/Indramayu berharap dapat menumbuhkan nilai-nilai patriotisme, semangat juang, serta dedikasi prajurit dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh rasa hormat sebagai bentuk komitmen TNI AD dalam menjaga tradisi serta nilai-nilai kepahlawanan yang diwariskan para pejuang bangsa.

Iyons74.

Kodim 1710/Mimika Bersama Satuan TNI AD di Timika Gelar Upacara Tabur Bunga

0

Jakarta -MEDIA ISTANA Timika – Dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD Ke-80 Tahun 2025, Kodim 1710/Mimika bersama satuan TNI AD di Timika melaksanakan kegiatan upacara tabur bunga, bertempat di Pelabuhan Perikanan Kampung Pomako, Distrik Mimika Timur, Kab. Mimika, Kamis (11/12/2025).

Dalam keterangannya, Dandim 1710/Mimika Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos,.M.Han,.M.A mengatakan bahwa kegiatan upacara tabur bunga tersebut tidak hanya menjadi wujud nyata penghormatan terhadap arwah para pahlawan, tetapi juga menjadi ajang untuk mengenang sejarah dan mengajarkan nilai-nilai kepahlawanan kepada generasi muda serta semangat kebersamaan dan kesatuan dalam menjaga dan meneruskan bagian dari identitas bangsa.

“Kegiatan tersebut dilaksanakan selain dalam rangka memperingati Hari Juang TNI AD ke-80 TA 2025, namun yang lebih dari pada itu adalah untuk mengenang kembali jasa-jasa para pahlawan khususnya TNI yang telah gugur dalam mempertahankan NKRI, untuk itu melalui kegiatan ini kami mendoakan semoga semua amal ibadah para pahlawan dapat diterima disisi Allah SWT, Tuhan YME,” kata Dandim.

Beliau juga menambahkan bahwa “kita harus menghargai dan menjaga serta merawat warisan berharga ini sebagai bentuk penghormatan kita terhadap sejarah bangsa atas perjuangan para pahlawan yang telah gugur demi negara ini. Acara tabur bunga ini bukan hanya simbolis, tapi juga ekspresi penghargaan dan rasa syukur kita atas pengorbanan para Pahlawan,” tutup Dandim. (Pendim 1710/Mimika)

HAMDAN A.md

Dinas ESDM Maluku Harus Beri Penguatan Tata Kelola Koperasi IPR Gunung Botak

0

Oleh: Muz Latuconsina

Desakan publik agar seluruh ketua koperasi dan Dinas ESDM Maluku memberikan pembekalan menyeluruh kepada 10 koperasi pemegang Izin Penambangan Rakyat (IPR) di Gunung Botak merupakan langkah strategis dan mendesak. Penertiban tata kelola penambangan hanya dapat berhasil jika para pelaku di lapangan—koperasi, penambang, hingga pihak pendamping seperti bapak angkat dan ibu angkat—memahami dengan jelas hak, kewajiban, serta mekanisme kerja yang transparan.

Koperasi Sebagai Tulang Punggung Tata Kelola

Koperasi pemegang IPR bukan sekadar lembaga penyalur izin, tetapi institusi ekonomi rakyat yang bertanggung jawab mengatur, mengawasi, dan memastikan praktik penambangan berlangsung sesuai aturan. Karena itu, pembekalan mendalam mengenai:

Tata cara pengelolaan koperasi yang sehat dan akuntabel

Hak dan tanggung jawab koperasi terhadap penambang rakyat

Sistem kerja yang adil, transparan, dan saling menguntungkan

menjadi keharusan, bukan pilihan.

Tanpa pemahaman yang benar, koperasi berpotensi gagal menjalankan fungsinya, membuka celah konflik, merugikan penambang, atau bahkan memicu aktivitas ilegal yang merusak lingkungan serta kredibilitas pemerintah daerah.

Mekanisme Kerja dengan Penambang Rakyat

Para penambang adalah ujung tombak aktivitas di Gunung Botak. Mereka berhak dilindungi dan diberikan ruang bekerja secara aman serta sesuai regulasi. Karena itu, pembekalan harus mencakup:

Standar keselamatan kerja

Skema pembagian hasil yang adil dan disepakati bersama

Mekanisme pelaporan dan pertanggungjawaban yang mudah diakses

Sistem penataan area kerja agar tidak terjadi tumpang tindih atau konflik lahan

Koperasi wajib memastikan tidak ada kelompok pekerja yang dirugikan atau dieksploitasi.

Hubungan Koperasi dengan “Bapak Angkat/Ibu Angkat”

Sistem bapak angkat dan ibu angkat kerap dihadirkan untuk mendukung modal, peralatan, dan manajemen di lapangan. Namun tanpa regulasi internal yang jelas, mekanisme ini berpotensi menjadi sumber ketimpangan.

Karena itu perlu dijelaskan secara tegas dalam pembekalan:

Model kerja sama yang sah dan tidak merugikan penambang

Batasan kewenangan dan peran pendamping

Transparansi pembiayaan, penjualan, dan penyediaan fasilitas

Pengawasan agar tidak muncul dominasi yang berlebihan terhadap koperasi

Pendamping seharusnya menjadi mitra pemberdayaan, bukan pihak yang menguasai.

Rekomendasi untuk Pengurus Koperasi

Agar koperasi benar-benar mampu menjadi motor tata kelola yang baik, berikut beberapa saran yang perlu dijalankan:

1. Bangun manajemen koperasi yang profesional, bukan sekadar formalitas. Tunjuk pengurus yang kompeten dan berintegritas.

2. Terapkan transparansi total dalam pembiayaan, pencatatan produksi, dan pembagian hasil. Buat laporan rutin yang mudah diakses anggota.

3. Buat Standard Operating Procedure (SOP) tertulis terkait keselamatan kerja, pengawasan lapangan, dan alur kerja penambang.

4. Gunakan mekanisme musyawarah anggota dalam setiap keputusan penting agar tidak terjadi kesewenang-wenangan.

5. Jalin komunikasi terbuka dengan penambang, dengarkan keluhan dan masukan mereka secara berkala.

6. Bangun koordinasi intensif dengan Dinas ESDM dan aparat terkait untuk memastikan kepatuhan terhadap regulasi serta menghindari masalah hukum.

7. Hindari ketergantungan berlebihan pada pihak luar (bapak/ibu angkat). Koperasi harus tetap menjadi pengendali utama operasional.

Pembekalan kepada para ketua koperasi pemegang IPR Gunung Botak bukan sekadar agenda formal, tetapi investasi penting bagi masa depan penambangan rakyat yang tertib, berkelanjutan, dan berkeadilan. Dinas ESDM Maluku memiliki peran strategis sebagai fasilitator dan pengawas. Sementara itu, koperasi harus menjadi contoh tata kelola ekonomi rakyat yang sehat.

Dengan kolaborasi yang kokoh, Gunung Botak dapat berubah dari kawasan penuh masalah menjadi model pengelolaan tambang rakyat yang modern, transparan, dan menyejahterakan.

(Syam/ahmad)

H. Akmil Japa: Mengelola Waktu, Mengelola Kehidupan

0

Dalam khutbahnya, Wakapolres Buru, H. Akmil Djapa, kembali mengingatkan kita pada pesan abadi yang termaktub dalam surah Al-‘Ashr: bahwa manusia pada hakikatnya berada dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman, beramal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran. Pesan ini bukan sekadar rangkaian ayat, tetapi cermin yang menyingkap kondisi manusia modern hari ini—terjebak dalam kesibukan dunia dan abai terhadap nilai waktu.

Kesibukan telah menjadi identitas yang dibanggakan, padahal sering kali justru menjauhkan manusia dari tujuan hidup yang sejati. Banyak di antara kita membiarkan waktu mengalir tanpa arah, seakan esok selalu tersedia dan usia tidak pernah berkurang. Dalam pandangan agama, sikap seperti ini adalah bentuk kerugian yang nyata. Bukan karena dunia itu terlarang, tetapi karena manusia lupa menata prioritas: memburu dunia hingga lalai dari akhirat, mengejar materi hingga melewatkan kesempatan berbuat kebaikan.

Ajaran untuk saling menasihati dalam kebenaran dan kesabaran adalah mekanisme penyelamat manusia dari kerugian ini. Kebenaran menjaga arah hidup, sementara kesabaran menjaga konsistensi di tengah godaan dan hiruk-pikuk dunia. Dua hal ini hanya hidup bila umat saling menguatkan, bukan berjalan sendiri-sendiri.

Khutbah ini mengingatkan bahwa mengelola waktu bukan sekadar kemampuan teknis, tetapi cerminan iman. Setiap detik adalah amanah, setiap menit memiliki konsekuensi, dan setiap kesempatan berbuat baik adalah nikmat yang bisa hilang bila tidak disyukuri.

Pada akhirnya, agama mengajari kita bahwa dunia boleh dikejar, tetapi jangan sampai membuat kita lupa menata jiwa. Karena manusia tidak pernah benar-benar kekurangan waktu—yang kurang adalah kesadaran untuk memanfaatkannya dengan bijak.(AS/RS)

Ketua PW MOI Pelalawan Keluhkan Nominal Bantuan Proposal dari Kominfo: “Ini Bentuk Penghinaan T”

0

PELALAWAN | Gelombang kekecewaan muncul dari Ketua PW MOI (Perkumpulan Wartawan Media Online Indonesia) Pelalawan, Julianto, usai menerima realisasi bantuan dana sebesar Rp200 ribu dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Pelalawan. Bantuan tersebut diberikan sebagai respons atas proposal dukungan pendanaan untuk kegiatan Pelantikan PW MOI kabupaten Pelalawan yang di hadiri se-Kabupaten/Kota di Provinsi Riau, yang rencananya digelar dalam waktu dekat.

 

Sebelumnya, PW MOI Pelalawan melalui ketuanya telah mengajukan proposal resmi, sebagaimana diberitakan oleh Portibi.id, untuk meminta dukungan Pemerintah Daerah Pelalawan sebagai bentuk apresiasi terhadap peran organisasi media dalam ekosistem informasi daerah. Saat menerima jawaban dari dinas terkait, Julianto awalnya menyampaikan terima kasih atas perhatian tersebut.

 

Namun, rasa terima kasih itu berubah menjadi kekecewaan mendalam setelah mengetahui bahwa jumlah bantuan yang diberikan hanya mencapai Rp200.000. Menurutnya, nominal tersebut bukan sekadar tidak relevan dengan kebutuhan kegiatan, tetapi juga dinilai mencederai martabat organisasi.

 

“Saya merasa dihina. Proposal yang kami serahkan adalah untuk kegiatan pelantikan pw MOI Pelalawan di tingkat provinsi yang juga hadirnya seluruh PW MOI se-kabupaten/kota. Dukungan sebesar itu tidak hanya tidak layak, tetapi juga tidak menggambarkan komitmen pemerintah daerah terhadap kemitraan dengan organisasi pers,” tegas Julianto.

 

Sebagai bentuk penegasan sikap, PW MOI Pelalawan telah mengembalikan bantuan Rp200 ribu tersebut kepada Dinas Kominfo Pelalawan.

 

Menurut Julianto, pengembalian itu dilakukan demi menjaga kehormatan organisasi serta menolak praktik dukungan yang dinilai merendahkan institusi pers.

 

“Kami memilih mengembalikannya. Ini bukan soal uang, tetapi soal marwah organisasi. Kami tidak ingin PW MOI dipandang rendah atau diperlakukan secara tidak proporsional,” ujarnya.

 

 

Ia juga menilai bahwa nilai tersebut tidak sebanding dengan peran strategis media dalam mengawal transparansi, partisipasi publik, dan penyebaran informasi pembangunan di Kabupaten Pelalawan.

 

Julianto menegaskan bahwa pihaknya tidak menuntut sesuatu yang berlebihan, melainkan mengharapkan adanya pengakuan institusional bahwa organisasi pers adalah mitra strategis pemerintah.

 

“Kami berharap Pemerintah Daerah Pelalawan lebih bijaksana. Media adalah pilar demokrasi. Kami hadir bukan untuk kepentingan pribadi, tetapi untuk memperkuat ekosistem informasi daerah. Sudah sewajarnya Pemda memberikan dukungan yang proporsional,” ungkapnya.

 

 

Ia juga mengajak seluruh stakeholder untuk mengedepankan komunikasi yang sehat dan menghormati peran masing-masing dalam pembangunan daerah.

 

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Komunikasi dan Informatika Pelalawan belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait dasar penentuan nilai dukungan tersebut. Publik menantikan klarifikasi mengenai mekanisme anggaran serta landasan pertimbangan yang digunakan dalam pemberian bantuan tersebut.***

Kerumunan Misterius di Jatilengger Diduga Sabung Ayam, Warga Mulai Resah

0

Mediaistana.com BliTAR || Aktivitas mencurigakan berupa kerumunan yang diduga terkait sabung ayam di Dusun Pojok, Desa Jatilengger, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar mulai menjadi sorotan warga. Beberapa hari lalu, sejumlah orang terlihat berkumpul di sebuah lahan terbuka, memunculkan dugaan adanya praktik perjudian yang sudah lama dikeluhkan masyarakat.

Menurut keterangan warga, kerumunan tersebut kerap muncul pada jam-jam tertentu, terutama menjelang sore. Aktivitas itu dinilai tertutup dan kerap didatangi orang dari luar desa, sehingga semakin menguatkan dugaan adanya kegiatan ilegal. Warga mengaku resah melihat intensitas keramaian yang terjadi hampir setiap hari.(11/12/2025)

Kekhawatiran pun muncul lantaran lokasi aktivitas tersebut berada cukup dekat dengan permukiman warga. Mereka takut keberadaan kegiatan yang diduga sabung ayam itu dapat memicu gangguan keamanan lingkungan. Jika dibiarkan, warga khawatir lebih banyak orang luar berdatangan dan menimbulkan potensi gangguan ketertiban umum.

Hingga kini, belum ada informasi resmi mengenai kebenaran aktivitas tersebut. Warga hanya mengandalkan laporan antarwarga dan pengamatan langsung, sehingga menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian. Minimnya kepastian membuat masyarakat semakin waswas.

Warga berharap pihak terkait dapat melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan apakah aktivitas tersebut benar merupakan sabung ayam. Mereka menegaskan bahwa kerumunan terjadi berulang kali dan membuat warga tidak nyaman, terlebih karena muncul pada waktu-waktu tertentu yang konsisten.

Sampai berita ini diturunkan, belum ada kejelasan mengenai aktivitas tersebut. Masyarakat Desa Jatilengger berharap situasi segera ditangani sehingga lingkungan kembali aman, kondusif, dan bebas dari aktivitas yang meresahkan.(team)

IMM Buru Kecam CV Masra Indah: “Negara Biarkan Perampasan Ruang Pesisir Selama Hampir Dua Dekade”

0

Ketua Umum Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Buru, M. Kadafi Suryadi, melontarkan kritik keras terhadap aktivitas CV Masra Indah yang ia sebut sebagai “model perampasan ruang pesisir yang dibiarkan tumbuh oleh negara”. Ia menilai praktik perusahaan tersebut sejak 2007 sebagai bentuk ekspansi ilegal yang merusak mangrove tanpa pengawasan dan penindakan berarti dari pemerintah.

“Kita harus jujur, apa yang dilakukan CV Masra Indah sejak 2007 adalah ekspansi ilegal yang secara sistematis menghancurkan mangrove, dan anehnya ini berlangsung tanpa intervensi berarti dari pemerintah. Ini bukan kelalaian biasa, ini adalah kelalaian struktural,” tegas Kadafi.

Ia menyoroti penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR) pada 2023 sebagai anomali serius. Menurutnya, keputusan itu berpotensi menjadi bentuk pembenaran administratif terhadap kerusakan yang sudah terjadi selama bertahun-tahun.

“Ini menciptakan preseden berbahaya: perusahaan bisa merusak dulu, urus legalitas kemudian, dan negara seolah-olah menyetujui pola tersebut,” katanya.

Kadafi juga menyampaikan bahwa kerusakan ratusan hektare mangrove yang diduga terjadi merupakan “kejahatan ekologis berkelanjutan”. Ia menilai dampaknya langsung dirasakan masyarakat pesisir dalam bentuk banjir rob, turunnya hasil tangkapan ikan, hingga melemahnya ketahanan ruang hidup.

“Mangrove itu benteng alam. Ketika dirusak, yang hancur bukan hanya pohon, tetapi ketahanan ekologis masyarakat. Kerusakan seperti ini adalah liabilitas ekologis yang membebani generasi berikut,” ujarnya.

IMM Kabupaten Buru menilai pemerintah menerapkan standar ganda dalam penegakan aturan pemanfaatan ruang. Sementara masyarakat kecil diwajibkan patuh pada segala ketentuan, perusahaan yang diduga beroperasi tanpa izin selama 16 tahun justru mendapat respons lunak.

“Ini ketidakadilan struktural. IMM tidak akan diam melihat praktik yang merugikan masyarakat pesisir,” tegas Kadafi.

Ia menutup pernyataannya dengan mendesak negara untuk mengambil posisi jelas dalam persoalan ini.

“Kami tidak tertarik jawaban normatif. Negara harus memilih: berpihak pada masyarakat dan ekologi, atau pada perusahaan yang mengabaikan hukum. IMM akan terus mengawal ini sebagai tanggung jawab moral kami,” pungkasnya.(Syam)

Kapolres Buru dan Tim Polda Maluku Tinjau Pengamanan GB, Pastikan Penertiban PETI Berjalan Humanis

0

Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Buru bersama tim dari Polda Maluku melakukan peninjauan langsung terhadap sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) di kawasan pertambangan emas Gunung Botak, Rabu (10/12). Kegiatan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan memastikan proses penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) berjalan humanis serta mengedepankan pendekatan persuasif.

Kapolres Buru AKBP Sulastri Sukidjang, S.I.K., M.M., memimpin pengecekan di Pos Pengamanan Anahoni sekitar pukul 10.10 WIT. Dalam arahannya kepada anggota, Kapolres menekankan pentingnya pembagian tugas yang terstruktur antar regu, menjaga kondisi area tetap aman, serta memastikan penertiban berlangsung tertib.

Kapolres juga menginstruksikan agar pembongkaran tenda penambang dilakukan secara baik tanpa pembakaran, kecuali tenda milik personel dan warung makan yang masih beroperasi. “Penertiban harus tetap menjunjung nilai kemanusiaan dan tidak menimbulkan konflik di lapangan,” tegasnya.

Usai memberikan arahan, Kapolres bersama rombongan meninjau lokasi yang direncanakan sebagai titik penempatan pos baru, kemudian bergerak menuju jalur D untuk bergabung dengan Dansat Brimob dan Dirkrimsus guna melanjutkan pengecekan.

Sementara itu, sekitar pukul 11.05 WIT, Dirkrimsus Polda Maluku Kombes Pol Piter Yanottama, S.H., S.I.K., M.H., bersama Dansat Brimob Polda Maluku Kombes Pol Irfan S.P. Marpaung, S.I.K., M.Si., melakukan peninjauan di Pos Pengamanan Tanah Merah. Keduanya didampingi AKP Deni Indrawan Lubis, S.I.K., M.M., serta AKP Ardiansyah R.H., Sos.

Dalam kunjungan tersebut, kedua pejabat meninjau proses pembongkaran tenda penambang sekaligus memastikan kesiapsiagaan personel yang bertugas. Mereka menekankan agar setiap tindakan di lapangan tetap mengutamakan keamanan dan keselamatan masyarakat.

Setelah melakukan pengecekan menyeluruh, rombongan melanjutkan peninjauan ke pos-pos pengamanan lainnya di wilayah Gunung Botak.

Melalui kegiatan ini, Polri menegaskan bahwa penertiban PETI dilakukan secara profesional, humanis, dan terukur. Polres Buru dan Polda Maluku berkomitmen menciptakan situasi kamtibmas yang aman, kondusif, serta menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar wilayah pertambangan Gunung Botak.(Syam)

Tuhan,Benarkah Kau Mendengarku?Poster Dan Trailer Resmi Di Rilis

0

Jakarta, Mediaistana.Com-Rabu (10/12/2025) Official Poster dan Trailer Film drama religi berjudul Tuhan, Benarkan Kau Mendengarku?, Resmi dirilis Oleh Rumah Produksi Paragon Pictures bersama Ideosource Entertainment karya terbaru Sutradara Jay Sukmo.

Film ini menceritakan tentang perempuan yang mempertaruhkan harga diri anaknya dan masa depannya yang diuji dari segala arah oleh keluarga, lingkungan,bahkan dirinya sendiri,”ujar Robert Ronny selaku Produser.

Film yang dibintangi Aktris dan Aktor ternama seperti Revalina S.Temat, Gunawan Sudrajat, Megan Domani, Annisa Kaila, Roy Sungkono, Risma Nilawati, Dhawiya Zaida, Daniella sya, Alex Abbad, Sheila Kusnadi, Venly Arauna, serta Ustadzah Shofwatunnida.

Sebuah Film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? Merupakan kolaborasi antara Indonesia dengan Malaysia bersama Astro Shaw turut didukung oleh Netzme, KMIF, WOW Multinet Pictures,serta Virtuelines Entertainment.

Kisah dalam film drama religi ini mengisahkan perjuangan dan pengorbanan seorang Istri bernama Sarah yang diperankan oleh Revalina S. Temat, yang diuji dari segala arah ketika ia harus menampung dirumahnya mantan suaminya Satrio diperankan oleh (Gunawan Sudrajat)beserta istri mudanya Annisa diperankan (Megan Domani), suatu keputusan yang membawa konsekuensi besar, suatu fitnah yang merusak nama baiknya, tekanan sosial dari para tetangga, serta hubungan dengan sang putri Laila diperankan oleh (Annisa Kaila) yang kian memburuk.

Sarah semakin terjepit diantara pilihan, persepsi orang serta harga dirinya dengan kehadiran Dimas diperankan oleh (Roy Sungkono), Sarah berada dititik terendah hidupnya dan harus memilih apakah ia harus bangkit atau tenggelam, perjalanan yang penuh luka dengan penuh keberanian, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? Merupakan penguat bagi para perempuan khususnya para Single Mother yang mereka tidak pernah berjalan sendirian.

Saksikan Film Drama Religi “Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? “Mulai tayang di seluruh bioskop Indonesia 29 Januari 2026.