Beranda blog Halaman 876

Polres Bogor Bergerak Cepat Tanggap Darurat Banjir di Sejumlah Desa

0

Polres Bogor Bergerak Cepat Tanggap Darurat Banjir di Sejumlah Desa

Polres Bogor –mediaistana.com

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bogor pada Sabtu (9/8) sore memicu meluapnya aliran Sungai Cibeuteung–Setu Moya. Akibatnya, beberapa desa di Kecamatan Rancabungur terendam banjir, di antaranya Desa Pasirgaok, Bantarsari, Bantarjaya, dan Cimulang.

Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga mengakibatkan longsoran tanah yang merusak bangunan pesantren di Desa Pasirgaok. Dua warga setempat harus dievakuasi karena kondisi banjir. Di Desa Cimulang, seorang warga dilaporkan digigit ular saat air meluap dan langsung mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si. mengungkapkan bahwa Kapolsek Rancabungur Iptu Azis Hidayat bersama tim segera turun ke lokasi untuk memastikan keselamatan warga. “Kami berkoordinasi dengan Forkopimcam, perangkat desa, dan instansi terkait untuk mencari langkah penanggulangan agar banjir tidak terulang,” ujarnya.

Penanganan banjir juga dilakukan di sejumlah wilayah lain di Kabupaten Bogor yang terdampak. Kapolsek Cibinong, Ciampea, Sukaraja, Cijeruk, Cigombong, dan Dramaga memimpin langsung upaya evakuasi dan pemberian bantuan.

Kapolres mengajak masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan dan saluran air di sekitar permukiman. “Peran serta warga sangat dibutuhkan agar risiko bencana dapat diminimalisir,” tegas AKBP Wikha.

Mediaistana red maulana

Brigjend Rhinto Pejabat Polda Jabar Tercatat Pemecah Rekor Tertua Naik Gunung Se Indonesia*

0

 

*Brigjend Rhinto Pejabat Polda Jabar Tercatat Pemecah Rekor Tertua Naik Gunung Se Indonesia*

Polda jabar-mediaistana. Com

Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) menggelar kegiatan pendakian ke puncak Gunung Ciremai yang dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Daerah Jawa Barat, Irjen. Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., M.H. Kegiatan ini menjadi simbol semangat, kebersamaan, serta ketangguhan anggota kepolisian dalam menjaga kesehatan fisik dan mental, serta membangun soliditas di lingkungan Polri.

Pendakian yang berlangsung selama dua hari, tanggal 8 sd 9 Agustus 2025 tersebut diikuti oleh sejumlah pejabat utama Polda Jabar, termasuk Brigjen. Pol. Rhinto Prastowo, yang berhasil mencapai puncak Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 mdpl. Prestasi ini mencatatkan nama Brigjen. Pol. Rhinto Prastowo sebagai pejabat Polri tertua yang berhasil menaklukkan puncak tertinggi di Jawa Barat, sebuah capaian luar biasa yang menjadi inspirasi bagi seluruh anggota Polri di Indonesia.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan kebugaran dan kesehatan jasmani, tetapi juga mempererat kekompakan antar pejabat Polda Jabar serta menumbuhkan semangat menjaga kelestarian alam.” kata Kapolda Jabar, Minggu (10/8/2025)

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan S.I.K., M.H. mengatakan bahwa kegiatan tersebut dalam rangka merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 80, dimana Polda Jabar menggelar kegiatan PADAMU NEGERI, KAMI BERBAKTI.” berupa santunan, tanam pohon, bangun shelter, upacara di puncak gunung Ciremai Gunung tertinggi di Jabar.

Sementara, Brigjend Rintho juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terus menjaga kelestarian Gunung Ciremai sebagai bagian dari kekayaan alam Indonesia, serta menjadi destinasi pendakian yang aman dan nyaman.

Bandung, 10 Agustus 2025

Dikeluarkan oleh Bidhumas Polda Jabar

Mediaistana red maulana

Polsek Ciampea Sigap Tindaklanjuti Laporan Tembok Longsor Akibat Hujan Deras

0

Polsek Ciampea Sigap Tindaklanjuti Laporan Tembok Longsor Akibat Hujan Deras

Polres Bogor –mediaistana.com

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Ciampea pada Sabtu (9/8/2025) sore mengakibatkan tembok setinggi 5 meter dan panjang 25 meter milik Kampung Wisata Cinangneng di Desa Cihideung Udik longsor. Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 17.00 WIB di Kampung Babakan Kemang, RT 001 RW 004, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor.

Kapolsek Ciampea, Kompol Suminto HP, S.IP., M.H., menjelaskan bahwa Bhabinkamtibmas Desa Cihideung Udik, Aiptu Ateng Komara, bersama Babinsa Serda Nanang Fahroji, Ketua RW 04 Dadi Darma, dan karyawan Kampung Wisata Cinangneng langsung melakukan pengecekan di lokasi kejadian.

Dari hasil pengecekan, kerusakan terjadi pada tembok saung Cihideung milik Kampung Wisata Cinangneng. Longsornya tembok diduga akibat hujan deras dan kegiatan pemerataan tanah perumahan Persada Residence di desa setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, sementara kerugian materiil masih dalam pendataan.

“Kegiatan pengecekan selesai sekitar pukul 19.00 WIB, dan situasi di lokasi dalam keadaan aman dan kondusif,” ujar Kapolsek.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah rawan longsor, mengingat intensitas hujan di wilayah Bogor masih tinggi.

Mediaistana red maulana

Kodim 0102/Pidie dan Kwarcab Pramuka Gelar Lomba Kreasi Baris-Berbaris, Semarakkan HUT ke-80 RI

0

SIGLI – Dalam rangka memeriahkan peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Kodim 0102/Pidie bekerja sama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Pidie menggelar Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) Tingkat Penegak se-Kabupaten Pidie Tahun 2025. Kegiatan ini di buka langsung oleh Ketua Kwarcab Pramuka Pidie, Drs. Samsul Azhar di lapangan Indoor Makodim 0102/Pidie, Jalan A. Majid Ibrahim, Gampong Lampeude Baroh, Kecamatan Pidie, Kabupaten Pidie, pada Minggu (10/8/2025).

Acara turut dihadiri oleh , Kasdim 0102/Pidie Mayor Cpl Hendri Anto yang mewakili Dandim 0102/Pidie, para perwira staf Kodim 0102/Pidie, Ketua Panitia Zulfikar ARZ, para pembina Pramuka tingkat SMA,para dewan guru perwakilan sekolah serta seluruh peserta lomba.

Rangkaian pembukaan diawali pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sholawat badar oleh Tgk M. Harist Aulia, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Hymne Aceh Mulia yang dipimpin oleh Fozanil Ifta Dara Fonna.

Dalam sambutannya, Samsul Azhar menegaskan bahwa LKBB bukan hanya sekadar ajang adu kekompakan, tetapi juga media pembinaan karakter generasi muda.

“Melalui lomba ini, kita tanamkan disiplin, semangat kebangsaan, kekompakan, dan tanggung jawab di kalangan Pramuka Penegak. Nilai-nilai ini akan menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” ujarnya.

Ia juga mengajak para peserta untuk menjadikan kegiatan ini sebagai ruang edukatif, ajang menjalin persaudaraan, sekaligus wadah menyalurkan potensi dan bakat generasi muda. Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada panitia dan Kodim 0102/Pidie yang telah memberikan dukungan penuh.

Sementara itu, Kasdim 0102/Pidie Mayor Cpl Hendri Anto menegaskan komitmen TNI untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung kegiatan positif generasi muda.

“Kegiatan seperti ini perlu dilaksanakan rutin setiap tahun. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan Pramuka sangat penting untuk membina generasi penerus yang disiplin, nasionalis, dan berjiwa kepemimpinan,” tegasnya.

Tahun ini, LKBB diikuti 15 tim Pramuka Penegak, terdiri dari 6 tim putra dan 9 tim putri, yang berasal dari berbagai sekolah di Pidie, antara lain SMA N 3 Unggul Sigli, MAN 6 Pidie, MAN 1 Pidie, SMA N 1 Tangse, SMK N 2 Sigli, MAN 3 Pidie, SMA N 1 Sakti, dan SMA N Kembang Tanjong.

Tingginya antusiasme peserta dan pembina mencerminkan semangat generasi muda Pidie dalam mengembangkan bakat dan membentuk karakter positif. LKBB ini diharapkan menjadi tradisi tahunan yang tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat di hati para pemuda. []

Kapolda Jabar Resmikan Shelter Pesat Gatra 93 di Gunung Ciremai

0

 

Kapolda Jabar Resmikan Shelter Pesat Gatra 93 di Gunung Ciremai, Sekaligus Pimpin Pendakian Jelang HUT Ke-80 RI

Polda jaw barat-mediaistana. Com

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H., didampingi Wakapolda Jabar, Pejabat Utama (PJU) Polda Jabar bersama TNGC, Perhutani, LSM Akar dan PPGC melakukan peresmian Shelter Pesat Gatra 93 (Pos PG 93) yang terletak di Pos 3 Jalur Pendakian Gunung Ciremai, Jumat (8/8/2025).

Peresmian shelter ini merupakan bagian dari kegiatan pendakian Gunung Ciremai yang dilaksanakan oleh Polda Jabar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia. Gunung Ciremai, sebagai gunung tertinggi di Jawa Barat, dipilih sebagai lokasi simbolis untuk mengibarkan bendera Merah Putih di puncak, sebagai bentuk penghormatan kepada perjuangan para pahlawan dan komitmen Polri dalam menjaga keutuhan NKRI.

Shelter yang diberi nama “Shelter Pesat Gatra 93” dibangun sebagai bentuk kerjasama dan kolaborasi Polri dengan TNGC dalam mewujudkan keselamatan dan kenyamanan serta menjadi simbol kehadiran Polri di jalur pendakian, khususnya di Jalur Ciremai via Palutungan.

Kapolda Jabar mengungkapkan bahwa tujuan pembangunan shelter adalah sebagai tempat perlindungan dari cuaca ekstrim, tempat beristirahat pendaki, pusat evakuasi darurat, sebagai penunjuk arah atau orientasi serta tempat checkpoint.

Keberadaannya diharapkan mampu meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kesadaran akan pentingnya pelestarian lingkungan di jalur pendakian Gunung Ciremai.

Kapolda Jabar menyampaikan apresiasi atas sinergi berbagai pihak yang telah mewujudkan pembangunan shelter ini. “Pembangunan shelter ini merupakan bentuk nyata kepedulian kita terhadap keselamatan para pendaki dan kelestarian alam. Ini juga menjadi simbol dari semangat gotong royong dan nasionalisme yang terus kita jaga, apalagi di momen menjelang peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Irjen Pol. Rudi Setiawan, Minggu (10/8/2025)

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi dalam membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya menjaga alam, serta memperkuat semangat kebangsaan menjelang peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Bandung, 10 Agustus 2025

Dikeluarkan Oleh Bidhumas Polda Jabar

Mediaistana red maulana

MISTERI MANTRA BURUNG GARUDA DARI GUNUNG SANGGA BUANA KARAWANG YANG MENJADI INSPIRASI BUNG KARNO

0

 

Her Suherman Kedai kopi Majeti

Karawang 09 Agustus2025,MediaIstana Misteri Burung Garuda yang menjadi lambang negara Indonesia multi tafsir,ada cerita menarik dari gunung sangga buana Karawang Jawa barat,dima berdasarkan cerita dan pengakuan salah satu warga Karawang bahwa burung Garuda barasal dari gunung sangga buana Karawang Jawa barat.

Dalam penuturannya bahwa burung Garuda itu terdiri dari 2 Ekor yang 1 berwarna kuning emas dan 1 berwarna putih,konon katanya burung Garuda ini sering menampakkan di gunung sangga buana.

Konon ceritanya yang menarik adalah burung Garuda itu ada yang mengapung nya,dan menurut cerita ada keterkaitan antara bung Karno dengan yang mengapung Garuda saat beliau sering mengunjungi Karawang,dari sosok pengaping ini lah konon katanya beliau banyak belajar sehingga burung garuda menjadikannya inspirasinya sebagai dasar negara Indonesia

Salah satu cerita yang menarik bahwa burung Garuda itu pada masanya memilik mantra dimana isi mantra ini adalah Hong Wilaheng,Ingsun amatak ajiku si aji Bayu vajra, Aji maruta
Putune Bayu Bajra, yo aku.
Sing duwe angkoso, sing duwe langit,
sing duwe awang-awang.
Aku mabur koyo manuk,
Kemlebat koyo alap-alap
Mabur koyo bidho kang ora nate kesel.
Maburku luwih banter tinimbang angen-angen

Semoga cerita ini bisa menjadi kajian menarik untuk penelitian sejarah perjalan bangsa indonesia

CEGAH KEJAHATAN DI KABUPATEN BOGOR, POLRES BOGOR GELAR KRYD

0

CEGAH KEJAHATAN DI KABUPATEN BOGOR, POLRES BOGOR GELAR KRYD

Bogor –mediaistana .com

Dalam rangka menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat, Polres Bogor melaksanakan Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di sejumlah titik strategis wilayah Kabupaten Bogor, Sabtu malam (9/8/2025).

Kegiatan ini dipimpin oleh Kasat Samapta Polres Bogor AKP Yogi Nugraha, didampingi personel gabungan dari fungsi Reskrim, Lantas, dan unit lainnya. Sasaran patroli meliputi lokasi-lokasi yang berpotensi rawan tindak kriminal, seperti jalan protokol, area publik, pusat perbelanjaan, dan pemukiman warga.

Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto, S.H., S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa pelaksanaan KRYD merupakan upaya preventif untuk mencegah terjadinya tindak kejahatan jalanan, aksi premanisme, serta potensi gangguan kamtibmas lainnya.

“Melalui KRYD ini, kami berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat. Kami juga mengimbau warga untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Kapolres.

Selain patroli mobile, petugas juga melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan dan orang yang dicurigai, mengantisipasi potensi tawuran pelajar, serta memberikan imbauan kamtibmas secara langsung kepada masyarakat.

Dengan pelaksanaan KRYD secara berkelanjutan, Polres Bogor berharap tercipta situasi kamtibmas yang kondusif sehingga masyarakat dapat beraktivitas dengan tenang tanpa rasa khawatir terhadap gangguan keamanan.

Mediaistana red maulana

Taman Harmoni Sukolilo Surga Kuliner.

0
0-0x0-0-0#

Ribuan Warga Serbu Taman Harmoni, Nikmati Teduhnya Bambu & Kuliner Tradisional.

SUKOLILO – Minggu (10/8) siang, suasana di Taman Harmoni Sukolilo begitu hidup. Ratusan pengunjung dari berbagai daerah datang silih berganti, memenuhi kawasan wisata yang terkenal dengan rindangnya pepohonan bambu dan ragam sajian kuliner tradisional.

Dari kejauhan, gerbang megah berwarna-warni menyambut setiap tamu yang datang. Hiasan bunga, burung, dan kupu-kupu raksasa di pintu masuk menjadi spot favorit untuk berfoto. Begitu melangkah masuk, nuansa sejuk langsung terasa, berkat rimbunnya rumpun bambu yang tumbuh menjulang di sepanjang jalur wisata.

Ramah Kuliner dengan Sentuhan Tradisional
Di sisi kanan dan kiri jalur utama, deretan lapak kuliner tradisional tertata rapi. Penjual mengenakan pakaian khas, menawarkan beragam menu seperti aneka jajanan pasar, minuman segar, hingga hidangan khas desa. Untuk bertransaksi, pengunjung menukarkan uang tunai dengan koin “Srawung Sor Pring” di pos informasi. Konsep ini membuat pengalaman berbelanja semakin unik dan mengajak pengunjung untuk lebih menghargai proses jual-beli tradisional.

Siti Rahma (32), pengunjung asal Lamongan, mengaku sengaja datang bersama keluarga setelah mendengar cerita temannya. “Tempatnya adem, makanannya enak-enak dan murah. Anak-anak juga senang bisa lari-lari di bawah bambu,” ujarnya sambil tersenyum.

Meja-meja kayu sederhana tersedia di antara rumpun bambu, menjadi tempat yang nyaman untuk makan bersama keluarga. Anak-anak tampak berlarian riang, sementara orang tua bercengkerama sambil menikmati makanan.

Parkir Padat, Petugas Siaga
Tingginya antusiasme warga membuat area parkir penuh sesak. Motor dan mobil memadati jalur masuk hingga area sekitar gerbang. Petugas parkir dan keamanan sibuk mengatur arus kendaraan, memastikan lalu lintas tetap lancar meskipun arus keluar-masuk pengunjung cukup padat.

Sugeng (45), salah satu petugas parkir, mengatakan akhir pekan memang selalu ramai. “Kalau hari Minggu seperti ini, bisa ribuan pengunjung. Kami atur parkir supaya semua tetap tertib,” jelasnya.

Destinasi Edukasi dan Rekreasi
Selain menjadi surga kuliner, Taman Harmoni juga menawarkan nilai edukasi. Rumpun bambu yang terawat rapi menjadi media belajar tentang ekosistem dan manfaat tanaman bambu bagi lingkungan. Kehadiran lapak-lapak berbahan bambu dan atap jerami juga menjadi bukti nyata pelestarian budaya lokal.

Bagi masyarakat Sukolilo dan sekitarnya, Taman Harmoni bukan sekadar tempat wisata, melainkan juga ruang bertemu, berinteraksi, dan melestarikan tradisi. “Saya senang dagang di sini, pembelinya banyak dan suasananya nyaman,” ungkap Yuni (40), pedagang minuman tradisional.

Dengan perpaduan suasana alam, kuliner tradisional, dan edukasi budaya, Taman Harmoni semakin mengukuhkan diri sebagai destinasi favorit di kawasan ini.

Hak Jawab PT Prima Tan Bahari “Karina Jelaskan Kronologi, Ia Meminta Tanggung jawab Malah Disomasi..—- Management Ocean Dragon Ferry” Sebetulnya Barang Yang dimaksud Tidak Hilang Diwilayah Kami ( Management Ocean Dragon Ferry) —

0

Karina Rasmita Sembiring mengaku kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh managemen moda transportasi laut Ocean Dragon Ferry.

Kekecewaan ini muncul setelah Karima meminta pertanggungjawaban managemen karena ada barang bawaannya ada yang tertinggal yang dijawab dengan memberikan somasi.

Karina menggarisbawahi terkait dengan CCTV yang mati dan tidak berfungsi. Bisakah sebuah ferry beroperasi di perairan Indonesia ini dengan kondisi CCTV rusak sehingga tidak dapat menghasilkan rekaman di satu perjalanan laut?

dan manajemen Ocean Dragon Ferry mempertanyakan sertifikat-sertifikat pengalaman kerja saya. Ini sudah keterlaluan. Ini sudah mencemarkan nama baik saya, karena ada tindakan merendahkan Marwah saya,” sebutnya.

Redaksi Mediaistana.com

Menerima Hak Jawab PT Prima Tan Bahari Terkait Pemberitaan Kami Yang Berjudul :

“Karina Rasmita Sembiring mengaku kecewa dengan sikap yang ditunjukkan oleh managemen moda transportasi laut Ocean Dragon Ferry.”

Pada Tanggal : 8 Agustus 2025.

Dalam Surat Hak Jawab :

PT Prima Tan Bahari,  Yang diwakili Pengacaranya

Dari Kantor Hukum TanTimin & Rekan

Yang mana Saudari Karina Rasmita Sembiring mengaku kehilangan barang bawaan penumpang berupa paper bag (tas kertas) “Converse” di kapal MV. Marine Hawk III, meminta pertanggung jawaban management Kapal dan disomasi oleh Manajemen,

padahal dalam konpersnya, Karina tidak menunjukkan bukti pendukung apapun.

Bermula pada hari Selasa, tanggal 15 Juli 2025 sekira jam 19.22WIB, melalui whatsapp, Saudari Karina Rasmita Sembiring (Karina) mengadukan kehilangan barang bawaannya berupa paper bag (tas kertas) warna coklat merk “Converse” di dalam Kapal MV. Marine Hawk III yang berangkat dari Pelabuhan Stulang Laut Johor Bahru Malaysia menuju Pelabuhan Harbour Bay Kota Batam pada Hari Selasa, tanggal 15 Juli 2025, sekira jam 15.30 MYT. Oleh karena jam operasional agent kapal telah tutup, maka keesokkan harinya yaitu pada tanggal 16 Juli 2025 sekira jam 07.28WIB staf agent Kapal membalas whatsapp Sdr. Karina Rasmita Sembiring tersebut, dan agent kapal menyampaikan akan melakukan penyelidikan dan konfirmasi terhadap crew kapal Marine Hawk III dan meminta waktu untuk memeriksa CCTV baik di Pelabuhan Stulang Laut, Kapal Marine Hawk III dan Pelabuhan Harbour Bay, dan sekira pukul 15.00WIB tim kapal proaktif memberi kabar kepada Saudari Karina bahwa barang yang dimaksud Saudari Karina tidak ditemukan di dalam kapal Marine Hawk ;

Kemudian tanggal 17 Juli 2025 sekira pukul 17.30IB, adiknya Karina  Sembiring yang bernama Febrian mendatangi kantor agent kapal di Harbour Bay, dan staf agent kapal menyampaikan bahwa tim sedang melakukan pemeriksaan CCTV di dalam kantor agar menunggu sebentar, namun tiba-tiba kedatangan itu disusul oleh Karina Sembiring beserta rombongannya yang langsung menerobos ke dalam ruang kantor agent kapal di Harbour Bay, tanpa minta izin dan berteriak-teriak dengan tidak sopan sambil merekam video.

Bahwa Saudari Karina Sembiring memaksa kehendak agar dapat diselesaikan pada hari itu juga (tanggal 17 Juli 2025) walaupun adik Saudari Karina Sembiring yang bernama Febrian tersebut telah sepakati dengan Kuasa Hukum Agent Kapal untuk dilakukan pertemuan pada keesokan harinya yaitu tanggal 18 Juli 2025 jam 9.00Wib pagi. Saudari Karina Sembiring tidak mau tahu dan tidak mau mendengar penjelasan dari agent kapal, dan ngotot harus diselesaikan hari itu juga, namun pihak agent kapal dan Kuasa Hukum dengan sabar memberi penjelasan kepada Karina Sembiring serta berkomitmen untuk melakukan penyelidikan CCTV termasuk permintaan rekaman ke pihak agent kapal pelabuhan Johor Baru, Malaysia, walaupun pengakuan Saudari Karina tersebut tidak disertai dengan bukti-bukti pembelian barang di Johor Baru dan bukti barang telah dibawa masuk ke kapal Marine Hawk. Karina Sembiring tidak puas, kemudian men-live-kan video yang direkam oleh rombongan Karina bahkan disebarluaskan ke media sosial termasuk live tik-tok (di account : K a R I N yang isinya menyerang kehormatan/nama baik kami kepada umum dengan cara menuduh hal-hal yang tidak benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan ;

Bahwa kami telah memeriksa rekaman CCTV baik di pelabuhan Stulang Laut Johor Bahru Malaysia, cctv di Kapal Marine Hawk dan cctv di pelabuhan harbor bay Kota Batam, ternyata barang bawaan paper bag “Converse” milik Karina Sembiring tidak dibawa masuk ke kapal Marine Hawk pada saat berangkat dari Johor Bahru ke Batam, sehingga tidak ada barang penumpang yang hilang di kapal Marine Hawk, dengan demikian pengakuan Karina Sembiring adalah tidak benar alias Hoaks. Ternyata dari awal Kapal Marine Hawk berangkat dari Johor Bahru Malaysia ke Pelabuhan Harbourbay Kota Batam, Saudari Karina beserta rombongannya tidak ada satupun yang membawa tas kertas warna coklat merk “Converse”, sehingga barang bawaan penumpang yang menurut pengakuan Karina Sembiring hilang di kapal Marina Hawk tersebut sama sekali tidak dibawa masuk ke dalam Kapal MV. Marine Hawk III ;

Bahwa dari Rekaman CCTV Pelabuhan Stulang Malaysia bahwa pada hari Selasa tanggal 15 Juli 2025 pukul 14.35MYT, pada saat check-in di konter Stulang Laut, salah satu dari rombongan Saudari Karina Rasmita Sembiring benar ada menenteng tas karton kertas warna coklat merk “Converse”, namun, setelah selesai check-in, rombongan Karina Rasmita Sembiring tidak langsung masuk boarding, melainkan pergi ke arah belakang menjauhi arah masuk boarding. Dan pada saat Saudari Karina dan rombongannya kembali ke area depan konter Kapal di Stulang Laut Malaysia barang tas karton kertas warna coklat merk “Converse” sudah tidak terlihat, bahkan sampai pukul 14.43 MYT, terlihat dalam rekaman CCTV bahwa Saudari Karina bersama rombongan meninggalkan area depan Counter Kapal berjalan menuju tempat keberangkatan, dan tidak ada seorang pun dari rombongan Saudari Karina yang memegang tas karton kertas warna coklat merk “Converse” tersebut ;

Bahwa dilanjutkan dengan CCTV di Area Keberangkatan terlihat bahwa Saudari Karina bersama rombongan mengambil barang bawaannya yang keluar dari mesin X-Ray satu per satu, dan tas karton kertas warna coklat merk “Converse” yang dinyatakan hilang tersebut tidak ada sama sekali.

Lebih jelasnya lagi, CCTV diarea jetty gate kapal menunjukkan bahwa pada saat rombongan Saudari Karina Rasmita Sembiring memasukki Kapal MV. Marine Hawk III, tas karton kertas warna coklat merk “Converse” yang dingaku hilang di Kapal tersebut sama sekali tidak ada, tidak terlihat dan tidak masuk ke dalam Kapal ;

Bahwa perbuatan Saudari Karina Rasmita Sembiring yang merupakan seorang instruktur yang bersertifikat, public speaker dan pernah menerima beberapa penghargaan tingkat Asean, namun sembarang menuduh barang hilang dikapal hingga menyebarkan hal-hal yang tidak dapat dipertanggungjawabkan olehnya, ternyata telah merugikan PT. Prima Tan Bahari, sehingga kami mensomasi Saudari Karina Rasmita Sembiring agar menyelesaikan permasalahan ini baik-baik dengan melakukan klarifikasi dan permintaan maaf, ternyata Saudari Karina Rasmita Sembiring tidak mau dan malah menjadikan surat somasi kami sebagai bahan exposure yang baru ;

Hasil Pemeriksaan CCTV:

CCTV tanggal 15 Juli 2025 pukul 14.35 MYT area Konter Check in:

CCTV tanggal 15 Juli 2025 pukul 14.43 MYT area waiting hall :

 

CCTV tanggal 15 Juli 2025 pukul 14.45 MYT link bridge jalan menuju terminal :

CCTV tanggal 15 Juli 2025 pukul 15.05 MYT area Mesin X-ray:

CCTV tanggal 15 Juli 2025 pukul 15.05 MYT area Konter Check in:

CCTV tanggal 15 Juli 2025 pukul 15.09 MYT area jetty gate kapal :

 

Demikian Surat Hak Jawab Dari PT Prima Tan Bahari Agar Masyarakat Mengetahui Kebenaran Dari Kejadian Tersebut, Dan agar tidak Mudah Percaya Pada Berita Tanpa Bukti Yang Akurat dan Tepat.

 

Sumber Berita : Kantor Hukum TanTimin & Rekan

 

Layang-layang masih jadi mainan yang menarik.

0
0-0x0-0-0#

Antusias Warga Meriahkan Langit Waru dan Gunung Anyar

Surabaya, 9 Agustus 2025 — Sore itu, langit Waru dan Gunung Anyar tampak berbeda. Warna oranye keemasan dari matahari yang mulai tenggelam berpadu dengan puluhan layang-layang warna-warni yang menari di udara. Di bawahnya, hamparan lapangan penuh dengan warga yang datang dari berbagai penjuru. Tawa anak-anak, teriakan kegirangan saat layang-layang berhasil terbang tinggi, serta aroma jajanan yang menguar di udara menciptakan suasana yang hangat dan penuh keceriaan.

Ribuan warga memadati lapangan untuk menikmati akhir pekan dengan cara sederhana namun membahagiakan. Ada yang membawa tikar untuk bersantai bersama keluarga, ada pula yang datang hanya dengan seutas benang dan layang-layang di tangan. Bagi sebagian orang dewasa, ini adalah kesempatan bernostalgia, mengulang masa kecil saat bermain di lapangan tanpa gawai dan layar digital.

Sejak siang menjelang sore, jalan-jalan kecil menuju lapangan mulai dipadati kendaraan. Para pedagang musiman berderet di pinggir jalan, menawarkan layang-layang berbagai bentuk: naga, burung hantu, kupu-kupu, hingga karakter kartun populer. Harganya bervariasi, mulai dari belasan ribu rupiah untuk ukuran kecil hingga puluhan ribu untuk yang besar dan rumit.

Bukan hanya layang-layang yang menjadi daya tarik. Di sekitar area, deretan penjual makanan dan minuman tampak tak pernah sepi. Aroma sate, gorengan, dan mie goreng bercampur dengan bau arang yang terbakar. Pengunjung kerap mampir untuk membeli cilok, es degan, atau minuman segar sebelum kembali bermain.

“Seru sekali. Anak-anak bisa bebas berlari dan belajar bermain layangan, orang tua pun bisa mengenang masa kecil. Apalagi jajanan di sini lengkap,” ujar Rina, seorang ibu yang datang bersama suami dan dua anaknya.

Bagi pedagang, momen ini menjadi berkah tersendiri. Arif, penjual layang-layang, mengaku dagangannya bisa ludes dua kali lebih cepat dibanding hari biasa. “Kalau ada keramaian seperti ini, alhamdulillah rezekinya lancar,” tuturnya sambil melayani pembeli.

Menjelang petang, suasana justru semakin indah. Langit senja menjadi kanvas raksasa bagi layang-layang yang masih bertahan di ketinggian. Beberapa keluarga mulai membereskan peralatan sambil mengabadikan foto terakhir sebelum pulang. Sementara itu, sebagian lain memilih untuk tetap duduk menikmati sisa cahaya sore, enggan melepaskan momen kebersamaan yang jarang didapat di tengah kesibukan kota.

  1. Saat matahari benar-benar tenggelam di ufuk barat, lampu-lampu jalan mulai menyala dan perlahan lapangan kembali lengang. Namun, senyum di wajah anak-anak dan canda tawa yang terdengar sepanjang sore itu masih membekas di hati. Bagi banyak orang, ini bukan sekadar bermain layang-layang, tetapi sebuah pengingat bahwa kebahagiaan sering kali hadir dalam bentuk sederhana—di langit senja, di hembusan angin, dan di kebersamaan yang hangat.