Ketika Pengabdian Meninggalkan Jejak
Ada perjumpaan yang tidak pernah benar-benar berakhir ketika perpisahan tiba.
Sebab orang boleh meninggalkan sebuah tempat, tetapi jejak pengabdiannya akan tetap tinggal dalam ingatan orang-orang yang pernah bersentuhan dengan kepemimpinannya.
Hari ini, Kabupaten Buru melepas seorang perwira yang selama 2 tahun 6 bulan 22 hari mengemban amanah sebagai Kapolres Buru, AKBP Sulastri Sukijang, SH, S.I.K., MM.
Waktu mungkin dapat dihitung dengan kalender.Tetapi pengabdian tidak pernah cukup diukur dengan angka.
Dua tahun, enam bulan dan dua puluh dua hari adalah rentang waktu yang panjang untuk menyaksikan begitu banyak peristiwa: suka dan duka masyarakat, dinamika keamanan, persoalan hukum, kegelisahan warga, harapan yang tumbuh, bahkan mungkin keputusan-keputusan sulit yang harus diambil dengan kepala dingin dan hati yang tetap teguh.
Di situlah seorang pemimpin diuji.
Bukan hanya ketika keadaan tenang, tetapi terutama ketika keadaan membutuhkan keberanian untuk berdiri di tengah badai.
AKBP Sulastri Sukijang telah melewati bagian dari perjalanan itu.
Kini tiba waktunya mengucapkan selamat jalan dan selamat bertugas di tempat pengabdian yang baru.
Pergilah membawa doa terbaik dari tanah Buru.
Sebab seorang abdi negara sesungguhnya tidak pernah benar-benar pergi. Ia hanya berpindah tempat untuk melanjutkan pengabdian.
Jika selama menjalankan tugas di Buru ada tutur kata yang kurang berkenan, ada keputusan yang belum sepenuhnya memenuhi harapan semua pihak, atau ada langkah yang mungkin menyisakan ruang perbedaan, biarlah semuanya menjadi bagian dari kedewasaan sebuah perjalanan.
Karena tidak ada pemimpin yang berjalan tanpa kekurangan.
Dan tidak ada pengabdian yang sia-sia ketika dilakukan dengan niat untuk menjaga negeri.
Buru Menyambut Pemimpin Baru
Di saat satu pintu pengabdian ditutup dengan penuh hormat, pintu yang lain terbuka menyambut wajah baru.
Selamat datang AKBP Andi Julkifli.Kapolres Buru yang baru.Tanah Buru menyambut bukan hanya seorang pejabat baru, tetapi seorang pemimpin yang membawa amanah baru.
Di hadapan beliau terbentang masyarakat dengan segala keragaman, karakter, persoalan dan harapannya.
Buru membutuhkan polisi yang tidak hanya hadir dengan kewenangan, tetapi juga dengan keteladanan.
Polisi yang tegas ketika hukum harus ditegakkan, tetapi tetap teduh ketika masyarakat membutuhkan tempat untuk didengar.
Polisi yang berani menghadapi kejahatan, tetapi tidak kehilangan rasa kemanusiaan.
Sebab seragam kepolisian bukan sekadar pakaian kedinasan.
Di baliknya ada sumpah, tanggung jawab dan harapan masyarakat.
Masyarakat Buru tentu berharap kepemimpinan AKBP Andi Julkifli mampu melanjutkan hal-hal baik yang telah dibangun sebelumnya, sekaligus menghadirkan energi baru dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Buru.
Gunung, pesisir, desa-desa, jalan-jalan panjang dan seluruh denyut kehidupan masyarakat Buru akan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian itu.
Setiap Pemimpin Hanya Menumpang Sebentar di Sebuah Jabatan Pada akhirnya, jabatan adalah persinggahan.Hari ini seseorang berada di satu kursi.
Esok ia meninggalkannya dan orang lain datang menggantikan.Yang kekal bukanlah kursinya.Yang tinggal adalah jejaknya.
Maka ukuran seorang pemimpin bukan berapa lama ia duduk dalam jabatan, melainkan berapa banyak kebaikan yang ditinggalkannya setelah ia pergi.
AKBP Sulastri Sukijang telah menutup satu bab pengabdiannya di Buru setelah 2 tahun 6 bulan 22 hari.
AKBP Andi Julkifli kini membuka bab yang baru.Kepada Sulastri, selamat jalan, selamat bertugas di tempat yang baru.
Semoga setiap langkah berikutnya menjadi jalan pengabdian yang lebih luas, setiap tugas menjadi ladang amal, dan setiap keputusan menjadi bagian dari kebaikan yang kelak dikenang.
Kepada Andi Julkifli, selamat datang di tanah Buru.
Datanglah dengan hati yang terbuka.Dengarkan suara masyarakat.Kenali denyut daerah ini.Tegakkan hukum dengan keberanian.Jalankan kewenangan dengan kebijaksanaan.
Dan jangan pernah lupa bahwa di balik setiap perkara hukum selalu ada manusia yang berharap keadilan.
Karena pada akhirnya, seorang Kapolres bukan hanya menjaga keamanan sebuah wilayah.
Ia sedang menjaga rasa aman di hati manusia.Selamat jalan, AKBP Sulastri Sukijang, SH, S.I.K., MM.Selamat datang, AKBP Andi Julkifli.Satu pengabdian berakhir dengan kenangan.
Satu pengabdian baru dimulai dengan harapan.
Dan Buru, dengan seluruh masyarakatnya, kembali menatap hari esok dengan doa yang sama:
semoga hukum semakin berwibawa, keamanan semakin terjaga, dan masyarakat semakin merasakan bahwa negara hadir untuk melindungi mereka.
(Mus Latuconsina)