MediaIstana.com Labuhanbatu||– Sumatera Utara | Kamis, 11 Juni 2026
Setelah berita awal mengenai sosok JND terbit, tim media investigasi kembali mendapatkan informasi baru yang mengungkap jaringan yang lebih luas. Disebutkan bahwa peredaran narkoba yang meresahkan masyarakat di Kabupaten Labuhanbatu diduga dikendalikan oleh sosok bernama DW, yang operasinya telah menyebar hingga ke sejumlah titik di Kecamatan Bilah Hulu dan Bilah Hilir.
Informasi ini disampaikan oleh MS, yang mempertanyakan pengetahuan pihak kepolisian. “Apakah Polres Labuhanbatu beserta jajaran Kapolsek Bilah Hulu dan Bilah Hilir tidak mengenal sosok DW beserta para kurir lapangannya yang selama ini mengganggu ketertiban dan meracuni generasi muda?” tanyanya.
Kekesalan serupa juga disampaikan oleh WR, yang menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada tindakan tegas terhadap bandar narkoba yang sudah sering diberitakan di media. “Di Desa Gunung Selamat, Kecamatan Bilah Hulu, hingga kini belum ada yang berani menangkap bandar yang sudah sangat dikenal publik,” ujarnya dengan nada kecewa.
Lebih lanjut terungkap adanya hubungan antar-sosok yang diduga terlibat. Disebutkan bahwa JND merupakan orang kepercayaan dari seorang bandar lain bernama TN, yang beroperasi di wilayah Desa Sukamulya atau yang juga dikenal dengan nama Ponceb Aek Nabara. Dalam jaringan tersebut, JND disebut berperan sebagai pelaksana utama atau “alat” TN di wilayah Desa Gunung Selamat.
Yang menjadi sorotan utama masyarakat adalah pola penindakan yang dinilai tidak adil. “Mengapa yang sering ditangkap hanyalah pengguna atau kurir tingkat bawah, sedangkan para bandar besar seperti DW dan lainnya masih beroperasi dengan leluasa? Padahal merekalah dalang utama yang menyebabkan kehancuran sosial di Labuhanbatu ini,” tegas WR dan sejumlah warga lainnya dengan nada cemas dan kesal.
Masyarakat mendesak Kapolres Labuhanbatu untuk tidak bersikap lembek dan segera bertindak tegas. Terdapat dugaan kuat bahwa kelancaran operasi mereka didapatkan karena adanya “restu” dari oknum tertentu. Warga pun mempertanyakan situasi yang terjadi: “Ada apa sebenarnya di balik semua ini?”
Perlu ditegaskan kembali bahwa seluruh informasi di atas merupakan dugaan yang berkembang di masyarakat dan belum dapat dibuktikan kebenarannya secara hukum. Pihak kepolisian diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap fakta yang sebenarnya dan menindak tegas seluruh pihak yang terbukti terlibat, tanpa pandang bulu.
Penulis: Dariter Ritonga / Tim