Semua Warga Binaan Sama, Tak Boleh Ada yang Diistimewakan
KABUPATEN BOGOR,MEDIAISTANA.COM
Penonaktifan Kepala Lapas Cibinong beserta empat pejabat lainnya terkait adanya dugaan fasilitas mewah bagi sejumlah warga binaan adalah langkah yang sangat tepat dan sudah seharusnya dilakukan. Siapa pun yang melanggar hukum, menyalahgunakan wewenang, dan membiarkan ketidakadilan terjadi wajib dikenakan sanksi setimpal.
Karena sejatinya, semua warga binaan itu sama.
Sama-sama menjalani konsekuensi perbuatan yang melanggar hukum. Sama-sama berhak menjalani masa pembinaan yang layak, namun tidak boleh dipilah-pilah berdasarkan kekayaan, kedudukan, atau koneksi. Tidak boleh ada satu kelompok yang menikmati kemewahan layaknya vila, sementara yang lain menjalani masa hukuman sebagaimana mestinya.
Lembaga Pemasyarakatan bukan tempat untuk berdagang kemudahan. Bukan tempat di mana “siapa kaya dia dapat kamar bagus, siapa miskin dia diabaikan.” Di sinilah ketegasan hukum harus berdiri paling kokoh — di mana keadilan tidak bisa dibeli dengan uang.
Jika praktik dwiwarna ini dibiarkan, apa bedanya kita dengan negara yang hukumnya hanya berlaku untuk yang lemah saja? Rakyat berhak mengetahui siapa yang mengatur, siapa yang menyetujui, dan siapa yang diuntungkan dari fasilitas istimewa tersebut. Pemeriksaan terhadap 52 warga binaan dan 54 pegawai harus terus dijalani tuntas, tidak boleh berhenti di sekadar pencopotan jabatan.
Keadilan itu sederhana: semua sama di mata hukum. Baik yang kaya maupun yang sederhana, semuanya mendapat perlakuan yang sama. Tidak ada yang lebih tinggi, tidak ada yang diistimewakan. Itulah makna keadilan yang sesungguhnya.
Maulana — mediaistana.com
28 September 2026