Namlea, 9 Desember 2025
Langkah pemerintah dan pemerintah daerah dalam menertibkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Botak patut diapresiasi sebagai upaya nyata menjaga keberlanjutan lingkungan.
Penghargaan yang disampaikan oleh LSM Ekologi Pembangunan (LEP) menjadi sinyal bahwa masyarakat sipil menaruh harapan besar pada konsistensi pemerintah dalam menegakkan aturan, khususnya UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
Gunung Botak, yang sejak 2012 menjadi pusat aktivitas penambangan rakyat dan ilegal, telah mengalami tekanan ekologis yang luar biasa. Kerusakan lahan, hilangnya vegetasi, hingga pencemaran akibat penggunaan bahan berbahaya seperti sianida dan merkuri menjadi ancaman serius bagi ekosistem dan keselamatan manusia. Tidak sedikit nyawa melayang dalam proses penambangan yang tidak terkontrol—sebuah tragedi yang seharusnya tidak perlu terjadi bila penegakan hukum berjalan dari awal secara konsisten.
Oleh karena itu, langkah pemerintah saat ini merupakan momentum penting. Penertiban tidak hanya soal menghentikan aktivitas ilegal, tetapi juga mengembalikan martabat lingkungan yang telah lama terabaikan.
Pemerintah didesak untuk tidak berhenti pada penertiban semata, melainkan melanjutkan dengan program pemulihan lingkungan yang komprehensif.
Pemulihan ini penting bukan hanya untuk menyelamatkan bentang alam Gunung Botak, tetapi juga untuk menjaga kualitas hidup masyarakat yang telah lama menanggung dampaknya.
Harapan juga mengemuka agar ke depan, sepuluh koperasi yang direncanakan menjadi wadah penambangan rakyat benar-benar mengedepankan prinsip-prinsip pengelolaan lingkungan yang baik, ramah, dan berkelanjutan. Pengelolaan berbasis koperasi harus menjadi model yang tidak hanya legal, tetapi juga etis dan inklusif—mempekerjakan masyarakat sekitar yang selama ini berada dalam lingkaran dampak sosial-ekologis penambangan.
Apresiasi LSM Ekologi Pembangunan merupakan pengingat bahwa kebijakan pengelolaan sumber daya alam tidak boleh semata berorientasi ekonomi, tetapi juga harus bertumpu pada kemaslahatan bersama. Lingkungan yang pulih, alam yang terjaga, dan masyarakat yang diberdayakan adalah modal masa depan yang tidak ternilai harganya.
Kini, bola ada di tangan pemerintah. Konsistensi adalah kata kunci. Semoga penertiban Gunung Botak tidak menjadi langkah sesaat, melainkan awal dari komitmen jangka panjang untuk melindungi alam, kehidupan, dan masa depan generasi mendatang.
Reporter ( Ahmad )