28.4 C
Jakarta
BerandaInfoDiduga Bekengi PETI, Oknum TNI Berseragam Dinas Terlihat Beraktivitas di Gunung Botak

Diduga Bekengi PETI, Oknum TNI Berseragam Dinas Terlihat Beraktivitas di Gunung Botak

Namlea, 16 Maret 2026 – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Botak, Kabupaten Buru, hingga kini masih berlangsung nyaris tanpa hambatan. Di tengah berbagai operasi penertiban yang pernah digelar, tambang liar tersebut tetap beroperasi. Ironisnya, muncul dugaan keterlibatan oknum aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga hukum dan keamanan.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber di lapangan menyebutkan adanya oknum anggota TNI yang diduga terlibat dalam pengawasan aktivitas tambang ilegal tersebut. Oknum tersebut bahkan disebut sering terlihat menggunakan seragam dinas ketika berada di sekitar lokasi tambang.

Kehadiran aparat berseragam di lokasi yang jelas-jelas merupakan aktivitas ilegal memunculkan pertanyaan besar di tengah masyarakat. Alih-alih menghentikan aktivitas PETI yang merusak lingkungan, oknum tersebut justru diduga memberikan ruang dan perlindungan agar kegiatan penambangan tetap berjalan.

Beberapa saksi mata menyebutkan bahwa oknum tersebut tidak hanya sekadar berada di lokasi, tetapi juga diduga turut mengatur pengamanan aktivitas tambang, termasuk menjaga jalur keluar masuk kendaraan pengangkut material tambang serta membantu kelancaran distribusi logistik bagi para penambang.

Sebagai imbalan, oknum tersebut diduga menerima bagian keuntungan dari aktivitas tambang ilegal yang setiap harinya menghasilkan emas dari kawasan Gunung Botak.

Jika dugaan ini terbukti, maka hal tersebut tidak hanya melanggar hukum pertambangan, tetapi juga mencederai kepercayaan publik terhadap institusi militer yang selama ini diharapkan menjadi pelindung masyarakat.

Selain persoalan hukum, aktivitas PETI di Gunung Botak juga menimbulkan ancaman serius bagi lingkungan. Penggunaan bahan kimia berbahaya, penggundulan hutan, serta pencemaran sumber air menjadi risiko nyata yang dapat berdampak panjang bagi masyarakat sekitar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI maupun instansi terkait mengenai dugaan keterlibatan oknum aparat dalam aktivitas tambang ilegal tersebut.

Masyarakat berharap aparat penegak hukum dan pimpinan TNI segera melakukan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap kebenaran informasi yang beredar. Jika terbukti, publik menuntut tindakan tegas tanpa kompromi terhadap siapa pun yang terlibat, termasuk oknum aparat yang menyalahgunakan kewenangannya.

Sebab, hukum seharusnya berdiri sama tinggi bagi semua pihak — tanpa terkecuali.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!