30.4 C
Jakarta
BerandaInfoAnggota DPRD Buru Rustam Fadly Tukuboya Dukung Penertiban Gunung Botak oleh Aparat...

Anggota DPRD Buru Rustam Fadly Tukuboya Dukung Penertiban Gunung Botak oleh Aparat TNI

 

Editorial Redaksi

Dukungan yang disampaikan oleh Rustam Fadly Tukuboya, SH, terhadap langkah penertiban PETI di Gunung Botak menegaskan satu hal penting: negara tidak boleh absen dalam melindungi lingkungan dan keselamatan masyarakat. Apa yang dilakukan aparat TNI di bawah komando Pangdam XV Pattimura, Mayjen TNI Dody Triwantoro, S.Ip. M.Han, bukan sekadar operasi penertiban, melainkan upaya menghentikan praktik tambang ilegal, yang dilaksanakan berdasarkan keputusan gubernur nomor 2394 tanggal 27 November 2025, rekomendasi hasil kunjungan Kasum TNI selaku Kepala Satgas PKH pada tanggal 13–15 April 2026, serta pertimbangan komando dan staf Kodam XV Pattimura.

Sebagai politisi dari Partai Gerindra, Tukuboya dengan tegas menyatakan dukungannya—selama langkah tersebut berpihak kepada masyarakat. Pernyataan ini penting, karena menempatkan kepentingan publik sebagai tolok ukur utama dalam setiap kebijakan. Penertiban yang direncanakan berlangsung selama 14 hari, dari 27 April hingga 10 Mei, harus dimaknai sebagai titik awal, bukan akhir dari proses panjang penataan kawasan.

Belajar dari pengalaman sebelumnya, penertiban tanpa pengawasan berkelanjutan hanya akan menjadi siklus yang berulang. Aktivitas ilegal akan kembali tumbuh ketika kontrol melemah. Karena itu, kehadiran negara harus konsisten: tidak hanya melalui operasi lapangan, tetapi juga lewat sistem pengelolaan yang jelas, transparan, dan berorientasi pada keberlanjutan.

Gunung Botak kini berada di momentum krusial. Pilihannya tegas—tetap terjebak dalam eksploitasi liar yang merusak, atau bertransformasi menjadi model pengelolaan sumber daya yang bertanggung jawab. Transformasi ini hanya mungkin terjadi jika ada kesinambungan kebijakan, penegakan hukum yang tegas, serta keterlibatan aktif masyarakat.

Ajakan Tukuboya kepada masyarakat untuk patuh dan mendukung penertiban patut diapresiasi. Kepatuhan bukanlah bentuk keterpaksaan, melainkan kesadaran kolektif bahwa lingkungan yang terjaga adalah jaminan masa depan bersama. Tanpa dukungan masyarakat, upaya sebesar apa pun akan sulit bertahan.

Pada akhirnya, penertiban yang kesekian kali ini harus menjadi fondasi. Fondasi bagi tata kelola yang lebih baik, bagi keberanian negara menindak pelanggaran, dan bagi lahirnya kesadaran bersama bahwa kekayaan alam tidak untuk dieksploitasi tanpa batas, tetapi untuk dijaga dan diwariskan.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!