Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
Forum Akademisi IPB University menyatakan dukungannya terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah. Namun demikian, forum tersebut menegaskan bahwa implementasi program harus dilakukan dengan tata kelola yang tepat sasaran serta tetap menjaga peran kampus berada dalam koridor akademik.
Anggota Forum Akademisi IPB University, Prof. Ilah Sailah, menyampaikan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dalam program MBG dimungkinkan, tetapi tidak secara langsung melalui institusi akademik. Menurutnya, partisipasi kampus dapat dilakukan melalui unit usaha berbadan hukum yang dimiliki perguruan tinggi, seperti skema Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).
“Harus dipisahkan agar tidak terjadi konflik kepentingan dan tidak mengganggu proses pendidikan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemisahan peran tersebut penting agar kegiatan akademik, seperti pengajaran dan penelitian, tetap berjalan optimal tanpa terpengaruh oleh kepentingan operasional program.
Selain itu, Forum Akademisi IPB University juga menyoroti pentingnya sistem monitoring dan evaluasi yang berkelanjutan dalam pelaksanaan MBG. Hal ini dinilai krusial untuk memastikan program benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan, serta berjalan efektif dan efisien.
Tak hanya itu, forum juga mengingatkan adanya potensi risiko kelebihan gizi di masyarakat apabila program tidak dirancang dengan baik. Oleh karena itu, aspek keseimbangan nutrisi dan edukasi pangan dinilai harus menjadi bagian integral dari pelaksanaan MBG.
Dengan pendekatan tata kelola yang tepat serta pengawasan yang konsisten, Forum Akademisi IPB University berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat tanpa menimbulkan dampak negatif di kemudian hari.