BerandaBeritaLewat PM-AAS, Dinas Pertanian Probolinggo Dorong Swasembada Padi Berkelanjutan

Lewat PM-AAS, Dinas Pertanian Probolinggo Dorong Swasembada Padi Berkelanjutan

Probolinggo, Mediaistana.com
Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo mulai menerapkan budidaya padi berbasis Pertanian Modern Advanced Agriculture System (PM-AAS). Program ini bertujuan mempercepat swasembada pangan berkelanjutan sekaligus meningkatkan daya saing dan ekspor komoditas tanaman pangan.

Implementasi perdana dilakukan di lahan seluas 0,5 hektare milik Kelompok Tani (Poktan) Tani Maju, Desa Nogosaren, Kecamatan Gading, Senin (3/8/2026).

Kegiatan dihadiri Kepala Bidang Sarana Penyuluhan dan Pengendalian Pertanian Diperta Kabupaten Probolinggo drh. Faiq El Himmah, JF Pengawas Benih Tanaman Muda Okta Purwo Ina Rany, Katimker Penyuluh Pertanian Eko Budi Santoso, Petugas POPT Kamaludin Harahap, dan Ketua Poktan Tani Maju Alwi selaku pemilik lahan.

Faiq menjelaskan, melalui PM-AAS pemerintah menargetkan produktivitas padi minimal 10 ton per hektare. Target itu didukung penggunaan benih unggul bermutu sebanyak 70 hingga 80 kilogram per hektare.

Sistem tanam yang digunakan adalah tabela PM-AAS dengan jarak tanam rapat 3 sentimeter dan pola barisan 6:1 atau 4:1. Dengan pola tersebut, populasi tanaman bisa mencapai 800 ribu hingga 1,2 juta rumpun per hektare.

Selain sistem tanam, budidaya juga didukung pengolahan lahan secara mekanisasi. Pemupukan dilakukan secara berimbang menggunakan 300 kilogram urea, 400 kilogram pupuk NPK, pupuk organik, dolomit, dan silika sesuai kebutuhan lahan.

Program ini tidak hanya fokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga mendorong penggunaan teknologi budidaya yang lebih modern, efisien, dan berkelanjutan, kata Faiq.

Untuk memastikan keberhasilan, penyuluh pertanian akan terus melakukan pendampingan kepada kelompok tani. Pendampingan mencakup setiap tahapan budidaya sesuai standar PM-AAS.

Penyuluh punya peran strategis membina Poktan, Gapoktan, maupun Brigade Pangan. Mulai dari penerapan teknologi, analisis biaya dan manfaat usaha tani, hingga pelaksanaan ubinan untuk membandingkan produktivitas sebelum dan sesudah PM-AAS, jelasnya.

Menurut Faiq, penerapan teknologi yang tepat ditambah pendampingan intensif diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan produksi padi secara signifikan.

Jika produktivitas naik, maka produksi padi akan bertambah. Dampaknya, pendapatan petani meningkat dan ketahanan pangan daerah menjadi lebih kuat.

Keberhasilan PM-AAS di Nogosaren nantinya diharapkan menjadi contoh bagi kelompok tani lain di Kabupaten Probolinggo.

Dengan begitu kita bisa mempercepat terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan di daerah, pungkasnya.

Ketua Poktan Tani Maju, Alwi, menyambut baik program tersebut. Ia berharap pendampingan terus dilakukan agar petani bisa menguasai teknologi baru ini.

Pemerintah Kecamatan Gading juga mendukung penuh inovasi pertanian ini. Diharapkan PM-AAS dapat direplikasi di desa-desa sentra padi lainnya di Probolinggo.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!