Mediaistana.com – TANGERANG — 14 Agustus 2026 – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, suara tentang persatuan kembali digaungkan. Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, Anas Gondrong menegaskan bahwa semangat kemerdekaan tidak boleh berhenti pada upacara, pengibaran bendera, maupun seremoni tahunan.
Menurutnya, kemerdekaan harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata: gotong royong, kepedulian sosial, solidaritas, toleransi antarumat beragama, serta keberanian seluruh elemen bangsa menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Anas menilai Indonesia tidak dibangun oleh satu kelompok, satu agama, satu suku, atau satu golongan. Republik ini berdiri di atas perjuangan panjang seluruh anak bangsa yang memiliki latar belakang berbeda, tetapi mempunyai tujuan yang sama: Indonesia yang merdeka, berdaulat, aman, dan bermartabat.
«“Jangan jadikan perbedaan sebagai alasan untuk saling menjauh. Perbedaan adalah kenyataan bangsa Indonesia, sedangkan persatuan adalah kekuatan kita. Gotong royong harus tetap hidup dan solidaritas harus terus diperkuat,” tegas Anas Gondrong.»
KEMERDEKAAN BUKAN SEKADAR SEREMONI
Anas mengingatkan bahwa memasuki usia 81 tahun kemerdekaan Indonesia, masyarakat harus semakin dewasa dalam menyikapi berbagai persoalan. Jangan sampai momentum HUT RI hanya menjadi rutinitas tahunan tanpa menghasilkan kesadaran kebangsaan.
Menurutnya, memasang bendera merah putih dan mengikuti berbagai kegiatan kemerdekaan memang penting. Namun jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat menjaga persaudaraan setelah perayaan berakhir.
Sebab, menurut Anas, ancaman terhadap persatuan tidak selalu datang dalam bentuk konflik terbuka. Perpecahan dapat tumbuh dari prasangka, provokasi, ujaran kebencian, fanatisme kelompok, maupun sikap saling mencurigai.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak menjadikan perbedaan pilihan maupun keyakinan sebagai alasan untuk memutus hubungan sosial.
SOLIDARITAS ANTARAGAMA JANGAN HANYA MENJADI SLOGAN
Anas juga memberikan penekanan khusus terhadap pentingnya menjaga hubungan harmonis antarumat beragama.
Menurutnya, kehidupan masyarakat harus dibangun dengan prinsip saling menghormati. Setiap warga negara memiliki hak untuk menjalankan keyakinannya, sementara hubungan sosial harus tetap dijaga dengan penuh toleransi.
“Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita tetap satu Indonesia. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu menghancurkan persaudaraan,” ujarnya.
Ia menilai solidaritas antaragama harus diwujudkan melalui tindakan konkret di tengah masyarakat. Saling membantu ketika ada warga terkena musibah, menjaga keamanan lingkungan, bekerja sama dalam kegiatan sosial, serta menghormati pelaksanaan ibadah masing-masing merupakan bentuk sederhana dari semangat persatuan.
Bagi Anas, inilah wajah Indonesia yang sesungguhnya: berbeda tetapi tidak bermusuhan, beragam tetapi tetap bergandengan tangan.
GOTONG ROYONG ADALAH KEKUATAN RAKYAT
Di tengah perkembangan zaman yang semakin individualistis, Anas mengingatkan agar budaya gotong royong tidak sampai kehilangan tempat.
Gotong royong, katanya, bukan sekadar membersihkan lingkungan atau membangun fasilitas masyarakat. Gotong royong merupakan karakter bangsa yang menunjukkan bahwa persoalan bersama tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu orang.
Ketika masyarakat mau saling membantu, saling menjaga dan saling menguatkan, maka berbagai persoalan sosial dapat dihadapi dengan lebih kuat.
“Jangan tunggu negara hadir baru masyarakat bergerak. Masyarakat juga harus memiliki kepedulian. Kalau ada persoalan di lingkungan, mari kita selesaikan dengan musyawarah dan kebersamaan,” tegasnya.
KEDAULATAN NKRI TANGGUNG JAWAB BERSAMA
Anas juga menegaskan bahwa menjaga kedaulatan NKRI bukan semata-mata tugas TNI dan Polri. Seluruh warga negara memiliki tanggung jawab sesuai kapasitas masing-masing.
Menjaga persatuan, menaati hukum, menghormati sesama, menjaga keamanan lingkungan, serta tidak ikut menyebarkan provokasi merupakan bagian dari kontribusi masyarakat dalam mempertahankan ketahanan nasional.
Ia mengajak masyarakat untuk memahami bahwa Indonesia memiliki wilayah yang luas dengan keragaman budaya, bahasa, suku, dan agama. Keragaman tersebut harus dipandang sebagai kekayaan bangsa, bukan sebagai titik lemah.
“NKRI jangan hanya kita ucapkan ketika ada upacara. NKRI harus kita jaga dalam kehidupan sehari-hari. Jangan ada ruang bagi pihak mana pun yang ingin memecah persatuan bangsa,” katanya.
MERAH PUTIH HARUS MENJADI SIMBOL PERSATUAN
Menjelang 17 Agustus, Anas mengajak masyarakat mengibarkan bendera Merah Putih dengan penuh kebanggaan.
Namun ia kembali mengingatkan bahwa Merah Putih bukan sekadar kain yang berkibar di depan rumah. Merah Putih adalah simbol perjuangan, pengorbanan, dan persatuan bangsa.
Karena itu, semangat merah putih harus tercermin dalam perilaku masyarakat: menghormati perbedaan, membantu sesama, menjaga ketertiban, dan tidak melakukan tindakan yang dapat merusak persatuan.
Anas berharap HUT RI ke-81 menjadi momentum untuk memperkuat kembali rasa persaudaraan di tengah masyarakat.
PESAN KERAS: JANGAN BIARKAN NKRI TERPECAH
Di penghujung pernyataannya, Anas Gondrong menyampaikan pesan tegas kepada seluruh masyarakat agar tidak memberikan ruang bagi provokasi yang dapat memecah belah bangsa.
Menurutnya, perbedaan kepentingan merupakan sesuatu yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Tetapi ketika perbedaan berubah menjadi permusuhan, kebencian dan konflik horizontal, maka yang dirugikan bukan satu kelompok saja, melainkan seluruh masyarakat Indonesia.
“Kita boleh berbeda, tetapi jangan bermusuhan. Kita boleh berdebat, tetapi jangan saling menghancurkan. Kita boleh mempunyai kepentingan masing-masing, tetapi kepentingan bangsa dan keutuhan NKRI harus ditempatkan di atas kepentingan pribadi maupun kelompok,” pungkas Anas.
Ia mengajak seluruh masyarakat menyambut HUT RI ke-81 dengan semangat baru: memperkuat gotong royong, menjaga toleransi, mempererat solidaritas antarumat beragama, serta bersama-sama mempertahankan persatuan dan kedaulatan Indonesia.
MERDEKA!
MERAH PUTIH HARGA MATI.
GOTONG ROYONG DIJAGA.
PERSATUAN DIPERKUAT.
NKRI TETAP HARGA MATI.
Red David E,S.E.