NAMLEA — Kepedulian Pemerintah Kabupaten Buru terhadap warganya yang menjadi korban musibah kembali ditunjukkan. Ketua PKK Kabupaten Buru selaku Istri Bupati Buru Ny.Mohra Ikram Umasugi bersama Sekretaris Daerah Kabupaten Buru Asis Tomia mengunjungi korban kebakaran yang sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah Namlea, Senin (24/8/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Mohra didampingi Kasubag Tata Usaha RSUD Kabupaten Buru Syuaib Yusuf, dr. Selvi Liemena, Sp.PK, M.Kes, serta Kepala Ruangan Bedah Sarti Tanasi, S.Kep.
Bukan sekadar menjenguk, Ny. Mohra juga menyerahkan santunan kepada korban dan memastikan seluruh biaya operasi serta perawatan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Buru melalui RSUD Namlea.
Pemda hadir untuk korban. Seluruh biaya operasi dan perawatan La Godo akan ditanggung Pemda melalui RSUD Namlea. Kami juga memberikan santunan agar keluarga tidak semakin terbebani, ujar Ny. Mohra.
Korban Mengalami Luka Bakar Serius
Korban diketahui bernama La Godo (50), warga Desa Karang Jaya, Kecamatan Namlea. Ia merupakan pekerja pada ketel minyak kayu putih Taliaka yang berada di kawasan antara belakang Desa Batu Boy dan Desa Ubung, Kecamatan Namlea Kabupaten Buru
La Godo dilarikan ke RSUD Namlea dalam kondisi kritis setelah mengalami luka bakar serius pada hampir seluruh bagian tubuhnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (23/8/2026) sekitar pukul 16.00 WIT.
Saat kejadian, La Godo disebut sedang berupaya memadamkan api pada ketel pengolahan minyak kayu putih parkara
Menurut keterangan di lapangan, api tiba-tiba membesar dengan cepat dari arah belakang ketel sehingga korban tidak sempat menghindar. Kobaran api kemudian mengenai tubuh La Godo hingga mengalami luka bakar berat.
Ketel pengolahan minyak kayu putih tersebut disebut merupakan milik BUMD Pemerintah Kabupaten Buru yang pengelolaannya dilakukan melalui badan usaha daerah.
Akan Jalani Operasi Pengangkatan Jaringan Mati
Orang tua korban, La Heni, mengatakan kondisi anaknya masih membutuhkan penanganan medis secara intensif.
Menurutnya, pihak rumah sakit telah merencanakan tindakan operasi untuk mengangkat jaringan tubuh yang telah mengalami kerusakan akibat luka bakar.
“Pihak rumah sakit akan melakukan operasi untuk mengangkat jaringan yang sudah mati akibat luka bakar,” kata La Heni.
Keluarga korban kini berharap proses perawatan dapat berjalan lancar hingga La Godo mendapatkan pemulihan.
Anakoda Ketel: Api Tiba-Tiba Membesar
Sementara itu, Lahedi, anakoda ketel Talika, membenarkan bahwa La Godo bekerja bersamanya di lokasi tersebut.
Lahedi mengatakan, korban terbakar ketika berusaha memadamkan api yang berasal dari ketel kayu putih.
“Saya tidak tahu persis penyebab kebakaran. Saat api menyala, saya ada di rumah ketel sedang memasak daun kayu putih,” ungkap Lahedi.
Peristiwa ini menjadi perhatian serius, terutama karena terjadi di lokasi pengolahan minyak kayu putih yang melibatkan sumber api dan bahan yang mudah terbakar.
Selain penanganan medis terhadap korban, penyebab pasti kebakaran diharapkan dapat ditelusuri secara menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
Kunjungan Ny. Mohra dan Sekda ke RSUD Namlea sekaligus menjadi bentuk kehadiran pemerintah di tengah keluarga korban. Pemda Buru memastikan La Godo mendapatkan perawatan maksimal tanpa harus memikirkan beban biaya selama menjalani proses pengobatan.