Saumlaki,mediaistana.com -Pengalaman emosional menyaksikan sang buah hati berjuang di ruang perawatan melahirkan sebuah pencerahan sekaligus tamparan keras bagi Yusak Weriratan.
Pendiri Yayasan Solagracia Duan Lolat Barkei Saumlaki (lembaga yang menaungi STTIMASS dan SMAKSS) ini menyaksikan langsung bagaimana para tenaga kesehatan di Ruang Kebidanan RSUD dr. PP. Magretti Saumlaki bertaruh dedikasi demi menyelamatkan nyawa ibu dan bayi.
Di balik dinding rumah sakit tersebut, Weriratan melihat humanisme yang begitu nyata. Kepala Ruangan Kebidanan bersama seluruh jajarannya bekerja dengan responsivitas tinggi, kesabaran ekstra, dan keramahan yang menyejukkan hati-sebuah standar pelayanan ideal yang selama ini dirindukan masyarakat Kepulauan Tanimbar.
“Saya berikan apresiasi setinggi-tingginya. Kinerja Kepala Ruangan Kebidanan dan para nakes di RSUD dr. PP. Magretti sangat luar biasa. Inilah pelayanan tulus yang selama ini dicari-cari oleh rakyat!” tegas Weriratan dengan nada haru sekaligus bangga, Sabtu (5/9/2026).
Namun, di balik decak kagum itu, tersimpan keprihatinan mendalam. Weriratan mendapati fakta pahit bahwa dedikasi emas para nakes belum sebanding dengan kelayakan fasilitas dan ketersediaan alat medis di ruang tersebut.
Para nakes seolah dipaksa “berperang” menyelamatkan nyawa dengan peralatan seadanya.
Kondisi ini memantik kritik tajam dari sang tokoh pendidikan. Ia meminta Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar,-Bupati, Wakil Bupati, hingga jajaran DPRD, untuk tidak menutup mata dan segera turun ke lapangan melihat realita gawat darurat fasilitas ini.
“Pak Bupati, Ibu Wakil, Angota DPRD! dapat memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah nyata untuk membenahi kekurangan fasilitas di ruang perawatan tersebut. Ingat, kesehatan itu soal nyawa manusia! Lengkapi semua peralatan yang dibutuhkan! Sangat ironis dan berdosa jika tenaga-tenaga hebat ini harus terhambat menyelamatkan nyawa hanya karena alat yang tidak ada!” cecar Weriratan penuh penekanan.
Ibu dan Bayi Target Utama: Pembenahan Fasilitas Tak Bisa Ditawar
Ruang kebidanan adalah garda terdepan garis kehidupan. Di sanalah masa depan generasi Tanimbar dipertaruhkan sejak helaan napas pertama. Menelantarkan kebutuhan fasilitas kebidanan sama saja dengan mempertaruhkan keselamatan ibu dan anak.
Weriratan menegaskan bahwa pujian setinggi langit kepada nakes akan menjadi ironi yang menyakitkan jika Pemda tidak mengimbangnya dengan pengadaan sarana-prasarana yang layak.
Komitmen pelayanan yang tinggi dari tenaga medis harus dipersenjatai dengan fasilitas medis yang modern dan memadai.
“Kesehatan adalah fondasi paling mendasar bagi manusia. Jangan biarkan nakes kita berjuang sendirian tanpa dukungan fasilitas. Mari kita benahi bersama sekarang juga, sebelum terlambat,” pungkas
Weriratan menuntaskan pesannya.
Apresiasi yang terbalut desakan menohok ini kini menjadi ujian terbuka bagi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar: Akankah mereka bergerak cepat melengkapi fasilitas RSUD Magretti, atau biarkan nyawa ibu dan bayi terus dibayangi keterbatasan?