Kompol H. Akmil Djapa Ajak Personel Polri Belajar Sabar dan Syukur dari Nabi Ayub dan Nabi Sulaiman

 

Kesabaran dan rasa syukur merupakan dua kunci penting dalam menjalani kehidupan, baik ketika menghadapi kesulitan maupun saat memperoleh limpahan kenikmatan. Pesan spiritual ini disampaikan Kabag Jarlat SPN Polda Maluku, Kompol H. Akmil Djapa, dalam khutbah Jumat bertema “Belajar Sabar dan Syukur dari Nabi” di Masjid Al Iqro SPN Polda Maluku,

Jumat (16/10/2026).

Dalam khutbahnya, Kompol Akmil mengajak jemaah mengambil pelajaran dari kisah Nabi Ayub a.s. dan Nabi Sulaiman a.s. yang menghadapi bentuk ujian kehidupan berbeda, tetapi sama-sama menunjukkan keteguhan iman dalam menjalankan ketaatan kepada Allah SWT.

Ia menjelaskan, Nabi Ayub a.s. mendapatkan ujian berat berupa penyakit yang membuat orang-orang di sekitarnya menjauh. Di tengah penderitaan tersebut, Nabi Ayub tetap bersabar dan tidak berhenti mengingat Allah SWT.

Dengan apa yang masih dimilikinya, Nabi Ayub terus berzikir dan bertasbih, siang dan malam, pagi dan sore. Sikap tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan fisik dan beratnya penderitaan tidak seharusnya menghapus rasa syukur seorang hamba atas nikmat Allah yang begitu luas.

“Kesabaran bukan berarti berhenti berharap, dan penderitaan bukan alasan untuk melupakan Allah. Ketika sebagian nikmat terasa hilang, seorang hamba masih dapat bersyukur atas nikmat lain yang tetap diberikan kepadanya,” demikian pesan yang tercermin dari kisah Nabi Ayub dalam khutbah tersebut.

Sebaliknya, Nabi Sulaiman a.s. diuji melalui limpahan kenikmatan yang luar biasa. Allah SWT menganugerahkan kepadanya kerajaan yang besar, serta kemampuan memimpin pasukan yang terdiri atas manusia, hewan, dan jin. Bahkan, dengan izin Allah, Nabi Sulaiman mampu memahami komunikasi di antara makhluk-makhluk tersebut.

Menurut Kompol Akmil, segala keistimewaan itu tidak membuat Nabi Sulaiman lupa diri. Sebaliknya, ia menyadari bahwa kekuasaan dan kekayaan merupakan ujian yang menuntut rasa syukur sekaligus tanggung jawab untuk menggunakan nikmat Allah di jalan yang diridai-Nya.

Kisah kedua nabi tersebut mengajarkan bahwa ujian kehidupan tidak selalu hadir dalam bentuk kesedihan, kehilangan, atau penderitaan. Kekayaan, jabatan, kekuasaan, dan berbagai kemudahan hidup juga merupakan ujian yang menentukan bagaimana seseorang menggunakan anugerah yang dipercayakan kepadanya.

“Sabar dan syukur tidak dapat dipisahkan. Di balik kesabaran terdapat syukur, dan di balik syukur terdapat kesabaran,” menjadi inti pesan khutbah tersebut.

Kesabaran diperlukan agar seseorang tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.

Sementara itu, rasa syukur dibutuhkan agar seseorang tidak menjadi sombong, lalai, atau menyalahgunakan nikmat yang diterimanya.

Lebih jauh, Kompol Akmil menekankan bahwa syukur bukan sekadar ucapan di lisan, melainkan harus diwujudkan melalui perbuatan. Nikmat kesehatan hendaknya digunakan untuk melakukan kebaikan, nikmat ilmu untuk memberikan manfaat, dan nikmat jabatan untuk menjalankan amanah secara bertanggung jawab.

Dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi anggota Polri, nilai sabar dan syukur memiliki makna penting.

Kesabaran dibutuhkan ketika menghadapi beragam persoalan dan melayani masyarakat, sedangkan rasa syukur harus tercermin dalam pelaksanaan tugas yang jujur, amanah, dan penuh tanggung jawab.

Khutbah tersebut juga mengingatkan bahwa manusia tidak sepatutnya berputus asa ketika menghadapi ujian.

Sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an, Allah SWT tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Baqarah ayat 286.

Pada akhirnya, kisah Nabi Ayub dan Nabi Sulaiman memberikan pelajaran bahwa ukuran keteguhan iman bukan semata-mata terletak pada keadaan yang sedang dihadapi seseorang, melainkan pada bagaimana ia menyikapi keadaan tersebut.

Ketika diuji dengan kesulitan, tetaplah bersabar. Ketika dianugerahi kemudahan, jangan lupa bersyukur.

Sebab, kehidupan akan selalu menghadirkan pergantian antara ujian dan kenikmatan, sementara iman menuntun manusia agar tetap teguh dalam keduanya.

Melalui khutbah Jumat ini, Kompol H. Akmil Djapa mengajak jemaah menjadikan sabar dan syukur sebagai pegangan hidup, sehingga setiap ujian melahirkan keteguhan dan setiap nikmat menumbuhkan ketaatan kepada Allah SWT.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!