Muhamad Daniel Rigan: Di Balik Selembar Masker, Ada Hati yang Peduli

 

Catatan Editorial Erupsi Anak Krakatau

Di tengah kabar tentang erupsi dan dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, ada satu hal yang sering luput dari perhatian: bencana tidak selalu datang dengan suara yang menggelegar. Kadang ia hadir dalam bentuk udara yang tercemar, debu yang tak terlihat, dan ancaman kesehatan yang perlahan masuk melalui setiap tarikan napas.

Karena itu, pembagian masker yang dilakukan PT Dabe Beaute, perusahaan yang dimiliki Muhamad Daniel Rigan dan Bella Shofie, patut dibaca lebih jauh daripada sekadar kegiatan berbagi.

Masker mungkin hanya selembar benda sederhana.

Namun, ketika diberikan pada saat masyarakat membutuhkan perlindungan, ia berubah menjadi simbol kepedulian.

PT Dabe Beaute memilih hadir bukan dengan pidato panjang tentang kepedulian sosial, melainkan dengan sesuatu yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat. Di tengah situasi ketika dampak erupsi Gunung Anak Krakatau menjadi perhatian, masker menjadi perlindungan paling sederhana yang bisa diberikan kepada masyarakat untuk membantu mengurangi paparan partikel di udara.

Di sinilah makna sosial sebuah perusahaan diuji.

Sebab perusahaan yang besar bukan hanya perusahaan yang mampu mencatat angka penjualan besar. Perusahaan yang benar-benar tumbuh bersama masyarakat adalah perusahaan yang tidak kehilangan kepekaan ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan.

Muhamad Daniel Rigan dan Bella Shofie tampaknya memahami satu prinsip sederhana: rezeki yang tumbuh di tengah masyarakat semestinya kembali menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

Pembagian masker itu mungkin tidak akan menyelesaikan persoalan erupsi. Tidak pula menghentikan aktivitas gunung api.

Tetapi kepedulian memang tidak selalu harus datang dalam bentuk yang spektakuler.

Kadang, kepedulian adalah sebuah masker.

Diberikan kepada seseorang agar ia dapat bernapas sedikit lebih aman.

Dan justru dari tindakan sederhana itulah kita bisa melihat perbedaan antara CSR yang sekadar menggugurkan kewajiban dan kepedulian yang lahir dari kesadaran.

PT Dabe Beaute memilih hadir pada momentum ketika masyarakat membutuhkan perhatian. Pesannya jelas: dunia usaha tidak seharusnya hanya berdiri di belakang meja, menghitung keuntungan, sementara persoalan sosial berjalan di luar pagar perusahaan.

Keuntungan boleh menjadi ukuran keberhasilan bisnis. Tetapi manfaat bagi sesama adalah ukuran kematangan sebuah perusahaan.

Pada akhirnya, pembagian masker bukan hanya tentang masker.

Ia tentang sebuah pesan:

Bahwa ketika masyarakat membutuhkan perlindungan, masih ada tangan yang memilih untuk hadir.

Dan mungkin, itulah bentuk kepedulian yang paling sederhana sekaligus paling bermakna—membantu orang lain menjaga sesuatu yang sering baru kita sadari nilainya ketika mulai terancam: napas.

(ML)

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!