Beranda blog Halaman 120

Telur Ludes, Harga Terkendali ! GPM Pemkot Probolinggo Jadi Andalan Lawan Inflasi

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Warga kembali memadati Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar Pemerintah Kota Probolinggo di Kopi Siaga. Antrean panjang terjadi sejak pagi untuk memburu kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran, Selasa (4/8/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) ini menjadi jurus Pemkot dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tengah tekanan ekonomi.
Antusiasme warga terlihat tinggi. Beberapa komoditas ludes dalam waktu singkat. Telur ayam menjadi buruan utama dan habis lebih dulu.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Probolinggo, Aries Santoso, mengatakan GPM merupakan program rutin Pemkot yang digelar minimal 1 kali seminggu atau 4 kali sebulan.
Ini sudah kegiatan rutin melalui DKPPP. Minimal seminggu sekali. Kalau ada permintaan dari kecamatan atau kelurahan, kami fasilitasi juga, ujarnya.

Meski beras SPHP dari Bulog belum bisa disalurkan karena masih proses audit, warga tetap membludak.
Alhamdulillah masyarakat tetap antusias. Telur cepat habis. Harga tomat, bawang merah, bawang putih, hingga produk olahan binaan DKPPP juga jauh lebih murah dari pasar, tambahnya.

Berikut daftar harga komoditas di GPM kali ini:
Telur: Rp 21.000/kg
Gula pasir: Rp 17.000/kg
Bawang merah: Rp 24.000/kg
Bawang putih: Rp 12.000/500 gram
Minyakita: Rp 15.500/liter
Minyak goreng Sunco 2L: Rp 43.500
Tomat: Rp 1.000/100 gram
Cabai rawit: Rp 5.000/100 gram
Garam 500 gram: Rp 3.500
Tepung Segitiga Biru: Rp 11.000/kg
Sasa Tepung Bumbu: Rp 3.000/kemasan
Racik Ikan/Ayam: Rp 2.000/kemasan
Produk olahan UMKM binaan DKPPP

Menurut Aries, GPM, operasi pasar, dan intervensi TPID terbukti efektif mengendalikan inflasi di Kota Probolinggo.
Dulu kita sempat inflasi cukup tinggi di Jatim. Tapi dengan GPM dan operasi pasar di berbagai titik, harga pangan lebih stabil dan laju inflasi terjaga, jelasnya.

Ke depan, Pemkot berkomitmen meningkatkan frekuensi GPM jika terjadi lonjakan harga. Tujuannya agar masyarakat tetap mudah mengakses bahan pokok murah.
Di tengah ekonomi yang belum pulih, pemerintah harus hadir. Kami akan terus jaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pokok, tegasnya.

Aries juga memastikan stok bahan pokok aman. Beras, minyak goreng, bawang merah dan bawang putih dalam kondisi cukup.
Ia mengimbau warga berbelanja sesuai kebutuhan dan tidak menimbun. Sebab GPM akan terus digelar rutin setiap pekan.
Jangan khawatir kehabisan. GPM akan terus ada untuk warga, pungkasnya.

Dinas Pertanian dan Peternakan Gelar Pembinaan Produsen Benih Tanaman Hortikultura Jawa Tengah

0

PURWOREJO || Mediaistana.com Upaya memperkuat sistem perbenihan yang berkualitas dan sesuai aturan terus dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Melalui Dinas Pertanian dan Peternakan serta Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB), digelar kegiatan Pembinaan Produsen Benih Tanaman Hortikultura se-Jawa Tengah di Gedung Serbaguna Desa Bedono Karangduwur, Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo. Selasa (04/08/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dihadiri para pelaku usaha, petani, dan pemangku kepentingan di sektor perbenihan. Dalam sambutannya sekaligus paparan materi, Kepala BPSB Jawa Tengah Ir. Suryono Budi Santoso, MM menyampaikan pemutakhiran data terkini mengenai perkembangan perbenihan dan perbibitan di wilayah Jawa Tengah.


Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Purworejo, Bagas Adi Karyanto, S.Sos., MM dalam sambutannya menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menilai pelaksanaan di Purworejo menjadi peluang besar bagi petani lokal untuk meningkatkan standar produksi benih yang unggul.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah Defransisco Dasilva Tavares menguraikan berbagai peluang pengembangan sektor perbenihan hortikultura ke depan, baik untuk pemenuhan kebutuhan dalam daerah maupun pasar yang lebih luas.

Kegiatan inti berlangsung hangat dengan dipandu moderator Bandung Dudik, menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten. Dari Direktorat Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian, Endar Susanto Sp memaparkan secara mendalam mengenai regulasi di bidang perbenihan, termasuk penjelasan rinci Peraturan Menteri Pertanian Nomor 04 Tahun 2026.


Selanjutnya, Ketua Asosiasi Produsen Benih Hortikultura Bpk Arifin memaparkan materi tentang pentingnya sinergi antara para produsen benih dengan BPSB demi terciptanya ekosistem perbenihan yang tertib, terpercaya, dan saling menguatkan.

Rangkaian acara juga diisi dengan sesi dialog interaktif, di mana peserta secara antusias mengajukan pertanyaan, berkonsultasi, dan berbagi pengalaman terkait tantangan maupun peluang yang dihadapi di lapangan.

Upacara Welcome and Farewell Parade Kapolres Tulang Bawang Barat Berlangsung Khidmat

0

Tulang Bawang Barat l Mediaistana.com – Kepolisian Resor (Polres) Tubaba Polda Lampung menggelar Upacara Welcome and Farewell Parade sebagai rangkaian tradisi penyambutan Kapolres Tubaba yang baru, AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla, sekaligus pelepasan Kapolres Tubaba yang lama, AKBP Sendi Antoni S.I.K, M.I.K, Kegiatan berlangsung dengan khidmat dan penuh nuansa kekeluargaan di Markas Polres Tubaba, Selasa (04/08/2026)

Upacara diikuti oleh Wakapolres Tubaba Kompol Zaini Dahlan S.H, M.H, Seluruh Pejabat utama Polres Tubaba, para kapolsek jajaran, perwira Polres Tubaba Personel Polri, ASN Polri, Bhayangkari, serta tamu undangan.

Prosesi diawali dengan penyambutan Kapolres yang baru Penyambutan Jajar Hormat, tradisi pedang pora, dilanjutkan dengan apel kesatuan serta Penyerahan Tunggul Kesatuan Wira Bhakti Nawasena Wawai, sebagai simbol estafet kepemimpinan di lingkungan Polres Tubaba.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Sendi Antoni S.I.K, M.I.K, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh personel Polres Tubaba atas loyalitas, dedikasi, dan kerja sama yang telah diberikan selama dirinya mengemban amanah sebagai Kapolres.

Ia berharap kebersamaan dan semangat pengabdian yang telah terbangun dapat terus dipertahankan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Sementara itu, AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla, menyampaikan apresiasi atas penyambutan yang diberikan keluarga besar Polres Tubaba.

Ia mengajak seluruh personel untuk terus memperkuat soliditas, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga sinergitas dengan TNI, pemerintah daerah, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polres Tubaba.

“Sebagai pejabat baru, saya mohon bantuan dan kerjasama dari seluruh personel Polres Tubaba, Tanpa bantuan dari rekan-rekan, saya tidak ada apa-apanya. Apa yang telah diberikan kepada pejabat lama juga bisa diberikan hal yangsama nantinya kepada saya,” ucap Alumni Akpol 2006.

Tradisi Welcome and Farewell Parade merupakan bagian dari budaya organisasi Polri yang sarat makna, sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama atas pengabdian dan dedikasinya, sekaligus penyambutan kepada pejabat baru yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan.

Rangkaian kegiatan dilamjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada AKBP Sendi Antoni S.I.K, M.I.K, dilanjutkan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan komitmen seluruh keluarga besar Polres Tubaba dalam mendukung kepemimpinan yang baru demi terwujudnya Polri yang Presisi dan semakin dekat dengan masyarakat.

Selanjutnya, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara pisah sambut pejabat lama dan pejabat baru, pemberian cinderamata lalu diakhiri dengan foto bersama.

“Kegiatan ditutup dengan Pemasangan foto Kapolres dari Masa ke masa dilanjutkan tradisi pedang pora, yang diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Polres, seluruh personel Polres Tubaba dan Polsek jajaran, ASN serta Bhayangkari, dengan diakhiri menghantarkan AKBP Sendi Antoni S.I.K, M.I.K, hingga pintu Mapolres Tulang Bawang Barat.” pungkasnya.**

*(humas_tubaba_R)*

Kemarau Mengganas, Sungai Ciliwung Menyusut hingga Tinggal Genangan, Warga Mulai Kesulitan Air

Dokumentasi Mediaistana.com

Kota Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Sungai Ciliwung yang menjadi salah satu ikon Kota Bogor kini menunjukkan kondisi memprihatinkan. Musim kemarau berkepanjangan membuat debit air terus menyusut hingga di sejumlah titik hanya menyisakan aliran kecil. Hamparan batu, lumpur, dan tumpukan sampah yang sebelumnya tertutup air kini terlihat jelas dan mulai mengeluarkan bau tidak sedap. Rabu, 05/08/2026.

Pantauan di beberapa titik aliran Sungai Ciliwung menunjukkan permukaan air turun drastis. Kondisi ini dipicu minimnya curah hujan selama lebih dari satu bulan terakhir, ditambah potensi pengaruh fenomena El Niño yang membuat musim kemarau tahun ini terasa lebih kering.

Surutnya air sungai tidak hanya mengubah wajah Ciliwung, tetapi juga memunculkan persoalan lingkungan. Sampah yang mengendap di dasar sungai kini terbuka ke permukaan, menimbulkan bau menyengat dan berpotensi mencemari lingkungan sekitar.

Di tengah kondisi tersebut, sebagian warga masih memanfaatkan genangan air yang tersisa untuk mencuci pakaian dan kebutuhan sehari-hari. Padahal, air tersebut telah bercampur lumpur dan sampah sehingga berisiko menimbulkan gangguan kesehatan apabila digunakan tanpa pengolahan yang memadai.

Selain mengancam kesehatan, terus menurunnya debit Sungai Ciliwung juga meningkatkan kekhawatiran akan krisis air bersih jika musim kemarau berlangsung lebih lama. Warga yang selama ini bergantung pada sumber air di sekitar sungai menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.

Masyarakat diimbau mulai menghemat penggunaan air, menghindari penggunaan air dari genangan sungai yang tercemar, serta menjaga kebersihan lingkungan dengan bergotong royong membersihkan sampah di sepanjang bantaran sungai. Kondisi Sungai Ciliwung saat ini menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman kekeringan yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan.

Masih Bandel! Sekitar 1.500 Angkot Tua Nekat Beroperasi di Kota Bogor, Pemkot Perketat Razia

Kota Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menertibkan angkutan kota (angkot) yang telah melewati batas usia teknis terus dilakukan. Namun hingga kini, penertiban baru menyasar 213 armada, sementara sekitar 1.500 unit angkot tua masih nekat beroperasi di jalanan Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengungkapkan bahwa berdasarkan data Pemerintah Kota Bogor terdapat 1.780 armada angkot yang telah melewati batas usia teknis maksimal 20 tahun sebagaimana diatur dalam Peraturan Wali Kota (Perwali).

“Selama 20 hari pasca penetapan Perwali tentang batas usia teknis angkutan perkotaan sudah ada 213 armada yang dimatikan,” ujar Dedie, Rabu (08/07/2026).

Meski demikian, masih terdapat sekitar 1.500 armada yang belum menghentikan operasionalnya. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah karena angkot yang telah melewati usia teknis dinilai berpotensi menurunkan standar keselamatan, kenyamanan, serta kualitas pelayanan transportasi umum.

Dedie meminta seluruh pemilik angkot yang kendaraannya telah melewati batas usia teknis agar segera menyerahkan berkas administrasi sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting agar proses penataan transportasi umum di Kota Bogor dapat berjalan lebih cepat dan tertib.

Selain itu, Pemerintah Kota Bogor bersama instansi terkait akan terus menggencarkan operasi penertiban di lapangan terhadap armada yang masih membandel.

“Kalau yang masih bandel-bandel tentu kita akan terus lakukan operasi di lapangan dengan segala macam konsekuensinya,” tegas Dedie.

Pemkot Bogor berharap kebijakan pembatasan usia teknis angkot mampu mendorong peremajaan armada sehingga transportasi umum di Kota Bogor menjadi lebih aman, layak jalan, ramah lingkungan, serta memberikan pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat.

Penertiban PKL Dilaksanakan Secara Tegas dan Konsisten, Bukan Sekadar Formalitas Laporan dokumentasi foto

0

Mediaistana.com – Rabu 5 Agustus 2026 – Kota Tangerang – Dalam negara hukum, setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat, kritik, dan aspirasi kepada pemerintah. Hak tersebut dijamin oleh konstitusi sebagai bagian dari demokrasi yang sehat.

Oleh karena itu, setiap masukan masyarakat terkait pelayanan publik dan penataan ruang kota semestinya menjadi perhatian serius bagi seluruh penyelenggara pemerintahan, karena pemerintah adalah sebagai ASN pelayan masyarakat.

Sindiran Warga kepada Satpol PP yang ada di lokasi kawasan GOR gondrong Mau Penertiban.

Pada Rabu 5 Agustus 2026, seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan kembali Menyuarakan dan menyampaikan kekecewaannya terhadap penanganan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan GOR Gondrong.

Dengan nada sindiran, narasumber menyampaikan:

hahahahaaa”Halo, Pak Satpol PP, apa kabar di pagi hari yang cerah dan indah di pagi Hari ini, Dengan Senyum warga berkata,Apakah hari ini sudah melakukan dokumentasi foto kegiatan untuk buat laporan Dokumentasi bapak sat pol PP yang terhormat,
Apakah bapak sat pol PP Sudah sarapan pagi Minum kopi dan makan mie ni sambil membakar sebatang Rokok,” kayaknya Uda niiii ? dan Yang kami harapkan bukan sekadar foto dokumentasi buat laporan, melainkan tindakan Tegas nyata sesuai kewenangan agar kawasan GOR Gondrong kembali tertib.” bukan janji ataupun bendel tapi bukti nyata tugas anda sebagai pengayom dan pelayan masyarakat.

Pernyataan tersebut merupakan bentuk pendapat dan ekspresi Pedas kekecewaan Warga sebagai narasumber terhadap kondisi yang dinilainya belum menunjukkan perubahan sama sekali sebagaimana diharapkan masyarakat.

Aspirasi penilaian Masyarakat Mengenai Penataan PKL

Dalam beberapa waktu terakhir, aspirasi masyarakat Ramai di perbincangkan Publik, terkait penataan pedagang kaki lima kembali mengemuka. Sebagian warga berharap agar fasilitas umum seperti trotoar, bahu jalan, drainase, dan ruang publik dapat difungsikan sesuai peruntukannya,bukan foto , laporan buat dokumentasi.

Menurut mereka, penataan yang konsisten akan memberikan manfaat besar bagi pejalan kaki, pengguna jalan, pelaku usaha yang tertib, serta menciptakan lingkungan kota yang lebih indah aman, tertib, bersih, dan nyaman.bebas dari kriminal dan oknum pungutan liar.

Persoalan ini tidak semata-mata berkaitan dengan keberadaan PKL, melainkan juga menyangkut kemampuan pemerintah dalam menyeimbangkan hak masyarakat untuk mencari nafkah dengan hak masyarakat lainnya untuk menggunakan fasilitas umum secara layak. Karena itu, masyarakat berharap setiap kebijakan dijalankan berdasarkan ketentuan hukum, disertai pembinaan, opsi relokasi apabila memungkinkan, serta pengawasan yang berkelanjutan.

Harapan terhadap Efektivitas Penegakan Aturan

Di sisi lain, sebagian warga menilai berbagai aspirasi yang telah disampaikan melalui pengaduan, forum masyarakat, maupun media sosial belum sama sekali menghasilkan perubahan yang diharapkan. Penilaian tersebut memunculkan pertanyaan Besar bagi publik mengenai efektivitas pengawasan, konsistensi penegakan peraturan daerah, serta tindak lanjut terhadap laporan masyarakat.

Berdasarkan pengamatan warga di sejumlah titik yang menjadi perhatian publik, masih terdapat lokasi yang dinilai memerlukan penataan lebih tegas dan lanjut. Kondisi ini menjadi bahan diskusi mengenai pentingnya evaluasi kebijakan agar langkah penertiban tidak bersifat sementara, melainkan mampu menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

Pentingnya Tata Kelola Pemerintahan Kota Tangerang atas perhatian dan asipirasi masarakat.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan, keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya nilai dan diukur dari pelaksanaan operasi penertiban, foto dokumentasi dan makan mie ,tetapi juga dari kemampuan pemerintah menjaga hasil penataan melalui pengawasan rutin, koordinasi lintas instansi, serta komunikasi yang terbuka dengan masyarakat,agar Marwah instansi pemerintah terhadap lingkungan tetap selalu Terjaga dan di percaya.

Transparansi dalam menindak lanjuti laporan warga juga menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Landasan Hukum dan prinsip Penataan PKL,Harus dengan tegas dan (PERDA) Peraturan Daerah Harus di Tegakkan, bukan hanya di buat tapi di langgar.

Penataan pedagang kaki lima pada prinsipnya memiliki landasan hukum melalui berbagai peraturan perundang-undangan dan peraturan daerah yang memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untuk menjaga ketertiban umum serta fungsi fasilitas publik.

Pelaksanaannya diharapkan dilakukan secara profesional, proporsional, menghormati Aspirasi hak setiap warga negara, sekaligus memberikan ruang pembinaan bagi pelaku usaha kecil agar tetap dapat menjalankan aktivitas ekonominya secara tertib.

Harapan Masyarakat kepada pemerintah terutama camat dan sat pol PP kota Tangerang dan Cipondoh.

Dalam konteks tersebut, masyarakat berharap pemerintah terus memperkuat koordinasi antar instansi, meningkatkan pengawasan dengan tegas di lapangan, serta memastikan setiap kebijakan diterapkan secara adil, konsisten, transparan, dan tanpa perlakuan yang berbeda terhadap pihak mana pun.tangkap yang Membekingi yang di duga aktor di balik sekenario pedagang kaki lima, oknum preman dan oknum Pungli

Aspirasi warga diharapkan menjadi bahan evaluasi buat pemerintah untuk menyempurnakan kebijakan yang telah berjalan, sehingga penataan ruang publik dapat terlaksana secara efektif dan berkelanjutan.

insan pers menilai, hal ini penting bertujuan mendorong dialog yang konstruktif mengenai penataan ruang publik, efektivitas kebijakan pemerintah, serta pentingnya keterbukaan informasi kepada masyarakat. Harapannya Warga ,pemerintah, pedagang, dan masyarakat dapat bersama-sama mencari solusi yang menghormati hukum, menjaga ketertiban umum, sekaligus mendukung keberlangsungan ekonomi masyarakat kecil.

Pada akhirnya, marwah negara tercermin ketika hukum ditegakkan secara adil, kebijakan dilaksanakan secara konsisten, dan setiap aspirasi masyarakat didengar serta ditindaklanjuti melalui langkah-langkah nyata yang dapat dipertanggung jawabkan kepada publik.

Media istana.com
Redaksi David E,S.E.

Miris…! Di duga Sajikan Menu Basi, SPPG Mulia Baru Ketapang Disuspend, Rumah Wartawan Jadi Sasaran.

0
Oplus_131072

KETAPANG_ Media Istana.Com_ Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) terletak di jalan Penembahan Air Mala (Sungai Cina) kelurahan Mulia Baru Ketapang distop sementara.

Penghentian ini akibat buntut dari kasus menyajikan menu sayur labu siam plus jagung pipil diduga basi.

Berdasarkan data penerima manfaat (PM) dapur ini mengayomi 2.104 orang penerima manfaat.

Dapur ini dinaungi yayasan Surya Gizi Letari bermitra dengan Hoki Rasa Cathering.

Menu basi tersebut dibagikan pada Rabu 29 Juli 2026 kepada murid di tiga sekolah yakni SMAN 1 , TK Al Ikhlas dan SMP Agustinus.

Kepala SPPG dapur MBG ini, Rahmnat Agung Perdana mengkonfirmasi pihaknya berhenti operasi sementara imbas dari penyajian menu tak layak konsumsi tersebut. Penghentian ini terhitung sejak Selasa, 4 Agustus 2026.

“Ya, dapur kami tidak beroperasi lagi, Terhitung hari ini SPPG tidak beroperasi lagi,” kata Rahmat, dikonfirmasi pada Selasa (4/8/2026).

Menurut Rahmat, dalam menjalankan operasional MBG, Ia telah berupaya meminta pihak penerima manfaat menyampaikan kritik ataupun saran  jikalau menu yang mereka sajikan dinilai kurang.

“Selalu menyampaikan kepada pihak penerima manfaat, jika ada yang dirasa kurang atau tidak baik, sampaikan ke SPPG, maka tim SPPG akan mengganti dengan yang baru,” ungkap Rahmat.

Sebelumya, Rahmat Agung Perdana telah mengakui terjadi penurunan kualitas pada menu sayur yang didistribusikan pada 29 Juli 2026 serta menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh penerima manfaat.

Testimoni Rahmat Agung Perdana ini disampaikan kepada media dalam surat berkop SPPG tersebut pada 1 Agustus 2026.

Sementara itu, koordinator wilayah ( Korwil ) BGN Ketapang, Boby Nur Herliandi ditanya terkait kasus ini , tidak memberikan keterangan yang lugas , justru Boby melemparkan kasus ini kepada kepala SPPG.

“Kami kan ade hirarki, nanti setelah dapat jawaban dari SPPG, keterangan SPPG tersebut sesuai atau bukan, itu bang,” ujar Boby dalam rekaman suara yang diterima, Selasa siang,”

Imbas Disuspend, Relawan Dapur Serang Rumah Wartawan

Rumah Jurnalis yang menurunkan berita dapur ini pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB diduga diserang oleh relawan dapur MBG ini.

Kedatangan relawan ini diduga atas suruhan dari pemilik dapur yang mengira karena wartawan menurunkan fakta penyajian menu basi, dapur mereka berujung disuspend.

Imbas aksi bar bar ini, istri dan anak Jurnalis alami shock. Pada saat rumah diserang, mereka mengaku tertekan serta sangat takut karena massa yang datangi kediaman mereka berjumlah puluhan orang.

( PURBA )

Muspika Darul Aman Bersinergi Sambut HUT RI Ke-81 Lewat Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

0

Muspika Darul Aman Bersinergi Sambut HUT RI Ke-81 Lewat Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih

Aceh Timur-Mediaistana.com

Forum Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Darul Aman, Kabupaten Aceh Timur, melaksanakan penyerahan dan pemasangan Bendera Merah Putih secara simbolis sebagai bagian dari Gerakan Pembagian Bendera Merah Putih dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (04/08/2026) itu dipimpin oleh Camat Darul Aman Adnan S.Ag., bersama Kapolsek Darul Aman Iptu Muhamad Kadar, Danramil 06/Darul Aman Lettu Inf Mirza Fahrul Delfi, Ketua BKAD Kecamatan Darul Aman Mauzir, S.H., serta diikuti personel Polsek Darul Aman dan Koramil 06/Darul Aman.

Selain menyerahkan dan memasang bendera secara simbolis, Muspika Darul Aman juga mengimbau masyarakat agar mengibarkan Bendera Merah Putih secara serentak selama periode 1 hingga 31 Agustus 2026 sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan sekaligus memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kapolsek Darul Aman Iptu Muhamad Kadar mengatakan gerakan tersebut merupakan upaya bersama untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

“Bendera Merah Putih bukan sekadar simbol negara, tetapi juga pengingat atas perjuangan dan pengorbanan para pendiri bangsa. Melalui gerakan ini kami ingin mengajak seluruh masyarakat menjadikan momentum HUT Kemerdekaan sebagai sarana memperkuat rasa cinta tanah air, persatuan, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah kecamatan, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun semangat kebangsaan yang diwujudkan melalui partisipasi aktif masyarakat mengibarkan Bendera Merah Putih di setiap rumah, kantor, dan fasilitas umum selama bulan kemerdekaan. Terang Kapolsek Darul Aman Iptu Muhammad Kadar.

PGRI Aceh Timur Kembali Salurkan Bantuan Korban Banjir Untuk 166 Guru Di Idi.

0

PGRI Aceh Timur Kembali Salurkan Bantuan Korban Banjir Untuk 166 Guru Di Idi.

 

Aceh Timur–Mediaistana.com

Pengurus PGRI Kabupaten Aceh Timur menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada guru yang terdampak banjir.

 

Bantuan disalurkan pada Selasa, (4/8/2026)3 kepada 166 orang guru di Kecamatan Idi Rayeuk kabupaten Aceh Timur.

 

Bantuan ini merupakan bagian dari bantuan Pengurus Besar PGRI untuk 1.640 guru di Kabupaten Aceh Timur dengan total nilai Rp164.450.000. Dana tersebut berasal dari sumbangan guru-guru di seluruh Indonesia sebagai bentuk solidaritas.

 

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Ketua PGRI Kabupaten Aceh Timur yang juga Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur, Bustami, S.Pd., M.Si, melalui Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Timur saat ini dijabat oleh Suhaimi, S.Pd.I.

 

Ketua PGRI Aceh Timur menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan wujud kepedulian keluarga besar PGRI kepada rekan-rekan guru yang terkena musibah banjir.

 

“Bantuan ini mungkin nilainya tidak besar. Namun ini adalah bentuk perhatian dan semangat kebersamaan seluruh guru di Indonesia kepada guru-guru di Aceh Timur,” ujarnya.

 

Sebelumnya, bantuan tahap pertama telah disalurkan kepada 627 guru di Kecamatan Pante Bidari, Madat, dan Simpang Ulim dan 144 orang guru di kecamatan Julok.

 

Pembagian untuk guru di kecamatan lain yang terdampak masih terus dilakukan agar bantuan selanjutnya dapat disalurkan tepat sasaran.

 

PGRI Aceh Timur berharap bantuan ini dapat meringankan beban para guru dan menjadi penyemangat untuk kembali menjalankan tugas mendidik anak bangsa.pungkasnya.

Kantah Tangsel Siap Jalankan Uji Coba Layanan Peralihan Hak Selesai Maksimal 10 Hari Kerja

0

mediaistana.com

Tangsel, 4 Agustus 2026 – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Tangerang Selatan menyatakan kesiapannya menjadi salah satu lokasi uji coba (pilot project) layanan Peralihan Hak atau balik nama dengan target penyelesaian maksimal 10 hari kerja. Program yang diinisiasi Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) ini akan mulai diterapkan pada 17 Agustus 2026 di 15 Kantor Pertanahan di Indonesia.

Menteri ATR/Kepala BPN, Nusron Wahid, mengatakan uji coba tersebut merupakan bagian dari transformasi pelayanan pertanahan yang bertujuan menghadirkan layanan yang lebih cepat, terukur, dan memberikan kepastian bagi masyarakat.

“Pada 17 Agustus nanti kita akan mulai pilot project di 15 Kantor Pertanahan untuk layanan Peralihan Hak atau balik nama. Targetnya, prosesnya selesai paling lama 10 hari,” ujar Nusron Wahid dalam konferensi pers di Aula PTSL Kementerian ATR/BPN, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Target penyelesaian 10 hari kerja merupakan akumulasi dari seluruh tahapan pelayanan. Verifikasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) oleh pemerintah daerah ditargetkan selesai dalam tiga hari kerja, pembuatan Akta Jual Beli (AJB) oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) selama dua hari kerja, serta proses administrasi di Kantor Pertanahan diselesaikan dalam waktu lima hari kerja.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, mengatakan Kantah Tangsel siap mendukung penuh pelaksanaan program tersebut sebagai perwakilan Provinsi Banten.

“Kantah Tangsel menjadi perwakilan dari Provinsi Banten untuk uji coba layanan Peralihan Hak yang diperuntukkan bagi pemohon langsung maupun melalui kuasa,” ujar Seto.

Ia optimistis target penyelesaian layanan dapat tercapai melalui kolaborasi yang baik antara Kantor Pertanahan, PPAT, dan Pemerintah Daerah.

“Kami optimistis pelaksanaan uji coba layanan Peralihan Hak dengan target penyelesaian 10 hari kerja dapat berjalan dengan baik melalui sinergi antara Kantor Pertanahan, PPAT, dan Pemerintah Daerah. Ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pelayanan pertanahan yang profesional, terukur, transparan, dan bebas dari pungutan liar,” tutupnya.

Program uji coba layanan Peralihan Hak akan berlangsung selama tiga bulan di 15 Kantor Pertanahan, yaitu Kota Surabaya I, Kabupaten Malang, Kabupaten Badung, Kabupaten Buleleng, Kota Samarinda, Kota Pontianak, Kota Makassar, Kota Semarang, Kota Tangerang Selatan, Kota Batam, Kabupaten Semarang, Kota Administrasi Jakarta Utara, Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Selatan, dan Kota Administrasi Jakarta Pusat.

(Rafiqi)