Beranda blog Halaman 147

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Resmi Dibuka

0

8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships Resmi Dibuka

Jakarta MEDIA ISTANA- Penyelenggaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 resmi dibuka di Tennis Indoor Senayan, Jakarta pada Minggu (2/8/2026). Sebanyak 531 atlet dari 36 negara ambil bagian dalam kompetisi level G2 World Taekwondo yang masuk dalam perhitungan poin Olimpiade 2028 Los Angeles.

Pembukaan dihadiri Duta Besar Korea Selatan Yoon Soon-Gu, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Wakil Menteri Investasi dan Hilirasi Todotua Pasaribu yang sekaligus menjadi Chef de Mission Asian Games 2026, Wakil Panglima Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal TNI M Tonny Harjono, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Gubernur Kalimantan Tengah Agustian Sabran, Presiden Asian Taekwondo Union Kim Sang-jin, Ketua Komite Olimpiade Indonesia Raja Sapta Oktohari serta Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia Ade Lukman.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) Letjen TNI Richard Tampubolon mengatakan 8th Asian Taekwondo Indonesia Championships 2026 terlaksana atas dukungan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, yang menjadikan turnamen bergengsi ini sebagai salah satu kegiatan dalam rangkaian Hari Ulang TNI ke-81.

“Kejuaraan ini menjadi salah satu penyelenggaraan terbesar dalam sejarah kejuaraan taekwondo di Indonesia karena setelah hampir dua dekade, akhirnya Indonesia kembali menyelenggarakan kejuaraan taekwondo sebesar ini,” kata Richard dalam sambutannya.

Richard menyebut Indonesia Open menjadi tonggak penting dalam pengembangan taekwondo Indonesia. Kehadiran 36 negara dari benua Asia, Eropa, dan Australia sekaligus menjadi bukti nyata bahwa Indonesia siap menjadi tuan rumah olahraga berkualitas, sekaligus dapat mendorong sport tourism Indonesia.

“Kejuaraan ini merupakan hasil dari proses bidding yang kompetitif bersama Malaysia, dan India. Berdasarkan hasil keputusan Asian Taekwondo Union, Indonesia diberikan kepercayaan menjadi tuan rumah dan hari ini kita membuktikan bahwa kepercayaan tersebut kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” kata Richard.

Sementara itu, Presiden ATU Kim Sang-jin memberikan apresiasi tinggi kepada Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Ketua PBTI Letjen Richard Tampubolon, serta seluruh panitia yang terlibat.

“Indonesia telah menunjukkan penyelenggaraan luar biasa. Terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan keramahtamahan yang hangat untuk mewujudkan penyelenggaraan turnamen Indonesia Open berlangsung luar biasa dan sukses. Di bawah kepemimpinan Ketua PBTI Jenderal Richard, kejuaraan ini telah memberikan kesempatan yang sangat baik untuk komunitas Taekwondo dunia melangkah lebih maju,” kata Kim Sang-jin.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden ATU bersama Ketua Umum PBTI Richard menyematkan sabuk hitam DAN Kukkiwon kehormatan kepada Menpora Erick dan MenPU Dody.

Hingga Minggu (2/8) siang, Indonesia telah mengumpulkan 6 emas, 3 perak, 3 perunggu. Salah satu penyumbang medali emas untuk Merah Putih Muhammad Hafizh Fachrur Rhozy di nomor recognized under 30 gembira dengan raihan tersebut.

“Ini pengalaman penting bagi saya karena Indonesia Open dan sangat kompetitif. Terima kasih kepada PBTI yang sudah membawa turnamen level G2 ke Indonesia, ini sangat bagus sekali karena merupakan perolehan poin menuju Olimpiade Los Angeles 2028, dan sebagai atlet tentu saya berharap bisa tampil di sana,” kata Hafizh yang merupakan atlet pelatnas PBTI.

Sebagai informasi, PBTI menurunkan 31 atlet Pelatnas yang terdiri atas 20 atlet kyorugi dan 11 atlet poomsae. Kejuaraan ini mempertandingkan nomor poomsae pada 1–2 Agustus, sedangkan kyorugi berlangsung pada 3–5 Agustus 2026. (*)

HAMDAN ❤️

Tak Bisa Ditawar Lagi! Bangunan Liar di Batutulis Dibongkar, Camat Bogor Selatan Wujudkan Kawasan Modern

Dokumentasi Mediaistana.com

Kota Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Kota Bogor. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah penertiban dan pembongkaran bangunan liar di sepanjang kawasan Jalan Alih Trase Batutulis. Minggu, 02/08/2026.

Camat Bogor Selatan bersama jajaran turun langsung memantau proses pembongkaran yang dilakukan secara bertahap. Penertiban ini merupakan bagian dari upaya menciptakan kawasan yang lebih tertib, aman, dan nyaman sekaligus mendukung kelancaran pembangunan Jalan Alih Trase Batutulis yang menjadi salah satu proyek strategis di Kota Bogor.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kecamatan Bogor Selatan, Satpol PP Kota Bogor, perangkat kelurahan, serta instansi terkait. Seluruh proses dilakukan secara humanis dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat yang terdampak.

Camat Bogor Selatan menegaskan bahwa penataan kawasan bukan sekadar membongkar bangunan liar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang publik yang lebih bersih, tertata, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.

“Setelah seluruh bangunan liar selesai dibongkar, kawasan ini akan dirapikan sehingga mendukung pembangunan Jalan Alih Trase Batutulis serta memberikan wajah baru yang lebih indah bagi Kota Bogor,” ujarnya.

Selain memperlancar proses pembangunan jalan, penataan kawasan diharapkan mampu mengurangi potensi kemacetan, meningkatkan estetika lingkungan, serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan dan warga sekitar.

Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan juga mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan tidak kembali mendirikan bangunan liar di kawasan tersebut. Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan Kota Bogor yang semakin maju, tertata, dan berdaya saing.

Melalui penataan ini, Pemerintah Kota Bogor berharap pembangunan Jalan Alih Trase Batutulis dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat besar bagi mobilitas masyarakat serta perkembangan wilayah di masa mendatang.

Hangat dan Inspiratif! Rudy Susmanto Habiskan Waktu Bersama Putranya di Animalium BRIN Cibinong

Dokumentasi Mediaistana.com

Kabupaten Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Kawasan Animalium di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Tidak hanya menyuguhkan rekreasi, Animalium juga menghadirkan pembelajaran interaktif mengenai keanekaragaman hayati Indonesia yang dikemas secara menarik dan modern. Minggu, 02/08/2026.

Kawasan Animalium di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Cibinong, Kabupaten Bogor, menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat. Tidak hanya menyuguhkan rekreasi, Animalium juga menghadirkan pembelajaran interaktif mengenai keanekaragaman hayati Indonesia yang dikemas secara menarik dan modern. Minggu, 02/08/2026.

Selama berada di Animalium, Rudy Susmanto bersama putranya tampak menikmati berbagai wahana edukatif yang memperkenalkan kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia. Beragam koleksi satwa, pameran interaktif, hingga informasi ilmiah yang disajikan dengan cara menarik menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi seluruh pengunjung.

Lebih dari sekadar tempat wisata, Animalium merupakan pusat penelitian dan pembelajaran yang didukung oleh para peneliti BRIN. Berbagai informasi ilmiah disajikan melalui pameran interaktif sehingga pengunjung dapat memahami pentingnya konservasi satwa dan kekayaan biodiversitas Indonesia secara lebih mendalam.

Keindahan lingkungan yang hijau, bersih, dan asri menjadikan kawasan ini sebagai salah satu ruang terbuka hijau yang membanggakan Kabupaten Bogor. Pepohonan rindang, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta suasana yang sejuk membuat Animalium menjadi lokasi ideal untuk berwisata sambil menambah wawasan.

Keberadaan Animalium juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Bogor tidak hanya memiliki destinasi wisata alam, tetapi juga pusat edukasi berbasis sains bertaraf nasional yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.

Dengan perpaduan antara penelitian, edukasi, konservasi, dan rekreasi, Animalium BRIN terus berkembang menjadi destinasi unggulan yang layak dikunjungi. Tempat ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai ilmu pengetahuan, satwa, serta lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Lebih dari sekadar tempat wisata, Animalium merupakan pusat penelitian dan pembelajaran yang didukung oleh para peneliti BRIN. Berbagai informasi ilmiah disajikan melalui pameran interaktif sehingga pengunjung dapat memahami pentingnya konservasi satwa dan kekayaan biodiversitas Indonesia secara lebih mendalam.

Keindahan lingkungan yang hijau, bersih, dan asri menjadikan kawasan ini sebagai salah satu ruang terbuka hijau yang membanggakan Kabupaten Bogor. Pepohonan rindang, jalur pejalan kaki yang nyaman, serta suasana yang sejuk membuat Animalium menjadi lokasi ideal untuk berwisata sambil menambah wawasan.

Keberadaan Animalium juga menjadi bukti bahwa Kabupaten Bogor tidak hanya memiliki destinasi wisata alam, tetapi juga pusat edukasi berbasis sains bertaraf nasional yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan dan melestarikan keanekaragaman hayati Indonesia.

Dengan perpaduan antara penelitian, edukasi, konservasi, dan rekreasi, Animalium BRIN terus berkembang menjadi destinasi unggulan yang layak dikunjungi. Tempat ini diharapkan mampu menginspirasi generasi muda untuk semakin mencintai ilmu pengetahuan, satwa, serta lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih berkelanjutan.

Asrenum Panglima TNI Dorong Optimalisasi Program dan Anggaran Satker Melalui Evaluasi Kinerja

0

Asrenum Panglima TNI Dorong Optimalisasi Program dan Anggaran Satker Melalui Evaluasi Kinerja

Jakarta -MEDIA ISTANA,(Puspen TNI). Asisten Perencanaan Umum (Asrenum) Panglima TNI Letjen TNI Chandra Wijaya yang diwakili Waasrenum Panglima TNI Mayjen TNI Harvin Kidingallo, S.H., S.T., M.Han., membuka Rapat Panitia Program dan Anggaran Satuan Kerja (Satker) jajaran UO Mabes TNI Tahun Anggaran 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Gatot Soebroto, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (29/7/2026).

Dalam sambutan Asrenum Panglima TNI yang dibacakan oleh Waasrenum disampaikan bahwa rapat tersebut merupakan forum strategis untuk mengevaluasi sekaligus menyempurnakan pelaksanaan program dan anggaran. Melalui forum tersebut diharapkan, pimpinan memperoleh masukan dalam proses perencanaan, penyusunan, hingga pelaksanaan anggaran agar berjalan lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.

Asrenum Panglima TNI juga mengingatkan pentingnya menjadikan hasil evaluasi semester pertama sebagai pijakan untuk meningkatkan kinerja pada semester berikutnya. “Pada rapat hari ini, diharapkan dapat mengevaluasi atas pelaksanaan program dan anggaran semester I TA 2026 ini, sehingga bisa mengantisipasi, memperbaiki dan berbuat lebih baik lagi pada semester II 2026”, kata Asrenum Panglima TNI.

Melalui rapat ini, para pejabat perencanaan Satker didorong untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan program dan anggaran sesuai ketentuan yang berlaku. Seluruh pelaksanaan kegiatan diharapkan mengacu pada DIPA masing-masing Satker sehingga mampu mendukung pencapaian sasaran organisasi secara optimal. Pada kesempatan tersebut juga diserahkan penghargaan Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA), dengan peringkat I diraih Skomlek TNI, peringkat II Itjen TNI, dan peringkat III Kogabwilhan III.

HAMDAN ❤️

Tembus Medan Ekstrem, Koops TNI Habema Berhasil Salurkan 2 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Distrik

0

Tembus Medan Ekstrem, Koops TNI Habema Berhasil Salurkan 2 Ton Bantuan Kemanusiaan ke Tiga Distrik

Jakarta -MEDIA ISTANA,Kabupaten Puncak – Di balik kabut tebal yang menyelimuti pegunungan Papua, prajurit Komando Operasi (Koops) TNI Habema kembali menuntaskan misi kemanusiaan yang penuh risiko. Menembus cuaca yang tidak menentu, suhu pegunungan yang menusuk, serta medan terjal yang hanya dapat dilalui dengan berjalan kaki, para prajurit berhasil mendistribusikan dua ton bantuan logistik bagi masyarakat di Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, Kabupaten Puncak, Sabtu (1/8/2026).

Misi tersebut bukan sekadar mengantarkan bantuan. Setiap tahap perjalanan menuntut keberanian dan ketahanan fisik para prajurit. Keterbatasan lokasi pendaratan pesawat mengharuskan bantuan diturunkan di titik yang berjarak puluhan kilometer dari sejumlah kampung tujuan. Dari lokasi tersebut, personel Koops TNI Habema harus memikul logistik melintasi lereng-lereng curam, lembah, sungai, dan jalur pegunungan yang licin akibat cuaca ekstrem, dengan ancaman perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selama perjalanan, kabut tebal yang datang tiba-tiba, hujan, suhu yang rendah, serta kondisi medan yang rawan longsor menjadi tantangan yang harus dihadapi.

Namun, seluruh personel tetap bergerak tanpa mengenal lelah demi memastikan bantuan kemanusiaan dapat diterima oleh masyarakat yang telah berbulan-bulan menghadapi kekeringan dan krisis pangan.
Bantuan yang disalurkan meliputi beras, paket sembako, mi instan, gula, susu bergizi untuk bayi dan anak-anak, serta obat-obatan. Seluruh logistik diangkut menggunakan transportasi udara sebagai satu-satunya akses tercepat menuju wilayah yang terisolasi akibat kondisi geografis pegunungan Papua.

Dansatgas Teritorial Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, S.I.P., mengatakan keberhasilan misi tersebut merupakan bukti nyata bahwa negara tetap hadir bagi masyarakat, sekalipun harus menghadapi tantangan alam yang sangat berat.

“Keberhasilan pendistribusian bantuan ini merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh personel di lapangan serta dukungan dari pemda setempat. Medan yang ekstrem, cuaca yang tidak menentu, dan keterbatasan akses tidak menjadi alasan bagi kami untuk berhenti. Kami memastikan bantuan kemanusiaan dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Kehadiran TNI bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kesulitan yang dihadapi masyarakat Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Distrik Lambewi, Lanius Wenda, S.Sos., mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi, menyampaikan apresiasi kepada Koops TNI Habema atas bantuan yang telah diberikan.
Ia menjelaskan bahwa masyarakat di tiga distrik tersebut telah mengalami kekeringan dan kelangkaan pangan sejak Juni 2026 akibat cuaca ekstrem yang berkepanjangan sehingga hasil panen menurun dan persediaan bahan makanan semakin menipis.

“Kami mewakili masyarakat Distrik Agandugume, Oneri, dan Lambewi mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada TNI, khususnya Koops TNI Habema. Bantuan ini memberikan harapan baru bagi masyarakat kami. Sejak Juni hingga sekarang kami menghadapi kekeringan dan kesulitan pangan. Bantuan ini sangat berarti, terutama bagi bayi, anak-anak, dan keluarga yang terdampak. Kami berharap kepedulian seperti ini terus berlanjut,” ungkap Lanius Wenda.

Keberhasilan pendistribusian dua ton bantuan logistik ini menjadi gambaran bahwa pengabdian seorang prajurit tidak diukur dari mudah atau sulitnya medan yang dilalui, melainkan dari tekad untuk tetap hadir ketika rakyat membutuhkan. Di tengah ganasnya alam pegunungan Papua, setiap langkah yang ditempuh dan setiap kilogram bantuan yang dipikul menjadi wujud nyata kepedulian negara kepada masyarakat di wilayah pedalaman.

Melalui sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat, upaya penanganan dampak kekeringan dan krisis pangan di wilayah pegunungan Papua diharapkan terus berlanjut sehingga kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi dan kehidupan mereka dapat segera pulih.

HAMDAN ❤️

WN dan BS Beri Klarifikasi, Sebut Isu Intimidasi Senjata Api Tidak Sesuai Fakta

0

Jember – WN dan BS akhirnya memberikan klarifikasi atas pemberitaan yang beredar terkait laporan dugaan penyerobotan lahan warisan, dugaan pemalsuan dokumen, serta tuduhan intimidasi menggunakan benda yang disebut sebagai senjata api.

Klarifikasi tersebut disampaikan saat ditemui awak media di salah satu pujasera di Kabupaten Jember, Minggu (2/8/2026). Dalam kesempatan itu, WN menegaskan bahwa tuduhan dirinya melakukan intimidasi menggunakan senjata api tidak benar.

Menurut WN, benda yang sempat dilihat oleh pelapor di dalam tasnya bukanlah senjata api, melainkan sebuah keris pusaka peninggalan keluarga suaminya yang berasal dari Banten.

“Yang ada di dalam tas itu bukan senjata api. Itu keris karuhun milik keluarga suami saya. Keris itu tidak pernah saya keluarkan dari tas. Jadi tuduhan intimidasi menggunakan senjata api sama sekali tidak benar,” ujar WN.

Ia menjelaskan, kesalahpahaman bermula ketika tas miliknya tertukar dengan tas seorang rekannya yang berprofesi sebagai pengacara. Saat tas tersebut diambil oleh Bobby dari musala, pelapor sempat mengangkat tas dan mengatakan terasa berat. Dari situlah, menurut WN, muncul dugaan yang kemudian berkembang menjadi isu adanya senjata api.

WN juga mengaku telah memperoleh klarifikasi dari Bobby yang menyatakan tidak pernah mengalami intimidasi sebagaimana diberitakan sebelumnya.

Selain membantah tuduhan intimidasi, WN turut menjelaskan duduk perkara sengketa lahan yang saat ini masih bergulir. Ia mengaku memiliki perjanjian sewa lahan selama 10 tahun dan telah menyerahkan pembayaran sebesar Rp10 juta kepada pihak pemilik lahan.

Namun, menurutnya, perjanjian tersebut dihentikan secara sepihak ketika baru berjalan sekitar dua setengah tahun. Karena merasa dirugikan, WN memilih menempuh jalur perdata untuk meminta ganti rugi atas bangunan yang telah didirikannya di atas lahan tersebut.

“Saya menggugat secara perdata karena perjanjian dihentikan sepihak. Saya hanya meminta hak saya sesuai isi perjanjian dan biaya bangunan yang sudah saya keluarkan,” katanya.

WN juga menyebut memiliki bukti pembayaran serta salinan dokumen perjanjian sewa yang akan digunakan dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Di akhir keterangannya, WN kembali menegaskan bahwa isu intimidasi menggunakan senjata api merupakan informasi yang tidak sesuai dengan fakta versi dirinya. Ia berharap masyarakat dapat menunggu hasil proses hukum yang sedang berlangsung agar persoalan tersebut memperoleh kepastian berdasarkan putusan yang berkekuatan hukum.

LKNU Kraksaan dan Baznas Kabupaten Probolinggo Khitan 91 Anak di Yayasan Al-Ishlah

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Semangat menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia diwujudkan melalui aksi sosial yang menyentuh langsung masyarakat. Sebanyak 91 anak mengikuti khitan massal gratis yang digelar Pengurus Cabang Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Kraksaan bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Probolinggo dan Yayasan Al-Ishlah di Desa Tempuran, Kecamatan Bantaran, Minggu (2/8/2026).

Program sosial di bidang kesehatan itu mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Antara lain Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Probolinggo, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), UPT Puskesmas Bantaran, serta Pemerintah Kecamatan Bantaran. Kolaborasi lintas lembaga ini menjadi bukti bahwa pelayanan kesehatan masyarakat bisa diwujudkan melalui sinergi.

Sejak pagi, halaman Yayasan Al-Ishlah di Desa Tempuran sudah dipenuhi peserta bersama orang tua. Beragam ekspresi terlihat menjelang proses khitan. Sebagian anak tampak santai bermain ponsel, sebagian lain menangis karena gugup. Meski demikian, dukungan keluarga dan tenaga medis membuat seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.

Sebanyak 35 tenaga dikerahkan untuk melayani peserta. Mulai dari operator, asisten medis, petugas farmasi, hingga tim yang bertugas membagikan paket. Selain layanan khitan gratis, setiap anak juga menerima paket perlengkapan berupa sarung, songkok, dan baju sebagai bentuk perhatian panitia.

Ketua PC LKNU Kraksaan, Sugianto, mengatakan kegiatan ini merupakan implementasi program kerja LKNU di bidang kesehatan. Tahun ini sengaja dipusatkan di wilayah pedesaan agar manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.

Tujuan kegiatan ini adalah melaksanakan program LKNU sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Tahun lalu dilaksanakan di Kantor Bupati, tahun ini kami pilih desa agar lebih dekat dan manfaatnya lebih terasa, katanya.

Menurut Sugianto, target awal hanya 80 anak. Namun antusiasme masyarakat tinggi sehingga jumlah peserta bertambah menjadi 91 anak. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan sosial seperti ini cukup tinggi, lanjutnya.

Sugianto menegaskan keberhasilan kegiatan tidak lepas dari dukungan Baznas, PPNI, IDI, IAI, dan UPT Puskesmas Bantaran yang memberikan tenaga dan pelayanan kesehatan. Total ada sekitar 35 petugas yang terlibat, mulai operator, asisten medis hingga petugas obat dan pembagian paket, jelasnya.

Lebih lanjut ia berharap orang tua mengawal proses pemulihan anak setelah khitan. Mulai dari kepatuhan minum obat, menjaga pola makan, hingga perawatan luka sesuai anjuran tenaga kesehatan.

Kami berharap orang tua benar-benar mendampingi anak-anaknya. Dengan begitu program ini bisa memberikan manfaat maksimal dan meringankan beban masyarakat, harapnya.

Ia menambahkan, khitan massal ini juga bentuk dukungan LKNU terhadap program SAE Kesehatan Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Ini salah satu program LKNU untuk mendukung pelayanan kesehatan yang menjangkau masyarakat melalui dimensi sosial kemasyarakatan, tambahnya.

Wakil Ketua 4 Baznas Kabupaten Probolinggo, Hj. Nurayati, menegaskan komitmen Baznas menghadirkan layanan sunatan massal bagi keluarga kurang mampu. Program ini bertujuan meringankan beban ekonomi sekaligus meningkatkan kesehatan dan kebersihan anak melalui penanganan tenaga profesional.

Layanan ini sudah kami laksanakan di berbagai kecamatan, dari barat hingga timur Probolinggo. Selama pengajuan memenuhi syarat dan alasannya kuat, Insya Allah akan kami tindaklanjuti, ujarnya.

Ketua Yayasan Al-Ishlah, Kiai Muhammad Husen, bersyukur kegiatan berjalan lancar. Sempat ada enam anak mengundurkan diri, namun langsung diganti peserta cadangan. Antusiasme melebihi perkiraan. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dan akan jadikan evaluasi ke depan, katanya.

Camat Bantaran, Junaedi, mengajak orang tua memberi dukungan moral agar anak lebih tenang. Ia juga berpesan agar masyarakat tidak berlebihan dalam perayaan khitan. Kalau bisa dihemat, tabung untuk pendidikan anak. Itu lebih bermanfaat, ungkapnya.

Junaedi menutup dengan apresiasi kepada semua pihak. Alhamdulillah persiapan berjalan baik, ambulans dan tenaga kesehatan siap. Kami dari Kecamatan Bantaran akan terus mendukung kegiatan seperti ini agar manfaatnya dirasakan masyarakat, pungkasnya.

Konsolidasi LBH GADJA MADHA di Tembokrejo

0

MEDIAISTANA.COM |Banyuwangi  – Semangat memperkuat persatuan, solidaritas, dan pelayanan hukum kepada masyarakat kembali ditunjukkan oleh LBH GADJA MADHA Indonesia melalui kegiatan Forum Silaturahmi yang digelar di kediaman Bapak Impron dan Ibu Winarti, Desa Tembokrejo RT 02 RW 14, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi.

 

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua LBH GADJA MADHA Indonesia, Danny Hendro Saputro, SH, bersama jajaran pengurus dan perwakilan koordinator dari berbagai kecamatan di Kabupaten Banyuwangi. Hadir pula anggota serta masyarakat Desa Tembokrejo yang menyambut kegiatan dengan antusias.

 

Forum silaturahmi ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan antar pengurus, memperkuat koordinasi organisasi, sekaligus menyatukan komitmen dalam memberikan pendampingan hukum yang profesional, berintegritas, dan berpihak kepada masyarakat yang membutuhkan keadilan.

 

Dalam sambutannya, Danny Hendro Saputro, SH menegaskan bahwa LBH GADJA MADHA Indonesia terus berupaya memperluas jaringan organisasi hingga tingkat desa agar masyarakat lebih mudah memperoleh akses bantuan hukum.

 

> “Organisasi ini dibangun bukan hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi hukum, pendampingan, dan pembelaan kepada masyarakat secara profesional tanpa membeda-bedakan latar belakang,” ujarnya.

 

 

 

Selain menjadi ajang konsolidasi organisasi, kegiatan juga dirangkai dengan penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) kepada anggota baru dari Desa Tembokrejo. Pembagian KTA tersebut menjadi simbol legalitas keanggotaan sekaligus bentuk penguatan struktur organisasi di tingkat desa.

 

Dengan bertambahnya anggota yang telah memiliki identitas resmi organisasi, diharapkan pelayanan serta koordinasi dalam menjalankan program-program sosial dan pendampingan hukum dapat berjalan lebih efektif dan terarah.

 

Perwakilan dari Kecamatan Muncar, Genteng, Cluring, Srono, Tegalsari, Licin, Wongsorejo, dan beberapa wilayah lainnya turut menyampaikan komitmennya untuk terus bersinergi dalam membesarkan organisasi serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Banyuwangi.

 

Suasana penuh kekeluargaan tampak mewarnai jalannya kegiatan. Setelah forum diskusi dan pembagian KTA selesai, seluruh peserta melaksanakan sesi foto bersama sebagai simbol kebersamaan dan tekad untuk terus memperkuat eksistensi LBH GADJA MADHA Indonesia di tengah masyarakat.

 

Melalui forum ini, LBH GADJA MADHA Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus menjadi lembaga bantuan hukum yang aktif membela kepentingan masyarakat, meningkatkan kesadaran hukum, serta memperluas pelayanan hingga ke pelosok desa.

 

“Berani, Tegas, dan Berjuang untuk Keadilan Tanpa Tebang Pilih.”

 

 

Miris! JPO Pajajaran Bogor Bak ‘Monumen’, Pejalan Kaki Pilih Bertaruh Nyawa Menyeberang Langsung

Dokumentasi Mediaistana.com

Kota Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang berada di Jalan Raya Pajajaran, tepat di depan Masjid Raya Bogor, dinilai belum menjadi pilihan utama bagi pejalan kaki. Sejumlah warga masih memilih menyeberang langsung di badan jalan meski tindakan tersebut sangat berisiko terhadap keselamatan. Minggu, 02/08/2026.

Berdasarkan pantauan di lokasi dan keluhan sejumlah pengguna jalan, salah satu penyebab minimnya penggunaan JPO tersebut adalah desain akses yang dianggap terlalu tinggi, berkelok-kelok, serta memiliki tanjakan dan turunan yang cukup curam. Saat hujan, lantai berbahan plat besi juga disebut menjadi licin sehingga membuat sebagian pejalan kaki merasa kurang nyaman dan khawatir terpeleset.

Kondisi ini membuat sebagian masyarakat memilih mengambil jalan pintas dengan menyeberang langsung di Jalan Raya Pajajaran yang dikenal memiliki arus lalu lintas padat. Padahal, tindakan tersebut berpotensi membahayakan keselamatan diri maupun pengguna jalan lainnya.

Selain persoalan desain, kondisi kebersihan JPO juga menjadi sorotan. Di beberapa sudut jembatan terlihat sampah berserakan, tercium bau pesing, sementara pagar pembatas tampak mulai berkarat sehingga mengurangi kenyamanan pengguna.

Sejumlah pejalan kaki membandingkan JPO di depan Masjid Raya Bogor dengan JPO yang berada di depan Botani Square. Menurut mereka, JPO di kawasan Botani Square memiliki akses yang lebih landai dan mudah dilalui sehingga terasa lebih nyaman digunakan oleh berbagai kalangan, termasuk lansia dan anak-anak.

Sebelumnya, Pemerintah Kota Bogor telah mengoperasikan JPO di Jalan Pajajaran sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pejalan kaki dan mengurangi penyeberangan langsung di jalan arteri. Namun, pada masa awal pengoperasiannya, fasilitas tersebut juga dilaporkan masih sepi pengguna.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Bogor dapat melakukan evaluasi terhadap aspek kenyamanan, keselamatan, dan perawatan JPO, mulai dari peningkatan kebersihan, perbaikan pagar yang berkarat, penanganan lantai yang licin saat hujan, hingga kajian terhadap desain akses agar lebih ramah bagi seluruh pengguna. Dengan fasilitas yang lebih nyaman dan aman, diharapkan semakin banyak pejalan kaki bersedia memanfaatkan JPO sehingga risiko kecelakaan saat menyeberang dapat ditekan.

GAWAT,DIDUGA BELUM KANTONGI PERIZINAN, AKTIVITAS PENGURUKAN TANAH DI SAWAH DALAM CIPONDOH

0

MEDIAISTANA.COM -KOTA TANGERANG – Minggu 2 Agustus 2026 – Deru mesin dump truck silih berganti memecah suasana di Jalan Raya Sawah Dalam No. 9, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Kendaraan bermuatan tanah terlihat keluar masuk lokasi yang disebut sebagai area pembangunan sekolah internasional. Di balik aktivitas tersebut, muncul pertanyaan dari sebagian warga mengenai apakah seluruh proses pembangunan, termasuk kegiatan pengurukan tanah, telah memenuhi ketentuan perizinan dan tata ruang yang berlaku.

Berdasarkan hasil pantauan di lokasi, aktivitas pengurukan berlangsung dengan intensitas yang cukup tinggi. Sejumlah kendaraan pengangkut tanah terlihat memasuki area proyek untuk melakukan penimbunan. Hingga saat ini, redaksi belum memperoleh keterangan resmi mengenai status perizinan kegiatan tersebut sehingga proses konfirmasi kepada pihak pengelola dan instansi terkait masih terus dilakukan.

Bagi masyarakat sekitar, persoalan ini bukan sekadar proyek pembangunan. Yang menjadi perhatian adalah kepastian bahwa setiap kegiatan pematangan lahan dilaksanakan sesuai ketentuan hukum, memperhatikan tata ruang, serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Tangerang terus mendorong pembangunan investasi. Namun, masyarakat juga berharap setiap investasi berjalan dengan prinsip kepastian hukum, transparansi, dan kepatuhan terhadap seluruh persyaratan administratif.

Apabila suatu kegiatan pembangunan belum memenuhi perizinan yang diwajibkan, maka kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan hukum maupun administratif. Karena itu, pemeriksaan oleh instansi yang berwenang menjadi penting untuk memberikan kepastian kepada publik.

Penelusuran Legalitas dan Tanggung Jawab Pengawasan

Hasil penelusuran redaksi menunjukkan bahwa kegiatan pemanfaatan ruang dan pematangan lahan pada umumnya harus memperhatikan berbagai ketentuan yang berlaku, termasuk kesesuaian dengan rencana tata ruang, persetujuan yang diperlukan, dan kewajiban lingkungan sesuai peraturan perundang-undangan.

Karena itu, publik berharap instansi yang memiliki kewenangan— Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Satpol PP—melakukan pemeriksaan apabila terdapat dugaan bahwa suatu kegiatan belum memenuhi persyaratan yang diwajibkan.

Pemeriksaan tersebut dapat mencakup antara lain:

– status perizinan kegiatan;
– kesesuaian pemanfaatan ruang dengan rencana tata ruang;
– pemenuhan kewajiban dokumen lingkungan apabila dipersyaratkan; dan
– kepatuhan terhadap ketentuan teknis lainnya.

Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, klarifikasi dari pihak pengelola akan memberikan kepastian dan mengakhiri spekulasi yang berkembang di masyarakat. Sebaliknya, apabila ditemukan adanya kekurangan administratif atau pelanggaran, penanganannya menjadi kewenangan instansi yang berwenang sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku.

Dampak terhadap Lingkungan dan Warga, serta Hasil Konfirmasi kepada Instansi Terkait.

Mengurai Aspek Tata Ruang dan Lingkungan: Mengapa Kepastian Perizinan Menjadi Penting

Setiap pembangunan berskala besar tidak hanya dinilai dari nilai investasinya, tetapi juga dari kepatuhannya terhadap ketentuan hukum yang mengatur pemanfaatan ruang dan perlindungan lingkungan. Karena itu, munculnya pertanyaan masyarakat mengenai legalitas aktivitas pengurukan tanah di Jalan Raya Sawah Dalam No. 9 menjadi isu yang perlu dijawab melalui pemeriksaan yang objektif oleh instansi berwenang.

Dalam praktiknya, kegiatan pematangan lahan dapat menimbulkan berbagai dampak apabila tidak direncanakan dan diawasi dengan baik, seperti perubahan pola aliran air, peningkatan sedimentasi, debu, kebisingan, hingga gangguan terhadap drainase di sekitar lokasi. Besar kecilnya dampak tersebut bergantung pada karakteristik proyek, kondisi lahan, serta langkah-langkah mitigasi yang diterapkan.

Di sisi lain, pemanfaatan ruang perlu mengacu pada rencana tata ruang yang berlaku. Tujuannya adalah memastikan pembangunan berlangsung secara tertib, selaras dengan peruntukan kawasan, dan tidak menimbulkan konflik di kemudian hari. Oleh sebab itu, kepastian mengenai kesesuaian tata ruang dan kelengkapan perizinan menjadi bagian penting dari akuntabilitas penyelenggaraan pembangunan.

Sejumlah warga yang ditemui redaksi berharap pemerintah melakukan pemeriksaan secara terbuka agar tidak muncul spekulasi di tengah masyarakat. Mereka menyampaikan bahwa yang dibutuhkan bukanlah asumsi, melainkan penjelasan resmi mengenai status perizinan dan hasil pengawasan pemerintah terhadap kegiatan tersebut.

Bagi masyarakat, transparansi merupakan bagian dari pelayanan publik. Apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi, informasi tersebut dapat meningkatkan kepercayaan publik. Sebaliknya, apabila ditemukan kekurangan administratif, mekanisme pembinaan atau penegakan hukum dapat dilakukan sesuai kewenangan instansi terkait dan ketentuan yang berlaku.

Dalam setiap pemberitaan investigatif, verifikasi merupakan prinsip utama. Karena itu, redaksi terus berupaya memperoleh penjelasan dari pihak pengelola proyek maupun instansi pemerintah yang berwenang untuk memastikan status kegiatan pengurukan tanah tersebut.

Konfirmasi diperlukan agar publik memperoleh informasi yang utuh, tidak hanya berdasarkan hasil pantauan lapangan atau laporan masyarakat, tetapi juga berdasarkan penjelasan resmi dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan maupun tanggung jawab atas kegiatan tersebut.

Kami juga menilai bahwa pengawasan pemerintah memiliki peran penting dalam memberikan kepastian hukum kepada semua pihak. Pemeriksaan yang dilakukan secara profesional dan berdasarkan ketentuan yang berlaku akan memberikan kejelasan apakah kegiatan telah memenuhi persyaratan administratif, tata ruang, dan lingkungan, atau masih memerlukan penyempurnaan.

Sampai berita ini disusun, redaksi masih menunggu tanggapan resmi dari pihak pengelola proyek dan instansi terkait mengenai status perizinan, kesesuaian tata ruang, serta aspek lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan pengurukan tersebut.

Di balik aktivitas pengurukan tanah di Jalan Raya Sawah Dalam No. 9, Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, tersimpan satu pertanyaan mendasar yang hingga kini masih menunggu jawaban resmi: apakah seluruh proses pembangunan telah memenuhi ketentuan perizinan, tata ruang, dan persyaratan lingkungan sebagaimana diwajibkan oleh peraturan perundang-undangan?

Bagi masyarakat, kepastian hukum tidak hanya penting bagi pemerintah, tetapi juga bagi pelaku usaha dan investor. Pembangunan yang dilaksanakan sesuai ketentuan akan memberikan rasa aman, kepastian berusaha, serta mengurangi potensi sengketa di kemudian hari. Sebaliknya, apabila ditemukan adanya kekurangan administratif atau pelanggaran, penanganannya perlu dilakukan melalui mekanisme yang berlaku dan berdasarkan hasil pemeriksaan resmi, bukan atas dasar asumsi.

Karena itu, masyarakat berharap instansi yang memiliki kewenangan, termasuk Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Satpol PP Kota Tangerang, melakukan pemeriksaan secara profesional untuk memberikan kejelasan mengenai status kegiatan tersebut.

Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat menjawab sejumlah pertanyaan yang berkembang di ruang publik, antara lain mengenai kelengkapan perizinan, kesesuaian pemanfaatan ruang, serta pemenuhan kewajiban lingkungan yang berlaku bagi kegiatan pematangan lahan.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak pengelola proyek maupun instansi terkait. Karena itu, pemberitaan ini tidak dimaksudkan sebagai kesimpulan bahwa telah terjadi pelanggaran, melainkan sebagai bentuk penyampaian informasi mengenai pertanyaan publik yang masih memerlukan penjelasan dan verifikasi dari pihak berwenang.

Pada akhirnya, pengawasan terhadap pembangunan bukan semata-mata untuk mencari kesalahan, melainkan untuk memastikan bahwa setiap kegiatan berlangsung sesuai hukum, melindungi kepentingan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, dan mendukung iklim investasi yang sehat. Transparansi, akuntabilitas, dan kepastian hukum menjadi fondasi utama agar pembangunan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kota Tangerang.