Beranda blog Halaman 35

SILATURAHMI INSAN PERS BERSAMA LURAH PORIS PLAWAD, IBU TITIN HARTINI S.kom

0
Oplus_131072

MEDIAISTANA.COM — KOTA TANGERANG — Suasana hangat, penuh keakraban, dan semangat kekeluargaan menyelimuti Kantor Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Para insan pers dari berbagai media cetak, daring, dan televisi hadir dalam agenda silaturahmi bersama Lurah Poris Plawad, Ibu Titin Hartini, S.Kom.

Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk mempererat komunikasi antara pemerintah kelurahan, insan pers, tokoh masyarakat, Ketua RW, Ketua RT, serta berbagai elemen masyarakat. Silaturahmi tidak hanya menjadi ajang bertukar informasi, tetapi juga membuka ruang dialog mengenai pembangunan, pelayanan publik, kehidupan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan berbagai inovasi di tengah masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, Ibu Titin Hartini menyampaikan berbagai program dan gagasan yang dikembangkan di wilayah Poris Plawad. Salah satu semangat yang dikedepankan adalah membangun identitas “Poris Plawad Berkah”, dengan moto:

«“Berkah Bersama, Kompak, Aman, dan Amanah.”»

Moto tersebut diharapkan bukan sekadar slogan, tetapi menjadi nilai yang diterapkan dalam kehidupan masyarakat maupun dalam penyelenggaraan pelayanan pemerintahan.

PORIS PLAWAD BERKAH: KEBERSAMAAN SEBAGAI KEKUATAN

Semangat Poris Plawad Berkah dibangun melalui keterlibatan masyarakat dari tingkat kelurahan hingga lingkungan RT dan RW.

Kebersamaan tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, antara lain pemberian makanan kepada warga yang membutuhkan, bantuan bahan pokok, dukungan kepada warga yang mengalami kesulitan ekonomi, bantuan bagi warga yang sakit, hingga kepedulian terhadap keluarga yang sedang mengalami musibah.

Nilai yang dikedepankan adalah kepedulian dan gotong royong. Masyarakat didorong untuk saling membantu tanpa membedakan latar belakang, sehingga persoalan sosial tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab bersama.

KAMPUNG RELIGI: “RELA IKHLAS BERBAGI”

Salah satu program yang menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut adalah pengembangan kawasan yang sebelumnya dikenal dengan istilah DPR — Daerah Pinggiran Rel menjadi kawasan yang diarahkan sebagai Kampung Religi, dengan semboyan “Rela Ikhlas Berbagi.”

Konsep tersebut menitikberatkan pada perubahan lingkungan sekaligus perubahan pola kehidupan sosial masyarakat.

Kegiatan keagamaan, pengajian, bakti sosial, kerja bakti, pembangunan dan pemeliharaan sarana ibadah, serta kegiatan sosial kemasyarakatan menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih tertib, bersih, religius, dan memiliki rasa kepedulian yang kuat.

Kampung Religi diharapkan tidak berhenti pada perubahan fisik lingkungan. Lebih jauh, kawasan tersebut diarahkan menjadi ruang tumbuhnya kepedulian sosial dan kebersamaan warga.

MPORISKAH: PAYUNG BESAR INOVASI PORIS PLAWAD

Berbagai program tersebut kemudian dihimpun dalam sebuah gagasan inovasi yang disebut MPORISKAH — Membangun Poris Ringan Sentuhan Kebersamaan Amanah Harmonis.

Konsep MPORISKAH mencakup sejumlah bidang yang saling berkaitan, mulai dari kehidupan sosial, pelayanan publik, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

1. PILAR SOSIAL — KAMPUNG RELIGI “RELA IKHLAS BERBAGI”

Pilar sosial diarahkan untuk memperkuat kepedulian antarwarga melalui kegiatan keagamaan, santunan, bantuan sosial, kegiatan berbagi, serta gotong royong menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan.

Semangatnya sederhana: masyarakat tidak boleh merasa sendirian ketika menghadapi persoalan.

2. PILAR PELAYANAN PUBLIK — “SI PELAYAN BASO”

Dalam bidang pelayanan publik, Kelurahan Poris Plawad memperkenalkan inovasi “SI PELAYAN BASO” — Sistem Pelayanan Berkas Online.

Konsep pelayanan berbasis digital tersebut diarahkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi.

Melalui sistem tersebut, warga dapat mengajukan berkas secara daring, mengunggah persyaratan, mengisi formulir, serta memantau proses administrasi tanpa harus berulang kali datang ke kantor kelurahan.

Tujuan utamanya adalah menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, cepat, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Digitalisasi pelayanan juga diharapkan dapat mengurangi antrean serta meminimalkan proses administrasi yang tidak perlu.

3. PILAR EKONOMI — KOPERASI KELURAHAN MERAH PUTIH DAN GAMPANG SEMBAKO

Pembangunan masyarakat juga tidak dapat dipisahkan dari penguatan ekonomi.

Dalam konteks tersebut, Kelurahan Poris Plawad turut mendorong program Koperasi Kelurahan Merah Putih serta Program Gampang Sembako.

Koperasi diarahkan menjadi wadah ekonomi masyarakat yang dapat mendukung usaha mikro dan kegiatan ekonomi warga. Sementara Program Gampang Sembako ditujukan untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Kedua program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

WARGA DAN INSAN PERS MENYAMBUT POSITIF

Dalam suasana silaturahmi tersebut, masyarakat menyampaikan apresiasi terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan di lingkungan Poris Plawad.

Salah seorang warga, Siti Aminah, mengungkapkan bahwa perubahan lingkungan bukan hanya dapat dilihat dari aspek fisik, tetapi juga dari meningkatnya interaksi dan kepedulian sosial antarwarga.

Menurutnya, kegiatan berbagi dan kepedulian terhadap warga yang mengalami kesulitan merupakan hal yang penting untuk terus dipertahankan.

Apresiasi juga datang dari para insan pers yang hadir. Keterbukaan komunikasi antara pemerintah kelurahan dan media dinilai penting agar berbagai program pemerintahan dapat diketahui masyarakat secara objektif sekaligus dapat memperoleh kritik dan masukan secara konstruktif.

Bagi insan pers, hubungan dengan pemerintah bukan sekadar hubungan publikasi. Media juga memiliki fungsi kontrol sosial dan ruang komunikasi masyarakat.

Karena itu, keterbukaan informasi menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan publik.

PEMERINTAH DAN MEDIA: MITRA DALAM MEMBANGUN MASYARAKAT

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Titin Hartini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah kelurahan dan insan pers.

Menurutnya, media memiliki peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan warga.

«“Insan pers bukan sekadar pemberi kabar, melainkan mitra strategis kami dalam membangun masyarakat yang terinformasi dengan baik. Melalui media, kami dapat menyampaikan program kerja sekaligus menerima masukan, kritik, dan saran dari masyarakat,” ujar Ibu Titin.»

Ia berharap komunikasi antara pemerintah kelurahan dan insan pers dapat terus berjalan secara terbuka, profesional, dan konstruktif.

PORIS PLAWAD BERKAH, BUKAN SEKADAR NAMA

Silaturahmi tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa pembangunan masyarakat tidak hanya berbicara mengenai infrastruktur dan pelayanan administratif.

Pembangunan juga menyangkut bagaimana masyarakat saling menjaga, bagaimana pemerintah memberikan pelayanan, bagaimana ekonomi warga diperkuat, serta bagaimana komunikasi antara pemerintah, masyarakat, dan media dibangun secara sehat.

Poris Plawad Berkah diharapkan menjadi identitas yang tumbuh dari kebersamaan masyarakat.

Dengan semangat MPORISKAH, Kampung Religi “Rela Ikhlas Berbagi”, pelayanan SI PELAYAN BASO, serta penguatan ekonomi melalui Koperasi Kelurahan Merah Putih dan Program Gampang Sembako, Poris Plawad terus diarahkan menjadi lingkungan yang semakin kompak, aman, nyaman, mandiri, dan berdaya.

Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari seberapa banyak program diluncurkan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Poris Plawad Berkah — Berkah Bersama, Kompak, Aman, dan Amanah.

Diterbitkan: 19 Agustus 2026
Lokasi: Kantor Kelurahan Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten
Lurah: Ibu Titin Hartini, S.Kom.
Semangat Utama: MPORISKAH — Membangun Poris Ringan Sentuhan Kebersamaan Amanah Harmonis
Identitas Kawasan: Poris Plawad Berkah
Moto: Berkah Bersama, Kompak, Aman, dan Amanah
Kawasan Unggulan: Kampung Religi — “Rela Ikhlas Berbagi”
Inovasi Pelayanan: SI PELAYAN BASO — Sistem Pelayanan Berkas Online
Program Ekonomi: Koperasi Kelurahan Merah Putih dan Program Gampang Sembako

Foto: Ibu Titin Hartini, S.Kom. bersama para insan pers.

RED DAVID E., SE.

RATUSAN JUTA HASIL PERASAN, LAPORAN PEDAGANG DIKUBUR HIDUP-HIDUP DI MEJA PENYIDIK

0

Mediaistana.com – TANGERANG, 19 Agustus 2026 — Di tengah upaya besar negara memberantas pungutan liar, di bawah hidung institusi kepolisian sendiri, di kawasan GOR Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, seorang oknum berinisial KSM bersama kelompoknya berperan bak raja kecil yang berkuasa mutlak. Selama berbulan-bulan, mereka memeras, menindas, meneror puluhan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang hanya ingin mencari sesuap nasi untuk keluarga. Ketika para korban akhirnya memberanikan diri melapor ke Polsek Cipondoh dengan harapan keadilan ditegakkan, yang terjadi justru sebaliknya: laporan itu dikubur, dibekukan, dan dibiarkan membusuk di meja penyidik selama lebih dari sebulan tanpa kemajuan sedikit pun.

Laporan terdaftar resmi dengan nomor:
LPB/372/VII/2026/SPKT/Polsek Cipondoh/Polres Metro Tangerang Kota — sejak Juli 2026 hingga hari ini, nol kemajuan, nol tindakan, nol tanggung jawab.

Dan yang paling memalukan, paling menampar wajah seluruh penegak hukum di Republik ini, adalah ucapan sombong, menantang, dan penuh penghinaan KSM yang diucapkan secara terbuka, di siang bolong, di hadapan puluhan pedagang yang gemetar ketakutan:

“TIDAK AKAN PERNAH GUE DITANGKAP POLISI! GUE KEBAL HUKUM! POLISI MANA YANG BERANI NANGKAP GUE? SIAPA SAJA YANG BERANI MELAPOR, AKAN GUE HANCURKAN DAGANGANNYA ANCAMAN INTIMIDASI, AKAN GUE USIR DARI SINI, DAN TIDAK ADA YANG BISA MELINDUNGI KALIAN! KAWAN-KAWAN GUE DI ATAS, MEREKA YANG MENGATUR SEMUA INI!”

Itu bukan omongan kosong. Itu bukan ancaman biasa. Itu adalah pernyataan perang terhadap negara, terhadap hukum, dan terhadap seluruh rakyat Indonesia yang percaya bahwa keadilan itu ada. Dan sampai hari ini, KSM terbukti benar. Dia masih bebas berjalan di jalanan, masih berkeliling memungut uang, masih menatap wajah para pedagang dengan senyum mengejek, seolah berkata: “Lihat kan? Polisi tidak berani menyentuh gue. Hukum itu cuma omongan untuk orang miskin seperti kalian.”

RINCIAN KORDINATOR ILEGAL PKL ,PERASAN TERORGANISIR RATUSAN JUTA RUPIAH DARI KERINGAT ORANG MISKIN
, SEPERTI SAPI’ PERAH.

Para pedagang korban akhirnya berani membuka semua data yang selama ini mereka simpan dalam ketakutan. Jaringan pungli yang dipimpin KSM bersama kelompoknya — beroperasi secara sangat terstruktur, sistematis, dan kejam:

– Pungutan harian: Setiap pedagang dipaksa membayar Rp10.000 hingga Rp50.000 per hari, tanpa tanda terima, tanpa alasan yang jelas. Jika terlambat atau menolak, langsung diancam dengan kekerasan fisik dan perusakan barang dagangan.
– Pungutan mingguan: Setiap minggu ada pungutan tambahan Rp50.000 hingga Rp200.000, yang disebut “uang keamanan” Uang sampah,uang Listrik— padahal justru KSM-lah ancaman terbesar bagi keamanan mereka.

– Pungutan musiman: Saat hari raya atau musim ramai, jumlah pungutan melonjak hingga Rp500.000 per pedagang. Tidak boleh ditolak, tidak boleh ditawar.
– Total kerugian: Dengan puluhan pedagang yang diperas setiap hari selama berbulan-bulan, total uang yang dikantongi KSM dan kelompoknya diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah — semua diambil dari keringat, air mata, dan perut anak-anak pedagang kecil yang berjuang hidup sehari-hari.

Mereka bukan sekadar pemungut liar. Mereka adalah perampok berkedok penguasa wilayah, yang menganggap GOR Gondrong dan sekitarnya sebagai tanah milik pribadi, dan para pedagang sebagai budak wajib bayar upeti.

TEROR DAN INTIMIDASI: SIAPA YANG BERANI MELAWAN AKAN DIHANCURKAN

Para korban menceritakan dengan suara gemetar apa yang terjadi pada mereka yang berani menolak atau bertanya:

– Seorang pedagang sayur yang menolak membayar pungutan tambahan, gerobaknya dihancurkan, sayuran ditumpahkan ke jalan, dan dia dipukul di depan anak-anaknya oleh orang-orang suruhan KSM.
– Seorang pedagang gorengan yang sempat berkata “untuk apa uang ini dipakai?” langsung diancam: “Kalau kau ingin hidup, bayar saja. Jangan banyak tanya, atau besok kau tidak akan bisa jualan lagi di sini.”
– Beberapa pedagang yang ikut menandatangani laporan ke Polsek Cipondoh sudah mulai diintimidasi, diikuti pulang ke rumah, dan diancam akan dibawa-bawa jika tidak menarik laporannya.

KSM tidak hanya memeras uang. Dia mencabut kebebasan, ketenangan, dan rasa aman warga negara. Dia menciptakan rezim teror di mana hukum negara tidak berlaku, dan hanya kehendak KSM-lah yang menjadi aturan.

SEBULAN DIAM: SIAPA YANG MENGHAMBAT PROSES HUKUM?

Setelah cukup menderita, akhirnya sejumlah pedagang memberanikan diri datang ke Polsek Cipondoh dan melaporkan KSM serta kelompoknya pada awal Juli 2026. Mereka datang dengan harapan: Polisi akan melindungi rakyat. Hukum akan ditegakkan. Keadilan akan datang.

Tapi sebulan lebih berlalu, apa yang terjadi? NOL.

– Para pelapor berkali-kali menghubungi penyidik via WhatsApp: pesan dibaca, tidak pernah dijawab.
– Datang langsung ke Polsek Cipondoh: disuruh pulang, disuruh menunggu, tidak ada kepastian.
– Tidak ada satu pun pemanggilan terhadap KSM atau anggota kelompoknya.
– Tidak ada pemeriksaan saksi yang layak.
– Tidak ada langkah hukum apa pun yang terlihat oleh publik.

Pihak Polsek Cipondoh hanya mengulang-ulang kalimat standar: “Proses sedang berjalan, sabar saja.” Tapi proses apa? Berjalan ke mana? Mengapa KSM masih bebas, masih sombong, masih memeras setiap hari seolah tidak terjadi apa-apa?

Ini bukan lagi sekadar kelambanan. Ini adalah penindasan keadilan secara sengaja. Ini adalah pengkhianatan terhadap tugas negara.

Muncul pertanyaan yang kini menggema di hati seluruh masyarakat:
Siapa di balik KSM yang membuat penyidik Polsek Cipondoh gemetar dan tidak berani bergerak?
Berapa banyak uang hasil perasan pedagang yang sudah masuk ke kantong-kantong di dalam kepolisian agar laporan ini dikubur selamanya?
Apakah Polsek Cipondoh itu bagian dari institusi penegak hukum, atau sekadar kantong pengumpul upeti untuk KSM dan pelindung-pelindungnya?
Apakah oknum KSM memang punya koneksi setingkat sehingga hukum negeri ini tidak berani menyentuhnya?

KSM berani berkata “gue kebal hukum”. Jika setelah sebulan dia masih bebas, maka KSM benar. Hukum di Tangerang memang bisa dibeli, dan Polsek Cipondoh memang tunduk pada perintah pemeras, bukan pada kebenaran.

TUNTUTAN TEGAS, KERAS, DAN TANPA TAWAR

Kami para pedagang korban, bersama seluruh masyarakat yang masih percaya dengan hukum dan keadilan bahwa keadilan bukan barang dagangan, menuntut dengan lantang:

TUNTUTAN PERTAMA: TANGKAP KSM DAN KELOMPOKNYA — YANG MEMILIKI KEKUASAAN KORDINATOR ILEGAL PKL

Jangan menunggu satu hari lagi. Setiap jam yang berlalu tanpa penangkapan adalah kemenangan bagi pemeras dan penghinaan terhadap hukum. Tangkap KSM,, KDL, dan JK hari ini juga. Jangan beri kesempatan melarikan diri, jangan beri kesempatan mengintimidasi saksi lebih lanjut.

TUNTUTAN KEDUA,BUKA SEMUA BERKAS SECARA TERBUKA!

Mengapa sebulan tidak ada kemajuan? Siapa yang menahan penyidik? Siapa yang memberi perintah untuk diam? Nama siapa yang disebut-sebut KSM sebagai pelindungnya? Semua itu harus diungkap ke publik. Tidak ada rahasia dalam perkara yang menyangkut keadilan rakyat.

TUNTUTAN KETIGA: PROSES HUKUM SEBERAT-BERATNYA, TANPA KOMPROMI!

Ini bukan pelanggaran kecil. Ini pemerasan terorganisir, penganiayaan, intimidasi berkelanjutan, dan penentangan terhadap negara. Tuntut mereka dengan pasal-pasal terberat. Jangan ada jalan damai, jangan ada negosiasi. Mereka harus merasakan beratnya hukum yang selama ini mereka tertawakan.

TUNTUTAN KEEMPAT: JAMINAN KEAMANAN PENUH BAGI SEMUA SAKSI DAN KORBAN!

Saat ini para pedagang lebih takut pada KSM daripada pada penjahat mana pun. Berikan perlindungan nyata, bukan sekadar surat pernyataan. Jangan sampai ada saksi yang mengalami nasib buruk karena berani bicara kebenaran. Jika ada yang terluka, maka institusi kepolisianlah yang bertanggung jawab.

TUNTUTAN KELIMA, SELIDIKI SIAPA YANG MELINDUNGI YANG DI DUGA OKNUM KSM DI DALAM KEPOLISIAN!

KSM tidak akan berani berkata “polisi mana yang berani nangkap gue” jika dia tidak punya pelindung di balik layar. Selidiki aliran uangnya, telusuri siapa yang dia hubungi, siapa yang dia beri uang, siapa yang menyuruh penyidik diam. Seret siapa pun yang terlibat — dari tingkat terendah hingga tertinggi — ke meja hijau. Tidak boleh ada yang dikecualikan!

SERUAN KEPADA PIMPINAN TERTINGGI NEGARA DAN KEPOLISIAN

Kami serukan kepada Bapak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Metro Jaya Irjen Polisi Karyoto, Kapolres Metro Tangerang Kota, serta seluruh jajaran pengawas internal Polri dan Divisi Pengawasan Kode Etik (Div Propam)

Jangan biarkan seorang oknum pemeras rendahan ini menertawakan seluruh institusi kepolisian di hadapan rakyat! Jangan biarkan rakyat menyimpulkan bahwa hukum di negeri ini hanya untuk orang miskin, sementara orang yang punya uang dan koneksi bisa berbuat apa saja tanpa dihukum!

KSM berkata dia kebal hukum. Buktikan bahwa dia salah. Tangkap dia. Periksa dia. Bongkar semua koneksinya. Hukum dia dengan seberat-beratnya.

Jika dalam waktu 3×24 jam tidak ada tindakan nyata, maka seluruh masyarakat akan tahu, Hukum di Cipondoh sudah tidak benar. Polsek Cipondoh bukan lagi penegak hukum, tapi pengawal pribadi KSM dan kelompoknya.

Keadilan tidak menunggu. Keadilan tidak bernegosiasi. Keadilan tidak bisa dibeli. TINDAKAN SEKARANG JUGA, ATAU RAKYAT YANG AKAN MENGAMBIL ALIH MENEGAKKAN KEBENARAN!

Sumber: Laporan masyarakat PKL GOR Gondrong, dokumentasi pengaduan resmi LPB/372/VII/2026/SPKT/Polsek Cipondoh/Polres Metro Tangerang Kota, kesaksian langsung puluhan korban, catatan pungutan, Agustus 2026

RED David E, SE.

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026

0

Panglima TNI Terima Kunjungan Silaturahmi 76 Paskibraka 2026

Jakarta -MEDIA ISTANA,(Puspen TNI). Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Ny. Evi Agus Subiyanto menerima kunjungan Silaturahmi 76 Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026 dalam jamuan makan malam yang digelar di Wisma Yani, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Panglima TNI menyampaikan pesan kepada para Paskibraka agar terus memiliki semangat untuk meraih cita-cita dan menjadikan pengalaman sebagai Paskibraka sebagai awal dalam meraih kesuksesan. “Saya percaya dan yakin kepada adik-adik sekalian. Setelah pulang dari sini, pancangkan cita-cita setinggi langit dan raih cita-cita yang kalian harapkan. Kebanggaan yang kalian miliki jangan terlalu dipegang, karena ini baru awal menuju kesuksesan,” ujarnya.

Panglima TNI menegaskan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang memiliki kredibilitas, kemampuan, serta nasionalisme tinggi untuk turut membangun bangsa dan negara. “Kita masih membutuhkan pemuda-pemudi yang punya kredibilitas, kemampuan, dan nasionalisme yang tinggi untuk membangun negara ini menjadi lebih baik,” katanya.

Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI kembali menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Paskibraka atas dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas kenegaraan. “Sekali lagi saya ucapkan terima kasih dan bangga yang sebesar-besarnya kepada kalian semua yang telah menaikkan dan menurunkan Bendera Pusaka dalam keadaan lancar dan aman,” pungkasnya.

Hamdan ❤️

Bupati Lampung Barat dan Kapolda Lampung Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

0

Bupati Lampung Barat dan Kapolda Lampung Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas.

Jakarta -MEDIA ISTANA,Lampung Barat – Keakraban dan sinergi antara Pemerintah Daerah dan aparat keamanan kembali terlihat. Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menggelar acara silaturahmi yang dikemas dalam suasana ramah tamah bersama Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.I.K., M.H beserta rombongan di Lamban Dinas Bupati, Selasa (18/08/2026).

Acara ini menjadi momentum untuk mempererat hubungan sekaligus membahas upaya bersama dalam menjaga keamanan dan mendukung pembangunan di Bumi Beguai Jejama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimda Kabupaten Lampung Barat, Ketua TP PKK Partinia Parosil Mabsus, Asisten, serta Kepala Perangkat Daerah.

Suasana hangat dan kekeluargaan begitu terasa sepanjang acara. Diskusi berlangsung santai namun tetap substansial, membahas berbagai program dan tantangan ke depan.

Dalam sambutannya, Parosil Mabsus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolda Lampung dan jajaran khususnya Polres Lampung Barat, atas dukungan yang selama ini diberikan.

“Saya sangat bersyukur selama ini mendapatkan dukungan yang sangat baik dari unsur Forkopimda, seperti Polres Lampung Barat dalam menjaga keamanan dan menjalankan berbagai program,” ujar Parosil.

Menurutnya, situasi Kamtibmas yang kondusif di Lampung Barat saat ini tidak terlepas dari kerja keras pihak kepolisian.

“Situasi Bhabinkamtibmas yang baik seperti saat ini merupakan kerja keras dari pihak Polri dalam hal ini Polres Lampung Barat. Kehadiran Bapak Kapolda beserta rombongan tentu memberikan spirit dan motivasi agar Lampung Barat ke depan bisa lebih baik lagi,” tambahnya.

Bupati Lampung Barat juga menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah.

Ia berharap sinergi yang sudah terjalin baik selama ini dapat terus ditingkatkan, terutama dalam mendukung program-program prioritas pemerintah, mulai dari pengamanan, pelayanan publik.

“Kami siap bersinergi dan mendukung penuh tugas-tugas kepolisian. Dengan kerja sama yang kuat, saya yakin Lampung Barat akan semakin aman, nyaman, dan maju,” pungkasnya.

HAMDAN ❤️

Optimalkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT, TNI Kerahkan 1.265 Personel dan Salurkan 188 Ton Bantuan

0

Optimalkan Bantuan Untuk Korban Gempa NTT, TNI Kerahkan 1.265 Personel dan Salurkan 188 Ton Bantuan

Jakarta -MEDIA ISTANA,(Puspen TNI). TNI terus memperkuat dukungan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari keempat, Selasa (18/8/2026), sebanyak 1.265 personel telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Dukungan TNI juga diperkuat dengan 29 unit alutsista, terdiri dari 7 pesawat TNI AD, 6 pesawat dan 5 KRI TNI AL, serta 11 pesawat TNI AU. Alutsista tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, dan penanganan masyarakat terdampak.

Hingga hari keempat, total bantuan yang telah disalurkan TNI mencapai 188,244 ton. Pada hari ini, sebanyak 45,971 ton bantuan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak untuk mendukung pemenuhan kebutuhan dan penanganan bencana.

Pengerahan personel, alutsista, dan bantuan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan dan membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. TNI akan terus berkoordinasi dan memperkuat penanganan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait.

HAMDAN ❤️

Maknai HUT ke-81 RI, Polda Jatim Tekankan Pelayanan Terbaik untuk Masyarakat

0

 

Media Istana.Com

SURABAYA – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) menggelar Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Mapolda Jatim,Senin, 17 Agustus 2026

Upacara dipimpin langsung Wakapolda Jatim, Brigjen. Pol. Dr. Pasma Royce, S.I.K., M.H dan diikuti para Pejabat Utama (PJU), personel Polri, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Polda Jatim.

Pelaksanaan upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Rangkaian upacara diawali dengan pengibaran Bendera Merah Putih, dilanjutkan pembacaan teks Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 serta pembacaan naskah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Wakapolda Jatim menegaskan bahwa momentum peringatan kemerdekaan harus menjadi pengingat bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali semangat pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Brigjen Pol Pasma.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus diwujudkan melalui kerja nyata, khususnya dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, menjaga keamanan dan ketertiban, serta memastikan kehadiran Polri benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” tutur Brigjen Pol Pasma.

Wakapolda Jatim juga mengajak seluruh personel Polda Jatim untuk menjaga soliditas, profesionalisme, dan integritas dalam menjalankan setiap tugas.

“Mari kita terus tingkatkan profesionalisme, soliditas dan integritas dalam melaksanakan tugas. Jadikan setiap pengabdian sebagai bagian dari upaya kita bersama dalam menjaga persatuan dan kemajuan Indonesia,” tegasnya.

Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah personel dan masyarakat yang dinilai berprestasi dan memberikan kontribusi positif bagi institusi serta masyarakat Jawa Timur.

“Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi, kerja keras dan prestasi yang telah ditunjukkan. Semoga capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

Aristono

Percepat Penanganan Pascagempa, Mendagri Tito Tinjau Langsung Provinsi NTT

0

 

Media Istana Com

Minggu,16 Agustus 2026

Labuan Bajo – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, dan sejumlah pejabat lainnya meninjau langsung Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) malam.

Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan pascagempa bumi yang melanda sejumlah daerah di Provinsi NTT. Mendagri memastikan berbagai dukungan dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat pemulihan wilayah.

Guna merealisasikan percepatan tersebut, Mendagri menyebut bahwa pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (Pemda) terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan dukungan anggaran daerah dalam menangani kebutuhan akibat bencana. Dalam hal ini, Mendagri menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) kepada seluruh daerah, termasuk pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di NTT.

“Kemarin kan baru terima. Anggaran tanggal 5 Agustus itu ada tambahan TKD seluruh 546 daerah, sebanyak Rp18,9 triliun dan saya tahu bahwa di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota, se-NTT,” ujar Mendagri kepada awak media usai mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.

Untuk memastikan dukungan anggaran tersebut digunakan secara tepat, Mendagri menyampaikan bahwa dirinya turut melibatkan jajaran terkait di bidang keuangan daerah. Dukungan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjalankan arahan Presiden secara terpadu. Penanganan gempa tidak hanya dilakukan melalui dukungan fiskal daerah, tetapi juga dengan pengerahan bantuan lintas kementerian/lembaga, mencakup kebutuhan logistik, kesehatan, energi, hingga pemulihan infrastruktur.

Sejalan dengan itu, pemerintah juga mempercepat pemulihan akses yang terdampak agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat segera kembali berjalan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan atau terputus menjadi perhatian untuk segera ditangani.

“Mulai tadi pagi sebenarnya kita sudah mulai melakukan pembersihan jalan nasional dari material longsor. Sementara untuk jembatan yang putus, penanganannya akan mulai dikerjakan besok pagi,” tandasnya.

Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan layanan yang dibutuhkan. Koordinasi antara pemerintah pusat, Pemda, dan kementerian/lembaga terus diperkuat agar penanganan di lapangan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.

Puspen Kemendagri

  • Aristono

Mendagri Pastikan Penanganan Pascagempa NTT Fokus Pulihkan Layanan Dasar dan Percepat Pendataan

0

 

Media istana Com

Minggu, 16 Agustus 226

Manggarai Barat – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memastikan pemerintah bergerak cepat menangani dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia menyebut, penanganan pada tahap awal pascagempa berfokus pada penyelamatan korban serta pemulihan berbagai layanan dasar masyarakat. Hal itu mencakup kelistrikan, telekomunikasi, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), logistik, hingga penanganan korban meninggal dan warga yang mengalami luka-luka.

“Kemudian juga memberikan bantuan tadi yang urgen, tenda, makanan, makanan cepat saji, yang di pengungsian. Termasuk [warga] yang luka,” ujar Mendagri dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penanganan Gempa Wilayah NTT yang berlangsung secara hybrid dari Ruang Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).

Ia mengapresiasi langkah cepat berbagai pihak dalam memulihkan layanan dasar, termasuk PT PLN dan operator telekomunikasi. Menurutnya, pemulihan jaringan listrik dan komunikasi penting untuk mendukung mobilitas serta koordinasi penanganan bencana di lapangan.

Selain kelistrikan dan telekomunikasi, Mendagri menekankan pentingnya percepatan pembukaan akses jalan agar mobilitas masyarakat maupun alat berat untuk penanganan bencana dapat segera dilakukan. Ia juga meminta pemerintah daerah (Pemda) memperhatikan masyarakat yang terdampak, termasuk warga yang rumahnya mengalami kerusakan.

Ia menekankan agar Pemda setempat melakukan pendataan secara lebih menyeluruh terhadap kerusakan rumah dan fasilitas publik. Data tersebut diperlukan sebagai dasar pemberian bantuan pemerintah, baik untuk rumah rusak ringan, sedang, maupun berat, serta dukungan bagi masyarakat yang masih mengungsi. Di sisi lain, Mendagri meminta Pemda mendata kantor pemerintahan yang mengalami kerusakan, mulai dari kantor pemerintah kabupaten hingga kantor desa dan kecamatan. Pendataan tersebut diperlukan untuk menentukan kebutuhan perbaikan fasilitas pemerintahan agar pelayanan publik tetap berjalan.

“Saran kami tadi memang kalau bisa, pendapat kami Bapak Menko [PMK], Kepala BNPB, kita buat dua posko, posko timur dan posko barat Flores. Satu di Labuan Bajo untuk menangani wilayah di bagian barat … Kemudian yang di Ende, pusatnya di Ende karena bandaranya di sana,” ujar Mendagri.

Lebih lanjut, Mendagri menyoroti kondisi fiskal sejumlah daerah terdampak. Ia menyampaikan bahwa pemerintah pusat akan memberikan dukungan kepada daerah yang memiliki kemampuan fiskal terbatas maupun tingkat penyerapan anggaran yang masih rendah agar anggaran yang tersedia dapat segera dimanfaatkan untuk penanganan bencana.

Ia menegaskan, koordinasi lintas kementerian/lembaga dan Pemda perlu diperkuat agar penanganan bencana dapat berlangsung cepat sesuai dengan tahapan penanggulangan bencana. Tahapan tersebut mulai dari masa tanggap darurat, transisi, hingga rehabilitasi dan rekonstruksi.

“Kami sarankan untuk betul-betul memetakan permasalahan yang ada. Dan segera saja kita bergerak dengan kewenangan kita masing-masing. Entah itu di Pertamina, di listrik, di jalan, di bidang kesehatan, dan lain-lain,” tandasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, dan sejumlah pejabat terkait lainnya.

Puspen Kemendagri

Aristono

Tinjau Lokasi Terparah, Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Dampak Gempa

0

 

Media istana.Com

Senin, 17 Agustus 2026

Manggarai Timur – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ia sampaikan usai meninjau kerusakan akibat gempa dan berdialog dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

Khusus rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.

“Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujar Mendagri.

Oleh karena itu, Mendagri mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.

“Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat,” terangnya.

Mendagri menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN. Kendati demikian, ia menyebut Kecamatan Lamba Leda Utara menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Ia pun mendorong agar bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur diprioritaskan ke wilayah tersebut.

“Akan kita sampaikan untuk mendorong semua bantuan yang di Manggarai Timur prioritaskan daerah ini,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelum peninjauan lapangan, Mendagri memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi terdampak gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Puspen Kemendagri

Aristono

0

 

Tinjau Lokasi Terparah, Mendagri Minta Pemda Percepat Pendataan Dampak Gempa

MEDIAISTANA.COM

 

Senin,17 Agustus 2026

Manggarai Timur – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) mempercepat pendataan dampak bencana di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini ia sampaikan usai meninjau kerusakan akibat gempa dan berdialog dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, NTT, Senin (17/8/2026).

Khusus rumah, Mendagri memastikan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) serta Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) setempat.

“Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,” ujar Mendagri.

Oleh karena itu, Mendagri mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat. Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.

“Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat,” terangnya.

Mendagri menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN. Kendati demikian, ia menyebut Kecamatan Lamba Leda Utara menjadi wilayah yang terdampak paling parah akibat gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026, pagi. Ia pun mendorong agar bantuan untuk Kabupaten Manggarai Timur diprioritaskan ke wilayah tersebut.

“Akan kita sampaikan untuk mendorong semua bantuan yang di Manggarai Timur prioritaskan daerah ini,” tutupnya.

Sebagai informasi, sebelum peninjauan lapangan, Mendagri memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.

Kehadiran Mendagri merupakan tindak lanjut arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk meninjau lokasi terdampak gempa sekaligus mempercepat penanganan bencana di NTT. Hal tersebut merupakan wujud kehadiran negara di tengah masyarakat terdampak bencana.

Puspen Kemendagri

Aristono