Beranda blog Halaman 40

SEBUAH KEBANGGAAN BUAT KAB. MAMASA MENERIMA INDIKASI GEOGRAFIS YAITU KOPI ARABIKA DAN ROBUSTA. 

0

MAMASA -Media Istana, Com. Terkait keterangan kepala badan pendapatan daera (bapeda) Demmaelo’ S. Sos. M,si saat awak media ini temui di ruang kerjanya mengatakan Mamasa kembali mencatat langkah penting dalam pengembangan komoditas unggulan daerah. Kopi Arabika dan Kopi Robusta asal Kabupaten Mamasa resmi menerima Indikasi Geografis (IG) sebagai bentuk pengakuan atas karakteristik, kualitas, dan keunikan kopi yang dihasilkan dari wilayah Mamasa. Senin 17/08/2026

Penerimaan Indikasi Geografis tersebut menjadi momentum strategis bagi Pemerintah Kabupaten Mamasa bersama para petani dan pelaku usaha kopi untuk semakin meningkatkan kualitas, daya saing, serta nilai ekonomi kopi Mamasa di tingkat nasional maupun internasional ,,, “Ujarnya

Momentum bersejarah tersebut selanjutnya akan dilaunching secara resmi pada 17 Agustus 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Mamasa ,,,,,” Pasalnya

Launching IG Kopi Arabika dan Robusta Mamasa diharapkan menjadi tonggak baru dalam pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kopi yang selama ini menjadi salah satu potensi unggulan masyarakat Mamasa ,,, “Ungkapnya

Dengan adanya Indikasi Geografis, Kopi Mamasa diharapkan semakin memiliki identitas dan perlindungan hukum, sekaligus membuka peluang yang lebih besar bagi peningkatan harga dan kesejahteraan petani. Selain itu, pengakuan tersebut diharapkan mampu memperkuat promosi Kopi Mamasa sebagai produk unggulan daerah yang memiliki cita rasa dan karakter khas ,,,,”Pasalnya

Pemerintah Kabupaten Mamasa berkomitmen untuk terus mendorong sinergitas antara pemerintah, petani, kelompok tani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kualitas serta keberlanjutan produksi kopi Mamasa ,,,,” Ucapnya

“Launching Indikasi Geografis Kopi Arabika dan Robusta Mamasa pada momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi kebanggaan bersama dan sekaligus menjadi langkah nyata untuk mengangkat potensi lokal menuju pasar yang lebih luas.” ,,katanya

Dengan semangat kebersamaan untuk mewujudkan Mamasa menuju Mamase, Kopi Mamasa diharapkan semakin dikenal, semakin bernilai, dan mampu memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat dan petani kopi di Kabupaten Mamasa ,,, “Ujarnya

Selamat atas Indikasi Geografis Kopi Arabika dan Robusta Mamasa.

Dari Mamasa untuk Indonesia dan dunia ,,,,,”Ucap demmaelo’ dgn penuh kebanggaan.

(Nurdin).

 

(Nurdin).

Pemkab Agam Perkuat Layanan Publik, Bupati Benni Warlis Luncurkan Layanan Darurat 112 di Momen HUT RI

0

AGAM, MEDIA ISTANA – Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik dan perlindungan masyarakat. Di sela-sela rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Bupati Agam Benni Warlis secara resmi meluncurkan layanan 112 Panggilan Darurat Kabupaten Agam.

Layanan darurat ini dihadirkan sebagai wujud komitmen nyata pemerintah daerah dalam memperkuat sistem respons cepat terhadap berbagai kondisi kedaruratan yang dihadapi warga.

Melalui nomor tunggal ini, masyarakat kini memiliki akses yang jauh lebih mudah dan cepat untuk mendapatkan pertolongan darurat yang melibatkan sinergi antara pemerintah daerah serta unsur instansi terkait.

​”Hadirnya layanan panggilan darurat 112 ini diharapkan mampu memangkas birokrasi penanganan darurat, sehingga masyarakat bisa mendapatkan bantuan dengan cepat dan tepat saat menghadapi situasi krisis,” ujar Bupati Benni Warlis dalam keterangannya.

​Perayaan Hari Kemerdekaan di Kabupaten Agam tahun ini memang dirancang tidak sekadar menjadi seremoni seremonial belaka, melainkan momentum untuk menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat luas.

​Selain meluncurkan infrastruktur pelayanan publik berbasis digital dan respons cepat tersebut, rangkaian acara HUT RI ke-81 di Agam juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada 227 Aparatur Sipil Negara (ASN).

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi mendalam atas dedikasi serta panjangnya masa pengabdian para ASN dalam melayani masyarakat Agam.

​Bagi Pemerintah Kabupaten Agam, momentum kemerdekaan tahun ini bertransformasi menjadi ruang ganda: menghargai para abdi negara yang telah lama mendedikasikan diri, sekaligus mempertegas tekad pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan publik yang semakin cepat, mudah, dan responsif bagi seluruh warga. (*)

PKL GOR GONDRONG — TERSTRUKTUR YANG DILINDUNGI KEKUASAAN Oknum KORDINATOR

0

MEDIAISTANA.COM – TANGERANG – Warga Cipondoh & Sekitar GOR Gondrong
Tanggal: 18 Agustus 2026
Gaya: Laporan Investigasi — Siaran Berita Televisi Nasional

Sehari setelah seluruh negeri merayakan kemerdekaan ke-81, di GOR Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang — kemerdekaan itu terasa seperti lelucon buruk. Di sini, yang merdeka bukan rakyat — yang merdeka adalah pelanggar hukum. Yang berkuasa bukan pemerintah — yang berkuasa adalah koordinator PKL yang tak tersentuh. Yang dilindungi bukan fasilitas umum — yang dilindungi adalah bisnis pungutan liar yang berjalan terang-terangan di depan mata aparat!

Ini bukan sekadar soal banyak pedagang kaki lima. Ini bukan sekadar soal sampah dan kemacetan. Ini adalah sistem pelanggaran hukum yang dirancang, dikelola, dan dijaga — entah oleh siapa. Dan yang paling menyakitkan: aparat yang seharusnya menegakkan hukum justru terlihat menjadi penonton, bahkan bagian dari pertunjukan itu.

FAKTA DI LAPANGAN: SANDIWARA YANG TERBUKTI

Mari kita lihat jejak yang semua orang lihat, tapi semua pihak berusaha tutup mata:

– 7 April 2026: Camat Cipondoh keluarkan Surat Edaran. Keras. Tegas. Larangan berdagang di kawasan GOR Gondrong. Warga berpikir: akhirnya ada yang berani.
– Mei 2026: Tiga kali sosialisasi. Spanduk dipasang. Petugas datang-datang. Semuanya terlihat serius.
– 9 Juni 2026: OPERASI PENERTIBAN. Satpol PP datang. Petugas kecamatan datang. Truk pengangkut barang ada di sana. Kamera berkedip. Foto diambil. Laporan dibuat: “Kawasan telah bersih, kembali ke fungsi semula.” Pencitraan sempurna.
– Juli 2026: PKL kembali. Tidak diam-diam. Tidak malu-malu. Mereka kembali dengan susunan yang sama, bahkan lebih banyak. Seolah mereka tahu: “tidak apa-apa, mereka tidak akan berbuat apa-apa.”
– Awal Agustus 2026: Satpol PP datang lagi. Warga berharap. Tapi apa yang terjadi? Turun, berdiri, foto, lalu pergi. Tidak satu meja pun diangkut. Tidak satu orang pun ditindak. Mereka datang hanya untuk memastikan warga melihat mereka datang — lalu pergi membiarkan kekacauan berlanjut.
– 17 Agustus 2026, HUT RI ke-81: Saat bendera diturunkan, GOR Gondrong sudah berubah menjadi pasar liar yang lebih besar dari sebelumnya. Jalan tertutup. Trotoar hilang. Saluran air tersumbat. Sampah menumpuk. Bau busuk menyengat. Ini bukan lagi semrawut — ini wilayah kekuasaan mereka.

TEMUAN INVESTIGASI: INI BUKAN KEBETULAN — INI DIPERBENARKAN

Dari catatan warga, dari bisikan pedagang yang takut bicara terbuka, dari pola yang berulang terus-menerus — muncul gambaran yang mengerikan:

Ada koordinator. Ada sistem. Ada perlindungan.

– PKL tidak kembali secara acak. Mereka kembali beraturan, tahu persis tempat mereka, tahu kapan aparat datang, tahu kapan aparat pergi. Siapa yang mengatur mereka? Siapa yang memberi informasi itu?
– Pedagang melaporkan adanya pungutan rutin. “Uang jaga”. “Uang izin”. Bayar, boleh berdagang. Tidak bayar, diusir — bukan oleh warga, tapi oleh sesama pedagang yang diatur koordinator. Di mana uang itu pergi? Siapa yang menerimanya?
– Setiap kali operasi akan dilakukan, PKL sudah tahu duluan. Mereka menyingkir sebentar, lalu kembali tepat saat aparat berbalik badan. Ini bukan kebetulan. Ini bocoran. Ini pengkhianatan dari dalam tubuh aparat sendiri.
– Penertiban selalu hanya menyasar pedagang kecil. Koordinator tidak pernah tersentuh. Oknum yang diduga terlibat tidak pernah diselidiki. Mengapa? Apakah mereka terlalu kuat? Apakah mereka punya koneksi yang tidak boleh disentuh?

KAMI BERTANYA — DENGAN LANTANG, DI DEPAN SELURUH NEGARA

Kepada Pemkot Tangerang

Di mana kalian? Kalian membuat peraturan, kalian mengumumkan rencana, kalian menerima gaji dari uang pajak rakyat. Tapi saat peraturan kalian diinjak-injak di depan hidung kalian sendiri — kalian diam saja. Apakah Perda hanya untuk dipajang di lemari? Apakah jabatan hanya untuk foto dan upacara? Apakah kalian tidak berani menegakkan hukum karena takut pada siapa yang melindungi bisnis kotor ini?

Kepada Camat Cipondoh

Pak Camat, di mana ketegasan Bapak? Surat edaran Bapak masih segar di ingatan kami. Bapak memimpin penertiban itu sendiri. Lalu begitu Bapak pergi, semuanya hancur kembali. Apakah tugas Bapak hanya mengeluarkan surat dan ikut acara? Apakah Bapak tidak mampu — atau tidak berani — menjaga hasil kerja sendiri? Atau apakah Bapak tahu sesuatu yang tidak kami ketahui — dan diam karena takut?

Kepada Satpol PP

Di mana kekuatan kalian? Kalian berseragam. Kalian dilengkapi kekuasaan. Kalian dilatih untuk menegakkan ketertiban. Tapi di GOR Gondrong, kalian terlihat seperti turis yang sekadar mampir. Datang, berdiri, foto, pergi. Tidak ada tindakan. Tidak ada keberanian. Mengapa? Apakah tangan kalian terikat? Atau apakah kalian juga mendapat bagian dari pungutan liar itu? Jangan beri kami alasan soal kurang personel. Masalahnya bukan jumlah — masalahnya adalah kejujuran yang sudah hilang dari diri kalian.

TUNTUTAN WARGA: SEDERHANA, TEGAS, DAN BERMAKNA

Kami tidak menuntut hal yang mustahil. Kami menuntut hal yang seharusnya sudah menjadi kewajiban kalian:

1. Tindak tegas koordinator PKL dan oknum yang diduga melindungi. Jangan hanya tangkap pedagang kecil yang terdesak. Cari siapa yang mengatur, siapa yang mengumpulkan uang, siapa yang memberi informasi sebelum operasi. Seret mereka ke pengadilan — tidak peduli siapa mereka, tidak peduli jabatan apa yang mereka pegang.
2. Tertibkan PKL secara tegas dan permanen. Bersihkan GOR Gondrong. Jaga. Patroli. Jika perlu — jaga 24 jam selama berbulan-bulan sampai mereka berani tidak kembali. Jangan lagi main sandiwara: datang saat ada kamera, hilang saat kamera pergi.
3. Kembalikan fasilitas umum seperti semula. GOR Gondrong dibangun dengan uang rakyat untuk rakyat. Bukan untuk pasar liar. Bersihkan sampah, bongkar lapak, pulihkan fasilitas. Kembalikan tempat ini menjadi milik seluruh masyarakat — bukan milik sekelompok orang yang merampok hak publik.
4. Proses hukum laporan pungutan liar sekarang. Buka kasus ini. Bentuk tim yang transparan. Lindungi pedagang yang berani melapor. Siapa pun yang terbukti memungut uang secara ilegal — proses hukum. Jangan tutup mata. Jangan tutup kasus.

PESAN TERAKHIR: KAMI BUKAN MUSUH — KAMI ADALAH TUAN RUMAH

Dan satu hal lagi yang harus kalian pahami: Warga bukan musuh pemerintah. Kami bukan manuver politik. Kami bukan pihak yang ingin menyulitkan.

Kami adalah rakyat. Kami adalah pembayar pajak. Kami adalah alasan kalian duduk di kursi jabatan itu. Masyarakat berada di atas segalanya. Pemerintah adalah pelayan masyarakat — bukan penguasa yang bisa mengabaikan keinginan rakyat.

Jangan perlakukan kami sebagai lawan. Jangan anggap aspirasi kami sebagai gangguan. Dengarkan kami. Jalankan apa yang kami minta. Karena itu bukan permintaan — itu hak kami. Dan itu tugas kalian.

Jika kalian tidak mampu melakukannya — katakanlah dengan jujur. Mundur. Dan berikan tempat kepada mereka yang berani, yang jujur, yang benar-benar mengabdi pada rakyat, bukan pada kepentingan pribadi dan kelompok.

GOR Gondrong bukan milik PKL. Bukan milik koordinator. Bukan Milik Oknum Yang Melindungi. GOR adalah Milik Publik

Disampaikan atas nama warga Cipondoh dan masyarakat sekitar GOR Gondrong
18 Agustus 2026 — Hari di mana kemerdekaan dirayakan, tapi keadilan masih harus diperjuangkan

Pemkab Agam Luruskan Informasi, Temuan LHP BPK Terkait Pengadaan Kain Sarung Telah Ditindaklanjuti

0

Kab. Agam, Mediaistana.com — Pemerintah Kabupaten Agam melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) akhirnya mengeluarkan klarifikasi dengan meluruskan informasi secara terbuka kepada seluruh insan pers serta lembaga media massa, Senin 17 Agustus 2026.

Klarifikasi resmi yang ditandatangani oleh Pejabat Kabag Kesra saat ini Zufren, M.Pd,. tersebut Ialah langkah menyusul adanya sejumlah pemberitaan publik terkait proses pengadaan dan pendistribusian 6.000 kain sarung yang dinilai memuat informasi belum lengkap serta berpotensi menimbulkan persepsi keliru di tengah masyarakat.

​Dalam rilis resmi yang dikeluarkan di Lubuk Basung ini, Pemkab Agam menegaskan bahwa narasi yang menyebutkan adanya keharusan menindaklanjuti rekomendasi BPK dan memulihkan potensi keuangan negara dalam waktu 60 hari perlu diluruskan.

Dijelaskan, Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat Nomor 58/LHP/DJPKN-V.PDG/PPD.03/12/2025, rekomendasi yang diberikan hanya bersifat administratif saja.

Fakta dan Tindak Lanjut Pemkab Agam

​Dalam memberikan informasi yang transparan, objektif, dan berimbang kepada masyarakat luas, Bagian Kesra Kabupaten Agam membeberkan fakta-fakta penanganan di lapangan sebagai berikut.

Tentang ​Penyetoran Kelebihan Pembayaran. Terkait temuan kelebihan pembayaran belanja barang untuk dijual atau diberikan kepada masyarakat/pihak ketiga, Bagian Kesra telah menindaklanjutinya secara nyata dengan melakukan penyetoran dana sebesar Rp142.575.161,00 ke Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).

Selanjutnya, ​tentang Penyelesaian Sebelum LHP Terbit. Penyetoran dana ke RKUD tersebut bahkan telah diselesaikan pada tanggal 31 Desember 2025, jauh sebelum LHP BPK tersebut resmi diterbitkan.

Seterusnya, ​Tuntasnya Rekomendasi Administratif. Seluruh rekomendasi BPK mulai dari instruksi kepada PPK dan PPTK agar mempedomani ketentuan yang berlaku, peningkatan kecermatan verifikasi dokumen pertanggungjawaban oleh PPK-Setda, hingga pemberian sanksi kepada pihak ketiga (Direktur CV.AJ), telah ditindaklanjuti sepenuhnya dalam batas waktu yang ditentukan.

Komitmen Kemitraan dengan Insan Pers

​Pemerintah Kabupaten Agam menyatakan sangat menghormati kebebasan pers serta memahami peran strategis media massa sebagai sarana kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

​Kendati demikian, melalui rilis terbuka ini, Pemkab Agam mengimbau agar setiap informasi yang disebarluaskan kepada masyarakat senantiasa didasarkan pada fakta yang akurat, berimbang, serta mengedepankan konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.

Sekali lagi disampaikan bahwa langkah klarifikasi ini diambil sebagai wujud tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga agar informasi publik mengenai penyelenggaraan pemerintahan dapat dipahami secara utuh. (*)

Penjualan Obat Keras Golongan G di Tanah Abang pertanyakan viral atau Bongkar.

0

Mediaistana.comJAKARTA, (Senin 17 Agustus 2026) — Tanah Abang dikenal sebagai pusat perdagangan fashion dan tekstil. Namun, kawasan ini kini ikut disorot terkait dugaan peredaran obat keras daftar G.

Belum lama ini, organisasi masyarakat mendeklarasikan gerakan pemberantasan obat keras terbatas. Langkah tersebut mendapat apresiasi, tetapi sekaligus memunculkan pertanyaan: apakah penindakan hanya menyasar penjual, atau juga membongkar pemasoknya?

Informasi yang beredar menyebut nama “Degam” dan “Rere” sebagai nama samaran yang diduga berkaitan dengan jaringan pemasok. Informasi tersebut masih perlu diverifikasi dan dikonfirmasi kepada aparat penegak hukum maupun pihak yang disebut.

Masyarakat tidak hanya ingin melihat penjual di jalan ditangkap. Publik menunggu siapa distributor yang memasok barang tersebut dan bagaimana barang itu bisa beredar.

Jika benar ada jaringan, aparat diharapkan mengusut dari hulu hingga hilir: siapa pemasoknya, dari mana barang diperoleh, bagaimana distribusinya, dan siapa yang menikmati keuntungannya.

Pertanyaan lain juga mencuat: apakah pemberantasan dilakukan karena kasus viral, atau benar-benar berdasarkan penegakan hukum yang konsisten?

Publik kini menunggu tindakan nyata. Jangan hanya berhenti pada penjual. Bongkar pula distributornya.(Red)

Aliansi Jurnalis Bersatu Kobarkan Semangat Merah Putih, Andi Mulyati Pananrangi, SE: Dirgahayu RI ke-81

0

JAKARTA, Mediaistana.com — Semangat persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air kembali digaungkan Aliansi Jurnalis Bersatu (AJB) dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Ketua Aliansi Jurnalis Bersatu, Andi Mulyati Pananrangi, SE, bersama jajaran dan keluarga besar AJB menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 kepada seluruh masyarakat Indonesia.

“Selamat HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Mari kita terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta mengisi kemerdekaan dengan karya dan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara,” ujar Andi Mulyati Pananrangi,SE.

Menurutnya, kemerdekaan bukan sekadar perayaan seremonial setiap 17 Agustus. Kemerdekaan merupakan amanah yang harus terus dijaga melalui persatuan, kepedulian sosial, profesionalisme, serta kontribusi nyata di tengah masyarakat.

Sebagai organisasi yang menaungi insan pers, AJB juga menegaskan komitmennya untuk terus menjunjung tinggi profesionalitas jurnalistik, menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang, serta menjadi bagian dari upaya mencerdaskan kehidupan bangsa.

Momentum HUT RI ke-81, lanjut Andi, menjadi pengingat bahwa keberagaman Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus dirawat bersama,“Berbeda bukan alasan untuk terpecah,Justru dari keberagaman itulah Indonesia menjadi kuat,Mari kita jadikan kemerdekaan sebagai energi untuk terus berkarya, bersatu dan membangun Indonesia yang lebih maju,” tegasnya.

AJB berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi momentum untuk mempererat persaudaraan seluruh elemen masyarakat sekaligus membangkitkan optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan bangsa.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Indonesia Tangguh, Indonesia Bersatu, Indonesia Maju.

Aliansi Jurnalis Bersatu — Bersatu dalam Pers, Berkarya untuk Negeri.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan Seto Apriyadi Hadiri HUT ke-81 RI di Batalyon Kavaleri 09/SDK

0

mediaistana.com

Tangsel, 17 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, menghadiri Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih yang dilaksanakan di Batalyon Kavaleri 09/SDK, Senin (17/08).

Seto Apriyadi hadir bersama rombongan dalam suasana penuh semangat kebangsaan. Kehadiran rombongan Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan menuju lokasi upacara dilakukan secara beriringan dengan menggunakan kendaraan taktis berupa tank milik TNI Angkatan Darat, menambah nuansa khidmat sekaligus semarak dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI.

Upacara pengibaran Bendera Merah Putih tersebut dipimpin oleh Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, selaku pembina upacara. Turut hadir Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, Sekretaris Daerah Kota Tangerang Selatan, Bambang Noertjahyo, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Tangerang Selatan.

Momentum peringatan kemerdekaan ini menjadi kesempatan untuk kembali meneguhkan semangat persatuan, nasionalisme, serta komitmen seluruh elemen pemerintahan dalam memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan daerah.

Kepala Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan, Seto Apriyadi, menyampaikan bahwa peringatan HUT Kemerdekaan RI bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara.

“Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum bagi kita untuk kembali menumbuhkan semangat nasionalisme dan memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kemerdekaan harus kita isi dengan kerja nyata, integritas, dan pengabdian sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita masing-masing,” ujar Seto Apriyadi.

Ia menambahkan bahwa semangat kebersamaan dan sinergi antarlembaga merupakan bagian penting dalam mewujudkan pelayanan pemerintahan yang semakin baik bagi masyarakat, khususnya di Kota Tangerang Selatan.

Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Pertanahan Kota Tangerang Selatan berkomitmen untuk terus menjaga semangat pengabdian serta meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan bagi masyarakat.

(Rafiqi)

Merdekaria 2026 di Dufan: Enam Lomba Kemerdekaan Bikin Pengunjung Larut dalam Semangat Merah Putih

0

JAKARTA, Mediaistana.Com — Semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menggema di kawasan Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Senin (17/8/2026),Melalui gelaran “Merdekaria: The People’s Celebration”, suasana kemerdekaan tidak hanya hadir melalui hiburan, tetapi juga lewat berbagai perlombaan rakyat yang mengundang tawa, antusiasme dan semangat kebersamaan pengunjung.

Salah satu titik keramaian berada di Dunia Fantasi (Dufan), Pada momentum 17 Agustus, Dufan mengemas perayaan kemerdekaan dengan Parade Special Kemerdekaan serta enam kategori lomba yang melibatkan berbagai kelompok usia.

Enam perlombaan tersebut menjadi magnet tersendiri bagi pengunjung, Pesertanya tidak terbatas pada anak-anak, tetapi juga melibatkan kalangan dewasa hingga ibu-ibu,Suasana kompetisi pun berlangsung meriah karena setiap peserta berlomba menunjukkan kreativitas, kecepatan, ketangkasan dan kekompakan.

Berbagai hadiah menarik turut disiapkan untuk menambah semarak perlombaan,Pada sejumlah kategori, hadiah utama berupa tiket rekreasi menjadi daya tarik tersendiri bagi para peserta.

Salah satu lomba menghadirkan tantangan memindahkan bendera,Peserta dituntut bergerak cepat sekaligus menjaga ketelitian agar dapat menyelesaikan tantangan dengan baik.

Juara pertama mendapatkan hadiah tiket SeaWorld untuk dua orang,
Kemudian terdapat lomba merangkai kata yang menguji kreativitas dan kekompakan peserta, Juara pertama dalam kategori beregu beranggotakan empat orang mendapatkan tiket rekreasi yang mencakup SeaWorld, Samudra, Atlantis dan Dunia Fantasi.

Keseruan berikutnya datang dari lomba pancing. Peserta dituntut memiliki ketepatan dan kesabaran untuk menyelesaikan tantangan,Juara pertama memperoleh satu tiket SeaWorld untuk dua orang.

Tak kalah mengundang gelak tawa, lomba tiup benang juga menjadi bagian dari kemeriahan, Permainan sederhana tersebut justru mampu menciptakan suasana penuh kegembiraan karena peserta harus mengandalkan teknik, konsentrasi dan ketepatan dalam menyelesaikan tantangan.

Kemeriahan semakin terasa karena perlombaan terbuka bagi berbagai kalangan,Anak-anak ikut menunjukkan keberanian, peserta dewasa tampil kompetitif, sementara ibu-ibu juga tidak mau kalah dalam mempertahankan semangat juang hingga perlombaan berakhir.

Bagi pengunjung, kehadiran lomba-lomba tradisional tersebut memberikan pengalaman berbeda, Mereka bukan hanya menikmati wahana rekreasi, tetapi juga dapat ikut merasakan atmosfer pesta rakyat dalam suasana HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Di sisi lain, kemeriahan di Dufan menjadi bagian dari rangkaian besar Merdekaria 2026 yang digelar Ancol di berbagai kawasan, Jika Dufan menghadirkan parade dan aneka lomba, kawasan Pantai Beach Pool menjadi lokasi Panjat Pinang Kolosal dengan 50 pohon pinang dan 100 tim atau regu yang ikut berkompetisi.

Perbedaan lokasi dan bentuk kegiatan tersebut justru memperlihatkan satu pesan yang sama: kemerdekaan dapat dirayakan dengan kegembiraan, sportivitas dan kebersamaan.

Enam kategori lomba di Dufan menjadi bukti bahwa permainan rakyat masih memiliki daya tarik kuat di tengah perkembangan hiburan modern,Dari anak-anak hingga orang dewasa, semuanya dapat mengambil bagian dalam perayaan tanpa memandang usia.

Merdekaria 2026 akhirnya bukan sekadar pesta hiburan,Ia menjadi ruang bagi masyarakat untuk tertawa bersama, berkompetisi secara sportif dan merasakan kembali semangat gotong royong yang menjadi bagian penting dari identitas bangsa.

Dari wahana Dufan hingga Pantai Beach Pool, semangat merah putih hadir dalam berbagai bentuk. Bendera berkibar, perlombaan berlangsung, hadiah diperebutkan, dan masyarakat bersuka cita.

Kemerdekaan dirayakan dengan gembira,Kebersamaan menjadi kekuatan, Dan gotong royong kembali menjadi juara.

Pimpin Upacara Penurunan Bendera, Kapolres Probolinggo Ajak Jaga Semangat Kemerdekaan

0

Probolinggo, Mediaistana.com
Kapolres Probolinggo AKBP Asmida Rizki Siregar S.I.K, M.I.S memimpin Upacara Penurunan Bendera Merah Putih dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Alun-alun Kraksaan, Kabupaten Probolinggo, Senin (17/8/2026).

Upacara berlangsung khidmat dan tertib. Penurunan Sang Saka Merah Putih menjadi puncak penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan Indonesia.

Dalam amanatnya, Kapolres menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas upacara. Kedisiplinan dan kekompakan menjadi kunci kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

Terima kasih dan apresiasi kepada seluruh petugas yang telah melaksanakan tugas dengan baik, sehingga seluruh rangkaian upacara dapat berjalan aman, tertib, dan khidmat, ujarnya.

Ia berharap peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme dan persatuan.

Semoga semangat kemerdekaan ini terus kita jaga dan menjadi motivasi bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan situasi Kabupaten Probolinggo yang aman, nyaman, dan kondusif, ungkapnya.

Upacara tersebut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Probolinggo, jajaran TNI-Polri, aparatur pemerintah daerah, serta peserta upacara lainnya.

Sinergi TNI-Polri, Pemerintah, dan Masyarakat Semarakkan HUT RI ke-81

0

SEMANGAT KEMERDEKAAN, HUT RI KE-81 DI IDI TUNONG BERLANGSUNG MERIAH

 

ACEH TIMUR —mediaistana.com

Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Kecamatan Idi Tunong, Kabupaten Aceh Timur, berlangsung khidmat, tertib, dan sukses. Kekompakan seluruh unsur yang terlibat menjadi kunci kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.

 

Dalam upacara tersebut, Adnan, S.Ag. bertindak sebagai Inspektur Upacara. Kapten Inf. Noverlan dan Ipda Saiful Bahri turut memberikan arahan dalam memastikan kesiapan dan ketertiban pelaksanaan upacara.

 

Usai upacara, Aftahurriza, S.P. turut memberikan arahan di sela-sela kegiatan sebagai bentuk evaluasi sekaligus apresiasi atas suksesnya pelaksanaan acara.

 

Ketua Forum Keuchik Kecamatan Idi Tunong, Syukri, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dan berkontribusi menyukseskan peringatan HUT RI ke-81.

 

«“Terima kasih atas kerja sama dan kekompakan semua pihak. Berkat kebersamaan, seluruh rangkaian acara dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” ujar Syukri.»

 

Dalam kepanitiaan, Ibnu Sakda berperan sebagai sekretaris, Taufik Riza, S.Kom. turut mendukung pelaksanaan kegiatan, sedangkan Ridwan, S.H. bertugas pada seksi upacara.

 

Sementara itu, Sayed Nabawi bertugas sebagai Perwira Upacara dan Peltu Boby Jaya Dilaga bertindak sebagai Komandan Upacara. Keduanya turut berperan penting dalam memastikan pelaksanaan upacara berlangsung tertib, disiplin, dan sesuai susunan acara.

 

Ketua Forum Keuchik menilai suksesnya kegiatan tersebut merupakan hasil sinergi pemerintah kecamatan, TNI-Polri, Forum Keuchik, panitia, serta masyarakat.

 

Peringatan HUT RI ke-81 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, menjaga keamanan dan ketertiban, serta meningkatkan semangat gotong royong masyarakat Kecamatan Idi Tunong.

 

Kompak dalam pelaksanaan, kuat dalam kebersamaan. Semangat HUT RI ke-81 menjadi momentum untuk terus menjaga persatuan dan perdamaian Aceh.