Beranda blog Halaman 655

Book Review : Leo Wattimena Sang Pemberani

0

Oleh: Dr.M.J. Latuconsina,S.IP, MA
Staf Dosen Fisipol Universitas Pattimura

Mendahului meminjam ungkapan Robert Green Ingersol (1883-1899), seorang penulis Amerika bahwa, “dia mencintai negaranya yang terbaik, yang berusaha untuk menjadikannya yang terbaik.” Qoutes ini tidak saja beberapa katanya mirip dengan judul dari biografi Marsekal Muda (Marsda) TNI Purn. Leonardus Williem Johanes Wattimena (1927-1976), tapi serupa dengan sosok perwira tinggi (Pati) berdarah Ambon-Manado ini yang mencintai negaranya, dimana tampil terbaik dari yang terbaik di beberapa front pertempuran udara dari Sumatera, Sulawesi hingga Papua Barat, yang selalu menuai sukses.
***
Buku biografi dengan judul : “Leo Wattimena Jadilah Yang Terbaik Dari Yang Terbaik,” yang ditulis mantan wartawan senior Harian Kompas James Luhulima setahun yang lalu tersebut, tentu menarik. Pasalnya menambah wawasan histografi kita tentang sosok Leo Wattimena, yang memiliki peran besar dalam dunia penerbangan militer kita melalui Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) dalam mengintegrasikan wilayah Indonesia, baik itu terhadap sesama anak bangsa dan terhadap kolonialisme Belanda, yang hendak bercokol di ujung timur republik ini.

Atas dedikasinya yang penuh dengan keberanian dan ketabahan tekadnya sebagai seorang prajurit yang melebihi panggilan kewajiban dalam operasi militer diberbagai front tersebut, Leo Wattimena kemudiab diganjar Bintang Sakti, suatu tanda kehormatan yang diberikan Pemerintah Republik Indonesia kepadanya.

Secara umum Leo Wattimena dikenal sebagai orang yang berani, memiliki prinsip yang kuat, ulet, disiplin, galak dan sekaligus juga berangsangan, atau istilah sekarang tempramental. Namun, walapun Leo Wattimena dikenal berani dan tempramental, tetapi pada saat menerbangkan pesawat tempur, ia adalah orang yang penuh perhitungan.

Karakternya yang demikian ditunjukannya, dimana dari sekian banyak manuver aerobatik yang dilakukannya, manuver aerobatik yang paling legendaris adalah ketika Leo Wattimena menerbangkan pesawat tempur MIG-17 menyambar dibawah kolong Jembatan Ampera Palembang, Sumatera Selatan yang melintang diatas Sungai Musi.

Ada juga manuver lain yang tidak kalah gilanya, dan tidak kalah bahayanya, yakni ketika Leo Wattimena terbang cepat menyelip diantara tower dan tiang bendera di Pangkalan Angkatan Udara (PAU) Adisucipto, Yogyakarta. Kalau ia terbang straight and level, pasti menabrak. Untuk menghindari terjadinya hal itu, ujung sayap yang satu ditarik Leo Wattimena ke bawah, atau ia menerbangkan pesawat tempurnya dengan kemiringan 90 derajat.

Sejak era Pemerintahan Orde Lama hingga saat ini, tidak saja warga Maluku yang bangga terhadap Leo Wattimena, tapi seluruh warga Indonesia memiliki kebanggan terhadapnya. Sehingga ia dikenal sebagai sosok penerbang legendaris Indonesia. Biografi ini terdiri dari empat bab, diantaranya : 1) Sang Legenda, 2) Jalan Hidup dan Karir, 3) Dikenal oleh Soeharto, Menyelamatkan Dirinya, 4) Pribadi yang “Colourful”.

Rupanya tak selamanya roda pedati selalu di atas, fenomena ini dirasakan Leo Wattimena. Tatkala ia sedang senang miniti karir milternya di AURI, dengan mengemban tugas sebagai Deputi Menteri Panglima Angkatan Udara (Men/Pangau). Namun pada tahun 1969 ia ditunjuk Presiden Soeharto menjadi Duta Besar Republik Indonesia (Dubes RI) untuk Italia. Baginya tugas ini merupakan tindakan pembuangan atau penyingkiran. Dari sinilah merupakan titik akhir karier militernya di AURI, dimana ia kemudian meminta pensiun dini dari AURI pada 15 Agustus 1971 setelah 21 tahun ia mengabdi.

 Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Bersama Polres Aceh Tenggara Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir

0

Mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS Bersama Polres Aceh Tenggara Bantu Warga Bersihkan Rumah Pascabanjir

Aceh Tenggara MEDIA ISTANA COM.Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Angkatan 83/WPS bersama personel Polres Aceh Tenggara dan masyarakat Kabupaten Aceh Tenggara melaksanakan kegiatan bakti sosial berupa pengabdian kepada masyarakat di Desa Penungkunan dan SMA 1 Ketambe Desa Lak-Lak Kecamatan Ketambe, Kabupaten Aceh Tenggara. 11 Februari 2026

Kegiatan bakti sosial tersebut difokuskan pada bantuan kemanusiaan bagi warga yang terdampak banjir, dengan membantu membersihkan rumah-rumah masyarakat dari sisa material banjir seperti lumpur, sampah, serta puing-puing yang terbawa arus. Seluruh peserta kegiatan tampak bergotong royong dan bahu-membahu dalam mempercepat proses pemulihan lingkungan permukiman warga.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini dipimpin langsung oleh Perwira Pendamping Kombes Pol. Muhammad Ali, S.H., S.I.K., M.M., yang turut turun ke lapangan bersama mahasiswa STIK Angkatan 83/WPS dan personel Polres Aceh Tenggara untuk memberikan semangat serta memastikan kegiatan berjalan dengan baik.

Kapolres Aceh Tenggara AKBP Yulhendri, S.I.K melalaui Subsi Penmas Ipda Patar Erwinsyah Nababan, S.H menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri bersama mahasiswa STIK terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah banjir, sekaligus sebagai sarana mempererat sinergitas antara Polri dan masyarakat.

Masyarakat Desa Penungkunan dan Desa Lak-Lak menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Kehadiran mahasiswa STIK angkatan 83 dan personel Polres Aceh Tenggara dinilai sangat membantu dalam membersihkan rumah warga sehingga dapat kembali ditempati dengan lebih nyaman.

Kegiatan bakti sosial berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, mencerminkan nilai-nilai pengabdian serta kepedulian sosial Polri dan mahasiswa STIK kepada masyarakat pascabencana banjir.

(AS/$E)

Pers Jadi Jendela Informasi Dunia Bagi Banyuwangi

0

Mediaistana.com

 

 

BANYUWANGI – Pemkab dan Polresta Banyuwangi memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026 bersama ratusan insan pers di Banyuwangi, Senin (9/2/2026).

Peringatan HPN diawali dengan tasyakuran sederhana di Gesibu dan dilanjutkan resepsi.

Peringatan HPN 2026 mengusung tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat” dan dihadiri perwakilan pemerintah daerah, kepolisian, serta insan media Banyuwangi dari berbagai organisasi.

Sekretaris Dinas Komunikasi dan Persandian Banyuwangi, Rahmawati Setyoardini, hadir mewakili Pemkab Banyuwangi menyampaikan pandangannya tentang peran pers bagi daerah.

Menurut Dini, pers memiliki peran strategis dalam memperkenalkan Banyuwangi ke masyarakat luas. Dikenal luasnya Banyuwangi di tingkat nasional maupun internasional hingga saat ini tidak lepas dari peran insan pers.

“Pers adalah jendela dunia bagi Banyuwangi. Baik atau buruknya Banyuwangi juga terlihat dari pemberitaan teman-teman media,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah terbuka terhadap kritik dan masukan dari pers sebagai bahan evaluasi untuk Banyuwangi yang lebih baik.

“Kalau ada yang kurang baik, silakan disampaikan ke kami. Tapi yang baik-baik, mohon juga disampaikan ke luar,” pintanya.

Dini berharap insan pers terus bekerja secara profesional dan menjadi penjernih informasi bagi masyarakat.

“Di tengah derasnya informasi, pers harus hadir sebagai penjernih, menyajikan informasi yang faktual, edukatif dan mengibspirasi bagi masyarakat,” tutur dia.

Sementara itu, Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang selama ini menjadi mitra kepolisian.

Teguh menyebut, pers sebagai bagian penting dari demokrasi dan mitra strategis dalam menjaga stabilitas kamtibmas melalui pemberitaan yang bertanggung jawab.

Ia juga mendorong insan pers terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital tanpa meninggalkan prinsip jurnalisme, dengan menyajikan berita faktual yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Mari terus bersinergi menyajikan informasi yang menyejukkan demi terwujudnya Banyuwangi yang aman, damai, dan masyarakat yang sejahtera,” ucap Teguh. (Kevin)

Ngopi Bareng Insan Pers, Polresta Banyuwangi Peringati HPN 2026

0

Mediaistana.com

 

Banyuwangi – Polresta Banyuwangi menggelar tasyakuran dan silaturahmi dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Tahun 2026 dengan konsep ngopi bareng bersama insan pers, bertempat di Hotel Aston Banyuwangi. Senin (9/2/2026)

 

Kegiatan ini mengusung tema nasional “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, sebagai komitmen bersama memperkuat kemitraan strategis antara Polri dan media.

 

Suasana hangat dan penuh keakraban terasa sejak awal kegiatan. Jajaran Polresta Banyuwangi duduk bersama para pimpinan organisasi pers, pimpinan redaksi, dan wartawan dari berbagai platform media, berdiskusi santai namun sarat makna mengenai peran pers di era digital serta kontribusinya dalam menjaga stabilitas daerah.

 

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K., didampingi Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi. Turut hadir Kepala Dinas Kominfo Banyuwangi Ibu Dini, sebagai perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

 

Sejumlah tokoh pers Banyuwangi tampak hadir, di antaranya Ketua PWI Budi Wiriyanto, Ketua IJTI Samsul Arifin, Rumah Kebangsaan Hakim Said, Ketua Seblang Erwin, serta pimpinan berbagai organisasi media lainnya, termasuk Ketua FRN, , IWB, IWOI, PW MOI, KJJT, SMSI, dan Ganesha. Ratusan insan pers memenuhi ruangan Hall Aston Banyuwangi.

 

Dalam sambutannya, Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., yang diwakili Wakapolresta Banyuwangi AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K. menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers atas peran dan kontribusinya dalam mendukung tugas-tugas kepolisian, khususnya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

 

“Selamat Hari Pers Nasional 2026 kepada seluruh rekan-rekan media. Kami berharap pers di Banyuwangi terus menjadi pers yang sehat, yakni pers yang menyajikan informasi akurat, berimbang, edukatif, dan tidak provokatif,” ujar AKBP Teguh dalam sambutannya

 

Wakapolresta juga menegaskan bahwa Polri dan media merupakan mitra strategis yang saling membutuhkan.

 

“Polri dan media adalah dua sisi mata uang. Kami membutuhkan media untuk menyampaikan informasi dan imbauan kamtibmas, sementara masyarakat membutuhkan informasi yang aktual.

 

Sinergitas ini harus terus kita jaga, karena keamanan yang kondusif adalah fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi dan kekuatan bangsa,” tambahnya.

 

Lebih lanjut, AKBP Teguh Priyo Wasono, S.I.K. menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai kontrol dan mengawal kinerja Polri agar terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

“ Kritik yang objektif dan berimbang menjadi pengingat agar Polri bisa berbuat lebih baik dan lebih profesional,” tegasnya.

 

Kegiatan ditutup dengan ramah tamah, ngopi bareng, dan foto bersama sebagai simbol soliditas serta komitmen kebersamaan antara Polresta Banyuwangi dan insan pers dalam menjaga Banyuwangi tetap aman, damai, dan kondusif.(kevin)

Sejumlah Masyarakat Lena Menolak Nasir Loilatu Sebagai Kepala Sekolah Negeri 7 Waesama.

0

Masyarakat Desa Lena, Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, menolak Nasir Loilatu sebagai kepala Sekolah Negeri 7 Waesama.Mereka menuntut agar kepala sekolah yang baru dipilih dari kalangan putra daerah yang lebih layak dan mampu memimpin sekolah tersebut yaitu Jabar Rumawokas.

Masyarakat Desa Lena merasa bahwa Nasir Loilatu, yang berasal dari luar desa Lena yang bukan anak asli Desa Lena tidak sesuai untuk memimpin sekolah tersebut.

“Masih  banyak anak negeri Desa Lena yang layak menjadi kepala sekolah Negeri 7 Waesama, dan kami tidak ingin Nasir Loilatu sebagai kepala sekolah,” kata salah satu warga Desa Lena yang sempat menyampaikan keluhannya melalui rilisan pada whapshapnya

Masyarakat Desa Lena berharap agar pemerintah daerah kabupaten buru selatan memperhatikan aspirasi mereka dan memilih kepala sekolah yang lebih sesuai untuk memimpin SD Negeri 07 Waesama.

Penolakan Nasir Loilatu sebagai kepala Sekolah Desar Negeri 7 Waesama Adalah bagian dari komitmen bersama masyarakat tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda agar anak Negeri tetap menjadi prioritas.

Mereka menuntut agar kepala sekolah yang baru dipilih dari kalangan putra daerah/negeri sendiri yang lebih layak dan mampu memimpin sekolah tersebut serta ada kenyamanan untuk masyarakat Desa Lena.

Sebagaimana amanat Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa, masyarakat desa memiliki hak untuk mengatur dan mengurus kepentingan masyarakat berdasarkan hak asal-usul, adat istiadat, dan nilai sosial budaya masyarakat. Mereka juga memiliki hak untuk memilih, dipilih, dan/atau ditetapkan menjadi kepala desa, perangkat desa, anggota BPD, dan lembaga kemasyarakatan desa

Selain itu, Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan. Pasal 56 ayat (1) menyatakan bahwa masyarakat berhak berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan.

Masyarakat Desa Lena berharap agar pemerintah daerah memperhatikan aspirasi mereka dan memilih kepala sekolah yang lebih sesuai untuk memimpin SD Negeri 07 Waesama. Mereka juga menuntut agar kepala Sekolah harus anak Negeri sendiri dan tidak dari luar.

Dengan demikian, masyarakat Desa Lena menuntut agar hak-hak mereka sebagai warga negara dan masyarakat desa dihormati, dan agar pendidikan di SD Negeri 07 Waesama dapat diselenggarakan dengan baik dan berkualitas.sebagaimana unkapan dalam rilisanya

GEGER DI BADAN GIZI NASIONAL! Ketum Forum PWI DIPRANK Oknum Polisi

0

Mediaistana.com JAKARTA – Sebuah insiden memalukan dan penuh teka-teki mengguncang Badan Gizi Nasional (BGN). Ketua Umum Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (Forum PWI), Rukmana, S.Pd.I., C.PLA., mengaku menjadi korban **”prank” atau penipuan berkedok undangan resmi** dari seorang aparat kepolisian, yang menjerumuskannya dalam pencarian panjang yang berujung sia-sia ke kantor BGN.

Audiensi dengan Brigjen Soni BUBAR JALAN!
“Ada Modus Jalan Tikus dan Dugaan Suap Besar di Balik Program Makan Bergizi Gratis!”

Drama ini bermula dari panggilan telepon WhatsApp IPDA Eko pada Selasa (10/2/2026) pagi, yang mengundang Rukmana dan timnya untuk audiensi dengan Brigjen Pol. Soni, Wakil Kepala BGN, pukul 15.00 WIB. Undangan mendadak itu disambut serius. Rukmana dan tiga rekannya segera berangkat ke Jakarta Pusat, penuh harap akan membongkar skandal besar yang mereka duga menggerogoti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden.

“Kami datang untuk mengungkap dugaan MONOPOLI, SUAP, dan JALAN TIKUS di pendaftaran mitra BGN sehingga rakyat kecil tak kebagian. Ternyata, kami malah dikibuli!” tegas Rukmana dengan suara bergetar.

Sesampai di BGN, keanehan mulai terkuak. Resepsionis, Yazid, mengerutkan kening. “Wah, sampai saat ini tidak ada informasi kepada kami,” katanya. Agenda dengan pejabat tinggi itu ternyata TIDAK TERDAFTAR di sistem penerimaan tamu. Sebuah awal yang sangat mencurigakan.

Kekecewaan berubah menjadi kemarahan saat IPDA Eko, sang penghubung, menghilang. Telepon tidak diangkat, pesan WhatsApp hanya dibaca tanpa balasan. Situasi makin mencekam ketika salah satu anggota tim, Iwan, mengaku mendengar percakapan mengejutkan dari Eko dengan rekan di BGN : “Dari tadi wartawan telepon terus gua nggak angkat-angkat. Eh dia telepon Waka Badan, gua heran kok dia (wartawan) punya nomor Waka Badan.”

“Ini tindakan TIDAK TERPUJI dan sangat TIDAK PROFESIONAL. Apakah kami sengaja dijadikan BOLA-BOLA dalam permainan untuk menutupi sesuatu yang lebih besar?” tanya Rukmana.

Barulah pada pukul 17.00 WIB, Eko muncul dengan alasan klise: Wakil Kepala BGN masih rapat. Pesan yang disampaikan Eko dari Brigjen Soni justru semakin memantik pertanyaan: “Silakan laporkan saja ke aparat penegak hukum.”

“Apakah ini bentuk PELEPASAN TANGGUNGJAWAB? Mengapa BGN seolah tak mau transparan menjawab temuan kami?” sergah Rukmana. Ia lalu membeberkan fakta mengerikan yang mereka gali : Ada anggota Dewan dan anak pejabat yang menguasai 40 hingga 100 titik dapur MBG, sementara rakyat kecil daftar satu pun tak bisa!

“Di mana keadilan sosial? Program Presiden ini sudah SALAH SASARAN!” tandasnya.

Tim yang telah menunggu hingga pukul 20.00 WIB akhirnya pulang dengan tangan hampa dan segudang tanda tanya besar. Prank oleh oknum polisi ini hanyalah puncak gunung es.

PERTANYAAN BESAR YANG MENGGELAYUT :

1. Siapa sebenarnya dalang di balik “prank” audiensi palsu ini? Apakah upaya sistematis untuk MENGHALANGI investigasi Forum PWI?

2. Apa yang begitu ditakutkan sehingga BGN seolah menghindar dari pertemuan?. Benarkah ada MODUS JALAN TIKUS dan SUAP BESAR, dalam pendaftaran mitra MBG seperti yang diungkap Forum PWI?

3. Dimana peran Brigjen Pol. Soni? Mengapa hanya memberikan pesan melalui perantara untuk “melapor ke aparat”, bukan menerima langsung untuk klarifikasi?

4. Apakah Program Makan Bergizi Gratis Presiden sudah DIBAJAK oleh para politisi dan pejabat untuk mengeruk keuntungan?

Insiden ini bukan lagi sekadar salah komunikasi. Ini adalah, PENTAS DRAMA yang memperlihatkan potret buram dan lorong gelap di balik program nasional yang seharusnya menyentuh rakyat paling miskin. Forum PWI bersumpah akan terus mendesak audiensi dan mengusut tuntas dugaan praktik mafia dan korupsi di BGN hingga ke akar-akarnya.

Negara ini butuh jawaban. Rakyat menunggu keadilan. Ada APA sebenarnya di balik tembok BGN?

(Red/ilham)

Pastikan Kesiapan Alat Komunikasi, Kodim 1710/Mimika Ikuti Vicon dengan Komlekdam

0

Pastikan Kesiapan Alat Komunikasi, Kodim 1710/Mimika Ikuti Vicon dengan Komlekdam XVII/Cenderawasih

Jakarta -MEDIA ISTANA Timika – Kodim 1710/Mimika mengikuti kegiatan video conference (vicon) pengecekan materil yang diselenggarakan oleh Komlekdam XVII/Cenderawasih, bertempat di Makodim 1710/Mimika, Rabu (11/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemeriksaan dan pengawasan terhadap kesiapan serta kondisi materil di satuan jajaran Kodam XVII/Cenderawasih guna memastikan seluruh perlengkapan dalam keadaan siap operasional.

Dalam kegiatan tersebut, Kasdim 1710/Mimika Mayor Inf Abdul Munir hadir dan mengikuti jalannya vicon secara langsung, didampingi Pasilog Kodim 1710/Mimika Kapten Inf Agustinus Samba Palangiran. Pengecekan dilakukan secara terpusat melalui vicon untuk memastikan administrasi, data inventaris, serta kondisi fisik materil alat komunikasi dan elektronik sesuai dengan ketentuan dan standar yang berlaku.

Mayor Inf Abdul Munir menyampaikan bahwa melalui kegiatan ini pihaknya memastikan seluruh materil komunikasi yang dimiliki Kodim 1710/Mimika terdata dengan baik, terpelihara secara optimal, serta siap digunakan kapan pun dibutuhkan, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas komando dan pengendalian di wilayah teritorial.

Ia menambahkan bahwa kesiapan alat komunikasi sangat penting dalam menunjang kelancaran koordinasi, baik di tingkat Kodim maupun dengan satuan atas dan instansi terkait. Pemeriksaan secara berkala juga menjadi langkah preventif untuk meminimalisir kendala teknis di lapangan sehingga setiap pelaksanaan tugas dapat berjalan lancar dan efektif terhadap perkembangan situasi. (Pendim 1710/Mimika)

HAMDAN

Polres Tulang Bawang Barat Gelar Kesamaptaan Jasmani Semester 1 Tahun 2026

0

Tulang Bawang Barat l Mediaistana.com – Bag SDM Polres Tubaba, Polda Lampung menggelar test kesamaptaan jasmani (Kesjas) Semester 1 Tahun 2026 yang diikuti oleh Personel Polres Tubaba dan Polsek jajaran di Lapangan Upacara Mapolres Tubaba, Rabu (11/02/2026) Pagi.

Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Sendi Antoni, S.I.K., M.I.K., melalui Kabag SDM Kompol A. Pancarudin, S.H.,M.M, menjelaskan bahwa pelaksanaan tes kesamaptaan jasmani ini dijadwalkan selama 3 (tiga) hari mulai Selasa tanggal 10 Februari 2026 sampai dengan Rabu tanggal 11 Februari 2026 dengan Tujuan untuk mengetahui kesehatan personel Polres Tubaba dan Polsek jajaran serta mengukur kondisi jasmani personil,

“Kabag Sdm Polres Tubaba Kompol A. Pancarudin, S.H.,M.M, mengatakan Kesjas dilaksanakan untuk mengetahui tingkat paerkembangan kondisi kesamaptaan jasmani seluruh pegawai negeri pada Polri.”Ujarnya

“Kegiatan hari kedua dipimpin langsung Wakapolres Tubaba Kompol Zaini Dahlan, S.H., M.H. didampingi Para PJU dan Perwira Polres Tubaba,” kata Kompol A.Pancarudin

Kabag SDM menjelaskan, Kesjas dilaksanakan melalui ujian yang meliputi, lari 12 menit dengan rangkaian item A dan ujian pull up, ujian sit up, ujian push up, serta ujian shuttle run yang merupakan rangkaian ujian B.

“Adapun komponen yang diukur dalam kesamaptaan jasmani yakni point “A” (lari selama 12 menit) adalah daya tahan otot (muscle endurance) dan cardio respriratory (meliputi daya tahan jantung, pernafasan dan peredaran darah).

Sedangkan dalam kesamaptaan jasmani point “B” yang diukur adalah kekuatan dan daya tahan lengan bagian dalam (untuk pull up/chinning), kekuatan dan daya tahan serta fleksibilitas otot perut (untuk sit up), kekuatan daya tahan otot lengan bagian luar (untuk push up) serta kecepatan, kelincahan dan keseimbangan tubuh (untuk shuttle run).

“Pada pelaksanaan Kesjas personel sangat antusias mengikuti kegiatan dan secara keseluruhan dalam kondisi baik,” Ujarnya

Kabag SDM berharap kepada personel Polres Tubaba untuk dapat memanfaatkan Kesjas berkala demi mengetahui kesehatan jasmani masing-masing.

“Kami himbau seluruh personel dapat mengikutinya, sehingga diharapkan personel tetap prima dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.**

*(humas_tubaba)*

SPPG BERAU DICURIGAI BERMASALAH, PEMKAB PERKUAT PENGAWASAN PASCA TEMUAN KETIDAKSESUAIN STANDAR

0

Media Istana, Berau

Beberapa Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi ( SPPG ) yang mengelola Program Makan Bergizi Gratis ( MBG ) di Kabupaten Berau, menjadi sorotan seperti di Kecamatan Sambaliung, setelah adanya laporan dari petugas dan hasil pemantauan yang menunjukkan ketidaksesuaian dengan standar komposisi giI dan higienitas makanan yang ditetapkan pemerintah. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan mengingat kasus keracunan MBG yang terjadi di beberapa daerah lainnya akhir tahun lalu.

Menurut informasi yang di peroleh, beberapa SPPG di Kecamatan Sambaliung dicurigai memiliki sejumlah masalah, antara lain:

* Higienitas yang tidak memenuhi       standar:

Terdapat indikasi pelanggaran Standar Operasional   Prosedur mulai dari tahap   pembelian hingga distribusi.   Beberapa laporan menyebutkan   bahwa bahan makanan dibeli   hingga empat hari sebelum di olah   ( Standar maksimal dua hari ),   penyimpanan bahan tidak   menggunakan peralatan pendingin   yang memadai dan waktu antara  pemasakan hingga distribusi  melebihi batas optimal empat jam.  Bahkan terdapat kasus yang  mencatat makanan dipersiapkan  semalam sebelumnya.

* Komposisi gizi yang tidak   seimbang:

Menu MBG cenderung mengandalkan bahan non lokalseperti wortel dan melon yang tidak diproduksi secara memadai di Berau, sementara komoditas lokal potensial seperti ikan tongkol dan tuna yang produksinya mencapai sekitar 954 ton per tahun ( 89,95 % dari kebutuhan masyarakat ) jarang di gunakan. Selain itu ketersediaan lauk nabati seperti tahu dan tempe juga sangat terbatas karena ketergantungan pada bahan baku kedelai yang hanya tersedia sekitar 12 ton per tahun, jauh dibawah kebutuhan MBG yang mencapai 210 ton per tahun.

* Fasilitas yang belum optimal.

Meskipun sebagian peralatan masak telah memenuhi standar, seperti ditemukan saat kunjungan Bupati Berau Sri Juniarsih Mas ke SPPG Karang Ambun pada September 2025 lalu, masih terdapat beberapa aspek yang perlu disempurnakan, termasuk kebersihan area kerja dan sistem pengelolaan limbah.

KONDISI SPPG DI KECAMATAN SA MBALIUNG.

Kecamatan Sambaliung merupakan salah satu wilayah yang menjadi fokus pembangunan SPPG di Berau. Sebagaimana di Sekda Berau Muhammad Said pada media September 2025 lalu, Pembangunan SPPG di kawasan ini masih dalam tahap proses dan uji coba bersama dengan wilayah Tanjung Redeb dan Teluk Bayur. Namun tantangan utama yang di hadapi adalah ketersediaan air bersih yang belum merata di beberapa kampung seperti Sambaliung, Pegat Bukur dan Rantau Panjang. Kekurangan air bersih berpotensi memengaruhi kebersihan proses pengolahan makanan di SPPG.

Pemkab Berau telah melakukan inspeksi langsung ke beberapa SPPG di wilayah ini dan menemukan beberapa poin yang perlu diperbaiki terkait dengan sistem pengolahan dan kebersihan.

Untuk mengantisipasi terjadinya masalah yang lebih serius, Pemkab Berau mengambil sejumlah kebijakan konkret berupa Kewajiban Sertifikasi di setiap SPPG harus memiliki Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi ( SLHS ) dan tenaga penjamah makanan harus mengikuti pelatihan resmi secara berkala.

Pembentukan Gugus Tugas khusus yang dibentuk dengan sekretariat di Dinas Pangan untuk memperkuat pengawasan dan menangani secara cepat jika terjadi kasus keracunan atau pelanggaran standar. Selain itu dilakukan pengawasan berjenjang dari Dinas Kesehatan Kabupaten hingga Puskesmas Kecamatan, mencakup pemeriksaan penyimpanan bahan baku, proses pengolahan hingga distribusi makanan ke sekolah.

Kepala Dinas Pangan Berau, Rahmadi Pasarakan menyatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan pendamping terhadap pengelola SPPG untuk memperbaiki sistem operasional dan memastikan kesesuaian dengan standar yang berlaku.

” Kami berkomitmen untuk memastikan bahwa program MBG memberikan manfaat yang optimal bagi peserta didik di Berau. Okeh karena itu, setiap temuan masalah akan segera di tindak lanjuti dengan perbaikan yang konkret ” ujar Rahmadi.

Aroel mandang

 

 

Produktif di Balik Tembok, Lapas Sidoarjo Produksi 1.400 Cover Tas

0

Pemerintah,sidoarjo||Mediaistana.com -Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur terus menunjukkan komitmennya dalam membina kemandirian Warga Binaan Pemasyarakatan melalui kegiatan kerja produktif. Salah satunya diwujudkan dengan keberhasilan memproduksi sebanyak 1.400 pcs cover tas yang dikerjakan langsung oleh Warga Binaan di Bengkel Kerja Lapas.

Kegiatan produksi ini dilaksanakan secara bertahap sepanjang tahun 2026 dengan pendampingan intensif dari petugas pembinaan kerja. Proses pembuatan cover tas dimulai dari pemotongan bahan, penjahitan, hingga tahap finishing, yang seluruhnya dilakukan secara profesional dan terstruktur. Melalui kegiatan ini, Warga Binaan tidak hanya dilatih secara teknis, tetapi juga dibekali kedisiplinan, tanggung jawab, serta etos kerja.

Kepala Lapas Kelas IIA Sidoarjo menyampaikan bahwa program pembinaan kemandirian ini bertujuan untuk membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat. Dengan adanya pelatihan konveksi dan produksi ini, diharapkan mereka mampu mandiri, produktif, serta memiliki daya saing di dunia kerja maupun wirausaha.

Selain memberikan nilai ekonomi, kegiatan produksi cover tas ini juga menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan mental positif Warga Binaan. Lapas Kelas IIA Sidoarjo terus berupaya menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan, berdampak, dan selaras dengan tujuan pemasyarakatan dalam menciptakan manusia yang lebih baik, bertanggung jawab, dan bermanfaat bagi lingkungan sosial.

Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur

Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas #SetahunBerdampak #ImipasSetahunBergerakBerdampak