Beranda blog Halaman 709

Polres Buru Intensifkan Patroli KRYD Jelang Idul Fitri 2026, Amankan Miras di Desa Savana

0

Dalam rangka menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, tertib, dan kondusif menjelang Hari Raya Idul Fitri Tahun 2026, Polres Buru melaksanakan Patroli Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) di wilayah hukumnya.

Kegiatan patroli tersebut dilaksanakan pada Jumat (16/1/2026) mulai pukul 08.00 WIT hingga 11.00 WIT, dengan sasaran utama tempat-tempat yang diduga menjadi lokasi penjualan, penyimpanan, dan peredaran minuman keras (miras), khususnya di Desa Savana, Kecamatan Waepo, Kabupaten Buru.

Pelaksanaan Patroli KRYD melibatkan sebanyak 66 personel Polres Buru, berdasarkan Surat Perintah Nomor: Sprin/67/I/PAM.3.3/2026 tanggal 14 Januari 2026 yang berlaku sejak 16 hingga 25 Januari 2026.

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan dan pengecekan personel yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Buru, AKP Deny Indrawan Lubis, S.I.K., M.M. Dalam arahannya, Kabag Ops menekankan pentingnya pelaksanaan tugas sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) serta mengedepankan sikap humanis dan persuasif kepada masyarakat.

Sekitar pukul 08.30 WIT, Tim Patroli KRYD bergerak menuju lokasi sasaran. Setibanya di Desa Savana pada pukul 09.50 WIT, petugas langsung melakukan pemeriksaan dan penggeledahan di lokasi kebun warga yang diduga menjadi tempat penyulingan minuman keras tradisional.

Dari hasil pemeriksaan, petugas menemukan barang bukti berupa minuman keras jenis sopi sebanyak kurang lebih 10 liter, serta minuman tradisional jenis sagero/sageru yang disimpan dalam enam drum besar berkapasitas sekitar 200 liter per drum, dengan total keseluruhan mencapai kurang lebih 1.200 liter. Saat pemeriksaan berlangsung, pemilik barang bukti tidak berada di lokasi.

Selanjutnya, minuman tradisional jenis sagero/sageru tersebut dimusnahkan di tempat dengan cara dibuang dan dirusak sehingga tidak dapat digunakan kembali, disaksikan oleh aparat setempat. Sementara itu, barang bukti miras jenis sopi diamankan dan dibawa ke Mako Polres Buru untuk proses hukum lebih lanjut.

Sekitar pukul 10.40 WIT, seluruh rangkaian kegiatan Patroli KRYD selesai dan personel kembali ke Mako Polres Buru dalam keadaan aman dan kondusif.

Polres Buru menegaskan bahwa seluruh tindakan kepolisian dalam kegiatan tersebut dilaksanakan sesuai SOP, dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis. Kegiatan Patroli KRYD ini merupakan langkah preventif dan represif terbatas guna menekan peredaran minuman keras serta menjaga stabilitas kamtibmas menjelang perayaan Idul Fitri Tahun 2026.

Selain itu, Polres Buru juga merencanakan pelaksanaan Patroli KRYD lanjutan pada malam hari sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polres Buru.

Pesawat ATR 42-500 Indonesia Air Transport Ditemukan di Gunung Bulusaraung, Pangkep

0

Pangkep, Sulawesi Selatan — Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak akhirnya ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.

Informasi penemuan tersebut disampaikan oleh petugas SAR gabungan, Agung Laksamana, bersama aparat di lapangan pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 16.33 WITA.

“Pesawat melakukan pendaratan darurat di wilayah Gunung Bulusaraung,” ujar Agung.

Berdasarkan laporan awal, lokasi pesawat berada di kawasan hutan pegunungan Gunung Bulusaraung dengan medan terjal dan sulit dijangkau. Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berupaya menembus medan menuju titik lokasi pesawat.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 tersebut dilaporkan hilang kontak pada pukul 13.17 WITA saat menjalani penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar.

General Manager AirNav Makassar, Kristanto, menjelaskan bahwa kontak terakhir pesawat terdeteksi di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan perkiraan koordinat 04°57’08” Lintang Selatan dan 119°42’54” Bujur Timur.

Di dalam pesawat terdapat 11 orang, yang terdiri dari 8 kru dan 3 penumpang.

Sebagai respons cepat, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Makassar telah mengerahkan 15 personel tim rescue lengkap dengan berbagai peralatan pendukung. Sarana yang digunakan antara lain satu unit truk personel, satu unit rescue car, serta satu unit drone untuk pemantauan udara.

Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, ditetapkan sebagai start area operasi pencarian dan pertolongan. Saat ini, tim gabungan lintas instansi masih melakukan upaya maksimal untuk mencapai lokasi penemuan pesawat yang berada di kawasan hutan pegunungan.

Pihak berwenang memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan guna mempercepat proses evakuasi serta memastikan kondisi seluruh kru dan penumpang.

Masyarakat di wilayah Pangkep dan sekitarnya diimbau untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi kejadian demi kelancaran operasi SAR.

Informasi lanjutan terkait kondisi pesawat, kru, dan penumpang akan disampaikan setelah ada keterangan resmi dari otoritas berwenang.

Helena Ismail, Perempuan yang Menyulam Harapan di Atas Jalan Kaiely-Anhoni Diantara Debu dan Fitnah

0

Editorial Redaksi

Di antara deru alat berat dan debu pembangunan jalan Kaiely–Anhoni, ada satu nama yang kerap dibicarakan—bukan hanya karena kerja nyatanya, tetapi juga karena badai yang mengiringinya: Helena Ismail, SH. Ia adalah sosok di balik terbukanya akses, di balik harapan yang kini mengalir dari satu kampung ke kampung lain. Namun, jalan yang ia bangun bukan hanya terbentang di atas tanah; ia juga membangunnya di atas keteguhan hati.

Helena Ismail berdiri di tengah fitnah, kritik, buliyan, dan cacian yang tak jarang melukai. Tuduhan datang silih berganti, kata-kata pedas dilontarkan tanpa jeda. Namun, seperti jalan yang ia perjuangkan—panjang, berliku, dan menuntut kesabaran—Helena memilih untuk terus melangkah. Ia tidak menjawab dengan amarah, tidak pula dengan panggung sensasi. Ia menjawab dengan kerja.

Sebagai perempuan, Helena Ismail menanggung beban ganda: beban tanggung jawab dan beban prasangka. Tetapi justru di sanalah ketangguhannya tampak nyata. Ia menunjukkan bahwa kepedulian tidak selalu berisik, dan keberpihakan pada rakyat tidak harus dibungkus sorotan kamera. Jalan Kaiely–Anhoni menjadi saksi: bahwa yang ia lakukan bukan pencitraan, melainkan pengabdian.

Ketika sebagian orang sibuk meragukan niat, Helena Ismail memilih memastikan manfaat. Ketika fitnah mencoba meruntuhkan reputasi, ia menguatkan dampak. Akses yang terbuka berarti ekonomi yang bergerak, pendidikan yang lebih dekat, dan layanan yang lebih cepat. Itu bahasa kepedulian yang paling jujur—bahasa hasil.

Editorial ini bukan untuk mengultuskan, melainkan untuk mengingatkan: bahwa dalam pembangunan, yang paling penting adalah konsistensi dan keberanian untuk tetap peduli meski disalahpahami. Helena Ismail telah menunjukkan bahwa ketangguhan perempuan bukanlah slogan, melainkan praktik harian—tenang, teguh, dan berorientasi pada manfaat.

Pada akhirnya, waktu akan menilai. Dan jalan Kaiely–Anhoni akan terus berbicara, lebih lantang daripada fitnah apa pun

KELALAIAN SAAT MEMBAKAR SAMPAH DI DUGA MENJADI PEMICU KEBAKARAN HEBAT

0

KELALAIAN SAAT MEMBAKAR SAMPAH DI DUGA MENJADI PEMICU KEBAKARAN HEBAT

ACEH TENGGARA-MEDIA ISTANA COM.Kelalaian saat membakar sampah diduga menjadi pemicu kebakaran hebat yang melanda permukiman warga di Desa Kota Kutacane, Kecamatan Babussalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Sabtu (17/1/2026) siang.

Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tenggara, Mohd. Asbi, ST, MM, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 13.50 WIB dan mengakibatkan sedikitnya 11 unit rumah warga terdampak, dengan mayoritas bangunan mengalami kerusakan berat. Api dengan cepat membesar karena kondisi angin cukup kencang dan bangunan yang saling berdekatan,” ujarnya.

Kronologi Kejadian bermula, Api pertama kali terlihat berasal dari tumpukan sampah di sekitar salah satu rumah warga. Dalam waktu singkat, kobaran api merambat ke bangunan semi permanen di sekitarnya sehingga sulit dikendalikan.

Mendapat laporan dari masyarakat, BPBD Aceh Tenggara segera mengerahkan sembilan unit armada pemadam Mobil kebakaran dari Pos Mako Damkar dan Pos Kandang Mbelang ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman dilakukan secara intensif oleh petugas gabungan bersama masyarakat setempat.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 15.30 WIB berkat kerja keras petugas dan dukungan gotong royong warga.lapor Pusdalops BPBD Aceh Tenggara.

Data Kerusakan Sementara Korban Musibah ke bakaran

Berdasarkan hasil kaji cepat di lapangan, tercatat 11 kepala keluarga (KK) dengan total 37 jiwa terdampak dan kehilangan tempat tinggal. Adapun rincian kerusakan bangunan sebagai berikut: Rusak Berat (6 unit):Rumah milik Manuarang, Saripudin, Sarinah, Hendri Sitanggang, Boru Pangaribuan, dan Boru Nababan.Rusak Sedang (2 unit):Rumah milik Zulkarnaen dan Sinto Winata.Rusak Ringan (3 unit):Rumah milik Zulnadi, Marisi, dan Hatta Nasution.

Meski kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, BPBD memastikan tidak terdapat korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut:

Kalaksa BPBD Aceh Tenggara kembali mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas pembakaran, khususnya di lingkungan padat penduduk.tegasya.

Kami mengingatkan warga untuk tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan.di desa Kelalaian kecil bisa berdampak besar dan merugikan banyak pihak,” tegas Mohd. Asbi.

Saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran.Sementara itu, monitoring pascabencana terus dilakukan guna memastikan penyaluran bantuan bagi para korban terdampak.

(AR/SE)

Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito Resmi Jabat Pangdam XII/Tanjungpura

0

Mediaistana.com Pontianak,Kalbar– Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, S.I.P., M.Si. resmi menjabat sebagai Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XII/Tanjungpura, menggantikan Mayjen TNI Jamallulael, S.Sos., M.Si. Prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) dipimpin langsung oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad), Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa, bertempat di Aula Jenderal Besar A.H. Nasution, Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabesad), Jakarta pada hari Rabu (14/1/2026).

Sebelum dipercaya mengemban amanah sebagai Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito menjabat sebagai Panglima Divisi Infanteri (Pangdivif) 1 Kostrad.

Penunjukan tersebut diharapkan semakin memperkuat sistem Pertahanan dan keamanan Wilayah Kalimantan Barat, khususnya daerah perbatasan yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Sementara itu,Mayjen TNI Jamallulael yang telah lebih dari satu tahun memimpin dan membina prajurit Kodam XII/Tanjungpura,Akan melanjutkan Pengabdian dalam tugas barunya sebagai Perwira Staf Ahli (Pa Sahli) Tingkat III Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Bidang Sosial Budaya dan Narkoba.
Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito dikenal bukan sosok baru dalam dunia Operasi maupun teritorial,Alumnus Akademi Militer (Akmil) Tahun 1992 dari kecabangan infanteri ini memiliki rekam jejak karier yang cemerlang dengan berbagai Penugasan Strategis, baik di satuan Tempur maupun jabatan komando.
Wakasad Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa dalam Arahannya menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari proses regenerasi organisasi TNI Angkatan Darat untuk menjawab tantangan dinamika keamanan yang semakin kompleks, terutama di wilayah perbatasan.
Pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari regenerasi organisasi TNI AD untuk menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks,khususnya di wilayah perbatasan, ujar Wakasad.Sebagai Pangdam XII/Tanjungpura yang baru, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito memikul tanggung jawab besar dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Bumi Khatulistiwa.
Tugas tersebut meliputi pengamanan perbatasan darat, pencegahan penyelundupan, hingga memperkuat sinergi dengan seluruh Elemen masyarakat dan Pemerintah daerah dalam mendukung Pembangunan Nasional di Wilayah Kalimantan Barat dan sekitarnya.

(Tim redaksi)

Bukit Moran Dibantai: PETI Menggila, Hukum Mati di Sintang

0

Mediaistana.Com,Sintang,Kalbar- Bukit Moran di Kabupaten Sintang hari ini bukan lagi bentang alam ia adalah mayat lingkungan yang dibiarkan membusuk. Kawasan hutan lindung itu telah dibantai habis oleh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi terang-terangan, brutal, dan tanpa rasa takut.

Lereng bukit terkoyak seperti tubuh disayat. Hutan dilucuti hingga akar. Tanah digali rakus tanpa ampun. Mesin gelondongan meraung siang dan malam, memekakkan telinga dan menampar nurani. Ekskavator, kompresor, dan alat berat bekerja bebas tanpa kamuflase, tanpa sembunyi, tanpa hukum. PETI di Bukit Moran bukan aktivitas sembunyi-sembunyi. Ini adalah kejahatan lingkungan terbuka yang berlangsung masif dan sistematis, seolah-olah negara telah angkat tangan, atau lebih buruk yaitu memalingkan wajah.

Dampaknya mengerikan. Sungai-sungai yang dahulu menjadi nadi kehidupan kini diracuni merkuri dan sianida. Air bersih berubah menjadi ancaman kesehatan. Ancaman longsor mengintai warga setiap waktu. Ekosistem hancur, satwa lenyap, dan masa depan lingkungan Kalimantan dipertaruhkan. Negara pun dirampok tanpa perlawanan. Potensi pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lenyap miliaran rupiah. Emas dikeruk, dijual, dan mengalir ke kantong-kantong gelap, sementara kas negara kosong dan rakyat menanggung racun.

Namun yang paling mencengangkan yakni penegakan hukum nyaris nol. Tak terlihat operasi besar. Tak ada penertiban serius. Tak ada transparansi. Pertanyaan publik pun menggema dan tak bisa lagi dibungkam yaitu di mana Polres Sintang? Di mana Polda Kalimantan Barat? Dan apa yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sintang?

Aktivitas ilegal sebesar ini mustahil berjalan lama tanpa pembiaran. Operasi alat berat, suplai solar, logistik, hingga distribusi emas ilegal jelas membutuhkan jaringan kuat. Mustahil aparat tak tahu. Publik wajar curiga yakni apakah ini kelalaian fatal, atau pembiaran yang disengaja? Ironisnya, Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Minerba secara tegas mengancam pelaku PETI dengan pidana penjara hingga lima tahun dan denda maksimal Rp100 miliar. Ancaman serupa berlaku bagi pihak yang mengangkut, menampung, dan memperjualbelikan hasil tambang ilegal.

Namun di Bukit Moran, undang-undang itu mati suri. Tak bertaring. Tak berdaya. Tak berarti. Jika kejahatan ini terus dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya hutan dan sungai, tetapi wibawa negara dan supremasi hukum. Publik berhak bertanya dengan nada paling keras yaitu apakah hukum sedang kalah, atau sengaja dikalahkan?

Masyarakat kini menuntut tindakan nyata. Polres Sintang, Polda Kalimantan Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sintang didesak bertindak tegas, terbuka, dan tanpa pandang bulu. Jika PETI Bukit Moran terus beroperasi bebas, maka pembiaran ini patut diduga sebagai kejahatan struktural terhadap lingkungan dan masa depan Kalimantan. Bukit Moran telah dibantai. Pertanyaannya kini satu yakni siapa yang membiarkan pembantaian ini terjadi?
.
(Tim redaksi)

Menjemput Jejak Leluhur: Niat Luhur Ibrahim Wael dalam Menyatukan Makam Keluarga

0

Di balik setiap langkah yang lahir dari ketulusan, selalu tersimpan makna yang melampaui kepentingan pribadi. Begitulah niat luhur yang diwujudkan oleh Ibrahim Wael, seorang anak keluarga yang memilih berjalan menyusuri jejak sejarah leluhurnya dengan penuh hormat dan tanggung jawab.

Puluhan tahun telah berlalu sejak sang bibi—kerabat dekat dari garis keluarga ayah—menghembuskan napas terakhir dan dimakamkan di Ambon, tepatnya di Ponogoro Atas. Waktu boleh terus bergerak, namun rasa bakti dan ingatan keluarga tidak pernah pudar. Atas dasar itulah muncul keinginan tulus untuk memindahkan makam tersebut ke negeri Asilulu, tanah yang menyimpan akar sejarah keluarga dan menjadi tempat bersemayamnya para leluhur.

Pemindahan makam ini bukanlah perkara ringan, apalagi sekadar urusan teknis. Ia adalah ikhtiar batin, yang dilakukan dengan penuh pertimbangan adat, nilai kekeluargaan, serta penghormatan kepada mereka yang telah lebih dahulu kembali ke hadirat Tuhan. Di Asilulu, perhatian tidak hanya tercurah pada makam sang bibi, tetapi juga pada pembuatan batu nisan bagi para raja dan keluarga raja—sebuah penegasan bahwa sejarah, martabat, dan silsilah keluarga harus dijaga dan dikenang dengan sebaik-baiknya.

Pada saat yang sama, pembangunan tembok makam keluarga pun dilakukan. Tembok ini bukan hanya struktur fisik, melainkan simbol penjaga kenangan, penanda persatuan darah dan jiwa, serta pernyataan bahwa ikatan keluarga tetap berdiri kokoh meski diterpa oleh zaman dan jarak.

Seluruh rangkaian ini dilandasi oleh satu tujuan mulia: memudahkan keluarga untuk berziarah. Dengan demikian, doa dapat terus mengalir, rasa hormat tetap terpelihara, dan hubungan batin antara yang hidup dan yang telah berpulang tidak pernah terputus. Ziarah bukan sekadar kunjungan, melainkan ruang perenungan, tempat menyatukan rasa syukur, kerinduan, dan pengingat akan asal-usul diri.

Apa yang dilakukan Ibrahim Wael adalah cermin nilai luhur tentang bakti kepada keluarga dan kesadaran akan pentingnya menjaga warisan leluhur. Di tengah dunia yang kian cepat melangkah dan sering melupakan akar, tindakan ini menjadi pelajaran berharga: bahwa menghormati masa lalu bukanlah sikap mundur, melainkan fondasi kokoh untuk melangkah ke masa depan dengan jati diri yang utuh.(AS)

Waspada Gempa Megathrust Hantam RI

0

Jakarta, Mediaistana.Com – Indonesia perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana besar yang diprediksi akan terjadi dalam waktu dekat, Sebagai negara yang terletak di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), wilayah Indonesia memiliki tingkat kerentanan yang sangat tinggi terhadap ancaman guncangan gempa bumi maupun hantaman tsunami.
Saat ini, Indonesia tengah dibayangi oleh risiko serius dari gempa megathrust yang menjadi perhatian para pakar. Berdasarkan Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024, jumlah titik rawan telah berkembang menjadi 14 zona megathrust, meningkat dari 13 zona yang sebelumnya teridentifikasi pada peta tahun 2017.

Anggota AIPI dan Guru Besar ITB Iswandi Imran menyoroti perbedaan kedua peta tersebut. Dia menjelaskan terdapat peningkatan bahaya gempa di sejumlah wilayah Indonesia dengan temuan tersebut.

“Antara yang sebelumnya 2017 dengan 2024 yang paling atas ya kalau kita lihat kontur lebih rapat ya yang pada 2024 yang mengindikasikan sebenarnya adanya peningkatan bahaya gempa di daerah-daerah tertentu di Indonesia,” ujarnya dalam acara Sosialisasi dari Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Terkini ke Ketahanan Infrastruktur, beberapa saat lalu.

Peta itu juga mencatat terdapat zona megathrust Jawa dengan potensi gempa berkekuatan maksimal 9,1. Beberapa zona tercatat memiliki potensi gempa hingga 8,9, seperti Enggano dan Mentawai-Pagai.

Berikut daftar 14 zona megathrust yang tercatat dalam Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2024:

1. Zona Megathrust Aceh-Andaman                   berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 9,2.

2. Zona Megathrust Nias-Simelue                      berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,7.

3. Zona Megathrust Batu berpotensi                   mengeluarkan gempa dengan                         magnitudo maksimal 7,8.

4. Zona Megathrust Mentawai-Siberut              berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

5. Zona Megathrust Mentawai-Pagai                berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

6. Zona Megathrust Enggano berpotensi          mengeluarkan gempa dengan                        magnitudo maksimal 8,9.

7. Zona Megathrust Jawa berpotensi                mengeluarkan gempa dengan                        magnitudo maksimal 9,1.

8. Zona Megathrust Jawa bagian barat            berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

9. Zona Megathrust Jawa bagian timur            berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,9.

10. Zona Megathrust Sumba berpotensi            mengeluarkan gempa dengan                        magnitudo maksimal 8,9.

11. Zona Megathrust Sulawesi Utara                  berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,5.

12. Zona Megathrust Palung Cotobato                 berpotensi mengeluarkan gempa                  dengan magnitudo maksimal 8,3.

13. Zona Megathrust Filipina Selatan                   berpotensi mengeluarkan gempa                   dengan magnitudo maksimal 8,2.

14. Zona Megathrust Filipina Tengah                   berpotensi mengeluarkan gempa                   dengan magnitudo maksimal 8,1.

Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono sudah memberikan peringatan bahwa gempa dari 2 zona Megathrust tinggal menunggu waktu,
Masing-masing zona tersebut adalah Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut, Kedua zona itu sudah lama tidak mengalami gempa atau seismic gap, yakni berabad-abad, Biasanya gempa besar memiliki siklus sendiri dalam rentang hingga ratusan tahun,
Beberapa waktu lalu tepatnya pada 7 Mei 2025 gempa berkekuatan M5,2 yang mengguncang wilayah Nias Barat dikaitkan dengan Megathrust Mentawai-Siberut.

Gempa di Nias Barat merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia,Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),
Murni gempa berpusat di zona Megathrust Mentawai Siberut,”ungkap Daryono.

Gempa Dahsyat Ancam Jawa Barat
Secara terpisah, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menegaskan perlunya sikap waspada terhadap dampak Megathrust untuk selatan Jawa Barat yang memanjang hingga Selat Sunda,
Para peneliti memperingatkan, energi yang terkunci di zona subduksi ini terus bertambah seiring waktu, Jika energi ini dilepaskan sekaligus maka bisa menimbulkan dampak berupa gempa besar hingga magnitudo 8,7.

Pelepasan energi ini tidak hanya memicu guncangan kuat, melainkan juga menggerakkan kolom air laut dan membentuk tsunami besar,
Mengacu pada hitungannya, jika Megathrust di wilayah Pangandaran pecah maka gelombang tsunami setinggi 20 meter bisa terjadi dan menjalar ke berbagai wilayah, termasuk Banten, Lampung, bahkan sampai ke Jakarta,” jelas Nuraini Rahma Hanifah selaku Peneliti dari Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN.

“Semua pesisir Banten akan terdampak hanya saja tinggi tsunaminya berbeda-beda,Di kawasan pesisir Banten tsunami diprediksi bisa mencapai ketinggian antara 4 meter hingga 8 meter, Sementara di pesisir Lampung, seluruh wilayah yang menghadap Selat Sunda disebut akan terkena dampaknya,Untuk kawasan Jakarta bencana tsunami diperkirakan mencapai pesisir utara dengan ketinggian sekitar 1 hingga 1,8 meter, Namun waktu kedatangannya lebih lambat dibanding daerah lain, Tsunami diperkirakan baru tiba di Jakarta setelah 2,5 jam sejak gempa terjadi,
Kalau di selatan Jawa tsunami sampai dalam waktu 40 menit, bahkan di Lebak hanya 18 menit, Tapi di Jakarta Utara tsunami datang 2,5 jam setelah gempa,” jelas Rahma.

BRIN mengajak masyarakat Indonesia untuk waspada terhadap risiko Megathrust, Risiko megathrust bukan hanya gempa dan tsunami melainkan kerusakan infrastruktur, gangguan layanan dasar, dampak sosial ekonomi, hingga korban jiwa.

Belum ada yang dapat memastikan kapan bencana alam Megathrust Hantam RI akan terjadi termasuk BMKG.

Membicarakan isu ini agar masyarakat bersiap menghadapi efek dari megathrust di Indonesia,
Sebenarnya isu Megathrust itu bukan isu yang baru,Itu isu yg sudah sangat lama, Tapi kenapa BMKG dan beberapa pakar mengingatkan? Tujuannya adalah untuk ‘ayo, tidak hanya ngomong aja, segera mitigasi (tindakan mengurangi dampak bencana),
Pembahasan mengenai isu Megathrust ini disebut BMKG memiliki tujuan untuk mitigasi, edukasi, persiapan, dan kesiapsiagaan dari seluruh masyarakat, pihaknya sudah melakukan berbagai langkah antisipasi megathrust, Pertama menempatkan sensor-sensor sistem peringatan dini tsunami InaTEWS menghadap ke zona-zona megathrust, InaTEWS itu sengaja dipasang untuk menghadap ke arah megathrust, BMKG hadir untuk menghadapi, memitigasi megathrust,” jelas Kepala BMKG Dwikorita Karnawati.

Kedua, edukasi terhadap masyarakat lokal dan internasional, Salah satu bentuk nyatanya adalah mendampingi pemerintah daerah (pemda) untuk menyiapkan berbagai infrastruktur mitigasi seperti jalur evakuasi, sistem peringatan dini, hingga shelter tsunami.

Selain itu, BMKG juga berkolaborasi dengan Indian Ocean Tsunami Information Center, Komunitas ini bertujuan buat mengedukasi 25 negara di Samudra Hindia dalam menghadapi gempa dan tsunami. “Kami edukasi publik bagaimana menyiapkan masyarakat dan pemda sebelum terjadi gempa dengan kekuatan tinggi yang menyebabkan tsunami,”lanjutnya.

Ketiga, BMKG senantiasa mengecek secara berkala sistem peringatan dini yang sudah dihibahkan ke pemda,Sirine [peringatan tsunami] harusnya tanggung jawab pemerintah daerah, hibah dari BNPB, hibah dari BMKG, tapi pemeliharaan dari pemerintah daerah, kan otonomi daerah, Ternyata sirine selalu kita tes tanggal 26 tiap bulan kebanyakan bunyi tapi yang macet ada,” tambahnya.

Keempat, BMKG berupaya terus menyebarluaskan peringatan dini bencana, jika masyarakat harus siap berarti harus ada penyebarluasan informasi,” pungkasnya.

Latsitarda Nusantara XLVI/2026, Taruna Akademi TNI Hadir Bantu Masyarakat Aceh

0

Latsitarda Nusantara XLVI/2026, Taruna Akademi TNI Hadir Bantu Masyarakat Aceh

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Komandan Jenderal Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Sidharta Wisnu Graha mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto secara resmi membuka sekaligus memberangkatkan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI Tahun 2026 menuju Provinsi Aceh, yang berlangsung di Dermaga Samudera II Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (17/01/2026).

Latsitarda Nusantara XLVI Tahun 2026 yang dilaksanakan di Provinsi Aceh ini diikuti oleh 1.980 personel, terdiri dari 510 Taruna Akademi Militer, 238 Taruna Akademi Angkatan Laut, 154 Taruna Akademi Angkatan Udara, 283 Taruna Akademi Kepolisian, 45 Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, 292 Kader Universitas Pertahanan RI, serta 458 personel pendamping, untuk melengkapi Taruna yang telah lebih dulu diberangkatkan sejak 8 Januari 2026.

Dalam amanat Panglima TNI yang dibacakan oleh Danjen Akademi TNI disampaikan bahwa Latsitarda Nusantara XLVI/2026 merupakan kegiatan integratif Taruna Akademi Militer, Akademi Angkatan Laut, Akademi Angkatan Udara, Akademi Kepolisian, Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN), serta Kadet Universitas Pertahanan RI sebagai tahapan akhir pendidikan sebelum dilantik menjadi Perwira TNI dan Polri oleh Presiden Republik Indonesia pada akhir Juli 2026. Kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian TNI dalam membantu masyarakat yang terdampak pascabencana banjir, sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dalam percepatan pemulihan wilayah.

Lebih lanjut disampaikan, kegiatan Bhakti Taruna mencakup sasaran fisik berupa pembersihan fasilitas umum serta sasaran nonfisik yang meliputi trauma healing, dapur umum ceria, pelayanan kesehatan, penyuluhan sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan selama satu bulan, terhitung mulai 17 Januari hingga 16 Februari 2026 di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang.

Mengakhiri sambutannya, Panglima TNI berpesan kepada para peserta Latsitarda Nusantara XLVI/2026 agar melaksanakan kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan rasa tanggung jawab, menjaga kehormatan diri dan institusi, mematuhi kearifan lokal, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam mengimplementasikan semangat integrasi TNI, Polri, Poltek SSN, dan Universitas Pertahanan RI bersama masyarakat

Hamdan Bima

PT. HAM: Ketika Jalan Menjadi Harapan, Kaiely–Anhoni dan Makna Kepedulian

0

Editorial Redaksi

Ada masa ketika jarak Kaiely ke Anhoni terasa begitu jauh, bukan karena bentangan wilayahnya, melainkan karena jalan rusak yang memaksa masyarakat menempuh perjalanan penuh kesabaran. Selama bertahun-tahun, waktu tempuh hampir satu jam tiga puluh menit menjadi bagian dari rutinitas yang melelahkan—melewati jalan berlumpur, berlubang, dan penuh risiko. Namun hari ini, kisah itu berubah.

Pembangunan jalan penghubung Kaiely–Anhoni sepanjang hampir 15 kilometer oleh PT Harmoni Alam Manise (HAM) telah mengubah wajah kehidupan masyarakat pesisir. Jalan yang dulu seakan memenjarakan mobilitas, kini membuka akses dan harapan. Perjalanan yang sebelumnya memakan waktu lama, kini dapat ditempuh hanya sekitar 20 menit. Sebuah perubahan sederhana dalam hitungan waktu, namun berdampak besar dalam kehidupan.

Tokoh Adat Petuanan Kaiely, Ibrahim Wael dan Onyong Wael, menyuarakan rasa syukur masyarakat dengan penuh ketulusan. Ungkapan terima kasih yang mereka sampaikan bukan sekadar seremonial, melainkan lahir dari pengalaman panjang masyarakat yang selama 26 tahun pascapemekaran kabupaten belum pernah menikmati sentuhan jalan yang baik. Ini menjadi bukti bahwa kepedulian yang nyata mampu menjawab penantian yang panjang.

Lebih dari sekadar infrastruktur, jalan Kaiely–Anhoni adalah simbol keterhubungan. Ia menghubungkan masyarakat dengan pusat pemerintahan, membuka akses pendidikan, layanan kesehatan, serta memperlancar roda ekonomi. Nelayan, petani, pelajar, dan pedagang kini dapat bergerak dengan lebih aman dan cepat. Wilayah yang dahulu terisolasi perlahan menemukan denyut kemajuan.

Komitmen PT Harmoni Alam Manise tidak berhenti pada pembangunan jalan. Rencana pembangunan jembatan-jembatan di sepanjang jalur Kaiely hingga Anhoni semakin menegaskan keseriusan perusahaan dalam menghadirkan infrastruktur yang berkelanjutan dan aman bagi masyarakat. Jembatan-jembatan itu kelak akan menjadi penguat konektivitas, memastikan akses tetap terbuka di segala musim.

Apa yang dilakukan PT HAM menjadi cermin bahwa tanggung jawab sosial perusahaan dapat berjalan seiring dengan kebutuhan masyarakat. Ketika kepedulian bertemu dengan keikhlasan, pembangunan tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga terasa dalam semangat dan optimisme warga.

Kini, jalan yang dulu hanya menjadi harapan telah menjadi kenyataan. Tugas bersama selanjutnya adalah menjaga dan merawatnya, agar manfaatnya terus mengalir bagi generasi hari ini dan yang akan datang. Dari Kaiely menuju Anhoni, bukan hanya jarak yang dipersingkat, tetapi juga masa depan yang didekatkan.