JAKARTA, Mediaistana.com — Penataan ketertiban umum di wilayah Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, kembali diperkuat pada Senin, 28 September 2026, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Senen melakukan penertiban terhadap 17 banner cat duco yang terpasang di sepanjang Jalan Kramat Raya dan Salemba Raya.
Penertiban tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga ketertiban, kerapian, sekaligus keselamatan masyarakat di ruang publik, Informasi tersebut tercatat dalam publikasi resmi Satpol PP DKI Jakarta pada 28 September 2026.
Langkah penataan ini berlangsung di tengah agenda pembenahan kawasan Senen yang dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya menyasar ketertiban visual, tetapi juga persoalan lingkungan dan kebutuhan warga.
Camat Senen Erik, A.P., M.A., tercatat masih menjabat sebagai Camat Senen. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat mencatat Erik menduduki jabatan tersebut sejak 5 November 2025 hingga sekarang.
Sebelumnya, persoalan ketertiban kawasan juga menjadi bagian dari perhatian pemerintah wilayah, Penataan ruang publik di kawasan Senen dinilai penting mengingat tingginya aktivitas masyarakat dan mobilitas kendaraan di kawasan tersebut.
Selain penertiban banner, aspirasi warga Senen yang disampaikan dalam forum Serap Aspirasi Dewan Kota pada 22 September 2026 juga mencakup kebutuhan pemasangan CCTV di permukiman RW 10 Bungur, rambu lalu lintas di kolong Flyover Senen, serta pengaturan arus satu arah di Jalan Salemba Tengah.
Rangkaian persoalan tersebut menunjukkan bahwa pembenahan Kecamatan Senen bukan hanya menyangkut estetika kawasan. Ketertiban reklame dan banner, keselamatan lalu lintas, keamanan permukiman hingga pengelolaan lingkungan menjadi bagian dari kebutuhan warga yang perlu ditangani secara berkelanjutan.
Dengan aktivitas penertiban pada 28 September tersebut, perhatian kini tertuju pada konsistensi pengawasan setelah penataan dilakukan, Sebab keberhasilan penertiban tidak hanya ditentukan dari seberapa banyak pelanggaran yang ditangani, tetapi juga bagaimana kawasan dapat tetap tertib setelah operasi selesai.
Senen ditata, ruang publik dijaga—tantangannya kini memastikan ketertiban bukan sekadar operasi sesaat, melainkan menjadi kebiasaan bersama.