Beranda blog Halaman 45

Ketua DPW LSM Elang Mas Sumut Mengucapkan Dirgahayu ke 81 RI,Motto “Indonesia Berdaulat,Adil Dan Makmur”

0

MEDIAISTANA.COM MEDAN SUMUT||–,-Ketua DPW LSM Elang Mas Sumut,Bahri MP Hutauruk,SH mengucapkan selamat memperingati hari ulang tahun (HUT) ke 81 kemerdekaan Republik Indonesia pada hari ini tanggal 17 Agustus 2026.

Dalam momentum bersejarah ini,ketua DPW LSM Elang Mas Sumut,mengajak seluruh masyarakat,khususnya provinsi Sumatera Utara dan segenap keluarga besar LSM Elang Mas provinsi Sumatera Utara,untuk menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum memperkuat persatuan dan kesatuan,menjaga kerukunan serta meningkatkan semangat kebersamaan dalam membangun provinsi Sumatera Utara dan bangsa.

Kemerdekaan bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang jasa para pahlawan,tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat,khususnya provinsi Sumatera Utara dan segenap keluarga besar LSM Elang Mas Indonesia,khususnya LSM Elang Mas provinsi Sumatera Utara,untuk mengisi kemerdekaan dengan karya,pengabdian,dan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan membantu masyarakat,ujarnya kepada awak media.

Ketua DPW LSM Elang Mas provinsi Sumatera Utara juga menegaskan bahwa kami akan selalu berupaya untuk melakukan peran penting didalam kehidupan demokrasi,khususnya penyampaian informasi yang baik,fakta dan aktual serta bertanggung jawab.Membantu dan memberikan manfaat kepada masyarakat,siap melakukan kontrol sosial serta siap membasmi para koruptor,tegasnya.

LSM Elang Mas Sumut akan terus berupaya memberikan yang terbaik,senantiasa mengedepankan profesionalitas,menjaga independensi,serta menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan supermasi hukum.

Beliau berharap dalam momentum bersejarah ini,semangat HUT ke 81 RI dapat menjadi energi positif bagi seluruh masyarakat provinsi Sumatera Utara dan keluarga besar LSM Elang Mas Sumut untuk menjaga persatuan,bersama sama mendukung pembangunan daerah serta menciptakan “Indonesia Berdaulat,Adil dan Makmur”.

Ia juga menambahkan bahwa”Atas nama pribadi dan keluarga besar LSM Elang Mas provinsi Sumatera Utara,mengucapkan selamat hari ulang tahun (HUT) ke 81 Republik Indonesia.Mari kita rawat kemerdekaan ini,kita jaga persatuan dan kesatuan,kita isi kemerdekaan ini dengan karya terbaik untuk bangsa dan negara.Mari terus melanjutkan semangat perjuangan para pahlawan,tetap semangat,dan satu komando.”Semangat yang harus kita pegang adalah menjadi LSM Elang Mas sebagai mitra pembangunan Nasional,tutupnya.

“Dengan LSM Elang Mas yang profesional,kita kawal kemerdekaan dan pembangunan Indonesia”.Dirgahayu RI ke 81,Merdeka!Merdeka!Merdeka!

By  ;  Dariter Ritonga

Polres Tulang Bawang Barat Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

0

Tulang Bawang Barat l Mediaistana.com – Polres Tulang Bawang Barat menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di Lapangan Upacara Mapolres Tubaba, Senin (17/08/2026) pagi

Upacara berlangsung khidmat dan diikuti para pejabat utama, Perwira Polres dan personel Polres Tubaba, Wakapolres Tubaba Kompol Zaini Dahlan, S.H., M.H bertindak sebagai Inspektur Upacara, Akp Feri Yuliansyah S.Sos, M.M, sebagai Perwira Upacara, dan Ipda Maramis, S.H sebagai Komandan Upacara.

Rangkaian upacara diawali dengan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara, dilanjutkan laporan Komandan Upacara dan pengibaran Sang Merah Putih. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta menundukkan kepala dalam mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan yang telah berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, dan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Upacara ditutup dengan pembacaan doa, laporan Komandan Upacara, serta penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara.

Wakapolres Tubaba, mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum untuk merefleksikan kembali nilai-nilai perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat semangat pengabdian personel Polri kepada masyarakat.

“Para pahlawan telah memberikan pengorbanan besar untuk merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah menjaga hasil perjuangan tersebut dengan bekerja, mengabdi dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Kompol Zaini Dahlan, S.H., M.H

Menurutnya, bagi institusi Polri, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, humanis, berintegritas, dan penuh tanggung jawab.

Setiap personel, lanjutnya, diharapkan tidak hanya hadir ketika masyarakat membutuhkan bantuan, tetapi juga mampu membangun kedekatan dengan masyarakat, menciptakan rasa aman, serta menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Semangat kemerdekaan harus kita terjemahkan dalam kerja nyata. Bagi anggota Polri, mengisi kemerdekaan berarti memberikan pelayanan terbaik, menjaga keamanan dan ketertiban, melindungi masyarakat, serta menjalankan setiap tugas dengan penuh integritas,” tegasnya.

Ia menambahkan, kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi Polri dalam menjalankan tugas dan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

“Kepercayaan masyarakat adalah bagian penting dari perjuangan kita hari ini. Karena itu, mari terus bekerja dengan tulus, profesional dan bertanggung jawab demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Wakapolres.

“Di tempat terpisah, Kapolres Tulang Bawang Barat AKBP Himmawan Setiawan, S.I.K., M.Tr.Opsla., turut mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di Lapangan Pemkab Tubaba, bersama Bupati dan jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tubaba.” pungkasnya.**

*(humas_tubaba_R).*

Polres Lampung Utara Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI

0

LAMPUNG UTARA l Mediaistana.com — Kepolisian Resor (Polres) Lampung Utara menggelar upacara bendera dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti personel Polres Lampung Utara dari berbagai satuan fungsi, staf, personel gabungan Polsek, Polwan, hingga PNS Polri.

Dalam upacara tersebut, Wakapolres Kompol Talen Hapis, S.H., M.H. mewakili Kapolres Lampung Utara bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Kabag Ren AKP GM. Saragi, S.Pd., M.H. sebagai Perwira Upacara dan Ipda Romi Indra Setiawan sebagai Komandan Upacara.

Rangkaian upacara diawali dengan laporan Perwira Upacara kepada Inspektur Upacara, penghormatan pasukan, hingga pengibaran Sang Merah Putih.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan mengheningkan cipta, pembacaan Pancasila, Pembukaan UUD 1945, pembacaan teks Proklamasi, amanat Inspektur Upacara, doa, serta Andhika Bhayangkari.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara membacakan amanat Kapolres Lampung Utara sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Kapolres Lampung Utara AKBP Raswidiati Anggraini, S.I.K. melalui Kasi Humas IPTU Herawati mengatakan, pelaksanaan upacara kemerdekaan tersebut menjadi momentum bagi seluruh personel Polri untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, meningkatkan disiplin, serta memperkuat komitmen seluruh personel Polres Lampung Utara dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar IPTU Herawati.

Menurutnya, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi setiap anggota Polri dalam menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesional, humanis, dan berintegritas.

“Semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui kerja nyata, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Lampung Utara,” tambahnya.**

(R)

Kapolres Lampung Tengah Pimpin Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kobarkan Semangat Pengabdian

0

Lampung Tengah l Mediaistana.com – Polres Lampung Tengah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di halaman Mapolres Lampung Tengah, Senin (17/8/26).

Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, S.I.K., S.H., M.H., dan diikuti oleh Wakapolres, para pejabat utama, Kapolsek, Bhayangkari serta seluruh personel Polres Lampung Tengah.

Seluruh rangkaian berlangsung dengan tertib dan khidmat, mulai dari pengibaran Bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, hingga Pembukaan UUD 1945.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum bagi seluruh jajaran Polres Lampung Tengah untuk kembali menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat disiplin, serta meningkatkan komitmen dalam memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

Kapolres Lampung Tengah AKBP Charles Pandapotan Tampubolon mengatakan, semangat kemerdekaan harus diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang profesional, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Momentum kemerdekaan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan semangat pengabdian. Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, jaga keamanan dan ketertiban, serta hadir memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Kapolres.

Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan para pahlawan harus menjadi motivasi bagi setiap personel Polri untuk terus bekerja dengan penuh integritas dan semangat dalam menjalankan tugas.

Dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Polres Lampung Tengah berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, serta memberikan pelayanan yang humanis dan optimal.*”*

(Humas LT_R)

SSB Atha Agam U-10 Harumkan Nama Daerah, Sabet Juara I Cimparuh Lengue Youth Tournament 2026

0

Padang Pariaman, Media Istana – Semangat generasi muda Kabupaten Agam kembali menorehkan tinta emas di kancah olahraga regional. Sekolah Sepak Bola (SSB) Atha Agam U-10 sukses keluar sebagai Juara I dalam ajang Cimparuh Lengue Youth Tournament 2026 yang digelar di Kabupaten Padang Pariaman.

​Prestasi gemilang ini terasa semakin istimewa karena menjadi kado Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia bagi masyarakat Kabupaten Agam. Kerja keras, kekompakan, dan kedisiplinan yang ditunjukkan oleh para pemain cilik di lapangan membuktikan bahwa pembinaan sepak bola usia dini di Kabupaten Agam memiliki potensi yang luar biasa besar.

​Keberhasilan ini mengundang rasa bangga dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari Ketua DPD Lembaga Advokasi Kebudayaan dan Adat Minangkabau (LAKAM) Kabupaten Agam, Mendri S., SH. Imam Marajo. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya kepada seluruh pemain, jajaran pelatih, pengurus, serta orang tua yang telah mendampingi dan memberikan dukungan penuh.

​Apresiasi khusus juga disematkan kepada Pelatih Irfanji Fernades, S.Pd., serta Pimpinan SSB Atha Agam, Beni Sastra, S.Pd., atas komitmen dan konsistensi mereka dalam membina talenta-talenta muda sepak bola.

​”Prestasi ini bukan hanya kemenangan SSB Atha Agam, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Agam. Anak-anak kita telah membuktikan bahwa dengan pembinaan yang baik, disiplin, kerja keras, dan dukungan yang kuat, mereka mampu bersaing dan menjadi juara di tingkat Provinsi Sumatera Barat,” ujar Mendri, Senin (11/8/2026).

​Mendri mencatat, raihan trofi juara ini bukanlah yang pertama kali diraih oleh SSB Atha Agam. Klub ini telah berulang kali membawa pulang gelar juara dari berbagai turnamen sepak bola usia dini di tingkat Provinsi Sumatera Barat.

​”SSB Atha Agam telah berkali-kali menorehkan prestasi membanggakan. Ini merupakan aset olahraga Kabupaten Agam yang harus kita jaga, rawat, dan kembangkan bersama,” tambahnya.

​Sebagai tokoh masyarakat sekaligus praktisi hukum yang menjunjung tinggi profesionalisme dan integritas, Mendri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memberikan perhatian yang lebih serius terhadap pembinaan sepak bola usia dini.

​Ia mendorong keterlibatan aktif dari dunia usaha dan korporasi yang beroperasi di Kabupaten Agam —mulai dari perusahaan perkebunan kelapa sawit, sektor perbankan, hingga berbagai perusahaan lainnya— untuk turut berpartisipasi dalam mendukung kemajuan olahraga anak-anak.

​Dukungan serupa juga diharapkan mengalir dari Pemerintah Kabupaten Agam, mulai dari Bupati beserta jajaran eksekutif hingga unsur legislatif di DPRD Kabupaten Agam, demi memastikan keberlanjutan program pembinaan usia dini.

​”Kita berharap Bupati Agam, DPRD, perusahaan-perusahaan swasta, perbankan, dan seluruh pihak terkait dapat memberikan dukungan nyata kepada SSB Atha Agam. Anak-anak ini bukan sekadar bermain sepak bola, tetapi mereka sedang membawa dan mengharumkan nama besar Kabupaten Agam ke berbagai daerah,” tegas Mendri.

​Mendri menilai bahwa keberhasilan SSB Atha Agam tidak lepas dari sistem pembinaan berjenjang yang diterapkan, mulai dari kelompok umur U-8, U-10, U-12, U-14, hingga U-17. Pembinaan usia dini yang terstruktur merupakan fondasi krusial dalam melahirkan pesepakbola profesional yang handal di masa depan.

​Melalui pembinaan yang matang, para pemain muda ini diharapkan kelak mampu memperkuat klub-klub profesional, tim kebanggaan daerah, bahkan membawa nama harum Provinsi Sumatera Barat dan Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

“Kita jangan hanya memberikan apresiasi ketika mereka sudah berdiri di podium juara. Dukungan konkret harus diberikan sejak proses latihan, penyediaan fasilitas yang memadai, perlengkapan, hingga dukungan finansial untuk keberangkatan turnamen. Prestasi besar tidak pernah lahir secara instan,” pungkasnya.

Kado Istimewa dari Anak Nagari

​Raihan Juara I ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa anak-anak nagari di Kabupaten Agam memiliki daya saing tinggi dan kapabilitas untuk berprestasi di tingkat regional. Berbekal semangat kemerdekaan, sportivitas tinggi, serta mental juang yang tangguh, SSB Atha Agam U-10 sukses mempersembahkan kado terindah bagi perayaan HUT RI ke-81.

Selamat dan sukses kepada SSB Atha Agam U-10 atas prestasi luar biasa sebagai Juara I Cimparuh Lengue Youth Tournament 2026. Teruslah berlatih, jaga konsistensi prestasi, dan harumkan selalu nama Kabupaten Agam! SSB Atha Agam. Dari Anak Nagari untuk Prestasi dan Kebanggaan Agam.

Lospem Lampung Barat Ramai Tiap Minggu, Bupati Parosil Dorong Hiburan untuk Gaet Pengunjung

0

Lospem Lampung Barat Ramai Tiap Minggu, Bupati Parosil Dorong Hiburan untuk Gaet Pengunjung

Jakarta -MEDIA ISTANA,, Lampung Barat — Minggu pagi di Loss Jalur II Pemda (Lospem) Lampung Barat bukan lagi sekadar waktu untuk berolahraga.

Sejak pagi, kawasan yang akrab disebut Lospem itu berubah menjadi ruang berkumpul warga sekaligus lapak bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Aneka makanan dan minuman dijajakan di sana.

Pengunjung datang dengan beragam tujuan: bersepeda, berjalan santai, mengajak anak bermain, berburu kuliner, atau sekadar menikmati suasana pagi di bawah rindangnya pepohonan.

Lokasinya memang cukup mendukung. Lospem berada berdampingan dengan Lapangan Indrapati Cakranegara dan berseberangan dengan Kantor Bupati Lampung Barat.

Penataan kawasan yang rapi membuat tempat ini terasa cocok untuk menghabiskan akhir pekan bersama keluarga.

Pemandangan itu terlihat pada Minggu pagi, 16 Agustus 2026, sehari sebelum perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama istrinya, Partinia Mabsus, menyambangi kawasan tersebut. Parosil melihat langsung aktivitas warga yang tengah menikmati hari libur.

Ada yang mengayuh sepeda, berjalan santai, hingga anak-anak yang asyik bermain bola. Di sela kunjungan itu, Parosil juga menyempatkan berbincang dengan sejumlah pedagang UMKM.

Obrolan yang awalnya santai kemudian memunculkan satu usulan: bagaimana membuat Lospem semakin ramai?

Seorang pedagang mengatakan, aktivitas jual beli di kawasan itu sebenarnya sudah cukup ramai setiap Minggu pagi. Namun, menurut dia, suasana bisa dibuat lebih hidup dengan tambahan hiburan.

“Ini Pacik, kalau ada hiburan di sini, mungkin musik gitu, Pacik. Kalau ada hiburan jadi tiap Minggu biar tambah ramai,” ujar pedagang tersebut sembari menyiapkan dagangannya.

Ia berharap pemerintah dapat menghadirkan hiburan sederhana seperti pertunjukan musik atau tari-tarian. Bukan hanya untuk menghibur pengunjung, tetapi juga membuat warga semakin betah dan pedagang mendapatkan lebih banyak pembeli.

Parosil merespons usulan itu dengan satu pertanyaan: apakah para pedagang juga siap berpartisipasi?

“Mau, Pak. Biar ramai maksudnya. Ada musik, ada tari-tarian, yang jelas hiburan,” jawab pedagang itu.

Parosil kemudian melihat peluang yang lebih besar. Menurut dia, kegiatan di Lospem tidak harus berhenti pada hiburan.

Agenda mingguan juga bisa dikemas dalam bentuk perlombaan agar semakin banyak warga datang.

“Nah benar, kalau memang bisa setiap Minggu harus ada lomba. Supaya banyak pengunjung datang. Ini masukan berharga, terima kasih,” kata Parosil.

Ia juga membuka kemungkinan agar kegiatan tersebut dikelola melalui perangkat daerah terkait, dengan tetap melibatkan para pedagang sebagai bagian dari penggeraknya.

“Kalau ada partisipasinya dari pedagang, nanti bisa kita adakan di bawah naungan Dinas Koperindag atau di bawah Dinas Lingkungan Hidup,” ujarnya.

Dalam kunjungan itu, Parosil didampingi Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial dan sejumlah perangkat daerah.

Dialog singkat antara pedagang dan kepala daerah tersebut menunjukkan satu hal: keramaian sebuah ruang publik tidak hanya soal tempat, tetapi juga bagaimana aktivitas di dalamnya terus dibuat hidup.

Bagi pelaku UMKM, semakin banyak warga datang berarti semakin besar pula peluang dagangan mereka terjual.

Tentu harapannya, jika dikemas secara rutin dengan hiburan, olahraga, maupun kegiatan keluarga, Lospem berpotensi menjadi salah satu ruang penggerak ekonomi masyarakat dan menumbuhkan roda UMKM di Kabupaten Lampung Barat.

HAMDAN ❤️

Warga Lorong W Timur RT 014/01 kel.koja Rayakan HUT RI KE 81,Tamasya ke Bandung. 

0

Mediaistana.com, Jakarta Utara – (17/08/2026), Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, warga Lorong W Timur RT 014/RW 01, Kelurahan Koja, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, memilih cara yang berbeda untuk memaknai semangat kemerdekaan.

Bukan sekadar menggelar perlombaan di lingkungan kampung, warga RT 014 mengadakan tamasya bersama menuju kawasan wisata Ciater, Bandung Barat.

Kegiatan tersebut diikuti oleh bapak-bapak, ibu-ibu, hingga anak-anak yang berdomisili di lingkungan RT 014.

Rombongan berangkat pada Hari Minggu 16/08/2026, dari kediaman masing masing warga, sekitar pukul 05.30 WIB. Mereka berkumpul untuk menuju tempat wisata Ciater yang berada di daerah Bandung Barat, dan baru kembali menjelang malam hari. ” Senang bertamasya bersama para tetangga, semoga tahun kedepan nya pak RT Mul mengadakan kembali acara tamasya bersama seluruh warga nya.” Ujar salah seorang warga RT 014.

Sepanjang perjalanan hingga di lokasi wisata, suasana penuh keakraban dan kebersamaan begitu terasa.

Bagi warga, kegiatan ini bukan hanya sekadar rekreasi. Tamasya bersama menjadi momentum untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kekompakan, serta membangun hubungan sosial yang semakin harmonis di tengah kehidupan bermasyarakat.

Meski jumlah warga RT 014 tidak sebanyak beberapa RT lainnya, hal tersebut tidak membuat lingkungan ini kehilangan semangat kebersamaan. Justru dari lingkup masyarakat yang relatif kecil, rasa kekeluargaan terlihat begitu kuat

Semangat gotong royong, saling mengenal dan saling menjaga menjadi warna tersendiri dalam kehidupan warga Lorong W Timur. Kebersamaan tersebut seolah mengingatkan bahwa makna kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan dengan menjaga persatuan, kerukunan dan kedamaian.

BANGBEKSNEWS.COM melihat kegiatan tersebut sebagai potret sederhana namun bermakna tentang bagaimana semangat kemerdekaan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari—dengan berkumpul, bersilaturahmi, saling menghargai dan menjaga keharmonisan antarwarga.

Di momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, semoga kebersamaan warga RT 014 Lorong W Timur terus terjaga dan menjadi contoh bahwa persatuan dapat tumbuh dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga dan masyarakat sekitar.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81, Merdeka! Bersatu, rukun, dan terus menjaga Indonesia.(Red/Beks)

PKL MENJAMUR DI GOR, KINERJA PEMKOT DITAGIH — PRESIDEN, KAPOLRI, DAN MENDAGRI DIMINTA TURUN MENGAWASI

0

Mediaistana.com – TANGERANG, 17 AGUSTUS 2026 — Di tengah peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, persoalan penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah kawasan Kecamatan Cipondoh kembali menjadi sorotan. Insan Pers Mediaistana.com mempertanyakan sejauh mana konsistensi pemerintah dalam menjaga ketertiban, memastikan efektivitas penertiban, serta memberikan solusi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Sorotan tersebut mencakup sejumlah titik yang selama ini menjadi perhatian publik, antara lain GOR Gondrong, Dongkal, Sipon, Poris Plawad Utara hingga kawasan pintu keluar Terminal Poris Plawad Utara.

Persoalannya bukan semata-mata mengenai keberadaan PKL. Persoalan yang jauh lebih besar adalah konsistensi penegakan aturan, pengawasan pascapenertiban, koordinasi antarinstansi, penataan kawasan, serta keberanian pemerintah memberikan jawaban berbasis data kepada masyarakat.
Jika penertiban telah berulang kali dilakukan tetapi aktivitas serupa kembali muncul, publik tentu berhak bertanya: apa sebenarnya yang belum selesai?

Apakah pengawasan masih lemah? Apakah koordinasi antarinstansi belum berjalan optimal? Apakah pola penataan belum menyentuh akar persoalan? Atau terdapat faktor lain yang perlu diperiksa secara objektif?

Pertanyaan tersebut bukan vonis. Justru pertanyaan itulah bagian dari fungsi kontrol publik dan pers.

PENERTIBAN JANGAN BERHENTI DI DEPAN KAMERA,FOTO BUAT LAPORAN DOKUMENTASI,LALU DUDUK MANIS MINUM KOPI SAMBIL MAKAN MIE

Masyarakat tidak membutuhkan penertiban yang hanya terlihat ketika petugas turun ke lapangan.
Masyarakat membutuhkan hasil yang bertahan setelah operasi selesai.
Jika hari ini ditertibkan, kemudian beberapa hari atau minggu berikutnya kembali muncul, lalu dilakukan penertiban kembali, pemerintah harus berani melakukan evaluasi menyeluruh.
Penertiban bukan sekadar membubarkan aktivitas. Penertiban harus menjadi bagian dari tata kelola kawasan yang jelas, terukur dan berkelanjutan.

Apabila persoalan menyangkut mata pencaharian masyarakat, pemerintah juga dituntut menghadirkan solusi yang tetap berada dalam koridor aturan. Ketegasan tidak harus menghilangkan pendekatan manusiawi, dan pendekatan manusiawi tidak boleh dijadikan alasan untuk membiarkan pelanggaran aturan.

Yang tidak boleh terjadi adalah ketidakjelasan.
Pedagang membutuhkan kepastian. Warga membutuhkan kepastian. Pengguna jalan membutuhkan kepastian. Pemerintah pun harus mampu mempertanggungjawabkan kebijakan yang dijalankan.

GOR GONDRONG DAN TITIK LAIN MENJADI UJIAN KINERJA

GOR Gondrong, Dongkal, Sipon, Poris Plawad Utara hingga kawasan pintu keluar Terminal Poris Plawad Utara seharusnya tidak dilihat sebagai persoalan yang berdiri sendiri-sendiri.

Pemerintah perlu melihat persoalan tersebut sebagai bagian dari penataan kawasan secara menyeluruh.
Jangan sampai satu titik ditertibkan, kemudian aktivitas berpindah ke titik lainnya. Jika itu terjadi, pemerintah hanya memindahkan persoalan, bukan menyelesaikannya.

Dibutuhkan pemetaan titik rawan, pengawasan berkelanjutan, koordinasi lintasinstansi, penegakan aturan serta solusi penataan yang terukur.
Pemkot Tangerang juga perlu menjelaskan kepada masyarakat apa target penataan dan apa indikator keberhasilannya.
Bukan sekadar menyatakan bahwa operasi sudah dilakukan.

Publik berhak mengetahui:
Setelah ditertibkan, bagaimana kondisi lapangan?
Siapa yang melakukan pengawasan?
Berapa lama pengawasan berlangsung?
Apa hasil evaluasinya?
Apa langkah pemerintah ketika aktivitas kembali muncul?
Itulah ukuran kinerja yang sesungguhnya.

SATPOL PP JANGAN HANYA MENJADI PEMADAM MASALAH

Satpol PP mempunyai posisi strategis dalam menjaga ketertiban umum serta menegakkan peraturan daerah.
Karena itu, keberhasilan tidak semestinya hanya diukur dari berapa kali operasi dilakukan, berapa personel yang diturunkan, atau berapa lapak yang dibongkar.
Ukuran keberhasilan harus terlihat dari kondisi kawasan setelah penertiban.

Jika persoalan kembali berulang, evaluasi sistem harus dilakukan. Evaluasi bukan semata-mata untuk menyalahkan petugas di lapangan, melainkan untuk mengetahui apakah mekanisme pengawasan, koordinasi dan tindak lanjut telah berjalan secara efektif.
Kecamatan Cipondoh juga dituntut menjalankan fungsi koordinasi kewilayahan secara maksimal.
Pemerintahan tidak boleh berjalan secara sektoral ketika persoalan masyarakat membutuhkan kerja lintas sektor.

PEMKOT TANGERANG DITAGIH DATA, BUKAN SEKADAR NARASI

Insan Pers Mediaistana.com meminta Pemerintah Kota Tangerang membuka informasi yang dapat dipertanggungjawabkan terkait penanganan PKL di wilayah Cipondoh.
Berapa kali penertiban telah dilakukan?
Apa dasar tindakan yang digunakan?
Instansi mana saja yang terlibat?
Apa hasil dari setiap operasi?
Bagaimana mekanisme pengawasan pascapenertiban?
Berapa titik yang menjadi prioritas?
Bagaimana pola penataan pedagang?
Apa solusi yang disiapkan bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari aktivitas perdagangan?

Dan yang paling penting, apa indikator bahwa persoalan tersebut benar-benar telah diselesaikan?

Jawaban harus berbasis data.

Sebab pemerintahan modern tidak cukup hanya menyajikan narasi. Publik membutuhkan bukti, dokumen, hasil dan transparansi.

PRESIDEN PRABOWO DIMINTA MEMBERIKAN PERHATIAN

Melihat persoalan yang terus menjadi perhatian masyarakat, Insan Pers Mediaistana.com meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan perhatian terhadap aspirasi masyarakat Kota Tangerang melalui mekanisme pengawasan dan evaluasi sesuai kewenangan.
Permintaan tersebut bukanlah vonis bahwa Pemerintah Kota Tangerang telah melakukan pelanggaran.

Sebaliknya, evaluasi objektif justru diperlukan untuk mengetahui apakah persoalan yang muncul bersumber dari lemahnya koordinasi, pengawasan, kebijakan, pelaksanaan aturan atau faktor lainnya.
Jika pemerintah daerah telah bekerja dengan benar, biarkan data membuktikannya.

Jika terdapat kekurangan, perbaiki.

Jika terdapat pelanggaran yang terbukti, tindak sesuai ketentuan hukum.
Jika terjadi miskomunikasi, luruskan secara terbuka.
Negara tidak akan menjadi lemah karena melakukan evaluasi. Justru pemerintahan akan semakin kuat ketika berani mengoreksi kekurangan berdasarkan fakta.

KAPOLRI DIMINTA MEMASTIKAN ASPEK PENEGAKAN HUKUM

Insan Pers Mediaistana.com juga meminta perhatian Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo apabila terdapat laporan masyarakat yang berkaitan dengan dugaan tindak pidana maupun persoalan penegakan hukum.

Pers tidak meminta aparat mencari-cari kesalahan seseorang.

Pers meminta setiap laporan yang memenuhi unsur hukum ditangani secara profesional, objektif, transparan dan sesuai prosedur.
Tidak boleh ada pihak yang dihukum tanpa bukti.
Namun tidak boleh pula laporan masyarakat diabaikan tanpa penjelasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Hukum harus bekerja berdasarkan fakta, alat bukti dan prosedur.

MENDAGRI DIMINTA MEMBERIKAN PERHATIAN KHUSUS TATA KELOLA PEMERINTAHAN DAERAH

Kepada Menteri Dalam Negeri, Mediaistana.com meminta perhatian terhadap aspek penyelenggaraan pemerintahan daerah, khususnya efektivitas koordinasi, pengawasan, pelayanan publik dan pelaksanaan kewenangan pemerintah daerah.

Jika persoalan yang sama terus berulang, evaluasi terhadap tata kelola pemerintahan merupakan hal yang wajar.
Bukan untuk mempermalukan pemerintah daerah.
Bukan pula untuk mencari-cari kesalahan pejabat.
Melainkan untuk memastikan bahwa negara benar-benar hadir dan bekerja efektif di tengah masyarakat.

JANGAN JADI PEJABAT PUBLIK KALAU TAK SIAP DIKRITIK

Insan Pers Mediaistana.com menyampaikan pesan tegas kepada seluruh pejabat publik:
Jangan menjadi pejabat publik jika tidak siap dikritik.
Jangan memegang jabatan publik jika tidak siap kinerjanya dipertanyakan dan dipublikasikan.
Jangan menjadikan jabatan sebagai tameng untuk menghindari pertanyaan masyarakat.

Kritik tajam bukan berarti permusuhan.
Pemberitaan bukan berarti penyerangan pribadi.
Pertanyaan pers bukan berarti kriminalisasi.
Sepanjang pemberitaan disusun berdasarkan fakta, dilakukan secara bertanggung jawab dan memberikan ruang klarifikasi kepada pihak terkait, maka kontrol pers merupakan bagian penting dari kehidupan demokrasi.
Pejabat yang yakin kinerjanya benar tidak perlu takut terhadap kritik.
Jawab dengan data. Tunjukkan dokumen. Tunjukkan hasil. Buka ruang klarifikasi.
Masyarakat tidak membutuhkan pejabat yang pandai menghindari pertanyaan.

Masyarakat membutuhkan pejabat yang berani mempertanggungjawabkan pekerjaannya.

RAKYAT BUKAN PENONTON

Rakyat bukan sekadar penonton pemerintahan.
Rakyat adalah pihak yang merasakan langsung dampak setiap kebijakan.
Ketika trotoar terganggu, masyarakat merasakan.
Ketika lalu lintas terganggu, masyarakat merasakan.
Ketika ketertiban tidak berjalan, masyarakat merasakan.
Sebaliknya, ketika pemerintah berhasil menata kawasan dengan baik, masyarakat pula yang menikmati manfaatnya.

Karena itu, suara masyarakat tidak boleh dianggap sebagai gangguan.
Suara rakyat adalah alarm bagi pemerintah.
Dan pers memiliki tanggung jawab untuk menyuarakan persoalan publik secara kritis, berimbang dan bertanggung jawab.

MEDIAISTANA.COM AKAN TERUS MENGAWAL

Mediaistana.com menegaskan akan terus mengawal persoalan penataan PKL di Kecamatan Cipondoh berdasarkan fakta lapangan, informasi yang dapat diverifikasi serta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait.
Pemerintah Kota Tangerang, Kecamatan Cipondoh, Satpol PP Kota Tangerang, Satpol PP Kecamatan Cipondoh maupun instansi terkait tetap memiliki ruang yang seluas-luasnya untuk memberikan klarifikasi dan menyampaikan data resmi.

Sebab tujuan utama pemberitaan bukan menjatuhkan seseorang.
Tujuannya adalah memastikan kepentingan masyarakat tidak tenggelam di balik tembok birokrasi.
Maka pertanyaan Mediaistana.com tetap sederhana tetapi tegas:

SAMPAI DI MANA KINERJA PEMERINTAH KOTA TANGERANG?

Jika sudah bekerja, buktikan.
Jika sudah menertibkan, tunjukkan hasilnya.
Jika masih terdapat kendala, jelaskan kepada rakyat.
Jika membutuhkan evaluasi, lakukan evaluasi.

Jika terdapat dugaan pelanggaran, proses berdasarkan hukum dan bukti.

JANGAN PENCITRAAN. JANGAN SEREMONI. JANGAN SEKADAR JANJI.

RAKYAT MEMBUTUHKAN TINDAKAN NYATA.

Jabatan publik bukan milik pribadi.
Kewenangan bukan kekebalan.
Kritik bukan kejahatan.
Pers bukan musuh pemerintah.
Dan rakyat bukan penonton.

JABATAN ITU SEMENTARA. KEKUASAAN ITU SEMENTARA. TETAPI AMANAH KEPADA RAKYAT HARUS DIPERTANGGUNGJAWABKAN.

RAKYAT DI ATAS SEGALANYA. PUBLIK BERHAK TAHU. PEMERINTAH WAJIB MENJAWAB.

MEDIAISTANA.COM — TAJAM MENGAWAL, BERANI BERSUARA, BERTANGGUNG JAWAB DALAM PEMBERITAAN.

Red David E,S.E.

Semangat Kemerdekaan Bukan Hanya Perayaan, Tapi Teguran — Keadilan Harus Dirasakan Semua Warga

0

MEDIAISTANA.COM – TANGERANG, 16 Agustus 2026 — Di tengah hiruk-pikuk persiapan peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 tahun, semangat nasionalisme membara di Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang. Warga dari RW 01, dengan lingkungan RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, hingga RT 06 bergotong-royong menghias jalanan, memasang bendera Merah Putih, dan menyiapkan berbagai perlombaan untuk memeriahkan hari paling bersejarah bangsa ini.

Namun di balik semarak perayaan itu, ada pesan mendalam yang disampaikan warga — termasuk Aan Alfian, warga Jalan Ki Hajar Dewantor, Gondrong, Cipondoh, Kota Tangerang. Baginya, kemerdekaan bukan sekadar memasang bendera dan mengikuti lomba. Kemerdekaan adalah tentang kebebasan dari penindasan, kebebasan dari pemerasan, dan keadilan yang dirasakan setiap warga — tanpa pandang status, tanpa pandang kekuatan.

SEMARAK KEMERDEKAAN MENGALIR DI SETIAP JALAN GONDRONG

Beberapa hari menjelang 17 Agustus, suasana di Gondrong berubah total. Dari ujung jalan Ki Hajar Dewantor hingga ke gang-gang kecil di seluruh lingkungan RW 01, bendera Merah Putih berkibar serempak. Anak-anak berlatih baris-berbaris, ibu-ibu menyusun panitia lomba, bapak-bapak memasang umbul-umbul.

Di setiap lingkungan — RT 01, RT 02, RT 03, RT 04, RT 05, dan RT 06 — warga tampak bersatu. Tidak ada perbedaan. Semua bekerja sama, menyumbang tenaga dan pikiran, memastikan perayaan kemerdekaan ke-81 ini berjalan meriah dan berkesan. Ini adalah wajah kemerdekaan yang sesungguhnya: persatuan di tengah keberagaman, gotong-royong tanpa pamrih.

Namun ketika Aan Alfian, warga yang lahir di Palembang 25 Agustus 1989, ditanya tentang arti kemerdekaan baginya, senyumnya berubah menjadi serius.

“Kita merayakan kemerdekaan ke-81. Bendera berkibar, jalanan dihias, anak-anak tertawa. Tapi saya bertanya: apakah semua warga benar-benar merdeka? Apakah warga kecil di Gondrong ini sudah bebas dari ketakutan? Sudah bebas dari pemerasan? Sudah bebas menuntut hak tanpa takut dibalas?”

KEMERDEKAAN YANG BELUM SELESAI

Bagi Aan Alfian dan banyak warga di Gondrong, kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 tahun ini bukan sekadar perayaan. Ini juga momen untuk merenungkan: apakah kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan sudah benar-benar sampai ke rumah-rumah rakyat kecil?

Mereka melihat bahwa di tengah semangat nasionalisme yang tinggi, masih ada bayang-bayang yang menghantui: dugaan pungutan liar yang masih berkeliaran, penertiban yang terasa tidak adil, laporan yang menggantung tanpa jawaban.

“Kemerdekaan bukan hanya soal tidak dijajah bangsa asing. Kemerdekaan adalah ketika kita bisa berusaha di negeri sendiri tanpa harus membayar upeti kepada siapa pun. Kemerdekaan adalah ketika kita bisa melapor kepada negara tanpa takut dibalas. Kemerdekaan adalah ketika hukum berlaku sama untuk semua orang — baik yang berkuasa maupun yang tidak punya apa-apa,” ujar Aan.

Dan di sinilah letak pesan kemerdekaan yang paling tajam: selama masih ada warga yang merasa dijajah oleh ketidakadilan di negeri sendiri, maka perjuangan kemerdekaan belum usai. Selama masih ada rakyat yang takut berbicara karena ancaman pungli, maka kemerdekaan itu belum sempurna. Selama hukum terasa lunak kepada yang kuat dan keras kepada yang lemah — maka kemerdekaan itu belum benar-benar milik semua rakyat.

SEMARAK PERAYAAN, TAPI TUNTUTAN TETAP JELAS

Warga RW 01, dari RT 01 hingga RT 06, tetap akan merayakan HUT RI ke-81 dengan penuh semangat. Mereka akan mengibarkan Sang Saka Merah Putih, bernyanyi lagu kebangsaan, dan bersuka cita sebagai warga negara yang merdeka.

Tapi di balik sukacita itu, ada tuntutan yang tidak bisa diabaikan oleh Pemerintah Kota Tangerang, Kecamatan Cipondoh, Satpol PP, dan Polsek Cipondoh:

Semangat kemerdekaan harus diwujudkan dalam keadilan nyata. Bukan hanya di atas panggung perayaan, tapi di jalanan, di pasar, di GOR Gondrong — di mana rakyat kecil berjuang setiap hari.
Hukum harus berlaku sama untuk semua orang. Tidak boleh ada warga yang merasa lebih berkuasa dari hukum. Tidak boleh ada warga yang merasa hukum tidak berpihak padanya.
Laporan dan keluhan warga harus ditindaklanjuti. Kemerdekaan berarti negara hadir untuk rakyat, bukan membiarkan rakyat menunggu tanpa jawaban.
Bebaskan rakyat dari ketakutan. Kemerdekaan yang sesungguhnya adalah ketika warga bisa hidup tenang, berusaha tenang, dan berbicara tenang — tanpa rasa takut kepada siapa pun.

KEMERDEKAAN ADALAH TUGAS BERSAMA

81 tahun kemerdekaan Indonesia. Bukan waktu yang singkat. Sudah cukup waktu bagi negara ini untuk memastikan bahwa setiap warganya benar-benar merdeka — merdeka dari penindasan, merdeka dari pemerasan, merdeka dari ketidakadilan.

Aan Alfian mewakili warga Gondrong RW 01, dari RT 01 hingga RT 06, menyampaikan pesan ini kepada seluruh negeri:

“Kita merayakan kemerdekaan. Tapi jangan sampai kemerdekaan itu hanya menjadi kata-kata di lagu dan bendera di tiang. Kemerdekaan harus dirasakan. Harus terasa di hati setiap warga. Jika rakyat kecil masih merasa dijajah oleh ketidakadilan di negeri sendiri — maka kemerdekaan itu belum selesai. Dan tugas kita semua, sebagai warga negara yang merdeka, adalah menyelesaikannya bersama-sama.”

Selamat Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Semoga kemerdekaan ini semakin nyata, semakin adil, dan semakin dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia — tanpa terkecuali.

📅 Tanggal: 16 Agustus 2026 — Menjelang HUT Kemerdekaan RI ke-81
📍 Lokasi: Kelurahan Gondrong, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang
👤 Sumber: Aan Alfian, Warga Jl. Ki Hajar Dewantor, Gondrong, RW 01 (RT 01–RT 06)

MEDIAISTANA.COM
RED : DAVID E,S.E.

YLBH Sarana Keadilan Rakyat Indonesia Gelar Hari Jadi dan Peresmian, Teguhkan Komitmen Perjuangkan Keadilan

0

MEDIAISTANA.COM | PASURUAN, 16 Agustus 2026 – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBH) Sarana Keadilan Rakyat Indonesia (S.K.R.I) menggelar kegiatan hari jadi sekaligus peresmian lembaga di Wisata Bakti Alam, Desa Ngembal, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, (16/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi YLBH S.K.R.I untuk memperkuat eksistensi sekaligus meneguhkan komitmennya dalam memberikan akses bantuan hukum dan memperjuangkan nilai-nilai keadilan bagi masyarakat.

Acara berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan dihadiri sejumlah peserta serta tamu undangan. Momentum tersebut sekaligus menjadi langkah awal bagi YLBH S.K.R.I untuk semakin aktif hadir di tengah masyarakat melalui edukasi hukum, pendampingan, serta pemberian pemahaman terhadap berbagai persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

Dengan mengusung semangat “Tegakkan Keadilan, Melawan Kezoliman”, YLBH Sarana Keadilan Rakyat Indonesia menegaskan tekad untuk menjalankan peran sosial dan hukum secara profesional, berintegritas, serta menjunjung tinggi prinsip keadilan.

Hari jadi dan peresmian tersebut tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan lembaga dalam membangun kepercayaan masyarakat. YLBH S.K.R.I berkomitmen menjadi wadah bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan maupun pemahaman hukum, khususnya ketika menghadapi persoalan yang berkaitan dengan hak dan keadilan.

Dalam kegiatan tersebut juga tercantum administrasi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI Nomor AHU-0017090.AH.01.04 Tahun 2026, sebagaimana tercantum pada spanduk kegiatan.

Ke depan, YLBH S.K.R.I tidak hanya menargetkan peran dalam memberikan bantuan dan pendampingan hukum, tetapi juga mendorong peningkatan edukasi hukum di tengah masyarakat. Kesadaran hukum dinilai menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang memahami hak dan kewajibannya di hadapan hukum.

Selain itu, YLBH S.K.R.I membuka ruang sinergi dengan berbagai elemen masyarakat, organisasi kemasyarakatan, lembaga sosial, insan pers, serta pihak-pihak terkait lainnya. Sinergi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam mendorong penegakan hukum yang transparan, berimbang, profesional, dan berkeadilan.

Semangat “Tegakkan Keadilan, Melawan Kezoliman” menjadi pesan utama dalam momentum hari jadi dan peresmian tersebut. Semangat itu diharapkan tidak berhenti sebagai slogan, tetapi dapat diwujudkan melalui kerja nyata, pendampingan terhadap masyarakat, serta keberanian menyuarakan persoalan keadilan dengan tetap berpedoman pada koridor hukum yang berlaku.

Dengan digelarnya hari jadi sekaligus peresmian lembaga ini, YLBH Sarana Keadilan Rakyat Indonesia menatap langkah ke depan dengan semangat baru untuk terus hadir, mengabdi, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Keadilan bukan sekadar untuk diperjuangkan, tetapi harus ditegakkan dengan keberanian, integritas, dan kepedulian terhadap sesama.”