Beranda blog Halaman 48

Dalam Menyambut Ulang Tahun RI Ke-81 Acha Christie Gracelia Berhasil Raih Juara 1 Puteri Berkebaya 2026

0

MEDIAISTANA.COM | SURABAYA – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, komunitas Bunda Milenial menggelar ajang Lomba Bunda & Putri Berkebaya yang berlangsung meriah di Atrium Utama Royal Plaza Surabaya, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah pelestarian budaya sekaligus ruang bagi para peserta untuk menampilkan keanggunan dan kecintaan terhadap kebaya Nusantara. Lomba dibuka untuk umum dengan syarat peserta berusia minimal tiga tahun dan mengenakan kebaya milik sendiri sesuai tema Kebaya Nusantara.

Panitia menghadirkan empat kategori perlombaan, yaitu Busana Adat, Kebaya Indonesia, Kebaya Bunda & Putri, dan Kebaya Favorite. Para peserta dan pemenang memperoleh berbagai bentuk apresiasi berupa trofi, tiara, selempang, goodie bag, dan sertifikat keikutsertaan.

Pada kesempatan menjelang Hari Kemerdekaan yang ke – 81 ini, Acha Christie Gracelia berhasil meraih Juara 1 Putri Berkebaya 2026. Keberhasilannya mendapat sambutan hangat dari penonton dan peserta lain yang memadati area atrium Royal Plaza Surabaya.

Usai dinobatkan sebagai juara pertama, Acha mengaku sangat terharu dan bersyukur atas pencapaian yang diraih di bulan Agustus 2026 ini. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya tentang gelar, tetapi juga menjadi pengalaman berharga sebagai generasi Milenial untuk ikut serta melestarikan budaya Indonesia melalui kebaya.

“Saya sangat senang, terharu, dan bersyukur bisa menjadi Juara 1 Putri Berkebaya 2026. Ini bukan sekadar kemenangan bagi saya, tetapi juga kebanggaan karena dapat ikut mengenalkan dan melestarikan kebaya sebagai warisan budaya Indonesia,” ujar Acha saat sesi wawancara.

Acha juga mengungkapkan bahwa selama mengikuti perlombaan ia merasakan suasana kekeluargaan yang kuat antar peserta. Dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat menjadi penyemangat tersendiri hingga akhirnya berhasil meraih hasil terbaik.

“Saat nomor urut saya dipanggil sebagai juara pertama, rasanya campur aduk antara kaget, haru, dan bahagia. Saya ingin terus belajar dan semakin percaya diri untuk membawa kebaya Indonesia tampil lebih membanggakan,” tuturnya.

Penyelenggaraan Lomba Bunda & Putri Berkebaya ini diharapkan dapat menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa serta menjadikan kebaya tidak hanya dikenakan pada acara tertentu, tetapi juga dipandang sebagai identitas dan kebanggaan perempuan Indonesia.

Dengan antusiasme peserta dan pengunjung yang tinggi, acara Bunda Milenial di Royal Plaza Surabaya menjadi salah satu kegiatan yang turut memeriahkan rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Kota Pahlawan. (Redho)

Jasa Aku Temani Healing, Lelly Asal Sidoarjo Dibanjiri Pelanggan

0

MEDIAISTANA.COM | SIDOARJO -Tidak semua orang memiliki teman yang selalu bisa menemani saat melakukan aktivitas tertentu, seperti ke kulineran atau sekadar datang ke tempat wisata di sekitaran Surabaya dan Sidoarjo

Dari kebutuhan itu, muncul sebuah jasa unik bernama “aku temani healing ” yang kini mulai banyak diminati, khususnya oleh kaum hawa di Surabaya dan Sidoarjo

Apa itu jasa “aku temani healing”

Seperti yang digeluti wanita cantik asal Sidoarjo sebut saja Lelly panggilan akrabnya yang memiliki akun tiktok hi,ini lelly profesi yang sudah berlangsung selama 1 tahun belakangan ini target jasanya siapa saja yang membutuhkan teman untuk beraktivitas sehari-hari.

Jasa ini bisa digunakan untuk berbagai keperluan, mulai dari ngopi, nongkrong, kulineran, belanja, menonton konser, olahraga, hingga menemani ke rumah sakit.

“Sebetulnya banyak orang butuh teman jalan, tapi enggak mau banyak bicara. Karena kalau sama teman sendiri kadang bahasnya pekerjaan lagi atau hal yang sama. Jadi mungkin saja ada rasa bosan,” ujar Lelly

Alasan menggunakan jasa ini pun beragam. Ada pelanggan yang merasa stres dan butuh teman curhat, ada pula yang ingin ditemani menghadiri acara kondangan atau sekadar pergi ke tempat healing.

Meski begitu, aktivitas yang paling sering diminta klien adalah menemani nongkrong sambil ngopi. Tak jarang, momen itu juga disertai dengan obrolan panjang.

“Kalau ada pelanggan yang curhat, pasti saya dengerin. Karena terkadang seseorang itu merasa senang hanya sudah didengar ceritanya. Saya juga enggan kasih masukan yang berlebihan karena bukan ranah saya,” tutur Lelly

Setiap klien bisa menyesuaikan kebutuhan, apakah ingin hanya ditemani, atau ditemani sekaligus diajak ngobrol.

“Ternyata sejauh ini banyak klien saya yang minta ditemani ke lokasi. Ada yang terbuka untuk ngobrol seperti teman sendiri, ada juga yang memang minta ditemani saja,” jelasnya.

Ia juga menetapkan biaya Rp 25,000 per 1 jam untuk jasa menemani di rumah sakit selain itu 100,000 / 3 jam adapun transportasi,jajan makan itu semua ditanggung pelanggan,menjaga profesionalisme jadi kunci utama meski sifat jasanya kasual, Lelly tetap menjaga batas profesional. Ia menekankan, perannya adalah menemani sesuai kebutuhan klien, bukan menjadi tempat untuk mencari hubungan pribadi.

“Jadi saya tetap menetapkan batasan profesional karena saya di sini untuk menemani klien sesuai keinginannya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menjaga keamanan baik untuk dirinya maupun klien dengan melakukan skrining data.

Bahkan, ia tak ragu memberikan identitas diri bila diminta calon pelanggan.

Kini, Lelly semakin percaya diri mengembangkan jasa “Aku Temani Healing”. Ia aktif membagikan konten di media sosial agar masyarakat lebih mengenal layanannya.

“Sebetulnya di posisi ini saya dan pelanggan memang sama-sama takut, karena sama-sama ketemu orang asing. Tapi kalau bisa saling percaya, jasa ini bisa jadi solusi buat mereka yang butuh teman jalan,” pungkas Lelly

(Redho)

LBH Gadjah Madha Desak APH Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Penyetoran Hafalan Al-Qur’an

0

MEDIAISTANA.COM | BANYUWANGI – 16 Agustus 2026 — Ketua Umum LBH Gadjah Madha Indonesia, Dany Hendro Saputro, S.H., M.H., menyampaikan kecaman keras sekaligus mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) agar tidak mengabaikan setiap dugaan penyimpangan, ketidakberesan maupun pelanggaran hukum yang berkaitan dengan penyelenggaraan dan penyetoran hafalan Al-Qur’an.

Menurut LBH Gadjah Madha Indonesia, kegiatan yang membawa nama agama dan berkaitan langsung dengan pendidikan serta pembinaan keagamaan seharusnya dilaksanakan dengan menjunjung tinggi kejujuran, transparansi, keadilan, serta kepatuhan terhadap ketentuan hukum yang berlaku.

Dany menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan kegiatan menghafal maupun menyetorkan hafalan Al-Qur’an. Justru sebaliknya, kegiatan tersebut merupakan bagian positif dalam membangun generasi yang memiliki pemahaman dan nilai-nilai keagamaan.

Namun, persoalan menjadi serius apabila dalam pelaksanaannya ditemukan dugaan penyimpangan, ketidakadilan, tekanan terhadap peserta, penggunaan nama agama untuk kepentingan tertentu, atau tindakan lain yang berpotensi bertentangan dengan hukum.

“Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi sarana ibadah dan pembentukan akhlak justru menimbulkan persoalan hukum. Apabila memang terdapat dugaan pelanggaran, maka harus diperiksa secara objektif dan transparan,” tegas Dany.

 

APH Diminta Tidak Tebang Pilih

LBH Gadjah Madha Indonesia meminta APH melakukan langkah konkret apabila terdapat laporan, pengaduan maupun informasi yang memiliki dasar mengenai dugaan penyimpangan dalam kegiatan tersebut.

Menurutnya, proses penanganan tidak boleh dilakukan secara setengah-setengah. Setiap informasi harus diverifikasi dengan memeriksa pihak-pihak yang terlibat, dokumen kegiatan, mekanisme penyelenggaraan, serta bukti-bukti lain yang relevan.

LBH Gadjah Madha juga menekankan pentingnya prinsip presumption of innocence atau asas praduga tak bersalah. Artinya, pihak yang dituding tidak boleh langsung dianggap bersalah sebelum terdapat proses pemeriksaan dan pembuktian sesuai ketentuan hukum.

Namun demikian, asas praduga tak bersalah bukan alasan untuk menghentikan proses klarifikasi maupun pemeriksaan apabila memang terdapat informasi awal yang patut ditindaklanjuti.

“Kami meminta APH bekerja berdasarkan fakta dan alat bukti. Jangan ada pihak yang kebal hukum, tetapi jangan pula ada pihak yang dikriminalisasi tanpa dasar. Semuanya harus ditempatkan secara proporsional,” ujar Dany.

 

Nama Agama Tidak Boleh Menjadi Tameng

LBH Gadjah Madha Indonesia menilai kegiatan keagamaan memiliki posisi yang sangat sensitif di tengah masyarakat. Karena itu, setiap pihak yang terlibat harus memiliki tanggung jawab moral dan hukum yang lebih besar.

Nama agama, menurut LBH Gadjah Madha, tidak boleh dijadikan tameng untuk menutup kemungkinan adanya persoalan. Begitu pula sebaliknya, persoalan pribadi maupun kepentingan tertentu tidak boleh digunakan untuk menyerang kegiatan keagamaan yang sebenarnya berjalan dengan baik.

Karena itu, LBH Gadjah Madha mendorong agar persoalan tersebut ditempatkan dalam koridor hukum dan pembuktian.

Jika benar tidak terdapat pelanggaran, maka pemeriksaan justru akan memberikan kepastian dan memulihkan kepercayaan masyarakat. Sebaliknya, apabila ditemukan pelanggaran, maka harus ada tindakan sesuai ketentuan hukum.

 

Minta Semua Pihak Buka Data dan Fakta

Untuk memastikan persoalan tidak berkembang menjadi opini liar, LBH Gadjah Madha Indonesia meminta pihak penyelenggara bersikap terbuka terhadap informasi yang berkaitan dengan kegiatan tersebut sepanjang tidak melanggar hak privasi maupun ketentuan hukum.

Kejelasan mengenai siapa penyelenggara, mekanisme kegiatan, kriteria peserta, tata cara penyetoran hafalan, pihak yang melakukan penilaian, serta berbagai ketentuan yang diterapkan dinilai penting untuk menjawab keresahan masyarakat.

LBH Gadjah Madha juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang melakukan tekanan maupun intimidasi terhadap peserta, keluarga peserta, saksi, pelapor, maupun pihak lain yang memberikan informasi kepada aparat.

Keterbukaan menjadi penting agar persoalan tidak berhenti pada saling tuding. Fakta harus diuji melalui mekanisme yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

LBH Siap Kawal dan Berikan Bantuan Hukum

LBH Gadjah Madha Indonesia menyatakan siap melakukan pemantauan terhadap perkembangan persoalan tersebut sesuai kewenangannya.

Lembaga tersebut juga membuka ruang untuk memberikan bantuan hukum kepada pihak yang memang memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan, dengan tetap mengedepankan fakta, bukti dan ketentuan hukum.

Dany menegaskan, LBH Gadjah Madha tidak ingin persoalan tersebut menjadi konflik berkepanjangan di tengah masyarakat. Yang diharapkan adalah adanya kejelasan, kepastian hukum dan penyelesaian yang adil.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa pun. Kami meminta agar semua pihak menghormati proses hukum. Kalau ada dugaan pelanggaran, periksa. Kalau tidak terbukti, hentikan tudingan. Tetapi kalau terbukti, tindak sesuai hukum. Jangan ada tebang pilih,” tegasnya.

LBH Gadjah Madha Indonesia menilai penegakan hukum harus berjalan tanpa melihat latar belakang, jabatan, kedekatan maupun kepentingan kelompok tertentu.

Kegiatan keagamaan, menurutnya, harus menjadi ruang yang memberikan keteladanan, bukan justru menimbulkan kecurigaan dan keresahan.

Karena itu, LBH Gadjah Madha Indonesia kembali mendesak APH untuk menelusuri secara serius setiap dugaan penyimpangan dalam penyelenggaraan dan penyetoran hafalan Al-Qur’an, memeriksa fakta secara objektif, serta menyampaikan hasil penanganannya secara transparan sesuai ketentuan hukum.

LBH Gadjah Madha Indonesia menegaskan: agama harus dihormati, peserta harus dilindungi, fakta harus dibuka, dan hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu.

LBH Gadjah Madha Desak APH Usut Tuntas Dugaan Penyimpangan Penyetoran Hafalan Al-Qur’an

0

MEDIAISTANA.COM | BANYUWANGI- (16/08/2026) Ketua Umum LBH Gadjah Madha Indonesia Dany Hendro Saputro.S,H,M,H mengecam keras segala bentuk penyimpangan, pelanggaran hukum, maupun ketidakwajaran yang terjadi dalam penyelenggaraan dan penyetoran hafalan Al-Qur’an. Lembaga ini menegaskan mendesak seluruh Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusut tuntas setiap peristiwa yang mencederai nilai-nilai agama, keadilan, serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Kegiatan penyetoran hafalan Al-Qur’an sejatinya adalah upaya mulia dalam melestarikan firman Allah SWT dan membangun generasi yang berakhlak mulia. Namun apabila dalam pelaksanaannya terdapat dugaan pelanggaran hukum, pemanfaatan nama agama untuk kepentingan pribadi atau golongan, hingga perlakuan yang tidak adil terhadap peserta, hal tersebut sangat di sayangkan dan tidak dapat dibiarkan berlarut-larut.

 

LBH Gadjah Madha Indonesia berpendapat bahwa setiap kegiatan yang berhubungan dengan nilai agama harus dilandasi kejujuran, ketulusan, dan kepatuhan terhadap hukum. Segala bentuk pelanggaran harus di tindak tegas tanpa pandang bulu, agar kepercayaan masyarakat terhadap kegiatan keagamaan tetap terjaga, serta tidak ada pihak yang di rugikan.

 

Lembaga ini juga menyatakan kesiapannya untuk turut serta melakukan pemantauan, memberikan bantuan hukum kepada pihak yang berhak, serta mendukung proses hukum yang berjalan secara transparan, adil, dan berdasarkan fakta yang sebenarnya.

 

Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Tangsel Mulyadi Widodo Sampaikan Ucapan Dirgahayu RI ke-81

0

mediaistana.com

Tangerang Selatan, 17 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Ketua Pokdarkamtibmas Bhayangkara Resor Tangerang Selatan, Mulyadi Widodo, menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia kepada seluruh masyarakat Indonesia.

Mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Mulyadi Widodo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memaknai kemerdekaan dengan memperkuat kepedulian, kebersamaan, serta peran aktif dalam menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Menurutnya, semangat Indonesia berdaulat, adil, dan makmur memiliki makna yang erat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari. Kedaulatan dapat diwujudkan melalui masyarakat yang memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, sementara keadilan tercermin dari terciptanya keamanan dan ketertiban yang dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat tanpa membeda-bedakan.

Adapun kemakmuran, lanjutnya, tidak terlepas dari terciptanya kehidupan masyarakat yang aman, tenteram, produktif, dan memiliki harapan terhadap masa depan.

Dalam momentum kemerdekaan ini, Mulyadi Widodo juga menegaskan pentingnya membangun keamanan dari lingkungan masyarakat. Keamanan bukan hanya menjadi perhatian ketika kejahatan telah terjadi, tetapi perlu dibangun sejak dini melalui kebiasaan saling mengenal, saling menjaga, saling mengingatkan, serta peka terhadap berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar.

Sebagai bagian dari mitra Polri, Pokdarkamtibmas Bhayangkara diharapkan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu membangun kesadaran hukum, mendeteksi persoalan sejak dini, mencegah potensi gangguan sebelum terjadi, serta membantu menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.

“Mari terus berjalan bersama Polri dan masyarakat. Mencegah sebelum terjadi, hadir ketika dibutuhkan, membantu tanpa pamrih, dan mengabdi tanpa mencari kepentingan,” demikian pesan yang disampaikan dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Melalui peringatan kemerdekaan tahun ini, Mulyadi Widodo berharap Pokdarkamtibmas Bhayangkara semakin solid, semakin memberikan manfaat, dan semakin dipercaya oleh masyarakat dalam menjalankan perannya sebagai mitra Polri.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.

(Ton/Raf)

HUT RI Ke,81 GARUDA Dorong Kolaborasi Untuk Wujudkan Indonesia Yang Lebih Sejahtera

0

 

MediaIstana.Com

JAKARTA – Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA) menyampaikan ucapan Dirgahayu Republik Indonesia ke-81 yang diperingati pada 17 Agustus 2026. Momentum kemerdekaan tahun ini mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, yang menjadi pesan penting tentang cita-cita membangun bangsa yang mandiri, berkeadilan, dan sejahtera.

Ketua Umum Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA), Nofalia Heikal Safar, menyampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 RI tidak semestinya hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap masyarakat.

Menurutnya, kemerdekaan harus dapat dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat melalui peningkatan kesejahteraan, ketahanan sosial, akses pangan yang baik, serta kesempatan yang adil bagi masyarakat untuk berkembang.

“Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Semoga momentum kemerdekaan ini semakin memperkuat persatuan dan semangat gotong royong seluruh masyarakat Indonesia untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur,” ujar Nofalia Heikal Safar.

GARUDA juga menilai bahwa semangat membangun bangsa perlu dimulai dari lingkungan masyarakat. Kepedulian terhadap kebutuhan dasar, termasuk pangan dan kesejahteraan keluarga, menjadi bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang kuat.

Karena itu, GARUDA berharap peringatan kemerdekaan dapat menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara masyarakat, organisasi sosial, dunia usaha, dan pemerintah dalam menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Nofalia menambahkan, Indonesia yang berdaulat bukan hanya kuat secara politik dan ekonomi, tetapi juga mampu memastikan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak serta memiliki akses terhadap kebutuhan dasar.

“Semoga Indonesia semakin maju, rakyatnya semakin sejahtera, persatuan semakin kuat, dan cita-cita para pendiri bangsa untuk menghadirkan keadilan serta kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia dapat terus diwujudkan,” katanya.

Melalui peringatan HUT ke-81 RI, Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA) mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai energi positif untuk terus berkarya, peduli, dan bergotong royong membangun Indonesia.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.

Gerakan Dapur Indonesia (GARUDA)
Ketua Umum, Nofalia Heikal Safar

Aris t

Sambut HUT RI ke-81, Polres Lampung Selatan Bagikan Ratusan Bendera Merah Putih

0

MediaIstana.com – Lampung – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 digaungkan Polres Lampung Selatan dengan membagikan ratusan Bendera Merah Putih kepada masyarakat, Minggu (16/8/2026) pagi. Kegiatan tersebut menjadi ajakan sederhana kepada warga untuk turut menghidupkan suasana kemerdekaan dengan mengibarkan Sang Merah Putih.

Pembagian bendera berlangsung di depan Markas Polres Lampung Selatan mulai sekitar pukul 08.30 WIB. Sasaran kegiatan adalah masyarakat dan pengendara yang melintas, baik pengguna sepeda motor maupun kendaraan roda empat.

Sebanyak 200 bendera berukuran kecil dibagikan kepada pengendara sepeda motor. Sementara itu, 10 bendera berukuran lebih besar diberikan kepada pengguna kendaraan roda empat untuk dipasang pada kendaraan maupun dikibarkan di lingkungan tempat tinggal.

Kasat Intelkam Polres Lampung Selatan AKP Justin Afrian, S.H., M.H. mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian kepolisian dalam mengajak masyarakat turut menyemarakkan peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mengajak masyarakat bersama-sama menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 dengan memasang dan mengibarkan Bendera Merah Putih di kendaraan maupun di lingkungan tempat tinggal,” kata Justin.

Personel Sat Intelkam membagikan bendera secara langsung kepada masyarakat yang melintas. Selain menyerahkan bendera, personel juga menyampaikan ajakan agar masyarakat ikut memasang Merah Putih sebagai bagian dari peringatan hari kemerdekaan.

Justin mengatakan, pengibaran Bendera Merah Putih memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar memeriahkan perayaan. Menurutnya, Merah Putih merupakan simbol perjuangan sekaligus pengingat bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

“Semangat kemerdekaan harus terus kita rawat. Salah satunya dengan menumbuhkan rasa cinta Tanah Air, menghargai jasa para pahlawan, serta menjaga persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kabag Log, KBO Satintelkam Iptu Yohanes H., para Kaur dan Kanit Satintelkam, serta personel Satuan Lalu Lintas dan Satuan Samapta Polres Lampung Selatan.

Antusiasme masyarakat terlihat saat menerima bendera yang dibagikan. Bendera tersebut diharapkan tidak berhenti terpasang di kendaraan, tetapi juga dikibarkan di rumah dan lingkungan masing-masing selama momentum peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81.

Melalui pembagian bendera ini, Polres Lampung Selatan turut mengajak masyarakat menjadikan momentum kemerdekaan sebagai kesempatan untuk memperkuat nasionalisme dan kebersamaan. Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif.

Polisi, TNI, dan Satpol PP Kolaborasi Jaga Kamtibmas di Kalianda

0

MediaIstana.cim – Lampung – Menjaga keamanan bukan pekerjaan satu institusi. Menjelang puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Lampung Selatan memperkuat kolaborasi bersama TNI dan Satpol PP Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui patroli gabungan di sejumlah pusat keramaian di Kalianda, Sabtu (15/8/2026) malam.

 

Patroli yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut melibatkan 45 personel gabungan. Kegiatan dipimpin Kabag Log Polres Lampung Selatan AKP Sudarminta dengan menyasar pusat-pusat keramaian dan sejumlah lokasi yang memiliki potensi kerawanan gangguan kamtibmas di wilayah Kalianda.

 

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, patroli gabungan tersebut merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas seiring meningkatnya aktivitas masyarakat menjelang puncak perayaan Hari Kemerdekaan.

“Patroli gabungan ini kami laksanakan sebagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi kejahatan jalanan maupun gangguan kamtibmas lainnya. Sasaran kami adalah pusat keramaian dan lokasi yang memiliki potensi kerawanan, sehingga kehadiran personel dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah terjadinya gangguan keamanan,” kata Deddy.

 

Dalam pelaksanaannya, personel Polres Lampung Selatan bersama anggota Kodim 0421/Lampung Selatan dan Satpol PP bergerak menyusuri sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat. Patroli dilakukan dengan pendekatan preventif melalui pemantauan situasi, serta pemberian imbauan kepada masyarakat apabila ada potensi gangguan keamanan.

Ini menjadi bagian dari upaya mengantisipasi kerawanan yang dapat muncul pada malam menjelang puncak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Mobilitas masyarakat yang meningkat, aktivitas di ruang publik, serta berkumpulnya warga menjadi perhatian petugas dalam menentukan titik patroli.

 

“Kita ingin seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan berjalan aman, tertib, dan kondusif. Karena itu, pengamanan dilakukan melalui kolaborasi lintas instansi dengan mengedepankan pencegahan dan kehadiran personel di tengah masyarakat,” ujarnya.

Patroli kemudian difokuskan pada titik-titik yang menjadi pusat keramaian serta jalur yang dinilai rawan terjadinya kejahatan jalanan. Petugas juga mengingatkan masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan segera melaporkan kepada kepolisian apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan.

Kolaborasi Polri, TNI, dan pemerintah daerah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama menjaga keamanan wilayah Lampung Selatan dan memastikan keamanan menjelang puncak HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Peresmian Yayasan Pondok Pesantren Dan SMP IT Al Fatih Citra Bangsa Desa Budidaya 

0

Mediaistana.com – LAMPUNG SELATAN — Acara Haflah Iftitah sekaligus peresmian Yayasan Al Fatih Citra Bangsa berlangsung khidmat dan meriah di Kecamatan Sidomulyo, Desa Budidaya, pada Minggu, 16 Agustus 2026. Peresmian lembaga pendidikan ini dihadiri langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, didampingi Camat Sidomulyo, Kepala Desa Budidaya, jajaran pejabat Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga yang antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Suasana Acara Penuh Kekhidmatan

Bertempat di lokasi yayasan, Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, panggung utama tampak tertata sangat megah dengan hiasan kain berwarna hijau dan putih yang melambangkan kesucian dan kemakmuran. Lampu gantung yang berkilau menambah keagungan suasana.

Di latar belakang panggung terpampang jelas tulisan besar: “Haflah Iftitah Yayasan Al Fatih Citra Bangsa — Ponpes • SMP IT Muhammad Al Fatih — Muhammad Ammar Al Fatih”, lengkap dengan deretan foto tokoh yang hadir serta bendera-bendera lembaga yang berdiri tegak di samping podium.

Dukungan Penuh Pemerintah Daerah

Kehadiran Bupati Radityo Egi Pratama dan rombongan Dinas Pendidikan menjadi bukti nyata perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan terhadap pengembangan pendidikan berbasis keagamaan di daerah. Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas berdirinya yayasan yang diharapkan menjadi mitra pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kehadiran Yayasan Al Fatih Citra Bangsa merupakan anugerah sekaligus harapan baru bagi dunia pendidikan di Lampung Selatan. Semoga lembaga ini tidak hanya mencetak generasi yang cerdas secara ilmu pengetahuan, tetapi juga kuat imannya, luhur budinya, dan bermanfaat bagi sesama,” ujar Bupati Egi dalam sambutannya.

Ucapan dan Harapan Fran Sinatra Adung, S.P., M.M. Camat Sidomulyo

Camat Sidomulyo Fran Sinatra Adung, S.P., M.M. turut menyampaikan ucapan selamat dan dukungannya atas berdirinya Yayasan Al Fatih Citra Bangsa beserta Pondok Pesantren dan SMP IT Muhammad Al Fatih di wilayahnya.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Sidomulyo, saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Yayasan Al Fatih Citra Bangsa. Berdirinya lembaga pendidikan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Kecamatan Sidomulyo, khususnya warga Desa Budidaya. Semoga hadirnya yayasan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pembentukan karakter generasi muda kita. Pemerintah Kecamatan siap mendukung dan bersinergi demi kemajuan lembaga ini demi kesejahteraan masyarakat bersama,” ujar Camat Sidomulyo dengan penuh harapan.

Ucapan Kepala Desa Budidaya, Aan Kurniawan

Sementara itu, Kepala Desa Budidaya, Aan Kurniawan, menyampaikan rasa bangga dan selamat atas peresmian Yayasan Al Fatih Citra Bangsa di wilayah yang dipimpinnya.

“Atas nama Pemerintah Desa Budidaya dan seluruh masyarakat, saya menyambut baik dan mengucapkan selamat berjuang kepada pengurus Yayasan Al Fatih Citra Bangsa. Berdirinya Pondok Pesantren dan SMP IT Muhammad Al Fatih ini menjadi kebanggaan warga Desa Budidaya. Semoga lembaga ini menjadi rumah ilmu yang melahirkan anak-anak desa yang berilmu, berakhlak mulia, dan membawa kemajuan bagi desa kita. Pemerintah Desa siap memberikan dukungan penuh agar yayasan ini dapat berjalan lancar dan berkah untuk semua,” tegas Kepala Desa Aan Kurniawan.

Sementara itu, Syaifulloh, S.Pd., M.Pd. kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan juga menyambut baik berdirinya Ponpes dan SMP IT Muhammad Al Fatih di bawah naungan Yayasan Al Fatih Citra Bangsa. Dinas Pendidikan berkomitmen untuk terus membina dan bersinergi agar lembaga pendidikan ini dapat tumbuh berkembang dengan baik dan melahirkan generasi penerus yang berkualitas.

Pernyataan Pendiri Yayasan

Pendiri sekaligus pengasuh Yayasan Al Fatih Citra Bangsa, Muhammad Ammar Al Fatih, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang tak terhingga kepada Allah SWT serta kepada Bupati, Camat Sidomulyo, Kepala Desa Budidaya, jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan seluruh hadirin yang telah mendukung berdirinya yayasan ini.

“Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam. Dengan izin-Nya dan dukungan semua pihak, hari ini Yayasan Al Fatih Citra Bangsa resmi berdiri bersama Pondok Pesantren dan SMP IT Muhammad Al Fatih. Tujuan kami satu: mendidik anak-anak menjadi generasi yang berilmu, beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Kami berjanji akan mengelola amanah ini dengan penuh tanggung jawab, kejujuran, dan keikhlasan. Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Pemerintah Kecamatan Sidomulyo, maupun Pemerintah Desa Budidaya demi kemajuan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat bersama,” tegas Muhammad Ammar Al Fatih dengan penuh keyakinan.

Harapan Masyarakat

Hadirin tampak berharap agar Yayasan Al Fatih Citra Bangsa dapat menjadi lembaga pendidikan yang amanah, berkualitas, dan mampu melahirkan generasi penerus yang membanggakan daerah dan bangsa. Peresmian ini pun menjadi langkah awal yang penuh berkah untuk turut serta membangun masa depan pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan.

Lapangan Sempur Ditutup Total 6–17 Agustus 2026, Warga Diminta Menyesuaikan Aktivitas

Dokumentasi Mediaistana.com

Kota Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Lapangan Sempur, Kota Bogor, ditutup secara keseluruhan untuk seluruh aktivitas umum mulai 6 hingga 17 Agustus 2026. Minggu, 16/08/2026

Penutupan tersebut dilakukan dalam rangka mendukung pelaksanaan latihan gabungan serta gladi persiapan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Selama masa penutupan, masyarakat tidak diperkenankan menggunakan area Lapangan Sempur untuk kegiatan olahraga, rekreasi maupun aktivitas umum lainnya. Kebijakan ini diberlakukan untuk memastikan seluruh rangkaian latihan dan persiapan upacara dapat berlangsung dengan aman, tertib dan lancar.

Lapangan Sempur yang selama ini menjadi salah satu ruang publik favorit masyarakat Kota Bogor memang kerap digunakan untuk berbagai aktivitas, mulai dari olahraga hingga kegiatan komunitas. Karena itu, penutupan total selama hampir dua pek berpotensi memengaruhi aktivitas warga yang biasa menggunakan fasilitas tersebut.

Masyarakat diimbau untuk memperhatikan informasi terkait penutupan dan menyesuaikan kegiatan selama periode tersebut. Warga yang tetap ingin berolahraga atau melakukan aktivitas luar ruang dapat memanfaatkan lokasi alternatif yang tersedia di wilayah Kota Bogor.

Penutupan dijadwalkan berlangsung hingga 17 Agustus 2026, bertepatan dengan pelaksanaan rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Dengan adanya penutupan ini, masyarakat diharapkan dapat memahami bahwa pembatasan akses tersebut merupakan bagian dari persiapan kegiatan kenegaraan dan penghormatan terhadap momentum peringatan kemerdekaan.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan dan persiapan selesai, aktivitas umum di Lapangan Sempur diharapkan dapat kembali berjalan seperti biasa.