Beranda blog Halaman 664

Bakti Sosial Pengobatan Spiritual Gus Tohir Hadir di Desa Buntu

0

Cilacap-Mediaistana.com – Sebuah kabar gembira bagi masyarakat yang mendambakan pemulihan kesehatan melaluhi pengobatan alternatif.

Telah hadir di tengah masyarakat Desa Buntu, Kecamatan Kroya, Kabupaten Cilacap, Jawa-Tengah, sosok ahli pengobatan spiritual ternama, Gus Tohir, yang berasal dari lereng Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah.

Kehadiran beliau kali ini dalam rangka misi kemanusiaan melalui program Bakti Sosial Pengobatan Masal

​Metode pengobatan yang ditawarkan tergolong unik dan mengedepankan pendekatan spiritual tanpa melalui tindakan operasi maupun injeksi medis.

Gus Tohir diyakini memiliki kemanjuran dalam membantu proses penyembuhan berbagai keluhan penyakit, mulai dari penyakit fisik seperti kelumpuhan, jantung, dan diabetes, hingga permasalahan batin yang kompleks.

​Program bakti sosial ini membuka pintu seluas-luasnya bagi masyarakat yang menderita berbagai macam penyakit, di antaranya : Jantung, Paru, Kanker/Tumor, Stroke, dan Diabetes (Kencing Manis), Mata Katarak, gangguan pendengaran (Tuli), serta Saraf/Ayan, Rematik, Asam Urat, Ambeien, hingga penyakit kulit, Vitalitas pria/wanita dan ikhtiar keturunan.

Guna mempermudah akses bagi warga yang membutuhkan, kegiatan ini dipusatkan di lokasi yang strategis dan religius, yaitu di halaman Masjid Al Huda, Dusun 1, RT 03/RW 01, Desa Buntu, dengan waktu pelaksanaan mulai sejak Minggu, 1 Februari 2026, pukul 07.30 WIB, dengan durasi kegiatan berlangsung secara marathon selama 15 hari ke depan.

​Sesuai dengan tajuknya sebagai bakti sosial, layanan ini bersifat Sukarela, yang menunjukkan dedikasi Gus Tohir dalam membantu sesama tanpa membebani masyarakat.

Dalam filosofinya, beliau meyakini bahwa setiap penyakit pasti ada obatnya, selama sang hamba memiliki tekad yang kuat untuk berikhtiar dan keyakinan penuh kepada sang Pencipta.

​Bagi masyarakat di sekitar Desa Buntu dan sekitarnya yang ingin berikhtiar demi kesembuhan, momen ini merupakan kesempatan berharga untuk mendapatkan penanganan alternatif di lingkungan yang penuh kekeluargaan dan religius.

Memasuki hari ke-7, tampak terlihat antusias warga yang  datang berobat masih sangat tinggi.
Mereka rela antri untuk menunggu giliran mendapatkan pelayanan kesehatan (sabtu, 7/02/2026).

Hal tersebut sebagai indikator, jika banyak masyarakat yang kesehatanya terganggu, namun mereka lebih memilih pengobatan alternatif, karena pengobatan medis, selain pelayananya terbelit, biaya-nyapun dinilai cukup tinggi.

“Selama ini, lutut kaki mengalami rasa sakit, bahkan tatkala malam, kepala sering terasa sakit, “kata Marsan, salah satu pasien yang selalu rutin melakukan pengobatan tersebut

Alhamdulilah, setelah melakukan pengobatan, rasa sakit tersebut telah hilang, “lanjutnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh pasien lain dengan beragam penyakit yang dideritanya.

Tak ayal mereka semua merasa sangat terbantu dan sekaligus mengucapkan rasa syukur atas kehadiran gus Tohir.

“Dengan penanganan yang humanis dan biaya sukarela, kami merasa badan kian sehat, sehingga semakin optimis dalam menjalani kehidupan.
Terima kasih Gus Tohir, kebaikan-mu akan selalu kami kenang dan semoga semua amal kebaikanya menjadi ladang amal yang berkah dan dikarunia-i oleh allah swt, “pungkas mereka (suliyo).

Polda Lampung Ringkus Komplotan Begal di Langkapura, PCX Pelajar Dirampas

0

LAMPUNG l Mediaistana.com – Aksi begal bersenjata tajam menimpa seorang pelajar di Bandar Lampung. Motor PCX dan ponsel korban dirampas komplotan saat dini hari di Gang Inpres, Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura. Kerugian ditaksir mencapai Rp 45 juta.

Peristiwa terjadi Selasa (27/1/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Korban, Raditya Fahrezi (18), saat itu berhenti bersama temannya. Ketika korban menjauh sebentar, empat orang pelaku—tiga pria dan satu perempuan—datang dari arah belakang. Salah satu pelaku mengancam menggunakan senjata tajam, memaksa kunci motor yang dititipkan ke teman korban, lalu membawa kabur motor Honda PCX warna silver beserta ponsel korban.

“Pelaku mengintimidasi korban dan temannya dengan senjata tajam. Karena terancam, kunci motor diserahkan dan pelaku langsung kabur,” kata Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, Kamis (5/2/2026).

Korban melapor ke Polsek Kemiling. Tim Unit 4 Subdit 3 Jatanras Direskrimum Polda Lampung bergerak cepat melakukan penyelidikan. Hasilnya, pada Selasa (3/2/2026) malam, polisi menangkap Rahmatulloh di kawasan Langkapura.

Dari pengembangan, petugas mengamankan Krisna dan Ketrin, lalu menyusul Dana dan Galih. Tim kemudian membekuk Robi dan Riyan di wilayah Candimas, sebelum bergerak ke Way Kanan untuk mengamankan motor hasil kejahatan berikut pihak yang membeli kendaraan tersebut.

“Pengungkapan ini hasil kerja cepat tim di lapangan. Para pelaku kami amankan di beberapa lokasi berbeda, termasuk penadah yang membeli motor hasil curian,” ujar Yuyun.

Polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain sebilah pisau yang diduga dipakai mengancam korban, pakaian yang dikenakan pelaku, satu unit motor Honda PCX warna silver, serta satu unit ponsel. Seluruh terduga pelaku kini diamankan di Subdit 3 Jatanras Direskrimum Polda Lampung untuk pemeriksaan lanjutan.

“Kasus ini kami jerat dengan pasal pencurian dengan kekerasan sesuai KUHP terbaru. Ancaman hukumannya berat, dan proses penyidikan terus berjalan untuk melengkapi peran masing-masing pelaku,” tegas Yuyun.

Polda Lampung mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas larut malam. “Kami minta masyarakat tidak ragu melapor jika melihat gerak-gerik mencurigakan. Respons cepat dari warga sangat membantu pengungkapan kasus seperti ini,” pungkas Yuyun**

Reporter

Perkuat Sinergitas, Kapolresta Banyuwangi Silaturahmi ke Kantor PD Muhammadiyah

0

 

Mediaistana.Com

Banyuwangi – Dalam rangka mempererat tali silaturahmi dan menjaga kondusifitas wilayah, Kapolresta Banyuwangi, KBP. Dr. Rofiq Ripto Himawan, S.I.K., S.H., M.H., melaksanakan kunjungan kerja ke Kantor Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Banyuwangi pada Kamis (5/2/2026).

Kedatangan Kapolresta yang didampingi oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polresta Banyuwangi, termasuk Kasat Binmas Kompol Basori Alwi dan Kasat Intelkam AKP Hadi Iswanto, disambut hangat oleh Ketua PD Muhammadiyah Banyuwangi, Dr. H. Muhlis Lahudin, beserta pengurus harian dan perwakilan PD Aisyiyah di Masjid Ahmad Dahlan, Jalan Adi Sucipto.

Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian safari silaturahmi Kapolresta Banyuwangi dengan sektor lintas agama guna memperkenalkan diri sekaligus menyerap aspirasi dari tokoh-tokoh organisasi keagamaan. Pertemuan yang berlangsung khidmat tersebut menjadi wadah diskusi mengenai penguatan nilai-nilai kebangsaan dan peran organisasi keagamaan dalam menjaga stabilitas sosial di Bumi Blambangan.

“Kami menyadari bahwa Polri tidak bisa bekerja sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai mitra Polri dalam mengedukasi masyarakat dan mendinginkan suasana (cooling system) di tengah berbagai dinamika sosial. Kami memohon doa restu serta kerja sama yang erat agar Banyuwangi tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh warganya.” ujar kapolresta.

Sementara itu, Ketua PD Muhammadiyah Banyuwangi, Dr. H. Muhlis Lahudin, mengapresiasi langkah proaktif Kapolresta. Ia menegaskan bahwa keluarga besar Muhammadiyah Banyuwangi siap bersinergi dengan Polresta Banyuwangi, khususnya dalam program-program kemanusiaan dan penjagaan moral masyarakat demi terciptanya Kamtibmas yang berkelanjutan.

Setelah berdiskusi selama kurang lebih satu jam, Kapolresta beserta rombongan melanjutkan agenda silaturahmi menuju kantor DPD LDII dan Sekretariat MUI/FKUB Banyuwangi untuk memperluas jangkauan koordinasi lintas sektoral.(kevin)

 

Bupati Ipuk Serahkan Bantuan 12 Mesin Kapal untuk Nelayan Banyuwangi

0

Mediaistana.com

 

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan untuk nelayan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2025).

“Semoga bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan bapak-bapak nelayan. Karena nyari ikannya bisa semakin jauh dan semakin cepat serta mudah,” kata Ipuk.

Total ada 12 mesin kapal berbahan bakar bensin yang dibagikan kepada dua kelompok nelayan Blimbingsari, satu kelompok nelayan Banyuwangi, dan satu kelompok nelayan Wongsorejo.

Selain itu, Pemda juga menyerahkan bantuan 10 unit jaring dan 50 life jacket (baju pelampung) kepada tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Ipuk meminta agar bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Seperti life jacket ditujukan agar keamanan nelayan terjamin.

“Life jacket ini terutama sangat berguna bagi nelayan kapal tradisiona atau ban-ban an (tidak menggunakan mesin). Tadi beberapa nelayan memang mintanya dibantu jaket pelampung,” kata Ipuk.

Ipuk juga mendorong agar para nelayan mulai melakukan hilirisasi, sehingga tidak hanya menjual ikan hasil tangkapannya namun juga produk turunannya. Misalnya kerupuk ikan, abon ikan, dan masih banyak lainnya.

“Bapak Presiden saat ini tengah konsen mendorong hirilisasi. Jadi, saat tidak bisa melaut karena kondisi cuaca tidak mendukung, nelayan tetap memiliki sumber penghasilan,” tuturnya.

Ipuk minta Dinas Perikanan Banyuwangi untuk membuka pelatihan yang diperlukan bagi keluarga nelayan. Sehingga para nelayan lebih berdaya.

Bantuan ini disambut gembira oleh para nelayan, salah satunya Misno, anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Benteng Samudera Desa Bomo.

Bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan itu bakal membantu dia dan anggota kelompok nelayan lainnya untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih maksimal serta tetap menjaga keselamatan.

“Alhamdulillah, senang bisa dapat bantuan ini. Mesin kapal bisa kami gunakan bergiliran nanti, karena ada beberapa mesin yang sudah rusak. Begitupun dengan bantuan lainnya akan kami gunakan sebaik-baiknya,” kata Misno. (Kevin)

0

Mediaistana.cuma

 

BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi kembali menyalurkan bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan untuk nelayan. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani kepada sejumlah kelompok nelayan di Pantai Indah Kedunen, Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2025).

“Semoga bantuan ini bisa meningkatkan pendapatan bapak-bapak nelayan. Karena nyari ikannya bisa semakin jauh dan semakin cepat serta mudah,” kata Ipuk.

Total ada 12 mesin kapal berbahan bakar bensin yang dibagikan kepada dua kelompok nelayan Blimbingsari, satu kelompok nelayan Banyuwangi, dan satu kelompok nelayan Wongsorejo.

Selain itu, Pemda juga menyerahkan bantuan 10 unit jaring dan 50 life jacket (baju pelampung) kepada tujuh Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Ipuk meminta agar bantuan tersebut dimanfaatkan dengan baik. Seperti life jacket ditujukan agar keamanan nelayan terjamin.

“Life jacket ini terutama sangat berguna bagi nelayan kapal tradisiona atau ban-ban an (tidak menggunakan mesin). Tadi beberapa nelayan memang mintanya dibantu jaket pelampung,” kata Ipuk.

Ipuk juga mendorong agar para nelayan mulai melakukan hilirisasi, sehingga tidak hanya menjual ikan hasil tangkapannya namun juga produk turunannya. Misalnya kerupuk ikan, abon ikan, dan masih banyak lainnya.

“Bapak Presiden saat ini tengah konsen mendorong hirilisasi. Jadi, saat tidak bisa melaut karena kondisi cuaca tidak mendukung, nelayan tetap memiliki sumber penghasilan,” tuturnya.

Ipuk minta Dinas Perikanan Banyuwangi untuk membuka pelatihan yang diperlukan bagi keluarga nelayan. Sehingga para nelayan lebih berdaya.

Bantuan ini disambut gembira oleh para nelayan, salah satunya Misno, anggota Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Benteng Samudera Desa Bomo.

Bantuan mesin kapal dan alat bantu penangkapan ikan itu bakal membantu dia dan anggota kelompok nelayan lainnya untuk mendapatkan hasil tangkapan yang lebih maksimal serta tetap menjaga keselamatan.

“Alhamdulillah, senang bisa dapat bantuan ini. Mesin kapal bisa kami gunakan bergiliran nanti, karena ada beberapa mesin yang sudah rusak. Begitupun dengan bantuan lainnya akan kami gunakan sebaik-baiknya,” kata Misno. (Kevin)

Nelayan Curhat Mulai Keselamatan hingga Wisata Bahari, Bupati Ipuk Berikan Solusi

0

Mediaistana.com

BANYUWANGI – Selain program Bupati Ngantor di Desa (Bunga Desa), Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani juga rutin turun ke lapangan untuk menyerap aspirasi sekaligus mengetahui permasalahan di masyarakat dan memberikan solusinya. Salah satunya saat Ipuk datang Pantai Indah Kedunen (PIK), Desa Bomo, Kecamatan Blimbingsari, Jumat (6/2/2026).

Di sana selain menyerahkan bantuan mesin kapal dan alat tangkap ikan bagi nelayan, Ipuk juga berdialog langsung bersama nelayan, mendengar curhatan mereka mulai keselamatan kerja hingga pengembangan potensi wisata bahari.

Seperti diutarakan perwakilan kelompok nelayan ban, M. Multazam. Sehari-hari mereka mengandalkan ban bekas yang dimodifikasi menjadi perahu untuk mencari ikan.

Karena tenaganya masih manual, tantangan mereka saat cuaca tidak bersahabat. Bahkan beberapa dari mereka ada yang pernah digulung ombak.

“Di sini kami membutuhkan bantuan life jacket (baju pelampung) untuk berjaga-jaga saat cuaca memburuk,” kata Multazam pada Ipuk.

Ia juga mengungkap, nelayan ban kesehariannya memburu ikan ekspor. Namun, saat ikan ekspor tidak musim penghasilan menurun drastis. Bahkan, kata Multazam, sekadar memperoleh dua puluh ribu rupiah sehari-hari saja sangat sulit.

“Mungkin jika ada, kami juga dibantu perahu fiber, sehingga jangkauan kami mencari ikan lebih jauh. Kami pastikan akan kami rawat dan kami jaga sebaik baik,” imbuhnya.

Nelayan Misno dari Kelompok Pengelola Wisata Bahari (Pokwisri) Desa Bomo menyampaikan, kelompoknya kini tengah merintis wisata bahari berbasis konservasi dan perlindungan ekosistem laut di Pantai Indah Kedunen (PIK).

“Di sini kami berharap ada semacam pelatihan dan wadah pengembangan, agar hasil dari pelatihan ini bisa meningkatkan taraf hidup warga pesisir disini,” kata Misno.

Aspirasi lain juga datang dari Slamet Santoso, Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokwasmas) Pantai Sobo Wonosari, yang membutuhkan sarana wisata laut bagi pengunjung.

“Kami mohon dukungan perahu untuk kapal wisata, supaya fasilitas melaut dan wisata di pantai yang kami kelola bisa berjalan,” tutur dia.

Menanggapi permintaan nelayan, Bupati Ipuk mengatakan meminta dinas terkait mulai Dinas Perikanan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan agar menindaklanjuti permintaan mereka.

“Kami dari Pemkab siap memfasilitasi pelatihan hingga perizinan, alat usaha, bahkan branding produk bapak-bapak dan ibu-ibu nelayan. Saya juga minta lokasi wisata di sini harus dipastikan layak dan bersih nyaman untuk wisatawan. Saya lihat di sini bersih, nyaman dan banyak pepohonannya,” ujarnya.

Ipuk juga mengusahakan tambahan bantuan life jacket untuk nelayan. Serta mengusahakan bantuan kapal fiber dengan mengusulkan kepada pemerintah pusat untuk nelayan Banyuwangi.

“Insya Allah semua kami upayakan. Saya juga titip agar setiap bantuan dimanfaatkan maksimal dan dirawat baik,” tutup Ipuk. (Kevin)

Wakil Gubernur Jawa Timur Resmikan Pembukaan Parluh 2026 PSHT

0
Oplus_131072

Madiun media istana.com
-Parapatan Luhur (Parluh) merupakan kegiatan musyawarah mufakat besar dan tertinggi lima tahunan di organisasi Persaudaran Setia Hati Terate (PSHT) untuk merumuskan arah kebijakan organisasi pada tingkat nasional. Selain itu, kegiatan tersebut juga untuk memilih ketua umum PSHT. Semangat kembali ke jati diri organisasi melalui pelaksanaan Parapatan Luhur 2026.

Parluh 2026 diselenggarakan di Padepokan Agung PSHT (PAM), jl. Merak no. 10 & 17 Kota Madiun tanggal 6-8 februari 2026. Diikuti 375 cabang se Indonesia dan 35 cabang khusus luar negri. Dan melibatkan 1500 personil gabungan TNI/Polri yang bersinergi dengan 107 personil gabungan paguyuban silat Madiun (Sentot Prawirodirdjo).

Hadir dalam pembukaan Parluh ini, Ketua Umum PSHT (Drs. R Moerdjoko HW), Ketua Dewan Pusat PSHT (H Issoebiantoro, SH), Wakil Gubernur Jawa Timur (Emil Elestianto Dardak), Menko PMK (Pratikno), Forkopimda Kota Madiun, Ketua Umum yang tergabung dalam paguyuban silat Madiun.

Pembukaan diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dilanjutkan Mars Setia Hati Terate dan pembacaan Mukadimah SH Terate.

Dalam sambutannya Ketua Umum PSHT menyampaikan, “Bahwa didalam keluarga besar SH Terate kita membangun persaudaraan, keluhuran budi. Dimana persaudaraan yang tumbuh dari hati ke hati dan ikhlas. Tanpa mengenal ras, agama dan suku”.

Selanjutnya Ketua Dewan Pusat PSHT mengatakan, “Pada dasarnya manusia hidup itu untuk selalu menjaga kedamaian, kenyamanan, ketentraman dalam kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan tema Parluh 2026 “Meneguhkan jati diri SH Terate untuk memperkokoh solidaritas organisasi dan memperkuat jiwa nasionalisme”.

“Persaudaraan SH Terate adalah sebuah paguron. Perguruan yang tidak dikelola secara organisasi, dimana diwujudkan dengan 9 dewan pusat sebagai lembaga tertinggi atau ajaran. Ketua umum sebagai pimpinan pengurus pusat organisasi yang berdasarkan mengedepankan jati diri persaudaraan, keteladanan, pengabdian menjadi salah satu penjuru dalam pengembangan organisasi. Dengan dasar diatas maka, tujuan organisasi akan tercapai apabila kita saling bergandeng tangan, jujur, loyal, disiplin, guyub rukun, golong gemolong menyatu dalam internal khususnya dan eksternal umumnya dengan filosofi “Urip Iku Urub” pungkasnya.

Emil Dardak menutup sambutan dan meresmikan pembukaan Parluh 2026 dengan kekagumannya pada mukadimah SH Terate, “Ini adalah falsafah yang luar biasa, jika ditanamkan tentu akan melahirkan generasi-generasi penerus bangsa yang akan mampu menjaga martabat bangsa dan negara dimuka dunia”.

“Selama matahari masih terbit dari timur, selama bumi masih dihuni manusia. Selama itu pula Persaudaraan Setia Hati Terate akan tetap jaya abadi selamanya.

(Tukiyo)

Wartawan Temukan ‘Jalur Tikus’ Pendaftaran Mitra Makan Gratis, Forum PWI Desak BGN Buka-Bukaan!

0

Liputan Khusus: Dugaan Pungli dan Portal Ditutup, Program Makan Bergizi Gratis Dipertanyakan.

Mediaistana.com – Dalam upaya melindungi program prioritas nasional, Forum Penulis dan Wartawan Indonesia (Forum PWI) mendesak transparansi penuh dari Badan Gizi Nasional (BGN). Desakan ini menyusul temuan mengejutkan dan penutupan misterius portal pendaftaran mitra mandiri Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Forum PWI secara resmi telah mengajukan audiensi mendesak kepada Kepala BGN, Dr. Ir. Hindayana, untuk mengklarifikasi dua masalah krusial yang mengancam efektivitas program Presiden Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto ini.

Dugaan Praktik Ilegal: “Jalur Tikus” Berbayar Rp500 per Porsi

Investigasi tim Forum PWI selama dua hari mengungkap indikasi praktik tidak sehat. Di tengah kebingungan para yayasan karena portal pendaftaran mandiri tiba-tiba ditutup, beredar kabar adanya “jalur khusus” yang mengatasnamakan oknum BGN.

“Kami menemukan informasi kuat bahwa yayasan tertentu menawarkan ‘bantuan’ membuka titik dapur MBG dengan mekanisme pembayaran sejumlah uang. Bahkan, ada indikasi permintaan bagi hasil fee Rp500 per porsi dari calon mitra,” papar Rukmana, S.Pd.I., C.PLA, Ketua Umum Forum PWI, yang telah mendatangi langsung kantor BGN.

Temuan ini dikonfirmasi internal BGN sebagai pelanggaran hukum. “Kami akan segera laporkan ke pimpinan,” ujar seorang staf PPID BGN kepada tim Forum PWI, seperti dikutip dalam pertemuan pada Kamis (5/2/2026).

Portal Ditutup, Mitra Terverifikasi Terkatung-katung

Masalah lainnya yang disorot adalah penutupan portal pendaftaran mitra mandiri, baik daring maupun luring. Kebijakan ini justru membuat puluhan yayasan mitra BGN yang telah terverifikasi dan memiliki titik dapur menjadi tak bisa beroperasi.

“Program strategis nasional ini berisiko mandek di tingkat pelaksana. Rakyat kecil yang seharusnya mendapat manfaat justru dirugikan,” tegas Rukmana.

Audensi untuk Selamatkan Program Presiden

Forum PWI menilai situasi ini sangat mendesak. Audiensi yang diusulkan pada Senin, 9 Januari 2026, bukan sekadar konfirmasi, tetapi upaya penyelamatan.

“Kami membawa bukti-bukti valid yang akan kami sampaikan langsung kepada Kepala BGN. Tujuannya satu: memastikan program makan bergizi gratis berjalan optimal, transparan, dan bebas dari praktik kotor,” tambah Yohan Yudhistira, Wakil Sekretaris Jenderal Forum PWI.

Ditegaskan, dukungan penuh terhadap program pemerintah harus dibarengi dengan pengawasan ketat. Forum PWI mengajak seluruh masyarakat, terutama para calon mitra MBG yang merasa dirugikan, untuk bersatu mendorong akuntabilitas BGN.

“Demi anak-anak Indonesia yang berhak mendapat gizi baik, kami minta BGN membuka diri, klarifikasi masalah ini, dan buka kembali portal dengan mekanisme yang jelas dan bersih,” pungkas Rukmana.

Publik kini menunggu tanggapan dan kesediaan Kepala BGN memenuhi undangan audiensi ini. Transparansi adalah kunci agar niat mulia program ini tidak ternodai oleh oknum-oknum yang mencari keuntungan pribadi.

(Red/ilham)

#SelamatkanMBG #TransparansiBGN #MakanBergiziGratis

Bupati Garut bersama Forkopimda Hadiri Rakornas 2026, Empat Hal Penting disampaikan Presiden RI

0

Bogor, Mediaistana.com – Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut menghadiri acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 bersama Presiden Republik Indonesia, yang dilaksanakan di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Forkopimda Kabupaten Garut yang hadir langsung dalam acara Rakornas ini mulai dari Danrem 062/Tarumanagara, Kolonel Inf Dadi Sutandi, Ketua DPRD Garut, Aris Munandar, Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, Dandim 0611/Garut, Letkol Inf Andrik Fachrizal, serta Kajari Garut, Yuyum Wahyudi.

Kegiatan ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Presiden Prabowo menyampaikan beberapa hal substansial, salah satunya terkait.

1. Pengentasan Kemiskinan.

Dimana, Ia mengingatkan seluruh kepala daerah dan pemimpin diberbagai tingkatan untuk tidak menyerah dalam upaya menghilangkan kemiskinan di Indonesia. Prabowo menekankan bahwa bahwa kekayaan alam bangsa sangat melimpah, namun pengelolaannya oleh para elite masih belum optimal.

2. Elite Indonesia, Masih Kurang Dalam Menjaga dan Mengelola Kekayaan Bangsa Indonesia.

“Kekayaan kita sangat banyak, tapi terus terang saja bahwa unsur pimpinan disemua tingkat, unsur elite akademis, para profesor, elite politik, elite tentara, polisi, para pimpinan yudikatif, kita harus akui, Elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Presiden RI melansir dari Siaran Pers Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI).

3. Menyerukan Persatuan Lintas Partai dan Menghapus Sekat-sekat Permusuhan Masa Lalu.

Prabowo menggugah seluruh pemimpin untuk membulatkan tekad membenahi diri, lingkungan, dan lingkaran masing-masing. Prabowo menyerukan persatuan lintas partai dan menghapus sekat-sekat permusuhan masa lalu yang tidak lagi relevan.

“Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Mari kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah,” tegas Prabowo.

4. Prabowo Menolak Sikap Ragu-ragu dan Pesimistis dalam Menghadapi Tantangan Kemiskinan.

“Kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh mengatakan, apa bisa, dan apa mampu, yang selalu menimbulkan keraguan,” tambahnya.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menyerah sebelum bertanding, karena kemiskinan yang masih tinggi tidak bisa diterima mengingat potensi kekayaan yang dimiliki bangsa, pungkasnya.

Sumber : (Humas Diskominfo Garut), dan Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI).
Jurnalis : (Beni Nugraha, AMD., KD., C.BJ., C.EJ., C.In., C.Par).

MAUNG GARUDA NUSANTARA (MGN) DARURAT PENGAWASAN ANAK DI ERA DIGITAL

0

Mediaistana.com – Bekasi – Jawa Barat – Sabtu 7 Januari 2026 – Ormas Maung Garuda Nusantara (MGN) menyatakan keprihatinan serius atas lemahnya pengawasan terhadap anak-anak Indonesia di era digital, baik di lingkungan keluarga maupun satuan pendidikan. Kondisi ini dinilai telah mencapai tahap darurat dan berpotensi mengancam masa depan generasi bangsa.

Ketua Umum MGN, Fadil Yakub, menegaskan bahwa penggunaan handphone tanpa pengawasan telah menimbulkan dampak nyata, mulai dari penurunan konsentrasi belajar, kecanduan gim dan media sosial, gangguan perilaku, hingga melemahnya karakter dan kesehatan mental anak.
“Hari ini anak-anak dibiarkan tumbuh dalam kendali layar, bukan dalam bimbingan orang tua dan guru.

Ini bukan persoalan sepele, melainkan kelalaian serius yang tidak bisa ditoleransi. Jika dibiarkan, bangsa ini akan menghadapi krisis karakter di masa depan,” tegas Fadil Yakub.

MGN menilai lemahnya pengawasan merupakan bentuk kelalaian kolektif yang melibatkan berbagai pihak. Di banyak sekolah, penggunaan handphone masih berlangsung bebas di jam pelajaran tanpa penegakan aturan yang konsisten.

Sementara di rumah, handphone kerap dijadikan alat pengasuhan instan tanpa pendampingan memadai.
Secara hukum, Fadil Yakub menegaskan bahwa negara telah memiliki dasar regulasi yang jelas. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, mewajibkan orang tua, pendidik, dan negara melindungi anak dari pengaruh buruk lingkungan, termasuk lingkungan digital.

Selain itu, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menegaskan bahwa pendidikan bertujuan membentuk manusia berakhlak mulia dan bertanggung jawab, serta mewajibkan pendidik menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif.

Atas dasar tersebut, Maung Garuda Nusantara (MGN) menyampaikan sikap dan tuntutan sebagai berikut:
Mendesak Bapak Presiden Republik Indonesia untuk mengambil langkah tegas melalui kebijakan nasional yang mengikat terkait pengendalian penggunaan handphone pada anak dan di satuan pendidikan.

Mendesak DPR Republik Indonesia agar menjalankan fungsi pengawasan secara maksimal serta memperkuat regulasi perlindungan anak di era digital.

Mendorong Kementerian Pendidikan dan instansi terkait menetapkan aturan tegas dan seragam mengenai penggunaan handphone di sekolah, disertai penguatan pendidikan karakter dan literasi digital.

Mengajak orang tua dan pendidik untuk mengambil kembali peran utama dalam pengasuhan dan pembinaan nilai, serta tidak menyerahkan tanggung jawab pendidikan kepada teknologi.

“Anak-anak Indonesia bukan generasi layar, melainkan generasi penerus bangsa. Negara tidak boleh datang terlambat. MGN siap mengawal dan mengawasi kebijakan perlindungan anak agar benar-benar dijalankan di lapangan,” pungkas Fadil Yakub.

Rilis pers ini disampaikan sebagai bentuk tanggung jawab moral dan komitmen Maung Garuda Nusantara dalam menjaga masa depan anak bangsa.

Mediaistana.com

Mardani Lubis SE