Beranda blog Halaman 765

Tong Pengolahan Emas Dilarang Beroperasi di Luar WPR, Minta Tong di Widit dan Dava Segera Dibongkar

0

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Gunung Botak, Kabupaten Buru, Dr. Jalaludin Salampessy menegaskan bahwa seluruh tong pengolahan emas dilarang keras beroperasi di luar Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Tong-tong yang saat ini masih beroperasi di belakang Desa Widit dan Desa Dava, Kecamatan Wailata,, dan di kecamatan Lolongguba serta Kecamatan Waipao diminta segera dibongkar, dan apabila terdapat perlawanan, pelaku dapat dikenakan sanksi pidana.

Penegasan tersebut disampaikan Salampessy, saat membuka Sosialisasi Teknis bagi 10 koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) di Gren Darah Hotel, Namlea, Jumat (12/12).

“Kami tegaskan, tidak ada lagi aktivitas tong pengolahan emas di luar WPR. Tong-tong yang masih beroperasi di belakang Desa Widit dan Dava dan di Kecamatan Lolongguba serta Waiapo harus segera dibongkar. Jika ada yang melawan atau mengabaikan perintah ini, maka akan diproses secara pidana,” tegas Salampessy.

Ia menjelaskan bahwa penataan kawasan Gunung Botak kini memasuki tahap pengawasan ketat, terutama terhadap aktivitas pengolahan emas ilegal yang berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan dan konflik sosial. Pengolahan hanya diperbolehkan di dalam WPR dan dikelola oleh koperasi pemegang IPR sesuai mekanisme hukum.

Dalam arahannya, Salampessy juga menekankan bahwa koperasi memiliki tanggung jawab penuh untuk mengawasi wilayah kerja masing-masing, termasuk memastikan tidak ada lagi tong-tong ilegal yang beroperasi di luar kawasan yang telah ditetapkan.

“Gunung Botak sudah ditata secara legal. Tidak boleh ada aktivitas liar. Semua harus tertib, terkontrol, dan berada dalam koridor hukum,” ujarnya.

Satgas juga mengungkapkan bahwa terdapat delapan jalur akses rawan yang wajib dikawal untuk mencegah masuknya bahan, alat, maupun aktivitas pengolahan ilegal ke kawasan Gunung Botak. Pengamanan jalur-jalur tersebut akan dilakukan bersama aparat keamanan dan koperasi.

Salampessy menambahkan bahwa proses penertiban sejauh ini mendapat dukungan luas dari masyarakat.

“Masyarakat mendukung penuh langkah ini. Mereka ingin Gunung Botak dikelola secara aman dan tidak lagi merusak lingkungan maupun tatanan sosial,” katanya.

Pemerintah daerah berharap penertiban ini menjadi titik balik pengelolaan Gunung Botak agar menjadi contoh tambang rakyat yang tertib, aman, dan berkelanjutan. Sosialisasi teknis akan terus dilakukan hingga seluruh koperasi benar-benar siap menjalankan pengelolaan sesuai aturan dan mampu menjaga kawasan dari aktivitas ilegal.( AS/CS)

Sat Lantas Polres Rokan Hulu Pasang Rambu Peringatan di Jalan Amblas Lintas Rokan–Banjar Datar

0

Mediaistana.com

ROKAN HULU — Satuan Lalu Lintas Polres Rokan Hulu bersama Polsek Rokan IV Koto dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Rokan Hulu melakukan peninjauan serta monitoring kondisi jalan amblas di Jalan Lintas Rokan–Banjar Datar, tepatnya di Bukit Teratak, Desa Cipang Kiri Hilir, Kecamatan Rokan IV Koto, Jumat (12/12/2025) sore.

Peninjauan lapangan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Rokan Hulu AKP Suheri Sitorus, S.H., M.H, didampingi Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra, S.H., M.H. Kegiatan ini melibatkan personel Satlantas Polres Rokan Hulu, personel Polsek Rokan IV Koto, serta staf PUPR Kabupaten Rokan Hulu.

Kegiatan ini merupakan respons cepat atas peristiwa longsor yang terjadi pada Kamis (11/12/2025) akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.

Kapolsek Rokan IV Koto IPTU Dodi Ripo Saputra menjelaskan bahwa amblasnya badan jalan disebabkan oleh kondisi tanah berpasir yang mudah terkikis air hujan. Akibat kejadian tersebut, badan jalan mengalami kerusakan dengan lebar sekitar tiga meter, panjang kurang lebih lima belas meter, dan kedalaman sekitar dua meter.

“Untuk sementara, jalan masih dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Namun kami mengimbau kepada seluruh pengguna jalan agar lebih berhati-hati, mengurangi kecepatan, serta mematuhi rambu-rambu peringatan yang telah dipasang,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Rokan Hulu AKP Suheri Sitorus menegaskan bahwa pihaknya telah memasang rambu peringatan serta melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah terjadinya kecelakaan di lokasi rawan tersebut.

“Kami telah memasang rambu-rambu peringatan dan melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar titik jalan amblas agar arus kendaraan tetap berjalan aman dan lancar,” jelasnya.

Lebih lanjut, AKP Suheri Sitorus menyampaikan bahwa Polres Rokan Hulu terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan.

“Kami bersama PUPR Kabupaten Rokan Hulu dan PUPR Provinsi Riau telah menyiagakan alat berat di lokasi. Perbaikan darurat akan segera dilakukan agar akses transportasi masyarakat tetap terjaga dan risiko lanjutan dapat diminimalkan,” tegasnya.

Saat ini, alat berat berupa grader, bomag, dan backhoe loader telah disiagakan di lokasi. Rencana penanganan meliputi penimbunan badan jalan yang amblas, pemasangan cerucuk kayu, pelebaran badan jalan ke sisi kiri, serta pembuatan saluran air baru guna mencegah pengikisan lanjutan.

Polres Rokan Hulu mengimbau masyarakat dan seluruh pengguna jalan agar tetap waspada saat melintas di jalur tersebut, terutama saat hujan, serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.

(Humas Polres Rokan Hulu/Samiono)

Respon Cepat Dandim 0616/Indramayu Memberikan Bantuan Kepada Gadis Penderita Tumor

0

Respon Cepat Dandim 0616/Indramayu, Memberikan Bantuan Kepada Gadis Penderita Tumor

Indramayu_mediaIstana.com
Komandan Kodim (Dandim) 0616 Indramayu Letnan Kolonel ARM Tulus Widodo, SE. M.han telah memberikan bantuan uang tunai sebesar 11 juta Rupiah kepada Adinda Keysa Agustina (14) warga Blok 3 Karang Baru, Desa Widasari, Rt/02 Rw/03 Kec. Widasari, Kab. Indramayu, Adinda merupakan salah satu siswi NU Widasari yang mederita tumor di lututnya. Jumat 12/12/2025.

Bantuan itu dilakukan untuk sebagai bentuk kepedulian TNI AD terhadap rakyatnya dengan harapan untuk mengurangi beban, bantuan diberikan untuk keperluan biaya operasi bagi Keysa dengan harapan bisa kembali sehat. Dalam kesempatan itu Dandim menyebut, bantuan itu dilakukan demi keberlangsungan kehidupan Keysa agar bisa menjalani kehidupan dan proses pendikan dengan lancar.

“Bantuan ini sebagai bentuk dukungan TNI terhadap rakyat di sekitarnya, dengan bantuan ini diharapkan Adinda Keysa kembali sehat,” Harapanya.

Sementara, Sukardi selaku orangtua Keysah menyampaikan rasa terimakasih kepada Dandim Indramayu karena sudah meringankan beban yang ia alami selama ini, selama ini ia berharap bahwa kesehatan putrinya akan segera membaik.

“Kami ucapan terima kasih sebesar besarnya kepada Dandim, mudah mudah dengan bantuan ini kami bisa melakukan operasi putri kami,” Katanya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Keysa menderita penyakit tumor sejak lahir, awalnya terlihat seperti tahi lalat, namun lama kelamaan bintik itu semakin membesar. Baru ketahuan sekira tahun 2023 lalu berupaya melakukan pengobatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung.

Ia berharap pemerintah Kabupaten Indramayu memberikan perhatian bagi keluarga kecilnya agar bisa melanjutkan pendidikan bagi keysa.

“Selama ini hanya melakukan pengobatan, dan kini berencana melakukan operasi di Solo,” Pungkasnya.

Iyons74

Misi Kemanusiaan di Sumbar Tuntas, Kapolda Riau Apresiasi Dedikasi Personel

0

Mediaistana.com

Pekanbaru – Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan menyambut 308 personel yang kembali usai menjalankan misi kemanusiaan di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Irjen Herry Heryawan menyampaikan apresiasi atas dedikasi personel yang tulus dalam melaksanakan tugas kemanusiaan tersebut.
“Dari lubuk hati yang paling dalam, saya atas nama pribadi dan institusi mewakili Bapak Kapolri, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang telah mengemban tugas dengan penuh dedikasi, keberanian dan ketulusan hati yang sangat luar biasa,” ujar Irjen Herry Heryawan di Mapolda Riau, Kota Pekanbaru, Jumat (12/12/2025).

Ia menilai, para personel tersebut telah menunjukkan nilai-nilai kemanusiaan yang paling hakiki, sekaligus contoh positif dalam melestarikan nilai Budaya Melayu.

“Bahwa orang Melayu adalah orang yang memiliki DNA untuk membantu sesama kita, terutama yang terdampak bencana,” kata dia.

Herry Heryawan menyebut, anggota Polri bukan hanya penjaga dan pemelihara keamanan dan ketertiban di masyarakat (kamtibmas). Lebih dari itu, personel Polri hadir sebagai penjaga kemanusiaan.

“Kita hadir bukan saja pada saat keamanan terganggu, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan respons cepat kehadiran kita dalam situasi tanggap darurat,” katanya.

Herry Heryawan menyampaikan bahwa penugasan ini bukan hanya sekadar operasi teknis, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang menuntut kesabaran, kepekaan, empati serta kemampuan bekerja dalam situasi yang penuh keterbatasan.

“Saya tahu rekan-rekan setiap hari capek, saya melihat di media sosial dan kita bekerja bukan untuk dilihat oleh publik,” katanya.

Kapolda juga memuji personel BKO yang menunjukkan ketulusan dan keikhlasannya dalam menjalankan misi kemanusiaan tersebut. Tugas yang diemban ini juga menjadi portofolio bagi para personel.

“Nilai-nilai ini sejalan dengan jati diri bangsa yang selalu bergotong-royong saling membantu. Saya sekali lagi bangga melihat bagaimana rekan-rekan bekerja sama dengan TNI, Basarnas, Pemda dan masyarakat lokal di sana. Inilah wujud nyata dalam whole of society roads dalam menghadapi bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, respons cepat, koordinasi rapi dan cara bertindak profesional yang dilakukan personel Polda Riau ini telah menunjukkan wajah Polri yang humanis.

“Saya terharu kepada rekan-rekan semua. Rekan-rekan setelah ini akan saya berikan penghargaan setelah ini,” tuturnya.

Seperti diketahui, Polda Riau mengirimkan ratusan pasukannya untuk diperbantukan dalam misi kemanusiaan dalam bencana galodo di Kecamatan Pelambayan, Kabupaten Agam, Sumbar. Selama 14 hari menjalankan tugas kemanusiaan tersebut, personel Polda Riau tidak hanya membantu proses evakuasi jenazahm tetapi juga membantu dalam pemulihan wilayah dan psikologis masyarakat yang terdampak bencana.

Polda Riau juga mengirimkan bantuan logistik, peralatan berupa sekop, cangkul, dan angkong untuk pemulihan wilayah Palembayan. Tak hanya itu saja, Polda Riau juga telah menghubungkan komunikasi masyarakat yang sempat terputus dengan menghadirkan Starlink.

(Samiono)

Kepala BKN Menjadi Sorotan Terkait Borongan Laptop Senilai Rp 3.6 Miliar

0

Jakarta,Mediaistana. Com-Jumat (12/12/2025) Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Zudan Arif Fakrulloh kembali menjadi sorotan setelah lembaganya disebut memborong laptop dalam jumlah besar pada tahun anggaran 2025, Pembelian ini dinilai janggal karena dilakukan saat Presiden Prabowo Subianto telah menyerukan efisiensi anggaran di seluruh kementerian dan lembaga.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analisis (CBA), Uchok Sky Khadafi, menyebut BKN menghabiskan anggaran mencapai Rp 3,6 miliar hanya untuk pengadaan laptop, anggaran tersebut berada di luar alokasi resmi untuk pengadaan perangkat bagi para deputi, pegawai, dan Kepala BKN,”jelasnya.

Menurut penelusuran CBA, ada dua paket pengadaan yang menjadi perhatian:

1. Pengadaan Laptop Kode 61989710
Nilai anggaran Rp
1.807.240.000

2. Pengadaan Laptop Kode 60571695
Nilai anggaran: Rp
1,875.100.000

Metode Pengadaan langsung serta Metode E-Purchasing jelas di duga melanggar aturan, Uchok menekankan nilai sebesar itu tidak semestinya menggunakan metode pengadaan langsung dan penggunaan E-Purchasing tanpa adanya keterangan spesifikasi teknis maupun standar kewajaran harga membuka peluang terjadinya mark up,” ujarnya.

Kedua paket tersebut sama-sama tidak mencantumkan spesifikasi teknis barang, kualitas perangkat lunak, maupun detail harga satuan, Hal ini disebutnya sebagai indikator kuat adanya ruang manipulasi dalam proses pembelian,Pada paket pengadaan kode 60571695, BKN disebut membeli 100 unit laptop senilai total Rp 1.875.100.000. Artinya, rata-rata harga satu unit mencapai Rp 18.751.000.Harga ini masih jauh lebih murah dibanding laptop milik Kepala BKN yang nilainya mencapai Rp 40 juta,” ujar Uchok.

CBA mendesak Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk segera membuka penyelidikan resmi terhadap pengadaan laptop bernilai miliaran rupiah, Uchok juga meminta agar Kepala BKN, Zudan Arif Fakrulloh, dipanggil ke Gedung Bundar Kejagung untuk dimintai keterangan,Kejagung harus memeriksa borongan laptop Rp 3,6 miliar ini,”Sekalian saja panggil Kepala BKN untuk menjelaskan kejanggalan-kejanggalan ini,” tegas Uchok Sky.

Pihak BKN belum memberikan tanggapan resmi atas kritik dan permintaan investigasi dari CBA, sampai berita ini diturunkan.

PT DAISY TIMBER DITUNTUT BAYAR KOMPENSASI PENGGUSURAN MAKAM DAN LAHAN ADAT DAYAK BASAP

0

Ketegangan antara masyarakat Adat Dayak Basab dengan PT Daisy Timber semakin jauh dari panggang. Konflik ini dipicu oleh adanya penundaan penyerahan lahan kompensasi yang telah disepakati bersama namun dilanggar oleh pihak manajemen PT Daisy Timber. Dimana PERUSAHAN ingkar janji dan tidak mau membayar kompensasi atas peNggusurAN makam dan kebun masyarakat adat Dayak Basap. 

Sebagaimana diketahui, PT DaysinTimber merupakan perusahan HPH yang berlokasi di Teluk Sumbang Kecamatan Biduk – Biduk ini, dalam kegiatannya melakukan penebangan dan mengangkut kayu log dalam wilayah konsesinya.

Akan tetapi perusahan juga melakukan kegiatan penebangan dengan menggusur makam dan kebun masyarakat Adat Dayak Basap. Hal ini memicu konflik sehingga terjadi penuntutan kepada perusahan.

Konflik ini berawal dari sebuah Kesepakatan Bersama yang dicapai antara PT. Daisy Timber dan Lembaga Adat Dayak Basab Teluk Sumbang pada hari Rabu tanggal 8 Maret 2023. Dimana dalam dokumen kesepakatan antara PT Daysi Timber dengan Lembaga Adat Dayak Basap tersebut mencakup penyerahan tanah seluas 800 Hektar sebagai kompensasi bagi wilayah masyarakat yang dikeluarkan dari peta izin usaha kehutanan.

 Sudiyanto, sebagai Ketua Tim Investigasi Identifikasi Lapangan dan juga Ketua Lembaga CAPA Provinsi Kalimantan Timur, mengakui bahwa dia berhasil mempertemukan perwakilan pusat PT. Daisy Timber dengan pihak Lembaga Adat Teluk Sumbang setelah mengirim surat resmi kepada Direktur Pusat di Jakarta.

“Saya bertugas mengidentifikasi lokasi pelanggaran di lapangan dan memediasi pertemuan antara Direktur Keuangan Masrukin dan GM Rudi Katianda dengan lembaga adat. Kesepakatan itu sudah disetujui semua pihak dan disaksikan Dewan Adat,” ungkap Sudiyanto.

 Setelah penandatanganan kesepakatan, pihak perwakilan perusahaan (Masrukin, Rudy Katianda, dan Muhammad Safri) secara lisan berjanji akan turun kembali ke lapangan untuk melihat langsung lokasi pelanggaran yang telah disurvei dan didokumentasikan oleh Tim Investigasi Sudiyanto. Pelanggaran yang dimaksud adalah pergeseran batas wilayah yang menimbulkan kerusakan pada makam keluarga dan pohon buah yang dianggap “penjaga” kawasan adat.

“Sampai saat ini tidak ada satu langkah apa pun dari perusahaan. Kesepakatan tertulis dan janji kunjungan pimpinan pusat semuanya tidak dipenuhi. Kami sudah menunggu lebih dari 2 tahun, akan tetapi tidak ada itikad baik dari pihak daisy Timber. “ujar Sudiyanto dengan nada tegas.

Lembaga Adat Dayak Basap mengatakan menggusur makam dan pohon buah, merupakan tindakan yang melanggar norma budaya dan spiritual Dayak Basab. Makam keluarga dianggap sebagai tempat tinggal roh leluhur, sedangkan pohon buah tertentu memiliki nilai kultural sebagai simbol kelangsungan hidup komunitas Dayak Basap.

Ibu Hartina, istri Kepala Adat Dayak Basab Teluk Sumbang, yang juga saksi langsung peristiwa, menceritakan rasa sakit hatinya “Kami melihat sendiri makam leluhur digusur. pohon yang sudah bertahun-tahun tumbuh ditebang. Semua itu tanpa pemberitahuan apapun. Kita merasa terluka banget,” katanya dengan suara lemah.

Bapak Jonis, Kepala Adat Dayak Basab Teluk Sumbang, menekankan bahwa tindakan ini tidak hanya melanggar hukum adat tetapi juga berpotensi melanggar Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Perlindungan Budaya. “Ini bukan soal uang atau tanah semata. Tapi ini soal kehormatan dan identitas kita sebagai orang Dayak Basab. Kami tidak bisa biarkan hal ini terjadi tanpa ada tanggapan,” tegas Jonis.

Karena tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan, Tim Investigasi yang diwakili Sudiyanto telah bersurat memohon perlindungan dan pengakuan hak-hak Masyarakat Adat Dayak Basab Kampung Teluk Sumbang kepada anggota DPD RI dari utusan Kalimantan Timur Dr. Yulianus Henock Sumuel, SH., M.Si. 

Surat tersebut memiliki nomor: 007/ADUAN-TS/XII/2025, dengan 1 berkas lampiran, diterbitkan pada tanggal 12 Desember 2025. Sebelumnya, surat yang sama juga telah dibalas oleh Dr. Yulianus Henock Sumuel, SH.,M.Si dan dinyatakan akan ditindak lanjuti.

Atas pengingkaran janji oleh PT Daysi Timber dan tuduhan pelanggaran atas hak Adat Dayak Basap serta didukungan oleh Senator DPD RI, Masyarakat Adat Dayak Basab secara tegas menuntut:

 1. Penyerahan lahan kompensasi sesuai kesepakatan tahun 2023 secepatnya.

2. Pembayaran denda adat yang akan ditetapkan melalui musyawarah adat.

3. Kunjungan langsung Direktur Pusat PT. Daisy Timber ke lapangan untuk berkomunikasi langsung dengan masyarakat.

4. Pengakuan resmi hak-hak Masyarakat adat atas wilayah mereka.

 “Kami berharap dengan intervensi dari senator di senayaj, masalah ini bisa diselesaikan dengan adil dan sesuai hukum. Kita sudah cukup menunggu lama.” tambah Jonis.

Menanti Tanggapan Resmi Perusahaan

 Hingga laporan ini diterbitkan, belum ada tanggapan resmi tertulis dari pihak Manajemen Pusat PT. Daisy Timber terkait tuduhan penggusuran makam, penundaan penyerahan lahan, dan tuntutan denda adat. Tim investigasi juga telah mencoba menghubungi perwakilan perusahaan di Jakarta namun belum mendapatkan tanggapan resmi.

Saat ini, situasi di Biduk-Biduk masih tenang namun tegang. Masyarakat menyatakan akan terus mengikuti saran dan masukan dari Senator DPD RI dan siap mengambil upaya hukum jika tidak ada tanggapan dari pihak perusahaan.

Aroel Mandang / Tim Investigasi

Satgas Tegaskan Pengelolaan GB Harus Taat Mekanisme, Libatkan Adat dan Kawal 8 Jalur Pengamanan

0

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penertiban Gunung Botak, Jalaludin Salampessy, menegaskan bahwa seluruh koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) wajib menjalankan pengelolaan kawasan Gunung Botak sesuai mekanisme hukum, melibatkan unsur adat, serta memperkuat pengamanan di delapan jalur akses yang telah teridentifikasi sebagai titik rawan.

Penegasan tersebut disampaikan Salampessy saat membuka Sosialisasi Teknis bagi 10 koperasi pemegang IPR di Gren Darah Hotel, Namlea, Jumat, (12/12).

Kegiatan dihadiri Kepala Dinas Koperasi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, serta peserta yang mengikuti secara hybrid termasuk perwakilan dari Ambon.

Dalam arahannya, Salampessy menekankan bahwa kawasan Gunung Botak kini berada dalam tahap penataan total, dan koperasi menjadi aktor utama dalam memastikan pengelolaan tambang rakyat berjalan tertib, legal, dan berkelanjutan.

“Kawasan ini sudah legal untuk dikelola dan dijaga. Penegakan hukum sudah berjalan, dan ke depan koperasi wajib mengikuti seluruh mekanisme yang telah ditetapkan. Tidak ada ruang bagi pelanggaran,” tegasnya.

Ia meminta koperasi memperkuat koordinasi dengan aparat keamanan setelah proses penertiban dan pengusulan badan hukum koperasi selesai. Menurutnya, kontrol terhadap pintu-pintu masuk kawasan harus dilakukan secara ketat agar aktivitas ilegal tidak kembali muncul.

Selain itu, Salampessy menegaskan pentingnya pelibatan masyarakat adat, pemerintah desa, marga, dan kesatuan adat lain dalam proses kesepakatan lahan maupun penyelesaian masalah pertambangan. Ia menilai model pengelolaan tanpa melibatkan unsur adat berpotensi menimbulkan sengketa dan ketidaktertiban di kemudian hari.

“Jika lahan milik desa atau masyarakat adat, maka koperasi wajib bekerja sama secara resmi. Negosiasi, penyelesaian, hingga langkah hukum harus dilakukan secara komunal, sesuai aturan,” ujarnya.

Dalam paparan teknis, Satgas juga mengungkap adanya delapan jalur yang harus dijaga koperasi menggunakan mekanisme pengamanan kawasan tambang rakyat. Jalur-jalur tersebut menjadi titik yang wajib dikawal agar aktivitas keluar-masuk di area Gunung Botak tetap terpantau.

Dinas Lingkungan Hidup turut menegaskan bahwa suplai bahan kimia seperti B3 dan B2 dalam proses iridisasi dan pengolahan batuan emas harus sepenuhnya mengikuti regulasi yang berlaku. Pendampingan kepada koperasi akan dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan pengelolaan ramah lingkungan.

Salampessy menambahkan bahwa proses penertiban hingga hari ini berjalan lancar dan mendapat dukungan luas masyarakat.

“Masyarakat sangat mendukung, dan ini sinyal positif bahwa perubahan di Gunung Botak benar-benar diharapkan,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, memberi perhatian khusus untuk menjadikan kawasan Gunung Botak sebagai contoh pengelolaan tambang rakyat yang aman, tertib, dan berkelanjutan.

Kegiatan sosialisasi teknis ini dijadwalkan berlanjut hingga seluruh koperasi siap mengimplementasikan standar pengelolaan sesuai peraturan yang berlaku dan mampu menjaga kawasan Gunung Botak secara mandiri.(Syam)

Kepala Dinas ESDM Maluku Beri Sosialisasi Teknis kepada 10 Koperasi Pemegang IPR

0

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku, Abdul Haris, memberikan penjelasan resmi terkait proses penataan dan pengoperasian pertambangan rakyat di Kabupaten Buru. Hal ini disampaikan dalam kegiatan sosialisasi teknis kepada 10 koperasi pemegang Izin Pertambangan Rakyat (IPR) yang berlangsung di Gren Sarah Hotel, Jumat (12/12).

Dalam kegiatan tersebut, Dinas ESDM memberikan materi terkait aspek teknis pertambangan, pengelolaan lingkungan hidup, penggunaan kawasan hutan, serta tata kelola koperasi. Abdul Haris menegaskan bahwa sosialisasi ini bertujuan memastikan seluruh koperasi memahami kewajiban dan prosedur sebelum kegiatan tambang rakyat mulai beroperasi secara resmi setelah Satgas menyelesaikan tugasnya pada 14 Desember mendatang.

“Kami ingin memastikan bahwa setelah tugas Satgas ini berakhir, kegiatan pertambangan yang sudah sesuai aturan dapat segera berjalan. Semua koperasi telah memiliki izin resmi dan melengkapi seluruh dokumen perizinan yang dipersyaratkan,” ujar Haris.

Haris juga menyoroti pentingnya koperasi untuk menampung kembali masyarakat yang sebelumnya bekerja sebagai penambang tanpa izin (PETI) di Gunung Botak.

“Pengurus koperasi memang terbatas, tetapi anggota tidak terbatas. Kami minta agar setelah ini koperasi membuka ruang bagi penambang-penambang lama untuk menjadi anggota. Dengan begitu, mereka tetap dapat bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga dengan cara yang legal,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa melalui sistem koperasi, setiap anggota akan memiliki hak dan kewajiban yang jelas, sehingga pengelolaan pertambangan rakyat dapat berjalan tertib dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Kewajiban Membayar Iuran Pertambangan Rakyat

Koperasi yang beroperasi di bawah skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) juga diwajibkan membayar Iuran Pertambangan Rakyat (Impera) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM.

“Ada tiga komponen dalam Impera, yaitu terkait wilayah, pengusahaan, dan pengelolaan lingkungan. Kami sudah minta koperasi untuk mempelajari aturan ini agar memahami kewajiban mereka,” ungkap Abdul Haris.

Penambangan Wajib Dilakukan Secara Manual

Haris menegaskan bahwa seluruh kegiatan pertambangan rakyat di WPR wajib dilakukan secara manual, tanpa menggunakan alat berat seperti ekskavator.

“Penambangan rakyat dilakukan secara manual. Pengolahan hasil tambang diperbolehkan dilakukan sebagaimana yang selama ini mereka lakukan, selama tetap berada dalam kawasan yang diizinkan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa setelah mendapatkan izin, setiap koperasi wajib segera menyusun rencana penambangan. Semakin cepat dokumen ini diselesaikan, semakin cepat pula aktivitas pertambangan rakyat dapat kembali berjalan sesuai aturan.

Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Provinsi Maluku berharap pengelolaan tambang rakyat di Kabupaten Buru menjadi lebih tertib, legal, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat dan daerah, tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.(Syam)

TNI All-Out di Sumatra: Ribuan Personel, Puluhan Alutsista, dan Jembatan Darurat Dikerahkan

0

Jakarta -MEDIA ISTANA (Puspen TNI). Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI Osmar Silalahi, didampingi Kadispenal Laksma TNI Tunggul, Sekretaris Dispenad Kolonel Inf Heri Bambang Wahyudi, serta Kasubdisdokprod Dispenau Kolonel Sus Filfadri, memaparkan perkembangan terbaru terkait pelibatan TNI dalam operasi penanggulangan bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Keterangan resmi tersebut disampaikan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (12/12/2025).

Dalam penjelasannya, Wakapuspen TNI mengungkapkan bahwa upaya TNI terus ditingkatkan seiring besarnya kebutuhan penanganan di tiga provinsi terdampak. Hingga hari ini, TNI telah mengerahkan 33.860 personel untuk membantu penanggulangan bencana. Selain itu, sebanyak 79 alutsista, meliputi pesawat fixed wing, rotary wing, kapal perang (KRI), hingga kapal ADRI, telah difungsikan secara optimal untuk distribusi logistik dan mobilisasi pasukan.

Bantuan kebutuhan dasar untuk masyarakat juga terus mengalir. Hingga saat ini, total 2.230,5 ton logistik telah disalurkan menggunakan berbagai moda transportasi, mulai dari pesawat, kapal laut, kendaraan darat, speedboat, sepeda motor, hingga upaya langsung oleh prajurit di lapangan. Pada hari ini, dua pesawat dari Lanud Halim Perdanakusuma diberangkatkan ke Banda Aceh, disusul satu pesawat Hercules yang diterbangkan ke Lanud Suwondo, Medan.

Lebih lanjut, Wakapuspen TNI menjelaskan terkait pengiriman bantuan hari ini dari Lanud Halim Perdanakusuma, yang juga membawa perlengkapan tambahan selain sembako, termasuk forklift, mobil water treatment, serta 24 tenaga kesehatan TNI AD. “Sudah sampai di Aceh Tamiang sebanyak 24 orang dengan komposisi 6 orang dokter spesialis, kemudian 6 orang perawat, 4 orang dokter umum, serta 8 orang bintara maupun tamtama evakuasi. Nantinya Nakes ini akan menjadi satgas mobil kesehatan di wilayah Provinsi Aceh,” ujarnya.

Di samping itu, Wakapuspen TNI menegaskan komitmen TNI dalam memastikan distribusi bantuan menjangkau daerah yang sulit diakses. Pesawat Cassa dan berbagai jenis helikopter terus digunakan untuk menyuplai kebutuhan masyarakat di wilayah terisolir. “Kami mencoba untuk setiap masyarakat yang terdampak bencana ini, kita bisa menyuplai ataupun memberikan dukungan logistik sehingga mereka merasakan bahwasannya negara hadir untuk membantu mereka secara maksimal,” tegas Wakapuspen TNI.

Pada sektor infrastruktur, TNI mempercepat pembangunan jembatan darurat guna membuka kembali akses yang terputus. Hingga hari ini, terdapat 32 titik pembangunan jembatan Bailey, dengan satu jembatan Bailey Anggoli telah selesai 100%. Sementara itu, komponen jembatan lainnya masih dalam proses pengiriman dan pembangunan. Selain itu, sebanyak 14 jembatan Aramco telah diberangkatkan melalui Kapal ADRI LIII dari Tanjung Priok dan dijadwalkan tiba pada Minggu mendatang.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, TNI juga menambah dua unit mobil penjernih air (RO) sehingga total operasional menjadi 12 unit. Peralatan ini sangat dibutuhkan mengingat banyaknya daerah terdampak yang masih kekurangan sumber air layak konsumsi. TNI menegaskan komitmennya untuk terus bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga guna memastikan seluruh dukungan penanggulangan bencana berjalan optimal.

HAMDAN

**Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Pangandaran Melesat

0
oplus_32

**Menjelang Natal dan Tahun Baru, Harga Sembako di Pangandaran Melesat

 

Media istana.com – Pangandaran – Jumat 12 Desember 2025 Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Pangandaran mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, terutama warganet Pangandaran yang ramai menyuarakan keresahan mereka melalui berbagai platform media sosial.

 

Di pasar tradisional maupun kios-kios harian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan yang cukup tajam. Cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, telur ayam, minyak goreng, hingga daging ayam menjadi bahan pokok yang paling banyak dikeluhkan.

oplus_32

Media istana.com – Pangandaran – Jumat 12 Desember 2025 Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru), harga sejumlah kebutuhan pokok di Kabupaten Pangandaran mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat, terutama warganet Pangandaran yang ramai menyuarakan keresahan mereka melalui berbagai platform media sosial.

Di pasar tradisional maupun kios-kios harian, beberapa komoditas tercatat mengalami kenaikan yang cukup tajam. Cabai rawit, cabai merah keriting, bawang merah, telur ayam, minyak goreng, hingga daging ayam menjadi bahan pokok yang paling banyak dikeluhkan.

Dari pantauan awak media ,pada waktu di lapangan , mewawancarai salah satu warga di desa Cibenda, yang memiliki warung makan ibu Siti Patimah .
Iya bang Harga sembako pada melambung tinggi seperti Cabe.bawang merah .bawang putih ayam dan rempah – rempah
Kenaikan harga ini dinilai terjadi sejak awal Desember dan terus merangkak naik mendekati musim libur panjang. “Belum masuk libur Nataru saja sudah naik semua. Cabai saja tembus di atas harga normal. Berat buat kebutuhan harian,” tulis salah satu warganet di kolom komentar unggahan Facebook komunitas lokal Pangandaran.

Selain faktor meningkatnya permintaan jelang liburan panjang, para pedagang menyebut kondisi cuaca dan berkurangnya hasil panen juga turut memengaruhi pasokan barang tertentu. Situasi ini membuat fluktuasi harga semakin sulit dikendalikan.

Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah daerah, Dinas Perdagangan, serta instansi terkait dapat segera turun tangan melakukan sidak dan langkah-langkah pengendalian, seperti operasi pasar murah, pengecekan distribusi barang, serta penindakan terhadap oknum yang diduga memanfaatkan momentum untuk mengambil keuntungan berlebih Menjelang Natal dan Tahun Baru

Sejumlah tokoh masyarakat menilai bahwa pengawasan intensif perlu dilakukan untuk mencegah harga terus meroket menjelang puncak liburan. Mereka mengingatkan agar pemerintah daerah dapat menjaga stabilitas harga demi meringankan beban masyarakat.

Dengan meningkatnya keluhan warganet, isu tingginya harga sembako ini diprediksi masih terus menjadi pembahasan hangat di ruang publik Pangandaran hingga mendekati libur Natal dan Tahun Baru.
Mediaistana.com
David Tasti