29.3 C
Jakarta
BerandaInfoUltimatum Keras: Kapolres Buru Perintahkan Penambang Ilegal Kosongkan Gunung Nona dan Waramsiat

Ultimatum Keras: Kapolres Buru Perintahkan Penambang Ilegal Kosongkan Gunung Nona dan Waramsiat

Langkah tegas kembali ditunjukkan aparat kepolisian dalam menertibkan aktivitas pertambangan emas ilegal di Kabupaten Buru. Dipimpin langsung Kapolsek Waeapo, IPDA Rudi Hartono, S.H., personel Polsek Waeapo turun ke lapangan memasang spanduk berisi ultimatum keras Kapolres Buru: seluruh aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di kawasan Gunung Nona dan Waramsiat harus dihentikan, dan lokasi segera dikosongkan.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (21/4/2026) sejak pukul 11.30 WIT hingga 15.40 WIT itu menyasar tiga titik strategis, yakni pintu masuk pangkalan ojek PETI Gunung Nona Desa Wapsalit, pangkalan kendaraan di aliran Sungai Gunung Nona, serta lokasi PETI Waramsiat di Desa Ukalahin.

Setibanya di lokasi pertama sekitar pukul 12.20 WIT, aparat langsung memasang spanduk berisi himbauan tegas. Kegiatan kemudian berlanjut ke titik kedua pada pukul 13.00 WIT dan berakhir di lokasi Waramsiat pada pukul 14.30 WIT. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan kondusif tanpa hambatan berarti.

Dalam isi himbauan tersebut, Kapolres Buru menegaskan bahwa dasar penertiban merujuk pada Surat Gubernur Maluku Nomor 500.10.2.3/1052 tertanggal 19 Juni 2025 tentang penertiban dan pengosongan wilayah pertambangan emas Gunung Botak.

Pesannya jelas dan tidak memberi ruang kompromi:

Para penambang ilegal di kawasan Gunung Nona, baik di darat maupun aliran sungai, diminta segera angkat kaki. Aktivitas penggunaan alat berat seperti ekskavator harus dihentikan seketika. Hal serupa juga berlaku di Waramsiat, di mana penggunaan peralatan seperti jet, tembak larut, dan dompeng diwajibkan berhenti total.

Operasi ini menjadi sinyal kuat bahwa aparat tidak lagi mentolerir aktivitas PETI yang selama ini merusak lingkungan dan berpotensi menimbulkan konflik sosial. Pemasangan spanduk bukan sekadar formalitas, melainkan peringatan terbuka bahwa langkah penegakan hukum bisa dilakukan kapan saja jika himbauan diabaikan.

Dengan situasi yang masih kondusif, aparat berharap para penambang segera mematuhi perintah tersebut sebelum tindakan hukum yang lebih tegas diambil.

Stay Connected
16,985FansSuka
2,458PengikutMengikuti
61,453PelangganBerlangganan
Must Read
Berita Terkait

MOHON DIBACA SEBELUM MENULIS BERITA

Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat menulis Berita :

- Perhatikan hukum:

Pastikan informasi yang Anda bagikan legal dan tidak mendukung ujaran kebencian, diskriminasi, kekerasan, atau aktivitas berbahaya lainnya.

 

- Hargai privasi:

Jangan bagikan informasi pribadi tentang orang lain tanpa persetujuan mereka. Ini termasuk nama, alamat, nomor telepon, dan detail sensitif lainnya.

 

- Pertimbangkan

dampaknya: Pikirkan tentang bagaimana kata-kata Anda dapat memengaruhi orang lain. Meskipun sesuatu secara teknis legal, itu mungkin menyakitkan atau menyinggung.

 

- Verifikasi informasi:

Sebelum membagikan informasi, terutama berita atau rumor, pastikan itu berasal dari sumber yang dapat dipercaya.

 

- Bertanggung jawab: Bertanggung jawablah atas informasi yang Anda bagikan. Bersiaplah untuk menjelaskan alasan Anda dan bertanggung jawab atas segala konsekuensi yang mungkin terjadi.

Ingat, membangun komunitas daring yang aman dan saling menghormati adalah tanggung jawab semua orang. Mari kita gunakan kebebasan berekspresi kita dengan bijak!