30.8 C
Jakarta
Beranda blog Halaman 4

Driver Online Banyuwangi Tagih Keadilan, FOBB Soroti Program ASN Naik Ojol yang Dinilai Hanya Seremonial

0

MEDIAISTANA.COM |BANYUWANGI — Forum Ojol Banyuwangi Bersatu (FOBB) menegaskan akan menggelar gerakan solidaritas pada Mei 2026 untuk mengawal implementasi Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026 sekaligus menyuarakan sejumlah tuntutan strategis terkait kesejahteraan driver online di Banyuwangi.

Koordinator FOBB, Yudha Okta Mahendra, menyoroti kebijakan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terkait dorongan penggunaan transportasi umum maupun ojek online (ojol) oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dinilai belum berjalan merata hingga wilayah kecamatan.
Menurutnya, program tersebut selama ini lebih banyak terlihat di kawasan kota, sementara wilayah seperti Rogojampi dan Genteng yang juga memiliki banyak driver online belum merasakan dampak nyata.

“Poin utama kami adalah meminta program pemerintah Banyuwangi terkait ASN menggunakan transportasi umum atau ojol benar-benar diterapkan menyeluruh sampai kecamatan. Jangan hanya terpusat di kota. Di Rogojampi, Genteng, dan wilayah lain juga ada driver online yang butuh perhatian,” ujar Yudha, Sabtu (02/06/25).

Yudha juga mengkritisi dugaan praktik seremonial dalam pelaksanaan program tersebut. Ia menyebut, driver online kerap hanya dijadikan pelengkap laporan administratif tanpa ada transaksi nyata.

“Kami jangan hanya dijadikan alat laporan. Foto selfie dengan ojol ada, tapi tidak benar-benar naik atau order. Kalau hanya formalitas, driver tidak mendapatkan manfaat ekonomi,” tegasnya.

FOBB juga menyoroti kebijakan efisiensi bahan bakar minyak (BBM) yang mendorong pengurangan penggunaan kendaraan dinas. Menurut mereka, implementasi di lapangan masih belum konsisten karena sebagian ASN atau pejabat hanya menggunakan transportasi alternatif saat berangkat kerja, namun kembali memakai kendaraan dinas saat pulang.

“Kalau berangkat naik sepeda atau transportasi umum, tapi pulangnya pakai kendaraan dinas, di mana letak efisiensinya? Justru itu bisa menambah beban anggaran,” tambahnya.

Selain isu kesejahteraan dan kebijakan transportasi, FOBB dalam momentum aksi damai mendatang juga akan menagih komitmen Kapolresta Banyuwangi yang baru, Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan, terkait janji silaturahmi dengan komunitas ojol.

Yudha menyebut, pertemuan yang sebelumnya dijanjikan saat bulan Ramadan hingga kini belum terealisasi.

“Dulu sempat ada janji bertemu dengan rekan-rekan FOBB saat puasa, tapi sampai hari ini belum ada tindak lanjut,” katanya.

Tak hanya itu, FOBB juga mempertanyakan keberlanjutan perhatian terhadap program maupun komitmen yang pernah disampaikan dalam kegiatan Ojol Kamtibmas Jogo Bumi Blambangan, yang menurut mereka belum menunjukkan hasil nyata bagi driver online.

FOBB menegaskan, aksi damai yang akan digelar pada Mei 2026 mendatang bukan sekadar peringatan Hari Buruh, tetapi juga bentuk pengawalan terhadap implementasi Perpres Nomor 27 Tahun 2026 yang diumumkan Presiden Prabowo Subianto terkait perlindungan pekerja transportasi online.

Dalam regulasi tersebut, pemerintah pusat menekankan peningkatan kesejahteraan driver, termasuk pembatasan potongan aplikator serta perlindungan sosial yang lebih jelas.

“Momentum ini kami jadikan perjuangan bersama. Kami ingin kebijakan pusat benar-benar dikawal sampai daerah dan dirasakan nyata oleh seluruh driver online Banyuwangi,” pungkas Yudha.

Gubenur HL, Tukuboya dan Harapan Panjang Masyarakat Batabual di Ambang Realisasi

0

 

Editorial oleh: Drs. Muz Latuconsina, MF.

Ada harapan yang kadang tumbuh begitu lama hingga nyaris kehilangan bentuknya. Namun di Batabual, harapan itu tetap bertahan—mengendap dalam kesabaran masyarakat yang puluhan tahun menanti jalan yang layak, jembatan yang kokoh, dan akses yang manusiawi. Kini, ketika pemerintah akhirnya menempatkan ruas jalan Batabual sebagai prioritas, secercah cahaya itu kembali menyala.

Komitmen Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, untuk memprioritaskan pembangunan di tengah kebijakan efisiensi anggaran bukan sekadar keputusan teknokratis. Ia adalah pernyataan keberpihakan. Di saat banyak wilayah berlomba-lomba menarik perhatian pembangunan, Batabual hadir dengan realitas yang tak bisa lagi ditunda: keterisolasian yang menghambat kehidupan dasar masyarakat.

Apa yang disampaikan Rustam Fadly Tukuboya mencerminkan denyut suara rakyat yang selama ini kerap tenggelam. Bahwa aspirasi ini bukan baru kemarin sore, melainkan jejak panjang dari generasi ke generasi. Dari era Karel Ralahalu hingga Murad Ismail, harapan itu tetap sama: membuka keterisolasian Batabual.

Editorial ini tidak hendak menafikan kritik. Kritik adalah bagian penting dalam demokrasi. Namun, kritik yang adil semestinya berpijak pada realitas. Dan realitas Batabual adalah kebutuhan mendesak akan infrastruktur dasar. Jalan bukan sekadar aspal yang membentang; ia adalah jalur kehidupan—menghubungkan anak-anak ke sekolah, orang sakit ke layanan kesehatan, dan hasil bumi ke pasar.

Langkah Pemerintah Provinsi Maluku menggandeng PT Sarana Multi Infrastruktur menunjukkan bahwa di tengah keterbatasan, masih ada keberanian untuk mencari jalan keluar. Ini bukan solusi instan, melainkan upaya strategis yang memerlukan komitmen berkelanjutan dan pengawasan publik.

Namun, harapan tidak boleh berhenti pada perencanaan. Masyarakat Batabual tidak hanya membutuhkan janji—mereka membutuhkan bukti. Realisasi pembangunan harus menjadi prioritas berikutnya, dengan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama.

Pada akhirnya, Batabual bukan sekadar tentang satu ruas jalan. Ia adalah cermin dari bagaimana negara hadir untuk mereka yang selama ini berada di pinggiran. Jika pembangunan ini benar-benar terwujud, maka ia bukan hanya menjawab harapan puluhan tahun—ia juga mengembalikan kepercayaan bahwa perhatian terhadap daerah terpencil bukan sekadar wacana.

Dan di situlah, pembangunan menemukan maknanya yang paling hakiki: menghadirkan keadilan, bukan sekadar kemajuan.

Penanganan Darurat Sampah, Pemkab Bogor Teken Kerja Sama PSEL dengan Weiming Grup

0

Mediaistana.com || Kabupaten Bogor, Jabar
‎Pemerintah Kabupaten Bogor menandatangani perjanjian kerja sama proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) bersama Weiming Group. Penandatanganan tersebut berlangsung di Kementerian Koordinator Bidang Pangan dengan melibatkan sejumlah pihak, di antaranya Kementerian Lingkungan Hidup, Danantara, BRIN, serta Wali Kota Bogor.

‎Bupati Bogor, Rudy Susmanto, turut hadir dan menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam upaya penanganan darurat sampah, khususnya di wilayah Kabupaten Bogor yang selama ini menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah.

‎Dalam pernyataannya, Rudy Susmanto menyampaikan bahwa proyek PSEL ini bukan hanya solusi jangka pendek, melainkan bagian dari lompatan besar dalam arah pembangunan daerah ke depan.

‎“Ini segera kita wujudkan sebagai wajah dan lompatan baru arah pembangunan Kabupaten Bogor. Banjir kita selesaikan, sampah kita atasi, pembangunan terus berjalan dengan baik dan terarah,” ujarnya.

‎Melalui teknologi PSEL, sampah tidak lagi hanya menjadi beban lingkungan, tetapi dapat diolah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat. Kehadiran Weiming Group diharapkan membawa teknologi modern dan pengalaman internasional dalam pengelolaan sampah berbasis energi.

‎Kolaborasi lintas kementerian dan lembaga ini juga menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menciptakan solusi terintegrasi, mulai dari aspek lingkungan, energi, hingga riset dan inovasi.

‎Selain mengatasi persoalan sampah, proyek ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pengurangan risiko banjir akibat penumpukan limbah, sekaligus mendorong pembangunan yang lebih berkelanjutan di Kabupaten Bogor.

‎Pemerintah optimistis, dengan sinergi berbagai pihak, program ini akan segera terealisasi dan menjadi tonggak penting dalam transformasi pengelolaan lingkungan di daerah.

Trek Jogging Lapangan Sempur Dipadati Pengunjung, Pelari Harapkan Pemisahan Jalur ‎

0

Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
‎Trek jogging di kawasan ini kembali dipadati pengunjung pada akhir pekan, khususnya pada Minggu (03/05/2026). Kepadatan tersebut menjadi pemandangan rutin setiap hari libur, seiring tingginya minat masyarakat untuk berolahraga maupun sekadar bersantai.

‎Namun, ramainya pengunjung justru menimbulkan kendala bagi warga yang ingin berlari secara optimal. Banyaknya pejalan kaki yang menggunakan lintasan jogging membuat pelari harus memperlambat langkah bahkan berhenti untuk menghindari tabrakan.

‎Salah satu warga, Asih, mengaku kesulitan saat berlari di tengah padatnya pengunjung. Ia berharap ada solusi dari pengelola agar fungsi lintasan tetap terjaga.

‎“Kalau bisa ada pemisahan antara jalur lari dan jalur untuk jalan santai, jadi yang ingin olahraga lari tetap nyaman meski ramai,” ujarnya.

‎Menurutnya, pemisahan jalur akan memberikan kenyamanan bagi semua pengunjung, baik yang ingin berolahraga serius maupun yang hanya berjalan santai bersama keluarga.

‎Kondisi ini juga dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah setempat, mengingat Lapangan Sempur merupakan salah satu ruang terbuka publik favorit di Kota Bogor yang selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan.

‎Warga berharap penataan ulang area jogging dapat segera dilakukan, sehingga fungsi fasilitas olahraga tetap optimal tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung lainnya.

Polisi Ungkap Peredaran Obat Berbahaya Tanpa Izin di Tanjung Priok, Satu Pelaku Diamankan

0

Jakarta ,Mediaistana.Com – Minggu (3/5/2026) Satuan Reserse Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil mengungkap kasus peredaran obat-obatan berbahaya (Daftar G) tanpa izin di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pelaku yang diduga berperan sebagai penjual.

Kasus ini terungkap berawal dari informasi masyarakat pada Kamis, terkait adanya aktivitas peredaran obat-obatan berbahaya di kawasan Tanjung Priok dan sekitarnya. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Operasional Satresnarkoba melakukan observasi di beberapa wilayah, termasuk Kelurahan Rawa badak, Tugu Utara, dan Kebon Bawang Tanjung Priok.

Petugas menemukan sebuah toko kosmetik bernama Toko Bahari yang berlokasi di Jalan Bakti Raya, Kebon Bawang, Tanjung Priok. Dari lokasi tersebut, polisi mendapati ratusan butir obat-obatan berbahaya yang dijual tanpa izin resmi.

Pelaku yang diamankan diketahui bernama AW (27), seorang laki-laki asal Aceh Utara. Ia diduga berperan sebagai penjual obat-obatan tersebut.

 

Dari hasil penggerebekan, petugas menyita sejumlah barang bukti berupa:
272 butir obat jenis Excimer
209 butir Tramadol
121 butir Trihexyphenidyl
121 butir Alprazolam dan sejenisnya
Selain itu, turut diamankan barang bukti non-narkotika berupa satu unit handphone dan uang tunai sebesar Rp1.500.000.
Selanjutnya, pelaku beserta seluruh barang bukti dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Priok guna menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut.

Kasat Resnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Habibie, menegaskan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran obat-obatan berbahaya yang tidak sesuai dengan peruntukan dan ketentuan hukum.

“Pengungkapan ini merupakan komitmen Polri dalam memberantas peredaran obat-obatan ilegal yang dapat membahayakan masyarakat,” ujarnya.

Botani Square dan Hotel Santika Bogor Sampaikan Hak Jawab, Tegaskan Komitmen Pengelolaan Lingkungan

0

Mediaistana.com || Kota Bogor, Jabar
‎Manajemen Botani Square dan Hotel Santika Bogor menyampaikan Hak Jawab sekaligus permohonan Hak Koreksi atas pemberitaan yang dinilai berpotensi menimbulkan persepsi kurang tepat terkait dugaan pencemaran lingkungan dan banjir di wilayah Tegallega.

‎Dalam pernyataan resminya, manajemen menilai pemberitaan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keberimbangan dan tidak didukung data teknis yang terverifikasi. Mereka menegaskan bahwa hingga saat ini tidak terdapat hasil uji laboratorium, kajian teknis, maupun pernyataan resmi dari instansi berwenang yang menyatakan Botani Square maupun Hotel Santika sebagai penyebab pencemaran atau banjir.

‎Sebagai bentuk klarifikasi, telah dilakukan pertemuan pada Kamis, 30 April 2026, yang melibatkan Lurah Tegallega, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, perwakilan masyarakat, serta pihak manajemen. Pertemuan tersebut bertujuan untuk mengkaji langsung isu yang berkembang di lapangan.

‎“Hasil pertemuan menunjukkan tidak ditemukan adanya pelanggaran yang dilakukan oleh pihak Botani Square maupun Hotel Santika,” demikian disampaikan dalam keterangan resmi manajemen.

‎Manajemen Botani Square menjelaskan bahwa seluruh limbah cair dikelola melalui fasilitas Sewage Treatment Plant (STP) sesuai ketentuan yang berlaku, serta telah mengantongi izin lengkap sejak 2018. Pengujian kualitas limbah juga dilakukan secara rutin setiap bulan dengan hasil memenuhi baku mutu lingkungan, serta dilaporkan secara berkala kepada instansi terkait.

‎Selain itu, saluran yang dipersoalkan ditegaskan merupakan saluran air hujan (storm water drainage) yang terpisah dari sistem limbah, sehingga tidak mengalirkan limbah cair ke badan sungai.

‎Sementara itu, pihak Hotel Santika Bogor juga memastikan operasional pengelolaan limbah telah sesuai regulasi. Hotel ini memiliki Izin Pembuangan Limbah Cair (IPLC) yang masih berlaku, melakukan pengolahan limbah melalui STP, serta rutin melakukan uji laboratorium dengan hasil memenuhi standar baku mutu sesuai ketentuan yang berlaku.

‎Manajemen juga menekankan bahwa seluruh kegiatan operasional dilaksanakan dengan mengedepankan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan dan berada dalam pengawasan instansi berwenang.

‎Dengan disampaikannya Hak Jawab ini, manajemen berharap masyarakat mendapatkan informasi yang lebih berimbang, objektif, serta berbasis data yang valid, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman terhadap komitmen mereka dalam menjaga lingkungan. 

Jalan Batabual Jadi Prioritas, Tukuboya: Harapan Puluhan Tahun Mulai Terjawab

0

 

Pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan di Kecamatan Batabual, Kabupaten Buru, kembali menjadi sorotan publik. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, komitmen Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menjadikan ruas jalan Batabual sebagai salah satu prioritas dinilai sebagai langkah strategis yang patut diapresiasi.

Anggota DPRD Buru Rustam Fadly Tukuboya, SH, menegaskan bahwa perjuangan masyarakat untuk mendapatkan akses jalan dan jembatan yang layak bukanlah hal baru. Aspirasi ini, menurutnya, telah disuarakan sejak puluhan tahun lalu, bahkan sejak masa kepemimpinan gubernur-gubernur sebelumnya seperti Karel Ralahalu, Said Assagaff, hingga Murad Ismail.

“Ini bukan tuntutan baru. Sudah lama masyarakat Batabual menaruh harapan besar agar akses jalan dan jembatan dibangun. Karena itu, jika hari ini menjadi prioritas, ini adalah bagian dari perjuangan panjang masyarakat,” ujar Tukuboya, Minggu, (3/5/2026)

Ia juga menanggapi berbagai kritik yang dialamatkan kepada Gubernur Maluku terkait fokus pembangunan di wilayah tersebut. Menurutnya, kritik tersebut cenderung berlebihan dan tidak melihat realitas kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Terkadang kritik itu tidak proporsional. Padahal, kondisi infrastruktur di Batabual memang sangat membutuhkan perhatian serius. Ini bukan soal kepentingan sesaat, tapi menyangkut akses dasar masyarakat,” tegasnya.

Meski masa kepemimpinan Gubernur Hendrik Lewerissa baru berjalan sekitar satu tahun lebih, Tukuboya menilai kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sudah terlihat jelas. Bahkan, meskipun gubernur belum sempat mengunjungi langsung wilayah Batabual, berbagai kebijakan dan terobosan untuk memperjuangkan anggaran pembangunan dinilai cukup konkret.

Salah satu langkah nyata yang disoroti adalah upaya Pemerintah Provinsi Maluku dalam mengajukan pembiayaan melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Skema pinjaman ini direncanakan untuk mendukung pembangunan sejumlah proyek strategis, termasuk ruas Jalan Batabual.

“Langkah ini menunjukkan keseriusan pemerintah. Di tengah keterbatasan anggaran, masih ada upaya mencari solusi agar pembangunan tetap berjalan,” tambah Tukuboya.

Masyarakat Batabual kini berharap agar rencana pembangunan tersebut dapat segera direalisasikan. Infrastruktur jalan dan jembatan dinilai sangat vital untuk membuka akses ekonomi, pendidikan, dan layanan kesehatan di wilayah tersebut.

Dengan masuknya jalan Batabual sebagai prioritas, harapan lama masyarakat perlahan menemukan titik terang. Kini, publik menanti realisasi nyata dari komitmen tersebut di lapangan.

Hati-Hati Beri Tumpangan! Modus Minta Tolong di Menggala Ternyata Jebakan Begal “Berdarah Dingin

0

Tulang Bawang l Mediaistana.com – Bak air susu dibalas air tuba, pepatah ini nampaknya tepat menggambarkan nasib malang yang menimpa Rexy Ahdan Nur’aidin. Niat tulusnya menolong seorang pria yang meminta tumpangan justru berakhir dengan aksi penodongan senjata tajam di tengah malam yang sunyi.

Peristiwa mencekam ini bermula pada Sabtu (28/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban yang sedang dalam perjalanan pulang kerja menggunakan sepeda motor Honda Beat, melintasi kawasan Jalan Salak, depan MTs Negeri 1 Menggala.

Di tengah jalan, ia dihentikan oleh seorang pria tak dikenal yang memelas meminta bantuan untuk diantar pulang ke daerah Senayan, Menggala Kota. Meski sempat ragu, rasa kemanusiaan korban mengalahkan firasat buruknya. Namun, sesampainya di depan sekolah yang sepi, pelaku meminta berhenti dan tiba-tiba melancarkan aksinya.

“Pelaku menanyakan ponsel korban dengan dalih meminjam. Saat korban menolak, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan menempelkannya ke leher kanan korban sambil mengancam, ‘Lihat ini!’,” ujar sumber kepolisian. Karena nyawanya terancam, korban terpaksa menyerahkan ponsel Samsung Galaxy A07 miliknya, sementara pelaku langsung menghilang di kegelapan malam.

Tak butuh waktu lama bagi Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Tulang Bawang untuk mengendus keberadaan para pelaku. Di bawah komando Kasat Reskrim AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., polisi melakukan pengejaran hingga ke luar kabupaten.

Hanya dalam hitungan hari, tepatnya Jumat (1/5/2026), tim gabungan yang dibackup oleh Polres Lampung Timur berhasil meringkus HD (38) di kediamannya di Marga Tiga, Lampung Timur. Dari tangan H, polisi berhasil mengamankan barang bukti ponsel milik korban.

Tak berhenti di situ, pengembangan terus dilakukan. Pada Sabtu (2/5/2026) sore, tim yang dipimpin Kanit Resum Ipda Deddynovarianto kembali menciduk tersangka utama, J (26), di wilayah Menggala Selatan. J tak berkutik dan mengakui semua perbuatannya saat diinterogasi petugas.

 

Menanggapi keberhasilan ungkap kasus ini, Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., memberikan pernyataan tegas terkait komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keberhasilan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Tulang Bawang dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan yang meresahkan, apalagi yang menggunakan modus memanfaatkan kebaikan hati korbannya.”

“Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah kami amankan di Mapolres Tulang Bawang guna proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 479 KUHPidana terkait pencurian dengan kekerasan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di jam-jam rawan,” pungkasnya.

Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, sementara polisi masih terus mendalami apakah ada keterlibatan jaringan lain dalam aksi serupa di wilayah Tulang Bawang.**

(R)

Hati-Hati Beri Tumpangan! Modus Minta Tolong di Menggala Ternyata Jebakan Begal “Berdarah Dingin

0

Tulang Bawang l Mediaistaba.com – Bak air susu dibalas air tuba, pepatah ini nampaknya tepat menggambarkan nasib malang yang menimpa Rexy Ahdan Nur’aidin. Niat tulusnya menolong seorang pria yang meminta tumpangan justru berakhir dengan aksi penodongan senjata tajam di tengah malam yang sunyi.

Peristiwa mencekam ini bermula pada Sabtu (28/4/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Saat itu, korban yang sedang dalam perjalanan pulang kerja menggunakan sepeda motor Honda Beat, melintasi kawasan Jalan Salak, depan MTs Negeri 1 Menggala.

Di tengah jalan, ia dihentikan oleh seorang pria tak dikenal yang memelas meminta bantuan untuk diantar pulang ke daerah Senayan, Menggala Kota. Meski sempat ragu, rasa kemanusiaan korban mengalahkan firasat buruknya. Namun, sesampainya di depan sekolah yang sepi, pelaku meminta berhenti dan tiba-tiba melancarkan aksinya.

“Pelaku menanyakan ponsel korban dengan dalih meminjam. Saat korban menolak, pelaku langsung mengeluarkan sebilah pisau dan menempelkannya ke leher kanan korban sambil mengancam, ‘Lihat ini!’,” ujar sumber kepolisian. Karena nyawanya terancam, korban terpaksa menyerahkan ponsel Samsung Galaxy A07 miliknya, sementara pelaku langsung menghilang di kegelapan malam.

Tak butuh waktu lama bagi Tim Tekab 308 Sat Reskrim Polres Tulang Bawang untuk mengendus keberadaan para pelaku. Di bawah komando Kasat Reskrim AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., polisi melakukan pengejaran hingga ke luar kabupaten.

Hanya dalam hitungan hari, tepatnya Jumat (1/5/2026), tim gabungan yang dibackup oleh Polres Lampung Timur berhasil meringkus HD (38) di kediamannya di Marga Tiga, Lampung Timur. Dari tangan H, polisi berhasil mengamankan barang bukti ponsel milik korban.

Tak berhenti di situ, pengembangan terus dilakukan. Pada Sabtu (2/5/2026) sore, tim yang dipimpin Kanit Resum Ipda Deddynovarianto kembali menciduk tersangka utama, J (26), di wilayah Menggala Selatan. J tak berkutik dan mengakui semua perbuatannya saat diinterogasi petugas.

 

Menanggapi keberhasilan ungkap kasus ini, Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang, AKP Apfryyadi Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.M., memberikan pernyataan tegas terkait komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan wilayah.

“Keberhasilan pengungkapan kasus tindak pidana pencurian dengan kekerasan ini merupakan wujud nyata komitmen Polres Tulang Bawang dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kami tidak akan memberikan ruang bagi para pelaku kejahatan yang meresahkan, apalagi yang menggunakan modus memanfaatkan kebaikan hati korbannya.”

“Saat ini, kedua tersangka beserta barang bukti telah kami amankan di Mapolres Tulang Bawang guna proses penyidikan lebih lanjut. Para pelaku akan dijerat dengan Pasal 479 KUHPidana terkait pencurian dengan kekerasan. Kami juga menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan berhati-hati, terutama saat beraktivitas di jam-jam rawan,” pungkasnya.

Kini, kedua pelaku harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di balik jeruji besi, sementara polisi masih terus mendalami apakah ada keterlibatan jaringan lain dalam aksi serupa di wilayah Tulang Bawang.**

(R)

Koops TNI Habema Gelar Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako

0

Koops TNI Habema Gelar Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 di SDN 1 Pomako

Jakarta -MEDIA ISTANA,Papua Tengah — Koops TNI Habema melalui Satgas Teritorial menggelar kegiatan Bhakti Pertiwi dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) ke-67 Tahun 2026 di SD Negeri 1 Atap Pomako, Papua Tengah, Rabu (29/4). Mengusung tema “Memperkuat Partisipasi Semesta, Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian TNI terhadap dunia pendidikan, khususnya dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia generasi muda Papua.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, S.I.P., M.M., yang disambut antusias oleh para siswa dan dewan guru. Dalam sambutannya, Brigjen TNI Riyanto mengajak para siswa untuk rajin belajar, disiplin, dan memiliki cita-cita besar demi meraih masa depan yang lebih baik. “Anak-anak Papua harus rajin belajar, disiplin, dan punya cita-cita besar. Kalian semua bisa menjadi generasi pemimpin bangsa, mulai dari TNI, Polri, guru, hingga pemimpin daerah, bahkan presiden,” ujarnya.

Sebagai bentuk kepedulian, Koops TNI Habema menyerahkan tali asih berupa tas sekolah, alat tulis, dan sepatu kepada seluruh siswa. Selain itu, bantuan sarana olahraga berupa net dan bola voli juga diberikan kepada pihak sekolah.

Komandan Satuan Tugas Teritorial (Dansatgaster) Koops TNI Habema, Brigjen TNI Stefie Jantje Nuhujanan, menyampaikan bahwa Bhakti Pertiwi Hardiknas 2026 merupakan wujud nyata kepedulian TNI dalam mendukung pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda Papua. “Melalui kegiatan ini, TNI hadir tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menanamkan semangat nasionalisme, disiplin, dan motivasi belajar agar anak-anak Papua tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing demi masa depan bangsa,” ungkapnya.

Kegiatan semakin semarak dengan penampilan konfigurasi kolosal Bendera Merah Putih, pemberian materi Wawasan Kebangsaan, sesi outbound, pelayanan kesehatan, serta makan bergizi gratis bersama siswa, guru, dan personel TNI.

Kepala Sekolah SD Negeri 1 Pomako, Sofyan Hadi, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, Bhakti Pertiwi menjadi kegiatan positif yang mampu menanamkan semangat nasionalisme sekaligus memotivasi anak-anak agar semakin giat belajar. “Kami sangat berterima kasih kepada Koops TNI Habema melalui Satgas Teritorial. Kegiatan ini sangat positif untuk menumbuhkan semangat nasionalisme dan motivasi belajar anak-anak sejak dini,” ujarnya. (Koops TNI Habema)

HAMDAN ❤️