Beranda blog Halaman 55

Danantara Gebrak Pasar Motor Listrik, Siapkan Bunga Rendah hingga DP 0 Persen

Kabupaten Bekasi, Jawa Barat || Mediaistana.com

Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia menyiapkan skema pembiayaan terjangkau untuk mendorong masyarakat beralih dari sepeda motor berbahan bakar bensin ke Motor Listrik Nasional (Molinas). Skema tersebut mencakup suku bunga pembiayaan yang lebih rendah, tenor kredit yang lebih panjang, hingga opsi penghapusan uang muka atau down payment (DP) menjadi 0 persen. Kamis,13/08/2026.

CEO Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan perbankan dan lembaga pembiayaan dalam ekosistem Danantara untuk menyiapkan skema tersebut. Menurut Rosan, DP pembelian motor selama ini berada di kisaran 10 persen. Pemerintah berupaya mengurangi, bahkan menghilangkan, kewajiban uang muka tersebut agar masyarakat lebih mudah memiliki Molinas.

“Dan kita akan membuat agar DP yang selama ini masih ada, sekitar 10 persen, kita akan coba reduce, bahkan kita coba hilangkan,” ujar Rosan saat peluncuran Motor Listrik Nasional beserta ekosistem pendukungnya di Cikarang, Kabupaten Bekasi. Rosan menilai kemudahan pembiayaan menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan penetrasi kendaraan listrik di Indonesia. Saat ini, jumlah sepeda motor yang beredar di Indonesia mencapai sekitar 140 juta unit, sementara penjualan motor baru berada di kisaran 6 juta hingga 7 juta unit per tahun.

Di sisi lain, penjualan motor listrik masih relatif kecil. Rosan menyebut penjualan motor listrik baru sekitar 60.000 hingga 70.000 unit per tahun atau sekitar 1 persen dari pasar sepeda motor. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pertumbuhan Molinas di pasar domestik.

Dorong Hilirisasi Nikel

Tak hanya mengandalkan kemudahan pembiayaan, pemerintah juga berupaya memperkuat industri motor listrik melalui hilirisasi sumber daya alam, khususnya nikel yang menjadi salah satu bahan penting dalam rantai pasok baterai. Rosan menyampaikan pengembangan ekosistem Molinas diarahkan agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar kendaraan listrik, tetapi juga memiliki rantai produksi yang kuat dari hulu hingga hilir.

Hilirisasi nikel akan diarahkan untuk mendukung produksi battery cell hingga battery pack yang nantinya digunakan dalam pengembangan Molinas. Langkah ini sekaligus diharapkan meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dan memperkuat industri nasional. Dengan pasar domestik yang sangat besar, dukungan pembiayaan, serta penguatan industri baterai dan komponen, pemerintah berharap Molinas mampu berkembang menjadi produk otomotif nasional yang kompetitif.

Pertanyaannya kini, mampukah Motor Listrik Nasional tidak hanya menguasai pasar Indonesia, tetapi juga menembus pasar regional hingga menjadi pemain global?

Tantangan tersebut akan menjadi ujian bagi industri otomotif nasional untuk membuktikan bahwa produk kendaraan listrik buatan Indonesia mampu bersaing dari sisi harga, kualitas, teknologi, hingga jaringan layanan.

Sambut HUT RI ke -81,36 Tim Rebut Piala Forum Geuchik Idi Rayeuk di ajang Turnamen Bola Mini Soccer 

0
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; sv:16.2.12.1.W20; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 2;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 0.0;aec_lux_index: 0;HdrStatus: auto;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 39;

 

Sambut HUT RI ke -81,36 Tim Rebut Piala Forum Geuchik Idi Rayeuk di ajang Turnamen Bola Mini Soccer 

Aceh Timur–Mediaistana.com

Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kecamatan Idi Rayeuk semakin terasa dengan resmi dibukanya Turnamen Sepak Bola Mini Soccer Antar desa di Lapangan

Loyalty Mini Soccer, kecamatan Idi Rayeuk kabupaten Aceh Timur, Jum’at (14/8/2026).

 

Turnamen yang diselenggarakan oleh Forum Geuchik Kecamatan Idi Rayeuk ini dibuka langsung oleh Camat M.Hasbi didampingi Kapolsek Idi Rayeuk AKP JM Tambunan, S.H.

 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRK Aceh Timur dari fraksi partai Aceh Tngku Mia,unsur Muspika Kecamatan Idi, para geuchik, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, panitia pelaksana, serta ratusan warga yang memadati lapangan untuk memberikan dukungan kepada tim kesayangannya.

 

Ketua Panitia,Akbarullah, yang juga Geuchik Gampong Tapang mameh, mengatakan turnamen ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus menjadi wadah mempererat silaturahmi antarkemukiman melalui olahraga.

 

“Sebanyak 36 tim yang mewakili 35 desa kecamatan idi Rayeuk dan satu tim lagi dari pihak muspika idi akan bersaing memperebutkan gelar juara. Turnamen berlangsung mulai 14 hingga 18 Agustus 2026, ujar Akbar.

 

Dalam sambutannya, Camat Idi Rayeuk M.Hasbi,mengapresiasi kerja keras Forum Geuchik Kecamatan Idi beserta seluruh panitia yang telah sukses menyelenggarakan kegiatan tersebut dengan garang,Menurutnya, turnamen sepak bola bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan sarana memperkuat persatuan, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai-nilai sportivitas di tengah masyarakat.

 

“Turnamen ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi menjadi momentum mempererat kebersamaan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan semangat cinta tanah air dalam memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

“Saya berharap seluruh pemain, ofisial, dan suporter menjaga sportivitas serta menciptakan suasana pertandingan yang aman dan kondusif,” ujarnya

 

Senada dengan itu, Ketua forum geuchik yang akrab disapa geuchik farel

mengajak seluruh peserta dan pendukung untuk bersama-sama menjaga keamanan, ketertiban, serta menjunjung tinggi semangat fair play agar turnamen berjalan lancar hingga partai final.

 

Melalui turnamen ini, Forum Geuchik Kecamatan Idi Rayeuk berharap sepak bola tidak hanya menjadi hiburan masyarakat dalam memeriahkan HUT RI, tetapi juga menjadi media mempererat hubungan antargampong, memperkuat persatuan masyarakat, serta melahirkan bibit-bibit atlet muda berbakat yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Aceh Timur di masa mendatang.Pungkas Farel

20 Tahun Menekuni Gudeg Jogja, Endang Buktikan UMKM Bisa Jadi Jalan Menuju Kesuksesan

Dokumentasi Mediaistana.com

Kabupaten Bogor, Jawa Barat || Mediaistana.com
Perjalanan ibu Endang dalam menjalankan usaha Gudeg Jogja selama dua dekade menjadi cerita inspiratif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Berawal dari Kramatjati, Jakarta, usaha yang dirintis dengan resep warisan keluarga itu kini berkembang hingga memiliki dua cabang di Desa Nanggerang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Jumat, 14/08/2026.

Endang mengaku, usaha Gudeg Jogja yang dijalaninya bukanlah bisnis yang dibangun secara instan. Selama sekitar 20 tahun, ia melewati berbagai proses, mulai dari mempertahankan cita rasa, melayani pelanggan, hingga mengembangkan usaha secara bertahap.

Yang menjadi keunikan dari usaha tersebut adalah resep gudeg yang merupakan warisan dari sang ibu. “Usaha ini dari turunan orang tua, jadi resepnya dari ibu,” ujar Endang. Resep keluarga tersebut terus dipertahankan sebagai identitas usaha. Bagi Endang, menjaga kualitas dan rasa menjadi bagian penting agar pelanggan tetap percaya dan kembali menikmati produknya.

Perjalanan panjang itu akhirnya memberikan hasil. Dari usaha Gudeg Jogja, Endang tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga berhasil memiliki rumah. “Dari usaha Gudeg Jogja bisa beli rumah di sini,” ungkapnya.

Kini, usaha tersebut telah berkembang dengan dua cabang di Tajurhalang. Perkembangan itu menjadi bukti bahwa usaha kecil yang dijalankan dengan konsisten dapat memberikan hasil nyata apabila dikelola dengan tekun.

Kisah Endang sekaligus menjadi motivasi bagi pelaku UMKM lainnya agar tidak mudah menyerah ketika memulai usaha. Kesuksesan tidak selalu harus diawali dengan modal besar. Konsistensi, menjaga kualitas, mempertahankan kepercayaan pelanggan, serta berani berkembang menjadi modal penting dalam membangun usaha.

Perjalanan 20 tahun Endang menunjukkan bahwa sebuah usaha sederhana bisa menjadi sumber penghasilan, membuka peluang ekonomi, bahkan membantu keluarga memiliki aset.

Bagi pelaku UMKM, jangan malu memulai dari kecil. Sebab, usaha yang dirawat dengan tekun hari ini bisa menjadi keberhasilan besar di masa depan.

Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat, Wujud Komitmen Polri Dorong Kreativitas dan Inovasi

0

 

Media istana.Com

jakarta,11 Agustus 2026

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.

Kegiatan ini menjadi momentum Polri untuk memberikan penghargaan kepada masyarakat maupun satuan kerja Polri yang menghasilkan karya, inovasi, dan prestasi melalui berbagai bidang perlombaan. Selain memberikan apresiasi, kegiatan ini juga dirancang untuk mendorong lahirnya kreativitas dan inovasi berkelanjutan, memperkuat citra positif Polri yang Presisi, serta meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Apresiasi Kreasi Polri untuk Masyarakat tidak sekadar menjadi ajang pemberian penghargaan, tetapi juga ruang untuk mempertemukan berbagai prestasi, inovasi, dan pengabdian yang lahir dari kolaborasi Polri bersama masyarakat.

“Apresiasi dan kreasi ini bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempertemukan prestasi, inovasi, maupun pengabdian yang lahir dari kegiatan yang dilakukan bersama-sama antara Polri dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Trunoyudo di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Polri memberikan penghargaan kepada para pemenang dari puluhan kategori lomba yang melibatkan berbagai bidang, mulai dari kreativitas dan komunikasi publik, pembinaan potensi masyarakat, ketahanan pangan, perlindungan anak dan masyarakat, hingga pemanfaatan ruang digital dan kreativitas generasi muda.

Khusus bidang kreasi dan komunikasi publik yang diselenggarakan Divhumas Polri, terdapat berbagai kategori seperti cerpen, melukis difabel, cipta lagu, TikTok, mendongeng, fotografi, video edukasi, infografis, artikel jurnalistik, dan animasi AI. Sementara itu, sejumlah kategori lainnya mencakup Mobile Legends: Bang Bang, Character Defile, KOL (Influencer) Hunt, Capture the Flag, Kampung Bebas dari Narkoba, hingga kearifan lokal dan kebersihan.

Trunoyudo mengatakan, keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan tersebut menjadi perhatian penting Polri, khususnya dalam membuka ruang kreativitas bagi generasi Z dan Alpha yang akan menjadi bagian penting dari Generasi Emas Indonesia 2045.

“Bapak Kapolri hari ini memberikan awarding. Tentu hal ini menjadi satu rangkaian yang bukan sekadar penghargaan, tetapi juga merupakan pertemuan atau mempertemukan ruang bagi prestasi, inovasi, maupun pengabdian,” katanya.

Ia menegaskan, Polri akan terus memberikan penghargaan terhadap karya dan prestasi terbaik sebagai bentuk komitmen untuk mendorong kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan apresiasi dan kreasi ini, Polri akan terus memberikan penghargaan atas karya dan prestasi terbaik untuk mendorong lahirnya kreativitas serta inovasi yang berkelanjutan, meningkatkan partisipasi dan kolaborasi masyarakat, serta mempererat hubungan Polri dengan seluruh elemen bangsa,” ujarnya.

Apresiasi terhadap kegiatan tersebut juga disampaikan Ketua Dewan Pakar Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Prof. Dr. Seto Mulyadi. Ia menilai komitmen Polri dalam melibatkan dan memberikan ruang kepada anak-anak melalui kegiatan kreatif merupakan langkah positif untuk membangun kedekatan antara polisi dengan generasi muda.

“Intinya adalah agar polisi tidak ditakuti oleh anak-anak; polisi menjadi sahabat anak, polisi bisa menanamkan karakter yang baik, dalam hal ini adalah akhlak mulia dan sebagainya kepada anak-anak,” kata Seto.

Hal senada disampaikan Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Dr. Aris Adi Leksono. Menurutnya, pemberian penghargaan melalui berbagai lomba dapat memotivasi anak untuk terus tumbuh, berkembang, dan berkreasi sesuai minat serta bakatnya.

“Saya kira ke depan apresiasi untuk anak-anak perlu diberi ruang yang lebih luas lagi dengan berbagai macam mata lomba dan seterusnya, sehingga memberikan ruang bagi anak untuk terus berkreasi berdasarkan minat dan bakatnya sesuai dengan tumbuh kembang mereka,” ujar Aris.

Ia pun mengapresiasi langkah Polri yang memberikan ruang bagi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda, untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kreatif sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Generasi Emas Indonesia.

Aris.t

Tak Butuh Waktu Lama Setelah Petunjuk Terkuak, Tim URC Satreskrim Polres Tuba Amankan Terduga Pencuri HP

0

Tulang Bawang l Mediaistana.com — Petunjuk yang berhasil dikembangkan polisi akhirnya mengungkap kasus dugaan pencurian satu unit telepon genggam yang terjadi di Kampung Kecubung Jaya, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang.

Tim URC Satreskrim Polres Tulang Bawang bersama Unit Reskrim Polsek Gedung Aji bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya mengamankan seorang pria berinisial S yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Terduga pelaku diamankan pada 10 Agustus 2026 sekitar pukul 10.30 WIB di kediamannya di Kampung Kecubung Mulya, Kecamatan Gedung Aji, Kabupaten Tulang Bawang.

“Setelah menerima laporan, petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan mengembangkan informasi yang diperoleh di lapangan. Dari hasil penyelidikan tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi keberadaan terduga pelaku dan selanjutnya mengamankannya untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ujar Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Akp Apfriyyadi Pratama.

Kasus tersebut bermula pada Februari 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, ketika korban pulang dari kebun dan hendak mengambil telepon genggam miliknya yang sebelumnya diletakkan di dalam sebuah tas di teras samping rumah.

Namun, korban mendapati telepon genggam tersebut sudah tidak berada di tempatnya. Atas kejadian itu, korban mengalami kerugian sekitar Rp1 juta dan melaporkannya ke Polsek Gedung Aji.

Dalam pengungkapan perkara tersebut, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti berupa satu buah kotak telepon genggam Infinix Smart 7 X6515 warna Coastal Green dan satu buah tas selempang warna hitam.

“Kami terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Setiap laporan yang diterima akan ditindaklanjuti secara profesional, sesuai prosedur dan ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Perwira Balok Tiga di Pundaknya.

Setelah diamankan, terduga pelaku dibawa ke Polsek Gedung Aji untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Penyidik juga masih melengkapi administrasi penyidikan dan melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait.

Polres Tulang Bawang mengimbau masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap barang berharga serta segera melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui atau mengalami tindak pidana.

Sinergi Tim URC Satreskrim Polres Tulang Bawang dan jajaran Polsek Gedung Aji menjadi bagian dari upaya Polri dalam menjaga keamanan sekaligus memberikan kepastian hukum bagi masyarakat.**

(R)

Kolaborasi Strategis Polri dan Kemenkeu dalam Persiapan Keberangkatan Penerima Beasiswa LPDP Angkatan ke-280

0

 

Media istana.Com

Jakarta – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia dalam mendukung penguatan kualitas sumber daya manusia unggul. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan (PK) Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Angkatan ke-280 di Sekolah Bahasa Lemdiklat Polri, Jakarta, Tanggal 10 hingga 15 Agustus 2026.

Kegiatan pembekalan ini diikuti 230 peserta yang terdiri dari 119 peserta laki-laki dan 111 peserta perempuan. Para peserta merupakan calon mahasiswa jenjang magister dan doktor yang telah berhasil melewati tahapan seleksi dan bersiap melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi terkemuka, baik nasional maupun internasional.

Kerja sama lintas kementerian/lembaga antara Polri dan Kemenkeu tersebut diwujudkan melalui penguatan wawasan kebangsaan serta pembekalan karakter kepemimpinan dan kedisiplinan. Rangkaian program dirancang untuk memastikan para awardee memiliki ketahanan mental, wawasan kebangsaan, dan nasionalisme yang kokoh.

Kalemdiklat Polri Komjen Pol Drs. R.Z Panca Putra S. M.Si. mengatakan keterlibatan Polri dalam program LPDP merupakan bentuk komitmen penuh Polri dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas.

“Melalui lingkungan kedisiplinan di Lembaga Pendidikan Polri, termasuk di Sekolah Bahasa Polri, para peserta dibentuk agar tidak hanya siap secara akademis, tetapi juga mampu bertindak sebagai duta bangsa yang membawa nilai-nilai integritas, berkarakter kebangsaan, cinta tanah air, dan mampu menjadi agen perubahan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 sesuai Astacita,” ujar Panca dalam Keterangannya, Selasa, (11/08).

Dengan penyelenggaraan kegiatan Persiapan Keberangkatan ini, para peserta diharapkan siap menempuh studi dengan semangat nasionalisme dan cinta tanah air serta kembali membawa kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara di masa mendatang.

Aris.t

Kapolri Hadiri Silaturahmi Strategis Pimpinan Lembaga Negara di Mabes TNI AL

0

 

Media istana.Com

Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., menghadiri silaturahmi bersama Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI, Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago, di Denma Mabes TNI AL, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2026).

Pertemuan tersebut turut dihadiri Jaksa Agung RI, Panglima TNI, Kepala BIN RI, Wakil Panglima TNI, KASAD, KASAL, dan KASAU. Kapolri dalam kegiatan tersebut didampingi Kabaintelkam Polri dan Kadivpropam Polri.

Kehadiran para pimpinan kementerian dan lembaga dalam satu forum memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan komunikasi antarinstitusi. Pertemuan seperti ini memberikan ruang bagi para pimpinan untuk membangun pemahaman yang selaras terhadap perkembangan situasi sekaligus menjaga keterhubungan dalam pelaksanaan tugas yang memiliki irisan kepentingan.

Kebutuhan tersebut menjadi semakin penting ketika berbagai persoalan nasional berkembang secara cepat dan tidak lagi terbatas pada satu sektor. Keterpaduan antarunsur diperlukan agar setiap institusi mampu membaca perkembangan secara utuh, mengantisipasi potensi risiko, serta menentukan langkah sesuai kewenangan masing-masing tanpa mengabaikan kepentingan yang lebih luas.

Dalam konteks tugas kepolisian, komunikasi yang terpelihara dengan TNI serta kementerian dan lembaga terkait turut mendukung efektivitas pencegahan dan penanganan berbagai persoalan yang berpotensi memengaruhi keamanan dan ketertiban masyarakat. Pertukaran informasi dan koordinasi yang baik juga penting untuk memastikan respons yang diambil tetap proporsional, terukur, dan sesuai dengan ketentuan hukum.

Silaturahmi tersebut sekaligus memperkuat hubungan kerja antarpimpinan sebagai salah satu fondasi dalam menghadapi berbagai agenda strategis ke depan. Dengan komunikasi yang semakin terbuka dan koordinasi yang berjalan efektif, setiap institusi dapat menjalankan perannya secara optimal sekaligus saling melengkapi dalam menjaga kondisi nasional tetap aman, tertib, dan kondusif.

Aris.t

GEBRAK SULBAR DESAK APH USUT DUGAAN PENYIMPANGAN PENGADAAN BIBIT KAKAO RP24,9 MILIAR

0

SULBAR — Gerakan Barisan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK) Sulawesi Barat mendesak aparat penegak hukum (APH), khususnya Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat dan Polda Sulbar, segera menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI terkait pengadaan bibit kakao sambung pucuk pada Dinas Perkebunan Provinsi Sulawesi Barat Tahun Anggaran 2025.

Berdasarkan pemberitaan dan uraian hasil pemeriksaan BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas LKPD Provinsi Sulawesi Barat TA 2025, pengadaan tersebut dinilai memiliki sejumlah persoalan mulai dari tahap perencanaan, penyusunan HPS, pemilihan penyedia hingga pengendalian kontrak oleh PPK.

Pengadaan dilaksanakan oleh CV Ayisando Utama berdasarkan kontrak 26 Juni 2025 dengan nilai awal sekitar Rp27,9 miliar, kemudian melalui adendum berubah menjadi sekitar Rp24,9 miliar.

GEBRAK Sulbar menilai temuan tersebut tidak boleh berhenti hanya pada persoalan administrasi ataupun pengembalian kerugian apabila memang terdapat indikasi perbuatan melawan hukum.

HARGA SATUAN NAIK, VOLUME PENGADAAN MEMBESAR

Salah satu hal yang menjadi perhatian GEBRAK adalah adanya perbedaan harga satuan dibandingkan pengadaan serupa pada tahun sebelumnya.

Pada 2024, harga satuan disebut sekitar Rp12.500 per batang, sementara pada 2025 menjadi Rp16.500 per batang, atau terdapat peningkatan sekitar Rp4.000 per batang.

Pada saat yang sama, volume pengadaan meningkat sangat signifikan hingga sekitar 1.704.539 batang.

Menurut GEBRAK, kondisi tersebut perlu diuji secara serius oleh APH, bukan sekadar dilihat sebagai perbedaan harga biasa. Apalagi BPK juga menemukan persoalan dalam proses perencanaan dan penyusunan HPS.

HPS PERLU DIUJI, JANGAN HANYA MENGANDALKAN SURVEI

GEBRAK Sulbar juga menyoroti hasil konfirmasi auditor terhadap penyedia yang disebut memiliki harga bibit sesuai spesifikasi pada e-katalog, antara lain sekitar Rp12.500 dan Rp10.500 per batang.
Bahkan, menurut uraian hasil pemeriksaan, kedua penyedia tersebut disebut mampu memenuhi kebutuhan volume pengadaan Dinas Perkebunan.

Karena itu, GEBRAK mempertanyakan bagaimana proses pembentukan HPS hingga menghasilkan rata-rata harga sekitar Rp17.495 per batang dari survei yang dilakukan PPK.

“Kalau memang ada penyedia lain yang memiliki harga lebih rendah dan mampu memenuhi spesifikasi serta volume, maka APH harus memeriksa bagaimana proses penentuan harga dan pemilihan penyedia dilakukan. Jangan sampai negara membayar lebih mahal tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Ketua GEBRAK Sulbar, Idham Nuzul Ibrahim.

PENYEDIA BUKAN PRODUSEN, SELURUH KEBUTUHAN DIPASOK PIHAK LAIN

GEBRAK juga menyoroti fakta pemeriksaan bahwa CV Ayisando Utama disebut bukan merupakan penangkar atau produsen bibit kakao.

Dalam pelaksanaannya, kebutuhan bibit disebut dipenuhi melalui pembelian dari beberapa penyedia atau penangkar lain.
Bagi GEBRAK, kondisi tersebut perlu didalami APH untuk memastikan apakah pelaksanaan kontrak telah sesuai dengan persyaratan pengadaan, dokumen penawaran, kemampuan penyedia, serta ketentuan kontrak.

“Ini bukan berarti setiap penyedia yang membeli barang dari pihak lain otomatis melakukan pelanggaran. Tetapi ketika BPK menemukan persoalan dalam proses pengadaan, kapasitas penyedia dan mekanisme pemenuhan pekerjaan harus diperiksa secara menyeluruh,” kata Idham.
PROSES NEGOSIASI JUGA HARUS DIBUKA
GEBRAK Sulbar meminta APH mencermati proses negosiasi harga antara PPK dan penyedia.

Dalam uraian yang diberitakan berdasarkan LHP BPK, proses negosiasi berlangsung beberapa kali hingga akhirnya disepakati harga sekitar Rp14.810 per batang.

GEBRAK meminta seluruh proses tersebut diperiksa, termasuk komunikasi, dokumen penawaran, dasar penentuan harga, HPS, bukti survei pasar, serta hubungan antara pihak-pihak yang terlibat.

Hal tersebut penting untuk memastikan apakah seluruh tahapan benar-benar berlangsung secara wajar, transparan dan bebas dari konflik kepentingan.

GEBRAK: TEMUAN BPK HARUS DITINDAKLANJUTI

GEBRAK Sulbar menegaskan bahwa temuan BPK merupakan pintu masuk penting bagi APH untuk melakukan pemeriksaan apabila dari hasil pemeriksaan tersebut terdapat indikasi tindak pidana korupsi.

“Kami tidak sedang menghakimi siapa yang bersalah. Kami meminta APH bekerja berdasarkan bukti. Kalau memang semuanya sesuai aturan, silakan dibuktikan. Tetapi kalau ditemukan unsur pidana, jangan berhenti pada pengembalian uang negara,” tegas Idham.
GEBRAK Sulbar mendesak:
Kejati Sulbar dan Polda Sulbar segera menelaah serta menindaklanjuti temuan BPK tersebut. Memeriksa PPK, PA, penyedia dan pihak-pihak lain yang terkait dengan proses pengadaan.

Mendalami kewajaran HPS dan harga satuan bibit kakao. Memeriksa proses survei pasar dan negosiasi harga.
Memeriksa kapasitas serta legalitas penyedia dalam memenuhi kontrak.
Menelusuri aliran pembayaran dan keuntungan yang diperoleh masing-masing pihak.

Memastikan bibit yang dibeli benar-benar sesuai spesifikasi, jumlah, kualitas dan penerima yang ditetapkan.

Apabila ditemukan bukti permulaan yang cukup mengenai tindak pidana korupsi, GEBRAK meminta APH meningkatkan penanganan ke proses hukum sesuai ketentuan.

GEBRAK Sulbar juga meminta DPRD Provinsi Sulawesi Barat menjalankan fungsi pengawasan secara serius dan tidak membiarkan persoalan pengadaan bernilai puluhan miliar tersebut berlalu tanpa penjelasan yang terang kepada masyarakat.

“Uang yang digunakan adalah uang rakyat. Program kakao seharusnya memberikan manfaat kepada petani, bukan membuka ruang bagi permainan anggaran. Kami meminta APH jangan hanya menunggu laporan masyarakat. Temuan BPK sudah menjadi alarm dan harus ditindaklanjuti secara profesional,” tutup Idham Nuzul Ibrahim.

GEBRAK Sulbar memastikan akan terus mengawal persoalan ini dan mempertimbangkan langkah lanjutan apabila tidak ada tindak lanjut yang jelas dari aparat penegak hukum.

Bupati Al Farlaky Serahkan Simbolis 20 Mobil Truck untuk Koperasi Desa Merah Putih

0

 

 

ACEH TIMUR —Mediaistana.com 

Sebanyak 20 unit mobil pick up diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky kepada Koperasi Desa/Kampung Merah Putih di Kabupaten Aceh Timur. Penyerahan berlangsung di Lapangan Upacara Pusat Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur, Jumat (14/8/2026).

 

Penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri Dandim, Kapolres Aceh Timur serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Timur.

 

Bupati Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, bantuan kendaraan operasional tersebut merupakan bagian dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

 

Ia berharap kendaraan yang diterima koperasi dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang aktivitas dan pengembangan usaha Koperasi Desa Merah Putih di masing-masing wilayah.

 

“Saya berharap seluruh ketua koperasi dan kepala desa yang menerima bantuan ini dapat menjaga dan merawat kendaraan yang diberikan pemerintah. Gunakan sesuai peruntukannya untuk kepentingan operasional koperasi,” kata Al-Farlaky.

 

Menurut Bupati, selain mobil pick up roda empat, setiap koperasi juga direncanakan mendapatkan kendaraan roda tiga berupa becak Viar. Dengan demikian, satu koperasi nantinya akan mendapatkan dua unit kendaraan operasional untuk mendukung kegiatan koperasi.

 

“Yang satu truk roda empat, dan yang satu lagi roda tiga berupa becak Viar. Keduanya digunakan untuk kepentingan operasional Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

 

Al-Farlaky meminta para Keuchik dan ketua koperasi tidak menjadikan bantuan tersebut sekadar sebagai fasilitas, tetapi mampu mengembangkannya menjadi bagian dari kegiatan ekonomi produktif masyarakat.

 

Ia mengingatkan agar kendaraan bantuan tidak digunakan di luar peruntukannya karena dapat menimbulkan persoalan di kemudian hari.

 

“Silakan dikembangkan koperasi yang telah dibantu pemerintah ini untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan memberdayakan masyarakat yang ada di Aceh Timur,” katanya.

 

Bupati menyebutkan, di wilayah jajaran Kodim 0104/Aceh Timur terdapat sekitar 200 titik yang menjadi target pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, baik di Aceh Timur maupun Kota Langsa.

 

Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat sejumlah kendala, salah satunya berkaitan dengan ketersediaan lahan untuk pembangunan koperasi.

 

“Ada tanahnya, mereka membuat, kita memberikan izin untuk proses pembangunannya. Selanjutnya di beberapa titik lain yang belum memiliki lahan, kita minta dukungan dari perusahaan. Bagi yang sama sekali tidak ada lahan, ini memang menjadi kendala dalam mendorong percepatan pembangunan koperasi,” jelasnya.

 

Menurut Al-Farlaky, persoalan ketersediaan lahan bukan hanya terjadi di Aceh Timur, tetapi juga menjadi tantangan di sejumlah daerah lainnya dalam mempercepat pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.

 

Ia mengatakan, sejumlah kendala tersebut telah dilaporkan kepada pemerintah pusat di Jakarta agar dapat dicarikan solusi dan tidak menghambat pelaksanaan program.

 

Bupati berharap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih nantinya mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi masyarakat. Ia juga menargetkan koperasi dapat menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus mendukung peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Aceh Timur.

 

“Semoga dengan terwujudnya Koperasi Merah Putih ini dapat meningkatkan indeks ekonomi Kabupaten Aceh Timur dan juga meningkatkan IPM, sehingga kita mampu bersaing dengan kabupaten lain, baik di Aceh, Sumatera maupun Pulau Jawa,” ujarnya.

 

Pada kesempatan tersebut, Al-Farlaky juga mengajak masyarakat Aceh Timur menjaga keberlangsungan perdamaian Aceh yang telah berlangsung selama hampir dua dekade.

 

Menyambut peringatan Hari Damai Aceh pada 15 Agustus, ia mengimbau masyarakat mengisinya dengan doa dan zikir bersama di masjid, meunasah maupun surau di wilayah masing-masing.

 

“Saya berharap damai yang sedang terjadi di Aceh ini langgeng sampai kepada anak cucu kita. Mari kita isi pembangunan selama proses damai ini berlangsung dan kita berharap kemakmuran Aceh akan terwujud sebagaimana cita-cita kita bersama,” pungkas Al-Farlaky.(TM)

Bupati Parosil Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Dorong Pembangunan Berpihak kepada Rakyat

0

Bupati Parosil Ikuti Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo, Dorong Pembangunan Berpihak kepada Rakyat

Jakarta -MEDIA ISTANA,LAMPUNG BARAT— Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus mengikuti kegiatan mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI melalui Zoom Meeting, Jumat (14/8/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat di Ruang Sidang Makhgasana DPRD Lampung Barat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, S.Kom. dan dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD serta pejabat Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Agenda utama kegiatan tersebut adalah mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto yang disampaikan secara langsung dari Gedung MPR/DPR RI di Jakarta dan disiarkan secara nasional.

Pidato tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI sekaligus momentum bagi jajaran pemerintah daerah, DPRD dan Forkopimda untuk menyimak arah kebijakan nasional serta pesan kebangsaan Presiden.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan evaluasi kinerja pemerintahan, capaian pembangunan nasional serta sejumlah arah kebijakan strategis dalam menghadapi tantangan bangsa ke depan.

Presiden menekankan pentingnya Indonesia mampu berdiri di atas kaki sendiri, khususnya dalam bidang ekonomi dan pangan. Menurutnya, kemerdekaan harus dimaknai sebagai upaya membebaskan rakyat dari kemiskinan, kelaparan dan penderitaan.

“Negara kita harus bisa berdiri di atas kaki kita sendiri, berdaulat secara ekonomi, dan mampu memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri,” tegas Presiden Prabowo.

Selain kemandirian ekonomi dan pangan, Presiden juga menekankan pentingnya pemerataan hasil pembangunan dan penegakan hukum yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Peningkatan kualitas hidup, pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat secara merata juga menjadi bagian dari arah pembangunan nasional yang disampaikan Presiden.

Prabowo mengingatkan agar visi pembangunan nasional dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan di daerah dengan mengutamakan kepentingan masyarakat. Pemerintah harus terus bekerja untuk mengatasi berbagai kesulitan rakyat.

Menanggapi pidato kenegaraan tersebut, Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus mengatakan pesan Presiden menjadi pengingat bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Pidato kenegaraan Presiden memberikan pesan yang sangat penting bagi kita di daerah. Pembangunan harus benar-benar diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang nyata,” ujar Parosil.

Parosil juga menilai pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik merupakan hal yang tidak kalah penting. Pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan program pembangunan tidak hanya terpusat pada satu sektor atau wilayah, tetapi dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat.

“Kita ingin pembangunan memberikan manfaat yang merata. Pelayanan pemerintah harus semakin baik dan program yang dijalankan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Lebih lanjut, Parosil menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha dan masyarakat.

“Pemerintah Daerah tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan persatuan, kolaborasi dan gotong royong. Dengan kebersamaan, berbagai tantangan pembangunan akan lebih mudah kita hadapi,” Pungkasnya.

HAMDAN ❤️